Palembang
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > SUMATERA > Palembang > [Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe
Total Views: 48621 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 19 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

spinneland - 30/10/2008 05:06 PM
#61

Quote:
Original Posted By Benk2 King
CITY OF PALEMBANG

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe

Keraton Kuta Gawang atau Palembang Lama - Ini sektsa Kraton Palembang Kuta Gawang sebelum Kraton dan Kota Palembang Lama ini dibakar habis oleh Kompeni dalam Perang Palembang — Kompeni tahun 1659.

menurut sejarah n narasumber di musium SMB II ... lokasi kuto gawang sekarang jdi pabrik pupuk pusri \)
Benk2 King - 30/10/2008 05:09 PM
#62

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe

Sultan Mahmud Badaruddin II (l: Palembang, 1767, w: Ternate, 26 November 1862) adalah pemimpin kesultanan Palembang-Darussalam (1803-1819), setelah masa pemerintahan ayahnya, Sultan Mahmud Badaruddin.

Dalam masa pemerintahannya, ia beberapa kali memimpin pertempuran melawan Britania dan Belanda, diantaranya yang disebut Perang Menteng. Tahun 1821, ketika Belanda secara resmi berkuasa di Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin II ditangkap dan diasingkan ke Ternate.

Namanya kini diabadikan sebagai nama bandara internasional di Palembang, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Mata uang rupiah pecahan 10.000-an yang dikeluarkan pada 20 Oktober 2005 menggunakan Sultan Mahmud Badaruddin II sebagai gambar hiasannya. Penggunaan gambar ini sempat menjadi kasus pelanggaran hak cipta, karena gambar tersebut digunakan tanpa izin pelukisnya.
Konflik dengan Britania

Sejak timah ditemukan di Bangka pada pertengahan abad ke-18, Palembang dan wilayahnya menjadi incaran Britania dan Belanda. demi menjalin kontrak dagang, bangsa Eropa berniat menguasai Palembang. Awal mula penjajahan bangsa Eropa ditandai dengan penempatan Loji (kantor dagang). Di Palembang, loji pertama Belanda dibangun tahun 2174 di tepi Sungai Aur (10 Ulu).

Orang Eropa pertama yang dihadapi Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) adalah Sir Thomas Stamford Raffles. Raffles tahu persis tabiat Sultan Palembang ini. Karena itu, Raffles sangat menaruh hormat di samping ada kekhawatiran sebagaimana tertuang dalam laporan kepada atasannya, Lord Minto, tanggal 15 Desember 1810:
Sultan Palembang adalah salah seorang pangeran Melayu yang terkaya dan benar apa yang dikatakan bahwa gudangnya penuh dengan dollar dan emas yang telah ditimbun oleh para leluhurnya. Saya anggap inilah yang merupakan satu pokok yang penting untuk menghalangi Daendels memanfaatkan pengadaan sumber yang besar tersebut.

Bersamaan dengan adanya kontak antara Britania dan Palembang, hal yang sama juga dilakukan Belanda. Dalam hal ini, melalui utusannya, Raffles berusaha membujuk SMB II untuk mengusir Belanda dari Palembang (surat Raffles tanggal 3 Maret 1811).

Dengan bijaksana, SMB II membalas surat Raffles yang intinya mengatakan bahwa Palembang tidak ingin terlibat dalam permusuhan antara Britania dan Belanda, serta tidak ada niatan bekerja sama dengan Belanda. Namun akhirnya terjalin kerja sama Britania-Palembang, di mana pihak Palembang lebih diuntungkan.

Pada 14 September 1811 terjadi peristiwa pembumihangusan dan pembantaian di loji Sungai Alur. Belanda menuduh Britanialah yang memprovokasi Palembang agar mengusir Belanda. Sebaliknya, Britania cuci tangan, bahkan langsung menuduh SMB II yang berinisiatif melakukannya.

