DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Total Views: 126104 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 81 of 332 | ‹ First  < 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 >  Last ›

angling.kusumo - 02/12/2011 04:45 PM
#1601

Quote:
Original Posted By prop1000
tetottttt, itu buku untuk universitas.
gw keberatan cuman sampai SMA.
FAIL! DD

wah. kumat lagi. nohope:
itu emang dari university of minnesota. tapi sillabus itu secara general intinya sama. cuma buat yang elementary - junior high -high, kata2 dan aksinya diperhalus.
nih dari sex ed curriculum di Needham Public Schools buat grade 5 elemetary.
qanya:
The statistics regarding sexual activity among teens is a compelling reason to include
sexuality education in schools. Nationwide, 64% of males and 62% of females have had
sexual intercourse by the time they reach age 18. The percentage of Massachusetts’
teens that report they have had sexual intercourse in their lifetime has remained stable at
around 44% since 2001. Lifetime sexual intercourse among youth in the Metro West
region is substantially lower than the state average (29%). The percentage of Needham
teens that report they have had sexual intercourse has remained at 21% since 2006.

The new curriculum incorporates a slight modification in grade five to include
information about how to deal with peer pressure and how to stay healthy during puberty
(e.g., good nutrition, plenty of sleep, and proper hygiene). New and revised units in
sexuality education will be implemented in grades 6, 9 and 11. In grades 7, 8, 10, and
12), sexuality topics will be integrated into existing health units. For example, in grade 7
students will not have a unit dedicated specifically to sexuality education. They will,
however, learn about HIV/AIDS in a unit call Infectious Diseases. They will also develop
strategies for dealing with peer pressure as it relates to sexual activity in a health unit
called Peer Pressure.

Quote:
gak usahlah main data loe, coba loe ajukan aja apa2 yang harusnya diajarkan dalam hal sex sebagai rekreasi. seks sebagai kenikmatan yang tiada tara di bumi ini. bisa? D

yang harusnya diajarkan.? tentu saja dikatagorikan berdasar katagori usia.
buat yang belum puber.
- pengetahuan tentang tubuh mereka dan cara yang layak/sehat untuk menjaganya.
buat yang udah puber.
- pengetahuan tentang gejala fisik
- pengenalan tentang emosi, dorongan sexual, sensasi. dan bahwa dorongan keinginan, sensasi yang dirasakan itu sesuatu yang wajar.
- resiko2 aktivitas sexual.
- pengajaran tentang bagaimana cara yang layak/sehat dalam mengatasi dorongan2 tersebut.

kurang lebihnya gitu.

btw, dari tadi nanya mulu.
ga bisa jawab prop.?

.

btw, oot lo kebanyakan prop.
inget tema perdebatan dan pertanyaan gw.
widya poetra - 02/12/2011 04:48 PM
#1602

Ybhi:

Quote:
Original Posted By prop1000
bukannya loe juga tahu kalau evolusi tidak membantah ketuhanan? amazed:

mengajarkan ID sekaligus evolusi dalam kontkes sains lah yang kontradiktif. o

Good...good...good...

jadi dalam lembaga pendidikan pun ada sekat2nya.
Artinya,
seseorang yang punya pandangan tidak sama dengan apa yang diajarkan oleh mata ajaran lain pun gak serta merta dilarang,
Itu yang pertama.

Yang kedua,
di atas nyebut2 SMA (mungkin juga SMP mengingat SMP juga udah usia "gawat"; gak percaya? coba lihat saja si dedi saat SMP udah "maen" di bilik warnet),
pendidikan seksualnya harusnya mencakup perilaku seksual juga, termasuk tentang mstr-bsi. Otomatis menyinggung rekreasional dong. Kalau fungsi yang dianggap cuman prokreasi berarti mstr-bsi dilarang dong. Kenyataannya? Gak tau emang pendidikan di SMP/SMA sekarang gimana? confused:

Kalau usia lebih dini lagi nggak tau pendidikan seks-nya gimana hammer:


Mana yang masih SMP/SMA,
coba di sekolahan diajarin seks yang kayak apa.
Biar bapak prop sama bapak kusumo ngerti.
Kalau ane masih SD jadi belum tau apa2. malus



edited:
ki kusumo mulai garang.
Ane nonton aja deh linux2:
prop1000 - 02/12/2011 04:50 PM
#1603

Quote:
Original Posted By angling.kusumo
wah. kumat lagi. nohope:
itu emang dari university of minnesota. tapi sillabus itu secara general intinya sama. cuma buat yang elementary - junior high -high, kata2 dan aksinya diperhalus.
nih dari sex ed curriculum di Needham Public Schools buat grade 5 elemetary.
qanya:
The statistics regarding sexual activity among teens is a compelling reason to include
sexuality education in schools. Nationwide, 64% of males and 62% of females have had
sexual intercourse by the time they reach age 18. The percentage of Massachusetts’
teens that report they have had sexual intercourse in their lifetime has remained stable at
around 44% since 2001. Lifetime sexual intercourse among youth in the Metro West
region is substantially lower than the state average (29%). The percentage of Needham
teens that report they have had sexual intercourse has remained at 21% since 2006.

The new curriculum incorporates a slight modification in grade five to include
information about how to deal with peer pressure and how to stay healthy during puberty
(e.g., good nutrition, plenty of sleep, and proper hygiene). New and revised units in
sexuality education will be implemented in grades 6, 9 and 11. In grades 7, 8, 10, and
12), sexuality topics will be integrated into existing health units. For example, in grade 7
students will not have a unit dedicated specifically to sexuality education. They will,
however, learn about HIV/AIDS in a unit call Infectious Diseases. They will also develop
strategies for dealing with peer pressure as it relates to sexual activity in a health unit
called Peer Pressure.


yang harusnya diajarkan.? tentu saja dikatagorikan berdasar katagori usia.
buat yang belum puber.
- pengetahuan tentang tubuh mereka dan cara yang layak/sehat untuk menjaganya.
buat yang udah puber.
- pengetahuan tentang gejala fisik
- pengenalan tentang emosi, dorongan sexual, sensasi. dan bahwa dorongan keinginan, sensasi yang dirasakan itu sesuatu yang wajar.
- resiko2 aktivitas sexual.
- pengajaran tentang bagaimana cara yang layak/sehat dalam mengatasi dorongan2 tersebut.

kurang lebihnya gitu.

btw, dari tadi nanya mulu.
ga bisa jawab prop.?
duh, kok kasih argumen bunuh diri gini. DD
mana ada dikutipan loe itu sex sebagai recreation/pleasure?

sebentar2, itu mengatasi hasrat/dorongan2 itu dengan bagaimana?
disalurkan sampai ngecrot atau dialihkan ke aktivitas lain?
setahu gw sih aktivitas lain. siul:

so, statement gw masih valid: lembaga pendidikan tidak mengenal fungsi seks sebagai alat rekreasi / pleasure.
widya poetra - 02/12/2011 04:55 PM
#1604

Ybhi:

Quote:
Original Posted By prop1000
so, statement gw masih valid: lembaga pendidikan tidak mengenal fungsi seks sebagai alat rekreasi / pleasure.

Gantian dong,
ente yang bawa kurikulum fungsi seks untuk reproduksi.

Masak ki kusumo terus,
kan kasian. malus
prop1000 - 02/12/2011 04:57 PM
#1605

Quote:
Original Posted By widya poetra
Ybhi:


Good...good...good...

jadi dalam lembaga pendidikan pun ada sekat2nya.
Artinya,
seseorang yang punya pandangan tidak sama dengan apa yang diajarkan oleh mata ajaran lain pun gak serta merta dilarang,
Itu yang pertama.

tidak sama itu berbeda dengan KONTRADIKTIF.

agama & sains itu berbeda pendekatannya yang tidak bisa dibilang kontradiktif.
Quote:

Yang kedua,
di atas nyebut2 SMA (mungkin juga SMP mengingat SMP juga udah usia "gawat"; gak percaya? coba lihat saja si dedi saat SMP udah "maen" di bilik warnet),
pendidikan seksualnya harusnya mencakup perilaku seksual juga, termasuk tentang mstr-bsi. Otomatis menyinggung rekreasional dong. Kalau fungsi yang dianggap cuman prokreasi berarti mstr-bsi dilarang dong. Kenyataannya? Gak tau emang pendidikan di SMP/SMA sekarang gimana? confused:

Kalau usia lebih dini lagi nggak tau pendidikan seks-nya gimana hammer:


Mana yang masih SMP/SMA,
coba di sekolahan diajarin seks yang kayak apa.
Biar bapak prop sama bapak kusumo ngerti.
Kalau ane masih SD jadi belum tau apa2. malus



edited:
ki kusumo mulai garang.
Ane nonton aja deh linux2:

oiya? apakah anak SMP sekarang diajarin cara masturbasi yang baik & benar? amazed:
prop1000 - 02/12/2011 04:58 PM
#1606

Quote:
Original Posted By widya poetra
Ybhi:


Gantian dong,
ente yang bawa kurikulum fungsi seks untuk reproduksi.

Masak ki kusumo terus,
kan kasian. malus
ah, khan gw bilang gak ada kurikulum pendidikan seks mengajarkan soal fungsi rekreasi/pleasure.

masak suruh membuktikan sesuatu yang gak ada. jadi dejavu nih kayak di trit sebelah. p
angling.kusumo - 02/12/2011 05:07 PM
#1607

Quote:
Original Posted By prop1000
duh, kok kasih argumen bunuh diri gini. DD
mana ada dikutipan loe itu sex sebagai recreation/pleasure?

sebentar2, itu mengatasi hasrat/dorongan2 itu dengan bagaimana?
disalurkan sampai ngecrot atau dialihkan ke aktivitas lain?
setahu gw sih aktivitas lain. siul:

so, statement gw masih valid: lembaga pendidikan tidak mengenal fungsi seks sebagai alat rekreasi / pleasure.

wah... lagi lagi :nohope

lo bisanya cuma ngecrot doang sih. baca dong statemen2 yang sebelumnya. capedes

gw kan udah bilang, dasar argumen gw itu ide logis yang mana pada kenyataannya belom sampe situ. dan gw juga udah bilang, kalao data mengenai pure sex ed yang bersifat rekreasional gw ga punya (lha wong memang kenyataannya blom sampe situ). dan data2 yang gw berikan (meskipun belom sampe kayak ide gw) sudah mengarah kepada itu.

set dah. kayak debat ama anak sd nih. muter2 ngeles mulu. nohope:
prop1000 - 02/12/2011 05:16 PM
#1608

Quote:
Original Posted By angling.kusumo
wah... lagi lagi :nohope

lo bisanya cuma ngecrot doang sih. baca dong statemen2 yang sebelumnya. capedes

gw kan udah bilang, dasar argumen gw itu ide logis yang mana pada kenyataannya belom sampe situ. dan gw juga udah bilang, kalao data mengenai pure sex ed yang bersifat rekreasional gw ga punya (lha wong memang kenyataannya blom sampe situ). dan data2 yang gw berikan (meskipun belom sampe kayak ide gw) sudah mengarah kepada itu.

set dah. kayak debat ama anak sd nih. muter2 ngeles mulu. nohope:
mengarah kearah pure-recreational-sex? gila:

bahkan di level ide pun, loe sudah 10000000000000000% FAILLL!!!!
gila luh ngajarin ke anak kecil kalau nguentot itu ueennnakkk tenaaaan. gila:

hadeuh, ini bener2 sudah gila. gila:
bener2 gila:
gila:

..................

time's up. mau balik gw. besok subuh mesti ke bandara. bakal off cukup lama. kalau mau nunggu silahkan...

nice to debate with you shakehand
angling.kusumo - 02/12/2011 05:24 PM
#1609

Quote:
Original Posted By prop1000
mengarah kearah pure-recreational-sex? gila:

bahkan di level ide pun, loe sudah 10000000000000000% FAILLL!!!!
gila luh ngajarin ke anak kecil kalau nguentot itu ueennnakkk tenaaaan. gila:

hadeuh, ini bener2 sudah gila. gila:
bener2 gila:
gila:

..................

time's up. mau balik gw. besok subuh mesti ke bandara. bakal off cukup lama. kalau mau nunggu silahkan...

nice to debate with you shakehand


wadeh... lo bisa baca dengan baik kan prop.?
abis gw curiga jangan2 si prop ni bener2 anak sd yang masih belajar baca,. capedes

nih.
Quote:
Original Posted By angling.kusumo
gw kan udah bilang, dasar argumen gw itu ide logis yang mana pada kenyataannya belom sampe situ. dan gw juga udah bilang, kalao DATA mengenai pure sex ed yang bersifat rekreasional gw ga punya (lha wong memang kenyataannya blom sampe situ). dan data2 yang gw berikan (meskipun belom sampe kayak ide gw) sudah mengarah kepada itu.


paham kan lo.?

.

btw, goodluck traveling prop shakehand
moga2 ntar lo balik jadi agak pinteran ngakak
widya poetra - 02/12/2011 05:52 PM
#1610

Ybhi:

Quote:
Original Posted By prop1000
tidak sama itu berbeda dengan KONTRADIKTIF.

agama & sains itu berbeda pendekatannya yang tidak bisa dibilang kontradiktif.

Jadi guru sosiologi yang percaya kreasionis karena pengaruh agama misalnya, walaupun gak ngajarin anak didiknya anti evolusi, guru itu dilarang ngajar? amazed:

Quote:
oiya? apakah anak SMP sekarang diajarin cara masturbasi yang baik & benar? amazed:

Meneketehe,
bukannya pendidikan seks masih pro-kontra? confused:



Quote:
Original Posted By prop1000
ah, khan gw bilang gak ada kurikulum pendidikan seks mengajarkan soal fungsi rekreasi/pleasure.

masak suruh membuktikan sesuatu yang gak ada. jadi dejavu nih kayak di trit sebelah. p

Lha,
bukannya ente bilang homoseksual gak boleh ngajar karena ada pelajaran yang mengajarkan seks sebagai fungsi reproduksi? amazed:

Jadi dibawa dong sini kurikulumnya,
apa bener pelajaran tersebut mengajarkan bahwa seks HARUS sebagai fungsi reproduksi.

Pelajaran apa coba?
Pendidikan seks? Emang ada? confused:
Kewarganegaraan? amazed:
Agama? confused:
Biologi? siul:


Kalau ente gak bisa buktikan yang di-bold,
maaf argumen anda fail,
cuman berdasarkan asumsi ini:
Quote:
Original Posted By prop1000
hal yang ingin diajarkan kepada siswa adalah seks sebagai fungsi reproduksi.

Jadi silakan ajukan kurikulum pelajaran mana yang mengajarkan seks HARUS sebagai fungsi reproduksi,

Kalau nggak harus,
ya berarti nggak ada kontradiksi.

Kaitan dengan postingan sebelumnya:
Quote:
Original Posted By prop1000
organ seksual, kalau kita tarik paling mendasar, fungsinya adalah reproduksi.

Karena kaitannya dengan lembaga pendidikan,
maka silakan ajukan kurikulum pelajaran mana yang mengajarkan organ seks fungsi paling mendasar untuk reproduksi dan ingat perlu ditambahin bahwa kurikulum tersebut mengajarkan organ seksual kalau digunakan fungsinya HARUS mencakup reproduksi.

Kalau nggak harus,
ya berarti nggak ada kontradiksi.

Artinya,
dasar argumen ente adalah prejudice bahwa organ seksual harus digunakan dalam kaitannya dengan reproduksi karena merupakan fungsi dasar. Dan asumsi hal itu diajarkan dalam lembaga pendidikan.





Kenapa ane jadi ikut2an hammer:
Hayooo sono pada cari kurikulum.
ngakak
Bombombastis - 02/12/2011 06:25 PM
#1611

buset masih pada debat mengenai ginian?kirain udah kelar
udahlah homo sama lesbi tuh nista,gw punya anjing banyak,ada yg jantan sama betina,nah si anjing jantan aja gk pernah tuh gw liat yg salah coblos,padahal gk ada yg ngajarin mreka..masa manusia yg udah punya pendidikan masi aja bisa gay sama homo.apalagi diajar sama kaum mreka,bisabisa anak muridnya jadi kayak mreka,kalo udah gitu gk ada yg bisa disalahin,kan gurunya jg gay ato lesbi..
homo sama gay harus dibrantas,didiskriminasi,jadi anak2 gk akan mau kayak mreka karena mreka akan mrasa takut dikucilkan,jadi mreka sama skali gk akan terfikir utk jadi gay ato lesbi..
hasyasheen - 02/12/2011 09:17 PM
#1612

judulnya : pelarangan gay/lesb bekerja di lembaga pendidikan..

gay/lesb, . . . bekerja di lembaga pendidikan,..

Quote:
argumen saya yang kontra, dalam artian, bukan saya membela para homosex itu ya, tapi hanya sekedar argumen saja.

hanya satu hal yang bisa melarang suatu institusi/lembaga pendidikan untuk menerima/mempekerjakan orang dengan orientasi seks yang menyimpang, yaitu hak prerogatif institusi/lembaga tsb.
selain itu, saya anggap lemah argumen2 yang kontra terhadap hal ini, secara hak, tidak ada yang bisa melarang seseorang bekerja hanya karena masalah kepribadian nya, terlepas dari itu lembaga pendidikan ataupun bukan.
melarang seorang gay/lesbian bekerja adalah sama dengan melanggar hak asasi nya, kecuali memang ada aturan dari institusi tsb mengenai pelarangan seorang gay/lesbian bekerja di dalam nya.



Quote:
argumen saya yang pro, yaitu pelarangan terhadap orang yang memiliki kelainan orientasi sexual bekerja di lembaga pendidikan.

menimbang :

[*]kemungkinan "menularnya" wabah tsb terhadap seluruh isi institusi yg bersangkutan,
[*]tercemarnya suatu institusi akibat adanya salah seorang yang "abnormal" yg bekerja di dalam nya,



memutuskan :

[*]tindakan preventif berupa pelarangan secara menyeluruh terhadap penerimaan seseorang yang memiliki "keanehan" orientasi sex




kenapa saya berikan dua argumen?,.. karena saya ingin ada yang mengcounter argumen saya..,,,
dan, argumen yang akan saya gunakan selanjutnya dan seterusnya adalah argumen yang dicounter pertama kali..

barangkali ada yang berminat? malu:
IkutNyolot - 02/12/2011 09:19 PM
#1613

Ck..ck..

Udah dibilang, homo itu bisa mempengaruhi anak-anak lain untuk jadi ikutan homo.. masih aja pada ngeyel.. nohope:

Udah ada yg ngomentarin comment gw sebelumnya ga?
hasyasheen - 02/12/2011 09:23 PM
#1614

Quote:
Original Posted By IkutNyolot
Ck..ck..

Udah dibilang, homo itu bisa mempengaruhi anak-anak lain untuk jadi ikutan homo.. masih aja pada ngeyel.. nohope:

Udah ada yg ngomentarin comment gw sebelumnya ga?


prop, mau meng-counter salah satu argumen saya di atas mu itu? malu:
mari kita ngobrol-ngobrol hangat malam ini malu:
IkutNyolot - 02/12/2011 09:43 PM
#1615

Si prop, gw cuekin dulu ah... soalnya milih jadi kontra. D

Quote:
Original Posted By thethinkers
Okeh elu giliran gw cool:


Ah, banyakan gaya lo. nohope:


Quote:
Original Posted By thethinkers

TS, tolong kasih batasan, guru utk umur berapa yg dimaksud. Soalnya semakin kecil siswa yg diajarkan guru homo ini, semakin besar resiko siswa nya menjadi seorang homo bila si guru mencontohkan tindakan2 homo di depan murid2nya...


Nah loh.. disini setuju lo, klo siswa bisa meniru guru.
Justru disini letak berbahayanya.



Quote:
Original Posted By thethinkers

shakehand

means? confused:

nggak ada bedanya kalo ada guru normal yg mencontohkan tindakan2 yg nggak baik.. so point-nya ada dimana?

guru normal maupun homo, seandainya tidak melakukan perbuatan yg jelek dan berlaku profesional, sah2 aja.

Pertanyaan selanjutnya: bisakah seorang homo melakukan tindakan profesional? think:


Lah ini kita sedang bahas, apakah seorang guru harus menunjukkan identitasnya tau ga kan?
Klo gurunya bertindak profesional tanpa menunjukkan identitas mah ga masalah.

Yang jadi masalah adalah saat guru menunjukkan identitasnya pada murid-murid. Nah, kasus ini hampir mirip dengan apakah kita akan membiarkan seorang guru yang adalah pemerkosa mengajar anak-anak kita?
Atau apakah kita mengijinkan anak-anak kita diajar oleh seseorang yang mengidap pedofil dan terang-terangan mengumunkan dirinya adalah pedofil?

Hal ini akan menimbulkan kebigungan pada anak-anak. Sang anak akan berpikir, wah berperilaku menyimpang juga ga ada salahnya.


Quote:
Original Posted By thethinkers

Gw jadi inget Ricky Martin... D

Pengaruh dia jauh lebih besar dibandingkan guru sekolah, karena seorang Ricky Martin mampu mempengaruhi ribuan bahkan jutaan penggemarnya dan resiko seorang penggemar RM meniru kepribadian RM sangat besar karena ekspose kehidupan pribadi dia jauh lebih besar dibandingkan seorang guru...

Dan itu kembali lagi pada penggemarnya, apakah dia mengagumi kehidupan pribadinya, atau hanya pada nyanyiannya aja D

Seorang penggemar yg menggemari dia hanya sebatas nyanyiannya aja, nggak perlu sampai jauh meniru hal2 minor spt kehomoannya RM...


Benar, semua kembali kepada orangnya. Tapi dalam hal ini kita berbicara mengenai, betapa pentingnya mencegah satu orang untuk berprilaku menyimpang. Dari jutaan penggemar ricky martin, berapa banyak yang jadi ikut2an homo? Katakanlah cuma 2 orang, tapi 2 orang itu udah cukup besar. Karena yang kita cari adalah pengurangan makhluk homo. Bukan penambahannya. D





Quote:
Original Posted By thethinkers

Dan itu ada kaitannya dengan guru, seandainya ekspose terhadap kehomoan guru itu nggak besar, gw rasa resiko murid mengikuti kehomoan guru itu kecil...

Selain itu semua juga tergantung muridnya itu sendiri, apakah murid itu juga tertarik dengan homoseksualitas, atau hanya pada mta pelajaran yg diajarkan guru nya aja...

dan ya itu juga kembali pada kedewasaan siswa tsb...


Udah gw bilangin justru disitu masalahnya.
Lo tau kenapa di pesawat dilarang ngidupin HP?

Itu semua ditakutkan jika terjadi interferensi dari signal HP ke signal komunikasi pesawat atau mungkin malah mengganggu sistem kelistrikan di pesawat.

Tapi apakah benar setiap signal HP dapat melakukan hal tersebut?
Jawabnya tidak. Malahan kemungkinan itu sangat-sangat kecil sekali. Sinyal itu dapar merusak dan mengintervensi hanya jika terjadi resonansi di jenis frekuensi yang sama.

Dan ini kemungkinannya sanggattttttt kecillll sekali. Tapi hal tersebut tetap dilarang, karena pihak maskapai tidak mau ambil resiko. Artinya mengambil prinsip "worst case scenario".

Dimana kejadian paling buruk dianggap tetap dapat terjadi selama hal tersebut memungkinkan. Hal yang sama juga seharusnya kita terapkan dalam hal pengajaran ini.

Kita tidak tau, seperti apa siswa itu, apakah semuanya dewasa, apakah semuanya labil, apakah satu orang saja yang labil, tapi yang jelas, sang siswa tetap dapat terpengaruh menjadi homo jika melihat ada contoh langsung didepan mata. Apalagi klo yg menjadi contoh adalah guru yang mengajarinya.

Quote:
Original Posted By thethinkers

Jadi sebenernya utk kaum homo ini, menular / nggak menularkan kohomoannya itu sebenernya tergantung sama orang lain yg melihat si homo ini dari luar... buat orang yg skeptik, gw rasa mau diperkosa sama si homo ini pun (misal: memperkosa itu bukan tindakan kriminal), dia nggak akan "tertular" homoseksual... laen kalo orang yg begitu "peduli" sama urusan orang lain sampe2 bersikap antipati, gw rasa orang yg ky gini punya kecenderungan lebih besar utk jadi seorang homo... nggak perlu jauh2 sampe diperkosa sama si homo, cukup mengetahui kepribadiannya si homo aja juga orang macem ini punya resiko tertular homoseks dari si homo ini.... kalo nggak punya, kenapa dia mesti antipati / takut? D


Nah tuh ngerti lo.
Coba baca lagi di atas biar makin ngerti. D



Quote:
Original Posted By thethinkers

nah ini kembali lagi pada pertanyaan: bagaimana si satu orang siswa ini bisa tertular homo? confused:

diperkosa? guru normal pun juga akan disalahkan kalau melakukan tindakan spt ini.

mengagumi tindak tanduk si guru yg terkait dgn kehomoannya itu? ya itu kembali lagi sama si siswa nya itu....



setuju shakehand

itu dilakukan kalau ada tindakan agresif dari seorang homo demi meluaskan paham kehomoannya... baru orang2 yg menganut paham heteroseks boleh defense.

tapi kalo dia nggak melakukan apa2, ya kenapa mesti dilarang?

wah ikutnyolot, elu berbakat jadi aliran ekstrimis tukang ngebom hotel nih D ngakaks

serius o


Udah dijawab semua diatas.
Intinya adalah kita berpegang pada prinsip "worst case scenario". Dan jika ada 1 orang anak saja pun yang menjadi homo, itu sudah merupakan suatu bencana besar.

Oleh karena itu, homo dilarang untuk jadi guru apalagi mempublikasikan kehomoannya.

D
IkutNyolot - 02/12/2011 09:45 PM
#1616

Quote:
Original Posted By hasyasheen
prop, mau meng-counter salah satu argumen saya di atas mu itu? malu:
mari kita ngobrol-ngobrol hangat malam ini malu:


Gw bukan prop oi.. mad:
hasyasheen - 02/12/2011 09:52 PM
#1617

Quote:
Original Posted By IkutNyolot
Gw bukan prop oi.. mad:


oke deh prop, jadi situ tetep kontra dengan adanya seorang homosex yang bekerja di lembaga pendidikan dan mendukung pelarangan terhadap hal tsb?

masalahnya, argumen mu itu hanya berupa dugaan2 alias spekulasi kosong yang hanya mendiskreditkan mereka, PLUS, dengan secara tidak langsung, kamu melanggar hak asasi seorang manusia .
IkutNyolot - 02/12/2011 10:00 PM
#1618

Quote:
Original Posted By hasyasheen
oke deh prop, jadi situ tetep kontra dengan adanya seorang homosex yang bekerja di lembaga pendidikan dan mendukung pelarangan terhadap hal tsb?

masalahnya, argumen mu itu hanya berupa dugaan2 alias spekulasi kosong yang hanya mendiskreditkan mereka, PLUS, dengan secara tidak langsung, kamu melanggar hak asasi seorang manusia .


Bukan spekulasi kosong tapi cukup beralasan.

Dunia science saat ini, tidak dapat menentukan mana yang memberi pengaruh paling besar saat seseorang menjadi homo. Apakah faktor nature atau nurture.

Tapi yang jelas, bisa jadi keduanya saling memberi peran dalam pembentukan orientasi seseorang.

Nah, jika kita mengambil prinsip worst case scenario yang gw ambil maka, kita harus mengontrol bagian yang bisa kita kontrol.

Arintya yang bisa kita kontrol adalah dari segi lingkungan (environment). Nah, caranya yang dengan yang gw bilang. Melarang si homo mengajar.

Spekulasi kosong?
Sama sekali tidak, melainkan alasan yang cukup beralasan. D
hasyasheen - 02/12/2011 10:03 PM
#1619

Quote:
Original Posted By IkutNyolot
Bukan spekulasi kosong tapi cukup beralasan.

Dunia science saat ini, tidak dapat menentukan mana yang memberi pengaruh paling besar saat seseorang menjadi homo. Apakah faktor nature atau nurture.

Tapi yang jelas, bisa jadi keduanya saling memberi peran dalam pembentukan orientasi seseorang.

Nah, jika kita mengambil prinsip worst case scenario yang gw ambil maka, kita harus mengontrol bagian yang bisa kita kontrol.

Arintya yang bisa kita kontrol adalah dari segi lingkungan (environment). Nah, caranya yang dengan yang gw bilang. Melarang si homo mengajar.

Spekulasi kosong?
Sama sekali tidak, melainkan alasan yang cukup beralasan. D


nah, benar dugaan saya,
dengan kata lain, yang ingin kamu sampaikan adalah ;
tindakan preventif, betul?
IkutNyolot - 02/12/2011 10:06 PM
#1620

Quote:
Original Posted By hasyasheen
nah, benar dugaan saya,
dengan kata lain, yang ingin kamu sampaikan adalah ;
tindakan preventif, betul?


mbok ya, klo nulis itu yang lengkap toh nduk...

Klo begini kan jadinya cuma tanya jawab. Ya dilengkapi argumen elo, mw kontra gw atau gimana.

Ini kok cuma malah nanya. nohope:

Lo kira ini sesi wawancara apa? gila:
Page 81 of 332 | ‹ First  < 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?