Kalimantan Barat
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > KALIMANTAN > Kalimantan Barat > |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||
Total Views: 4833 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 4 |  1 2 3 4 > 

lamberianto - 29/11/2011 12:49 AM
#1
|||Q?Q||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Quote:
[CENTER]Permisi Pak Punggawe dan Kawan Kawan Sekalian
Mari Kita Share Informasi Dan Event
Tentang Kebudayaan dan Pariwisata Yang Ada Di Daerah Kita


|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||[size="4"]Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Barat[color=red]|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


[/COLOR][/SIZE]




Inilah Aturan Mainnye

Quote:
# WAJIB MENGGUNAKAN PRIME ID HARI SENIN s/d JUM'AT,
# CLONE ID wajib memberikan identitas PRIME ID dengan Avatar / Locationnya.
# DILARANG menggunakan kata-kata yang berbau SARA, berbicara kotor, memaki, memancing keributan, menghina, atau menjelek-jelekkan / melecehkan individu atau yang membuat orang lain merasa tidak nyaman (flamming dan debat telah disediakan forum khusus). Gunakan bahasa yang sopan.
# DILARANG post cuma emoticon, post gambar saja atau posting asal²an.
# DILARANG posting gambar DP dan BB++ atau Berbau BB++
# DILARANG Reputation Abuse (Tukeran GRP/BRP/cendol/arisan).
# DILARANG promosi website/blog/jualan atau iklan dalam bentuk apapun.
# DILARANG posting hanya greeting (Selamat Pagi, Siang, Sore, Malam, Absen Gan, Hadir, Numpang Duduk, Melintas, Nampang Page One, Nice Info atau sejenisnya)



Spoiler for rule
Tolong Jangan Melanggar Aturan Ye
D Kite Ambil Enaknye Jak D
shakehand Terima Kasih shakehand



|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat || |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||[/CENTER]
lamberianto - 29/11/2011 12:51 AM
#2
edit nanti bale' dari ENJOY NG-JUNK IN L.A

|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||
lamberianto - 29/11/2011 12:49 AM
#3
edit nanti
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||
lamberianto - 29/11/2011 12:49 AM
#4
edit nanti
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||
lamberianto - 29/11/2011 12:50 AM
#5

Ibost Dihelat di Singkawang

|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Ditulis oleh Disbudpar Prov Kalbar | Kamis, 03 November 2011 08:41

Kamis, 03 November 2011 , 07:59:00
Ibost Dihelat di Singkawang

SINGKAWANG- Setelah beberapa kali sukses menggelar even budaya. Kembali, Kota Singkawang mendapatkan kepercayaan dai Kementerian Kebudayaan untuk menggelar International Borneo Sumpit Tournament (IBOST) 2011, 18-21 November nanti. “Kita kembali mendapatkan kepercayaan dari kementerian, untuk melaksanakan even tingkat internasional kali ini,” kata Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Syech Bandar didampingi Plt Kepala Disbudpora Kota Singkawang, Lies Indari, Rabu (2/11).

Menurutnya, pemilihan Singkawang memang tidak serta merta. Tetapi bagaimana dilihat, even nasional yang di laksanakan di kota ini berhasil dan berjalan sukses. Diantaranya Festival Singkawang yang telah usai di digelar beberapa waktu lalu. “Kesuksesan beberapa even nasional. Berhasil di gelar. Ini mungkin yang menjadi salah satu per timbangan kementerian,” katanya. Lies menyebutkan hingga hari ini (2/11), sebanyak 163 peserta telah mendaftar kan ke panitia. 31 diantaranya adalah dari luar negeri, yakni Malaysia, Belanda dan Amerika Serikat.

“Ini jumlah sampai dengan saat sekarang, namun dimungkinkan akan bertambah, karena pendaftaran akan berakhir pada 15 November 2011,” katanya.Karena even ini berskala internasional, lanjutnya, peserta yang dari Kalimantan Barat. Memang harus para “jagoan” di bidang olah raga tradisional ini. “Kita akan juga lihat, siapa-siapa peserta yang dari Kalbar. Biasanya mereka akan melewati kelompok-kelompok sumpit di daerah masing-masing yang sudah punya nama,” katanya.Sebagai bentuk promosi, Lies menyebutkan telah melakukan sosialisasi melalui spanduk pamflet dan media Internet. Tidak hanya di kota Singkawang saja, promosi juga dilakukan di Jakarta dan beberapa daerah lainnya.

“Karena ini even pertama kali kita tangani di Singkawang, kita akan berupaya semaksimal mungkin, karena ini juga menyangkut nama baik kota ini di dunia internasional,” katanya.Kegiatan ini, semuanya akan digratiskan. Penonton akan disuguhkan nuansa original. Karena memang, sumpit termasuk salah satu olah raga di Kalimantan Barat sendiri. Karena saat mengikuti lomba, peserta nya diharuskan mengenakan pakaian adat. “Tidak hanya itu, berbagai pertunjukan kesenian juga akan tampil dalam acara ini. Akan ada juga sekitar 15 stan, yang masing-masing akan menampilkan satu ke khasan untuk menarik perhatian penonton,” katanya.

Spoiler for Ibost
yantozzz - 29/11/2011 06:15 AM
#6

International Borneo Sumpit Tournament 2011 di Singkawang

video yang dapat dilihat dari event IBOST 18-21 November

*dikutip dari youtube.com
Status: Sudah terlaksana

Spoiler for video

Quote:
[CENTER][youtube]Dm5HQgrifFk[/youtube]

[/CENTER]
Edja182 - 29/11/2011 06:23 AM
#7
๑۩๑ Ritual Robo-robo ๑۩๑
Quote:
Quote:
๑۩๑ Ritual Robo-robo ๑۩๑
[Kearifan Lokal & Intelektual Berpadu di Mempawah]


|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Spoiler for pict

Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Quote:

[size="4"][font="arial black"][color="black"]a. Selayang pandang

bagi sebagian masyarakat di beberapa daerah di indonesia, bulan safar diyakini sebagai bulan naas dan sial. Sang pencipta dipercayai menurunkan berbagai malapetaka pada bulan safar. Oleh sebab itu, masyarakat yang meyakininya akan menggelar ritual khusus agar terhindar dari kemurkaan bulan safar. Ritual tersebut juga dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap arwah leluhur.
Namun pandangan di atas berbeda dengan pandangan masyarakat kota mempawah yang menganggap bulan safar sebagai bulan keberkahan dan kedatangannya senantiasa dinanti-nantikan. Karena pada bulan safar terjadi peristiwa penting yang sangat besar artinya bagi masyarakat kota mempawah hingga saat ini. Peristiwa penting tersebut kemudian diperingati dengan menggelar ritual robo-robo.
Dinamakan robo-robo karena ritual ini digelar setiap hari rabu terakhir bulan safar menurut penanggalan hijriah. Tujuan digelarnya ritual ini adalah untuk memperingati kedatangan dan/atau napak tilas perjalanan opu daeng menambon yang bergelar pangeran mas surya negara dari kerajaan matan, martapura, kabupaten ketapang, ke kerajaan mempawah, kabupaten pontianak, pada tahun 1737 m/1448 h.
Opu daeng menambon adalah putra ketiga opu daeng rilekke yang terkenal sebagai pelaut handal dan gemar sekali melakukan perjalanan ke berbagai daerah di nusantara bersama dengan anak-anaknya. Opu daeng rilekke sendiri adalah putra ketiga sultan la madusalat dari kesultanan luwuk, bone, sulawesi selatan, yang telah menjadi kesultanan islam sejak tahun 1398 m. Opu daeng menambon beserta keluarganya pindah dari kerajaan matan ke kerajaan mempawah atas permintaan panembahan senggauk, raja mempawah waktu itu. Setelah panembahan senggauk mangkat, opu daeng menambon naik tahta. Beliau berkuasa di sana sekitar 26 tahun, yakni dari tahun 1740 m sampai beliau wafat pada tahun 1766 m.

b. Keistimewaan

sebagai sebuah peristiwa budaya, ritual robo-robo sarat dengan simbol-simbol yang mengandung nilai-nilai historis dan kultural. Ritual robo-robo merupakan napak tilas kedatangan opu daeng menambon beserta pengikutnya dari kerajaan matan ke kerajaan mempawah yang konon menggunakan 40 perahu bidar. Kedatangan opu daeng menambon beserta pengikutnya ini menjadi cikal-bakal masuk dan berkembangnya agama islam ke kota mempawah. Perlahan-lahan, proses islamisasi pun terjadi dan puncaknya adalah beralihnya kerajaan mempawah yang semula beragama hindu menjadi kerajaan bercorak islam.
Pengumandangan azan dan pembacaan doa yang dilakukan oleh pemangku adat istana amantubillah sebelum dimulainya ritual buang-buang menandakan bahwa dalam prosesi ritual robo-robo juga terdapat nilai-nilai religius. Sesajennya yang terdiri dari beras kuning, bertih, dan setanggi pun sarat dengan makna-makna tertentu. Nasi kuning dan bertih melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan, sedangkan setanggi mengandung makna keberkahan. Dalam ritual buang-buang tidak semata-mata penghormatan dan pengakuan terhadap keberadaan sungai dan laut sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat, tapi juga tersirat keinginan untuk hidup selaras dengan alam sekitar.
Ritual ini biasanya dimulai selepas shalat zuhur, di mana raja istana amantubillah beserta para petinggi istana bertolak dari desa benteng menggunakan perahu lancang kuning dan perahu bidar. Perahu lancang kuning khusus digunakan oleh raja, sedangkan perahu bidar diperuntukan bagi petinggi istana. Mereka akan berlayar selama satu jam menuju muara kuala/sungai mempawah yang terletak di desa kuala mempawah, kabupaten pontianak, provinsi kalimantan barat. Sesampainya di muara sungai mempawah, seorang kerabat istana yang menjabat pemangku adat mengumandangkan azan dan membaca doa talak bala (talak balak). Kemudian dilanjutkan dengan ritual buang-buang, yaitu melempar sesajen ke sungai mempawah. Setelah itu, raja beserta para petinggi istana merapat ke tepi sungai mempawah untuk bersiap-siap melaksanakan makan saprahan di halaman depan istana amantubillah. Gambaran di atas merupakan sebagian dari rangkaian prosesi ritual robo-robo.
Kebersamaan dan silaturahmi antarberbagai elemen masyarakat adalah nilai-nilai lain yang terkandung dalam prosesi ritual robo-robo. Hal ini, misalnya, terlihat pada kegiatan makan saprahan. Makan saprahan adalah makan bersama-sama di halaman depan istana amantubillah menggunakan baki atau talam. Setiap baki/talam (saprah) yang berisi nasi dan lauk biasanya diperuntukan bagi empat atau lima orang. Dalam makan saprahan keakraban terjalin, suasana mencair, dan sekat-sekat melebur jadi satu. Pada saat makan, tidak lagi dipersoalkan status, agama, dan asal-usul seseorang.
Hal lain yang tak kalah menariknya dalam ritual robo-robo adalah dihidangkannya berbagai masakan khas istana dan daerah setempat yang mungkin tidak lagi populer di tengah-tengah masyarakat, seperti lauk opor ayam putih, sambal serai udang, selada timun, ikan masak asam pedas, dan sop ayam putih. Sebagai penganan pencuci mulut disuguhkan kue sangon, kue jorong, bingke ubi, putuh buloh, dan pisang raja. Sementara untuk minumnya, disediakan air serbat yang berkhasiat memulihkan stamina.
Untuk memeriahkan ritual robo-robo, biasanya ditampilkan aneka hiburan tradisional masyarakat setempat, seperti tundang (pantun berdendang), japin, dan lomba perahu bidar.

