EDUCATION
Home > CASCISCUS > EDUCATION > [ANNOUNCEMENT] Pemenang [EVENT] Lomba Menulis Essay Online Spesial Hari Guru
Total Views: 7671 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 16 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

farchanfirman - 25/11/2011 10:03 AM
#1
[ANNOUNCEMENT] Pemenang [EVENT] Lomba Menulis Essay Online Spesial Hari Guru

[ANNOUNCEMENT] Pemenang [EVENT] Lomba Menulis Essay Online Spesial Hari Guru



[SIZE="5"]... SELAMAT HARI GURU ...[/SIZE]
25 NOVEMBER 2011
Thanks for All EDUCATOR in INDONESIA
iloveindonesia




Halo All Kaskuser,
Thread yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga,
Pengumuman pemenang dari [EVENT] Lomba Menulis Essay Online Spesial Hari Guru

Akhirnya setelah melewati sebuah proses yang amat panjang, setelah para juri bergumul dengan Karya Essay Para Kaskuser, dan melihat, mengamati, menilai. Akhirnya diputuskan Siapa para Pemenang yang dicari-cari D.

dari tema dan jenis lomba yang ditentukan :
Jenis lomba : esai lepas
Tema : Aku dan GURUKU

Terhitung :
Ratusan karya Essay yang masuk, dan 73 karya yang memenuhi syarat no edit dan range kata 800-1500.
Maka, Kami Putuskan :
Spoiler for PEMENANG

Sebelumnya, Kami panitia lomba, yang merangkap Juri, mengucapkan :

[CENTER]BIG Thanks to Moderator EDUCATION

zhulato, dan slifer2006
untuk setiap perhatian, bantuan dan dukungannya dalam proses pelaksanaan lomba
kalian momod2 EDU yang sangat hebaaaat, Educatif dan juga paling tercinta...D


Special Thank You to :

* Para Juri Lomba yang juga EDUCATOR sejati:
Farchanfirman
Pakdhetom
mbah.jafar
babaluba
MisterGuru
* dan Para juri Tamu yang sudah berjerih lelah mendukung event kecil kami, agan :
[B]daninoviandi
adityahadi[/B]
* Juga untuk moderator lounge yang sudah men-sticky thread lomba di The Lounge

* Reg. Yogyakarta, yang sudah berperan besar dengan menyumbangkan hadiah, jabat tangan dan peluk hangat untuk seluruh warga Reg. Yogyakarta.
* Kongking.Cloth. gak kelupaan, yang udah ngasih Hadiah Kaos nya...D

* Untuk Seluruh Peserta yang mengikuti Event Ini, kami ucapkan :
Apresiasi & penghargaan sebesar2nya buat semua peserta
Semua Submit Karya bagus, keren & membuat kaskus menjadi lbh terasa edukatif. Membuat Juri Susah Menentukan Pemenang.
Yang Pasti, Semua peserta adalah penulis handal dan Keren-keren
================================================
Jadi Pemenangnya adalah:
[spoiler=Juara]
Selamat Kepada Para Pemenang Lomba Menulis Essay Dalam Rangka memperingati Hari Guru
:selamat :selamat :selamat [spoiler=Pemenang]
Juara III :
[CENTER]Total score: 239.20, ID: kongming88, Judul tulisan: Sang Pembeda
Link: https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=560361394&postcount=196


[spoiler=JuaraII]
Juara II :
Total score: 244.25, ID: zawjane, Judul Tulisan: Guruku: Oase di Tengah Gurun
Link: https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=558322151&postcount=108


[spoiler=Juara I ]
Juara I :
Total score: 245.17, ID: optechis, Judul tulisan: Dengan Cinta, Kuucapkan "Terima Kasih Guruku"
Link: https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=559683198&postcount=161

[/spoiler][/spoiler]
Dan
Spoiler for Favorit Juri

Juara Favorit :
ID: ransome, Judul Tulisan: Pak Erwin, Guru, Pelatih, Motivator Kami
Link: https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=558211026&postcount=100

[/spoiler]
[/spoiler]

Kami mendedikasikan acara lomba ini untuk :
seluruh PENDIDIK, di INDONESIA
Para GURU tercinta, dimanapun engkau Berada
Masyarakat yang peduli akan pendidikan, di seluruh Dunia
Masyarakat Lounge EDUCATOR
Masyarakat EDUCATION

====================
ilovekaskus iloveindonesia
[/CENTER][/center]
farchanfirman - 25/11/2011 10:04 AM
#2

Lomba Ini dipersembahkan oleh :

[ANNOUNCEMENT] Pemenang [EVENT] Lomba Menulis Essay Online Spesial Hari Guru

Bekerjasama dengan

[ANNOUNCEMENT] Pemenang [EVENT] Lomba Menulis Essay Online Spesial Hari Guru
mbah.jafar - 25/11/2011 10:04 AM
#3


