Martial Arts
Home > LOEKELOE > SPORTS > Martial Arts > Thread Tarung Derajat A.K.A Boxer
Total Views: 102186 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 150 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

bhanthenzzz07 - 23/10/2008 01:35 AM
#1
Tarung Derajat - AA BOXER
Thread Tarung Derajat A.K.A Boxer

BOX !!!
aku ramah bukan berarti takut, aku tunduk bukan berarti takluk



Tarung Derajat adalah logika dan tindakan moral yang pragmatis yaitu sebagai sebuah ilmu olahraga seni bela diri yang memanfaatkan senyawa daya gerak otot, otak serta nurani secara realistis dan rasional. Terutama dalam proses pendidikan dan pelatihan, seluruh pergerakan anggota tubuh beserta bagian-bagian penting lainnya seperti kaki, tangan, kepala dsb dilakukan dalam rangka menguasai dan menerapkan lima unsur daya gerak yaitu : Kekuatan, Kecepatan, Ketepatan, Keberanian, dan Keuletan.
Lima unsur itu melekat secara agresif dan dinamis dalam gerakan-gerakan pukulan, tendangan, bantingan, kuncian, serta teknik- teknik dan strategi bertahan-menyerang lainnya yang praktis dan efektif suatu pembelaan diri.



Sejarah singkat

Berawal dari pengalaman yang tidak menyenangkan dan perjuangan hidup yang keras, AA Boxer panggilan akrab dari Drs. Achmad Drajat selalu mencoba untuk mempertahankan diri dari segala bentuk perkelahian yang kerap dialaminya pada masa muda dahulu. Memang menurutnya pada tahun 1960 an, di lingkungan tempat tinggalnya, AA Boxer sering mendapat tekanan-tekanan yang pada akhirnya terjadi bentrokan secara fisik. Tempat tinggalnya yang terbilang rawan pada masa itu, selalu menjadi tempat perkelahian antar kelompok, bahkan dirinya menjadi ikut terlibat, bukan AA Boxer yang memulai, tetapi timbul dari keadaan yang terpaksa.

Pengalaman hidup yang selalu tidak menyenangkan ini telah membekas pada dirinya. "Dari bosan kalah itulah timbul niat untuk menciptakan beladiri", Akhirnya ia mencoba menciptakan teknik-teknik beladiri yang praktis untuk dapat mengangkat kembali kehormatan dirinya agar tidak selalu menjadi bulan-bulanan lawannya yang bertubuh besar. Setelah ditelaah ternyata dalam perkelahian yang selalu dialaminya, ia menemukan 4 unsur gerakan, yaitu memukul, menendang, menangkis/mengelak dan membanting. Dalam benaknya timbul, "Kalau ingin menang dalam berkelahi harus mempunyai cara untuk memukul, menendang, menangkis/mengelak, dan membanting sendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain". Dari sini diproses, karena pada dasarnya tangan dapat digerakkan secara alamiah sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya. Semangat dan ketekunan telah membentuk dirinya menjadi mahir untuk membela diri. Kematangan dalam beladiri semakin bertambah tatkala ada orang yang dengan sengaja ingin mencoba dan mengajak beradu fisik. Bahkan memberanikan diri untuk melindungi orang yang merasa tertindas atau disakiti oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Sejak itu, beberapa pemuda berdatangan ingin mempelajari ilmu beladiri yang dimilikinya. Pada saat inilah panggilan dan julukan AA BOXER mulai melekat pada dirinya. Awalnya, AA Boxer tidak berkeinginan untuk mengajari orang untuk beladiri. Ia menciptakan beladiri hanya untuk dirinya sendiri dan tidak mempunyai jurus/gerakan yang baku, tetapi karena beberapa orang tetap memaksa untuk diajarkan beladiri, mulailah mereka diberikan pelajaran ilmu beladiri hasil jerih payahnya. Ini terjadi pada tahun 1968 yang pada saat itu, AA Boxer baru berusia 18 tahun.

Dari beberapa orang, kemudian menyebar dan tumbuh cukup pesat, seperti bola es yang menggelinding makin lama makin besar. Timbul pemikiran untuk membentuk suatu wadah perkumpulan yang mempunyai nama, lahirlah beladiri itu secara ilmiah dari nama panggilan sehari-hari, AA BOXER. Tepatnya tahun 1972, beladiri yang diciptakannya kini sudah memiliki nama. Perjalanan mengajar dan melatih, tumbuh berkembang sampai timbul permintaan untuk mengajar di daerah lain. Renungan dari pengalaman hidup yang diderita dan dijalaninya dengan penuh kesabaran dan tawakal telah menjadikan dirinya tegar dan menumbuhkan rasa percaya diri serta menanamkan keyakinan yang semakin mantap. Perlahan-lahan ditata dan ditinjau kembali teknik dan gerakan yang sudah diciptakan, sehingga kian hari beladiri yang lahir secara alamiah ini mulai menemukan bentuknya. Teknik-teknik yang diyakininya sudah baik mulai dibakukan. Konsepnya untuk menciptakan beladiri yang praktis dan efektif sudah semakin nampak jelas. Semuanya diilhami dari 4 unsur gerakan perkelahian, yaitu memukul, menendang, menangkis/mengelak, dan membanting. Menurutnya, sudah kodrat-Nya gerakan-gerakan fisik tersebut ada pada setiap insan manusia yang mutlak bukan milik dari suatu aliran ilmu beladiri lain.