c. Lokasi

lokasi prosesi ritual robo-robo tersebar di beberapa tempat di kota mempawah, seperti di muara sungai mempawah di desa kuala mempawah, istana amantubillah dan kompleks pemakaman sultan-sultan mempawah di kelurahan pulau pedalaman, serta makam opu daeng menambon di sebukit rama, kabupaten pontianak, provinsi kalimantan barat, indonesia.

d. Akses

kota mempawah berjarak sekitar 67 kilometer di sebelah utara kota pontianak, ibukota provinsi kalimantan barat. Dari bandara supadio atau terminal bus pontianak, turis dapat naik taksi, travel, dan bus sampai kota mempawah, ibukota kabupaten pontianak. Dari kota mempawah, muara sungai mempawah berjarak sekitar 10 kilometer. Turis dapat mengaksesnya dengan menggunakan bus atau minibus.

e. Harga tiket

pelancong yang ingin menyaksikan ritual robo-robo tidak dipungut biaya.

f. Akomodasi dan fasilitas lainnya

bagi wisatawan dari luar kota dan ingin menyaksikan prosesi ritual robo-robo secara keseluruhan, dapat menginap di hotel dan wisma yang banyak terdapat di sekitar lokasi ritual robo-robo.
Di kawasan tersebut juga terdapat toko, rumah makan, dan warung yang menyediakan berbagai kebutuhan wisatawan, seperti makanan, minuman, dan isi ulang pulsa.
Berbagai fasilitas lainnya, seperti masjid, kios wartel, bank, dan atm, juga tersedia di sini.
sumber[/color][/font][/size]


Spoiler for FOTO

[IMG]|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||[/IMG]

[IMG]|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||[/IMG]

[IMG]|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||[/IMG]

[IMG]|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||[/IMG]

[IMG]|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||[/IMG]

Minibalanar - 29/11/2011 07:01 AM
#8
Ritual Nyobeng
Ritual Nyobeng; Memandikan Tengkorak Manusia Hasil Mengayau

Nyobeng dari berbagai referensi merupan sebuah ritual memandikan atau membersihkan tengkorak manusia hasil mengayau oleh nenek moyang. Ini dilakukan oleh suku Dayak Bidayuh, salah satu sub-suku Dayak di Kampung Sebujit, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Bengkayang
MENGAYAU adalah memenggal kepala manusia, dan tengkoraknya diawetkan. Sekarang, tradisi mengayau sudah tak dilakukan lagi. Upacara ini cukup mengharukan, dan berlangsung selama tiga hari. Mulai tanggal 15 hingga 17 Juni.

Kegiatan utamanya yakni, memandikan tengkorak yang tersimpan dalam rumah adat. Sesuai aturan yang dipercaya secara turun temurun. Dimulai menyambut tamu di batas desa. Awalnya, ini dilakukan untuk menyambut anggota kelompok yang datang dari mengayau. Penyambut, mengenakan selempang kain merah dengan hiasan manik-manik dari gigi binatang. Dilengkapi dengan sumpit dan senapan lantak yang dibunyikan, ketika para tamu undangan hendak memasuki batas desa. Sumpit juga diacungkan bersamaan.

Letupan dari senapan lantak tersebut, juga berguna memanggil ruh leluhur sekaligus minta izin bagi pelaksanaan ritual Nyobeng. Lalu, tetua adat melempar anjing ke udara. Dengan mandau, pihak ketua tamu rombongan harus menebasnya. Jika masih hidup, harus dipotong dengan mandau begitu jatuh ke tanah. Prosesi yang sama juga berlaku untuk ayam. Tetua adat melempar telur ayam kepada rombongan tamu. Jika telur tak pecah, maka tamu yang datang dianggap tidak tulus. Sebaliknya, jika pecah, berarti tamu datang dengan ikhlas.

Beras putih dan kuning dilempar sambil membaca mantra. Para gadis lalu menyuguhkan tuak dari pohon niru yang dicampur kulit pohon pakak yang telah dikeringkan. Usai minum, rombongan tamu diantar menuju Rumah Balug, di tengah perkampungan.

Rumah Balug merupakan rumah adat yang berupa rumah panggung dan berbentuk bulat. Untuk memasuki rumah ini, dibuatkan undakan yang terbuat dari bilah pohon. Lebarnya sekira 10 meter dengan tinggi 15 meter dari tanah.

Saat masuk tempat upacara, rombongan diberi percikan air yang telah diberi mantra dengan daun anjuang, yang berfungsi sebagai tolak bala. Tujuannya, agar para tamu terhindar bencana. Ketika memasuki area upacara, para tamu harus menginjak buah kundur yang diletakkan dalam baskom yang lebih dikenal dengan ritual pepasan.

Bersama warga, para tamu kemudian menari tari Mamiamis sambil mengitari rumah adat. Mamiamis, adalah tarian untuk menyambut dan menghormati para pembela tanah leluhur yang baru datang dari mengayau. Sambil diiringi Tetua adat dengan menyanyikan lagu dan membaca mantra-mantra.

Tetua adat naik Rumah Balug. Simlog pun dipukul dan mercon dibunyikan. Tujuannya untuk memanggil arwah leluhur dan juga sebagai tanda dimulainya Upacara Nyobeng. Dilanjutkan dengan makan bersama di Rumah Balug. Lauknya, nasi dengan ikan babi. Toleransi juga tinggi. Bagi muslim, disediakan makanan khusus bukan babi. Habis makan, tamu boleh meninggalkan area rumah adat.

Pilihannya bisa istirahat di rumah penduduk. Saat istirahat, sebagian laki-laki di daerah tersebut menyusuri hutan untuk mencari bambu hutan. Diameternya sekitar sepuluhan centimeter.

Saat bersamaan, setiap rumah membuat sesajian yang dioles dengan darah dari sayap ayam. Darah ayam ini juga dipercikkan ke bagian-bagian rumah dan pekarangan yang dianggap sakral.

Setelah itu para keluarga dan para tamu kembali menuju rumah adat. Setelah dapat bambu hutan yang dicari, para pria itu menggotongnya menuju ke rumah adat secara beramai-ramai. Dengan memegang mandau bambu dikitari sambil berbaris.

Mandau yang dibawa merupakan pusaka keluarga. Hiasan pada gagang mandau dibuat dari tulang atau kayu. Hiasan itu juga sebagai lambang makna dan prestasi tertentu dari si pemegang mandau dalam mengayau. Persiapan matang. Ketua adat memberi isyarat memulai kegiatan. Salah seorang maju ke depan sambil membuka mandau dari sarung sambil menebas mandau ke batang bambu.

Dalam sekali tebas, bambu putus. Keberhasilan ini, merupakan pertanda baik, menurut kepercayaan masyarakat. Usai sudah acara potong bambu. Ruh pun dipanggil oleh ketua adat.

Tujuannya untuk menghadirkan dan memohon ijin yang telah melindungi untuk memulai Nyobeng. Tetua adat kemudian, menaiki rumah panggung. Tujuh macam sesajian diletakkan di batas desa nantinya. Kemudian, kotak yang berada di bubungan rumah adat yang di dalamnya tersimpan tengkorak manusia dan kalung dari taring babi hutan, diambil oleh tetua adat dan melumuri tangannya dengan ramuan khusus.

Lalu dioleskannya pada tengkorak yang ada di dalam kotak. Berikutnya ketua adat memotong seekor ayam hinga kepalanya putus. Kepala dan tetesan darah ayam tersebut dioleskan pada tengkorak. Tengkorak dimasukkan lagi pada kotak dan disimpan. Acara dilanjutkan dengan memotong anjing.

Darah yang keluar diusapkan pada tiang penyangga rumah adat, rumah-rumahan kecil, dan patung laki-laki dan perempuan yang berada di samping rumah adat dan patung. Rumah-rumahan dan patung-patung tersebut dianggap sebagai asal-usul nenek moyang mereka. Pemotongan anjing dimaksudkan untuk menolak ruh jahat. Sebagian daging anjing yang baru dipotong kemudian dibawa ke atas rumah adat.
Minibalanar - 29/11/2011 07:19 AM
#9
Tari Jepin Lembut (1)
Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Tari Jepin Lembut Sambas

Tari Jepin Lembut adalah tari tradisional Melayu yang berasal dan berkembang di Kalimantan Barat. Tari ini ditampilkan oleh dua orang laki-laki penari dengan iringan musik perkusi dan lantunan syair-syair Islami. Alat musik yang digunakan adalah gambus, gendang, dan ketipung, yang dimainkan dengan irama padang pasir. Syair-syair Islami yang dilantunkan berisi puji-pujian kepada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, dan kewajiban atau larangan menurut ajaran Islam.
1. Asal-usul

Tari Jepin[1] merupakan salah satu dari lima kesenian yang hingga saat ini masih sering dipentaskan oleh masyarakat Kalimantan Barat. Keempat kesenian lainnya adalah Tanjidor, Tari Dayak, Tari Sambas, dan Barongsai

Tari Jepin dapat dibedakan menjadi dua kategori besar, yaitu Jepin tradisional dan Jepin modern (kreasi baru). Tari Jepin tradisional sendiri masih dapat dibagi lagi menjadi empat jenis, yaitu Jepin Massal, Jepin Tali, Jepin Tembung, dan Jepin Langkah atau Lembut. Sementara itu, Jepin kreasi modern memiliki kreasi yang sangat beragam (A. Muin Ikram, 1989/1990; Tim Depdikbud Kalbar, 1988/1989).

Tari Jepin Lembut adalah tari tradisional Melayu yang berasal dari daerah Sambas dan berkembang di daerah Kalimantan Barat. Tari ini ditampilkan oleh dua orang laki-laki penari dengan iringan musik perkusi dan lantunan syair-syair Islami. Alat musik yang digunakan adalah gambus, gendang, dan ketipung yang dimainkan dengan irama padang pasir. Syair-syair Islami yang dilantunkan berisi puji-pujian kepada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, dan kewajiban atau larangan menurut ajaran Islam. (Ikram, 1989/1990; Tim Depdikbud Kalbar, 1988/1989).