Raffles terpojok dengan peristiwa loji Sungai Aur, tetapi masih berharap dapat berunding dengan SMB II dan mendapatkan Bangka sebagai kompensasi kepada Britania. Harapan Raffles ini tentu saja ditolak SMB II. Akibatnya, Britania mengirimkan armada perangnya di bawah pimpinan Gillespie dengan alasan menghukum SMB II. Dalam sebuah pertempuran singkat, Palembang berhasil dikuasai dan SMB II menyingkir ke Muara Rawas, jauh di hulu Sungai Musi.

Setelah berhasil menduduki Palembang, Britania merasa perlu mengangkat penguasa boneka yang baru. Setelah menandatangani perjanjian dengan syarat-syarat yang menguntungkan Britania, tanggal 14 Mei 1812 Pangeran Adipati (adik kandung SMB II) diangkat menjadi sultan dengan gelar Ahmad Najamuddin II atau Husin Diauddin. Pulau Bangka berhasil dikuasai dan namanya diganti menjadi Duke of York’s Island. Di Mentok, yang kemudian dinamakan Minto, ditempatkan Meares sebagai residen.

Meares berambisi menangkap SMB II yang telah membuat kubu di Muara Rawas. Pada 28 Agustus 1812 ia membawa pasukan dan persenjataan yang diangkut dengan perahu untuk menyerbu Muara Rawas. Dalam sebuah pertempuran di Buay Langu, Meares tertembak dan akhirnya tewas setelah dibawa kembali ke Mentok. Kedudukannya digantikan oleh Mayor Robison.

Belajar dari pengalaman Meares, Robison mau berdamai dengan SMB II. Melalui serangkaian perundingan, SMB II kembali ke Palembang dan naik takhta kembali pada 13 Juli 1813 hingga dilengserkan kembali pada Agustus 1813. Sementara itu, Robison dipecat dan ditahan Raffles karena mandat yang diberikannya tidak sesuai.
Konflik dengan Belanda

Konvensi London 13 Agustus 1814 membuat Britania menyerahkan kembali kepada Belanda semua koloninya di seberang lautan sejak Januari 1803. Kebijakan ini tidak menyenangkan Raffles karena harus menyerahkan Palembang kepada Belanda. Serah terima terjadi pada 19 Agustus 1816 setelah tertunda dua tahun, itu pun setelah Raffles digantikan oleh John Fendall.

Belanda kemudian mengangkat Edelheer Mutinghe sebagai komisaris di Palembang. Tindakan pertama yang dilakukannya adalah mendamaikan kedua sultan, SMB II dan Husin Diauddin. Tindakannya berhasil, SMB II berhasil naik takhta kembali pada 7 Juni 1818. Sementara itu, Husin Diauddin yang pernah bersekutu dengan Britania berhasil dibujuk oleh Mutinghe ke Batavia dan akhirnya dibuang ke Cianjur.

Pada dasarnya pemerintah kolonial Belanda tidak percaya kepada raja-raja Melayu. Mutinghe mengujinya dengan melakukan penjajakan ke pedalaman wilayah Kesultanan Palembang dengan alasan inspeksi dan inventarisasi daerah. Ternyata di daerah Muara Rawas ia dan pasukannya diserang pengikut SMB II yang masih setia. Sekembalinya ke Palembang, ia menuntut agar Putra Mahkota diserahkan kepadanya. Ini dimaksudkan sebagai jaminan kesetiaan sultan kepada Belanda. Bertepatan dengan habisnya waktu ultimatum Mutinghe untuk penyerahan Putra Mahkota, SMB mulai menyerang Belanda

Pertempuran melawan Belanda yang dikenal sebagai Perang Menteng (dari kata Mutinghe) pecah pada 12 Juni 1819. Perang ini merupakan perang paling dahsyat pada waktu itu, di mana korban terbanyak ada pada pihak Belanda. Pertempuran berlanjut hingga keesokan hari, tetapi pertahanan Palembang tetap sulit ditembus, sampai akhirnya Mutinghe kembali ke Batavia tanpa membawa kemenangan.

Belanda tidak menerima kenyataan itu. Gubernur Jenderal Van der Capellen merundingkannya dengan Laksamana JC Wolterbeek dan Mayjen Herman Merkus de Kock dan diputuskan mengirimkan ekspedisi ke Palembang dengan kekuatan dilipatgandakan. Tujuannya melengserkan dan menghukum SMB II, kemudian mengangkat keponakannya (Pangeran Jayaningrat) sebagai penggantinya.

SMB II telah memperhitungkan akan ada serangan balik. Karena itu, ia menyiapkan sistem perbentengan yang tangguh. Di beberapa tempat di Sungai Musi, sebelum masuk Palembang, dibuat benteng-benteng pertahanan yang dikomandani keluarga sultan. Kelak, benteng-benteng ini sangat berperan dalam pertahanan Palembang.

Pertempuran sungai dimulai pada tanggal 21 Oktober 1819 oleh Belanda dengan tembakan atas perintah Wolterbeek. Serangan ini disambut dengan tembakan-tembakan meriam dari tepi Musi. Pertempuran baru berlangsung satu hari, Wolterbeek menghentikan penyerangan dan akhirnya kembali ke Batavia pada 30 Oktober 1819.

SMB II masih memperhitungkan dan mempersiapkan diri akan adanya serangan balasan. Persiapan pertama adalah restrukturisasi dalam pemerintahan. Putra Mahkota, Pangeran Ratu, pada Desember 1819 diangkat sebagai sultan dengan gelar Ahmad Najamuddin III. SMB II lengser dan bergelar susuhunan. Penanggung jawab benteng-benteng dirotasi, tetapi masih dalam lingkungan keluarga sultan.

Setelah melalui penggarapan bangsawan dan orang Arab Palembang melalui pekerjaan spionase, serta persiapan angkatan perang yang kuat, Belanda datang ke Palembang dengan kekuatan yang lebih besar. Tanggal 16 Mei 1821 armada Belanda sudah memasuki perairan Musi. Kontak senjata pertama terjadi pada 11 Juni 1821 hingga menghebatnya pertempuran pada 20 Juni 1821. Pada pertempuran 20 Juni ini, sekali lagi, Belanda mengalami kekalahan. De Kock tidak memutuskan untuk kembali ke Batavia, melainkan mengatur strategi penyerangan.

Bulan Juni 1821 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Hari Jumat dan Minggu dimanfaatkan oleh dua pihak yang bertikai untuk beribadah. De Kock memanfaatkan kesempatan ini. Ia memerintahkan pasukannya untuk tidak menyerang pada hari Jumat dengan harapan SMB II juga tidak menyerang pada hari Minggu. Pada waktu dini hari Minggu 24 Juni, ketika rakyat Palembang sedang makan sahur, Belanda secara tiba-tiba menyerang Palembang.

Serangan dadakan ini tentu saja melumpuhkan Palembang karena mengira di hari Minggu orang Belanda tidak menyerang. Setelah melalui perlawanan yang hebat, tanggal 25 Juni 1821 Palembang jatuh ke tangan Belanda. Kemudian pada 1 Juli 1821 berkibarlah bendera rod, wit, en blau di bastion Kuto Besak, maka resmilah kolonialisme Hindia Belanda di Palembang.