Kedewasaannya yang ikut terbina dengan baik telah membentuk dirinya untuk selalu berfikir positif, nama perkumpulan beladiri AA Boxer terkesan berbau asing dan juga seakan bertentangan dengan idealisme bangsa Indonesia. Menurutnya, beladiri yang telah diciptakan lahir di bumi Indonesia, karena itu nama perkumpulan beladirinyapun harus berasal dari bahasa Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan keinginannya untuk mendaftarkan olahraga beladiri ini masuk menjadi anggota KONI. Akhirnya berubahlah nama perkumpulan beladirinya menjadi TARUNG DRAJAT. Ini diambil dari kata TARUNG yang artinya perkelahian, perjuangan untuk membela diri, sedangkan kata DRAJAT diambil dari namanya Achmad Drajat. Jadi, arti TARUNG DRAJAT adalah cara berjuang mempertahankan diri ala Achmad Drajat.

Pengetahuan fisik dan batin yang juga ikut dipupuk merasa dirinya seolah berkesan dikultus dari namanya. "Kalau kita memakai nama langsung, kita seolah-olah memiliki suatu hal yang sombong atau takabur, jadi nanti akan ada suatu pengkultusan, kita tidak mau dikultuskan oleh anggota", demikian ujarnya ketika menceritakan perubahan TARUNG DRAJAT menjadi TARUNG DERAJAT. Artinya pun berubah menjadi Berjuang mempertahankan diri untuk mencapai suatu tingkat atau kehormatan, karena DERAJAT itu sendiri mempunyai arti tingkat atau kehormatan.

Hasil usaha dan perjuangan yang sebelumnya tidak pernah disangka akan menjadi seperti ini akhirnya tumbuh dan berkembang. Apalagi setelah masuk menjadi anggota KONI pada tahun 1998. Ditunjang oleh semangat dari murid-muridnya, Keluarga Olahraga Tarung Derajat atau yang lebih dikenal dengan KODRAT telah menyebar di 20 propinsi di Indonesia, dan juga sampai ke negara-negara lain khususnya Asia Tenggara. Beladiri yang diciptakan ini memang murni hanya melatih beladiri secara fisik saja, tidak ada unsur lain. Gerakan teknik beladiri yang praktis dan efektif yang dikembangkan ini tidak pernah secara khusus untuk bisa beladiri dengan senjata. Walaupun demikian diajarkan juga cara untuk menghadapi lawan yang menggunakan senjata. "Apakah dapat dikatakan insan beladiri, jika ada orang yang membawa senjata yang bukan bagian dari tugasnya ?", begitulah prinsipnya, "Sebab insan beladiri adalah orang yang ingin menciptakan hidup tenang dan selamat" , tambahnya lagi.



Filosofi Tarung Derajat

Tarung Derajat itu adalah Ilmu Olahraga Seni Pembelaan Diri yang memanfaatkan Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani secara Realistis dan Rasional, didalam proses pembelajaran dan pemberlatihan gerakan-gerakan seluruh anggota dan organ tubuh serta bagian-bagian penting lainnnya, dalam rangka memiliki dan menerapkan 5 (lima) unsur daya moral, antara lain yaitu : Kekuatan - Kecepatan - Ketepatan - Keberanian dan Keuletan, yang melekat dengan Dinamis dan Agresif dalam suatu Sistem Ketahanan / Pertahanan diri serta Pola Teknik, Taktik dan Strategi Bertahan menyerang yang Praktis dan Efektif bagi suatu Pembelaan Diri. Untuk digunakan terutama pada upaya Pemeliharaan Keselamatan, Kesehatan dan Kesempatan Hidup sebagai Manusia yang berhakekat, seperti mampu menghindari dan menjauhkan sikap hidup permusuhan dan kesombongan, pencegahan dan pemulihan penyakit fisik dan mental, serta mampu mensyukuri kehidupan dan berbuat amal kebaikan bermanfaat bagi kemanusiaan.

Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani di atas tadi berasal dan diperoleh dari proses Fikiran Rasa dan Keyakinan atas dan tentang berbagai macam sifat, motif dan bentuk serta cara datang kemudian menerima dan menyikapi serta menjawab peristiwa-peristiwa terjadinya suatu kejadian hidup yang dialami dan teralami sendiri di dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang garapan hidup yang ditekuni secara Realistis dan Rasional pada setiap tatanan ruang lingkup, tataran dan tingkatan kehidupan yang diganti selaras dengan adab-adabnya dalam rangka berinteraksi hidup keluarga, masyarakat, hingga bernegara dan berketuhanan YME. Pengalaman tersebut bergulir secara alamiah dari waktu ke waktu sejak masa kecil bergerak sepanjang hayat.

Rangkaian dari suatu proses pengalaman hidup tersebut ditata dalam bentuk paduan imajinasi yang sarat dengan hasrat perjuangan dan kerja keras untuk merubah nasib, tertata dalam bentuk paduan kreativitas. Paduan imajinasi menyatu dengan paduan kreativitas melahirkan suatu tindakan hidup yang praktis dan efektif. Dan tindakan moral yang dilakukan dengan konsisten pada setiap menghadapi tantangan dan tuntutan hidup, merefleksi dalam paduan Keberanian Moral.

Spoiler for Sang Guru Tarung Derajat
Thread Tarung Derajat A.K.A BoxerThread Tarung Derajat A.K.A BoxerThread Tarung Derajat A.K.A BoxerThread Tarung Derajat A.K.A BoxerThread Tarung Derajat A.K.A Boxer


Spoiler for kumpulan video pengenalan Tarung Derajat
[youtube]UNIxulkKW7g[/youtube][youtube]JIwYDnFHnhY[/youtube][youtube]rvZCtqtHZnY[/youtube]
bhanthenzzz07 - 23/10/2008 01:51 AM
#2
Daftar Satlat Tarung Derajat
JAKARTA SELATAN :
1. Satlat Tebet
Jamlat : Selasa-Jumat jam 19.00.
Alamat: GOR Tebet Timur, Jl. Tebet Timur Dalam 3.
Pelatih: Kang Rifi.

2. Satlat GMSB Kuningan
Jamlat : Selasa-Jumat pukul 19.00.
Alamat: Jl. HR Rasuna Said, Kompleks Pasar Festival Kuningan
Pelatih: Kang Budiman.

3. Satlat Bulungan.
Jamlat : Selasa-Jumat pukul 19.00.
Alamat: GOR Bulungan samping SMU 70, Jl. raya Bulungan, Blok M.

4. Satlat UIN Syarif Hidayatullah.
Jamlat : Jumat pukul 14.oo-18.00 .
Alamat: Jalan Ciputat Raya, kompleks kampus UIN .
Pelatih: Kang Nobon.

5. Satlat Atmajaya.
Alamat: kampus UNIKA ATMAJAYA , Jl. Jenderal Sudirman, samping Plaza Semanggi.

6. Satlat SGA.
Jamlat: Sabtu-Minggu pukul 07.00 .
Alamat: Kompleks SCBD, samping Jak TV, belakang Polda Metro Jaya.
Pelatih: Kang Jono.

7. Satlat Universitas Pancasila
Jamlat : selasa 19:00 WIB & jum'at 16:00 WIB
Alamat : Serengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta
Tempat Latihan : Gedung PKM Univ. Pancasila
Pelatih : Kang Indra


JAKARTA PUSAT :
1. Satlat Cempaka Putih.
Jamlat: Selasa-Jumat pukul 19.00.
Alamat: GOR Judo Cempaka Putih, samping R.S Islam Cempaka putih , deket Yarsi, Sumur Batu .
Pelatih: Kang Jono.

2. Satlat Monas.
Jamlat: Selasa-kamis pukul 07.00.
Alamat: Kompleks Monas , ring tinju.
Pelatih: Kang Jono.

3. Satlat UNIKA ATMA JAYA
Jamlat : Senin dan kamis, pkl 19.00 di Hall C


JAKARTA TIMUR :
1. Satlat Jasa Marga.
Jamlat: Rabu-sabtu. Rabu pukul 16.00. Sabtu pukul 07.00. Alamat: Kompleks Jasa Marga Ceger, seberang TAMINI SQUARE , taman mini.
Pelatih: Kang Sugeng.

2. Satlat Yonkav 7/Panser Khusus Kodam Jaya .
Alamat: Kompleks Kopassus Cijantung . Jalan R.A fadillah .


JAKARTA BARAT :
1. Satlat Trisakti .

2. Satlat Harco Mangga Dua.
Jamlat: Sabtu-minggu pukul 07.00.
Alamat: Kompleks pertokoan Harco mangga dua.
Pelatih: Kang Jono.