Masyarakat Kalimantan Barat percaya bahwa tari Jepin Lembut berasal dan berkembang di Kerajaan Sambas. Tari ini muncul setelah Kerajaan Sambas memperoleh pengaruh dari ajaran Islam dan berubah menjadi Kesultanan Sambas. Pada saat itu, tari Jepin Lembut berfungsi sebagai media dakwah, yaitu untuk mengislamkan keluarga Kerajaan Sambas. Pada mulanya, tari ini hanya dimainkan oleh keluarga kerajaan untuk menyemarakkan acara-acara seperti pernikahan, khitanan, atau upacara potong rambut pada saat kelahiran anak. Namun, tari ini lambat laun mulai dipentaskan oleh masyarakat umum seiring penyebaran Islam yang semakin luas (Ikram, 1989/1990).

Syair-syair Islami yang mengiringi pementasan tari Jepin Lembut merupakan bagian penting dalam koreografi tari secara keseluruhan. Dengan adanya syair-syair tersebut, tari Jepin Lembut tidak hanya berfungsi sebagai seni hiburan semata-mata, melainkan juga melaksanakan fungsi sebagai media pendidikan agama Islam bagi masyarakat. Hingga sekarang, kedua fungsi ini masih tetap dilaksanakan walaupun tari Jepin Lembut sudah jarang dipentaskan karena kalah bersaing dengan acara-acara televisi.
2. Penari dan Busana Tari

Tari Jepin Lembut ditarikan oleh dua orang laki-laki. Penari Jepin Lembut biasanya memakai busana khusus yang terdiri dari tiga unsur, yaitu baju teluk belanga yang terbuat dari kain satin atau kain yang mengkilat, kain tenun Sambas yang dipakai hingga lutut, dan kopiah berwarna hitam.
3. Musik Pengiring

Tari Jepin Lembut diiringi oleh musik yang dihasilkan dari tiga jenis alat musik, yaitu sebuah gambus, dua buah ketipung (beruas), dan sebuah gendang panjang.[2] Ketiga alat musik ini dimainkan oleh tiga orang pemain musik tanpa henti, sejak awal hingga selesainya seluruh gerakan tari. Dengan demikian, tari Jepin Lembut hanya membutuhkan lima orang pemain, yaitu dua orang penari dan tiga orang pemain musik sekaligus pelantun syair.

Gambus terbuat dari kayu leban. Panjangnya lebih kurang 80 cm. Permukaannya ditutup dengan kulit kambing atau lembu dan mempunyai enam tali (senar) bernada diatonis. Ketipung (beruas) dibuat dari kayu tak berbubuk yang dilubangi dengan diameter 20 cm dan panjang 20 cm serta ditutup dengan kulit kambing atau lembu. Adapun gendang panjang bentuknya hampir mirip dengan ketipung, tetapi panjangnya hanya 60 cm dan diameternya 20 cm (Ikram, 1989/1990).

4. Ragam Gerak

Tangan dan kaki merupakan anggota badan yang paling banyak bergerak ketika tari Jepin Lembut dipentaskan. Secara umum, tari Jepin Lembut terdiri dari tiga gerakan, yaitu berdiri, membungkuk, dan jongkok. Posisi berdiri mencakup gerakan saat akan memulai tari yang dilanjutkan dengan langkah maju mundur. Posisi membungkuk adalah saat melangkah maju yang dilanjutkan dengan gerakan serong kiri dan kanan lalu mundur dan berbalik. Posisi jongkok mencakup gerakan tahtim (penutup) yang dilakukan pada saat tarian akan selesai.

Ada tari Jepin yang terdiri dari empat, lima, atau sembilan ragam gerakan. Jumlah tersebut terkadang dapat berkurang atau bahkan lebih. Hal itu tergantung pada tujuan dan waktu pementasan. Adapun untuk tari Jepin Lembut hanya terdapat empat ragam gerakan, yaitu nyiur melambai, mandayung, simpul pakis (simpul paku), dan tahtim.

a. Gerakan Nyiur Melambai

Gerakan pertama


[*]Hitungan ke-1, kaki kanan melangkah ke depan sambil serong ke kanan. Tangan kiri diayun lurus ke depan dan tangan kanan lurus ke belakang sejajar bahu. Posisi jari mengepal dan mengentak serta posisi kaki menjinjit.
[*] Hitungan ke-2, kaki kiri menapak sementara kaki kanan mengikuti tangan kiri diayun ke belakang. Tangan kanan diayun ke depan dengan posisi jari mengepal dan mengentak.
[*] Hitungan ke-3, mengulang kembali gerakan seperti pada hitungan ke-1 dan ke-2. Gerakan ini terus diulangi hingga hitungan ke-8.



Gerakan kedua


[*]Hitungan ke-1, kaki kiri menapak sambil tangan kanan diayun ke depan sementara posisi jari mengepal sambil mengentak.
[*] Hitungan ke-2, kaki kanan melangkah mundur dengan agak serong ke kiri. Tangan kanan berada di samping badan selanjutnya ditarik ke belakang kurang lebih 25 derajat. Badan serong ke kiri kira-kira 45 derajat dan tangan kiri diayun ke depan badan dan diangkat kira-kira 45 derajat.
[*] Hitungan ke-3, kaki kiri menjinjit arah 45 derajat.
[*] Hitungan ke-4, kaki kiri dientak ke depan.
[*] Hitungan ke-5, mengulang kembali gerakan seperti pada hitungan ke-1-4. Gerakan ini terus diulang hingga hitungan ke-8.



b. Gerakan Gerak Mendayung

Gerakan pertama


[*]Hitungan ke-1, kaki kanan melangkah sambil serong ke kanan dan tangan kanan berada di depan.
[*] Hitungan ke-2, kaki kanan melangkah dengan sedikit serong ke kanan dan tangan kiri berada di depan.
[*] Hitungan ke-3, gerakan sama seperti hitungan ke-1.
[*] Hitungan ke-4, kaki kanan menjinjit dan mengentak tanah atau lantai. Tangan diangkat sejajar dengan bahu sambil jari mengepal dan disentak.
[*] Hitungan ke-5, kaki kanan menapak sementara tangan kanan di depan dan tangan kiri ke belakang badan.
[*] Hitungan ke-6, kaki kiri melangkah mundur ke arah kanan sambil badan menghadap samping dan tangan kanan diayun ke depan sementara tangan kiri diayun di depan dada.
[*] Hitungan ke-7, kaki kanan melangkah di tempat sementara tangan kanan di samping badan dan tangan kiri di depan dada.
[*] Hitungan ke-8, kaki kiri berdiri di atas tumit sementara tangan kanan tetap di samping badan. Selanjutnya tangan kiri disentak ke belakang sambil diikuti badan dan kepala.




[*]Gerakan kedua mengulang gerakan pertama dari hitungan ke-1-8 dengan badan menghadap ke depan.
[*] Gerakan ketiga mengulang gerakan pertama dari hitungan ke-1-8 dengan badan menghadap ke belakang.
[*] Gerakan keempat mengulang gerakan kedua dan ketiga sekali lagi
[*] Gerakan kelima mengulang gerakan pertama dan kedua menghadap ke depan.



Lanjut dibawah
Minibalanar - 29/11/2011 07:20 AM
#10
Tari Jepin Lembut (2)
c. Gerakan Simpul Pakis

Gerakan pertama


[*]Hitungan ke-1, kaki kanan melangkah dengan sedikit serong ke kanan sementara tangan kiri di depan dan tangan kanan di belakang.
[*] Hitungan ke-2, kaki kiri melangkah ke depan kaki kanan selanjutnya badan diputar menghadap ke belakang diiringi tangan kanan dan kiri sambil mengepal. Kemudian kaki kanan berputar di tempat disusul dengan entakan dari pergelangan tangan.
[*] Hitungan ke-3, kaki kanan menapak sementara kaki kiri menjinjit. Tangan kiri diayun ke depan sambil memiringkan badan.
[*] Hitungan ke-4, kaki kiri menapak sementara kaki kanan berdiri di atas tumit. Tangan kanan diayun ke depan dan tangan kiri ke belakang. Badan dicondongkan ke depan sambil pergelangan tangan mengentak.
[*] Hitungan ke-5, mengulang gerakan pada hitungan ke-3.
[*] Hitungan ke-6, menyentuhkan ujung jari kaki kiri ke tanah atau lantai (posisi telapak berdiri) sementara tangan kanan diayun ke depan dan tangan kiri ke belakang.
[*] Hitungan ke-7, kaki kiri menapak sementara tangan kanan diayun ke depan dan tangan kiri ke belakang.
[*] Hitungan ke-8, kaki kanan melangkah ke samping sejajar dengan kaki kiri sementara kedua tangan berada di samping badan.



Gerakan kedua


[*]Hitungan ke-1, kaki kiri melangkah ke samping kiri sementara kaki kanan digerakkan ke belakang dengan ujung ibu jari menyentuh tanah atau lantai (posisi telapak kaki berdiri) dan tangan kiri didorong ke samping kiri.
[*] Hitungan ke-2, kaki kiri menapak sementara kaki kanan menjinjit. Tangan kiri mengikuti badan dengan diayun ke kiri dan tangan kanan diayun ke kanan badan.
[*] Hitungan ke-3, badan digoyang ke kanan sementara kaki menjinjit. Tangan kanan mengikuti arah badan kanan dan tangan kiri ke arah badan kiri.
[*] Hitungan ke-4, badan digoyang ke kiri sementara kaki kanan menjinjit. Tangan kiri diayun ke kiri badan dan tangan kanan ke kanan badan.
[*] Hitungan ke-5, badan digoyang ke kanan sementara kaki kiri menjinjit. Tangan kanan diayun ke arah kanan badan dan tangan kiri ke arah kiri badan.
[*] Hitungan ke-6, kaki kanan menapak sementara kaki kiri menjinjit. Tangan kanan diayun ke sisi kanan badan dan tangan kiri ke sisi kiri.
[*] Hitungan ke-7, kaki kiri menapak sementara kaki kanan menjinjit. Tangan kiri diayun ke sisi kiri badan dan tangan kanan ke sisi kanan.
[*] Hitungan ke-8, kaki kanan menapak sementara kaki kiri menjinjit. Tangan kanan diayun ke sisi kanan badan dan tangan kiri ke sisi kiri.