Tanggal 13 Juli 1821, menjelang tengah malam, SMB II beserta keluarganya menaiki kapal Dageraad dengan tujuan Batavia. Dari Batavia SMB II dan keluarganya diasingkan ke Ternate sampai akhir hayatnya 26 September 1852.
Benk2 King - 30/10/2008 05:18 PM
#63

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe

Inilah keadaan pada masa awal pembangunan jembatan Ampera yang dibangun oleh pemerintah Jepang merupakan pampasan perang. Ide awal pembangunan ini adalah dari Presiden pertama Indonesia Soekarno.
Benk2 King - 30/10/2008 05:22 PM
#64

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe [Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe

Kali ini masih posting untuk mengingatkan kepada kita pada Palembang masa lampau, ada pasar 16 Ilir dan Kaambang Iwak Kecik (Samping Masjid Taqwa), dan beginilah Palembang pada tahun 1940-an.
Benk2 King - 30/10/2008 05:28 PM
#65

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe [Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe

Sungai musi tahun 1935

MASIH BANYAK IWAN PATIN SAMO BELIDO PASTI YE......
LEMAK NIAN KALU BISO BALEK JAMAN DULU
NAK MANCING TOBOK hammer: Mang candut..... manciiiiiiiing.....
Benk2 King - 30/10/2008 05:33 PM
#66

dem kudai... gek kito sambung lagi ngacir:
Benk2 King - 30/10/2008 07:07 PM
#67

Dr. AK. GANI....

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe

Pada 22 Agustus 1945 Berita kemerdekaan baru sampai di Sumatera Seletan dari operator Radio bernama Maelan. Selanjutnya disebar luaskan oleh Dr. AK. Gani. Nama beliau kini diabadikan menjadi nama rumah sakit TNI yang ada di Kota Palembang. Sebagian masyarakat menyebut rumah sakit tersebut dengan nama RS. BENTENG

Info.... aku sunat disano malu:
Benk2 King - 30/10/2008 07:13 PM
#68

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe

Palembang diserang inggris tahun 1942 \(
kucing_abuabu - 30/10/2008 09:30 PM
#69

Quote:
Original Posted By Benk2 King
[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe

Palembang diserang inggris tahun 1942 \(

ai saro keno boom yee

mantabs mangD
Benk2 King - 31/10/2008 12:26 AM
#70

lum ado amperanyo itu mang... ulu dan ilir cuma dipisahke sungai musi
sebelah sano itu plaju..
the l@st hum@n - 05/11/2008 03:52 PM
#71

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe

ini mang aq tambahi..........poto kota kesayangan kito ni.........beer:
wo2k - 06/11/2008 12:11 AM
#72

numpang baco dulu mang....nak nambah pengetahuan tentang palembang...
Benk2 King - 06/11/2008 07:09 AM
#73

Quote:
Original Posted By the l@st [email]hum@n
[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe

ini mang aq tambahi..........poto kota kesayangan kito ni.........beer:


confused: polos mang D
ID*x - 06/11/2008 07:27 AM
#74

minggu kemaren aku ke cinde pagi2...

banyak nian poto palembang jadul...

sudah discan ulang oleh wong dan dijual...
the l@st hum@n - 06/11/2008 08:04 AM
#75

Quote:
Original Posted By Benk2 King
confused: polos mang D


polos mak mano mang....................confused:
Benk2 King - 06/11/2008 09:21 AM
#76

Quote:
Original Posted By the l@st hum@n
polos mak mano mang....................confused:


tek gambarnyo mang p
the l@st hum@n - 06/11/2008 09:33 AM
#77

Quote:
Original Posted By Benk2 King
tek gambarnyo mang p



[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe


tu ado mang gambarnyo........................think:
Benk2 King - 06/11/2008 09:47 AM
#78

Quote:
Original Posted By the l@st [email]hum@n
[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe


tu ado mang gambarnyo........................think:


dikomputer aku munculnyo cak ini D

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe
ID*x - 06/11/2008 09:52 AM
#79

iyo tek gambarnyo p
the l@st hum@n - 06/11/2008 12:25 PM
#80

Quote:
Original Posted By Benk2 King
dikomputer aku munculnyo cak ini D

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe


na bingung aq.....................
Page 4 of 19 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > SUMATERA > Palembang > [Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe