DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Total Views: 126104 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 9 of 332 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 >  Last ›

spammersr - 05/11/2011 09:55 PM
#161

Quote:
Original Posted By uprajudir
tidak! ...
pendidikan moral untuk anak anak tentang pengenalan gender adalah himpunan bagian dari pendidikan moral.
ini bukann masalah definisi. tetapi tendensi
kenapa segala sesuatu yang berhubungan dengan sex harus dipisah dan digolongkan khusus dalam istilah pendidikan seks?
sedangkann tendensi dari pengertian seksnya sendiri lu dah nyoba kan di google. D

secara konten gw ga bermasalah, kalau itu di mix and match ke lingkungan dan kurikulum berlangsung .. tapi penetapan branch khusus bernama pendidikan seks secara istilah hanya akan menambah polemik.

kurang lebih begitu maksud wa

bawah gw ganteng, colek dong mahos

goblog,himpunan bagian kalo bisa dibawa ke 2 jenis himpunan tetep jadi irisan nohope:
kalo pengertian sex yang gw anut yaitu apapun yang berhubungan dengan kelamin, bukan hanya berhubungan sex
setiap kata punya definisi bray, harus dilihat artian sebenarnya bukan hanya melihat yang kelihatan aja, ntar jadinya subjektif nohope:
emang kenapa gitu dengan penetapan adanya istilah pendidikan sex toh bukan kurikulum pendidikan formal ini amazed:
genit: genit: genit: genit: genit: genit:
detective1412 - 05/11/2011 09:58 PM
#162

ane pro gan
ya cocok lah SE,asal mulai diberikannya pas mulai puber,kalau TK mah mana setuju ane
SE kan bukan ngajarin "gituan" aja,tentang puber-kepuberan juga,yah walaupun ada reproduksinya ya ga apa apa toh,bekal pas tua hammer: , daripada kerjaannya nonton bokep ngakaks
uprajudir - 05/11/2011 11:05 PM
#163

Quote:
Original Posted By spammersr
goblog,himpunan bagian kalo bisa dibawa ke 2 jenis himpunan tetep jadi irisan nohope:
kalo pengertian sex yang gw anut yaitu apapun yang berhubungan dengan kelamin, bukan hanya berhubungan sex
setiap kata punya definisi bray, harus dilihat artian sebenarnya bukan hanya melihat yang kelihatan aja, ntar jadinya subjektif nohope:
emang kenapa gitu dengan penetapan adanya istilah pendidikan sex toh bukan kurikulum pendidikan formal ini amazed:
genit: genit: genit: genit: genit: genit:


secara history edukasi sex itu muncul berupa sebuah pergerakan,

setelah ane liat ulang, pangenalan perbedaan alat kelamin sudah terjadi di masa balita, sepertinya terlalu mengada-ada jika sebuah pergerakan mengakuisisi sesuatu yang sebenarnya sudah ada. harusnya lebih ditekankan pada hal-hal baru, atau penekanan pada hal-hal krusial mcam kebingungan pubertas, dll.

bukan objektif subjektif, dan bukan masalah definisi, tapi tendensi, dan tendensi tercipta dari kultur pemahaman masyarakat tentang sesuatu, meskipun itu salah secara keilmuan hammer:. hal ini menjadi faktor keberterimaan suatu sosialisasi secara masif di masyarakat, baik itu peserta didik, orang tua/wali/pengasuh yg mendidik,

yang penting tujuannya tercapai.
Wind.of.d.n8 - 05/11/2011 11:28 PM
#164

     [INDENT] ok, berhubung pembahasan nya berlarut-larut dan saling tambal-menambal argumen dengan sedikit konklusi, maka sedikit rangkuman dari saya.