Gerakan ketiga


[*]Hitungan ke-1, kaki kiri melangkah dengan sedikit serong ke kiri, sementara tangan kanan di depan dan tangan kiri di belakang badan.
[*] Hitungan ke-2, kaki kanan melangkah dengan sedikit serong kiri, sementara kaki kiri menjinjit. Tangan kiri diayun ke depan dan tangan kanan ke belakang badan.
[*] Hitungan ke-3, kaki kiri menapak sementara kaki kanan berdiri di atas tumit. Tangan kanan diayun ke depan dan tangan kiri ke belakang badan.
[*] Hitungan ke-4, kaki kiri berdiri di atas tumit sementara kaki kanan menapak. Tangan kiri diayun ke depan dan tangan kanan ke belakang badan.
[*] Hitungan ke-5, mengulang gerakan pada hitungan ke-3 dan ke-4.
[*] Hitungan ke-6, sama dengan hitungan ke-5.
[*] Hitungan ke-7, ujung jari kaki kiri disentuhkan ke tanah atau lantai, sementara tangan kanan diayun ke depan dan tangan kiri ke belakang.
[*] Hitungan ke-8, kaki kiri menapak sementara tangan kanan diayun ke depan dan tangan kiri ke belakang.



[*]Gerakan keempat mengulangi gerakan a, b, dan c. Namun, jika pada hitungan ke-1 gerakan pertama kaki kanan melangkah dengan sedikit serong ke kanan, maka pada gerakan keempat ini gerakan pada hitungan tersebut diganti serong ke kiri.
[*] Gerakan kelima adalah salam penutup (tahtim), yaitu mengulangi gerakan Nyiur Melambai yang bagian kedua.



5. Proses Pementasan Tari

Proses pementasan tari Jepin Lembut secara sepintas tampak sederhana. Namun, dalam prakteknya ternyata sulit. Secara umum, terdapat enam tahap pementasan tari Jepin Lembut, yaitu:


[*]Penari maju ke depan menghadap penonton dengan posisi berdiri.
[*] Gambus mulai dipetik dengan nada intro terlebih dahulu.
[*] Ketipung dan gendang mulai dibunyikan.
[*] Setelah musik pengiring berbunyi, penari masuk ke panggung dan memberi hormat dengan menundukkan kepala.
[*] Penari mulai menari sesuai dengan gerakan dalam ragam gerak dengan iringan musik tanpa henti.
[*] Setelah semua gerakan tari diperagakan, tari Jepin Lembut diakhiri dengan gerakan tahtim (penutup). Setelah itu, penari berdiri seperti pada saat memulai tari, lalu memberi hormat kepada penonton dan meninggalkan pangggung.



6. Nilai-nilai

Pementasan tari Jepin Lembut mengandung beberapa nilai budaya yang diyakini oleh masyarakat Sambas. Nilai-nilai tersebut adalah sebagai berikut.


[*]Pendidikan agama. Nilai ini jelas sekali terlihat dari syair-syair Islami yang disenandungkan untuk mengiringi gerakan tari. Syair-syair yang berisi tentang puji-pujian terhadap kebesaran Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, kewajiban dan larangan dalam ajaran Islam, dan lain-lain, bertujuan mendidik masyarakat agar selalu mengingat dan mengamalkan ajaran agama. Hal ini juga selaras dengan tujuan awal dari lahirnya tari Jepin Lembut yang memang ditujukan untuk membantu penyebaran agama Islam melalui kesenian.
[*] Hiburan. Tari Jepin Lembut menampilkan gerakan yang indah dan alunan musik yang gembira. Dengan menonton pementasan tari Jepin Lembut, masyarakat Kalimantan Barat akan merasa terhibur dan sejenak melupakan masalah-masalah yang dihadapi serta dapat meringankan beban meskipun tidak menyelesaikannya.
[*] Pelestarian budaya. Tari Jepin Lembut merupakan tari tradisional yang keberadaaannya hampir punah. Oleh karena itu, pementasan tari Jepin Lembut secara berkala, bahkan dijadikan pentas tahunan jika memang dimungkinkan, tentu saja dapat melestarikan kreasi budaya ini.
[*] Seni. Sisi seni tari Jepin Lembut timbul dari adanya unsur gerak, musik, pakaian, musik pengiring, dan syair-syair yang dilantunkan. Unsur-unsur ini bersatu padu sehingga membentuk sebuah harmoni indah yang terwujud dalam pentas tari Jepin Lembut. Unsur-unsur seni pula yang membuat tari Jepin Lembut menyenangkan dan menarik untuk ditonton.
[*] Olahraga. Nilai ini tampak sekali dari gerakan-gerakan tari Jepin Lembut yang memerlukan kesiapan fisik penarinya. Kekuatan, ketahanan, dan kelenturan tubuh penari sangat diperlukan untuk melakukan ragam gerak tari Jepin Lembut yang rinci dan penuh semangat. Keringat terkadang mengucur deras dari tubuh penarinya.


7. Penutup

Provinsi Kalimantan Barat dan tari Jepin Lembut adalah dua identitas yang menarik. Keduanya saling melengkapi dan mengisi. Tari Jepin Lembut, melalui syair-syair Islami yang mengiringi pementasannya, merupakan salah satu media dakwah yang mengingatkan pemilik dan penikmatnya pada kebesaran Tuhan. Fungsi didaktis yang ditampilkan secara menghibur ini menjadikan tari Jepin Lembut harus dijaga agar tetap lestari.

[1] Kata jepin sekilas mirip dengan zapin yang berkembang di Provinsi Riau. Jika melihat gerakan, pakaian penarinya, musik pengiringnya, serta syair yang dilantunkan, banyak orang yang berpandangan bahwa tari jepin sama dengan tari zapin tersebut. Hanya penyebutan dan bahasa saja yang membedakan keduanya.

[2] Di beberapa daerah lain di Kalimantan Barat, seperti di Kabupaten Pontianak, perlengkapan ini ditambah dengan harmonika (Tim Depdikbud Kalbar, 1988/1989).
Edja182 - 29/11/2011 08:36 AM
#11
๑۩๑ Festival Meriam Karbit dan Asal Mula Berdirinya Pontianak ๑۩๑
Quote:
Quote:
๑۩๑ Festival Meriam Karbit dan Asal Mula Berdirinya Pontianak ๑۩๑


|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||

Spoiler for Pict
Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||



Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Quote:
MERIAM KARBIT, adalah salah satu keunikan masyarakat Pontianak dan tidak dimiliki kota-kota lainnya seperti Sungai Musi di Palembang atau Sungai Barito yang melintasi dua Propinsi Kalimatan Selatan dan Kalimantan Tengah. Dipenghujung tahun 2007 lalu tepatnya 10 Oktober dalam acara Parade dan Festival Meriam Karbit, Museum Rekor Indonesia mencatat dalam buku rekor Muri sebagai rekor permainan karbit terbanyak, saat itu 198 Meriam Karbit Bersahut sahutan sepanjang malam, anak anak, orang tua, remaja putri maupun pria membaur tumpah ruah mengerubungi lokasi Meriam ini ditembakkan dan secara kompak menutup telinga mereka ketika Meriam siap ditembakkan di malam gelap gulita itu.

Asal Mula Berdirinya Pontianak
Meriam karbit ini telah ada sejak tahun 1771, saat kota Pontianak didirikan Sultan Syarif Abdurachma Al Qadrie, Raja Pontianak pertama. Konon, tembakan meriam itu digunakan untuk mengusir hantu.

Dalam sejarah tradisional Pontianak diungkapkan, ketika pertama kali mendirikan Kesultanan Pontianak, Syarif Abdurachman dan rombongan yang sedang menyusuri Sungai Kapuas kerap diganggu hantu kuntilanak.

Guna menyinggkirkan gangguan makhluk halus tersebut, Sultan perintahkan awak kapal menembakkan meriam. Sebelum peluru meriam dimuntahkan, beliau bernazar “di mana peluru meriam jatuh, di situlah akan didirikan kesultanan”. Ikrar itu dilaksanakan. Nama Pontianak pun diambil dari nama hantu pontianak yang sering mengganggu Sultan Syarif.

Kegiatan membunyikan Meriam Karbit ini pun di kota Pontianak kemudian dilestarikan secara turun-temurun. Namun, bukan untuk mengusir hantu melainkan untuk perayaan hari-hari besar, seperti Ramadhan, Lebaran, dan Tahun Baru.

Meriam itu dibunyikannya bergantian dengan Meriam seberang sungai. Kodenya pakai lampu. Kalau lampu listrik sudah dimatikan berarti sudah siap dibunyikan. Lampu obornya kemudian diayun-ayunkan, Meriam siap menyalak Suaranya bersahut-sahutan dan terdengar keseluruh kota.

Jika anda ingin menyaksikannya juga, datang lah ke Pontianak, temukan sensasi dentuman meriam laksana perang jaman penjajahan dulu, bahkan hantu pun merana mendengar suaranya takuts
Edja182 - 29/11/2011 09:15 AM
#12
๑۩๑ Prosesi Gunting Rambut dan Tinjak Tanah Adat Melayu Ketapang ๑۩๑
Quote:
Quote:
[CENTER]๑۩๑ Prosesi Gunting Rambut dan Tinjak Tanah Adat Melayu Ketapang ๑۩๑


|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||[/CENTER]

Quote:
Hidup di kandung adat, mati di kandung tanah. Itulah peribahasa orang tua sejak zaman dahulu kala. Dari itulah sejak dulu secara turun temurun adat tetap dipertahankan hingga kini. walaupun kita percaya bahwa adat istiadat yang kita lakukan sekarang ini sudah menyesuaikan dengan tempat dan pengaruh dari adat budaya yang dibNwa dari luar serta pengaruh zaman dan waktu.

Untuk inilah kita perlu untuk mencatat dan memberikan pegangan untuk melaksanakan acara adat BEGUNTING RAMBUT dan TINJAK TANAH. Mudah-mudahan dengan panduan ini kita tidak terlalu jauh melenceng dari tata cara dan makna dari adat yang akan dilaksanakan.

[COLOR="Black"][SIZE="3"][FONT="Arial Black"]GUNTING RAMBUT
Apabila anak bayi telah berumur 40 hari dan paling lama usia setahun, diadakan upacara Gunting Rambut dan Tinjak Tanah. Upacara ini bagi masyarakat Melayu yang berdomisili di Kabupaten Ketapang tak ada yang berani mengabaikannya, karena dipercayakan akan berakibat buruk bagi sang bayi kelak. Sebelum diadakan upacara ini, maka sang anak tidak diperbolehkan menginjak tanah. Ini suatu pantang/pamali bagi masyarakat Melayu Kayong.

Upacara ini mulai dari yang sangat sederhana, hingga secara besar-besaran dan mewah, tergantung kemampuan orang tua si bayi.

Karena ada Melayu yang bersandarkan syarak, syarak bersandarkan Kitabullah, maka dalam upacara ini akan terlihat dengan jelas.

Selanjutnya berdasarkan legenda yang dipercaya oleh masyarakat Ketapang bahwa nenek moyang yang berasal dari Indonesia, pertama kali adalah rombongan Tuk Upui dengan ciri berkendit hitam, pada upacara gunting rambut dan dan tinjak tanah si bayi beri selembar benang warna hitam diikatkan ke pinggang bayi.

Rombongan kedua adalah rombongan yang dipimpin oleh Tuk Bubut bergelang benang. Ini terlihat bahwa sang bayi yang akan mengikuti upacara diberi gelang dari kain berwarna kuning (hal yang sama akan diberikan juga pada anak laki-laki yang akan bersunat).

Upacara gunting rambut merupakan satu paket yang terdiri dari, Gunting rambut, Tinjak Tanah, Betimbang (bagai turunan bangsawan), Mandi-mandi dan Makan nasi adab.
Pada hakikatnya upacara ini adalah melaksanakan Sunnah Rasul yang kemudian digabungkan dengan adat istiadat warisan nenek moyang. Kepada sang bayi kenalkan bahwa ia berasal dari tanah dana akan kembali kepada tanah.

Hal ini diperlambangkan dengan menampilkan tanah sekepal, telur sebiji, paku dan keminting pada piring ke tujuh dari susunan piring – piring setelah tangga dari tebu.

PELAKSANAAN GUNTING RAMBUT
Upacara ini didahului pembacaan kita Al-Berzanzi.

Anak bayi yang akan digunting rambutnya dipersiapkan sebagai berikut:
1. Pemasangan kendit
2. Pemasangan gelang benang (kain kuning)
3. Rambutnya diikat-ikat, setiap ikatan diikatkan manik-manik atau hiasan dan kadang uang logam atau cincin emas.
4. Sebuah talam yang berisi; gunting, cincin emas, kelapa cengkir yang sudah dihiasi dan masih berisi airnya sebatang lilin yang menyala, bunga rampai, mata beliung serta tepung tawar yang sekarang disebut kase beras.
5. sebuah talam lagi berisi bunga cucok telur.

Begitu pembacaan AL-Berzanzi sampai ke pembacaan Qasidah Berzanzi yang biasa disebut Asraqal, dimana semua tamu berdiri, maka sang bayi dikeluarkan. Bayi keluar pada saat lagu Qasidah sampai pada Ya Habibi.

Sebelum didahului dengan menaburkan bunga rampai yang berisi permen atau uang logam yang diperebutkan oleh anak-anak. Penaburan bunga rampai tersebut dimaksudkan sebagai pemberitahuan dimulainya gunting rambut.

Bayi disodorkan kepada orang yang dihormati baik tentang usia, agama dan adat istiadatnya. Orang tersebut mengambil gunting dan dengan membaca do’a singkat untuk kebaikan sang bayi, maka ikatan rambut digunting. Setelah menggunting, maka yang bersangkutan diserahkan sebuah bunga cucok telor.

Selanjutnya pengguntingan rambut bayi diserahkan kebeberapa orang berikutnya sesuai dengan jumlah bunga cucok telor yang tersedia dengan hitungan ganjil, yaitu minimal 3 maksimal 7.

Kadang-kadang dibawakan Qasidah Berzanzi yang sudah sangat langka dan hampir punah di tanah Kayong, yaitu Qasidah Berzanzi yang diiringi dengan gendang tar, yaitu disebut Seraqal Tue Semayok Kecamatan Tumbang Titi dan 8 kali perubahan lagu dan pikulan pada gendang tar dengan urutan sebagai berikut, Siun, Cang Dua, Gentar Tiga, Wajo, Lampas, Beruas, Cak Trum/Ketipung, Tanjung Pasir, dan Tahtim.

Budaya ini mungkin mengingat kita bahwa pada waktu Rasulullah tiba di Yasrif atau sekarang Madinah, maka para penyambut menyanyikan Qasidah Tala’al Badru sambil memukul gendang.

TINJAK TANAH
Acara Ini tak terpisahkan dari acara gunting rambut. Hanya kadang-kadang karena kesanggupan orang tua sang bayi belum cukup, maka terpaksa acara tinjak tanah ditunda untuk sementara waktu.

Bahan yang dipersiapkan adalah sebagai berikut:
1. Balai Jawe. Sebuah bangunan berupa rumah mini tanpa dinding (balai).
2. Tebu kuning secukupnya untuk dibuat tangga dan bangunan seperti atap.
3. Juadah sebanyak 6 jenis yaitu: dodol merah, dodol putih, cucor, ariadam, cengkarok dan sesagun yang masing-masing ditaruh dalam sebuah piring.
4. Sepiring lagi berisi tanah dan sebiji telur ayam kampung.
Tebu yang telah dibuat tangga tersebut ditutup dengan kain batik 7 lapis atau sekurang-kurangnya 3 lapis.

Kue-kue yang didalam 6 buah piring dan piring ketujuh yang bserisi tanah dan telur disusun di depan “tangga” dengan urutan, dodol, dodol putih, cocor, ariadam, cengkarok, sesagun, tanah, telur ayam dan paku keminting.

Begitu gunting rambut selesai, maka anak bayi tersebut mula-mula melewati bangunan yang dinamakan Balai Jawe (khusus untuk anak kaum bangsawan) yang disambut oleh seorang pemuda dan langsung diinjakkan ke tangga dari tebu. Sampai di puncak, lalu menurun dan diinjakkan ke piring-piring yang berisi kue-kue tersebut. Setiap putaran maka kain penutup tangga tebu dibuka. Setelah genap tujuh kali, maka telur dipecahkan dan diinjakkan ke kaki sang bayi.

Biasanya tangga tebu tersebut dilemparkan ke halaman rumah lalu jadi rebutan anak-anak dan juga orang tua yang punya anak kecil serta kakek-kakek yang punya cucu. Namun biasanya sebelum sempat dilempar ke halaman langsung diperebutkan.

Perebutan tangga tebu ini menandakan bahwa cara Tijak Tanah telah selesai.
Makna dari kegiatan Tinjak Tanah ini adalah:
1. Sang bayi turun dari rumah yang dilambangkan dengan Balai Jawe.
2. Dalam mengarungi kehidupan ada naik dan turunnya dengan perlambangan tangga tebu.
3. Dalam mengarungi kehidupan mengalami pahit manisnya kehidupan dengan perlambang juadah-juadah dalam enam buah piring.
4. Lambang paku, keminting merupakan do’a bagi sang bayi agar tegar dalam mengarungi kehidupan kelak.
5. akhirnya disadarkan kepada sang anak bahwa kita ini berasal dari tanah dan kembali ke tanah dengan perlambang memecahkan telur ayam di atas tanah pada piring terakhir.
6. Adapun rebutan tangga tebu adalah suatu perlambang bagi sang bayi, bahwa rezeki dari Allah tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diusahakan dengan tangan, akal dan pikiran.

BETIMBANG
Selanjutnya bagi anak turunan bangsawan betimbang dengan dacing kayu yang dalam daun timbangan berisi, beras, gula merah, kelapa setampang, pisang sesisir, rempah-rempah, dan buah kundor.

Satu-satu si bayi diletakkan di daun timbangan yang berisi kain 7 lapis, sedang daun timbangan yang sebelahnya diisi dengan barang-barang tersebut di atas.
Makna dari upacara betimbang ini adalah suatu do’a kekhadirat Allah SWT agar kelak sang bayi menjadi orang yang bermanfaat bagi orang tua dan masyarakat dengan kata lain memiliki bobot.

MANDI-MANDI
Setelah upacara penambangan, maka sang bayi dimandikan secara umum sama seperti mandi 3 malam pada upacara perkimpoian. Namun secara khusus terutama di desa-desa yang terletak di pinggir sungai mandi tersebut langsung dibawa ke sungai oleh seorang dukun dengan iringan gendang tar.

Untuk upacara mandi ini tidak terbatas hanya kepada anak turunan bangsawan, namun rakyat biasapun melaksanakannya.

MAKAN NASI ADAP
Jika telah selesai acara mandi-mandi, maka sang bayi dibawa masuk dan diganti pakaian. Setelah itu didudukkan seperti pengantin kimpoi/sunat menghadapi nasi kuning. Kemudian secara simbolis nasi dengan kelengkapannya disuapkan kepada sang bayi. Kemudian dibacakan do’a selamat tolak bala.
[/COLOR][/FONT][/SIZE]
Edja182 - 29/11/2011 09:37 AM
#13
๑۩๑ Cap Go Meh ๑۩๑
Quote:
Quote:
๑۩๑ Cap Go Meh ๑۩๑


|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Spoiler for Pict
Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||





Quote:
Seperti halnya bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia lainnya, perayaan Imlek untuk menyambut tahun baru China merupakan tradisi termegah yang selalu dirayakan seluruh lapisan masyarakat Singkawang setiap tahun. Bagi mereka perayaan Imlek tidak ada bedanya dengan masyarakat Indonesia lainnya ketika merayakan Idul Fitri atau Natal.

Tahun baru Imlek muncul dari tradisi masyarakat Tiongkok yang dianggap sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas panenan dan sekaligus harapan agar musim berikutnya memperoleh hasil yang lebih baik. Imlek selalu dirayakan selama 15 hari berturut-turut dan hari puncak ke-15 disebut dengan Cap Go Meh. Dalam tradisi Tionghoa berarti malam ke-15 yang merupakan puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh dirayakan secara khusus. Kalau mau ditelaah lebih jauh, Cap Go Meh di Indonesia sendiri merupakan perpaduan budaya Tiongkok dan Indonesia, yakni adanya lontong Cap Go Meh. Lontong adalah makanan asli Indonesia, sedangkan Cap Go Meh adalah tradisi yang lahir dari Imlek.

Puncak acara Imlek atau Cap Go Meh ini dimaksud untuk menangkal gangguan atau kesialan di masa mendatang. Pengusiran roh-roh jahat dan peniadaan kesialan dalam Cap Go Meh disimbolkan dalam pertunjukan Tatung. Tatung adalah media utama Cap Go Meh. Atraksi Tatung dipenuhi dengan mistik dan menegangkan, karena banyak orang kesurupan dan orang-orang inilah yang disebut Tatung. Upacara pemanggilan tatung dipimpin oleh pendeta yang sengaja mendatangkan roh orang yang sudah meninggal untuk merasuki Tatung. Roh-roh yang dipanggil diyakini sebagai roh-roh baik yang mampu menangkal roh jahat yang hendak mengganggu keharmonisan hidup masyarakat. Roh-roh yang dipanggil untuk dirasukkan ke dalam Tatung diyakini merupakan para tokoh pahlawan dalam legenda Tiongkok, seperti panglima perang, hakim, sastrawan, pangeran, pelacur yang sudah bertobat dan orang suci lainnya.

Roh-roh yang dipanggil dapat merasuki siapa saja, tergantung apakah para pemeran Tatung memenuhi syarat dalam tahapan yang ditentukan pendeta. Para Tatung diwajibkan berpuasa selama tiga hari sebelum hari perayaan yang maksudnya agar mereka berada dalam keadaan suci sebelum perayaan.
Dalam atraksi Tatung yang sudah dirasuki roh orang meninggal bertingkah aneh, ada yang menginjak-injak sebilah mata pedang atau pisau, ada pula yang menancapkan kawat-kawat baja runcing ke pipi kanan hingga menembus pipi kiri. Anehnya para Tatung itu sedikit pun tidak tergores atau terluka. Beberapa Tatung yang lain dengan lahapnya memakan hewan atau ayam hidup-hidup lalu meminum darahnya yang masih segar dan mentah.

Di Singkawang banyak pribumi atau orang Dayak yang juga turut serta menjadi Tatung, mereka terdorong berpartisipasi karena ritual Tatung mirip upacara adat Dayak. Sejak pertama kali datang ke Singkawang masyarakat Tionghoa telah menjalin persahabatan erat dengan penduduk pribumi khususnya suku Dayak. Karena itu tidak ada kecanggungan di antara kedua etnis ini. Dahulunya Singkawang merupakan tempat transit para penambang emas yang berasal dari Tiongkok. Gelombang migrasi besar-besaran pada tahun 1760, membawa masyarakat suku Tionghoa Hakka dari Guangdong China selatan yang mendarat di Pulau Kalimantan. Mereka menetap untuk dipekerjakan sebagai kuli tambang emas dan intan di monterado, Kalimantan Barat. Meski secara fisik maupun budaya ada yang berasimilasi dengan penduduk pribumi, mereka juga tetap mempertahankan adat istiadat leluhur yang dipertahankan hingga kini. Karena pada umumnya mereka penganut Kong Hu Cu dan Buddha maka perayaan Tahun Baru China menjadi tradisi istimewa yang senantiasa mereka rayakan.

Di era Orde Baru perayaan Imlek khususnya ritual Tatung dilarang dipertontonkan di depan umum. Tetapi di era reformasi mantan Presiden Gus Dur mengizinkan kembali, bahkan pemerintahan berikutnya Megawati Soekarnoputri mengesahkan dalam bentuk undang-undang. Dengan demikian warga Tionghoa di Singkawang khususnya menjadi lebih leluasa untuk menjalankan tradisi atau upacara keagamaan mereka. Di dunia pariwisata, Tatung berpotensi untuk menarik turis dalam negeri dan mancanegara. Selain mengangkat nama Singkawang di dunia internasional, Tatung juga ikut meningkatkan perekonomian daerah setempat.
selakau.pbb - 29/11/2011 09:57 AM
#14
Dzikir Nazam Sambas-Singkawang
DZIKIR NAZAM SAMBAS-SINGKAWANG

[Quote=]|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||[/quote]

[Quote=]SAMBAS dikenal sebagai Serambi Mekah Kalimantan Barat (Kalbar). Ajaran dan berbagai tradisi Islam tumbuh dan berkembang di masyarakat sana. Dari situ juga lahirlah sejumlah ulama besar dan berpengaruh.
Salah satu tradisi keagamaan yang hingga kini masih dilestarikan masyarakat Sambas ialah zikir nazam. Itu sebuah tradisi yang berkembang bersamaan dengan penyebaran agama Islam di kabupaten yang berada di kawasan pantai utara Kalbar ini.
Zikir nazam merupakan seni bersyair dalam bahasa Arab yang dilantunkan dengan pelaguan tertentu. Kesenian itu dimainkan secara berkelompok dan diiringi dengan alat musik perkusi, semisal rebana, ketumba, dan tamborin.
Syair tersebut berpedoman pada kitab Barzanji karya Syekh Jafar Albarzanji, dan umumnya terdiri dari dua larik serangkap dengan jumlah kata empat hingga enam selarik. Skema syairnya berjenis monorima, yakni a-a, a-b, dan c-b, dengan beberapa variasi.
Selain mengandung pesan moral keagamaan dan ungkapan rasa syukur kepada sang Khalik, tradisi zikir nazam juga memperkuat hubungan sosial karena kerap dijadikan ajang silaturahim.
Zikir nazam sebenarnya berasal dari kesusastraan Arab-Persia kemudian menyebar ke Asia Tenggara hingga ke jazirah Melayu pada abad ke-16 Masehi. Tradisi itu pada mulanya dijadikan sebagai media penyebaran Islam oleh para ulama dan pedagang dari Arab.
Menurut pegiat zikir nazam Nasaruddin, tradisi ini pertama kali diperkenalkan dan dipopulerkan di Sambas oleh Syekh Ahmad Khatib Alsambasi. Seorang ulama besar asal Sambas yang mendirikan tarekat Qadariyah-Naqsabandiyah.
Tradisi ini biasanya digelar di surau atau rumah warga pada setiap Kamis malam. Namun, kerap pula dipertunjukkan pada acara pernikahan dan selamatan kelahiran anak (akikah).
Tradisi lisan itu kemudian berkembang dan menyebar ke sejumlah daerah lain di Kalbar melalui migrasi warga Sambas, yang dikenal gemar merantau tersebut.
Pemain dan penikmat zikir nazam saat ini didominasi kalangan generasi tua. Minat generasi muda terhadap tradisi ini terbilang minim. Mereka lebih tertarik memainkan dan menikmati musik modern ketimbang melestarikan seni yang diwariskan para leluhur. [/quote]

[Quote=][youtube]w6k62UhyaSE[/youtube][/quote]

Kalo kurang jelas bacaan nye, silahkan liat yang berikut.

[Quote=][youtube]oCMJlUQWKLk[/youtube][/quote]



Organisasi Budaya yang telah terbentuk dalam sanggar- sanggar Seni dan Budaya di Kabupaten Sambas

[Quote=]Antara lain;
1. PUTRI TUJUH beralamat di Desa Tanjung Batu Pemangkat dipimpin oleh Sherly Narulita, S.Ip, SH bidang garapan: Tari Kreasi, Radad, Jepin, Hadrah, Tanda’ Sambas, Zikir Nazam, Zikir Maulud, Qasidah, Baca Al-Quran, Vokal Group, Syair, Pantun, Puisi, Cerpen, Novel, Teater, Lawak, Seni Lukis, Seni Ukir, Bela Diri, Adat Perkimpoian, Tepung Tawar, Kerajinan Tangan, Band, Karaoke.
2. MAWAR PUTIH beralamat di Desa Senyawan, Dusun Sebayan Sambas dipimpin oleh Bapak Yusuf dengan bidang seni garapan Tari, Zikir, Baca Al-Quran, Hadrah, Band, Qasidah, Lawak, Syair, Bela Diri Lukis, Pantun, Alo’ Galing.
3. ALBAROQAH beralamat di Dusun Parit Baru Desa Tempapan Kuala Kecamatan Galing dengan Bidang Seni Garapan Dzikir Nazam, Dzikir Maulud, Qasidah.
4. ASSYAKIRIN Desa Merubung Kec. Tekarang dipimpin oleh Kudus Rafa’ie dengan bidang seni garapan Zikir Maulud, Jepin, Qasidah.
5. KENANGAN MASA sekretariat di Desa Sempadian Kec. Tekarang yang dipimpin oleh Mi’raj R. dengan bidang garapan Japin Zikir, Tari Kreasi, Redad, Nasyid, dan Orkes.
6. MAWAR PUTIH sekretariat di Desa Parit Baru Kec. Selakau dipimpin oleh Maswat. S dengan bidang seni garapan Keroncong, Langgam Keroncong.
7. MEKAR SETAMAN sekretariat di Dusun Sebadi Desa Trimandayan Kec. Teluk Keramat dipimpin oleh Hamdan, A.Ma.Pd dengan bidang seni garapan Ratib Saman, Radad, Jepin, Qasidah, Dzikir, Tandak Sambas
8. PUSAKE BANTELAN alamat di Jl. Panji Anom Ds. Pasar Melayu No. 023 Sambas dipimpin oleh Herianto dengan bidang seni garapan Tari, Musik, Teater.
9. MAYANG SARI sekretariat di Desa Sentebang Rt. 25/10 Jl. Stadion Kec. Jawai dipimpin oleh M. Djohan AZ dengan bidang seni garapan Tari, Teater.
10. TUNAS MUDA ISLAM beralamat Desa Penjajab Ds. Flamboyan Pemangkat dengan bidang seni garapan Tari, Zikir, Qasidah, Seni Baca Al-Quran.
11. CANGKOK MANIS Desa Serdang Pemangkat dipimpin oleh Junaidi dengan bidang seni garapan Tari, Zikir, Qasidah, Seni Baca Al-Quran.
12. BANTANG DARA “IRAKNG” Jl. TVRI Sambas no. 033 Telp. (0562) 391739 dipimpin oleh Drs. Al Fred Doren dengan bidang seni garapan Tari, Musik, Dekoratif, Etnik Dayak.
13. LEBAH MADU Dusun Simpunan, Desa Singaraya Kec. Semparuk dipimpin oleh Syaeri dengan bidang seni garapan Tari Radat, Jepin
14. TEMBATOK beralamat Sarang Burung, Kolam Jawai jl. Dusun Buluh Perinda dipimpin oleh Mahrus dengan bidang seni garapan Tari, Zikir, Hadrah, Lawak, Bela diri, Pantun, Syair
15. MAHKOTA beralamat Jl. Nelayan No. 63 Dsn. Flamboyan Kec. Pemangkat dipimpin oleh Mardiana dengan bidang seni garapan Tari, Musik, Vokal, Drama, Zikir, Opera.
16. PUTRI MELAYU beralamat Desa Tempakan Sambas dipimpin oleh Bapak Tajiddin Jayadi dengan bidang seni garapan Seni Tari
17. TANJIDOR MUTIARA beralamat Desa Sekuyang Sambas dipimpin oleh Bapak Asmoni dengan bidang seni garapan Musik Tanjidor.
18. JINGGA beralamat Desa Tanjung Bugis Sambas dipimpin oleh Bapak Pardi Afrizan dengan bidang seni garapan Musik, Tari, Seni Rupa.
19. NEK RAMAGA beralamat Jl. Sejahtera Pemangkat dipimpin oleh Aren dengan bidang seni garapan Tari.
20. RAMA beralamat Jl. Pedidikan Ds. Manggis Sambas dipimpin oleh Ibu Aklima dengan bidang seni garapan Tari, Teater.
21. MUARE ULAKAN beralamat Jl. Pedidikan Ds. Manggis Sambas dipimpin oleh Bapak Musa dengan bidang seni garapan Tari, Drama.
22. TANJIDOR LESTARI GROUP beralamat Ds. T. Sagang Desa Tri Kembang Kec. Galing dipimpin oleh Bapak Suaidi dengan bidang seni garapan Musik.
23. BANTANG RAMIN BUDAYA beralamat Madak Kec. Subah dipimpin oleh R. Sidal A. Ma. Pd dengan bidang seni garapan Tari.
24. RANGKAI BUDAYA beralamat Jl. Gusti Hamzah No. 25 Sambas dipimpin oleh Tajmi Musytari S.Pd dengan bidang seni garapan Tari, Vokal, Nasyid, Drama, Band.
25. KEMBANG SETAMAN beralamat Jl. Gusti Hamzah Desa Pasar Melayu Gg. Sos No. 1 Sambas dipimpin oleh Bapak Drs. Ridlan dengan bidang seni garapan Tari, Musik Band, Model, Parodi.
26. HASTA KARYA beralamat Jl. Raya No. 57 Kec. Sejangkung dipimpin oleh Bapak Kusmadi dengan bidang seni garapan Tari, Musik.
27. DARA BAGUTU beralamat di Tambang Laut Desa Seberkat Kec. Tebas dipimpin oleh IBu Ny. Asikah SA. Muis dengan bidang seni garapan Tari.
28. JAUHARUL ISLAM beralamat Jl. Raya Kec. Tebas dipimpin oleh Eben dengan bidang seni garapan Nasyid.
29. SEGI DELAPAN beralamat Jl. Istana No. 1 Desa Dalam Kaum Sambas dipimpin oleh U. Riza Fahmi, S.Pd.
30. BANTANG BARABU SUBAH beralamat Desa Madak Kec. Subah dipimpin oleh R. Sidal A. Ma. Pd dengan bidang seni garapan Tari.
31. SANGGAR KESENIAN KEC. GALING beralamat Jl. Tanjung Pura Kec. Galing dipimpin oleh Karnain.
32. MAWAR PUTIH beralamat Desa Temajo’ Kec. Paloh beralamat dipimpin oleh Ajuan Tauran.
33. BATU MA’ JAGE beralamat Jl. Amanah Kec. Tebas dipimpin oleh Gumanto dengan bidang seni garapan Tari, Syair, Qasidah.
34. PURNAMA beralamat Desa Bekut Kec. Tebas dipimpin oleh Bandri. BN dengan bidang seni garapan Zapin Lambut, Radad, Zikir Maulud dan Nazam, alok Galing, Tandak Sambas.
35. PUCOK RABONG beralamat Ds. Sange Besi Desa Perapakan Kec. Pemangkat dipimpin oleh H. A Hamid dengan bidang seni garapan Seni dan Budaya.
36. BUNGA TANJUNG beralamat Ds. Tanjung Rt. 111/Rw. 02 Desa Rambayan Kec. Tekarang dipimpin oleh Rusni Mahran dengan bidang seni garapan Tari, Syair, Qasidah, Nasyid, Silat, Quntaw, Alo’ Galing, Radat.
37. KELABANG MERAH beralamat Jl. Masudi Dsn. Timur Desa Tumuk Manggis, Sambas dipimpin oleh Yandi Hamidi bidang seni garapan Seni Pencak Silat.
38. DENDANG BERINGIN beralamat Jl. Sultan M. Syafiudin No. 33 A, Dalam Kaum Sambas dipimpin oleh H. Djamani Satil dengan bidang seni garapan Seni Suara(Group Band).
39. SINAR PURNAMA beralamat Jl. Pembangunan Rt. 03/02 Parit Baru Kec. Selakau dipimpin oleh Sulaiman Amir dengan bidang seni garapan Orkes Keroncong.
40. MERPATI PUTIH beralamat Penjajab Kec. Pemangkat dipimpin oleh Tarmadi dengan bidang seni garapan Tari.
41. LANCANG KUNING beralamat Ds. Danau Peradah Desa Tanah Hitam Kec. Paloh dipimpin oleh Lehah dengan bidang seni garapan Tari, Pawang, Zikir, Musik.
42. PAK ACCIK beralamat Ds. Semeru Desa Mekar Kec. Teluk Keramat dipimpin oleh Umar Ra’i dengan bidang seni garapan Seni Tari.
43. YAYASAN PESISIR beralamat Jl. Insanak No. 1 Sambas dipimpin oleh Mul’am Husairi dengan bidang seni garapan Seni Tari.
44. NEGERI REMBULAN beralamat Jl. Ampera Desa Gelik No. 38 Rt. 04/09 Kec. Selakau Timur dipimpin oleh Jalaluddin, S.Pd dengan bidang seni garapan Teater, Tari, Kuntau Amping Besame.
45. SELIMUT PUTIH beralamat Ds. Tanah Hitam Ds. Serumpun Kec. Salatiga dipimpin oleh Sabran dengan bidang seni garapan Tari radad, Zikir, Orkes, Ritual Adat.
46. BUNGA KARON beralamat Ds. Teluk Keramat, Durian Desa Sepadu Kec. Teluk Keramat dipimpin oleh Imran Yasin dengan bidang seni garapan Hadrah, Qasidah, Tari Redad, Tari Jepin.
47. KENCANA KUNING beralamat Jl. Banjar Pesisir Gg. 45 Pemangkat Kota kec. Pemangkat dipimpin oleh M. Ali Rahman (Abah Ali) dengan bidang seni garapan Seni Tari, Alat musik, Beladiri, Seni drama.
48. PETUAH PERAPATAN beralamat Dusun Parit Cegat Desa Piantus Kec. Sejangkung dipimpin oleh Mustaan dengan bidang seni garapan Zikir Nazam, Tari Redad, Zikir Maulud, Tari Kreasi.[/quote]
Edja182 - 29/11/2011 03:26 PM
#15
๑۩๑ [Wisata Budaya] Istana Alwatzikhoebillah di Sambas ๑۩๑
Quote:
Quote:
๑۩๑ [Wisata Budaya] Istana Alwatzikhoebillah di Sambas ๑۩๑


|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||

Spoiler for pict
Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||

Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||

Quote:
|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||



Quote:

[FONT="Arial Black"][SIZE="3"][COLOR="Black"]A. Selayang Pandang

Sejarah Istana Alwatzikhoebillah tidak terlepas dari sosok Sultan Tengah, seorang pangeran dari Kesultanan Brunei yang kemudian diangkat menjadi sultan di Kesultanan Serawak. Sejarah berawal ketika Sultan Tengah beserta rombongannya, setelah melakukan kunjungan persahabatan (muhibah) ke Kesultanan Johor, Malaysia, singgah di Kerajaan Matan, Tanjungpura. Di Matan, beliau disambut dengan hangat oleh raja Matan, Panembahan Giri Kusuma, yang di kemudian hari masuk Islam dan bergelar Sultan Muhammad Syafiuddin (1631-1668). Sultan Tengah tertarik mendalami agama Islam pada Syekh Syamsuddin dari Mekah yang menyebarkan Islam di Matan. Tak lama kemudian, Sultan Tengah menikah dengan Ratu Surya Kusuma, adik Sultan Muhammad Syafiuddin.
Setelah beberapa lama tinggal di Matan, Sultan Tengah memboyong keluarganya ke Kota Bangun, yang berdekatan dengan Kota Lama, ibu kota Kerajaan Sambas. Di Kota Bangun ini, beliau melakukan dua hal penting yang kelak menjadi cikal-bakal berdirinya Kesultanan Sambas dan Istana Alwatzikhoebillah, yaitu menyebarkan agama Islam sampai ke Kota Lama dan menikahkan puteranya, Raden Sulaiman, dengan Mas Ayu Bungsu, puteri Ratu Sepudak dari Kerajaan Sambas. Konon, pada masa raja yang memiliki darah keturunan Majapaht inilah ibu kota Kerajaan Sambas dipindahkan dari Paloh ke Kota Lama.
Terbukti, strategi yang dijalankan Sultan Tengah tersebut berhasil, yaitu beralihnya Kerajaaan Sambas Hindu menjadi Kesultanan Islam dan diangkatnya Raden Sulaiman menjadi pembantu sultan (wazir). Namun karena sebuah fitnah, akhirnya Raden Sulaiman tersingkir dari Kota Lama dan kembali lagi ke Kota Bangun.
Setelah berhasil membangun Kota Bangun, bahkan lebih maju dari Kota Lama, keluarga Sultan Tengah yang dipimpin oleh Raden Sulaiman, memutuskan pindah ke Lubuk Madung, yang merupakan pertemuan Sungai Subah, Sungai Sambas Kecil, dan Sungai Teberau. Kemudian, di tempat itu didirikan Istana Alwatzikhoebillah dan di istana tersebut Raden Sulaiman dinobatkan sebagai sultan pertama Kesultanan Sambas dengan gelar Sultan Muhammad Syafiuddin.
Namun, Istana Alwatzikhoebillah yang terlihat sekarang ini, baru dibangun pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin (1931-1943), sultan ke-15 Kesultanan Sambas. Pembangunan istana tersebut relatif singkat, yaitu dari tahun 1933 sampai tahun 1935. Konon, biayanya yang mencapai 65.000 gulden itu merupakan pinjaman dari Kesultanan Kutai Kartanegara.
Sejak bulan Februari 2008, pemangku Istana Alwatzikhoebillah dipercayakan kepada Pangeran Ratu M. Tarhan Winata Kesuma.

