Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > Kesenian Wayang Golek
Total Views: 20172 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 41 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

manuttan - 07/11/2011 03:33 PM
#41

aqirnya muncul juga tread wayang golek nya
ayo kang angel di update terusthumbup:

ane linux2: di pojok aja
ButoGalak - 07/11/2011 03:44 PM
#42

Quote:
Original Posted By angel.wijaya
memang tidak diketahui persis kapan wayang golek itu diciptakan,
sumber2 yg didapat cuma ada secara lisan
yg belum bisa dibuktikan kebenarannya secara sejarah mbah Peace:

namun ada hal yg menggelitik dr penulusurannya mbah,
di depok terkenal dg kesenian gong si bolong (gong yg tengahnya bolong tapi berbunyi sangat nyaring)
kurun waktu ditemukannya pada abad 16...kesenian wayang golek konon katanya sudah ada waktu itu
yg katanya disebarkan oleh seorang Syeh di daerah Bogor


nais inpoh mbah beer:
keknya pas waktu itu wayang golek masih sederhana kali yak D
angel.wijaya - 07/11/2011 06:46 PM
#43

Quote:
Original Posted By ButoGalak
nais inpoh mbah beer:
keknya pas waktu itu wayang golek masih sederhana kali yak D


mgkn mbah...atau mgkn juga malah lebih bagus dari yg ada skrg Peace:
balaprabu - 08/11/2011 12:31 AM
#44

Quote:
Original Posted By angel.wijaya
mgkn mbah...atau mgkn juga malah lebih bagus dari yg ada skrg Peace:


maaf lom balas sms kemaren kang hehehe shakehand
lanjut lg kang, masalah terjemahan kalo emnag sudah sreg baru nerjemahin kang, kalo emang dirasa belom sreg karena sakit atau apa maka bisa ditunda dulu \)
abdiredja - 08/11/2011 06:20 AM
#45

maaf kang, kalau wayang golek ada pakemnya ga? soalnya makin banyak tayangan wayang golek yang pake bahasa sunda amburadul. nuhun.
angel.wijaya - 08/11/2011 06:52 AM
#46

Quote:
Original Posted By balaprabu
maaf lom balas sms kemaren kang hehehe shakehand
lanjut lg kang, masalah terjemahan kalo emnag sudah sreg baru nerjemahin kang, kalo emang dirasa belom sreg karena sakit atau apa maka bisa ditunda dulu \)


iya kang....mudah2an besok sudah pulih nih D
baru sd halaman 4...basa sundanya byk yg sudah tdk digunakan sehari2 euy Peace:

Quote:
Original Posted By abdiredja
maaf kang, kalau wayang golek ada pakemnya ga?

soalnya makin banyak tayangan wayang golek yang pake bahasa sunda amburadul. nuhun.


dalang sekarang lebih banyak menampilkan lakon karangan yg benar2 baru kang hammer:

kalo soal bahasa, yg dimaksud gmn nih kang
angel.wijaya - 08/11/2011 09:52 AM
#47

translate halaman 2
mohon maaf atas kekurangannya dlm mentranslate ini

Pupuh Mijil
Sayidina Hamjah memarahi Umar Maya,iapun lalu mengusirnya. Umar Maya merasa kaget, tak terkecuali yg lainnya
ia berusaha menyadarkan sayidina hamjah, bahwa ini adalah kehendak Yang Maha Agung, dan iapun menyampaikan keinginannya untuk mendapatkan kembali pedang tsb.
tetapi Amir Hamjah merasa tambah pusing dgn hal tsb, dan kembali membentak Umar Maya agar bisa mendapatkan pedang tsb bagaimanapun caranya, Umar Maya merasa sedih bukan kepalang, Para Raja yg hadirpun tak berani berucap apapun.

pupuh asmarandana
Umar Maya lantas pamit pulang,para raja, Umar Mahdi dan semua yg ada merasa sedih dg yg menimpanya, iapun berkata "akang semua sampai jumpa, mudah2an berjumpa lagi tetapi utk saat ini do'akan smoga selamat dan berhasil dalam tugas" Umar Mayapun berangkat.
Umar Mahdi bersedih spt ditinggal mati oleh Umar Maya,ia menangisinya, skrg tak ada lagi yg bisa menemaninya dan yg sebanding dgnya, "adikku akan sengsara tentunya" pikirnya
Umar Maya tiba dirumahnya, Nyi Bastari mendekatinya sambil memberi salam, Umar Maya berkata "duh, istriku kakang ingin bertanya"
"kemana Umar Sahid & Umar Sahad?", kakang sedang mendapat murka dari adik Baginda Hamjah, aku sedih dan berencana akan pergi.
menceritakan kemarahan Sayidina Hamjah
Nyi Bastari sedih dan ingin ikut dg Umar Maya walau harus matipun
Umar Maya memerintahkan agar istri dan anaknya utk segera bersiap
merekapun berangkat mengikuti langkah kaki, tanpa tujuan
malam, pagi, hujan angin, kehujanan, kepanasan, siang malam tak peduli mereka tetap berjalan, tentunya kurang makan, kurang tidur, tetapi mereka ikhlas berjalan tak terasa sudah 10 hari pergi dari Mekah
segala rintangan tetapi mereka tak pedulikannya
Umar Maya membuat sawung kecil utk mereka beristirahat.
hewan hewan tak ada yg berani mengusik mereka.
tiba2 Umar Sahad & Umar Sahid menangis karena lapar, bekal mereka telah habis diperjalanan
Nyi Bastari meminta izin utk mencari makanan bagi anak2nya, kedesa terdekat yg mungkin ada.

Pupuh Kinanti
Nyi Bastari tiba disebuah desa, tetapi tak ada seorangpun disana
iapun berjalan jauh, mendekati lisung/bangunan spt perahu/perahu,
akhirnya iapun menemukan lisung tsb, atas ijin Allah lisung tsb berjalan,hingga tak terasa ia mengikutinya hingga waktu magrib.
setelah berhasil mendekati lisung tsb, ia tak menjumpai seorangpun disana, karena saking lelahnya tak sadar iapun tertidur hingga subuh menjelang.

diceritakan ada sebuah kapal yg sedang berlabuh, nahkoda melihat lisung tsb lalu menaiki sampan utk mendekatinya.
ia kaget begitu melihat ada seorang wanita yg sangat cantik,iapun bertanya siapa & darimana asal wanita tsb.
Nyi Bastari menceritakan ttg dirinya yg menyatakan bahwa ia seorang musafir yg tersesat, sang nahkoda berpikir ingin mengajak wanita itu ke negrinya dan diperkenalkan pada rajanya.
lalu di ajaklah Nyi Bastari kekapal yg dinahkodainya,akhirnya berangkatlah kapal tsb ke negri Ayaban.
sementara itu dinegri ayaban sang raja sedang bercengkrama dg para bawahannya
unforgot - 08/11/2011 10:05 AM
#48

mantabs nih...
smoga kesenian budaya wayang golek terus hidup ilovekaskus
angel.wijaya - 08/11/2011 10:32 AM
#49

halaman 3

pupuh Sinom
kaget sang raja begitu melihat nahkoda & putri yg bersamanya, ia berpikir tentunya ini adalah seorang permaisuri.
nahkoda menghaturkan sembah, dan iapun berkata keinginannya menyerahkan sang putri kepada raja,
Sang Raja gembira bukan main, iapun bangkit dari kursinya dan berterima kasih pada nahkoda, ia rupanya ketarik asmara oleh kecantikan Dewi Bastari.
sang nahkodapun pamit, sementara dewi bastari merasa sedih sambil berpikir keras.
ketika sang raja menanyakan asal usul sang dewi,
ucap sang dewi "saya turunan dari patih madai, tetapi saya hanyalah seorang miskin, setelah kedua orang tua saya meninggal, tinggal di sebuah dusun dan saya seorang muslim"
jika bermaksud menikahinya haruslah melewati masa idahnya dahulu, sang raja menanyakan berapa lama masa tsb, dijawab sang dewi 2 tahun.
Rajapun menyanggupinya, ia memerintahkan pada emban agar melayani sang dewi dg sebaik2nya.
lalu keputrennya dijaga oleh para prajurit.