DEPOK:
1. Di Daerah Universitas Pancasila :
Jamlat : Sabtu Jam 07.00
Area Parkiran
Pelatih Bang res[alamatnya di pintu Kukel UI, tanya aja ama tukang ojek yang mangkal di sana, warung bang Res - pelatih tarung drajat -pasti pada tau kok

2. Satlat KONI Depok
Jamlat:
Alamat: Lapangan KONI Depok sebalah lapangan bola merpati (rabu malam 19:00-21:00), stasiun depok (07:00-09:30 hari minggu)


BEKASI:
1. Satlat mastergym
Jamlat: Sabtu jam 19 & Minggu jam 4 sore
Alamat: Jl. Sultan Agung Bekasi fly over kranji

2. Satlat gedung juang tambun
Jamlat: kamis waktu :19.00-21.00, minggu waktu :16.00-18.00

3. Satlat banisaleh
Jamlat: selasa waktu : 16.00-18.00, sabtu waktu : 16.00-18.00

4. Saltat Depsos Bekasi.
Jamlat : Selasa jam 7 malam dan sabtu jam 4 sore.

5. Satlat STTD cibitung.


BANDUNG:
1. Satlat Tarung Derajat Pusat
Jamlat: Senin & Kamis 19.00-21.00
Alamat: Jl. Antabaru V no 2, Margacinta Buah Batu
Pelatih: Sang Guru Muda Kang Badai, Guru Muda Kang Rimba, Teh Dara

2. Satlat Universitas Katolik Parahyangan
Jamlat : Selasa jam 7 malam, Kamis jam 4 sore
Alamat : Jl. Ciumbuleuit 94, Bandung
Pelatih : Kang Mul

3. Satlat Institut Teknologi Bandung
Jamlat : Rabu jam 7 malam, dan Sabtu jam 4 Sore
Alamat : Rabu di lantai 2 gedung farmasi ITB dan Sabtu di Sabuga.

4. Satlat Universitas Pendidikan Indonesia
Jamlat :
Alamat :
Pelatih : Kang Hartadi

5. Satlat Universitas Widyatama
Jamlat : Hari Selasa dan Jumat jam 16.00-maghrib
Alamat : Jln. Cikutra No. 204A

6. Satlat Universitas Langlangbuana
Jamlat :
Alamat :

7. Satlat Universitas Padjajaran
Jamlat :
Alamat :

8. Satlat GGM
Jamlat : minggu (pagi jam 7) dan kamis ( malam jam 7)
Alamat : jl. merdeka bandung (pinggir BIP)

9. Satlat SMKN 2
Jamlat :
Alamat : Jl. Ciliwung no.4

10. Satlat UNJANI Bandung
Jamlat : Rabu 19.00 Minggu 07.00
Pelatih : Teh Rina & Kang Ridwan

11. Satlat Ahmadyani (gor koni)
Jamlat : Rabu jam 7 malem & minggu jam 7 pagi

12. Satlat STKS
Alamat : jl.Ir.H. Juanda (dago) No 367 Bandung
Pelatih : Kang busi rachmat


SURABAYA
1. Satlat Indomobil Finance
Jamlat : senin &kamis jam 18.30.
Alamat : Jl. Kombes Pol. M. Duryat
Telp : 031-91027795


KALIMANTAN TIMUR
1 . Satlat GOR
Jamlat : Senin 19.00 - 21.00, Kamis 16.00 - 17.30, Sabtu 19.00- 21.00
Alamat : JL. ALAMANDA GOR PT.PUPUK KALTIM
Pelatih : Kang Rio

2. Satlat BSD
Jamlat : Senin, Rabu, Sabtu 16.30 - 18.00
Alamat : Bundaran Bukit Sekatup Damai
Pelatih : Kang Vichen , Kang Vikar .

nb : yang punya info tentang jamlat latihan maupun lokasi latihan harap melalui PM, jangan di post karena saya jarang online
ZoroApple - 23/10/2008 03:12 AM
#3

ikut menyimak gan.. btw kenapa ganti nama dari AA Boxer jadi tarung drajat y?
Tenji_no_Ichi - 23/10/2008 03:14 AM
#4

dulu ada threadnya tarung drajat. tapi stlh banjir bandang kaskus, jadi threadnya ilang....
roel siradj - 23/10/2008 08:02 AM
#5

Quote:
Original Posted By Tenji_no_Ichi
dulu ada threadnya tarung drajat. tapi stlh banjir bandang kaskus, jadi threadnya ilang....


Betul...

Jadi ya gw nimbrung lagi dech D

Gw dulu pernah ikutan sekitar tahun 2000-an, bentar sih cuma sampai Kurata 3. Gw dulu Satlat UPI a.k.a IKIP Bandung, pelatihnya Kang Yayan Hartayan. Dulu sih beliau Djat 1, kemarin2 ketemu di GGM waktu ngelatih anak2 Aceh kaya'nya beliau udah Djat 3.