[COLOR="Blue"]Karya yang memenuhi syarat
no edit dan range kata 800-1500


1 #8 Pak, Bu kembalikan STM kami. (brigaspad14imk)
2 #10 Aku dan Guruku, Aku dan Mas Maulana (PrincessTatia)
3 #15 MILITARY TEACHERS (MTVcom)
4 #18 Guru: Digugu lan Ditiru atau Diguyu lan Ditinggal Turu? (retro.martico)
5 #26 Tanpa Judul (TearsGirl)
6 #28 saat guruku mengancam (specialpketelor)
7 #29 Jaman SMP (ayubanget08)
8 #32 Semua Orang adalah Guru (alfrevfev)
9 #33 Terima Kasih Guru (the_true)
10 #39 Nasehat Guruku Menjadi Butterfly Effect Untuk Hidupku (poppybunga)
11 #43 Dialah Guru Ku (NoNameandNever)
12 #46 GURUKU PELITAKU (akuButuhCendol)
13 #47 Hidup Bukan Sebuah Permainan (kendrickitme)
14 #50 Ibu Sumiati (samalonareggae)
15 #53 Pelajaran Berharga Dari Seorang Guru (wakiju)
16 #54 Potensi itu ada, Kamu jelas punya!(Guruku kekuatanku) (susanthy30)
17 #55 Tanda Jasa : Adipradana (HaruRRF)
18 #58 BU GURU MOTIVASIKU (kinoyi94)
19 #59 guru (SiJeniusBakabon)
20 #63 BELAJAR DARI COIN (DewaknighTalive)
21 #66 ANTARA AKU,IBU DAN MEREKA (scr_24)
22 #67 Renungan untukmu, Guruku (Andrenium)
23 #68 Guruku,pahlawanku (faQih93)
24 #69 Ang Aking Guro (newginafets)
25 #70 Baru Ku Sadari Arti Setumpuk Tugas Yang kau Berikan Padaku. (iqbalnindo16)
26 #72 Balada Guru dan Konstelasi Bangsa (Ucupbledel)
27 #76 Tidak Putus Asa Dalam Belajar (onnomotto)
28 #78 Dibalik Sosok Guru (Lim Cing Cing)
29 #80 Guru Killer Bukanlah Pembunuh (nicksterism)
30 #87 Aku Sama Seperti Yang Lain (deantoro) *
31 #88 Kembalikan Ponsel Saya (ubigs)
32 #91 Guruku tercinta adalah seorang mayat... (IntegraLs)
33 #98 ” Gua aja bisa , masa loe ga bisa?” (andrewE90)
34 #99 Pak Pur! (sexyzombies)
35 #100 Pak Erwin, Guru, Pelatih, Motivator Kami - Part 1 (ransome)
36 #104 Tiup Impianmu, pecahkan ketakutanmu (vasily13)
37 #105 '92 (Dyon_Oke)
38 #106 Senyum Sang Batu (maneduli30)
39 #107 1 + 1 = 9 sempurna (patungpancorann)
40 #108 Guruku: Oase di Tengah Gurun (zawjane)
41 #114 Apa Cita-citamu? (jon_duan)
42 #120 Ibuku Guru Pertamaku & Inspirasiku Dari Awal Hingga Akhir Khayat (jetCrow)
43 #121 Guru di Sekolah Kontoversialku! (falafili)
44 #124 Guru Tempo Dulu Hingga Kini (nazuaf)
45 #128 Aku, guruku, dan orang tuaku (marsalamadden)
46 #132 KUKU PANCANAKA; WEJANGAN SEDERHANA DARI GURU YANG BERSAHAJA (belalang415)
47 #136 Motivatorku Bukan Hanya Mario Teguh (FindFriends)
48 #138 Indahnya berbagi (Snoopy_owlwot)
49 #143 Antara Kaskuser dan Gurunya: Sebuah Studi Kasus (kholee)
50 #147 Guru (satier)
51 #149 Sukai gurumu, cintai pelajarannya! (bin3r4)
52 #152 aku senang (xandriver)
53 #157 MEREKA MASIH INGAT (cayurhaceum)
54 #162 dengan Cinta, Kuucapkan "Terima Kasih Guruku" (optechis)
55 #163 Guru pembentuk karakterku (basithisme)
56 #164 Guru adalah persepsi dari sebuah kerendahan hati (mitologinusa)
57 #165 Aku dan Guru Kecilku (princess.nyot2)
58 #166 Cerita Kecil Mengenai Ibu Guru Wahyu (exia.meister)
59 #167 Selimut Sutra (Wi.)
60 #169 Benarkah Guru Pengayom Bagi Muridnya?
61 #174 Teacher who dare to change the system (333.88.66)
62 #176 Materialisme Sertifikasi: Wajah Buram Umar Bakrie (denijusmani)
63 #178 Guru merupakan ujung tombak dalam pencapaian kompetensi siswa (ciipodt)
64 #179 Teacher of Life (hereFireflies)
65 #181 Memetik Inspirasi Dari Guru (Ghiyatsableng)
66 #184 kata-kata bijak Guru dari masa ke masa (scoss)
67 #187 Sarmani (doublesicfive6)
68 #189 Guru dan kehidupanku (amrysalim)
69 #193 Orang tuaku, cerminan sosok ideal seorang guru (Altyeah)
70 #195 Antara siswa dan guru (shine.star)
71 #196 Sang Pembeda (kongming88)
72 #197 Aku, Kau, guruku dan sahabatku (Missnindul)
73 #198 Belajar dari totto-chan (cillutte)


[/COLOR]
farchanfirman - 25/11/2011 10:04 AM
#4
Review Juri
Quote:
Salam…!
Ternyata sangat susah buat menilai essay-essay dari para kaskuser dengan tema “Aku dan Guruku” ini. Dari seratus lebih, kalo ga salah ingat hammers, essay-essay tersebut mesti dicek satu persatu dan dinilai (salut sama agan Farchanfirman, Pakdhetom, Mbah.jafar, babaluba). Dari mereka, terseleksi top 10 essay dan itu yang harus kami beri nilai; sesuatu yang menurut saya sulit karena top 10 itu punya kualitas penulisan yang menurut saya selevel. Dan itu terbukti dengan score yang beda tipis antar mereka.

Terima kasih banyak buat agan daninoviandi dan agan adityahadi yang rela menyediakan malamnya buat menilai tulisan-tulisan bagus ini. Semoga kita mendapat manfaat dari acara ini….
Selamat buat pemenang….[SIZE="5"][FONT="Book Antiqua"]Selamat Hari Guru….



Quote:

Sekadar sharing:
Dengan ditemani secangkir capucino, menjelang malam, saya mulai berlayar ditengah kenangan agan optechis dalam judul “Dengan Cinta, Kuucapkan "Terima Kasih Guruku". Penulis dengan kata-kata sederhana menceritakan tentang 3 orang gurunya yang memberikan bekas indah dalam satu periode hidupnya, dan membawanya hingga kini (dan mungkin sampai akhir hayatnya nanti). Apakah Anda punya kenangan indah juga dengan guru Anda? Di sisi lain, terlihat bahwa pendekatan humanis merupakan metode yang mumpuni dalam memotivasi siswa/I untuk maju mengembangkan dirinya; para guru mesti mulai metode ini.
(MisterGuru)


Quote:

Cinta, begitulah penulis menerjemahkan makna yang dia rasakan kepada para guru. Pak Senen, Bu Ellen, dan Pak Agus adalah sosok-sosok yang begitu berpengaruh di mata penulis. Mereka hanya melakukan hal-halsederhana, seperti mengirim SMS, atau sekedar memberikan tambahan pelajaran secara cuma-cuma. Hal-hal yang terlihat kecil, namun berpengaruh besar pada para pelajar yang masih berusia muda dan butuh perhatian. Hal-hal sepele yang kini terlupakan oleh banyak pengajar kita yang lebih mementingkan nilai ujian daripada kebaikan budi.
Penulis menerjemahkan rasa itu dengan bahasa yang santai namun lugas, cerdik namun tangkas. Selamat membaca, dan selamat mengenang kembali masa-masa indah di sekolah.
Selamat kepada para pemenang D

(adityahadi)


Quote:

karyanya keren2, tapi yg namanya lomba ada yg menang & ada yg kalah D
so, tetep semangat, banyaknya karya yg masuk membuktikan bahwa masih banyak orang2 di negeri ini yg peduli pada gurunya D
diantara karya yg masuk, akhirnya terpilih 4 peraih hadiah :selamat
guru tetep harus digugu dan ditiru, dihormati, dan diteladani, tentu saja klo guru itu memang pantas untuk diteladani D mengingat banyaknya guru2 yg menyimpang sekarang ini, maka tugas para pemuda calon guru lah untuk mengubah kebiasaan itu,sehingga guru benar2 menjadi profesi yg memang sangat patut untuk diteladani D
nostalgia mengingat guru2 kita memang penting, tapi lebih penting jika kita bertindak nyata dengan bersilaturahmi ke tempat guru2 kita, kalo bukan kita yang mengingat mereka, siapa lagi?kecil kemungkinan mereka mengingat kita, karena murid yg mereka ajar sangat banyak jumlahnya..
so, tetap semangat buat calon guru, tetap membumi buat para guru kita, jadikan Indonesia yg lebih baik iloveindonesia

selamat hari guru \)

(daninoviandi)[/SIZE][/FONT]
mbah.jafar - 25/11/2011 10:05 AM
#5

[ANNOUNCEMENT] Pemenang [EVENT] Lomba Menulis Essay Online Spesial Hari Guru

Quote:
[FONT="Comic Sans MS"][B]Pemenang akan mendapatkan hadiah :
[B]Juara 1 : tag Donatur [COLOR="Red"][$] selama 6 bulan, Kaos educator, dan + 120 GRP
Juara 2 : tag Donatur [$] selama 3 bulan, dan + 50 GRP
Juara 3 : tag Donatur [$] selama 2 bulan, dan + 40 GRP
Juara favorite : + 40 GRP
[/B]


Quote:
Original Posted By KongKing.Cloth.
Design Kaos Educator


=================================

[CENTER]Komentar para pemenang....[/CENTER]

Quote:
Original Posted By optechis
Alhamdulillahirabbil'alamin.
Luar biasa!
Selamat Hari Guru!

