Palembang
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > SUMATERA > Palembang > [Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe
Total Views: 48621 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 13 of 19 | ‹ First  < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 >  Last ›

superrama - 30/03/2010 09:57 AM
#241

mantap-mantap nian mang gambarnyo
cobola pacak balek lagi ke jaman dulu
ak beli tanah banyak" di daerah kambang iwak sano
hahahahahah
ilovekaskus
aku cinta kamu - 30/03/2010 09:59 AM
#242

share permainan masa kecil

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe

permainan masa kecil MALING MALINGAN / BENTENGAN
Permainan ini minimal anggotanya dalam satu kelompok ada 4 orang. Terdiri dari dua kelompok. Ada kelompok jaga dan ada kelompok yang ngumpet. Kelompok jaga disebut kelompok polisi dan yang sedang ngumpet disebut kelompok maling.

Pertama-tama yang harus dilakukan, perwakilan kelompok maju ke depan untuk suit, menentukan kelompok mana yang harus jadi malingnya. Lalu, kelompok yang jadi maling harus mencari tempat persembunyian yang dirasa paling aman. Dengan syarat, meninggalkan jejak berupa panah disetiap jalan yang dilaluinya. Dengan kapur tulis digambar tanda panah untuk memberi petunjuk ke kelompok polisi. Bisa di dinding, pohon , maupun perempatan yang dilaluinya. Gambarnya dibuat tidak terlalu gamblang, biar tidak mudah ditemukan oleh lawan.

Selama kelompok maling mencari tempat persembunyian, kelompok polisi menunggu di markas sekitar 5 menit sambil menghitung angka 1 sampai 50 atau malah sampai angka 100 tergantung kesepakatannya. Semakin luas area persembunyiannya dibutuhkan waktu yang lebih lama dalam menghitung.

Saatnya kelompok polisi mencari jejak kelompok maling untuk menangkapnya. Setiap tanda panah yang sudah dilewati harus disilang agar tidak dilewati lagi untuk yang kedua kalinya. Dan, bila sudah tertangkap maka kelompok maling harus berjaga dan menjadi kelompok polisi demikian berganti-ganti. Tetapi, bila kelompok polisi tidak berhasil menemukan kelompok maling dan menyatakan menyerah, maka permainan dapat diulang lagi dan kelompok maling dapat ngumpet lagi untuk kedua kalinya.

Kelompok maling bisa dikatakan menang secara gemilang, bila seluruh anggota kelompoknya dapat sampai di markas tanpa ketahuan oleh kelompok polisi. Teman-teman akan tertawa kegirangan bila dapat mempencundangi kelompok polisi.

Yang paling menantang kalau sedang jadi kelompok polisi. Coz, kita tertantang untuk mencari jejak di perempatan. Nah, sisitu kita harus nentuin dan menebak kemana kelompok maling itu bersembunyi. Apakah keutara, ketimur, keselatan atau kebarat ? Kita juga harus pintar-pintar mengatur strategi. Kalau saya pas ada di kelompok polisi. Malingnya harus tertangkap.

Di rumah saya dulu ketika kecil di Karangsari, Parakan, Temanggung, permainan maling-malingan ini disebut juga permainan panah-panahan karena harus menggambar tanda panah setiap jalan yang dilaluinya. Ketika sedang sembunyi kadang ada teman saya yang tertawa cekikikan sehingga jadi ketahuan tempat persembunyian kami.

Saat ini sudah tidak saya temui lagi anak-anak di daerah kakek saya itu yang memainkan maling-malingan yang cukup mengasyikkan ini. Gila....!!! Rasanya unforgetable dan seru abiezz permainan waktu kecil saya ini.

Good luck & have a nice game
aku cinta kamu - 30/03/2010 10:02 AM
#243

permainan masa aku kecil..... PINGSUT ATAU HOMPIMPAH

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe

Dalam permainan anak tradisional atau dolanan. Sebelum sebuah permainan berlangsung, terlebih dahulu dilakukan undian untuk menentukan siapa yang berhak mulai bermain. Sistem yang digunakan yaitu Pingsut dan Hompimpah. Kedua sistem ini digunakan untuk menentukan siapa yang kalah dan siapa yang menang, hanya dengan menggunakan jari dan telapak tangan kita.