BOX...!!!
dcakep - 23/10/2008 08:12 AM
#6

ikut menyimak gan, gw penggemar olahraga ini. tp blm pernah ikut latian p .seneng aja liatin yg latian atw tanding.cara berkelahi yg efektif & efisien tuh
fauzhee - 23/10/2008 08:52 AM
#7

akhirnya dibikin juga nih thread.

di kampus aku ada UKM boxer, cuma sebatas ngeliat, ngeri kalo ikut latiannya. hehehe.
roel siradj - 23/10/2008 08:54 AM
#8

Quote:
Original Posted By fauzhee
akhirnya dibikin juga nih thread.

di kampus aku ada UKM boxer, cuma sebatas ngeliat, ngeri kalo ikut latiannya. hehehe.


Tarung Derajat yg sekarang sih ga se-ngeri tahun2 duluuuuuu... D

Quote:
Original Posted By Pudjo
Tarung Drajad yang ikut banyak anggota Militer yah?


Ga juga sih, di kampus2 juga banyak...

Quote:
Original Posted By ZoroApple
ikut menyimak gan.. btw kenapa ganti nama dari AA Boxer jadi tarung drajat y?


Karena sbg syarat bila ingin diterima masuk KONI namanya harus berubah jadi lebih meng-Indonesia.

Tadinya "Tarung Dradjat", terus berubah lagi jadi "Tarung Derajat".
yohanlie2 - 23/10/2008 11:01 AM
#9

wah, bagus nih D

mungkin bisa di jelaskanteknik2 yg ada ditarung derajad?
dan aplikasnya?
pokoknya about all yang bisa menjelaskan apa itu tarung derajad.
deviass - 23/10/2008 12:10 PM
#10

Quote:
Original Posted By fauzhee
akhirnya dibikin juga nih thread.

di kampus aku ada UKM boxer, cuma sebatas ngeliat, ngeri kalo ikut latiannya. hehehe.


ga seedan dulu kok sekarang sih..

katanya dulu latihan tuh ada lari sampe berapa kilo meter gitu,trus ditambah pemansan nya itu beeuuuhhh cape banget.

kalo sekarang sih udah ga terlalu edan.coba aja

Nanti Hari Minggu Ada EKSEBISI Tarung Derajat Di Lembang
Buat yg mau Coba Tanya2x Aja o

tapi saya mah junior ga tau apa2x cuma denger yg dari tetua
ZoroApple - 23/10/2008 02:59 PM
#11

dulu serem liat video yg latihan pernafasan sambil dipukul lehernya.. msh ada gak sih gtu2?
mutegurl - 23/10/2008 06:12 PM
#12

Quote:
Original Posted By fauzhee
akhirnya dibikin juga nih thread.

di kampus aku ada UKM boxer, cuma sebatas ngeliat, ngeri kalo ikut latiannya. hehehe.


setuju cool:
xero_graf - 23/10/2008 09:03 PM
#13

Quote:
Original Posted By ZoroApple
ikut menyimak gan.. btw kenapa ganti nama dari AA Boxer jadi tarung drajat y?


!!! BOX !!!

Ane juga anak KODRAT, Satlat Kesatrian Malang ikut dari tahun 99 cuma sampe kurata 4, lalu pindah ke Jogja nerusin bentar di Satlat ??? (Daerah Gamping) dan juga ngeliat latnya di lembah UGM, tapi karna pelatiannya "kurang ngigit" (beda sama yang di malang, di sana dipegang sama Kak Elly, Derajat 1) jadi ngga nerusin deh, malahan yang di UGM yang ngelatih waktu itu cuma kurata 5


Sekarang masih ada sih keinginan buat latian lagi, meskipun ngga bakalan bisa di forsir seperti dulu.

CMIIW Masalah ganti nama setau saya biar terdengar lebih me"indonesia" aja,
sekian deh dari ane

!!! BOX !!!
ZoroApple - 24/10/2008 01:13 PM
#14

Oh jadi karena mengindonesiakan saja.. thanks for the info...
roel siradj - 24/10/2008 01:50 PM
#15

Quote:
Original Posted By ZoroApple
dulu serem liat video yg latihan pernafasan sambil dipukul lehernya.. msh ada gak sih gtu2?



Masih, cuman untuk tahapan2 tertentu.

Kalo demo2 dulu ane suka liat yg sabuk merah mecahin 3 tumpukan coet pake kepala, badan dipukulin pake bambu.