dilain tempat Umar Sahad yg menangis, berusaha dibujuk oleh Umar Maya tetapi hal itu malah membuat tangisnya menjadi.
iapun memikirkan istrinya yg belum juga kembali mencari makanan bagi anak2nya.
lalu ia mengajak kedua anaknya menyusul ibu mereka, sambil menelusuri bekas jejak istrinya, hingga ke tepi pantai.
iapun berpikir bahwa istrinya telah pergi menyebrangi lautan yg ada dihadapannya.

Pupuh Gambuh
Umar Maya spt orang lupa diri karena sangat khawatir pada istrinya, iapun tak sadar turun keair, dengan kedua anaknya,
tak terasa semakin lama semakin dalam, iapun tak sadar kedua anaknya tenggelam,sebab air sudah mencapai lehernya.
Umar Sahad & Umar Sahid tiba2 direbut oleh seekor buaya putih, sementara Umar Maya terombang ambing terbawa arus ombak.

diceritakan kembali negeri ayaban,hiduplah seorang laki2 bernama Aki Jala, ia bermimpi yg sangat aneh tetapi jelas sekali
angel.wijaya - 08/11/2011 10:53 AM
#50

Halaman 4
Pupuh Dangdanggula & wirangrong

Aki Jala menceritakan mimpinya pada istrinya, bahwa ia bermimpi langit akan runtuh,dan berpikir bahwa akan ada peristiwa besar yg akan menimpa negrinya.
setelah saling bertukar pendapat, ia menyampaikan keinginannya utk mengirim ikan sebagai tanda bakti pada rajanya, hal ini menurutnya telah lama tidak dilakukannya.
lalu istrinya menyiapkan bekal utk mencari ikan yg akan dipersembahkan suaminya, setelah itu mereka berjalan ke pantai utk mencari ikan tsb, tetapi apa mau dikata hingga beberapa lama waktu berselang ia tak mendapatkan hasil.
akhirnya ia mendapatkan sesuatu, tetapi rupanya yg didapat seorang anak.
mereka berdua sangat gembira melihat anak tsb, ia berkeinginan agar anak tsb diberikan pada rajanya.
lalu menghadaplah mereka ke hadapan sang raja.
ketika dewi bastari melihat kedua anak tsb, kagetlah ia.
karena takut anaknya akan dibunuh oleh raja, iapun berpura2 tak mengenalnya.
lalu ia menanyakan pada Aki & nini Jala ttg anak tsb.
sang raja dibujuk oleh dewi agar meminta anak tsb, lalu aki & nini jala diberi imbalan atas pertukaran anak tsb.
diceritakan kedua anak tsb diambil oleh sang dewi, diberi pakaian yg pantas.
setelah saling berpelukan dan menangis, ia menanyakan ttg nasib Umar Maya suaminya.
kedua anaknya menceritakan kejadian yg menimpa mereka, dan tidak mengetahui dimana sang ayah berada.
angel.wijaya - 08/11/2011 10:58 AM
#51

Halaman 9
Pupuh Pucung

1. Menak anyar nimbalan ka para ratu
geura pada sadia
serdadu sing kumpul kabeh
jeung pakakas parabot perang sadia

2. Para raja jeung balad geus pada kumpul
jeung dipalabuhan
urang isukan indit tèh
kapal-kapal nu bocor kudu tambalan

3. Reujeung bekel sing walatra seredadu
upeti bakian
nu jadi patih geus leos
sanggeus tutas timbalan ti menak anyar

4. Seug ditabeuh tatambur bende geus ngungkung
kumpul wadia balad
diatur enggeus ngaberes
pakarangna geus cakep kabeh sadia

5. Ieung dipasang serdadu di alun-alun
latandeur ajidan
ku medan leknan jeung obos
wantu-wantu balad dalapan nagari

6. Menak anyar nganggo-nganggo enggeus putus
bari mecak kuda-kuda
dirarangkenan sarae
dingaranan kudana Kunkulisahat

7. Mancal kuda Jayeng Rana bari mundur
kasang ditepakan
menta ngapung jimat ending
geus dikobul kuda ngapung ngawang-ngawang

8. Hanteu beda cara kuda sekardieu
lucu pisan kuda
kuda kaasih ku ending
talapokna jiga waja sekar wijak

9. Kacaturkeun di palabuan geus kumpul
kapal geus sadia
di lautan geus ngaberes
kapalna tèh diwarna-warna rupana

10.Anu hejo anu bodas anu ungu
aya nu kasumba
anu hideung anu koneng
hiji layer rupana jiga bendera

11.Anu bade kapal Kangjeng Jayeng Satru
parwatna kapal
geus pada sadia kabeh
jiga matros kakasih tuan nangkoda

12.Enggeus kumpul reup peuting kocap geus isuk
jayeng Rana anyar
jeung balad sadia kabeh
menak anyar dipajengana ku Tunggara

13.Dingaranan eta pajeng Tunggul Sayu
ngaguruh tanjina
sareu genta geus gandeng
kocap budal sadaya ka palabuhan

14.Enggeus ngancik sadayana seredadu
enggeus kana kapal
layarna enggeus dibeber
labu jangkar geus dijungjung kamudina

15.Diputerkeun kalasih sengek ngadayung
jengkar sadayana
kapal majuna ngarendeng
tinggeledug mariemna dibarengan

16.Enggeus nyemprung kapal majuna ka payun
kawas kuda congkang
empul-empulan ngarendeng
reujeung warna tatabeuhan disarada

17.Sorana tengah laut enggeus ngaguruh
badingdong jeung penca
torotot tarompet beger
tingnaringning gamelan goong biola

18.Sora suling ditembalan ku kedemung
ngaheong sorana
matak kelar nu ngareungeu teh
ditembalan tinggeleger sora lambak

19.Calung gambang kacapi enggeus ngaguruh
reog kendang penca
jeledor sora tanjidor
bereleng tambur geleger sora lambak

20. Enggeus jauh ti palabuhan kapungkur
sareng di lautan
tingkeretip layarna tèh
matak kelar katingan ti kaanggangan

21. Kacaturkeun lamina di tengah laut
sadaya para raja
sabulan reujeung sapoe
lalampahan eta ti nagri Ayaban

22. Kapal gancang keur meujeuhna angina timur
kapal empul-empulan
kawas kuda congkang bae
tingharieng sora tatabeuhan

23. Ki nangkoda awas nyemprungkeuna ka payun
palabuhan geus ktingal
urang gancangkeun carios
sadayana geus sumping ka palabuan

Pupuh Balakbak

1. Kacaturkeun menak seug nimbalan
tigedeng
Patih Maktal ayeuna wadia balad
kumendam leknan jeung sersan
masing tata sakabeh

2. Wadia balad ulah rusuh masing tata
sing antare
Maktal anyar cedok nyembah sanggeus tutas
timbalan tèh
geus sumping gancang nimbalan
ka sadayana Maktal the

3. Ayeuna the sadaya wadia balad
sakabeh
Patih Maktal seug natakeun
wadia balad sakabeh

4. Pada manggul bedil tumbak panali pedang
disoren
balad-balad sadayana taya pisan
nu leutik hate
enggeus tata kunendangna
ajidan liknan muntereh

5. Banderana geus dipasang tengah medan
ngelebet
tatabeuhan geus tata kedan Maktal
ngaberes
tatabeuhan disarada
lalaunan teu garandeng

6. Sabab eukeur tatabeuhan mararimbang
arael
les ka kulon les ka wetan kaabeh balad
nu ngaler
nu sawareh keur manyanyi
balad kabeh nyalangkere

7. Nu sawareh wadia balad gul-gulan
tingranggenek
kudumung tinghareang reujeung tambur
Bereleng
nu sawareh ngajar perang
kapalana the mas kornel

8. Nu diajar Umar Sahad Umar Sahid
saderek
enggeus pinter sadayana na maenna
barareng
silih takis ngajar perang
jeung raina geus malenter

9. Main tumbak main pedang jeung raina
baleger
tingbalies nakis pedang kapalana
bareres
kacaturkeun para raja
ngadeuheusan ngaberes

10.Sadayana sami dina korsi goyang
ngaderes
menak anyar nimbalan ka para raja
sakabeh
ayeuna wadia balad
meningna tata sakabeh

11.Barang raja keur mariksa sadayana
dijayeng
Patih Maktal ngadeuheusan
lagu ladrangna digeser

Pupuh Ladrang

1. Menak anyar bungahna kaliwat saking
nyaur patih nyaur patih
he Maktal enggeus sadia
perjurit nu bade perang tandingan

2. Cedok nyembah Patih Maktal jeung ngalahir
aduh Gustu aduh Gusti
kabeh geus sadia
balad kabeh abdi gamparan sadia

3. Menak anyar nimbalan para bupati
jeung ka mantra jeung ka mantra
mana enggeus keur perang
perjurit ulah dipajukeun perang

4.Moal tahan ka perjurit Puseur Bumi
pada sakti pada sakti
geus pogot bae ka perang
leuwih barani haying pupus di medan

5. Kitu paham kabeh ge perejurit
barani mati barani mati
ari mungguhing di urang
kula water wantu enggeus pada salam

6. Najan puguh oge perejurit
moal hasil moal hasil
ari mungguh para raja
misti pisan sabab wawakil Kaula

7. Itu musuh upama aya kitu deui
kaula nyingkir Kaula nyangking
kula senapati Mekah
perbupati tungkul ngantosan timbalan

8. Kaulanun timbalan Kangjeng Gusti
geus katampi geus katampi
saupami lampah perang
parabotna datang gede lawan gede

9. Datang anyar umujeng kocap ngagikgik
silih takis silih takis
naon bae anu dating
moal nyingkir Abdi lamun taya misah

10.Amir anyar gumujeng kocap ngagikgik
masing apik masing apik
bener pisan eta raja
anu jadi Mar Mahdi sing loyor pisan

11.Ayeuna tèh geura nulis Raden Patih
tujukeun ka Amir tujukeun ka Amir
beakeun dina suratna
aya ti ditu ngurug datang

12.Leuwih pinter nu jadi maktal papatih
gancang nulis gancang nulis
nyeratna payuneun menak
eukeur baris tangtang perang menak Hamjah

13.Ningalian henteu aya bet ras eling
Umar Sahad Umar Sahid
enggal disaur putrana
enggeus sumping menak anyar seug nimbalan

14.Ieu bawa surat ku Maneh Mar Sahid
ka Bagenda Amir ka Bagenda Amir
manehna disalin nya ngaran
masing ginding Jaya Horang Langka Horang

15.Nampi serat Horang nyembah indit
raka rai raka rai
nandang tedak urang Arab
langka Horang eukkeur meujeuhna nonoman

angel.wijaya - 08/11/2011 10:59 AM
#52

Halaman 10
Pupuh Mangkur

1. Jayeng Rana bendu pisan
seug nimbalan ka Maktal nu jadi patih
maktal kumpulkeun serdadu
reujeung parabotna perang
para raja sabaladna kudu kumpul
ulah aya anu tinggal
kabeh kudu pisan ngiring

2. Cedok nyembah Maktal angkat
tabuh goong kabuyutan anggeus nitir
gendang biola geus ngungkung
serdadu pada daratang
anu jauh anu deukeut pada kumpul
kabeh geus pada sadia

3. Raja Maktal tunggang onta
ngaping balad ngiringkeun kabeh perjurit
panganggona lakun paul
nyoren pedang manggul gada
reujeung tumbak aya di buntutn serdadu
ditema ku Raja Kemar
bandera paul ngelewir

4. Aya deui anu nema
kanca Wilis jeung kuraha Umar Mahdi
tunggang kuda sami segut
Umar Mahdi nyoren pedang
nganggo dua nya dibuntut serdadu
narumpak di luhur kuda
panganggona laken kuning

5. Bendera koneng geus pasang
aya deui nu nema Kanacana Bilis
seug pasang reujeung Ki Jebul
pada tumpak kuda bodas
tema deui Tamtanus reujeung Lamtanus
sami tunggang kuda bodas
bandera belang ngelewir

6. Ditema anu nagara
Abdul Kemar Al Kamah jeung Usum deui
ditema Raja Lamdaur
tunggang gajah belang bodas
pajeng hejo mangkutana tundusamsu
panganggona hejo saputan
bandera hejo ngelewir

7. Ditema ku Jayeng Rana
pannganggona menak Sayidina Amir
mangkutana Jayeng Ratu
turunan Nabi Sulaeman
raksukana wasiat ti Nabi Yakub
panah ti Bagenda Ishak
kabeh wasiat ti nabi

8. Kocap jengkar Menak Hamjah
dipajengan ku Tunggara perbawa
tedak Ajroli tekar diu
talapokna waja bodas
panggentos ti Nabi Hidir

9. Ngaguruh sora balad
kuda gajah disada patingjarerit
tanjidor bear ngaguruh
geus ear seja jalan
lir keur pasang sagara banjiran laut
kuda leumpang sisirikan
gegebes ninggang kong bere

10.Bereleng sora tamburna
tingjelengkeng goong biola jeung beri
ear gongseng paying agung
caturkeun wadia balad
sadaya mantra ponggawa tumenggung
pada cakep bedil tumbakna
geus sumping ka tepis wiring

11.Musuh geus adu hareupeun
masangrahan perjurit ti Puseur Bumi
cakep keris serdadu
bandera bareng geus pasang
Sayidina diobeng para tumenggung
pusing Kangjeng Jayeng Rana
miwarang nangtang sakali