B. Kestimewaan

Kuno tapi terawat dengan baik. Hijau dan sejuk. Begitulah kira-kira kesan yang muncul ketika menginjakkan kaki di Istana Alwatzikhoebillah Kesultanan Sambas ini. Untuk memasuki area istana, pengunjung akan melewati dua buah gapura. Gapura pertama merupakan pintu gerbang untuk memasuki alun-alun dan sekaligus pembatas jalan umum dengan area istana, sedangkan gapura kedua membatasi alun-alun dengan halaman istana.
Dari gapura pertama, pengunjung dapat melihat betapa rapinya tata letak seluruh bangunannya. Di sebelah kanan alun-alun, pengunjung dapat melihat keanggunan Masjid Jami‘ Sultan Syafiuddin, masjid Kesultanan Sambas. Di bagian belakang alun-alun, pengunjung dapat melihat sebuah tiang seperti tiang kapal yang dikelilingi oleh tiga buah meriam dan disangga oleh empat tiang. Secara filosofis, tiga meriam tersebut melambangkan tiga buah sungai yang terdapat di sekitar istana yang harus selalu dijaga. Empat tiang penyangganya melambangkan empat menteri sebagai pembantu sultan. Sedangkan dua tiang penyangga yang terletak di sisi kiri dan kanan tiang itu melambangkan bahwa dalam menjalankan roda pemerintahannya sultan selalu didampingi oleh ulama dan khatib.
Dari gapura kedua, pengunjung dapat melihat tiga bangunan istana dengan dominasi warna kuning sebagai warna khas Melayu yang melambangkan kewibawaan dan keluhuran budi pekerti. Persis di sisi kanan dan kiri gapura kedua, terdapat dua balai pertemuan yang dahulunya digunakan sebagai tempat untuk menerima tamu kehormatan sebelum bertemu dengan sultan. Sekarang, dua balai pertemuan tersebut difungsikan sebagai tempat bedug.
Bangunan utama istana terletak di tengah-tengah dan memiliki ukuran paling besar. Di sayap kiri dan kanannya, terdapat bangunan pendukung yang terhubung langsung dengan bangunan utama istana. Bangunan sayap kiri dahulunya digunakan sebagai tempat untuk menjamu tamu-tamu kehormatan, sedangkan bangunan sayap kanan digunakan untuk mempersiapkan segala keperluan sultan dan keluarganya. Sekarang, bangunan sayap kiri tersebut digunakan sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda pusaka kesultanan.
Bagian dalam istana terdiri dari tiga ruangan, yaitu ruangan depan, tengah, dan belakang. Ruangan depan merupakan tempat singgasana sultan dan permaisuri. Di sini, pengunjung dapat melihat foto-foto para sultan dan pakaian kebesaran kesultanan. Ruangan tengah terdiri dari empat kamar yang dahulunya merupakan kamar sultan dan keluarganya. Di ruangan ini, pengunjung dapat melihat foto-foto sultan bersama keluarganya, tamu-tamu kehormatan, dan acara-acara kesultanan. Sedangkan ruangan belakang yang berukuran paling kecil, terlihat kosong.
Selain itu, pengunjung dapat melihat bekas kolam pemandian keluarga sultan di samping kanan istana dan rumah kediaman keluarga sultan yang berada di belakang istana.
Pada sore hari, pengunjung akan berdecak kagum melihat pesona istana ini yang eksotik, apalagi dilihat dari atas perahu yang berjalan perlahan-lahan di atas Sungai Sambas Kecil.

C. Lokasi

Istana Alwatzikhoebillah terletak di Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

D. Akses

Kabupaten Sambas berjarak sekitar 225 kilometer di sebelah utara dari Kota Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Dari Pontianak, pengunjung dapat naik bus sampai Sambas dengan waktu tempuh sekitar lima jam. Dari pusat Kota Sambas, pengunjung dapat naik bus atau minibus menuju Istana Alwatzikhoebillah.

E. Harga Tiket

Pengunjung tidak dipungut biaya.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di sekitar kawasan Istana Alwatzikhoebillah, terdapat berbagai fasilitas, seperti masjid, warung makan, pramuwisata, kios wartel, voucher isi ulang pulsa, sentra oleh-oleh dan cenderamata, serta persewaan sampan dan speed boat untuk mengelilingi kawasan istana.[/COLOR][/FONT][/SIZE]
Zeeroes - 30/11/2011 01:13 AM
#16

Bunga Rampai Pantun Melayu

|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||
Fusaki_Rac00n - 30/11/2011 03:04 AM
#17

fm: Alat Musik Tradisional : Sapek fm:

[youtube]9jherENqvTA[/youtube]
Zeeroes - 30/11/2011 08:28 PM
#18


Quote:
[CENTER]|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||
[/CENTER]

kalimantan barat semua pasti sudah tahu letaknya ada di kalimantan bagian barat, provinsi ini mempunyai kebudayaan yang unik karena berbatasan langsung dengan negara tetangga. Disini akan kita lihat ada berbgai budaya yang ada di kalimantan barat ada budaya dayak yang eksotis dan magis, budaya yang unik dari pakaian adat sampai tariannya juga kehidupan masyarakatnya yang menyatu dengan alam sungguh budaya yang tiada duanya, ada juga budaya melayu yang unik juga disini ada juga budaya tionghoa tepatnya di kota singkawang yang sudah menjadi bagian dari kalimantan barat, inilah beberapa foto budaya kalimantan barat budaya bumi borneo sebutan untuk pulau kalimantan


Spoiler for sumber
Zeeroes - 02/12/2011 01:52 AM
#19

|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||

Didirikan : 25 September 2010
Edja182 - 02/12/2011 07:08 AM
#20
๑۩๑ Upacara Pembuatan Rumah Melayu Ketapang ๑۩๑
Quote:
Quote:
๑۩๑ Upacara Pembuatan Rumah Melayu Ketapang ๑۩๑


|||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||


Quote:
Upacara mendirikan rumah bagi masyarakat Melayu ketapang mempunyai arti yang sangat penting, sehingga rumah yang akan ditempati diharuskan membuat upacara dan menurut kepercayaan adat bahwa rumah tersebut akan dapat membawa kebaikan dan keburukan bagi penghuninya. Kepercayaan ini masih berlaku sampai sekarang dizaman modern ini bahkan berbagai upacara dilakukan menurut kenyakinan mereka, seperti syarat mendirikan rumah dan pindah rumah maupun lain sebagainya.

[COLOR="Black"][SIZE="4"][FONT="Arial Black"]A. Upacara Mendirikan Rumah
I. Syarat Mendirikan Rumah
Mendirikan rumah memerlukan beberapa tahapan yang harus dilaksanakan, yaitu :
1. Memilih hari baik dan bulan baik menurut perhitungan tetua yang ada dilingkungan mereka
2. Memanggor (jika masih semak belukar)
3. Membersikan lahan
4. Membuat petak tanah yang disesuaikan dengan ukuran denah rumah
5. Sholat mangrib yang dilanjutkan dengan membaca surat Yaasin dilokasi rumah secara berjamaah dengan hidangan ketupat colet
6. Penancapan tongkat tiang pertama oleh pemilik rumah. Tahapan-tahapan ini nyaris tak pernah dilewati pada setiap mendirikan rumah oleh orang Melayu Kayung,dimanapun ia berada. Adapun bahan-bahan yang diperlukan untuk dimasukan kedalam satu lubang yang telah digali sebelumnya antara lain:
1. Paku
2. Keminting
3. Sirih Salapan
4. Rokok sebantang
5. Nasi sekepal
6. Pisang 1 buah
7. Uang logam lempengan
8. Bertih beras kuning
9. Tanam pisang
II. Membersihkan tanah dipasang papan mal
• Sholat diatas tanah
• Surah yasin disimpan di atas kayu yang dibuat tongkat
• Tanah lobang yang sudah digali tidak boleh ditinggalkan
• Tanah diterangi
• Tongkat tiang utama diusahakan berbunyi padat dan disholatkan
• Selesai mendirikan rumah membaca doa selamat dengan makanan ketupat lemak
Ketupat lemak yang dikenal oleh masyarakat ada empat jenis
1. Ketupat segi empat
2. Ketupat sorban
3. Ketupat bawang
4. Ketupat tolak bala
Tuan rumah yang akan mendirikan rumah baru berniat minta dikeluarkan rezeki yang ada di dalam tanah. Rezeki jika berada diatas minta diturunkan,yang jauh didekatkan, dekat minta disampaikan
 Membersikan rumah
1. Menggunakan pecahan kaca beling yang sudah lama
2. Kayu yang berduri 3-5-7
3. Serpihan besi
4. Kuyit
5. Beras 7 genggam
6. Garam
7. Sabut kelapa
8. Paku keminting
9. Sabut bakar (penghidupan manusia dan perlengkapannya)
 Pemasangan Kep tiang bangunan rumah baru
• Tiang seri
• Tiang utama pada bahagian atas puncak disimpan Mas atau Intan
• Tiang pintu disimpan pisang
Pemasangan alang diberikan kain berwarna putih yang bertuliskan wafak (tulisan huruh arab yang memohon keselamatan)
Pantang larang bagi rumah baru
• Jika rumah sudah berdiri dilarang anak istri untuk melihatnya
• Tiap penyambungan kayu harus ditutup menghindari gerhana, pada bahagian pintu dilarang ada sambungan dibahagian atas maupun bawahnya. Pada posisi alang maupun kep sambungan gelegar
• Tinggi rumah ditentukan dengan panjang jika tinggi 3,6,9,11 disebut dengan berkabung rejeki masuk akan tetapi selalu keluar yang lainnya
• Tinggi rumah 9 + 1,5 = 10,5 disebut Telajur mas orang akan senang berkunjung kerumah
• Tinggi rumah 3 dibandingkan dengan 1disebut dengan Naga belimbur yang menghadap kerah bintang, selalu ada rezeki yang dengan tidak bayak mengeluarkannya.
• Tinggi rumah lebih dari 5 disebut dengan bantal mayat, sebelum rumah ditinggal sudah ada kematian
Hitungan gelegar rumah
1. Gelegar bertanda baik bagi pemilik rumah
2. Gelegor bertanda kurang baik selalu berselisih paham bertengkar
3. Bantal sipemilik rumah selalu tidur malas kerja
4. Mayat kematian sebelum rumah tersebut ditempati
Hitungan Kasau
1. Kasau bertanda baik bagi pemilik rumah
2. Risau bertanda kurang tenang tidak sabaran
3. Bulan bertanda baik bagi pemilik rumah
4. Bintang bertanda
5. Matahari bertanda
Pindah rumah harus dihitung pada tanggal yang baik, bulan yang baik dan tahun yang baik

B. Upacara Pindah Rumah
Rumah yang telah selesai dikerjakan, maka tuan rumah mencari hari baik bulan baik untuk melaksanakan pindah rumah baru. Apabila sesuatunya telah rampung maka dimulai dengan membawa barang-barang atau peralatan rumah tangga kerumah yang baru dibuat, pada waktu yang ditentukan pemilik rumah pindah dengan memangil sanak keluarga, tetangga lingkungan yang ada disekitarnya. Pada malam hari diadakan sholat mangrib berjamaah dilanjutkan membaca surat yasin bersama-sama disertai doa. Rumah yang baru ditempati biasanya keluarga terdekat yang menemani tinggal sementara, membantu mempersiapkan makanan bagi undangan.
Pindah rumah sudah ditentukan oleh pemiliknya dengan hitungan hari baik bulan baik yang disebut dengan “pelangkahan”, maka tuan rumah dengan anak isterinya jika sudah bekeluarga datang kerumah baru membawa pakaian serta tempat sirih. Mereka masuk kedalam rumah pakaian biasanya dibawa oleh suami sedangkan tempat sirih dibawa oleh isteri. Pada saat sampai dimuka pintu suami memberikan salam kepada penjaga rumah yang sebelumnya sudah bermalam dirumah tersebut, sekaligus ditaburkan beras kuning bagi rombongan yang datang. Pada umumnya rumah yang baru telah hadir beberapa orang yang dituakan, setelah tuan rumah duduk maka dibacakan doa selamat dengan hidangan ketupat colet.
[/COLOR][/FONT][/SIZE]
Page 1 of 4 |  1 2 3 4 > 
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > KALIMANTAN > Kalimantan Barat > |||๑۩๑||| [Share, Informasi & Event] Seni Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Barat ||