Pingsut yaitu dengan cara mengadu jari kedua pemain berdasarkan simbol setiap jari kita. Aturannya bahwa jempol merupakan simbol gajah. Jari telunjuk simbol manusia. Kelingking simbol semut. Semut akan kalah oleh manusia. Manusia kalah oleh gajah. Gajah kalah oleh semut karena menurut cerita kalau gajah dimasuki telinganya oleh semut maka gajah tersebut dapat gila atau bahkan bisa mati. Pasti karena gajah nggak punya jari, sehingga tidak bisa mengeluarkan semut yang masuk ke kupingnya, ya ? Kasihan gajah. Jari kelingking kalah oleh jari telunjuk. Jari telunjuk kalah oleh jempol. Jempol kalah oleh kelingking.

Gajah yang besar bisa kalah oleh semut yang kecil memberikan pelajaran bahwa sesuatu yang besar dan tidak tertandingi justru bisa dikalahkan oleh sesuatu yang kecil dan diremehkan. Makanya kalau sudah jadi orang besar dan terkenal jangan meremehkan orang kecil.

Peraturannya, jari manis dan jari tengah tidak boleh dimunculkan. Apabila terlanjur dikeluarkan maka dianggap tidak sah, demikian juga kalau dua jari yang ditampilkan juga dianggap tidak sah alias harus diulang. Menggunakan tangan kiri juga tidak sah karena dianggap tidak sopan, atau menyalahi aturan permainan.

Menurut teman dari Lombok, dia menggunakan istilah gunting untuk jari telunjuk dan jari tengah. Kertas untuk tangan terbuka lebar, dan batu untuk tangan mengepal. Kertas kalah oleh gunting, gunting kalah oleh batu dan batu kalah oleh kertas. Batu dapat dibungkus oleh kertas. Dan, gunting dilempar batu akan patah. Kertas dapat dipotong oleh gunting.

Hompimpah yaitu cara undian dengan memperlihatkan seluruh telapak tangan kita secara bersama-sama. Untuk pemenang apakah yang tengadah atau yang telungkup dilakukan dengan cara hompimpah secara bersama-sama. Setelah dihitung, yang paling sedikit dianggap sebagai pemenang, apakah yang telungkup atau yang tengadah tangannya. Kalau ternyata yang telungkup lebih sedikit maka tangan telungkup dinyatakan pemenang dan yang tengadah langsung kalah dan keluar dari arena. Kalau sekali main ternyata yang telungkup kebawah ada beberapa anak, maka hompimpah dilakukan terus sampai hanya ada satu anak pemenangnya. Biasanya kalau tinggal dua anak maka dia akan pingsut saja.

Kalau dalam alam demokrasi kita terutama sistem voting, yang banyaklah yang menang. Sedang dalam dunia permainan anak, yang sedikitlah yang dinyatakan menang dan berhak untuk menentukan aturan permainannya. Ini barangkali sebuah suri tauladan sejak dini bagi anak untuk bisa menghargai kelompok minoritas. Yang jumlahnya kecil dan tertindas oleh hegemoni mayoritas, seharusnya diberi hak untuk bersuara terlebih dahulu.

Ketika sedang pingsut maupun hompimpah, bila ada teman kita yang curang dengan melambatkan mengeluarkan tangannya agar tahu pilihan teman yang lain dan diprotes, maka undian harus diulang sampai benar-benar semua tangan pemain dikeluarkan secara bersamaan. Maka, undian dinyatakan adil, dan tidak perlu melibatkan Mahkamah Konstitusi segala.

Hompimpah alaihom gambreng
Mak Ijah pakai baju rombeng.....

Hompimpah alaihom gambreng
Kuda lari di atas genteng......
aku cinta kamu - 30/03/2010 10:05 AM
#244

permainan jaman kecil....ciple gunung
[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe

Permainanku waktu kecil yang paling aku ingat sampai sekarang adalah Ciple Gunung. Bersama-sama teman kecilku sekitar 5 anak biasa main di halaman SD-ku di kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Untuk menentukan urutan terlebih dahulu kita lakukan hompimpah. Tiap anak harus punya gacoan berupa batu atau pecahan genting. Permainan dimulai dengan melempar gacoan di kotak terendah. Batu yang dilempat tidak boleh keluar garis dan harus di dalam kotak. Bila batu tidak masuk kotak dianggap mati dan diganti oleh urutan berikutnya.

Bila batu sudah masuk kotak, pemain harus lompat dengan satu kaki dan tidak boleh menyentuh batu gacoan. Pada kotak ganda, no 4-5 dan 7-8, kaki langsung dua tanpa loncat. Setelah sampai puncak, kembali ke titik awal sambil mengambil batu gacoannya.

Kalau batu gacoan udah nyampe gunung, yaitu no 9. Ambil batunya dengan membelakangi batu tersebut dengan diraba-raba. Abis itu lembar batu ke atas gunung, kaki di no 7-8 lompat dan injak batu itu. Setelah batu diambil lempar ke titik awal.


Pemain lompat lagi ke arah batu. Kalau sudah selesai pemain akan dapat bintang pada kotak sesuai urutan nomor. Yang ada bintangnya dianggap sebagai rumahnya sendiri dan pemain lain tidak boleh melewati. Kalau pemainnya terlalu banyak atau salah satu pemain belum punya bintang, sehingga tidak bisa meloncati beberapa kotak maka boleh dibuat jalan alternatif atau tangga alternatif agar pemain itu dapat menjangkau lompatannya.

Kalau seluruh kotak sudah ada bintangnya, tetapi mau masih main lagi maka bagian teratas yaitu bagian gunung bisa dibelah menjadi dua bagian agar masih bisa loncat dan dibuat gunung baru diatasnya.

Itulah permainan Ciple Gunung atau disebut juga Gunung-gunungan.

mungkin laen daerah beda namanya
blekatze - 15/04/2010 08:00 PM
#245

SEJARAH PALEMBANG DAN SASTRANYA
Diresume oleh
Febrinaldi


Zaman Pra-Islam

Priode awal sejarah Nusantara yang kita kenal dari sumber-sumber tertulis yang berbentuk prasasti-prasasti Sriwijaya ditemukan dikota Palembang pada abad ke 7 dan ke-8. Saksi-saksi sejarah mengungkapkan luas wilayah kekuasaan Sriwijaya memberikan bayangan tentang organisasi pemerintah. Seperti yang tertulis pada prasasti telagabaru yang kini disimpan dimusium nasional(lih.casparis 1956:1 dst), pentingnya Sriwijaya sebagai pusat studi agama Budha ditentukan oleh prasasti yang ditemukan. I Cing, seorang agamawan pengembara, menyarankan kepada mereka yang berkeinginan untuk mempelajari agama Budha di India, hendaknya mereka terlebih dahulu bermukim selama satu tahun di Sriwijaya untuk belajar memfasihkan bahasa Sangsekerta (Kumar,1996:xvi).
Salah satu keistimewaan Palembang sebagai tempat penemuan bukti-bukti arkeologi ialah adanya suatu kesinambungan dari segi penanggalan. Hal ini menandakan bahwa Palembang memiliki masa okupasi yang panjang dan bersinambung, sehingga seringkali ditemukan data-data sejarah dari zaman yang berbeda-beda.
Prasasti yang ditemukan dikawasan Palembang dan sekitarnya ditulis dalam bahasa Melayu Kuno dengan tipe tulisan Pallawa Akhir. Para ahli menyimpulkan bahwa kecanggihan tulisan dan bahasa pada prasasti itu tidak berdiri sendiri, pasti sudah ada penggunaannya dalam kesusastraan yang hidup berdampingan dengan bahasa administratif yang terdapat pada prasasti, meskipun hingga kini tidak ditemukan sisa-sisa kesusastraan kuno dalam bentuk tertulis.
Pada abad ke-14 ada kerajaan yang luas dengan raja Adityawarman yang mencakup sebagian besar Sumatera Tengah. Prasasti yang ditinggalkan kerajaan itu cukup banyak, meliputi masa pemerintahan raja (1356-1375), peninggalan-peninggalan tersebut menunjukkan hubungan dengan Majapahit, dalam isinya maupun aksaranya yang mirip aksara jawa timur yang sejaman, namun dengan karakter yang khas. Penetrasi pengaruh jawa tersebar disebagian besar kawasan ini. Dalam berita Cina disebutkan bahwa San-Fo-Ci atau sriwijaya pada tahun 1373 diperintah oleh tiga penguasa, yaitu satu di Palembang, Darmasraya (Jambi), dan Adityawarman (Minangkabau). Didaerah Minangkabau inilah ditemukan arca Amoghapasya Lokesywara yang merupakan hadiah dari Raja Kertanegara kepada Srimat Tribuanaraja Mauliwarmadewa di Suwamabumi (sumatera). Arca ini merupakan tiruan dari arca di Candi Jago (Jawa timur). Setelah tahun 1377 tidak ada lagi berita mengenai daerah ini, mungkin karena pada tahun itu Jambi diserang dan dikalahkan oleh Majapahit.
Tulisan dari zaman Sriwijaya diperkirakan banyak yang hilang, bukan berarti bahwa sastranya mati setelah wilayah Palembang menjadi bawahan Majapahit. Dari naskah yang sampai ditangan kita diperkirakan dapat terjadi pengalihan sastra Jawa ke sastra Melayu.
Pada bidang politik terjadi perubahan-perubahan yang mempengaruhi warna budaya Palembang. Kekuasaan Majapahit atas Palembang mulai melemah karena kegoncangan yang terjadi di kalangan Majapahit dan juga disebabkan karena jarak antara kedua tempat cukup besar, akibatnya terjadi suatu kekosongan kekuasaan. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Cina yang selalu hadir di Nusantara dan akhirnya menguasai Palembang (Groenevaldt dalam Purwanti, 2003:1).
Setelah penguasaan Cina, menurut tradisi lisan Ki Gede Ing Suro mendirikan kerajaan yang dinamakan Palembang. Pendiri kerajaan Palembang berasal dari daerah pesisir utara Jawa, sebagaimana disebutkan dalam naskah Sejarah Melayu yang dikarang sebelum tahun 1536 (Ismail, 1998:125)
“Alqisah maka tersebutlah perkataan ada sebuah negeri ditanah Andalas, Palembang namanya, Demang lebar daun nama rajanya, asalnya dari anak cucu raja Syulan juga, Muara Tatang nama sungainya. Maka di hulu Muara Tatang itu ada sebuah sungai Melayu namanya. Dalam sungai itu ada sebuah bukit SiGuntang Mahameru namanya”(Ismail, 1998:83).
Di temapat lain dikatakan pula:
”Sebermula dihikayatkan oleh orang yang empunya hikayat ini bahwa
negeri Palembang itu Palembang yang sekarang ini, inilah” (Ismail, 1998:85).
Menurut cerita dalam tradisi ini, dari Bukit SiGuntang Mahameru tersebut turulah tiga orang cucu raja Iskandar Zulkarnain dan yang bungsu menjadi raja di Palembang dengan nama Sang Utama (Nila Utama menurut naskah lain) yang kemudioan bergelar Sri Tribuana. Yang tertua dirajakan di Minangkabau dengan nama Sang Sapurba, sedangkan yang kedua menjadi raja di Tanjungpura bernama Sang Maniaka.
Jadi orang Melayu itu berasal dari daerah ini dan kemudian menyebar mencari tempat pemukiman baru. Raja-raja Melayu mengakui keturunan dari nenek moyang Bukit SiGuntang.


http://id.shvoong.com/books/1853646-sejarah-palembang-dan-sastranya/
BlackDaggerGirl - 20/04/2010 07:15 PM
#246