[B][COLOR="Black"]pihak yang kontra berlandaskan kepada argumen bahwa pendidikan seks yang tidak tepat target(dalam hal ini masalah usia) tidak bisa dilakukan dalam kasus ini(pendidikan seks dibawah umur), serta ketidaksiapan bangsa ini dalam menerima hal yang tabu secara tiba-tiba.

pihak yang pro, berargumen bahwa sex education dibawah umur ini diperlukan sebagai tindakan preventif demi membuka suatu solusi masalah moralitas khususnya case free sex dan violence-sex yang akhir2 ini mencuat di tengah2 publik..


bagaimana pun, setiap tahap harus sesuai dengan waktu dan tempat, dan tidak bijak apabila menempatkan sesuatu tanpa perhitungan dan sembrono, maka ujung2 nya adalah tidak baik.

menunggu stempel ;
Spoiler for

(Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?


linux2:[/B][/COLOR][/INDENT]
—In the end of night™
spammersr - 05/11/2011 11:33 PM
#165

Quote:
Original Posted By uprajudir
secara history edukasi sex itu muncul berupa sebuah pergerakan,

setelah ane liat ulang, pangenalan perbedaan alat kelamin sudah terjadi di masa balita, sepertinya terlalu mengada-ada jika sebuah pergerakan mengakuisisi sesuatu yang sebenarnya sudah ada. harusnya lebih ditekankan pada hal-hal baru, atau penekanan pada hal-hal krusial mcam kebingungan pubertas, dll.

bukan objektif subjektif, dan bukan masalah definisi, tapi tendensi, dan tendensi tercipta dari kultur pemahaman masyarakat tentang sesuatu, meskipun itu salah secara keilmuan hammer:. hal ini menjadi faktor keberterimaan suatu sosialisasi secara masif di masyarakat, baik itu peserta didik, orang tua/wali/pengasuh yg mendidik,

yang penting tujuannya tercapai.

yang dibutuhin dari pendidikannya kan perbedaan cara memperlakukan , bukan cara membedakan khontol atau memek nohope:
ini tahap dimana anak anak bisa mengerti kenapa lawan jenisnya berprilaku berbeda
nah lu juga tahu tendensi/kecenderungaan itu bisa salah
emang untuk mensosialisasikan SE perlu pada tahu dulu istilahnya gitu amazed: menurut gw juga yang penting pelaksanaanya, terlepas dari yang diajari tahu istilahnya atau nggak , tapi seperti bagi kaum yang lebih intelek, sama seperti kaum biologis dengan taxonomi-nya perlu memilah milah keilmuan tersebut ke beberapa sektor, dan anggaplah yang nimbrung disini semuanya kaum intelek , udah bisa definisiin apa itu SE.
os disini kan judulnya "pendidikan sex bagi anak dibawah umur" . sekali lagi, pendidikan tidak harus seperti kurikulum formal yang punya judul, bagi si pengajar atau diajar mungkin saja tidak sadar bahwa mereka sedang berada diranah SE, tapi bagi kita yang tahu, sepantasnya apa yang mereka pelajari itu kita sebut sebagai SE.
mau secara sadar ataupun tidak sadar apa yang sudah diterapkan sebagai ajaran moral ,mau tidak mau mengandung pendidikan sex


kunci dari argumen gw ini : Yang termasuk dalam ranah SE di bidang keilmuan tidak harus disebut SE oleh masyarakat
sekali lagi, anggaplah yang nimbrung disini kaum intelek, dan lu sebagai kaum intelek juga ga punya cara pandang terhadap sex seperti masyarakat kebanyakan kan D
genit: genit: genit: genit: genit: genit:
JebolanSurga - 05/11/2011 11:45 PM
#166

ane rasa sudah cukup gan perdebatannya
banyak yang bisa kita ambil

1. anak usia 5-10 memang belum pantas mengetahui tentang sex
2. anak usia 10-15 tahun, lebih baik diajarkan sex education, untuk menjaga kebersihannya sendiri
3. orang tua juga perlu diajarkan , bagaimana mendidik anak2nya dan memberi contoh yang baik kepada anak2nya (tidak cium2an sama suami di depan anak dll)
4. harus ahlinya yang menjelaskan tentang SE , jangan sampai malah memancing si anak pengen mencoba D
blackmarketnet - 06/11/2011 12:06 AM
#167

pendidikan sex?