12.Raja Kemar anu nangtang
kacaturkeun Amir anyar geus ningali
ka Tunggara enggal nyaur
ki Tunggara geus uninga
kop dicandak ka Tunggara pajeng agung
ear disada gongsengna
diobeng para bupati

13.Geus lagedet kana medan
jalan-jalan menak anyar lengkung ginding
bandera pasang geus nangtung
kacaturkeun urang Arab
pada kaget Amir nyaur ka Lamdaur
na bet aya menak dua
reujeung
urang aya deui

14.Kakaget kabeh urang Mekah
Raja Kemar manggul gada bari pusing
nyoren pedang keur ngabunuh
sumping kana pang perangan
caritana Kemar anyar enggeus jebul
saruana pada Kemar
Kemar Arab ambeu pusing

15.Sami pada ngangge gada
Kemar Arab mariksa kalangkung bengis
saha ieu ngaran Maneh
Kemar anyar ngawalonen
urang mawa deui sampan rusuh
Kemar Arab pusing pisan
nu bukan kombala lagih

16.Abi nunamina Kemar
caritakeun ka musuh Abi nu ngarana Kemar
erek motong kapala maneh
buru sama menak
lamun dapat misti potong kapala lu
Kemar Arab kaget manah
mundur ngulangkeun panggitik

Pupuh Durma

1. Kemar anyar tampanan ku Maneh gada
jebrod lir soara bedil
ditakis ku kepeng waja
Kemar Mekah neunggeul deui
kana dadana
Kemar anyar henteu gimir

2. Nakis pedang Kemar anyar jedak medang
Kemar Mekah kitu deui
buk-bek silih pedang
pedang potong duanana
Kemar anyar nyandak deui
gada diangkat
jebrod Kemar Arab jingjing

3. Miceun gada top tumbak seug silih tumbak
tumbak geus potong deui
surak wadia balad
Kemar sami raja Kemar
tumpangan para bupati
eleh meunangna
pada nahnay anu jurit

4. Pada cape Kemar Arab Kemar anyar
seug dipisah ku Umar Sahdi
bari nyandak gada
dek misah anu keur perang
ka hayadan perang geus sumping
sejadek misah
aya deui Umar Mahdi

5. Nyandak gada arek misah Kemar sobar
Mar Mahdi Mekah ningali
daek medin asa-asa
rupa Aing bet dipenta
he urang mana
awak nyaing jiga kendi

6. Umar Mahdi anyar ngawalonan nyentak
Umar Mahdi ngaran aing
naha Silaing moyokan
silaing ge jiga roda
buyung lain gentong lain
kuya anakna
Umar Mahdi Arab pusing

7. Kajeun teuing Aing jiga kuya raja
Mar Mahdi anyar ngalahir
dewek oge raja
ambek Umar Mahdi Arab
naon nagara Silaing
mun enya raja
Mar Mahdi anyar ngalahir

8. Lamun henteu nyaho maneh jelema goring
ngarana nagri Alkarib
kaget Mar Mahdi Arab
bari ngajungjungkeun gada
ulah lumpat maneh
ditinggang gada
Umar Mahdi anyar nyuralih

9. Umar Mahdi Arab ngambek bek ngagada
Umar Mahdi anyar nakis
ulah ngejat Sia anyar
Mar Mahdi anyar ngajawab
rea omong Sia jurig
buyung ti Mekah
ngagada lain pek deui

10.Ambek pusing ambekan Umar Mahdi Arab
geus jero ngagada deui
kuat Mahdi anyar
digada anggur nonggengan
Umar Mahdi Arab seuri
bet bujur Sia
kawas bieu the dirarik

11.Wadia balad urang surak musuh loba
gumujeng para bupati
hayu batur tumpangan
mana eta anukalah
Mar Mahdi pada Mar Mahdi
gemukna sarua
mana nu eleh dipeuncit

12.Kacaturkeun eta anu eukeur perang
Mar Mahdi Mekah ngalahir
geura males Buyung anyar
Mar Mahdi top gada
Mahdi Arab pusing nakis
jero ngagada
Umar Mahdi Arab munta

13.Kapoekan muih lajeng pupuntiran
raos kadangu Mar Mahdi
rada kapengpeongan
Umar Mahdi anyar senggak
itu Sia Muntir
ngembang dalima
Mahdi Arab eling deui

14.Montong senggak deuleu Aing mah adatna
ari perang sok jeung muntir
kitu perang Mekah mah
Mar Mahdi anyar anyakakak
teu kitu hamo binangkit
ngakal sampean
tarimakeun bae nyeri

15.Coba deui ieu paninggang hiji gada
seug cedak ngagada deui
Umar Mahdi Arab kuat
nakis ku kepeng waja
kawas batu jeung panitih
diadu gada
miceun gada silih keris

16.Silih tewak keris potong gentos pedang
lenguen kiwa silih ciwit
basa nyiwit buk-bek pedang
pedang potong duanana
miceun pedang nyandak deui
sueg silih tumbak
tumbakna geus potong deui

17.Kacarita Tamtanus ningal nu perang
manahna kalangkung ketir
top digentos benderana
nu perang Mar Mahdi misah
tamtanus ngagentos jurit
sadia gada
jol Tamtanus anyar deui

18.Ki Tamtanus Mekah mariksa nu dating
saha ngaran musuh jurit
ngawalon Tamtanus anyar
tamtanus ngaran perjurit
ti nagara Yunan
kabawah ku menak Amir

19.Anu matak dating kana pangperangan
arek ngalawan nu sami
nu sarua jenegana
ulah aya Tanus dua
kaula nu bade ngandi
nagri Andika
Amirna gedek dilindih

20.Ki Tamtanus anyar ngandika nyentak
coba geura pedang Aing
tanus anyar ngangkat gada
jero lir sora kuluktanus Mekah henteu gimir
bukes sumbar
gada teu karana nyeri

21.Geuwat pasang bendera pamisah perang
tanus anyar geuwat nyingkir
muru pasangrahan
disurakan ku Urang Arab
meren tamu Puseur Bumi
sieuneun dibaku jurit

22.Sang Lamdaur ayeuna nu kacarita
Tacan perang geus ngagidir
Seug terap bendera
Gancangna bae geus dijingjing
Niat dek misah
Kana pengperangan sumping

23.Kocap deui lamdaur nyandak gada sewukati
segut srusuguna
lamdaur Mekah geus ningal
ti mena sampean nagri
saha nya ngaran
lamdaur anyar ngalahir

24.Kaula tèh Lamdaur nya ngaran raja
nagri Kula ti Surandik
ngiring menak Hamjah
dek ngalindih Nagri Mekah
malah Sampean ge misti
mun teu taluk mah
geus tangtu direbut nagri

25.Sang Lmdaur ambek ngajungjungkeun gada
jebrod lir sora bedil
sang Lamdaur anyar
nadahan ku kepeng waja
diadu gada
sorak owarperejurit

26.Sang Lamdaur ambek plak ngagada
lamdaur Mekah teu gimir
sang Maktal nu misah
seug digentos banderana
nu perang geus pada nyingkir
maktal nu misah
kocap Raja Maktal deui

27.Nyoren pedang Sang Maktal bari ngandika
saha ieu musuh jurit
jeung saha nya ngaran
raja Maktal anyar nyentak
maktal nu nelah kakasih
seja dek perang
rek misah tukeur jurit

28.Raja Maktal Mekah ambek jedak medang
Maktal anyar nu bengis
sia garang pisan
hayu silih pedang awak
sami gegeden barani
sarua Maktal
silih tumbak silih keri

29.Kacaturkeun geus burit waktu harita
bandera digentos deui
yen ngarewa perang
anu perang pada misah
waktu kasambut ku wengi
geus pada bubar
pada samaran piker
angel.wijaya - 08/11/2011 11:01 AM
#53

Halaman 11
Pupuh Asmarandana

1. Musuh lawan sami nyingkir
pada kana pasangrahan
baladna menak titiron
geus pada bararangtung
ari sadaya para raja
gumujeng kocap ngaguruh
sadayana pada suka

2. Sultan anyar tunda deui
nyarioskeun Menak Mekah
jeung para raja sakabeh
sadaya di pasangrahan
ngaberes payuneun menak
Sayidina Hamjah nyaur
kumaha petana urang

3. Perkara lampah ngajurit
teu puguh eleh meunangna
ngan owar surakna bae
Umar Mahdi unjuk sembah
kulanun Tuan Sultan
lampah perang hanteu puguh
jol Kemar dilawan Kemar

4. Datang abdi rupa abdi
maktal dilawan ku Maktal
jisim abdi asa…..
upanten ngeuteung na kaca
pahili abdi keur perang
lamdaur lawan Lamdaur
tamtanus dilawan Yunan

5. Langkung ayud jisim abdi
na bet Arab aya dua
abdi lalampahan kabeh
asa perang heueureuyan
pabaur suka jeung duka
sadaya geus kenging maju
abdi tuan para raja

6. Sinareng isukan deui
tangtos kitu baya perang
mangga tingal ku Sang Kantong
saupami mindo perang
sareng abdi para raja
sadaya geus kenging puguh
amengan kari gamparan

7. Geura mangga Kangjeng Gusti
petana di pangperangan
sinareng ngarana ge
jol Lamdaur pok ti Salan
jol Maktal ngaku ti Halab
jol Tamtanus Yunan kitu
gagahna ge henteu beda

8. Puji abdi tikal kari
jeung Sutan ngadangu warta
langkung ngeri matakna the
bendu Sayidina Hamjah
he sadaya para raja
kula isuk tangtu maju
rek ngalawan menak anyar

9. Pasti kersaning Yang Widi
aya sayidina dua
isuk sing sadia kabeh
pukul genep misti pasang
bandera beureum patangtang
pek tanggap ku para ratu
kula dina isukan

10.Urang bujengkeun perkawis
kacarios ku isukan
para raja kumpul kabeh
menak Hamjah miwarangan
ka gendak pun Kanca Iros
rarangkenan Sekar Diu
kanca Iros cedok nyembah

11.Angkat gancang langkung gesik
ekar Diu digupayan
kuda nyampeurkeun geus nyaho
wantu tedak Sekar Wajik
ibuna jin Bangbuta
talapokna waja ngempur
tapi lain ti kodrat

12.Paparin ti Nabi Hidir
tatkala nyepak bagana dijebel ku buta ranes
nya ku Nabi digentos
talapok Sekar Wajik
asihan ka Jayeng Satru
gancangna geua dangdan

13.Tuluy ngadeuheusan Amir
sekar Diu ditingalan
eta ku Jayeng Palunggan
ènggal nganggo Menak Hamjah
panganggo kabeh wasiat
mangkutana Jayeng Satru
nya ti Nabi Suleman

14.Panah Kangjeng Jayeng Patih
wasiat ti Nabi Musa
gadana Jayeng Palunggan
wasiat Bagenda Ishak
ènggeus nitih Sekar Wajik
diobeng ku para ratu
ear Tunggara majengan

15.Gentana sarebu siki
ènggeus angkat Jayeng Rana para raja budal kabeh
geus sumping ka pangperangan
barabat pasang bendera
soara beri geus ngungkung
bereleng tambur panangtang

16.Sigeug Sayidina Amir
kocapkeun bagenda anyar
ningali Jayeng Palenggahan
atos kana pangperangan
ènggal nganggo menak anyar
sekar Diu geus dipayun
tunggara anu majengan

17.Para ponggawa geus nguping
Amir anyar nitih kuda
tamburna geus ngabereleng
geus angkat ka pangperangan
kudana adea gancang
amir anyar seug ngadawuh
ngaharewos ka para raja

18.Heh kabeh para bupati
sing awas ku urang Arab
èngke dina perang rame
menak Arab mah sok patak
cocokan cepil sadaya
di mana Kula dijungjung
di dinya kudu niatna

19.Kudu carocokan cepil
para raja haturan sumangga
gancang angkat deui bae
anggeus sumping kana meda
sekar anyar malang-malang
Sayidina Hamjah bendu
ningali ka menak anyar

20.Urang Arab pada seuri
musuh geus adepan
menak anyar imut bae
bendu ari menak Mekah
ningali kuda sarua
Sayidina nyar nyaur
montong bendu Menak Hamjah

21.Da geus takdiring Yang Widi
mendak musuh pada Hamjah
anggur sujud sukur bae
Hamjah the keresa saha
ulah bendu aya Hamjah
da ieu Aing ge mashur
semu ambung kaungkulan

22.Lamun kitu menak gimir
bohong menak kurang sabar
teu sabar tau ka hancer
misti aya nu magahan
ka Maneh the Jayeng Rana
jig ayeuna Hamjah hayu
perang silih pegat nyawa

Pupuh Magatru

1. Menak Arab benduna kaliwat langkung
montong ngawurukan teuing
da Aing the moal mindur
reujeung lain budak leutik
sia tèh bet olo-olo

2. Amir anyar pusingna kaliwat langkung
montong ngomong Jayeng Pati
eta gada geura jungjung
ku Kami pasang takis
enggalna Jayeng Palunggon

3. Menak Arab ngajungjungkeun gada sewu
amir anyar pasang takis
jebrod soara ngajegur
kuat Amir anyar nakis
kudana teu regrog-regrog

4. Menak anyar ngajungjungkeun gada sewu
menak Hamjah kurang tarik
menak Arab enggal nyaur
ukuran kmi saketi
geura dok males paneggor

5. Amir anyar ngajungjungkeun gada sewu
Jebrod liar soara bedil
Menak Arab kuat teguh
Pun Sekar Diu ngajerit
Tina angotna paunggas

6. Paris waja bijil seuneuna ngagedur
diadu waja jeung waja
bareng perang seuneu hurung
gada diangkatkeun deui
ka Menak Arab geus jebrod

7. Tiap gedeg Jayeng Rana hanteu rubuh
pun Sekar Diu ngajerit
sekar Diu anyar ngamuk
nyepak ka Bagenda Amir
ka Sekar Arab jeung tonjok

8. Sekar Diu Arab ambekeun kalangkung
nyepak sinapakeun deui
silih tonjok pada suku
sekar Diu Arab harti
nyogot dibales ku nyogot

9. Pada Amir nu tunggal deui nya kitu
miceun gada maut keris
silih tewek silih seduk
Amir pada nama Amir
kerisna pada parotong

10.Kuda cape eureun tina perang puput
sekar Diu pada nyingkir
Amir dua pada lungsur
ènggeus pada ngambah bumi
kuda misah cinglaleos

11.Sekar Diu Sekar Wajik pada mundur
menak anyar menah dihin
pada matek pedang maju
menak Arab seug ningali
ka pedang musuh moncorong

12.Menak Arab nyaur salebeting kalbu
na bet jiga pedang Aing
tetela tamiang jamrut
parandene matak deui
buk-bek pada silih tarok

13.Pedang menak Arab sakali ge rampung
disabet ku menak deui
gentos pedang sami maju
top kulibek silih kuli
tumbakna deui parotong

14.Ngaharuleng geus cape pada ngahanjur
menak anyar seug ngalahir
kari naon Jayeng Satru
panasaran perang jurit
menak dihin tèh ngawalon

15.Ayeuna mah kari urang silih jungjung
menak anyar sanggup wani
kahayang oge dijungjung
ari rek nimbang ka kami
kapungkur geus mere wartos

Pupuh Pangkur

1.Enggal mungkur Amir anyar
dikiceupan baladna para bupati
cepilna dicarocokan
geus sadia Amir anyar kebat nyaur
coba menak geura angkat
lagia jungjung nyalira

2.Bagenda Hamjah ngandika
henteu watek miheulaan sok pandeuri
menak anyar dangdan rusuh
menak Mekah geus dicandak
seug diangkat teu kaindit anggur hitut
urang Arab pada suka
geus ngagugun meunang gesit

3. Amir anyar hanteu kuat
geura males Menak Arab kami sisip
Sayidina Hamjah mungkur
elingan ka para raja
urang Arab kuda gajahna ditutup
kulapuk sapeureup sewang
para raja kumalangkuning

4. Mungguh balad menak anyar
geus titadi nyarocokananan cepil
ngan baladna seredadu
anu teu pada uninga
reujeung kuda gajahna hanteu ditutup
menak Arab enggal nyandak
kana angkang Amir deui

5. Kek dijungjung Amir anyar
bari petak dengek Sayidina Amir
guludug lir gelap sewu
balad menak anyar rubuh
kuda gajah katepak birat kalabur
nu di pondok pada gempar
rubuh kalongser lir mati

6. Kocap deui menak anyar
geus bagoeng kawas undur muih muntir
tapi teu gimir sarambut
dibantingkeun Amir anyar
satakerna kana lemah anggur nangtang
hanteu kukus-kukus acan
hayang deui menak Amir

7. Gera tingali henteu rusak
tarda lumpat lalaki memang jurit
ulah cicing gera bunuh
ulah lila-lila teuing
enak sayah diatas jeung diuk
kalau ambil lagih sayah
tambah deui nuhun

8. Ngaduruk Bagenda Hamjah
enggeus seep kajayaan Amir
nu geus dianggo kapungkur
langkung saratus nagara
ngan kupetak Hamjah nyaur jero kalbu
bubunden kaulang bodea
ngaduruk kumembang nangis
rakyat bergitar - 08/11/2011 11:15 AM
#54

mantap, wayang golek..
dulu uka bela2in begadang buat nonton wayang golek... iloveindonesias
angel.wijaya - 08/11/2011 11:18 AM
#55

Halaman 12
Pupuh Gambuh

1. Jayeng Rana nyurucud cisoca nangis
eling ka Mar Maya
palangsiang anggeus mati
Kakang-kakang Umar

2. Tuang rai ieu perang anggeus sisip
mun aya kakang mah
moal kieu teuing tuang rai
perang geus beak wirasat

3. Panungtungan ayeuna ieu kang rai
dina pangperangan
antosan diri kang rai
nundung kalepasan pisan

4. Amir anyar imut sajeroning galih
ningal Jayeng Rana
nangis dina medan jurit
seug ditaros menak Hamjah

5. Naha Hamjah Sampean perang bet nangis
kawas kanyenyerian
geura hayu indit deui
beakeun jajaten Hamjah

6. Sampai nyetah ngereh saratu nagara
Mahur Amir Hamjah
cing ayeuna perang jurit
hayu urang ngawang-ngawang

7. Amir Hamjah kabejakeun mashur sakti
gagah perkasa
kaan mutakeun pandeuri
dek di mana bae Hamjah

8. Awak Kula moal mundur moal nyingkir
hayu lempang Hamjah
ayeuna ulah curik
ulah cicing lila teuing

9. Menak Arab ngawalonan bari nangis
sayidina anyar
menta eureun Kula jurit
lain Kula sabab kalah

10.Saperkara inget ka dulur ku nyeri
kitu karasana
katinggal ku jalma hiji
mun aya dulur Kula mah

11.Menak Hamjah seug naros anu sayakti
lalampahan perang
kapungkur keur maju jurit
sabaraha lami perang

12.Meureun mendak memeh anu tanding jurit
nu geus kalampahan
menak anyar seug ngalahir
satahun geus kenging perang

13.Menak Arab enggal ngawalon deui
mungguh Kaula ma
satengah bulan panglami
eukeur waktu aya kakang

14.Amir ka nu nangis seug ngalahir
Sayidina Hamjah
ulah lila eureun jurit
perang katungkul bicara

15.Coba eta gada geura jungjungkeun
beekeun wirasat
kari gelut hayu Amir
ku ulah lila-lila

16.Menak Arab peteng manah liwat saking
èngke menak anyar
ku Kul eukeur mikir
Kang Umar tèh leuwih ihlas

17.Hanteu mulang ka rai di Puseur Bumi
pundung tèh bet lila
menak anyar kenging galih
mariksa deui ka Hamjah

18.Menak Hamjah saha anu dipieling
jeung saha namana
hayang nguping masing sidik
seug nyaur sang raja Mekah

19.Kakasihna Umar Maya senapati
Kakang Tasik Waja
mana-mana raja sakti
lamun ku kakang sok cambal

20.Menak anyar muncereng bari jeung bengis
lalampahan tea
rasa tèh Aing lalaki
ceuk jawa sumegeng tea

21.Rasa maneh aing pamuk reujeung sakti
ambung kaungkulan
maneh the kadua leutik
rasa kapiharepanana

22.Euweuh pisan manah kitu tèh bet lali
boro jadi raja
kurang tata nyieun surti
boga jago dikeritan

23.Ngurus tunjung hanteu sabalikna piker
teu era ku balad
kaduhung sok pandeuri
heg bae curik lir budak

24.Kacaturkeun para raja nu ningali
balad menak Hamjah
gundem para bupati
naha itu menak urang

25.Palangsiang itu taluk kangjeng gusti
kaget para raja
nu sawareh segruk nangis
alon-alon menak kalah

26.Mun tetela itu taluk kangjeng gusti
dimenakan anyar
kaula mah moal nyingkir
wiwirang alam dunya

Pupuh Wirangrong

1. Gundem para bupati
Raja Umar Mahdi walon
heueuh piker tingraranjung
kareeung teuing nya piker
urang tèh kieu rasana
katinggal ku Umar Maya

2. Menak tèh boga teuing
sok reueus jadi sang kantong
rasa ka Mar Maya nu pundung
bener saur Umar Mahdi
katingal ku Umar Maya
menak perangna bet kalah

3. Mindo nyaur Umar Mahdi
isuk mah anggur ngakos
arek nyusul anu pundung
matak teu baretah teuing
jeung Mar Maya geus teu aya
perang ogè geuning èleh

4. Ngawalon raja Surandik
upama menak kaboyong
dek ngiring bae sumujud
kaula mah moal nyingkir
ngiring disiksa hanteuna
ku perebu menak anyar

5. Raja Maktal seug ngalahir
barina para sang kantong
tacan puguh daun waluh
ulah waka sasar galih
da meureun geus aya hakna
nandakeun yen menak kalah

6. Anggur urang muji-muji
menak tèh ulah kaboyong
lain nganahan kitu
menak waktu ukur jaya
sing awas kula sadaya

7. Para raja kabeh nangis
Gancangkeun ieu carios
Kocapkeun nu perang puput
Amir anyar seug ngalahir
Kumaha ayeuna perang
Kawas kanu kaedanan

8. Menak Hamjah seug ngalahir
yaktos pisan hanteu bohong
kieu katinggal ku dulur
bet jadi nalangsa diri
Kang Umar taya hartosna
kinanti gentos laguna

Pupuh Kinanti

1. Amir anyar sengel imut
ngagoda menak keur nangis
ending jalu ka salin rupa
janggelekan Mar Maya deui
heuyheuy-heuyheuy gumujengna deui
ngembang kadu Jayeng pati

2. Olohok bari manyu
manahna reuwas nu ngimpi
geus lami seug ngarontokan
ngarangkul bari nangis
kakang-kakang Umar Maya
kasulap langkah kang rai

3. Umar Maya gesik nyaur
aduh rai Jayeng Pati
muga tawakup ka rai
engkang baktos kalepatan
urut ngewa ka kang rai

4. Ti luhur sausap rambut
ti handap sadampal galih
urut teu sae pun kakang
dohir ka salira rai
batinna ka Gusti Alloh
nu murba bumi langit

5. Bungah nyaur Jayeng Satru
nun rai nya kitu deui
nya gede pisan ririwan
ngaturkeun pertobat rai
lahir ka salira rai
batin ka Alloh ka nabi

6. Tung rai katalanjur
katingal ku Kakang ngerik
hanteu nyana pisan Kakang
ngadoja ka tuang rai
rai banget bungah manah
lir hareudang mendak cai

7. Umar Maya ngadawuh
aduh Rai Jayeng pati
berkah Kakang nya ngumbara
meunang dalapan nagara
sinarengan pedang Kamkam
ku Kakang enggeus kacangking

8. Rawuh nyondong ka Sang kumpul
ayeuna tèh ieu rai
Kakang tèh nyanggakeun pedang
cedok nyembah Jayeng Pati
nampi pedang ti Mar Maya
Umar Maya nyembah deui

9. Jayeng Rana geus miunjuk
Kang itu para bupati
naha sategesna aya
eta tèh sangarat ngaroh
Umar Maya geus ngalahir

10.Aduh rai Jayeng Satru
Sumerangna eta lain
Ari para raja enya
Anu dalapan nagara
Ari gedena Ayaban
Nu maling pedang ti rai

11.Jadi keur Kakang kasusul
dongkap ka perang ngajurit
para raja kabeh islam
sakur nu kapukul jurit
mitulung Alloh ta’ala
nya dirupa salin sami

12.Coba Rai Jayeng Satru
matak ulah tarik peuting
ènggal Kangjeng Sayidina
Umar Maya nungkup cepil
mugi pulang ka asal
ngekos petak Bagenda Amir

13.Sorana gumuludug
beres rebah para bupati
jeung sakabeh balad Mekah
pada kalenger lir mati
geus lila pada garugah
pada ningali ka gusti

14.Naha mana menak rusuh
matak teu ngaleler warti
kacaturkeun balad anyar
kabeh kelenger lir mati
teu lila pada grugah
rupana geus salin deui

15.Lamdaur jadi Widarun
Mahdi jadi Sela Waji
horang jadi Umar Sahad
Ki Langka jadi Mar Mahdi
tunggara Wejesi taya
kemar jadi Raja Korib

16.Geus jadi rupa kapungkur
Mar Pinjung jadi Bastari
kabeh geus salin rupana
sawareh cara tadi deui
keur sina nyaur ka baturna
na bet urang salin deui

17.Sanggeus disada guludug
poles urang jadi leungit
leres ieu kabeh pisan
bareng ningal nu keur jurit
itu geuning Kangjeng Raja
geus salin rupina deui

18.Mangsa borong Kangjeng Ratu
enggeus palay tepang sidik
sinigeug balad Mar Maya
kocap balad menak Amir
ningal nu keur perang
Umar Mahdi raos ngimpi

19.Euleuh bet Mar Maya itu
lalumpatan perbupati
paingan teuing nu nyamar
geus tepang marunjung sami
suka manah para raja
jeung Mar Maya tepang deui

20.Mar Mahdi tabe jeung nyaur
Kang Patih bagea sumping
hanteu nyana bobodoan
kaduhung henteu titadi
meureun cekek sing bedas
Mar Maya gumujeng lahir

21.Kadongdora Sia jemlung
kokotak ari geus bukti
tadi mah kapengpeongan
Mar Mahdingagakgak seuri
sara tèh ngamoskeun Kakang
basa kuring rada muntir

22.Puguh kuring rada cadu
Diteunggeul nya puhu pingping
Sinigeug anu guneman
Kocap para raja sumping
Marunjung ka Umar Maya
Para raja gumujeng sami

23.Geus munjung ti menak tuluy
munjung ka para bupati
nu ngamal Maktal ka Maktal
anu ngamal Umar Mahdi
ka Umar Mahdi munjungan
silaturohmi jeung seuri

24.Nu ngamal eta Lamdaur
ka Lamdaur munjung deui
sadayana para raja
balad kabeh jadi hiji
pabaur jeung balad Mekah
sareng Mar Sahad Mar Sahid

25.Barang kabeh geus karumpul
sinareng Dewi Bastari
jeung parameswari raja
Amir Hmjah seug ngalahir
mangga atuh Kakang Umar
ayeuna tèh urang mulih

26.Gancang hikayat nu nyatur
jeung sadaya perejurit
menak Hamjah nitip kuda
sekar Diu malang nyirig
sekar Diu Mar Maya mah
jadi kuda bodas deui

27.Jadi soteh Sekar Diu
Eta keur asalna tadi
Disimbutan ku kasasang
Ayeuna geus henteu jadi
Sabab kasangna dicandak
Ku Umar dianggo deui

28.Enggeus budal seredadu
perbupati pada ngiring
sadaya tarunggang kuda
warta-warta kuda nyirig
tangkuraan parabot barang
katuang warna-warni

29.Kocap aya hiji ratu
jenengan Umar Mahdi
teu amprok jeung para raja
jeung katuangan pandeuri
jeung Bastari gok pacepeng
bagea Aceuk Bastari

30.Abong enya anu pundung
henteu inget bari ngopi
Bastari imut ngandika
euh kumaha atuh Adi
ku adi lain teu welas
sing wayahna bae Adi

31.Aceuk tèh bela tumutur
da salaki eukeur gerik
aceuk the milu wayahna
tina bela ka salaki
pasti kersana pangeran
jeung Adi pinganggih deui

32.Mar Sahad Mar Sahid matur
haturan Pamana Mar Mahdi
Umar Mahdi kaget manah
ningal Mar Sahad Mar Sahid
ambeu kutan tèh si Ujang
ka Paman kawas geus aling

33.Kacaturkeun seredadu
ngaleut ngeungkeuy pada mulih
Aarasup raja geus caralik
ngaberes jero pamengkang
nu ti pada geus bijil
prabuanom - 08/11/2011 01:52 PM
#56

wuih seru juga ternyata kisahnya umar maya ini kang angel thumbup:
Suami_Yang_Baik - 08/11/2011 04:16 PM
#57

Sayang banget skr dah jarang ada di tipi nasional, padahal seperti ini yang perlu diperhatikan dan dilestarikan.
iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
angel.wijaya - 08/11/2011 06:07 PM
#58

Quote:
Original Posted By prabuanom
wuih seru juga ternyata kisahnya umar maya ini kang angel thumbup:

terima kasih Kang,
mudah2an ini bisa menambah pengetahuan kita,
klo dilihat dari sejarah wayang golek menak ini hanya ada di cirebon & jatim saja Kesenian Wayang Golek
angel.wijaya - 09/11/2011 08:47 AM
#59

Halaman 5

kembali pada Umar Maya yg diceritakan sedang mengalami kesusahan karena terombang ambing dilautan.
ada disebuah negri siluman yg bernama Rogamala yg diperintah oleh seorang Ratu Dewi Komalasari anak dari Den Sari Gedah.
Dewi Komalasari bermimpi ada emas yg yg bersinar ditegah lautan, iapun menceritakan impian tsb pada ibunya yg juga patihnya.
si ibu menyuruhnya agar mandi dan menyuci rambut sang ratu/keramas, iapun mengantarnya dan segera memandikan & menyuci rambut anaknya tsb, tiba2 ratu melihat cahaya bagaikan emas yg bersinar terkena matahari ditengah lautan.
ibunya pun berkata "nyai itulah impianmu"
perlahan benda bersinar itu tiba di tepi pantai, ratu & ibunya mendekatinya, yg ternyata sebuah keranjang besar, mereka kaget sebab didalam keranjang tsb ada sosok manusia, lalu mereka membawanya ke Istana.
Umar Maya tersadar dari pingsannya, sang ratu menjelaskan dimana ia sekarang & juga perihal ia ada disini dg sejelas2nya.
Umar Maya ketika ditanya, ia mengaku bernama Gurit Wesi yg telah di aniaya lalu dimasukan dlm keranjang dan diceburkan ke lautan.
sang ratu yg tertarik asmara pada umar maya, menyatakan ingin diperistri olehnya.
Umar maya berusaha memberi alasan utk menolak tapi sang ratu tetap pada pendiriannya.
akhirnya iapun menikah dg sang ratu dg syarat agar ia dipenuhi makannya.
setelah sebulan menikah persedian hampir habis karena Gurit Wesi yg makan 50congcot (mirip tumpeng dg uk. lebih kecil) dalam sehari.
akhirnya dalam 2bulan habislah persediaan makanan dikerajaan tsb.
sang ratu merasa kalah sebab tak bisa memberi makan kepada Gurit Wesi, lalu gutit wesi menyatakan ingin meninggalkan istana, istrinyapun bertanya kemana arah tujuannya?
utara ke negri mekah perjalanan 4 bulan, ke timur ke negri duren perjalanannya juga 4 bulan, sedang ke selatan ke negri ayaban perjalanan cuma setengah hari sang ratu menjelaskan.
gurit wesi menyatakan negri ayabanlah tujuannya.
setelah pamit & diberi ijin & diberi kesaktian siluman oleh istri dan mertuanya,berangkatlah umar maya.
diceritakan umar maya dgn kesaktian yg diberikan padanya tidak lagi menemui kesulitan diperjalanan, akhirnya tiba disebuah dusun, tapi tidak menemukan penduduknya disana
angel.wijaya - 09/11/2011 09:27 AM
#60

Halaman 6
Umar Maya diceritakan menghibur seorang pedagang yg lalu memberinya sebuah pisang.
lalu iapun bernyanyi, sambil merapalkan asihan, suaranya terdengar merdu sampai seorang penjaga warung terkesima dan memintanya utk menyanyi lagi.
suaranya membuat orang2 yg mendengar merasa terkesima dan kagum dan banyak yg memberi uang padanya.

kembali pada Umar Sahad & Umar sahid yg sedang bermanja2 pada ibunya, lalu bercerita bahwa mereka saat melihat kamar sang raja, ada endong (kantong yg dipakai kalung) dan pedang paman amir.
ibunya menyuruh tutup mulut & tak menceritakan pada org lain ttg hal tsb, lalu merekapun disuruhnya bermain, dan jalan2 dipasar.
Umar Sahad & Umar Sahid pergi jalan2 ke pasar, ia melihat org2 yg sedang berkumpul mendengarkan yg sedang bernyanyi, kagetlah mereka melihat siapa yg sedang bernyanyi, lalu mereka segera berlari pulang utk memberi tahukan pada ibunya.
sementara itu di keraton ayaban raja & para bawahannya sedang berkumpul, ia bertanya pada patih apa yg sedang terjadi di pasar sebab suaranya bagai gemuruh prajurit perang, ia khawatir itu adalah pasukan dari Sayidina Hamjah.
dipanggilah kedua anak angkatnya Tahar - Taher (Umar Sahad & Umar Sahid) agar pergi menyelidiki apa yg sedang terjadi ditengah pasar.
Tahar - Taher menceritakan bahwa suara tsb berasal dari org2 yg sedang menonton seseorang yg sedang bernyanyi dan menari dg indahnya.
lalu merekapun pamit pada raja, dan menghadap sang ibu, pada ibunya mereka menceritakan ttg hal yg mereka temui di pasar tadi, ibunya merasa gembira dan bersyukur.
sang raha mengutus ponggawanya agar memanggil Aki Garendeng kehadapannya, ia penasaran dg apa yg telah diceritakan anak angkatnya tadi.
lalu Akipun menyanyi, suaranya bagaikan suara Nabi Daud, sang raja bagai terbuai mendengarnya.
Nyi Bastaripun menuju ketempat dimana aki garendeng bernyanyi.
Nyi Bastari tak kuat menahan sedih melihat dan mendengar aki bernyanyi, lalu ia berlari menuju keputren diiringi anak2nya.

Aki Gerendeng diberikan upah oleh sang raja, lalu pamit dari hadapannya, sementara Umar Sahad & Umar Sahid mengikutinya dari belakang, hingga tibalah ia disebuah pohon beringin.
ia mendengar suara anak2 tertawa, lau menyuruh anak2 tsb agar datang mendekatinya.
datanglah kedua anak tsb yg langsung memberi salam, Umar Maya kaget lalu memeluk kedua anaknya tsb.
kedua anaknya menceritakan sema peristiwa yg telah di alami olehnya dan juga ibunya, iapun bercerita bahwa endong & pedang yg hilang ada di istana ayaban.
Umar Maya mengatur siasat agar kedua putranya bisa mencuri kembali pedang tsb.
akhirnya kedua anaknya berhasil mengambilnya lalu diserahkan pada ayahnya.
endongpun langsung dikalungkan kembali oleh Umar Maya, ia lalu menyuruh kedua anaknya menjaga ibunya, sebab ia akan menantang perang kepada raja ayaban esok harinya
Page 3 of 41 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > Kesenian Wayang Golek