Wuah keren2 nian cek. Aku galak lah balek lagi ke jaman jebot dan pacak ketemuan sama wong2 belanda. Kagek aku beri wong2 yang udah jajah kito.
blekatze - 20/04/2010 07:29 PM
#247

Quote:
Original Posted By BlackDaggerGirl
Wuah keren2 nian cek. Aku galak lah balek lagi ke jaman jebot dan pacak ketemuan sama wong2 belanda. Kagek aku beri wong2 yang udah jajah kito.


wahhh adel matabelo:

kok merah reputasinya....kena bata dimana dek
lastlistrick - 11/05/2010 08:03 AM
#248

thread yang mantab.,,...jadi tau sejarah palembang o
Akram.Aqiqah - 11/05/2010 05:49 PM
#249

trit-nyo keren nian mang... ane baco sikok2 page-nyo...
paling keren yg tentang pertempuran 5 hari 5 malam tu nah...
siru nian caknyo... iloveindonesias

ane sekarang di medan mang...
pempek di sini tulisannyo "empek-empek"... D
cuko-nyo encer... dak lemak nian...
tapi dakpapo timbang idak... capedes

ane dulu tinggal di kenten... [KTP ane disini mahos]
pernah tinggal di angkatan 45...
pernah jugo di jalan jaya VII - plaju...

kapan ya balek ke plembang maho

buat TS, minta cendolnya dong... ngakak
prudance - 11/05/2010 11:11 PM
#250

Quote:
Original Posted By Akram.Aqiqah
trit-nyo keren nian mang... ane baco sikok2 page-nyo...
paling keren yg tentang pertempuran 5 hari 5 malam tu nah...
siru nian caknyo... iloveindonesias

ane sekarang di medan mang...
pempek di sini tulisannyo "empek-empek"... D
cuko-nyo encer... dak lemak nian...
tapi dakpapo timbang idak... capedes

ane dulu tinggal di kenten... [KTP ane disini mahos]
pernah tinggal di angkatan 45...
pernah jugo di jalan jaya VII - plaju...

kapan ya balek ke plembang maho

buat TS, minta cendolnya dong... ngakak


avatarnyo keren ye... D
Akram.Aqiqah - 12/05/2010 12:28 PM
#251

Quote:
Original Posted By prudance
avatarnyo keren ye... D
masih kalah keren dibanding location ente lur...
lontongijo - 12/05/2010 06:06 PM
#252

Quote:
Original Posted By blekatze


[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe
JALAN KARTINI . PALEMBANG 2008


Dulu parak sini ado ternak buayo, masih ado dak ?
laGrandeEdy - 12/05/2010 09:38 PM
#253

numpang jingok2 b gan malus[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe
outsiders1609 - 12/05/2010 10:26 PM
#254

beda bngts ya gan dulu ama skrng......
palembang skrng udh bnyk kemajuan
cayo wong palembang
blekatze - 25/06/2010 10:04 AM
#255

angkat bae ini kesian tenggelem D


sambil nyari data jaman dulu ngacir:
Didod4rich - 25/06/2010 10:14 AM
#256

klu ngeliat peta kota plembang jaman dlu,pecaknyo teratur nian (msh rapi dak semrawut macem ni hari)...apolagi jingok pasar 16 yg msh bersih???
eight_bamz - 26/06/2010 06:47 AM
#257

bAW
mak itu e plembang dulu,

Bgus jugo lur

iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
watashiwadesu - 29/06/2010 12:16 PM
#258

woow kerenyo bang!!
k0l0n6 - 02/07/2010 05:30 PM
#259

:2thumbup
mantab trit nya
r35t14n - 06/07/2010 04:47 PM
#260

aku baru kali ini ngeliat jembatan ampera waktu biso naek jembatan nyo....
kalu boleh tau knapa sekarang udah gk bsa naek lg jalan'a yah ? bingung
Page 13 of 19 | ‹ First  < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > SUMATERA > Palembang > [Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe