BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > .::| Forum Menulis Fiksi |::.
Total Views: 11128 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 19 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

garirakaisambu - 04/11/2011 11:35 AM
#1
.::| Forum Menulis Fiksi |::.
.::| Forum Menulis Fiksi |::.


Quote:

[CENTER]Forum ini terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan berbagi teknik penulisan fiksi (entah itu cerpen, novel, tweetfiction, flashfiction, dan berbagai bentuk karya fiksi lainnya).

Tujuan forum ini adalah menambah wawasan agan/sist sekalian dalam menulis fiksi, mengembangkan craftmanship, saling berbagi informasi, dan yang paling utama menemukan karier di bidang penulisan fiksi.




Quote:

Untuk suhu/mastah/yang nulisnya udah tingkat dewa, mohon kesediannya untuk berbagi ilmu. Bagi yang baru ingin belajar, jangan ragu bertanya tentang permasalahan yang sedang dihadapi dalam hal penulisan fiksi.

[/CENTER]


Beberapa aturan dasar yang HARUS atau TIDAK HARUS diikuti untuk menjadi penulis fiksi profesional. Kuncinya, pakai yang bermanfaat, abaikan yang bikin pusing hammers :


[*]Setiap penulis punya cara sendiri-sendiri. Tugas kita adalah mencari sebanyak-banyaknya teori penulisan, lalu aplikasikan yang paling cocok. Kalau ada guru menulis yang bilang, "Menulis itu HARUS A, B, C" sesungguhnya dia memberitahu teori yang cocok untuk dirinya sendiri.
[*]Banyak baca + banyak nulis + banyak-banyak cari link ke industri penerbitan adalah kunci penulis sukses.
[*]Cerita = Karakter utama + Keinginan/Tujuan + Resolusi. Karakter utama tanpa tujuan = no story. Rumus "Karakter utama + Keinginan/Tujuan + Resolusi" jg harus ada di setiap adegan. Karena itulah adegan disebut "cerita kecil" atau "mini story."
[*]Resolusi itu pada intinya cuma ada 2: si karakter utama BERHASIL atau GAGAL meraih tujuannya.
[*]Secara umum, ada 2 teknik menulis fiksi: dengan outline, dan free writing. Nulis dengan outline dibagi lagi, outline detail & outline "kasar." Intinya buat outline cerita dari awal sampe selesai, lalu mulai nulis. Free writing: tentukan situasi menarik bagi seorang karakter, lalu mulai nulis dengan "rumus cerita" tanpa outline.
[*]Writer's block adalah alasan bagi pemalas. Sesulit apapun, tulis saja yang ada di kepala. Seburuk apapun bakal ada proses rewriting. Hemingway bilang, "The first draft of anything is shit." Jadi, jangan berekspektasi terlalu tinggi. Menulis saja tanpa beban. Ekspektasi tinggi SELALU berujung pada kebuntuan. Tulis aja "shit" (baca: draft pertama) itu sampe selesai terlebih dulu.
[*]Konflik adalah kunci penting dalam setiap cerita. Tanpa konflik, tak akan ada cerita. Rumusnya, "Konflik = Tujuan + Rintangan." Tugas krakter utama = meraih TUJUAN. Tugas penulis = ngasih rintangan demi rintangan, yang menghalangi karakter utama meraih tujuan. Semakin besar TUJUAN, semakin besar keinginan karakter utama meraih tujuan itu, semakin besar RINTANGAN yang harus kita berikan.

garirakaisambu - 04/11/2011 11:52 AM
#2
Tutorial Menulis Fiksi
metallisedheart - 04/11/2011 12:47 PM
#3

salam kenal gan beer:

untuk masalah tulis menulisnya apa ga sebaiknya ke sini saja
trednya juga masih baru D
mungkin agan yang udah pengalaman bisa sharing2 di sana D

oh yah, kalo mau kenal2an bisa ke sini gan
para booklovers biasanya sosialisasi di situ D

dan untuk promosi karya2 agan bisa di sini

atau siapa tau berminat minjemin bukunya di sini
Optimis.Prime - 04/11/2011 12:55 PM
#4

Quote:
Original Posted By metallisedheart
salam kenal gan beer:

untuk masalah tulis menulisnya apa ga sebaiknya ke sini saja
trednya juga masih baru D
mungkin agan yang udah pengalaman bisa sharing2 di sana D

oh yah, kalo mau kenal2an bisa ke sini gan
para booklovers biasanya sosialisasi di situ D

dan untuk promosi karya2 agan bisa di sini

atau siapa tau berminat minjemin bukunya di sini


IMHO, tritnya om ramundro itu buat tulisan yang udah jadi

kalo ini kayanya tentang bagaimana menulis itu, benar apa salah confused:
metallisedheart - 04/11/2011 01:03 PM
#5

Quote:
Original Posted By Optimis.Prime


IMHO, tritnya om ramundro itu buat tulisan yang udah jadi

kalo ini kayanya tentang bagaimana menulis itu, benar apa salah confused:


lah kan judulnya, belajar nulis yuk D
berarti kan tred sharing ilmu2 tentang dunia penulisan D

nunggu ts nya deh, visi misinya kek gimana D
garirakaisambu - 04/11/2011 01:05 PM
#6

Quote:
Original Posted By metallisedheart
salam kenal gan beer:

untuk masalah tulis menulisnya apa ga sebaiknya ke sini saja
trednya juga masih baru D
mungkin agan yang udah pengalaman bisa sharing2 di sana D

oh yah, kalo mau kenal2an bisa ke sini gan
para booklovers biasanya sosialisasi di situ D

dan untuk promosi karya2 agan bisa di sini

atau siapa tau berminat minjemin bukunya di sini


Terimakasih infonya, tapi saya udah tau semua thread itu. Sebagian besar adalah thread untuk booklover, pembaca buku. Ini thread buat belajar nulis fiksi. Sejauh yang saya amati di SF Book Review, saya belum menemukan thread yang membahas teknik penulisan fiksi.

Tujuan saya sederhana aja kok. Saya pengen ke depannya banyak bermunculan penulis fiksi berkualitas dari kaskus. Nah, forum ini yang bakal mengakomodir segala hal yang dibutuhkan seseorang untuk menjadi penulis fiksi. Segala macem tutorial dari yang basic sampe advance ke depannya bakal saya publish di sini. Itupun kalo dapet restu dari agan2 sekalian. Kalo emang dirasa forum ini ga penting, ya tinggal ditutup aja kan? \)b


Quote:
Original Posted By Optimis.Prime


IMHO, tritnya om ramundro itu buat tulisan yang udah jadi

kalo ini kayanya tentang bagaimana menulis itu, benar apa salah confused:


Betul banget. Thread yang ditunjukkan itu lebih banyak ngebahas tentang karya2 yang udah jadi. Forum ini lebih bertujuan ngebentuk orang2 yang baru mau belajar nulis dan ga tau harus mulai dari mana.

Dan lagi, thread-nya agan ramundro itu ngebahas teknik penulisan yang lebih luas (fiksi dan non-fiksi). Judulnya aja "Belajar Nulis, Yuk !!". Forum ini lebih berfokus pada penulisan karya fiksi.
Optimis.Prime - 04/11/2011 01:08 PM
#7

nais inpho ganz, keep posting thumbup:

kalo tritny ntar di lanjut ane pantengin terus,
*baca2doang D
garirakaisambu - 04/11/2011 01:14 PM
#8

Quote:
Original Posted By Optimis.Prime
nais inpho ganz, keep posting thumbup:

kalo tritny ntar di lanjut ane pantengin terus,
*baca2doang D


Jangan cuma baca2 doang, agan Optimis... Kalo ente ada masalah dalam hal penulisan fiksi, langsung aja share di marih. Siapa tau bisa dijadiin bahan diskusi. Kalo ane ga bisa jawab, ntar ane minta bantuan temen2 ane yang pada jago. Yb
ramundro - 04/11/2011 01:36 PM
#9

Quote:
Original Posted By metallisedheart
lah kan judulnya, belajar nulis yuk D
berarti kan tred sharing ilmu2 tentang dunia penulisan D

nunggu ts nya deh, visi misinya kek gimana D


udah udah g usah diributin,
kalo si agan ini serius buat n mau ngurus trit ini,
ane yang akan sering2 main dimari,
soalnya ane suka males ngurus2 ginian,
intinya kan buat sama2 belajar,
yuk, mari,

lanjutkan gan!!!
bagi ilmunya jua,
:2thumbup
garirakaisambu - 04/11/2011 01:41 PM
#10

Quote:
Original Posted By ramundro
udah udah g usah diributin,
kalo si agan ini serius buat n mau ngurus trit ini,
ane yang akan sering2 main dimari,
soalnya ane suka males ngurus2 ginian,
intinya kan buat sama2 belajar,
yuk, mari,

lanjutkan gan!!!
bagi ilmunya jua,
:2thumbup


Eh yang diomongin dateng. hehe... Sama2 belajar gan. Ni lagi nyiapin materi2nya. Sebagian ngambil dari blog pribadi, sebagian lain ngambil dari buku, majalah, buletin, dan blog/web punya orang lain... Insya Allah besok mulai posting tutorialnya... \)b
ramundro - 04/11/2011 01:43 PM
#11

Quote:
Original Posted By garirakaisambu
Eh yang diomongin dateng. hehe... Sama2 belajar gan. Ni lagi nyiapin materi2nya. Sebagian ngambil dari blog pribadi, sebagian lain ngambil dari buku, majalah, buletin, dan blog/web punya orang lain... Insya Allah besok mulai posting tutorialnya... \)b


sibbbbhhh dah,
terima bedah karya juga kan? kalo ada yang mau pamer karya, tar dikomen biar berkembang,
garirakaisambu - 04/11/2011 01:52 PM
#12

Quote:
Original Posted By ramundro
sibbbbhhh dah,
terima bedah karya juga kan? kalo ada yang mau pamer karya, tar dikomen biar berkembang,


Boleh banget. Ntar karyanya dibedah bareng2, biar semakin kinclong.

Btw, sebenernya ane juga kerja di penerbitan buku gan. Nanti kalo emang dari sini ada yang bagus, dan kebetulan penerbit tempat kerja ane butuh naskah fiksi, ane bisa usahain biar karya kaskuser bisa diterbitin. Kepikiran juga nanti kalo memungkinkan bikin gathering kecil2an yang ngebahas ttg penulisan fiksi, gimana caranya tembus penerbitan, dll. Tapi itu ntar aja kalo emang peminatnya banyak--dan satu kota juga... \)

Ane sih pinginnya karya2 dan industri buku fiksi Indonesia ke depannya bisa semakin maju. Dan kalo bisa kaskuser lah yang memajukan karya fiksi Indonesia.

iloveindonesia
Optimis.Prime - 04/11/2011 01:54 PM
#13

Quote:
Original Posted By ramundro
sibbbbhhh dah,
terima bedah karya juga kan? kalo ada yang mau pamer karya, tar dikomen biar berkembang,


kalo bedah-cerita bukannya ada trit ente ganz bingungs
ramundro - 04/11/2011 02:54 PM
#14

Quote:
Original Posted By Optimis.Prime


kalo bedah-cerita bukannya ada trit ente ganz bingungs


seperti yang udah ane bilang tadi gan. ane tu orangnya suka males2an, termasuk ngurus trit nya, hehe,
nah, kalo ada yang lebih serius, kenapa engga,
CSdnadychi - 04/11/2011 03:25 PM
#15

gimana sih, caranya tulisan bisa tembus ke penerbit? malu:

apa harus ada 'orang dalem' yang bantu ya? malu:
garirakaisambu - 04/11/2011 06:18 PM
#16
Tips Menembus Dunia Penerbitan
Quote:
Original Posted By CSdnadychi
gimana sih, caranya tulisan bisa tembus ke penerbit? malu:


Ane coba bahas dari faktor-faktor yang mempengaruhi sebuah tulisan ditolak penerbit. Beberapa di antaranya:


[*]Tulisan agan dianggap belum mumpuni. Kalo ini kasusnya, selanjutnya biasanya penerbit akan lihat tema naskah agan. Kalo tema agan bagus, penerbit bakal menghubungi agan untuk ngebenerin naskah yang agan kirim. Atau, kalau ternyata agan tetep gak mampu bikin tulisan itu lebih bagus, penerbit biasanya minta jasa penulis freelance untuk bikin naskah serupa dengan kualitas tulisan yang lebih bagus. Menyakitkan? Yep! Tapi, inilah industri.
[*]Tema naskah agan lagi gak ngetrend. Perlu disadari, penerbitan buku adalah industri yang fokusnya mencari laba. Biarpun tulisan agan bagus, kalo temanya susah dijual, naskah agan pasti ditolak. Kecuali penerbitnya punya modal yang besar, dan lagi pengen gambling, naskah agan bisa aja diterima. Ambil contoh: agan nulis novel sejarah, tapi trend novel sejarah udah lewat. Anggaplah sekarang penjualan novel2 sejarah lagi merosot tajem. Otomatis naskah agan bakal langsung ditolak, sebagus apapun tulisan agan.
[*]Agan tidak memenuhi ketentuan-ketentuan teknis yang diwajibkan oleh penerbit. Misal: font Times New Roman 12pt, spasi 1 1/2, kertas A4, tebal antara 100-150 halaman, dan sebagainya. Semua ketentuan teknis itu dibikin untuk mempermudah redaksi pada saat menerima naskah untuk mengira-ngira, nanti berapa ketebalan buku jadinya--dan yang paling penting, berapa harga jualnya. Kalo agan nulis semau agan sendiri, penerbit pasti ga suka. Tapi naskah agan bisa aja tetep diterima, selama naskah itu bener-bener bagus. Contoh nih, Stephen King masukin naskah ke sebuah penerbit di Indonesia dengan ketentuan yang bertolak belakang dengan semua ketentuan penerbit itu. Apakah naskahnya bakal ditolak? Gak mungkin. Stephen King punya nama besar, dan tulisannya kebangetan bagusnya. Penerbit pasti langsung ngiler begitu disodorin naskah sama Stephen King, ga peduli seberapa ancur format teknisnya.



Dan banyak lagi faktor lainnya...

Cuma biasanya yang paling fatal, yang paling bikin penerbit ilfil, adalah kalo penulis melakukan tiga kesalahan di atas.

Terus, gimana caranya biar naskah kita bisa diterima penerbit?

Agan harus bikin tulisan yang bagus.

Caranya gimana gan?

Syaratnya cuma 2:

[*]Banyak baca.
[*]Banyak nulis.


Udah, itu doang. Kalo ga percaya, cobain aja. Baca buku yang bagus (menurut angka penjualannya, menurut review dari banyak sumber, menurut penghargaan yang diperoleh penulisnya dari buku itu, dsb). Cari tahu gimana si novelis membuat kerangka besar ceritanya, membuka bab, mengakhiri bab, membuat pembaca penasaran, dll. Sebenernya hal ini yang nantinya bakal banyak dibahas di thread ini. Jadi agan, silakan tetep nongkrong di marih.

Nah, selesai baca, agan nulis deh. Semakin tinggi jam terbang, skill bakal terbentuk dengan sendirinya. Gak percaya? Cobain aja dulu.

Terus, kalo udah gitu, apakah menjamin naskah kita bakal diterima penerbit?

Gak juga. Sebenernya intinya adalah: agan harus bikin naskah yang lagi dicari penerbit.

Itu termasuk tema naskah, teknik penulisan, dan kemampuan agan membuat naskah yang sesuai dengan kriteria teknis sebuah penerbit.

Bentar, bentar. Gimana caranya kita bisa tau tema yang lagi dicari penerbit?

Silakan main ke toko buku. Agan lihat tema apa yang lagi best-seller. Bikin naskah dengan tema serupa (tapi isinya ga boleh kopas gan) terus kirim ke penerbit. Kalo tulisan agan bagus, dan agan mengikuti persyaratan teknis yang diwajibkan oleh penerbit yang agan bidik, naskah itu kemungkinan besar bakal diterima. Masih gak percaya? Monggo dicoba... Ane sudah membuktikan.

Berarti, agan ngajarin ane buat jadi penulis musiman dong? Cuma nulis berdasarkan trend doang...

Ane gak ngajarin kayak gitu gan. Ane cuma ngasih tau gimana cara nembus industri penerbitan. Kalo agan punya naskah, misal novel horor nih, agan yakin itu novel bagus banget, tapi ternyata tema horor di pasaran gak bagus penjualannya, ya agan pasti bakal kesulitan nyari penerbit.

Tapi kalo agan mau mencoba jadi penulis musiman, silakan pake cara yang udah ane sebutin di atas. FYI, jaman sekarang banyak banget penulis freelance yang bisa hidup mapan, hanya dengan membuat naskah dengan tema yang lagi ngetrend di pasaran.

Wah, berarti ga ada jalan lain dong buat nembus penerbitan dengan karya yang gak ikut-ikutan trend?

Kalo kata pepatah, ada seribu jalan menuju Roma. Kita pake permisalan di atas: Agan nulis novel horor, dan tema itu lagi ga laku di pasaran. Agan cari penerbit yang sekarang lagi nerbitin novel horor. Percaya ga percaya, sampe sekarang masih ada kok penerbit yang nerbitin buku dengan tema yang gak bagus di pasaran--menurut data penjualan. Tapi ya resikonya, karena tema yang agan pilih ga bagus penjualannya, jangan terlalu berharap dapet royalti gede.

Ah, ane gak ngarepin royalti gan. Yang penting buku ane terbit, ane udah seneng kok.

Good! Then go for it!

Quote:
apa harus ada 'orang dalem' yang bantu ya? malu:



TIDAK

Ane udah kerja di penerbitan selama hampir 2 tahun. Dulu adek ane pernah masukin novel dengan genre teenlit ke penerbit tempat ane kerja. Novel itu ditolak sama bos, karena tema teenlit udah gak laku. Waktu itu buku teenlit lagi jeblok2nya. Mungkin pembaca udah mulai jenuh kali ya? Padahal adek ane gan yang masukin naskah. Nyatanya, ditolak juga.

Jadi intinya, yang paling penting adalah:


[*]Kualitas tulisan agan kalo bisa di atas rata-rata.
[*]Tema naskah agan emang lagi bagus di pasaran.
[*]Agan memenuhi persyaratan teknis dari penerbit dengan baik.



Kalau tulisan agan busuk, meskipun punya kenalan orang dalem, tulisan agan gak akan diterima, sama kayak pengalaman adek ane. Ane berani jamin deh...
namakuhiroko - 04/11/2011 07:41 PM
#17

bagus gan...
ane butuh bantuan untuk "fokus" pada satu tema.
ane lagi garap 3 novel dengan tema berbeda...
jujur bukan karena ane jago banget nulis tapi justru sering mentok gmana menentukan kelanjutan cerita tapi pas mikir n cari bahan eh malah tertarik dengan tema lain...akhirnya ketiganya jadi lambat banget progress
ada saran biar bisa fokus n lancar dalam menyusun satu novel aja?
garirakaisambu - 04/11/2011 08:58 PM
#18

Quote:
Original Posted By namakuhiroko
bagus gan...
ane butuh bantuan untuk "fokus" pada satu tema.
ane lagi garap 3 novel dengan tema berbeda...
jujur bukan karena ane jago banget nulis tapi justru sering mentok gmana menentukan kelanjutan cerita tapi pas mikir n cari bahan eh malah tertarik dengan tema lain...akhirnya ketiganya jadi lambat banget progress
ada saran biar bisa fokus n lancar dalam menyusun satu novel aja?


Saya dulu juga sering ngalamin hal ini. Writer's block. Bikin emosi. Poin-poin yang perlu agan ketahui, biar gak mentok, adalah:


[*]Draft pertama penulis siapapun SELALU buruk. Seorang penulis sukses pasti menulis draft pertama yang buruk, bahkan Hemingway sekalipun.
[*]Jangan berekspektasi tinggi terhadap draft pertama. Tulis aja apa yang ada di kepala.
[*]Selalu ada proses rewriting setelah penulisan draft pertama selesai. Bagi sebagian besar penulis, proses rewriting inilah yang justru paling penting. Tapi rewriting gak akan pernah bisa dilakukan kalo agan gak nyelesein draft pertamanya dulu.



Kalo yang gampang tertarik sama tema lain, sebenernya itu lebih ke diri agan sendiri. Ane gak bisa kasih saran apapun selain, be consistent. Orang sukses adalah orang yang fokus pada satu hal. Walopun hal itu gak enak rasanya. Walopun ada banyak hal lain di luar sana yang lebih menyenangkan. Sepahit apapun, selesein aja dulu draft pertama tulisan agan.

Eniwei, sebenernya topik ini adalah topik yang mau ane angkat di tutorial selanjutnya. Mohon sabar ya... \)

Sambil nunggu saya nyelesein tulisan, barangkali ada mastah2 lain yang mau bantu jawab pertanyaan ini?
CSdnadychi - 04/11/2011 09:39 PM
#19

Quote:
Original Posted By namakuhiroko
bagus gan...
ane butuh bantuan untuk "fokus" pada satu tema.
ane lagi garap 3 novel dengan tema berbeda...
jujur bukan karena ane jago banget nulis tapi justru sering mentok gmana menentukan kelanjutan cerita tapi pas mikir n cari bahan eh malah tertarik dengan tema lain...akhirnya ketiganya jadi lambat banget progress
ada saran biar bisa fokus n lancar dalam menyusun satu novel aja?

Jawaban saia sih sama kayak agan geraibambu? Peace:

Lebih baik, bikin skala prioritas dulu, mana yang idenya bener-bener mau diselesaiin hammer: [berasa kayak anggaran rumah tangga aja hammer:].

Kalau ada ide lain, tulis aja kerangkanya di kertas atau apa tapi, agan masih fokus nyelesaiin novel utama yang agan tulis D

BTW..., masalahnya kok mirip banget kayak ane ya hammer:
sering kayak gitu ampe bikin kepala pusing gara-gara udah kebayang ide baru sebelum ide lama selesai berdukas

dan yang terpenting, paksalah diri agan untuk menyelesaikannya hammer:
kalau mengikuti kata emosi, malah naskah agan bisa-bisa nggak pada selesai hammer:
seperti ane berdukas

pendapat dari nubi Peace:

===============

Buat om gerai, makasih atas infonya ya D
ane jadi minder dah hammers ngacir:

Oh ya..., saya sist, bukan agan-agan om hammer:
kiera - 05/11/2011 07:08 AM
#20

Kalo ane sih... yang penting motivasi harus kuat D
Motivasi bisa apa aja, mulai dari pengen punya buku, pengen punya duit, pengen berbagi info, atau apa ajalah.
Kalo motivasi udah kuat, niat udah gede, rasa malas kayak apapun pasti enggak ngefek D

Dulu ane pernah ikutan lomba novel, ada deadline-nya tuh, alhasil ane sukses nyelesein naskah novel karena pengen banget menang di lomba itu, padahal sebelumnya ane males banget mau nulis hammer:

______________________________________________________________

oh iya, just sharing ya... mungkin agak OOT karena enggak ada hubungannya sama teknik nulis.

ane cuma mau ngingetin buat agan-agan penulis buat hati-hati cari atau masukin naskah ke penerbit.
Sebaiknya pilih penerbit mayor yang udah jelas kualitasnya (terutama buat yang baru mau nyoba-nyoba nawarin naskah). Kenapa? takutnya tuh pihak penerbit "mainin" para penulis yang tergolong baru. Baru itu bisa berarti belum punya nama besar di dunia perbukuan, bisa berarti baru pertama kali ngirim naskah dan enggak paham dunia penerbitan (jadi bisa dibodohi). Insya Allah kalau penerbit gede, kemungkinan besar orang-orangnya profesional dan jujur.

ane juga share pengalaman ane. Ane pernah masukin naskah ke suatu penerbit baru, bukan mayor semacam Gramedia, Mizan, Gagasmedia, dll. Tapi ane nyesel karena ternyata mereka kurang profesional (ane bandingin sama penerbit yang pernah nerbitin novel ane terdahulu).
Akhirnya ane berubah prinsip (halah), mending ngirim naskah ke penerbit gede dan ditolak berkali-kali (itu tandanya naskah ane emang jelek ngakaks) daripada lolos di penerbit yang... yah... pokoknya enggak gede-gede banget, tapi akhirnya ane makan ati.

Hati-hati juga masukin outline naskah ke penerbit, soalnya salah satu temen penulis ane (kayaknya) outline naskahnya mungkin dibajak. Tapi ane enggak 100% yakin juga dibajak atau enggak, cuma kok ya mirip banget. Jadi temen ane masukin outline naskah, ditolak sama penerbit, beberapa bulan kemudian ada buku yang isinya hampir persis sama outline temen ane.

Jadi harap hati-hati aja walau ane belum bisa kasih saran atau apapun untuk mencegah hal2 kayak gini.
Page 1 of 19 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > .::| Forum Menulis Fiksi |::.