Ane dulu terakhir latihan masih sempet disuruh lari beberapa keliling lapangan sambil memikul rekan latihan di atas bahu, terus habis itu tulang rusuk ditendangin p & sekeras apapun latihan, yg ane alamin ga da itu teriakan2 yg bernada memaki atau menjurus pelecehan.
ZoroApple - 24/10/2008 01:59 PM
#16

ada perbedaan latihan sewaktu masih bernama aa boxer dan sekarang?
roel siradj - 24/10/2008 02:13 PM
#17

Quote:
Original Posted By ZoroApple
ada perbedaan latihan sewaktu masih bernama aa boxer dan sekarang?


Secara umum ada. Contoh, dulu kalo kejuaraan sebelum bertanding saling pukul dulu ke ulu hati. Kalo sama2 kuat maka pertandingan dimulai, tapi kalo salah satu ada yg udah jatuh duluan, ya udah. Pertandingan ga usah dilanjutin da udah ketahuan yg menangnya.

Pertandingannya 100% bebas, dalam artian ga pake pelindung, dan boleh menyerang dan diserang seluruh bagian tubuh.

CMIIW...
roel siradj - 24/10/2008 02:16 PM
#18

Sejarah Ringkas Tarung Derajat

Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri TARUNG DERAJAT dideklarasikan kelahirannya dibumi persada Indonesia tercinta, di Bandung 18 Juli 1972 oleh peciptanya seorang putra bangsa yaitu Guru Haji Achmad Dradjat yang memiliki nama julukan dengan panggilan Aa Boxer. Nama panggilan Aa Boxer diterapkan dan melekat pada diri Achmad Dradjat, setelah dirinya mampu dan berhasil menggunakan dan menerapkannya Seni Pembelaan Diri karya ciptanya didalam berbagai bentuk perkelahian, dimana butuh dan harus BERKELAHI atau BERTARUNG dalam rangka BERJUANG untuk mempertahankan kelangsungan hidup, menegakan kehormatan dan membela kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari selaras dengan kodrat hidupnyanya.

Jadi sebenarnya keberadaan Tarung Derajat itu adalah identik dengan perjalanan & perjuangan G.H.Achmad Dradjat yang juga dikenal dengan julukan Aa Boxer dan kini bergelar “SANG GURU TARUNG DERAJAT”.

Perjalanan & Perjuangan hidup Achmad Dradjat dimulai sejak kelahirannya diatas muka bumi ini, Sang Guru Tarung Derajat dilahirkan di Garut 18 Juli 1951 dari pasangan Bapak dan Ibu H.Adang Latif dan Hj.Mintarsih dalam suasana sedang terjadi pertempuran melawan Gerombolan pemberontak yang dikenal dengan sebutan kelompok Darul Islam (D.I), dalam penyerangan tersebut kedua orang tua Achmad Dradjat sebagai Aktivis Pejuang Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang setelah pasca Keemerdekaan menjadi anggota Polisi Istimewa, menjadi salah satu sasaran operasi dari penyerangan Gerombolan tersebut. Berkat kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa dapat selamat dari peristiwa itu dan saat itulah Sang Guru lahir dalam keadaan sehat, ditengah kejaran para pemberontak. Peristiwa tersebut telah mengilhami kedua oranng tua Sang Guru memberikan nama DARAJAT (DRADJAT / DERAJAT), yang berarti Berkat yaitu suatu Rahmat karunia Tuhan Yang Maha Esa yang membawa atau mendatangkan kebaikan pada kehidupan manusia, seperti keselamatan dan kesehatan hidup atau kesejahteraan hidup atau juga sebagai harkat dan martabat hidup manusia. Sejalan dan seiring dengan nilai-nilai riwayat Perjalanan & Perjuangan hidup yang dilakukan Sang Guru Achmad Dradjat alias Aa Boxer dalam menciptakan dan melahirkan Ilmu Bela Diri secara Alami, Mandiri, dan Tersendiri serta kejadian-kejadian hidup yang terjadi selalu dinikmati dengan totalitas berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan tindakan-tindakan yang Realistis dan Rasional, dari hasil perjuangan hidup PRIBADI seperti itu, mencuat sebuah nama untuk diterapkan pada Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri Karya Ciptanya, yaitu : “TARUNG DERAJAT.” (Tarung, Bertarung adalah Berjuang dan Derajat adalah Harkat martabat kemanusiaan)

