Palembang
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > SUMATERA > Palembang > [Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe
Total Views: 48621 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 8 of 19 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›

blekatze - 21/02/2009 08:10 PM
#141

Quote:
Original Posted By penage
wedew beer:

payo mang kalo ado berita2 tentang plembang jaman dulu beer:
yanromain - 01/03/2009 11:05 PM
#142
ya cacam-cacam
UI ya cacam, ternyato mesjid yang bersejarah iu, dari bingen sampe mak ini memang cindo nian oi...
mokaseh mang ...

cuman jangan di jingokken gambar wong bingen
la tue he he he...
yanromain - 01/03/2009 11:12 PM
#143
kapal mari
[QUOTE=yanromain;71151538]UI ya cacam, ternyato mesjid yang bersejarah iu,

kalu ado gambar kapal mari mang ..
alat penyebrangan bingen...
blekatze - 01/03/2009 11:15 PM
#144

Quote:
Original Posted By yanromain
[QUOTE=yanromain;71151538]UI ya cacam, ternyato mesjid yang bersejarah iu,

kalu ado gambar kapal mari mang ..
alat penyebrangan bingen...


silahkan dicek dari halaman depan mang \)

kalo ado jugo koleksi poto sumsel jaman dulu silahkan di upload
beer:
moccalate - 02/03/2009 10:32 AM
#145
arti nama palembang
SEDIKIT SEJARAH NAMA PALEMBANG


Nama Palembang banyak mempunyai arti. Pengertian yang mendekati kenyataan adalah apa yang diterjemahkan oleh R.J.Wilkinson dalam kamusnya ‘A Malay English Dictionary’ (Singapore, 1903): lembang adalah tanah yang berlekuk, tanah yang rendah, akar yang membengkak karena terendam lama di dalam air. Menurut Kamus Dewan (karya Dr. T.Iskandar, Dewan Bahasa dan Pustaka, 1986), lembang berarti lembah, tanah lekuk, tanah yang rendah. Untuk arti lain dari lembang adalah tidak tersusun rapi, terserak-serak. Sedangkan menurut bahasa Melayu, lembang berarti air yang merembes atau rembesan air. Arti Pa atau Pe menunjukkan keadaan atau tempat.

Menurut I.J. van Sevenhoven (Lukisan tentang Ibukota Palembang, Bhratara, Jakarta, 1971, hlm. 12), Palembang berarti tempat tanah yang dihanyutkan ke tepi, sedangkan Stuerler menerjemahkan Palembang sebagai tanah yang terdampar. Pengertian Palembang tersebut kesemuanya menunjukkan tanah yang berair. lni tidak jauh dari kenyataan yang ada, bahkan pada saat sekarang, yang dibuktikan oleh data statistik tahun 1990, bahwa masih terdapat 52,24% tanah yang tergenang di kota Palembang. Sebagai catatan tambahan, di Kotamadya sekarang ini masih tercatat sebanyak 117 buah anak-anak sungai yang mengalir di tengah kota.

Kondisi alam ini bagi nenek moyang orang-orang Palembang menjadi modal mereka untuk memanfaatkannya. Air menjadi sarana transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau dan punya kecepatan yang tinggi. Selain kondisi alam, juga letak strategis kota ini yang berada dalam satu jaringan yang mampu mengendalikan lalu lintas antara tiga kesatuan wilayah:

* Tanah tinggi Sumatera bagian Barat, yaitu : Pegunungan Bukit Barisan
* Daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah
* Daerah pesisir timur laut

Ketiga kesatuan wilayah ini merupakan faktor setempat yang sangat menentukan dalam pembentukan pola kebudayaan yang bersifat peradaban.

Kapan Nama Palembang ‘Lahir’?

Kapan nama Palembang “lahir” tepatnya belum dapat diperkirakan. Apakah nama ini lahir sejak Sriwijaya runtuh atau sebaliknya nama Palembang lahir lebih dahulu sebelum nama Sriwijaya “lahir”. Dari sumber Cina, yaitu kronik Chu-fan-chi, karya Chau Ju-kua tahun 1225, disebutkan nama Pa-lin-fong (Palembang), adalah salah satu bawahan San-fo-tsi.

Wang Ta-yuan dalam catatan perjalanannya Tao-i chih-lio (1349-1350), membedakan antara San-fo-tsi dengan Ku-kang (Kiu-Kiang), yaitu dua buah nama dan tempat yang berbeda. Menurut Ma-huan dalam Ying-yai-Sheng-lan ditulis tahun 1416, menyatakan bahwa Ku-kang adalah negeri yang dahulunya disebut San-fo-tsi (San-bo-tsai).