D


Quote:
Original Posted By zawjane
alhamdulillah, nggak nyangka dapat juara kedua. terima kasih buat para juri yang telah sudi memilih tulisan sederhana saya untuk menjadi runner up di event kali ini, semoga ini menjadi sumbangsih tersendiri bagi hari guru tahun ini. sekali lagi terima kasih atas apresiasinya ...


Quote:
Original Posted By Kongming88
waahh gak nyangka!!

ane dapet juara 3 :matabelo

thanks a lot para juri, Kaskus Educators, n para kaskuser semua shakehand2

Happy Teacher's Day !! iloveindonesia


Quote:
Original Posted By ransome
Bingung mau ngomong apa. Ga nyangka bakal menang soalnyaPeace:
Peserta yang lain keren keren jugathumbup:
Terimakasih untuk event ini yang mengingatkan kepada guru sekaligus teman ane. Yang saya samarkan namanya sebagai Pak Erwin.
Beliau telah banyak merubah hidup saya menjadi pribadi yang tak pernah berhenti berjuang. Termasuk berjuang untuk menulis lomba essay ini. Ga nyangka menang favorit.
Makasih buat para juri. Buat gadis cantik yang meniupkan keoptimisannya buat anehammer:.. Buat tim bbip. Buat @akurusakp. Buat l4usarmy:
Sekarang juara favorit, tapi event nanti, mungkin juara 1 jadi milik saya p
Lari, larilah sampai saat terakhir! p p p

Selamat Hari Guru
25 November
Untuk Pak Erwin dan semua guru di dunia

Regards, ransome. [ANNOUNCEMENT] Pemenang [EVENT] Lomba Menulis Essay Online Spesial Hari Guru


[/B][/COLOR][/FONT]
farchanfirman - 25/11/2011 10:05 AM
#6

juara i
Quote:
Original Posted By optechis
berbicara tentang guru, tentang mereka yang luar biasa, tentang mereka yang tak kenal lelah dalam membimbing sang pencari ilmu, tentang mereka yang senang saat anak didikannya sukses, tentang mereka yang turut bersedih saat putra-putri bimbingannya gagal namun tetap memberi semangat, tentang mereka yang bagaikan orang tua di sekolah, tentang mereka yang rela meluangkan waktu berharganya, tenaganya, dan pikiran luasnya demi murid-muridnya, tentang mereka yang begitu banyak jasanya, tentang mereka yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa...

Guru, kata yang terbilang pendek untuk mereka yang besar jasanya.

Siapapun, tentunya memiliki sosok guru yang lekat dalam ingatannya, ia lekat karena keikhlasan hatinya mengajarkan apa yang ia tahu, ia lekat karena ketulusan perilakunya yang menjadi contoh. Dan guru seperti ini tentu berbeda-beda bagi setiap orang, mungkin ia adalah guru matematika anda, mungkin ia adalah guru fisika anda, mungkin ia adalah guru bahasa indonesia anda, atau siapapun ia, namun sosok guru adalah orang yang begitu dekat dalam kehidupan kita. Kita mengenal guru –guru dalam pendidikan formal- sejak kita masih berada di taman kanak-kanak (tk), merekalah yang membuat kita nyaman bersekolah, kita lalu mengenalnya saat berada di sekolah dasar (sd), mereka turut mengajari kita membaca, berhitung, dan menulis di samping orang tua kita, lalu guru-guru kita di jenjang-jenjang berikutnya pun, mereka memberi pengajaran bagi kita, mereka berbagi ilmu dengan kita, bahkan mereka pun terkadang menjadi teman curhat kita, ah sungguh fleksibel sosok guru ini. Merekalah pelita kita saat kegelapan, merekalah penunjuk jalan kita.

maka mereka layaknya matahari yang membakar semangat murid-muridnyanya,
maka mereka bagaikan hujan yang menyegarkan murid-muridnya,
maka mereka bagaikan matahari dan hujan yang menumbuhkan benih-benih kecerdasan dalam diri kita


dan terkait tentang guru, tentunya saya pun memiliki pengalaman tersendiri, puluhan bahkan beratus guru yang pernah saya temui dari tk sampai sekarang di sma, banyak kenangan yang dimiliki, baik kenangan yang menyenangkan ataupun tidak menyenangkan, namun itu tetaplah hal yang luar biasa. Begitu pun saya, saya pun memiliki kenangan yang luar biasa dengan guru-guru saya, dan di antara guru-guru itu, ada sosok-sosok guru yang melekat dalam pikiran saya.

Yang pertama, saya teringat akan seorang guru matematika saya di salah satu smp di bandung, bapak senen supardjo namanya, beliau sosok yang luar biasa, beliau sosok yang cerdas, beliau adalah orang yang menjungkirbalikkan pikiran saya tentang matematika.
Seperti kebanyakan orang, pada mulanya saya tak terlalu menyukai matematika, pelajaran yang sebenarnya menarik ini. Di kelas vii dan viii smp, meski nilai matematika saya tak jelek, namun tetap saya tak menyukai matematika dan cukup sebal dengan mata pelajaran ini. Namun ini berubah saat saya berada di kelas ix smp, tingkatan tertinggi di smp.

Dengan cara mengajar yang berbeda dari guru lainnya, pak senen ini sudah mengubah pandangan saya akan matematika, yang dulunya matematika nampak tak menyenangkan menjadi menyenangkan dan menarik bagi saya.

Beliau adalah guru yang memiliki cara mengajar yang berbeda. Hampir di setiap pertemuan, beliau mengeluarkan laptopnya, lalu seringkali ia memperdengarkan musik dari laptopnya tersebut. Beliau pun memperbolehkan kami makan sambil memperhatikan pemaparannya –satu hal yang jarang sekali diperbolehkan oleh kebanyakan guru. Tak jarang, teman-teman saya bahkan meminta beberapa lagu dari laptopnya. Beliau pun seringkali menjadi teman curhat bagi kawan-kawan saya. Beliau, dekat memang.

Dengan cara mengajar yang berbeda, dan sikapnya yang santun dan ramah, maka setiap murid yang diajari oleh beliau sangat menyukainya. Beliau menyemangati muridnya, beliau senantiasa tersenyum kepada muridnya, bahkan yang sangat menarik adalah beliau menanyakan nama panggilan murid-murdinya, sehingga beliau sering memanggil muridnya dengan panggilan kesukaan muridnya, dan inilah yang semakin mendekatkan beliau dengan kami.

Ah bisa berlinang air mata bila mengingat beliau.

Belum cukup sampai di situ, hal lainnya yang paling luar bisa adalah ketika beliau memberikan tambahan pelajaran gratis bagi murid-muridnya, beliau kelompokkan mereka yang ingin belajar dengannya, dan mengajar kami tak kenal lelah, padahal beliau adalah salah satu wakil kepala sekolah, bahkan saat mendekati ujian nasional, hingga larut malam beliau mengajari kami.

Lalu, saat kelas ix tentunya lazim terdapat pemantapan pelajaran bagi siswa kelas ix, dan beliau selaku wakasek bidang kurikulum pun menyiapkan strategi yang begitu jitu, meski sempat terkendala masalah dana untuk pemantapan dan try out, namun ini ternyata tetap berjalan, bahkan dengan menggunakan uang pribadi guru-guru. Maka dengan sistem kelas pemantapan dan ruangan try out yang berbeda-beda (sesuai hasil try out), serta intensitas try out yang bervariasi (ipa sekitar delapan atau sembilan kali try out, bahasa inggris dan bahasa indonesia sekitar enam sampai delapan kali try out serta matematika sepuluh kali try out) yang diterapkannya, berdampak fantastis bagi hasil ujian nasional kami. Puluhan siswa mendapat nilai matematika 100, begitu pun dengan mata pelajaran lainnya, kecuali bahasa indonesia dengan nilai tertinggi sekitar 90-an.

Dan masih teringat dalam ingatan saya, ketika pada suatu malam, yaitu tepat malam hari sebelum pengumuman hasil ujian nasional, saya memperbincangkan mengenai hasil ujian nasional ini dengan beberapa teman saya melalui yahoo! Messenger, hingga akhirnya saya sign out terlebih dulu, dan tertidur. Dan alangkah bahagia dan kagetnya saat keesokan harinya, saat saya terbangun dari tidur, satu sms masuk ke inbox handphone saya, ternyata dari pak senen, beliau mengabarkan tentang hasil ujian nasional saya yang kata-katanya sebagai berikut: “alhamdulillah, selamat, lulus dg jml nilai un 37,05 dan mat 10,00 . Senen s”. Bahkan sms ini masih ada di dalam folder saved message inbox di handphone saya.

Luar biasanya beliau, beliau tak hanya pandai dalam mengajari kami matematika, namun beliau juga adalah seorang yang taat dalam beragama, beliau pun adalah salah satu khatib shalat jumat di smp kami, dan cukup sering memberi nasihat kepada kami.
Begitulah beliau, sosok luar biasa, bahkan banyak di antara kami yang merindukan beliau, dan merindukan diajari matematika oleh beliau. Luar biasa!

Lain pak senen lain pula dengan guru saya yang satu ini, kali ini beliau adalah guru bahasa inggris saya, dan masih di smp yang sama. Beliau merupakan walikelas saya, ibu eli entin namanya, seringkali disingkat menjadi bu ellen. Tak jauh berbeda dengan pak senen, bu ellen ini memiliki kedekatan yang luar biasa dengan murid-muridnya dan memang itulah salah satu tugas walikelas. Namun apa yang membuat beliau memiliki kenangan penting bagi saya? Karena, beliaulah guru yang sangat dekat dan ikhlas membantu kami. Beliau tak hanya membantu dalam hal pengajaran, namun dalam hal mental kami. Beliau mendata nomor handphone kami, lalu setiap sekitar pukul dua sampai pukul tiga dini hari, beliau selalu membangunkan kami lewat missed call-nya. Beliau membangunkan kami setiap malam, dan alhamdulillah, banyak di antara kami yang shalat tahajjud dan dilanjutkan dengan belajar di waktu-waktu tersebut.

Begitulah, luar biasanya guru-guru kami ini. Di setiap idul fitri, maka saya selalu mengirimkan sms kepada mereka berdua, dan alhamdulillah mereka membalasnya dan itu sangat menyejukan bagi saya.

Ah luar biasanya mereka.

Terakhir, saya memiliki satu guru lagi yang luar biasa, beliau masih di smp yang sama dengan dua guru yang saya ceritakan sebelumnya. Namun, beliau adalah sosok tertinggi dan sosok yang paling dicintai di sekolah itu, beliau adalah kepala sekolah kami, pak agus suhara namanya. Beliau kepala sekolah yang luar biasa, beliau memberi pendekatan agama dalam mendidik murid-muridnya. Beliau memberi perubahan dahsyat bagi kami.

Beliau mengadakan program pembacaan asmaul husna di setiap pagi, dan memberikan taushiyah di hampir setiap kesempatan sehabis pembacaan asmaul husna, taushiyah yang menyejukkan, merindukan, dan mengena. Beliau juga memberikan waktu khusus untuk shalat dhuha selama satu jam pelajaran setelah pembacaan asmaul husna. Dan memang, hasilnya dahsyat! Tak hanya cerdas dalam pelajaran, kami pun meningkat dalam hal ibadah. Beliau, sebagai kepala sekolah, sangat dekat kepada kami, beliau tak segan berkumpul bersama kami, terutama saat shalat dhuha, beliau pun kembali bertaushiyah kepada kami, dan tak satupun dari kami yang lelah mendengarnya.

Begitulah beliau. Bahkan beliau pun bersama ayasha (seorang trainer esq) menulis sebuah buku yang sangat tipis namun penuh ilmu, yang bertajuk “mengubah yang biasa menjadi luar biasa”, sebuah buku yang mengajarkan kami akan “peminjaman” kekuatan tuhan lewat ibadah. Dan memang, buku itu begitu luar biasa seluar biasa penulisnya.

Dan itulah mereka, ketiga sosok guru yang amat melekat bagi saya, ketiga sosok guru yang sangat luar biasa, dan ketiga guru yang paling saya rindukan.

Ketiga guru tadi adalah sebagian kecil di antara jutaan guru luar biasa lainnya di indonesia. Selayaknya kita berterima kasih kepada mereka.

Maka, saya ucapkan doa bagi mereka, mereka yang ikhlas mengajari kami, tulus meluangkan waktu, menggunakan tenaga dan pikiran bagi kita semua.

Maka, bapak guru, ibu guru...
Terima kasih, terima kasih atas segala pengorbanan bapak ibu guru semua. Meski bapak ibu guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, namun jasa bapak ibu guru sangat besar dan bermakna bagi kami.

Dengan cinta, kuucapkan terima kasih kepada bapak.
mbah.jafar - 25/11/2011 10:05 AM
#7

Juara II

[quote=zawjane]

[b]guruku: Oase di tengah gurun

suatu sore, sepulang mengajar dari tempat kerja yang jaraknya kurang lebih 70 km dari rumah, aku melihat guruku sewaktu sma sedang berdiri di samping sebuah mesjid. Aku pun menghentikan sepeda motor dan kemudian menghampiri guru tersebut. Beliau pun tersenyum, mengingatkanku akan cara mengajar dan mendidiknya kurang lebih 15 tahun lalu. Lebih kaget lagi ketika dia menyapa dengan menyebut namaku. Subhanallah, beliau masih ingat namaku, padahal usianya sudah beranjak senja dan juga sudah sangat lama kita tidak berkomunikasi.

Pembicaraan singkat pun berlangsung. Beliau menanyakan profesiku sekarang dan juga tempat kerjaku. Saya pun menjawabnya seraya memohon doa beliau semoga aku dan keluargaku berada dalam keadaan sehat dan sejahtera. Beliau pun mengamininya. Beliau juga menyarankanku untuk kembali melanjutkan studiku, dengan alasan bahwa aku masih muda dan memiliki potensi untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Beliau masih tetap memberikan motivasi kepadaku meski kita sudah jarang bertemu. Aku pun mohon pamit kepada beliau untuk melanjutkan perjalanan pulang.

Di sisa perjalanan pulang itulah, aku teringat akan guru yang baru kutemui ini. Betapa tidak, beliau adalah guru favoritku selama di sma. Beliau selalu datang lebih awal dari murid-muridnya, padahal jarak dari rumahnya ke sekolah sekitar 40 km. Beliau menumpang angkutan umum setiap hari untuk melaksanakan tugas sucinya itu. Meski demikian, aura kelelahan tidak pernah nampak di wajahnya.

Beliau mengajar bidang studi geografi waktu itu. Pada masa itu, pelajaran inilah yang paling dinantikan. Mengapa? Karena gurunya memang sangat mengagumkan. Selain dari sisi keteladanan yang memang layak ditiru dalam kedisiplinan dan ketegasan, beliau juga sangat menguasai pelajaran yang akan diajarkan kepada murid-muridnya. Beliau jarang sekali membawa buku paket ketika mengajar. Yang paling membuat kita sebagai muridnya merasa takjub dan menaruh rasa hormat yang tinggi adalah kemampuannya untuk menggambar peta buta dengan cepat dan persis dengan peta-peta di dalam atlas.