Pada usia balita Achmad Dradjat pindah ke Bandung mengikuti perjalanan dinas kedua orang tuanya, tinggal di kawasan Tegallega suatu daerah yang keras dan berpenduduk sangat heteorogin dengan segala perilaku hidupnya yang dinamis. Situasi dan kondisi seperti itu sangat ditunjang dengan keberadaan sebuah lapangan sangat luas yang beraktivitas hampir 24 jam , berbagai macam bentuk kegiatan hidup terjadi dilapangan tersebut, seperti: berbagai kegiatan olah raga, perkealahian masal antar kelompok pemuda remaja, pemerasan, perampokan perjudian, pelacuran, dlsb yang berbau kriminalitas dan kemaksiatan serta dalam waktu-waktu tertentu bisa dan biasa juga dipakai untuk kegiatan kemasyarakatan lainnya oleh seluruh kalangan masyarakat Bandung khususnya dan apabila sesuatu tindak kekerasan terjadi, tidak jarang masyarakat setempat yang berperilaku hidup baik-baik kerap menjadi korban tindak kekerasan, kejadian tindak kekerasan tersebut tidak terkecuali sering juga dialami oleh sosok remaja Achmad Dradjat.

Bagi Achmad Dradjat yang sejak masa anak-anak mempunyai postur tubuh lebih kecil dibanding dengan sesama anak lainnya dan sangat menggemari olah raga keras, seperti sepak bola dan beladiri, selain itu dirinya yang berkarakter berani dan ulet, menjadikan hidup dan dibesarkan dilingkungan seperti itu memiliki arti dan tantangan yang tersendiri.

Berbekal didikan Akhlak Budi pekerti dan Ajaran Agama yang diterapkan kedua orang tua dan tertanam serta terpelihara secara ketat dan berdisiplin sejak masa kecil. Aa, demikian dipanggil dalam lingkungan keluarganya (Aa adalah suatu panggilan dalam bahasa daerah sunda bagi anak laki yang tertua atau yang dituakan) mulai memasuki lingkungan yang keras, bermacam cara datang dan terjadi perekelahian antar kelompok maupun perorangan, pemerasan serta berbagai bentuk tindak kekerasan lain.

Dalam lingkungan demikian sifat pemberani dan keinginan menolong teman yang dimilikinya, seringkali membuat Aa mengalami berbagai tindak kekerasan, perklelahian demi perkelahian harus ia lalui walau lebih sering kalah dari pada menangnya, dengan segala keuletan yang didasari oleh hasil didikan Akhlak dan ajaran Agama yang terus melekat, dirinya mampu meng hadapi dan mengatasi berbagai rintangan hidup setahap demi setahap secara pasti, hingga pada usia 13 tahun tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda remaja dan manusia lain yang tidak bermoral dan tidak bertanggung jawab nyaris merenggut jiwanya.

Bagaimana tidak, peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan yang dialaminya itu terjadi ditengah keramaian orang-orang yang hanya bisa menjadi penonton dan sebagian lainya hanya mampu menjadi penganiaya, dalam keadaan seperti itu Achmad Dradjat dituntut harus mampu bertahan hidup dalam kesendirian, bukan mempertahankan diri sampai lupa diri. Sesungguhnya dari kenyataan peristiwa tersebut sangat disadri hanya kerena Kebesaran dan Kekuasaan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang menghendaki nasib lain sehingga Aa dapat terselamatkan dari nasib yang lebih buruk lagi.

Kejadian serupa terjadi dialami Achmad Dradjat pada saat belajar latihan beladiri secara resmi sebagai anggota suatu perkumpulan beladiri, dalam peristiwa tersebut dirinya dipaksa untuk berkelahi menggunakan teknik yang berlaku di beladiri itu sendiri melawan anggota senior yang bertubuh jauh lebih besar, dengan demikian Achmad Dradjat yang baru belajar dasar-dasar teknik perkelahian tidak mampu berbuat banyak selain bertahan diri, disaksikan anggota senior lain, pelatih dan guru besarnya yang ada diruang latihan lainnya. Achmad Dradjat dengan teknik yang terbatas tadi seluruh badannya penuh dengan luka memar, namun demikian tidak ada fikiran dan rasa dari penyaksi termasuk guru besarnya untuk bertindak, menghentikan dan menyelamatkan perkelahian. Dalam kesendirian sosok remaja Achmad Dradjat kembali harus berjuang diri mempertahankan keselamatan dan kesehatan hidupnya.

Dari perkelahian ke perkelahian itulah Achmad Dradjat secara alami dirinya tertempa dan terlatih untuk menjawab tantangan hidup yang keras dan dari kerasnya kehidupan yang dialami sifat fisik dan sikap mentalnya terbina dan terbiasa untuk menerima kenyataan hidup secara realistis dan rasional. Kemampuan itu dimiliki karena pada dasarnya, setiap mahluk hidup telah dibekali kemampuan gerak reflek untuk bertahan hidup. Fikiran , rasa dan keyakinan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masanya dan terbayangi sepanjang usia, baik kejadian itu berupa musibah maupun anugerah, pengalaman tersebut pada dasarnya adalah bagian dari proses pembelajaran dan pelatihan otot, 0tak serta nurani untuk menentukan arah hidup yang lebih baik menuju pada kehidupan yang benar selaras dengan kodratnya.

