DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Total Views: 126104 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 80 of 332 | ‹ First  < 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 >  Last ›

Choa - 02/12/2011 11:47 AM
#1581

Quote:
Original Posted By angling.kusumo
ngakak
ngakak ngakak ngakak
okokokok lanjut. gw pengen liat sampe mana nih. ngakaks


ok saat ini gw akan berkata, setuju.! D

so,..?


teng...tong............3-0

buat anjing buduk propceceng
capedes
prop1000 - 02/12/2011 11:50 AM
#1582

buat penongton, cermati bagaimana debat itu harusnya stick to your argument. liat bagaimana gw disini sudah berhasil leading arah topik pembicaraan.

coba liat si angling yang cuman bisa kasih emot banyak2, trus mau tidak mau harus mengakui seks adalah fungsi reproduksi di lembaga pendidikan. \)
Quote:
Original Posted By angling.kusumo
ngakak

ngakak ngakak ngakak

okokokok lanjut. gw pengen liat sampe mana nih. ngakaks


ok saat ini gw akan berkata, setuju.! D

so,..?

sip, jadi mengakui bahwa homoseksual adalah penyimpangan dalam sudut pandang pendidikan. shakehand.

puas banget gw, salaman lagi ah...shakehand Peace:

====

nah, mari kita geser sekarang soal apa itu mendidik. what is the difference between education & teaching?

ini gw ambil dari kamus:
Quote:
pen·di·dik·an n proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dl usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik;


terlihat bahwa mendidik bukan sekedar mengajarkan tapi menanamkan nilai2 dalam upaya mendewasakan manusia. so, bedakan antara mengajar dengan mendidik.
oiya, Naek L Tobing itu diajarkan seksologi bukan dididik seksologi.

ini harus diartikan luas, makanya ada istilah: guru, digugu dan ditiru.
guru selain pengajar juga sebagai teladan yang akan mempengaruhi proses pendewasaan si anak.

lembaga pendidikan yang MENGAJARKAN seks sebagai fungsi reproduksi telah berlaku KONTRADIKTIF jika PENDIDIKNYA berorientasi melawan/menyimpang dari fungsi seks sebagai reproduksi.

cukup dulu sampai disini. gw tunggu bantahannya sebelum lanjut ke kesimpulan selanjutnya. \)
tunanganseindah - 02/12/2011 12:08 PM
#1583

Quote:
Original Posted By KaskusGeeker
Rasanya tidak perlu menjelaskan pengertian gay/lesbian, ataupun lembaga pendidikan.

refrerensi bacaan

Saya hanya memberi batasan.
1. Gay/lesbian bukan kelainan sex, hanya orientasi sex, seperti halnya hetero, maupun bisex. Jadi Gay/lesbian adalah normal dan punya hak yang sama dengan orang normal lainnya.
2. Pekerjaan dalam lembaga pendidikan disini dikhususkan sebagai tenaga pengajar, namun bukan berarti admin, TU, Kepsek, bahkan Satpam sekalipun tidak terlibat, karena mereka pun bersentuhan baik langsung maupun tidak langsung dengan peserta didik.

Debaters sudah tau apa itu gay/lesbian, debaters juga tentu tau apa itu lembaga pendidikan.

so, perdebatan tentang Pelarangan Gay/Lesbian bekerja di lembaga/institusi pendidikan tentunya debatable dan tau lah arahnya kemana.

jadi pertanyaannya. SETUJU ATAU TIDAK?

Silahkan berdebat beer:


sorry gan ane telat ikutnya..
numpang ngasi tanggapan...

sangat2 tidak setuju jika ada Pelarangan Gay/Lesbian bekerja di Lembaga/Institusi Pendidikan.

mereka sebagai manusia berhak memilih bekerja dimana saja secara profesional menurut kemampuan mereka.

selama mereka bisa berada dijalur kurikulum yang ditetapkan oleh Lembaga/Institusi Pendidikan tersebut. mau apa lagi...?
Choa - 02/12/2011 12:41 PM
#1584

Quote:
Original Posted By tunanganseindah
sorry gan ane telat ikutnya..
numpang ngasi tanggapan...

sangat2 tidak setuju jika ada Pelarangan Gay/Lesbian bekerja di Lembaga/Institusi Pendidikan.

mereka sebagai manusia berhak memilih bekerja dimana saja secara profesional menurut kemampuan mereka.

selama mereka bisa berada dijalur kurikulum yang ditetapkan oleh Lembaga/Institusi Pendidikan tersebut. mau apa lagi...?


ya memang benar anda telat
boleh nyambung dikusi yang terakhir ngak
biar ngak muter-muter
Bombombastis - 02/12/2011 01:11 PM
#1585

Quote:
Original Posted By angling.kusumo
nohope: iya aja deh gan. agan emang berpendidikan. logika ente emang 'paten'. nohope:


iya dong gan,emang logikanya gt ngakak

:kimpoi tuh normal.... maho tuh gk normal maudibantah kayak apapun..

Yb :cool
tunanganseindah - 02/12/2011 01:31 PM
#1586

Quote:
Original Posted By Choa
ya memang benar anda telat
boleh nyambung dikusi yang terakhir ngak
biar ngak muter-muter


ane kira gak boleh ikut campur gan.. D
prop1000 - 02/12/2011 02:24 PM
#1587

@TS, nyumbang topik baru berhubung gw ajuin trit kagak diaprup:
"status bebas hiv bagi warga negara". atau kewajiban test HIV bagi warga negara.

kita kesampingkan dulu soal biaya, tapi ini langkah yang efektif bagi pengentasan HIV/AIDS. tapi ini pelanggaran privacy, dimana kita tahu riwayat kesehatan adalah sesuatu yang bersifat confidential.

sekedar usul. \)
angling.kusumo - 02/12/2011 02:37 PM
#1588

Quote:
Original Posted By prop1000
sip, jadi mengakui bahwa homoseksual adalah penyimpangan dalam sudut pandang pendidikan.

kapan gw pernah bilang gw mengakui bahwa homoseksual adalah penyimpangan dalam sudut pandang pendidikan.? confused:
wahh... delusive nih anak. nohope:

Quote:
Original Posted By prop1000

- cut -
cukup dulu sampai disini. gw tunggu bantahannya sebelum lanjut ke kesimpulan selanjutnya. \)


okokok sekarang gw kasih tau dulu kesalahan lo.
pertama lo melakukan inkonsistensi.
- tapi kita disini bicara lembaga pendidikan dimana seks adalah recreational function bukan bagian dari apa yang hendak diajarkan/dididik dari siswa
- disini kita bicara apakah fungsi rekreasi tersebut diakui atau bagian dari pengajaran atau tidak. jawabnya: tidak!
- seks sebagai fungsi rekreasi sebenarnya diajarkan
- nah setelah kita sama2 mengakui fungsi rekreasi tidak dikenal di dunia pendidikan melainkan hanya fungsi reproduksi
inkonsitensi yang lo lakukan di sini adalah batasan ruang bahas.
lo dengan seenaknya meluas sempitkan batasan ruang bahas. padahal batasan itu sudah ditentukan sejak awal.

temanya.
Pelarangan Gay/lesbi Bekerja di Lembaga Pendidikan

batasannya.
Quote:
Originally Posted by KaskusGeeker
Saya hanya memberi batasan.
1. Gay/lesbian bukan kelainan sex, hanya orientasi sex, seperti halnya hetero, maupun bisex. Jadi Gay/lesbian adalah normal dan punya hak yang sama dengan orang normal lainnya.
2. Pekerjaan dalam lembaga pendidikan disini dikhususkan sebagai tenaga pengajar, namun bukan berarti admin, TU, Kepsek, bahkan Satpam sekalipun tidak terlibat, karena mereka pun bersentuhan baik langsung maupun tidak langsung dengan peserta didik.

lo bisa lihat sendiri kan.? batasannya adalah. lembaga pendidikan >- khususnya guru, namun bukan berarti admin, TU, Kepsek, bahkan Satpam sekalipun tidak terlibat, karena mereka pun bersentuhan baik langsung maupun tidak langsung dengan peserta didik.
lembaga pendidikan itu memiliki skup yang luas. dan lalu lo dengan seenak dengkul lo menyempitkannya.

di sini lo juga melakukan 'Biased Induction logical fallacy'
melakukan generalisasi pendidikan secara luas dari sampel kecil yang bias.