Indonesia adalah negara timur dimana penduduknya sering menyebut tabu jika membicarakan2 tentang sex, tapi pada kenyataannya banyak terjadi perilaku2 sex yang melanggar norma2 yang berlaku di masyarakat itu sendiri..

secara singkatnya, bisa dibilang munafik.


sulit jika diajarkan pendidikan, apa pun itu.
arus budaya luar sangat banyak, cepat dan sulit d bendung masuk k indonesia.

jika disarankan memperdalam ajaran agama dan moral, susah.
jika diajarkan pendidikan sex pun belum tentu bisa diserap dengan baik.


akhir kata...
semua kembali kepada pribadi masing2 \)
nuno.graz - 06/11/2011 12:14 AM
#168

Quote:
Original Posted By jalembung
ente ga tau maksud ane ya tong?
ane jelasin lagi lah. aktivitas seks usia dini emang ga penting, tapi dengan pendidikan menyangkut hal itu paling tidak anak bisa mencari jati dirinya (dan melakukan aktivitas) dengan pendidikan yang diberikan.
misalkan ada anak usia 4 tahun nanya "ma, punyaku sama punya ayah kok beda?" kan bisa dijelaskan jati dirinya dst dst.
males gue tong.


Jelas di bagian bold tidak demikian. Yang gw pertanyakan adalah analogi lu ttg masalah sexual dgn kebutuhan fisiologis lain, dalam hal ini makan. Yang jelas tidak sama, sex dalam pengertian alat kelamin tidak sama dengan hasrat sexual sebagaimana kebutuhan fisiologis.

V
Quote:
Original Posted By jalembung

lagipula, masalah seksual adalah salah satu hal yang paling mendasar dalam hidup manusia disamping kebutuhan fisiologis manusia lainnya. jadi, menurut ane, pendidikan seks pada manusia sedini mungkin (terserah mau dibawah umur atau ga) karena kedudukan seks pada manusia sama dengan kedudukan makan pada manusia.


Dan contoh di atas lw memberikan penjelasan ttg seks sebagai organ kelamin. Sedang di analogi lu bukan sex sebagai alat kelamin tapi hasrat sexual (which is kebutuhna fisiologis). Jadi analogi lu ga nyambung ama penjelasan lu dongo. Tolol ah. DDDD

GA usah ngeles, dah gw bawa lagi tuh analogi goblok punya lu
nuno.graz - 06/11/2011 12:24 AM
#169

Quote:
Original Posted By JebolanSurga
sex dewasa itu hanya istilah dari ane sendiri
yang dimaksud sex dewasa menurut ane itu seperti buku2 kamasutra, cara2 membahagiakan istri atau suami saat di ranjang dll

nah yang diajarkan ke anak-anak kan bukan hal2 seperti itu, tapi lebih ke menjaga kebersihan diri, dan menjaga perilaku \)

btw ga usah bawa2 almamater ya bos.


Lalu kriteria dibawa ke psikiater itu seperti apa?

Baca buku kamasutra langsung dibawa ke psikiater?? membuat suatu prosedur harus jelas kriterianya dong.

Bagian mana yang harus dibawa ke psikiater??

Quote:
Sex education refers to formal programs of instruction on a wide range of issues relating to human sexuality, including human sexual anatomy, sexual reproduction, sexual intercourse, reproductive health, emotional relations, reproductive rights and responsibilities, abstinence, contraception, and other aspects of human sexual behavior


Dan gw pengen tau apa yang bisa diberikan oleh psikiater dalam hal ini (sex dewasa, mnrt istilah keren lu)?? Mudahnya, gImana psikiater bisa menyelesaikan masalah?

Suka2 gw mau bawa almamater D not special jg toh DDDD
mawanmawan - 06/11/2011 12:46 AM
#170

Quote:
Original Posted By Wind.of.d.n8
     [INDENT] ok, berhubung pembahasan nya berlarut-larut dan saling tambal-menambal argumen dengan sedikit konklusi, maka sedikit rangkuman dari saya.