Berbagai macam kejadian dan pengalaman hidup yang terjadi dalam lingkup pembelaan diri yang berasal dan mengandalkan dari gerak reflek dan dorongan naluri ,insting atau garizah yang terus terjadi secara berulang tersebut, mengasah otot, otak serta nuraninya untuk terbiasa menghadapi berbagai ancaman dan terlatih untuk menjawab tantangan hidup, yang berupa menjaga keselamatan dan kesehatan diri, menegakkan dan mempertahankan kehormatan serta membela kemanusiaan.

Bersamaan dengan itulah proses penciptaan gerak dan jurus dibentuk dan diuji dari perkelahian. Proses ini disempurnakan melalui suatu penempaan diri, baik secara fisik maupun mental dengan cara yang tersendiri dan mandiri. Gerakan tubuh yang kemudian menjadi jurus ini, seluruhnya didasari gerak reflek yang alamiah.

Dari penempaan praktis ini gerakan tubuh yang tercipta manjadi sangat efektif bagi suatu pembelaan diri. Gerakan dan jurus serta metode latihan didasari kemampuan alamiah. Semua ini sebenarnya dimiliki semua manusia sebagai fitrah dan bisa dikembangkan secara mandiri, inilah yang mendasari lahirnya sebuah prinsip hidup Tarung Derajat “Jadikanlah Dirimu oleh Diri Sendiri.”

Hingga menginjak usia pemuda remaja, Achmad Dradjat telah menunjukan kemampuaan dan keunggulan dalam menghadapi berbagai tindak kekerasan dan perkelahian. Achmad Dradjat juga menularkan kemampuan beladirinya pada rekan-rekan dekat dan masyarakat lain yang membutuhkannya, yang sebagian besar memintanya untuk menjadi “Guru.” Akhirnya, pada tanggal 18 juli 1972 diikrarkan pendirian Perguruan Tarung Derajat yang menjadi tanda utama resminya kelahiran Ilmu Olah Raga Seni Ilmu Pembelaan Diri karya cipta Achmad Dradjat.

Gelar “SANG GURU” menjadi sebuah panggilan kehormatan dan penghargaan sekaligus sebagai Saripati Jati Dirinya dari apa yang diperjuangkannya dalam menciptakan ILmu Olah Raga Seni Pembelaan Diri TARUNG DERAJAT bagi murid-murid dan Perguruan Pusat Tarung Derajat.

http://id.wikipedia.org/wiki/Tarung_Derajat
xero_graf - 24/10/2008 02:57 PM
#19

Quote:
Original Posted By roel siradj
Secara umum ada. Contoh, dulu kalo kejuaraan sebelum bertanding saling pukul dulu ke ulu hati. Kalo sama2 kuat maka pertandingan dimulai, tapi kalo salah satu ada yg udah jatuh duluan, ya udah. Pertandingan ga usah dilanjutin da udah ketahuan yg menangnya.

Pertandingannya 100% bebas, dalam artian ga pake pelindung, dan boleh menyerang dan diserang seluruh bagian tubuh.

CMIIW...


Kalo masalah mukul/nginjak perut (ulu hati) itu mah sudah makanan seluruh anak boxer tiap kali latian dan itu sudah dimulai sejak kurata 1,
pengerasan badan sudah dimulai sejak kurata 1, pukulan ke uluhati, senam perahu, latihan penguatan leher, jatuhan lutut dan punggung dan juga pastinya 'kapalan' pada kepalan (pada tau lambang Tarung Derajat 'kan)
Jadi keinget waktu minggu2 pertama latihan, di suruh push up dengan mengepal sampe pada bernanah ;p (sori rada curhat, jadi pengen latihan lagi nih)

CMIIW dulu sebelum masuk koni, pertandingan memang dilakukan secara full body contact, tp sejak masuk koni sdh mulai ngikuti peraturan2 koni kecuali yang tradisional masih mempertahankan tanpa pelindung
NoLimitz - 24/10/2008 07:12 PM
#20

Salam BOX!!
gw msi kurata 1 neh..latiah di pusat di ciwastra bdg..
tapi ikutan latian di unpar juga..
iya c kata senior2 skrg tuh ga sekeras dloe latian nya..
tapi tetep aja masi ngeri koq..
gw aja kurata 1 dah di latih dipukul perut n diinjek tapi ya cuman kali2..
mnurut gw sech emang nich tarung drajat paling cocok wat tarung di jalanan.
soalnya dari pukulan sampe bantingan smua nya dipake..
Page 1 of 150 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SPORTS > Martial Arts > Thread Tarung Derajat A.K.A Boxer