kedua lo melakukan kesalahan 'logical fallacy' yang cukup fatal. dan gw udah mengingatkan lo sebelumnya bahwa premis argumen lo itu ga valid.
'Appeal to Common Practice'
hanya karena realita bahwa yang dipraktekkan dalam intitusi pendidikan umum pada saat ini adalah tidak mengajarkan seks dalam fungsi rekreasional + porkreasional, lalu lo menyimpulkan bahwa tidak mengajarkan seks dalam fungsi rekreasional + porkreasional itu benar dan mengajarkan seks dalam fungsi rekreasional + porkreasional itu salah/menyimpang. dan lo menyatakan itu tanpa data ilmiah yang valid.?

lalu ini yang lo bilang "ini pijakan yang sangat mendasar karena akan menentukan kesimpulan2 selanjutnya".?
dasarnya saja sudah berbentuk logical fallcy. nohope:

ketiga, lo melakukan pengikaran pijakan dasar lo sendiri yang pada awalnya berangkat dari realita bahwa rekreasional sex tidak diajarkan di lembaga pendidikan. tapi kemudian lo memberikan dasar dri pijakan dasar lo itu yang gak berpijak pada realita yang ada.
lo memberikan alasan "alasan tidak diajarkan simpel, belum cukup umur". lo gak melihat realita bahwa karena tidak diajarkan di sekolah, maka anak2 mencari/mendapatkan informasi dari luar. apa lo akan mengatakan bahwa bagi anak2 itu mendapatkan informasi tentang 'sex yang rekreasional' dari luar lembaga pendidikan akan lebih baik dari pada mendapatkannya di dalam lembaga pendidikan.?

dilihat dari sini aja lo udah salah. tapi sudahlah, mari kita lanjutkan dulu...

karena lo belum membicarakan tentang gay/homosexual, maka gw juga ga akan membicarakan tentang homosexual.

argumen gw.
ya bahwa sex yang rekreasional tidak diajarkan dalam lembaga pendidikan umum.

dan ya.! pendidikan tentang sex yang prokreasi dan/atau rekreasi perlu diajarkan kepada anak didik. karena hal itu akan jauh lebih baik dari pada jika anak2 itu mencari/mendapatkan informasi tentang sex yang prokreasi dan/atau rekreasi dari dunia luar pendidikan yang validitas dan educational value dari informasinya sangat dapat diragukan.

(jadi berasa ngabahas topik 1 gini. capedes)

jadi kesimpulannya gini. kalo lo ga paham logika gw, maka gw pake cara lo sendiri aja deh biar lo bisa nyampe.

jika pendidikan sex as rekreasi = ok, maka kontradiksi hilang.
maka dengan ini pernyataan lo tentang "homoseksual adalah penyimpangan dalam sudut pandang pendidikan" dinyatakan, BERSALAH.!


nohope: your turn prop.
sir_dedi - 02/12/2011 02:49 PM
#1589

Quote:
Original Posted By prop1000
@TS, nyumbang topik baru berhubung gw ajuin trit kagak diaprup:
"status bebas hiv bagi warga negara". atau kewajiban test HIV bagi warga negara.

kita kesampingkan dulu soal biaya, tapi ini langkah yang efektif bagi pengentasan HIV/AIDS. tapi ini pelanggaran privacy, dimana kita tahu riwayat kesehatan adalah sesuatu yang bersifat confidential.

sekedar usul. \)


eits,bentar dl prop ada bantahan tuh DDD

[quote=Hakim Pengadilan] usul saudara sir_dedi diterima shakehand:
harap saudara prop1000 menjawabnya shakehand:[/quote]
prop1000 - 02/12/2011 02:56 PM
#1590

Quote:
Original Posted By angling.kusumo
kapan gw pernah bilang gw mengakui bahwa homoseksual adalah penyimpangan dalam sudut pandang pendidikan.? confused:
wahh... delusive nih anak. nohope:

ahahaha, menarik ucapan yah.

kalau main catur ibaratnya main perrrrr..DD
kalau dipersidangan cabut BAP. DD
Quote:

okokok sekarang gw kasih tau dulu kesalahan lo.
pertama lo melakukan inkonsistensi.
- tapi kita disini bicara lembaga pendidikan dimana seks adalah recreational function bukan bagian dari apa yang hendak diajarkan/dididik dari siswa
- disini kita bicara apakah fungsi rekreasi tersebut diakui atau bagian dari pengajaran atau tidak. jawabnya: tidak!
- seks sebagai fungsi rekreasi sebenarnya diajarkan
- nah setelah kita sama2 mengakui fungsi rekreasi tidak dikenal di dunia pendidikan melainkan hanya fungsi reproduksi
inkonsitensi yang lo lakukan di sini adalah batasan ruang bahas.
lo dengan seenaknya meluas sempitkan batasan ruang bahas. padahal batasan itu sudah ditentukan sejak awal.

temanya.
Pelarangan Gay/lesbi Bekerja di Lembaga Pendidikan

batasannya.

lo bisa lihat sendiri kan.? batasannya adalah. lembaga pendidikan >- khususnya guru, namun bukan berarti admin, TU, Kepsek, bahkan Satpam sekalipun tidak terlibat, karena mereka pun bersentuhan baik langsung maupun tidak langsung dengan peserta didik.
lembaga pendidikan itu memiliki skup yang luas. dan lalu lo dengan seenak dengkul lo menyempitkannya.

di sini lo juga melakukan 'Biased Induction logical fallacy'
melakukan generalisasi pendidikan secara luas dari sampel kecil yang bias.
loh, loe khan menolak pelarangan dalam bentuk apapun.

gw setuju pelarangan tapi dengan batasan2 yaitu "profesi guru sampai dengan SMA". diluar dari itu gak usah kita bahas lah. sekecil apapun lingkup yang gw setuju harus loe bantah karena loe menolak SEMUA bentuk pelarangan bagi gay untuk bekerja di lembaga pendidikan.
Quote:

kedua lo melakukan kesalahan 'logical fallacy' yang cukup fatal. dan gw udah mengingatkan lo sebelumnya bahwa premis argumen lo itu ga valid.
'Appeal to Common Practice'
hanya karena realita bahwa yang dipraktekkan dalam intitusi pendidikan umum pada saat ini adalah tidak mengajarkan seks dalam fungsi rekreasional + porkreasional, lalu lo menyimpulkan bahwa tidak mengajarkan seks dalam fungsi rekreasional + porkreasional itu benar dan mengajarkan seks dalam fungsi rekreasional + porkreasional itu salah/menyimpang. dan lo menyatakan itu tanpa data ilmiah yang valid.?
argumen gw bukan sekedar bagaimana praktek di lapangan tapi juga alasan2 yang mendasarinya. gw ajukan soal "addiction to sex" sangat mungkin kalau belum cukup umur. makanya jangan potong2 postingan seenaknya! mad:
Quote:

lalu ini yang lo bilang "ini pijakan yang sangat mendasar karena akan menentukan kesimpulan2 selanjutnya".?
dasarnya saja sudah berbentuk logical fallcy. nohope:

yah gw maklumlah, namanya juga nge-perrrr DD
Quote:

ketiga, lo melakukan pengikaran pijakan dasar lo sendiri yang pada awalnya berangkat dari realita bahwa rekreasional sex tidak diajarkan di lembaga pendidikan. tapi kemudian lo memberikan dasar dri pijakan dasar lo itu yang gak berpijak pada realita yang ada.
lo memberikan alasan "alasan tidak diajarkan simpel, belum cukup umur". lo gak melihat realita bahwa karena tidak diajarkan di sekolah, maka anak2 mencari/mendapatkan informasi dari luar. apa lo akan mengatakan bahwa bagi anak2 itu mendapatkan informasi tentang 'sex yang rekreasional' dari luar lembaga pendidikan akan lebih baik dari pada mendapatkannya di dalam lembaga pendidikan.?

lha, kita ngomongin lembaga pendidikan.
gak nyambung loe bahas soal "informasi dari luar lembaga pendidikan" nohope:

kalau memang mengajarkan recreational-sex pada anak2 itu baik, yah silahkan saja. tapi elo aja ama keluarga loe, gw mah ogah DDD
Quote:

dilihat dari sini aja lo udah salah. tapi sudahlah, mari kita lanjutkan dulu...

karena lo belum membicarakan tentang gay/homosexual, maka gw juga ga akan membicarakan tentang homosexual.

argumen gw.
ya bahwa sex yang rekreasional tidak diajarkan dalam lembaga pendidikan umum.

dan ya.! pendidikan tentang sex yang prokreasi + rekreasi [SIZE="5"]perlu diajarkan kepada anak didik.[/SIZE] karena hal itu akan jauh lebih baik dari pada jika anak2 itu mencari/mendapatkan informasi tentang sex yang prokreasi + rekreasi dari dunia luar pendidikan yang validitas dan educational value dari informasinya sangat dapat diragukan.

(jadi berasa ngabahas topik 1 gini. capedes)

jadi kesimpulannya gini. kalo lo ga paham logika gw, maka gw pake cara lo sendiri aja deh biar lo bisa nyampe.

jika pendidikan sex as rekreasi = ok, maka kontradiksi hilang.
maka dengan ini pernyataan lo tentang "homoseksual adalah penyimpangan dalam sudut pandang pendidikan" dinyatakan, BERSALAH.!


nohope: your turn prop.
damn!
loe setuju mengajarkan posisi2 bercinta pada anak2?
loe setuju mengajarkan coli yang baik agar gak lecet?
loe setuju mengajarkan cara menstimulasi area2 tertentu agar pasangan terangsang?

debat sih debat, tapi jangan keterlaluan gini ah...nohope:
widya poetra - 02/12/2011 03:11 PM
#1591

Ybhi:

Quote:
Original Posted By Choa
teng...tong............3-0

buat anjing buduk propceceng
capedes

Prop malah berlagak ngajarin debat, ngakaks
kalo kalah mending diturunin aja dari entutsias.

Kok jadi panjang2 hammer:
Ane bisa2 gak jadi dapet cendol. \( \(


btw dulu ane pelajaran agama yang ngajarin pastor,
padahal pastor gak maen seks2an. Lembaga pendidikan mengajarkan seks untuk prokreasi. Mmmm.... mendingan homo masih nge-seks, ini pastor jangankan bereproduksi, ngeseks aja ngga.

Terus ada juga guru yang ngangkat anak karena gak bisa2 punya anak,
berarti kalo maen seks2an jelas fungsinya bukan buat reproduksi. Mmmm... padahal lembaga pendidikan mengajarkan seks untuk reproduksi.

Mmmmmm... kalo lembaga pendidikan mengajarkan evolusi,
berarti guru agama yang gak nerima evolusi kudu dipecat.

Kalau lembaga pendidikan ngajarin yang beda2 gimana dong? Yang dipecat siapa ya confused:. Yang satu bilang kalau gak mengakui Mr. M gak masuk surga, yang lain bilang kalo gak nerima Mr. J gak masuk surga, yang lainnya kosong adalah berisi berisi adalah kosong.
angling.kusumo - 02/12/2011 03:14 PM
#1592

Quote:
Original Posted By prop1000
ahahaha, menarik ucapan yah.

kalau main catur ibaratnya main perrrrr..DD
kalau dipersidangan cabut BAP. DD

perlu gua kutip lagi.?

Quote:
loh, loe khan menolak pelarangan dalam bentuk apapun.

gw setuju pelarangan tapi dengan batasan2 yaitu "profesi guru sampai dengan SMA". diluar dari itu gak usah kita bahas lah. sekecil apapun lingkup yang gw setuju harus loe bantah karena loe menolak SEMUA bentuk pelarangan bagi gay untuk bekerja di lembaga pendidikan.

ok yg ini gw bisa terima

Quote:
argumen gw bukan sekedar bagaimana praktek di lapangan tapi juga alasan2 yang mendasarinya. gw ajukan soal "addiction to sex" sangat mungkin kalau belum cukup umur. makanya jangan potong2 postingan seenaknya! mad:

data ilmiah yang bilang mengajarkan sex ed (rekreasi + prokreasi) pada usia bawah umur bisa menyebabkan 'addiction to sex' mana.?

Quote:
yah gw maklumlah, namanya juga nge-perrrr DD

perlu bukti.?

Quote:
lha, kita ngomongin lembaga pendidikan.
gak nyambung loe bahas soal "informasi dari luar lembaga pendidikan" nohope:

capedes nohope:

Quote:
kalau memang mengajarkan recreational-sex pada anak2 itu baik, yah silahkan saja. tapi elo aja ama keluarga loe, gw mah ogah DDD
damn!
loe setuju mengajarkan posisi2 bercinta pada anak2?
loe setuju mengajarkan coli yang baik agar gak lecet?
loe setuju mengajarkan cara menstimulasi area2 tertentu agar pasangan terangsang?

debat sih debat, tapi jangan keterlaluan gini ah...nohope:

jadi yang ada di otak lo mengajarkan itu kayak gitu.?
atau emang dasar otak lo yang jorok aja.? capedes
prop1000 - 02/12/2011 03:20 PM
#1593

^^

coba donk loe sajikan sini, silabus pengajaran seks sebagai fungsi rekreasi?
gw jadi penasaran....
prop1000 - 02/12/2011 03:24 PM
#1594

Quote:
Original Posted By widya poetra
Ybhi:


Prop malah berlagak ngajarin debat, ngakaks
kalo kalah mending diturunin aja dari entutsias.

Kok jadi panjang2 hammer:
Ane bisa2 gak jadi dapet cendol. \( \(


btw dulu ane pelajaran agama yang ngajarin pastor,
padahal pastor gak maen seks2an. Lembaga pendidikan mengajarkan seks untuk prokreasi. Mmmm.... mendingan homo masih nge-seks, ini pastor jangankan bereproduksi, ngeseks aja ngga.

Terus ada juga guru yang ngangkat anak karena gak bisa2 punya anak,
berarti kalo maen seks2an jelas fungsinya bukan buat reproduksi. Mmmm... padahal lembaga pendidikan mengajarkan seks untuk reproduksi.

Mmmmmm... kalo lembaga pendidikan mengajarkan evolusi,
berarti guru agama yang gak nerima evolusi kudu dipecat.

Kalau lembaga pendidikan ngajarin yang beda2 gimana dong? Yang dipecat siapa ya confused:. Yang satu bilang kalau gak mengakui Mr. M gak masuk surga, yang lain bilang kalo gak nerima Mr. J gak masuk surga, yang lainnya kosong adalah berisi berisi adalah kosong.

contoh pastor mengajarkan seks tidak kontradiktif.
tidak menggunakan alat reproduksi ataupun tidak bisa bereproduksi tidak kontradiktif dengan fungsi reproduksi itu sendiri.

menggunakan alat reproduksi untuk keperluan diluar reproduksilah yang kontradiktif dengan fungsi seks yang diakui dalam lembaga pendidikan.

soal agama, memang bisa dibilang kontradiktif. makanya tidak ada murid yang diajarkan lebih dari satu agama. \)
sir_dedi - 02/12/2011 03:36 PM
#1595

terpaksa ikut nimbrung lagi D
Quote:
Original Posted By prop1000

gw setuju pelarangan tapi dengan batasan2 yaitu "profesi guru sampai dengan SMA". diluar dari itu gak usah kita bahas lah. sekecil apapun lingkup yang gw setuju harus loe bantah karena loe menolak SEMUA bentuk pelarangan bagi gay untuk bekerja di lembaga pendidikan.
argumen gw bukan sekedar bagaimana praktek di lapangan tapi juga alasan2 yang mendasarinya. gw ajukan soal "addiction to sex" sangat mungkin kalau belum cukup umur. makanya jangan potong2 postingan seenaknya! mad:

soal addiction to sex itu ada penelitian ilmiah gk prop?
atau berdasarkan dugaan jika org sudah berbuat sex kemungkinan besar bakalan addicted bingungs

[quote=prop1000]
damn!
loe setuju mengajarkan posisi2 bercinta pada anak2?
loe setuju mengajarkan coli yang baik agar gak lecet?
loe setuju mengajarkan cara menstimulasi area2 tertentu agar pasangan terangsang?

debat sih debat, tapi jangan keterlaluan gini ah...nohope:[/QUOTE]
setuju prop thumbup:
semenjak gw dikasih tau cara bercoli yg baik dan benar membuat gw keterusan \(
shit mad:

keknya gk bakalan menang cendol negh \(\(\(
widya poetra - 02/12/2011 03:36 PM
#1596

Ybhi:

Quote:
Original Posted By prop1000
contoh pastor mengajarkan seks tidak kontradiktif.
tidak menggunakan alat reproduksi ataupun tidak bisa bereproduksi tidak kontradiktif dengan fungsi reproduksi itu sendiri.

menggunakan alat reproduksi untuk keperluan diluar reproduksilah yang kontradiktif dengan fungsi seks yang diakui dalam lembaga pendidikan.

soal agama, memang bisa dibilang kontradiktif. makanya tidak ada murid yang diajarkan lebih dari satu agama. \)

Refreshing aja deh,

kalo guru biologi mengajarkan evolusi manusia dari makhluk hidup yang lebih sederhana,

ternyata guru agama mengajarkan manusia diciptakan secara langsung oleh Tuhan,


itu mana yang perlu dipecat? D




Quote:
Original Posted By sir_dedi
soal addiction to sex itu ada penelitian ilmiah gk prop?
atau berdasarkan dugaan jika org sudah berbuat sex kemungkinan besar bakalan addicted bingungs

Pengalaman pribadinya si prop.....ngacir:
angling.kusumo - 02/12/2011 04:00 PM
#1597

Quote:
Original Posted By prop1000
^^

coba donk loe sajikan sini, silabus pengajaran seks sebagai fungsi rekreasi?
gw jadi penasaran....

waduh. ditanya bales nanya. ketauan kalo ga ada data ilmiahnya nih. ngakaks

silabus pengajaran seks sebagai fungsi rekreasi.?
wahh... ngaco lagi dah.

Quote:
Original Posted By angling.kusumo

tentunya lo ga perlu gw kasih tahu kan, bahwa perdebatan itu terjadi justru karena adanya perbedaan antara ide2 kita tentang apa yang kita anggap benar dan kenyataan yang ada dilapangan. dan perdebatan itu adalah upaya untuk mempresentasikan ide2 itu dengan alur logis dan disertai data2 yang terbukti secara ilmiah agar bisa diterima oleh yang lain (yang mampu berpikir logis), dan kemudian (hopefully), jka banyak yang bisa menerima maka secara perlahan kenyataan yang ada dilapangan itu akan berubah menjadi seperti apa yang ada dalam ide2 kita tadi.

sejak dari awal perdebatan gw berbasiskan ide. gw ga punya data silabus pengajaran seks sebagai fungsi rekreasi, tapi lo bisa lihat di '
Sexuality Education: Criteria, Curricula and Controversy
Course Syllabus' keluaran university of minnesota, school of public health.
dan di dalam sylabus itu tercantum,
'Adolescent sexual activity'
behavior and development in adolescents and is a stage of human sexuality. Sexuality is often a vital aspect of teenagers' lives.[1] The sexual behavior of adolescents is, in some cases, influenced by their culture's norms and mores, their sexual orientation, and the issues of social control such as age of consent laws. Sexual expression can take the form of masturbation or sex with a partner. Sexual interests among adolescents, as among adults, can vary greatly. Sexual activity in general is associated with various risks including unwanted pregnancy and sexually transmitted diseases including HIV/AIDS.

baca. termasuk beberapa di dalamnya membahas tentang sexual activity yang bersifat rekreasional.

sekarang gw tunggu data lo.
prop1000 - 02/12/2011 04:00 PM
#1598

Quote:
Original Posted By sir_dedi
terpaksa ikut nimbrung lagi D

soal addiction to sex itu ada penelitian ilmiah gk prop?
atau berdasarkan dugaan jika org sudah berbuat sex kemungkinan besar bakalan addicted bingungs
lagi males gw cari2 penelitiannya.
tapi yang pasti, kalau masuk situs bokep ada tulisan: "I am over 18 years old" trus loe click itu ada maksudnya. \)
Quote:

setuju prop thumbup:
semenjak gw dikasih tau cara bercoli yg baik dan benar membuat gw keterusan \(
shit mad:

keknya gk bakalan menang cendol negh \(\(\(

wkwkwk, korban sex addiction nih. p
Quote:
Original Posted By widya poetra
Ybhi:


Refreshing aja deh,

kalo guru biologi mengajarkan evolusi manusia dari makhluk hidup yang lebih sederhana,

ternyata guru agama mengajarkan manusia diciptakan secara langsung oleh Tuhan,


itu mana yang perlu dipecat? D




Pengalaman pribadinya si prop.....ngacir:


bukannya loe juga tahu kalau evolusi tidak membantah ketuhanan? amazed:

mengajarkan ID sekaligus evolusi dalam kontkes sains lah yang kontradiktif. o
Rogosa - 02/12/2011 04:01 PM
#1599

Sebenernya gw mau elaborate dari sisi agama Islam... D

gw menganalogikan kaum gay ini adalah kaum yg salah menurut Islam. Gak jauh beda posisinya sama agama2 diluar agama Islam menurut Islam itu sendiri.

Meskipun gay adalah salah (dan tentu saja dosa!) itu adalah hak si pelakunya sendiri untuk memilih, apakah tetap pada pilihannya dia untuk melakukan dosa (gay) atau kembali pada jalan yg benar (straight).

Tapi itu nggak serta merta menutup semua hak hidup yang patut didapat oleh gay.

Mereka punya hak untuk mencari nafkah. Mereka punya hak untuk hidup. Mereka punya hak untuk memiliki pekerjaan.

Menyalahkan mereka atas pilihannya itu sah2 aja di mata perspektif agama yg kalian anut, tapi menutup hak mereka sebagai manusia yg memiliki kehidupan, itu bukan tindakan yg dapat dibenarkan beer:

sama aja kaya kaum kafir yg mendapat perlindungan dari pemerintahan Islam, kenapa?

Karena mereka patuh dan tunduk dengan perjanjian umat Islam (profesional), sehingga mereka patut untuk dilindungi \)

Salah menurut pandangan kalian, bukan berarti kalian mengebiri hak2 hidup mereka bukan? D

Nabi Luth AS. pun hanya melarang kaum Sodom atas perilakunya, tapi tidak mencegah mereka untuk bekerja dan berperilaku layaknya manusia biasa bukan?

Let nature take its rules! Dalam hal ini, toh kaum Sodom dihukum juga akhirnya -atas perbuatannya-, anggap lah nature yg bekerja disitu... D

buat kaum2 homo sekarang, biarkan aja mereka dihukum oleh nature (penyakit, dll), agama sudah membuat aturan, norma sudah membuat aturan, jalani lah heteroseks. Urusan mereka tidak mematuhi norma / agama, urusan mereka, tapi urusan mereka mencari nafkah dsb, kita tidak punya hak melarang mereka selama mereka bekerja secara profesional beer:
prop1000 - 02/12/2011 04:04 PM
#1600

Quote:
Original Posted By angling.kusumo
waduh. ditanya bales nanya. ketauan kalo ga ada data ilmiahnya nih. ngakaks

silabus pengajaran seks sebagai fungsi rekreasi.?
wahh... ngaco lagi dah.


sejak dari awal perdebatan gw berbasiskan ide. gw ga punya data silabus pengajaran seks sebagai fungsi rekreasi, tapi lo bisa lihat di '
Sexuality Education: Criteria, Curricula and Controversy
Course Syllabus' keluaran university of minnesota, school of public health.
dan di dalam sylabus itu tercantum,
'Adolescent sexual activity'
behavior and development in adolescents and is a stage of human sexuality. Sexuality is often a vital aspect of teenagers' lives.[1] The sexual behavior of adolescents is, in some cases, influenced by their culture's norms and mores, their sexual orientation, and the issues of social control such as age of consent laws. Sexual expression can take the form of masturbation or sex with a partner. Sexual interests among adolescents, as among adults, can vary greatly. Sexual activity in general is associated with various risks including unwanted pregnancy and sexually transmitted diseases including HIV/AIDS.

baca. termasuk beberapa di dalamnya membahas tentang sexual activity yang bersifat rekreasional.

sekarang gw tunggu data lo.

tetottttt, itu buku untuk universitas.
gw keberatan cuman sampai SMA.
FAIL! DD

==

gak usahlah main data dulu, coba loe ajukan aja apa2 yang harusnya diajarkan dalam hal sex sebagai rekreasi. seks sebagai kenikmatan yang tiada tara di bumi ini. bisa? D
Page 80 of 332 | ‹ First  < 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?