Dari kronik-kronik Cina, sebagian mengatakan bahwa pengertian San-fo-tsi dapat berarti Palembang dan juga Jambi. J.L.Moens mempertegas bahwa yang disebut kerajaan San-fo-tsi bukan hanya satu kerajaan saja, dia menyarankan bahwa ahli sejarah harus membedakan “San-fo-tsi Palembang” dan “San-fo-tsi Melayu”. Sayangnya J.L. Moens tidak tuntas menyelesaikannya.

Banyak penulis sejarah berpendapat kekeliruan penulisan Cina karena San-fo-tsi (Suarnabhumi atau Pulau Emas) dengan hanya menyebutkan nama pulaunya saja, tidak mendetil dengan nama-nama kerajaan di bagian pulau tersebut.

Nama Palembang pada zaman klasik, selain dalam catatan kronik Cina, juga tertulis dalam Nagarakertagama karangan Prapanca pada tahun 1365. Di dalam Pupuh XIII disebutkan negara-negara bawahan Majapahit di daerah Melayu adalah; Jambi, Palembang, Dharmasraya, Toba dan seterusnya.

Setelah zaman Islam nama Palembang menjadi populer dengan dimuatnya di dalam Babad Tanah Jawi (1680) dan Sejarah Melayu (1612). Sejarah Melayu aslinya ditulis sekitar tahun 1511, ditulis kembali dari pelbagai versi, antaranya oleh Abdullah ibn Abdulkadir Munsyi yang menulis kembali teks tahun 1612. Teks yang menceritakan Palembang dari Sejarah Melayu:

….. ada sebuah negeri di tanah Andalas, Perlembang namanya, Demang Lebar Daun nama rajanya, asalnya daripada anak-cucu Raja Sulan; Muara Tatang nama sungainya. Adapun negeri Perlembang itu, Palembang yang ada sekarang inilah. Maka Muara Tatang itu ada sebuah sungai, Melayu namanya; di dalam sungai itu ada sebuah bukit Seguntang Mahameru namanya.
blekatze - 02/03/2009 11:10 AM
#146

Aneka Nama Palembang dalam Sejarah

Ditulis oleh infokito™ di/pada 30 Agustus 2007

Kota Palembang sekarang, sebelum nama “Palembang” tampaknya beberapa kali berubah nama sepanjang sejarahnya. Waktu ia menjadi ibukota San-Fo-Tsi (sebutan lain untuk Sriwijaya Lanjutan), maka kota Palembang masih bernama SwarnaBhumi yaitu sama dengan nama negaranya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Yin-Yai-Sheng-Lan karya Ma-Huan yaitu San-Fo-Tsi (Swarna Bhumi) adalah nama ibukota kerajaan San-Fo-Tsi. Antara kata Swarnabhumi dan Palembang terdapat pengertian yang mengandung identitas yang sama yaitu emas.

Swarnabhumi berarti bumi emas, sedangkan Palembang menurut cerita rakyat berasal dari kata pelimbangan emas, yaitu tempat menyaring dan mencuci emas dari bumi (pasir). Dengan adanya pertautan pengertian antara Swarnabhumi dengan Palembang maka cerita rakyat tentang asal nama Palembang tampak ada juga benarnya. Dari hasil analisa ini maka Palembang sekarang sepanjang sejarahnya menurut data yang ada mengalami lima kali periode yang berbeda baik kedudukannya maupun namanya.

Pertama, ia bernama Mukha Upang, menurut prasasti Kedukan Bukit hal ini terjadi dalam periode Sriwijaya pemula (Shih-Li-Fo-Shih) ditahun 605 saka atau 683 M. Pada saat itu kedudukannya adalah sebagai negara lokal yang berada di bawah Sriwijaya pemula yang berpusat di Minanga – Komering Ulu.

Kedua, ia bernama Swarnabhumi menjadi ibukota San-Fo-Tsi I (Swarnabhumi = Sriwijaya Lanjutan I). Kedudukan ini dipegangnya mulai tahun 860 M sampai tahun ± 1097 M, dengan penguasa berwangsa Sailendra. Masa-masa ini merupakan masa kejayaan kerajaan Sriwijaya.

Ketiga, ia bernama Po-Lin-Fong sesudah ia menjadi salah satu negeri bawahan San-Fo-Tsi atau dengan kata lain sesudah San-Fo-Tsi pindah ibukota.