Suatu ketika, pernah ada latihan menunjukkan lokasi di peta buta yang beliau gambar. Salah seorang temanku disuruh ke depan untuk menunjukkan benua afrika. Ketika temanku sudah di depan papan tulis, ia malah menunjukkan salah satu samudera. Kontan, semua teman-temanku tertawa. Namun, guruku yang satu ini malah tidak menertawakannya, namun mencoba membantu temanku itu untuk menunjukkan kembali benua afrika. Ternyata, meski guruku ini bertampang sangar dan sangat disegani siswanya, beliau juga adalah guru yang bijak. Guru yang tidak pernah menertawakan dan menghina kemampuan siswanya.

Ketika aku sudah lulus dari sma itu, aku pernah mendengar bahwa guru geografi yang satu ini mendapatkan predikat guru teladan. Semua orang sepakat bahwa guru tersebut memang layak mendapatkan penghargaan tersebut. Integritas seorang guru sangat beliau kedepankan. Keteladanan merupakan hal yang beliau contohkan tanpa harus menyalahkan orang lain. Kecerdasan mengajar adalah hal yang beliau utamakan untuk mencerdaskan peserta didiknya. Aku pernah mendengar bahwa ijazah keguruan beliau bukanlah untuk mengajar geografi, namun ilmu agama islam. Tidak mengherankan bila beliau mampu mengajar berbagai bidang termasuk bahasa arab dan ilmu-lmu agama lainnya.

Pak abdullah, itulah nama guru yang menjadi pengantar cerita dalam catatan singkat ini. Beliau tinggal di sebuah desa di daerah cianjur selatan. Setiap kali aku pergi dan pulang ke tempat kerja, rumahnya senantiasa kulewati. Rumah itulah yang sering mengingatkanku akan beliau. Rumah itu pula yang menjadi pemompa semangat dan motivasiku bila diri tengah dilanda kejenuhan dalam menekuni profesi sebagai seorang guru. Karena di rumah itulah, tinggal seorang guru yang begitu kuat, tangguh, pantang mengeluh, cerdas, taat, tegas, dan mampu mengemban misi seorang guru sebagai pengajar sekaligus pendidik. Bukan hanya ilmu yang beliau transferkan, tetapi yang lebih penting dari itu beliau mewariskan karakter dan integritas yang sekarang sudah mulai jarang kita temukan.

Pak abdullah, sesosok guru yang menjadi oase di tengah gersangnya dunia pendidikan kita. Beliau sudah sangat fokus dan kompeten jauh sebelum uu tentang guru dan dosen digulirkan. Beliau tidak memikirkan seberapa besar tunjangan yang akan beliau peroleh, ketika beliau mengajar dengan proporsional dan profesional, karena memang pada saat itu belum ada tunjangan sertifikasi. Beliau adalah teladan bagi kami sebagai murid-muridnya. Ketangguhan dan keuletannya membersitkan semangat bahwa menjadi guru harus pantang mengeluh dan terus berkarya tanpa berharap tanda jasa. Pak abdullah adalah salah seorang guru yang begitu menghayati pesan bapak pendidikan indonesia, ki hadjar dewantara: Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. (di depan menjadi teladan, di tengah membangkitkan semangat, dari belakang mendukung).

Tak terasa, sudah hampir tujuh tahun aku menekuni profesi sebagai guru. Sebelumnya, ketika menjalani masa kuliah, aku sudah tegaskan bahwa profesi guru bukan menjadi cita-citaku yang utama. Aku lebih memilih ingin menjadi penerjemah dan profesi lainnya yang berkaitan dengan dunia penulisan. Namun, ketika ijazah sarjana kuterima, ibuku tercinta memberiku saran untuk kembali menjadi guru. Apa mau dikata, yang namanya saran dari orang tua, apalagi ibu, adalah perintah suci yang harus kutunaikan. Akhirnya kuikuti juga seleksi cpns guru 7 tahun silam. Meski formasi yang tersedia hanya untuk satu orang pelamar umum, aku memberanikan diri saja untuk mengikuti testing tersebut. Aku mengikuti testing hanya untuk berusaha membahagiakan kedua orang tuaku yang memang keduanya berprofesi sebagai pendidik. Dan ternyata, allah memang berkehendak lain. Aku ditakdirkan lulus menjadi salah seorang guru dan ditempatkan di daerah selatan.

Pada saat aku memperoleh sk penempatan tugas, aku langsung memberikannya kepada orang tua. Ayah dan ibuku tidak langsung menyetujui sk tersebut. Ayahku sampai berkata, “tunggu hasil istikharah dulu ya”. Mungkin kedua orang tuaku beranggapan bahwa penempatan ke daerah selatan akan lebih menjauhkanku dari keduanya. Padahal kedua orang tuaku sangat menginginkan aku lebih banyak di kampung halaman untuk membantu keduanya. Keesokan harinya, ayahku mengatakan, “ambil saja surat tugas kerjamu itu, semoga allah melindungimu senantiasa”. Aku pun berangkat dengan semangat diiringi doa orang tua yang dahsyat. Tujuh puluh kilometer terbentang di hadapan, menanti ketekunan dan keikhlasan guna perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Akhirnya, aku resmi juga menjadi salah seorang guru. Aku mulai bersentuhan dengan dunia pendidikan yang sesungguhnya, setelah sebelumnya hanya tergelar dalam dunia teoretis yang begitu melangit. Aku ditempatkan di sekolah yang baru berkembang kala itu. Tantangan terbesar yang kuhadapi adalah bagaimana mengubah perilaku belajar siswa baik secara akademis maupun etis. Belum lagi latar belakang keluarga mereka yang lebih dari setengahnya memiliki masalah yang cukup serius. Daerah selatan merupakan salah satu lumbung penyalur tenaga kerja indonesia yang secara tidak langsung memiliki dampak yang signifikan terhadap proses perkembangan belajar peserta didik. Betapa tidak, sebagian besar siswa jarang mendapatkan perhatian dari orang tua mereka, karena salah satu dari kedua orangtuanya berada di luar negeri. Hal inilah yang akhirnya mendorong kita sebagai guru mereka berperan ganda, sebagai guru juga orang tua mereka. Pendekatan psikologis akhirnya menjadi salah satu pendekatan efektif dalam meningkatkan kualitas belajar mereka.

Lagi-lagi, pak abdullah menjadi patron dalam hal ini. Bagaimana kita harus menjadi teladan bagi siswa dengan menjaga integritas kita sebagai seorang guru. Bagaimana juga kita harus tetap dekat dengan siswa meski kita harus tegas dan disiplin dalam mengajar dan mendidik mereka. Cara efektif yang aku teladani dari pak abdullah dalam menumbuhkan motivasi para siswanya adalah dengan cara mengenali mereka, mengenali latar belakang mereka, dan mencoba mencarikan solusi untuk masalah-masalah yang mereka hadapi. Inilah yang selalu kulakukan agar siswa senantiasa termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri mereka.

Mengenang pak abdullah adalah mengenang guru terbaik yang pernah kukenal dalam hidup. Mengenang beliau adalah memaknai keikhlasan, ketulusan dan kesabaran seorang guru yang sangat diperlukan untuk menghadapi segala kondisi zaman. Mengenang beliau berarti juga menghadirkan sosok guru yang begitu didambakan dunia pendidikan kita. Mengenang beliau menyemburatkan kembali energi positif yang harus dimiliki siapa pun yang ingin berprofesi sebagai guru. Ketika berbagai tunjangan mulai mengalir deras ke saku para guru saat ini, pak abdullah tengah asyik menyiangi rumput di sekitar mesjid dekat rumahnya, mengabadikan pengabdian yang nirbatas pada sang pencipta, sebagai bentuk totalitas utuh seorang hamba.

Terima kasih pak abdullah, namamu memang menyiratkan makna sejatinya sebagai hamba allah. Terima kasih pak abdullah, aku sangat yakin bahwa allah akan menerima pengabdianmu selama menjadi guru, karena sosokmu adalah teladan bagiku. Hal itu juga menandakan bahwa ilmu yang engkau wariskan mengandung keberkahan yang super dan energi yang dahsyat, mengantarkan siapa pun yang gelap akan dunia ke gerbang pencerahan yang terang dan menerangi. Beribu ucapan terima kasih dariku dan semua muridmu, takkan sanggup mengimbangi keringat perjuanganmu sebagai seorang guru selama puluhan tahun engkau mengabdi. Akhirnya hanya allah jua yang layak membalas setiap tetes keringat perjuanganmu, dan hanya surga jua yang menjadi tempat paling layak untukmu. Dan semoga setiap guru di penjuru negeri ini dapat meneladanimu sebagai salah seorang guru terbaik yang pernah dilahirkan bumi pertiwi. Semoga.
[/quote][/b]
farchanfirman - 25/11/2011 10:06 AM
#8

juara iii
Quote:
Original Posted By kongming88
sang pembeda

      di barisan belakang ia duduk, tenang tak bersuara. Namun matanya siaga. Ia menatap seorang kulit putih, dua baris didepannya, arah jam 10. Si kulit putih berbalik, dari bibirnya terlihat ia mengucapkan sesuatu. Jawal, orang yang telah lama memperhatikannya sejak tadi tiba-tiba melesat ke tempat orang putih tadi dan dengan tenaganya yang besar, mendorongnya. Gambaran kerusuhan yang sering diliput di televisi akhirnya terjadi di ruang kelas tersebut. Erin gruwell, seorang guru baru, ditempatkan dalam situasi tersebut. Sebuah mission impossible telah diperolehnya. Namun demikian setahap demi setahap ia melakukan serangkaian usaha menakjubkan. Banyak pengorbanan yang ia lakukan, termasuk mengorbankan waktu dengan tunangannya. Sekarang, cerita mengenai perubahan luar biasa yang terjadi dalam kelas itu tertuang dalam “freedom writers”, buku yang mengubah dunia dan diterjemahkan lebih dari 7 bahasa, karangan murid-muridnya yang dulunya “berandalan”.

Ketika saya membaca cerita ini, adalah pa harris, yang muncul di benak saya. Seorang guru matematika berumur 50 tahunan saat itu. Ia seorang yang sangat taat dalam agama, tubuhnya terbilang kurus, berkaca-mata, dan tentu saja jenius matematika. Benar, tugas yang diembannya pasti lebih ringan dari erin gruwell. Namun situasi sekolah dan kelas saya tidak bisa dibilang baik. Beberapa siswa akan menjadi hebat dan berpengaruh, namun lebih banyak lagi siswa saat itu yang akan membuat orang tua mereka merasa sedih.

Satu hal yang terlihat di kelas saya; kelompok-kelompok terdiri dari 3-5 orang terbentuk di kelas. Masing-masing kelompok ini memiliki “budaya” mereka sendiri. Kelompok yang pintar dan alim adalah yang terbaik. Mereka adalah kelompok yang spesial, terlindung, dan disukai oleh semua guru. Sayangnya, keberadaan mereka tidaklah lebih dari satu.

Yang lain adalah kelompok yang tinggi dan kuat, yang dengan mudah memukul dan mengancam anak yang lemah. Kelompok yang lain selalu asyik mengobrol satu sama lain; bagaimana progress mereka menaikkan level karakter dalam suatu game online. Kelompok yang lain lagi selalu memiliki sesuatu untuk bahan ejekan. “mau kita apakan si “x” itu? A. Dibunuh b. Ditelanjangi c. Dihajar d. Diludahi “ terlepas dari kesungguhan tindakannya, sebuah survey yang ekstrim pernah dibuat oleh kelompok ini. Ringkasnya, kelompok-kelompok ini memiliki prestasi akademik yang kurang memuaskan dan moral yang kurang baik.

Pa harris lah sang pembeda. Ia mengajar dengan antusiasme yang penuh. Ia mampu memenuhi keinginan bagi setiap siswa yang “lapar” akan konsep dan latihan matematika. Ia tidak pernah kehabisan bahan untuk diberikan. Ketika pernah suatu hari, empat kelas kosong, ia siap mengisinya walaupun ia harus naik turun tiga lantai. “buka buku matematika!” serunya kala itu. Sebagian anak senang dengan pelajaran tambahan tersebut, namun sebagian lagi tidak.

Saya termasuk anak yang “sakit” pada waktu itu. Saya tidak senang dengan pelajaran tambahan itu. Saya sering dijahili. Saya tidak punya motivasi untuk belajar. Saya tidak suka sekolah dan nilai saya termasuk dalam kategori yang terburuk di kelas. Mungkin tidak ada masa depan bagi saya untuk tetap bersekolah. Orang tua saya adalah satu-satunya alasan mengapa saya bertahan.

Segalanya berubah ketika saya mulai tergerak oleh keberadaan pa harris. Ia selalu percaya pada kemampuan saya walaupun nilai-nilai saya jelek. Ia percaya pada kemampuan setiap anak di kelas. Latihan-latihan soal ia berikan, dan walaupun ia menulis penjelasan secepat kilat, ia selalu bersedia untuk menjelaskan dengan sabar bagi anak yang belum paham. Sering pula ia membagikan kisah hidupnya. Dengan kata-katanya, ia mencoba mempersatukan kelas. Bila matematika adalah jam terakhir, doa pulang sekolahnya seolah menyemburkan api semangat yang besar setelah kami lapuk dan lemas akibat pelajaran sepanjang hari.

Pengaruh keberadaanya dalam hidup saya semakin besar. Saya mulai mencoba untuk belajar. Semangat yang ia miliki mempengaruhi semangat saya bukan hanya untuk belajar matematika, tetapi beberapa pelajaran yang lain. Hubungan pertemanan saya mulai membaik. Saya mulai bisa mendapatkan bahan-bahan omongan positif untuk dibicarakan.dan yang terpenting, saya mulai menyukai sekolah.

Hari itu adalah hari penanda perubahan saya. Pa harris membagikan hasil ulangan. Ia memanggil nama saya. Ia tersenyum. Sementara seisi kelas tercengang, mengetahui panggilan tersebut menandakan bahwa saya termasuk lima besar dengan nilai tertinggi. Kemudian teman-teman bertepuk tangan. Saya bahagia pada hari itu. Saya bahagia bukan karena nilai yang saya dapat. Saya bahagia karena saya tahu saya telah berubah. Hari itu bukan akhir perjalanan usaha saya dalam belajar. Justru hari itu adalah permulaan, dimana saya mendapatkan kepercayaan diri yang utuh. Kepercayaan diri inilah yang merupakan sesuatu yang paling bernilai dan kemudian merubah kehidupan saya seluruhnya.

Sekarang, saat saya menulis ini, saya tengah merasakan atmosfir dimana pa harris sering berada. Harapan besar yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Cita-cita yang akan ditertawakan oleh semua orang ketika saya menceritakannya 5 tahun lalu. Namun disinilah saya berada. Saya berada dalam satu ruang besar dengan lebih dari 80 meja guru. Saya berada dekat dengan pemikir-pemikir muda dengan pakaian yang seragam. Saya memasuki suatu ruang, dengan papan tulis, spidol, dan beberapa alat komputer; ruang dimana saya bisa melakukan hal yang besar bagi para pemikir muda tersebut. Ruang dimana saya bisa melakukan apa yang pa harris lakukan; menjadi sang pembeda.


words: 801 

farchanfirman - 25/11/2011 10:08 AM
#9

JUARA Favorit Juri
Quote:
Original Posted By ransome
Dung! Dung! Dung! Dung! Sluuupp!

Lemparan tiga angka-ku kembali masuk. Agak terengah, kuambil minuman dingin di tas dan segera kuteguk. Rasanya segar sekali setelah hampir 1 jam aku latihan sendiri.

Ya! Aku memang suka sekali latihan sendiri di pagi buta seperti ini. Melawan udara dingin di lapangan terbuka, sampai tidak terasa dingin sama sekali saat keringat mengalir di tubuhku. Mendengar suara bola yang kupantulkan berirama. Rasanya di dunia ini hanya ada aku, angin, bola dan ring.
Aku suka sekali basket. Dulu, basketku hanya iseng untuk memenuhi hobiku. Itu berubah saat aku ditemui Pak Erwin, guru olahragaku yang ternyata juga pelatih di sebuah sekolah basket. Aku diajaknya untuk bergabung di sekolah itu.

Sejak saat itu aku menjadi dekat dengan beliau, aku sharing kepada beliau tentang apapun. Hal yang paling kuingat dan kucontoh adalah semangat dan spiritnya. Aku menjadi maniak basket karena mengikutinya, sampai-sampai aku mengikuti nasihatnya saat aku sedang dalam masalah, “Cukup pejamkan mata, rentangkan tangan. Bayangkan kamu sedang ada di pertandingan besar dan kamu memasukkan bola itu kedalam ring. Sluuupppp! Rasanya luar biasa! Maka masalahmu akan terasa lebih ringan.” Percayalah. Tips itu ampuh sekali.

Kulihat jam di hpku, 06.00. Untung sekarang hari Sabtu, aku tidak perlu buru-buru ke sekolah. Biasanya di hari Sabtu seperti ini, lapangan akan mulai ramai jam 8 pagi. Saat itu aku pulang untuk bersiap latihan atau pertandingan bersama tim dan Pak Erwin. Begitupun sekarang. Tapi yang kudengar dari latihan minggu kemarin, hari ini hanya latihan ringan untuk persiapan final besok.

Tim-ku memang sedang dalam kejuaraan kota, tanpa diduga, tim-ku yang merupakan tim baru, mampu melaju menuju final. Jalan kami tidak mulus, beberapa pertandingan sangat menguras tenaga, emosi dan pikiran. Jarak dari satu pertandingan ke pertandingan lain juga sangat dekat sehingga stamina kami sangat terkuras. Beruntunglah aku sudah terbiasa untuk latihan keras, sekali lagi itu karena Pak Erwin. 2 tahun lalu saat aku baru direkrut oleh beliau, fisikku lemah. Latihan 1 jam saja aku sudah mau pingsan rasanya. Pak Erwin menggemblengku, setiap hari setelah subuh, aku diminta lari ke lapangan yang berjarak 1 km dengan ditempeli pemberat di kaki dan tanganku yang jika ditotal berjumlah 8 kg, 3 kg untuk ditempel masing masing kaki, 1 kg di tangan. Awalnya latihan itu sangat berat. Tapi kini efek dari latihan itu sangat terasa. Aku menjadi jarang cedera, tinggiku bertambah pesat, kekuatan kaki tanganku bertambah dan yang terpenting, staminaku meningkat pesat.
Pukul 06.45, nafasku telah kembali normal. Aku bangkit mengambil bola basket, ku dribble sebentar lalu jump shoot. Kemudian ku dribble, ku bawa ke tengah lapangan, aku lari menuju ring.

Dunk!

Slamdunk itu penutup latihanku, kuambil tas dan bergegas pulang.

*****

Keesokan harinya, adalah salah satu dari daftar hari terpenting dalam hidupku. Final yang tidak pernah disangka oleh semua orang bahwa timku mampu menembusnya. Lawanku adalah tim juara bertahan, yang kekuatannya tidak disangsikan. Tak heran jika banyak yang beranggapan timku pada akhirnya akan kalah. Tapi saat aku dan teman-teman satu tim hampir menyerah sebelum tanding, Pak Erwin datang dan menyemangati kami. Selalu begitu.
Pertandingan dimulai pukul 9 pagi, saat ini jam 8, dan aku sudah siap untuk berangkat menuju lokasi dengan bus tim.

Sesampainya disana, kami disambut oleh panitia dan segera masuk ke ruang ganti. GOR ramai sekali oleh pendukung tim lawan dan tim kami. Aku tidak menyangka pendukung kami akan sebanyak itu.

“Kalian lihat supporter yang membawa spanduk mendukung kalian? Mereka bangun pagi dan rela datang jauh kesini demi kita. Jangan kecewakan mereka. Ayo berlari sampai akhir!”

Kata penutup briefing dari Pak Erwin yang langsung membakar semangat tim. Kami memasuki lapangan dengan optimis dan tangan terkepal.

Namun tim lawan adalah tim kuat, meski semangat timku menggebu sekali, babak pertama diakhiri dengan skor 18 - 33 untuk tim lawan.

Meski begitu semangat kami masih menggebu, di babak kedua, dengan dukungan pendukung yang terus menerus berteriak, pelan-pelan kami mengejar. Semangat itu semakin terasa tercambuk mendengar Pak Erwin berteriak menyemangati. Itulah bedanya beliau dengan pelatih lain, saat pelatih lain memberi instruksi di tengah pertandingan, Pak Erwin berteriak memberi semangat. Babak kedua kami akhiri dengan jump-shoot manis dari Graha, menutup skor 40 – 47, masih untuk kemenangan tim lawan.

Peluit dimulainya babak ketiga telah ditiup. Aku memulainya dari bangku cadangan. Menit ke 5, aku kembali bermain. Aku berposisi sebagai shooting guard, karena itu, aku harus bisa mencetak poin dari kondisi apapun. Aku sering sekali mencetak three point, aku memang lebih suka mencetak poin dari teknik itu daripada teknik yang lain.

Babak ketiga adalah mimpi buruk bagiku dan tim kami. Saat itu pertandingan masuk ke menit ke-7, tim kami sangat tertekan dan hampir tertinggal 20 angka. Aku sedang membawa bola, dibayangi oleh pemain lawan. Saat bola itu hampir terebut, aku menjatuhkan diri bertumpu pada tangan kiriku sembari tangan kanan mengoper pada teman satu tim. Dia berhasil mencetak poin, namun malangnya, aku terjatuh pada posisi tangan yang salah, entah otot atau apa, tanganku sakit, namun aku tidak menampakkannya.

Aku masih bermain, tetapi tidak maksimal, dribble dan shooting kebanyakan aku pakai tangan kanan. Tampaknya hal itu diketahui oleh Pak Erwin, beliau kembali menarikku ke bangku candangan saat menit ke-9. Aku langsung disambut olehnya dipinggir lapangan seraya melihat tanganku, aku meringis menahan sakit. Tim medis pun segera menghampiri dan mengompres tanganku. Pak Erwin menanyakan kesanggupanku untuk bermain, aku langsung mengangguk. Tetapi tim medis berkata bahwa aku harus istirahat, jika masih dipaksakan, cederaku bertambah parah, aku tertunduk.

Babak ketiga berakhir dengan skor 55 – 74. Tim kami tertunduk lesu. Sisa waktu 10 menit, tim lawan superior, seakan memastikan kami pulang menangis. Pelatih memanggil kami, bersiap memberikan taktik dan instruksi, kami kira. Ternyata bukan. Pelatih hanya berbicara beberapa kalimat.

“Coba kalian lihat mereka, pendukung yang masih berteriak menyebutkan nama kalian, nama tim kita. Coba kalian lihat kami, tim pelatih, tim cadangan. Kami semua masih bisa berteriak untuk kalian, berteriak untuk membangkitkan semangat kalian. Kalian jangan kalah tertunduk, kalian harus berjuang. Kami akan berteriak sampai peluit terakhir, sampai suara kami habis sekalipun. Kalian hanya harus melakukan satu hal, berlari, teruslah berlari, kalian masih bisa berlari. Jangan pernah menyerah!”

Kemuraman perlahan hilang digantikan dengan tatapan semangat dan berkaca-kaca. Kami saling menepuk punggung, sebagai tanda kami masih mampu berjuang. Aku memegangi tanganku dan Pak Erwin melihat ke arahku.

“Kamu masih bisa lari?” tanyanya

“Masih! Sampai peluit berakhirnya pertandingan dibunyikan!” jawabku tegas

“Kamu boleh main.” Beliau menepuk bahuku. Aku tersenyum, tanganku mengepal.

Kalimat dari Pak Erwin sekali lagi berhasil men-charge semangat dan stamina kami yang hampir habis. Babak ke-empat, kami tidak boleh menyesalinya dengan optimis kalah. Kami harus berlari sampai saat terakhir!

Aku kembali bermain sejak menit pertama babak terakhir. Tanganku memang masih sakit, namun semangatku jauh lebih besar dari rasa sakit itu. Tim kami bangkit lagi, berlari dan berlari. Mengimbangi teriakan pelatih yang terus terdengar. Pelan tapi pasti, poin kami mengejar dan mendekati. Menit ke 8, skor berubah menjadi 89 – 92.

Rasa sakitku semakin menjadi. Namun kalimat “Lari! Larilah sampai saat terakhir!” selalu terngiang. Puncaknya, setelah mencetak three point di menit ke 9, aku terjatuh.

Tim kami meminta time out terakhir, Pak Erwin kembali bertanya kesanggupanku dan aku masih menjawab kalimat yang sama. Tetapi kali ini beliau tidak meluluskan permintaanku, katanya, satu menit bisa menjadi sangat lama dan tanganku mungkin tidak akan tahan. Aku diganti, ketika teman-temanku memasuki lapangan, aku tertunduk ketika tanganku kembali dirawat. Pak Erwin menghampiriku dan berkata, “Berdoa dan berteriaklah untuk teman-temanmu.” Aku kembali menegakkan kepala.

Teman-temanku di lapangan berjuang dengan keras di menit terakhir, namun hasil akhir tidak selalu sama dengan apa yang kami harap. Kami kalah 1 angka di 102 – 103. Tim lawan meloncat kegirangan, tim kami jatuh terduduk, beberapa diantaranya menangis, termasuk aku. Bukan karena teman-temanku tidak bisa menang, tapi aku menangis karena aku tidak bisa berjuang sampai akhir.

Pendukung kami bertepuk tangan begitu riuhnya saat kami berkumpul menghampiri Pak Erwin. Kami masih menangis. Mereka masih mengelu-elukan kami.

“Kalian sudah berlari sampai saat terakhir. Kita harus berbangga, kita tim baru dan masuk ke final, kita membuat tim hebat seperti mereka berjuang begitu keras untuk mengalahkan kita. Tahun ini belum milik kita, karena ketika kita menang, mungkin kita pun belum siap menang. Tahun depan milik kita. Sekarang, tengadahkan kepala kalian, berilah penghormatan bagi mereka yang telah mendukung kalian sampai saat terakhir.”

Pelan kami bangkit, ke arah para pendukung dan bertepuk tangan seraya membungkuk. Kami disambut dengan riuhnya. Tim pemenang pun menghampiri kami memberi ucapan selamat. Standing applause bergemuruh di GOR tempat kami bertanding.

Pak Erwin mungkin benar. Tahun depan milik kami. Tidak sekarang.

*****Lanjutan*****
zhulato - 25/11/2011 10:12 AM
#10

Selamat untuk para pemenang beer:

Panitia...
tolong bantu cross check, pemenang dah mendaptkan hadiahnya gak ya.
retth - 25/11/2011 10:14 AM
#11

:selamat untuk para pemenang

Selamat Hari Guru iloveindonesias
newginafets - 25/11/2011 10:29 AM
#12

congrats buat pemenang! beer:

coba lagi ahh kapan2
cayurhaceum - 25/11/2011 10:40 AM
#13

\( [ANNOUNCEMENT] Pemenang [EVENT] Lomba Menulis Essay Online Spesial Hari Guru
Huaaaaaaa ga menang...

btw yang masuk list, ada yang ditulis capital, maksudnya bakal masuk babak berikutnya kali ya bingungs
ngarep dot kom ngakaks

[ANNOUNCEMENT] Pemenang [EVENT] Lomba Menulis Essay Online Spesial Hari Guru selamat buat yang menang

dan

[ANNOUNCEMENT] Pemenang [EVENT] Lomba Menulis Essay Online Spesial Hari Guru selamat hari guru, terima kasih guru
[ANNOUNCEMENT] Pemenang [EVENT] Lomba Menulis Essay Online Spesial Hari Guruterutama guru biologi smu ku
mecha.noid - 25/11/2011 10:52 AM
#14

Wah gw kalah \(
Trnyata essai gw lebih dr 1500 ngakaks

Yo wesla buat para pemenang congratz beer:

Dan selamat hari guru \) [ANNOUNCEMENT] Pemenang [EVENT] Lomba Menulis Essay Online Spesial Hari Guru
ucenkkatyperry - 25/11/2011 10:54 AM
#15


bah kalah \(
gapapa deh, yang penting ikut berpartisipasi
selamat bagi para pemenang :selamat
Leonteva - 25/11/2011 11:03 AM
#16


Selamat bagi yang ga menang cendols
Semoga Kepada Para Pemenang di beri ketabahan berdukas
Babaluba - 25/11/2011 11:26 AM
#17

Selamat ya semuanya buat para pemenang

bagi yang belum menang , itu gak masalah

yang penting sudah meramaikan hari guru

SELAMAT HARI GURU iloveindonesias
bin3r4 - 25/11/2011 11:33 AM
#18

      Wah kalah :matabelo

Yang penting masuk dalam kategori penilaian hammer:

Ya sutra lah D

iloveindonesia Selamat hari guru iloveindonesia
JasaSpredCendoL - 25/11/2011 11:37 AM
#19

selamat hari guru buat para guru gw
vebellion70 - 25/11/2011 11:48 AM
#20

wow :selamat yaaah atas kemenangannya :selamat
dan tentunya Saia apresiasikan setinggi tingginya kepada Pahlawan tanpa tanda jasa yaitu para Guru yang tak kenal lelah membimbing dan memberikan ilmu kepada kami...
Selamat Hari Guru, 25 Nov 2011
Page 1 of 16 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > EDUCATION > [ANNOUNCEMENT] Pemenang [EVENT] Lomba Menulis Essay Online Spesial Hari Guru