[B][COLOR="Black"]pihak yang kontra berlandaskan kepada argumen bahwa pendidikan seks yang tidak tepat target(dalam hal ini masalah usia) tidak bisa dilakukan dalam kasus ini(pendidikan seks dibawah umur), serta ketidaksiapan bangsa ini dalam menerima hal yang tabu secara tiba-tiba.

pihak yang pro, berargumen bahwa sex education dibawah umur ini diperlukan sebagai tindakan preventif demi membuka suatu solusi masalah moralitas khususnya case free sex dan violence-sex yang akhir2 ini mencuat di tengah2 publik..


bagaimana pun, setiap tahap harus sesuai dengan waktu dan tempat, dan tidak bijak apabila menempatkan sesuatu tanpa perhitungan dan sembrono, maka ujung2 nya adalah tidak baik.

menunggu stempel ;
Spoiler for

(Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?


linux2:[/B][/COLOR][/INDENT]
—In the end of night™


itulah dalih bangsa ini tiap mau ada perubahan,
n liat dimana kita sekarang D

Quote:
Original Posted By blackmarketnet
pendidikan sex?

Indonesia adalah negara timur dimana penduduknya sering menyebut tabu jika membicarakan2 tentang sex, tapi pada kenyataannya banyak terjadi perilaku2 sex yang melanggar norma2 yang berlaku di masyarakat itu sendiri..

secara singkatnya, bisa dibilang munafik.


sulit jika diajarkan pendidikan, apa pun itu.
arus budaya luar sangat banyak, cepat dan sulit d bendung masuk k indonesia.

jika disarankan memperdalam ajaran agama dan moral, susah.
jika diajarkan pendidikan sex pun belum tentu bisa diserap dengan baik.


akhir kata...
semua kembali kepada pribadi masing2 \)

skalian aja penjara dihancurin, pendidikan moral disekolah dihapusin, etc etc klo simpulannya kek gni capedes
soerya - 06/11/2011 01:06 AM
#171

Quote:
Original Posted By blackmarketnet
pendidikan sex?

Indonesia adalah negara timur dimana penduduknya sering menyebut tabu jika membicarakan2 tentang sex, tapi pada kenyataannya banyak terjadi perilaku2 sex yang melanggar norma2 yang berlaku di masyarakat itu sendiri..

secara singkatnya, bisa dibilang munafik.


sulit jika diajarkan pendidikan, apa pun itu.
arus budaya luar sangat banyak, cepat dan sulit d bendung masuk k indonesia.

jika disarankan memperdalam ajaran agama dan moral, susah.
jika diajarkan pendidikan sex pun belum tentu bisa diserap dengan baik.


akhir kata...
semua kembali kepada pribadi masing2 \)

pribadi masing2 molo hammer:

pribadi masing2 itu bergantung asupan nutrisi dr lingkungan sekitar, termasuk pendidikan sex o
beuted - 06/11/2011 01:15 AM
#172

Quote:
Original Posted By soerya
pribadi masing2 molo hammer:

pribadi masing2 itu bergantung asupan nutrisi dr lingkungan sekitar, termasuk pendidikan sex o


apakah setiap lingkungan mengajarkan tentang sex?
ooo... tentu tidak.
asupan nutrisi yang baik itu ada pada susu SGM.
aku anak SGM cool:
jalembung - 06/11/2011 01:24 AM
#173

Quote:
Original Posted By nuno.graz
Jelas di bagian bold tidak demikian. Yang gw pertanyakan adalah analogi lu ttg masalah sexual dgn kebutuhan fisiologis lain, dalam hal ini makan. Yang jelas tidak sama, sex dalam pengertian alat kelamin tidak sama dengan hasrat sexual sebagaimana kebutuhan fisiologis.

V


Dan contoh di atas lw memberikan penjelasan ttg seks sebagai organ kelamin. Sedang di analogi lu bukan sex sebagai alat kelamin tapi hasrat sexual (which is kebutuhna fisiologis). Jadi analogi lu ga nyambung ama penjelasan lu dongo. Tolol ah. DDDD

GA usah ngeles, dah gw bawa lagi tuh analogi goblok punya lu


penjelasan ane tentang masalah analogi tersebut dalam hal pengendalian (buat bekal). misalnya nanya anak dari mana dan sebagainya.
udah jelas tong?
Yb1987 - 06/11/2011 01:56 AM
#174

topik pertama dah disegel belum? malu:

klo belum, gw mo nimbrung lagi
klo udah, anggep aja hiburan ngacir:


Quote:
Original Posted By Wedhus.Gembel
pendidikan sex di bawah umur confused:

dalam pikiran gw, terbayang elu nyodorin buku kamasutra ke anak SD and then see wat happens next ....
begitukah yang kalian inginkan ??? buat anak-anak kalian nantinya yang seperti itu ???
o m g
mad:
mungkin gw yang agak kurang mengikuti perkembangan fisik dan psikis anak2 jaman skarang..
emang apa yang bisa dilakukan anak SD sih?
apa anak cowo dah bisa produksi air mani yang produktif? confused:

klo kematangan cewe sih, variatif o


Spoiler for BL4CK.D1CK
Quote:
Original Posted By BL4CK.D1CK

rasanya semua pelacur tahu resiko seks bebas tapi toh tetap dilakukan... sama halnya dengan para pria hidung belang ;)

apalagi klo bocah... gak kebayang deh ngakaks
itu karena mereka dah dewasa n (gw anggap) mereka tau sedikit banyak tentang safe sex.. D

Quote:
Original Posted By BL4CK.D1CK

bagaimana dengan mengalihkan perhatian anak pada aktivitas lain semisal berolahraga atau kreativitas lainnya \)

toh bukannya tidak ada alternatif lain sedikitpun \)

brapa lama sebuah pengalihan itu bisa bertahan?
bukannya karena rasa keingintauan dia ngga terpenuhi maka dia akan penasaran then try to find the answer out by himself/herself?

Quote:
Original Posted By BL4CK.D1CK
memikirkan dan melakukan aktivitas fisik adalah 2 hal yg berbeda secara signifikan.... \)

orang tidak akan dihukum jika memikirkan perampokan bank, tapi kalau sudah merampok bank tentu akan terkena sanksi pidana... semoga mengerti analogi sy...

jadi yg perlu diwaspadai adalah aktivitas fisik \)
pikiran itu pangkal dari smua masalah, ibarat bakal api.
niat itu ibarat bensin.
keduanya tinggal disatukan n bisa memicu kebakaran besar.

yang penting tau kontrol diri.. shakehand

Quote:
Original Posted By BL4CK.D1CK
yang benar matabelo:

dulu klo gak salah baru belajar perkalian jaman kelas 1 smp hammer:
[RIGHT]brarti umur elu lebih beberapa tahun di atas gw.. matabelo:

maap gw lancang puh.. norose:[/RIGHT]

ngakak


ngacir:


Quote:
Original Posted By PengendaraApi
kayaknya gak perlu ada pendidikan seks...percuma aja kalo diadain pendidikan seks tapi para penjual bokep murahan masih aja dibiarin berkeliaran, klo menurut ane sih bokep bajakan itulah yang bikin tingkat kehamilan diluar nikah tinggi...
ngga skalian tukang jualan kondom n obat kuat pinggir jalan, gan?


Quote:
Original Posted By swtcendol
Nope!

Karena

Bokep = coli

coli = napsu *Forbidden* ilang

napsu ilang = kagak *Forbidden*, mesum-mesuman

kagak *Forbidden* = kagak kena Dosa, dan kagak ada lagi anak Haram macam ente tadi \) (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
klo nafsu n rasa penasaran tu orang gede banget, masa cukup sih dengan nonton bokep n mastur bisa memuaskan hasrat dia?


Quote:
Original Posted By Cozzer
sekarang juga udah gencar dikasih tau tentang bahaya dan penyakit akibat freesex tapi tetep aja angka kehamilan di luar nikah tinggi, presentase cewe ABG yang ga virgin malah lebih parah nohope:
punya data angka persentasenya ngga?
pengen tau aja sih.. D


Quote:
Original Posted By KaskusGeeker
Sabar gan, kalo udah dapet pendapat yang bagus gw sudahi. (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
baru mau gw tanyain..
topik ganti per tiap minggu ato tiap lu bosen ma satu topik?

ada histori hasil debat akhir di pekiwan tak?


Quote:
Original Posted By Wind.of.d.n8
     [INDENT] ok, berhubung pembahasan nya berlarut-larut dan saling tambal-menambal argumen dengan sedikit konklusi, maka sedikit rangkuman dari saya.
Spoiler for

[B][COLOR="Black"]pihak yang kontra berlandaskan kepada argumen bahwa pendidikan seks yang tidak tepat target(dalam hal ini masalah usia) tidak bisa dilakukan dalam kasus ini(pendidikan seks dibawah umur), serta ketidaksiapan bangsa ini dalam menerima hal yang tabu secara tiba-tiba.

pihak yang pro, berargumen bahwa sex education dibawah umur ini diperlukan sebagai tindakan preventif demi membuka suatu solusi masalah moralitas khususnya case free sex dan violence-sex yang akhir2 ini mencuat di tengah2 publik..

bagaimana pun, setiap tahap harus sesuai dengan waktu dan tempat, dan tidak bijak apabila menempatkan sesuatu tanpa perhitungan dan sembrono, maka ujung2 nya adalah tidak baik.

menunggu stempel ;
Spoiler for

(Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?


linux2:[/B][/COLOR][/INDENT]
—In the end of night™
pinter amat bikin rangkuman matabelo:




kliling lagi ngacir:
GeneticFreak - 06/11/2011 02:02 AM
#175

Pendidikan seks jelas perlu untuk usia 10-15 tahun

Suatu hal yang tidak dibicarakan secara terbuka bukan berarti tidak dicari sembunyi-sembunyi. Hal ini sangat terbukti pada masalah seks, para remaja dibawah umur akan cenderung mencari tahu masalah seks walaupun tidak dibicarakan.

Ke-tabu-an membicarakan seks dengan narasumber orang dewasa yang terpercaya menyebabkan remaja usia tersebut cenderung mendasarkan pengetahuan dari teman sebaya ataupun remaja berusia diatasnya (18-25) yang malah menjadi role-model yang salah. Akibatnya bisa dilihat dari jumlah ekspor 3gp seks Indonesia yang semakin meningkat dengan usia semakin muda. "Itu kakak2 SMA bisa bikin video kenapa gw yg SMP kagak bisa lebih hebat"

Sudah saatnya role-model dikembalikan ke orang tua dan guru melalui pendidikan seks yang benar di rumah dan sekolah, sehingga mereka bisa terhindar dari meniru kelakuan teman sebaya dan kakak2 seniornya.

Stop menjadi bangsa munafik \)
Takujeng - 06/11/2011 02:13 AM
#176

^^setidaknya diajari cara beradab ...

misalnya : setelah mandi salin langsung pakain didalamnya..
jgn keluar pakai kemban..

ntar kalau jadi TKW ..abis lo di sikat sama Singa Padang pasir.. D

Peace:
GeneticFreak - 06/11/2011 02:20 AM
#177

Quote:
Original Posted By Takujeng
^^setidaknya diajari cara beradab ...

misalnya : setelah mandi salin langsung pakain didalamnya..
jgn keluar pakai kemban..

ntar kalau jadi TKW ..abis lo di sikat sama Singa Padang pasir.. D

Peace:


Quote:
Original Posted By GeneticFreak
Pendidikan seks jelas perlu untuk usia 10-15 tahun

Suatu hal yang tidak dibicarakan secara terbuka bukan berarti tidak dicari sembunyi-sembunyi. Hal ini sangat terbukti pada masalah seks, para remaja dibawah umur akan cenderung mencari tahu masalah seks walaupun tidak dibicarakan.

Ke-tabu-an membicarakan seks dengan narasumber orang dewasa yang terpercaya menyebabkan remaja usia tersebut cenderung mendasarkan pengetahuan dari teman sebaya ataupun remaja berusia diatasnya (18-25) yang malah menjadi role-model yang salah. Akibatnya bisa dilihat dari jumlah ekspor 3gp seks Indonesia yang semakin meningkat dengan usia semakin muda. "Itu kakak2 SMA bisa bikin video kenapa gw yg SMP kagak bisa lebih hebat"

Sudah saatnya role-model dikembalikan ke orang tua dan guru melalui pendidikan seks yang benar di rumah dan sekolah, sehingga mereka bisa terhindar dari meniru kelakuan teman sebaya dan kakak2 seniornya.

Stop menjadi bangsa munafik \)


Dan maaf juga kalau saya tambahkan, kalau anda punya anak usia SMP dan anda tidak mengajarkan pendidikan seks yang benar dan bahaya seks bebas pada anak anda hanya karena anda merasa malu dan tabu maka saya bisa golongkan anda dengan orang-orang bodoh yang bisanya hanya menutup mata terhadap kenyataan bahwa banyak sekali video bokep SMP yang beredar diluar sana.
Wedhus.Gembel - 06/11/2011 03:02 AM
#178

Quote:
Original Posted By GeneticFreak
Pendidikan seks jelas perlu untuk usia 10-15 tahun

which is, how......?

Quote:
Suatu hal yang tidak dibicarakan secara terbuka bukan berarti tidak dicari sembunyi-sembunyi. Hal ini sangat terbukti pada masalah seks, para remaja dibawah umur akan cenderung mencari tahu masalah seks walaupun tidak dibicarakan.
akh itu sekedar asumsi siul: faktanya elu tahu akan sesuatu karena hal tersebut di utarakan, eh ngerti nggak yah o

Quote:
Ke-tabu-an membicarakan seks dengan narasumber orang dewasa yang terpercaya menyebabkan remaja usia tersebut cenderung mendasarkan pengetahuan dari teman sebaya ataupun remaja berusia diatasnya (18-25) yang malah menjadi role-model yang salah.

bertolak belakang sama tulisan loe yang ini :
Quote:
para remaja dibawah umur akan cenderung mencari tahu masalah seks walaupun tidak dibicarakan.


Quote:
Akibatnya bisa dilihat dari jumlah ekspor 3gp seks Indonesia yang semakin meningkat dengan usia semakin muda. "Itu kakak2 SMA bisa bikin video kenapa gw yg SMP kagak bisa lebih hebat"

ngakak
apacoba cd
Quote:

Sudah saatnya role-model dikembalikan ke orang tua dan guru melalui pendidikan seks yang benar di rumah dan sekolah, sehingga mereka bisa terhindar dari meniru kelakuan teman sebaya dan kakak2 seniornya.

Stop menjadi bangsa munafik \)

watepak !!!! kagets:
jadi anak SD harus en kudu bahkan wajib di tambahkan dalam kurikulum mereka pelajaran mengenai sex gila:
amit-amit dah ngacir:
Persero - 06/11/2011 03:25 AM
#179

anak yang menjelang dewasa ada baiknya di berikan SE agar mengetahui negatif dan positifnya pengetahuan tersebut...

mungkin dalam segi negatif adalah : bahaya Penyakit Pelamin, HIV,

sisi positifnya adalah : gimana merawat kebersihan dan menjaga kebersihan kemaluannya, dan tidak sembarangan dan mencoba untuk melakukan sex bebas...
AntonnyTan - 06/11/2011 06:55 AM
#180
1
Quote:
Original Posted By Persero
anak yang menjelang dewasa ada baiknya di berikan SE agar mengetahui negatif dan positifnya pengetahuan tersebut...

mungkin dalam segi negatif adalah : bahaya Penyakit Pelamin, HIV,

sisi positifnya adalah : gimana merawat kebersihan dan menjaga kebersihan kemaluannya, dan tidak sembarangan dan mencoba untuk melakukan sex bebas...


Pagi, baru ikutan\)
1. Pro :cool
2. Sewajarnya adalah sebatas konseling, kepada anak2 yang sudah akhil balik sudah tepat, tidak perlu sampai dijadikan kurikulum.
Utk menghindari misunderstanding mngenai SE dari lingkungan mereka (biasa ny teman sebaya atau remaja lain yg lebih tua), sementra orang tua masih banyak yg tabu membicarakn hal tsb, maka sekolah perlu memberi pemahaman mengenai organ kelamin.
Dgn pengenalan penyakit kelamin, prubahan2 yg dialami remaja dsb, tentu hubungan badan juga menjadi wacana yg dbahas. Dipadukan dgn pendidikan moral&agama (secara terpisah), remaja2 tsb diharapkn lebih mampu menjaga anu nya tidak sembarangan dan menyadari peran mereka sebagai generasi muda. (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Page 9 of 332 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?