Keempat, ia bernama Palembang, dan juga sebagai nama kerajaan seperti yang disampaikan oleh berita Cina dinasti Ming, sesudah pecahnya San-Fo-Tsi menjadi 3 bagian. Di tahun 1374 telah datang utusan Mahana Palembang (Ma-na-ha Pau-lin-pang) ke Tionghoa, sebagai salah satu kerajaan pecahan dari San-Fo-Tsi.

Kelima, ia bernama Chiu-Chiang (Ku-Kang) atau pelabuhan lama seperi yang dicatat dalam kroniknya Dinasti Ming sesudah ia ditundukkan oleh Jawa (1377). Pada masa ini Palembang banyak dihuni oleh kelompok-kelompok cina yang terusir dari Cina Selatan, yaitu dari wilayah Nan-hai, Chang-chou dan Changuan-chou. Palembang dikenal sebagai wilayah yang menjadi sarang bajak laut dari orang-orang Cina tersebut.

(Sumber: Periodisasi Sejarah Sriwijaya, H.M. Arlan Ismail, SH, Unanti Press – Palembang, Cetakan I – Agustus 2003, ISBN 979-3272-02-3)

http://infokito.wordpress.com/2007/08/30/aneka-nama-palembang-dalam-sejarah/#more-36
mola-mola - 03/03/2009 10:45 AM
#147

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe
petani kopi pagaralam ...data poto 1920

perasaan kenal, jangan2 nenek aq masih gadis D[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe
moccalate - 08/03/2009 12:57 PM
#148

Quote:
Original Posted By mola-mola
[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe
petani kopi pagaralam ...data poto 1920

perasaan kenal, jangan2 nenek aq masih gadis D




kalo itu nenek kau masih gadis D

nah yg kecik itu paman ubak ato emak kau ye p
ganja2tar - 08/03/2009 01:37 PM
#149

moccalate - 08/03/2009 01:43 PM
#150

Quote:
Original Posted By ganja2tar
nah ini dio ampera djaman doeloe...D

[img=http://img27.imageshack.us/img27/2753/1180409997m.th.jpg]


sudah ado di page 1 D

mokasih support nyo
ganja2tar - 08/03/2009 05:51 PM
#151

Quote:
Original Posted By moccalate
sudah ado di page 1 D

mokasih support nyo


hah....sdh ado y di page 1....yg mano e ..dak kejingokaan aq..hammer:
blekatze - 26/03/2009 05:34 PM
#152

manolagi ye sejarah plembang ini D
kiiai_jack - 26/03/2009 05:43 PM
#153

Quote:
Original Posted By blekatze
manolagi ye sejarah plembang ini D


mamang be post
blekatze - 26/03/2009 05:53 PM
#154

awak tulah cari jugo p
kiiai_jack - 26/03/2009 05:57 PM
#155

Quote:
Original Posted By blekatze
awak tulah cari jugo p


nyari arsip Puyang aku dolo__ngacir:
chaidar - 30/03/2009 03:01 AM
#156

Quote:
Original Posted By King BB
kepalang la naek, nambah lagi duo photo D

Entah ini zaman kapan, kemungkinan tahun 70-an, menurut informasi acara baris-berbaris ini biasanya dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus menyambut hari kemerdekaan, biasanya acara baris-berbaris tersebuta mulai jam 4 dinihari, jarak baris- berbarisnya bisa sampai puluhan kilo melewati beberapa rute dalam kota.

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe [Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe


salam kenal mang kalau seinget aku pawai samo bidar disungai musi tahun 1966 setelah g 30 s salam kenal untuk semua diPalembang aku sudah kangen sama Kota Palembang terahir tahun 1981 ke Palembang wass
azka26 - 01/04/2009 12:55 AM
#157

alangke pacak kamu buat thread mang cek jadi tambah cinto dengan kota kito ni....
anakbuduk - 07/04/2009 07:11 PM
#158

NICE INPOH GAN beer:
l_d610 - 08/04/2009 10:30 AM
#159

Quote:
Original Posted By blekatze

[Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe
JALAN KARTINI . PALEMBANG 2008


wah...
rumah mertuo aku...
ta mo - 09/04/2009 03:48 AM
#160

lam knal lur dari wong cianjur 2 hehehe
Page 8 of 19 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > SUMATERA > Palembang > [Sharing Photo] SUMSEL Tempoe Doeloe