Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > ...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...
Total Views: 31455 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 45 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

kuli warnet - 12/11/2008 07:08 AM
#1
...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...
Assalamu'alaikum Wr.Wb . . . .
Rekan2 sekalian dmanapun anda berada
disini saya ingin mangangkat Topik perihaL Sufisme
dmana Hal ini banyak mengadung kontroversiaL dan sekaligus
Lautan Hikmah bagi mereka yg menapaki jalan ini. . .

maka dr itu saya sangat tertarik sekali utk saling berbagi disini
[perhal tokoh beserta ajarannya,hikmah sufi,dan macam2 tarekat,
Mursyid,Musik sufi etc]

dan yg jelas !
No SARA,Flame and Junk in this Threads plzzz . . . .

mari kita mulai . . . .

Bismi-allaahi-alrrahmaani-alrrahiimi . . .
Sekarang,ketika orang bicara tentang sufisme,tidak lagi terbayang kehidupan yg "menjauh" dari Dunia.Gambaran kehidupan sederhana yg sekedar mengunakan kain WoL dab makanan secekupnya,sudah tidak lagi
mewakli Citra sufi pada saat ini.karena sekarang sufisme/tassawuf tlah masuk
dan menerobos sekat2 kuluturaL di indonesia
bahkan ajaran sufisme sudah masuk di kalangan org intelek di kota2 besar
di jagad raya ini . . .

Banyak kaum yg kaya dan profesionaL muda mencari kedamain melalui
ajaran sufisme dan tasawuf ini.berbagai majelis2 Dzikir kerap kali di adakan di kota2 besar di jagad raya ini.Pusat2 pelatihan meditasipun tlah menjamur dmna2
mempertemukan sebuah tradisi hidup kaum HEDONIST dengan air bening
Tasawuf yg memancarkan kedamaian jiwa.
sehingga seakan2 tengah berlangsung kebangkitan sebuah ajaran yg mulia
dalam kehidupan yg modern saat ini.

dibawah ini saya tampilkan berbagai Link thread yg pernah dibahas disini :

Spoiler for Syaikh AbduL Qodir Al-jilany


Spoiler for Maulana Jalaluddin Rumi dan Tarekat Maulawiyah


Spoiler for Syeikh Abu Hasan as-Syadziliy dan Tarekat Syadziliyyah


Spoiler for Tarekat


Spoiler for Mursyid Kamil Mukammil


Spoiler for Ngamen Sufistik/Spiritualis bareng di FS


sangat diharapkan sumbangsih dr Rekan2 disini perihaL sufisme ini. . .
atas perhatiannya saya haturkan . . . .
jazzakumulLah khairaan khastiraan

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

shakehand



...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...




...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...
Ngendok - 12/11/2008 07:09 AM
#2

thumbup: mentebh !


beer:
genI3th - 12/11/2008 07:16 AM
#3

menyimak wae kang D


shakehand
kuli warnet - 12/11/2008 07:20 AM
#4

Quote:
Original Posted By Ngendok
thumbup: mentebh !


beer:


makasih mas . ..

shakehand



Quote:
Original Posted By genI3th
menyimak wae kang D


shakehand


suwun cak wis mampir
ditunggu sharenya loh cak . ..

shakehand

genI3th - 12/11/2008 07:21 AM
#5

Quote:
Original Posted By kuli warnet
makasih mas . ..

shakehand





suwun cak wis mampir
ditunggu sharenya loh cak . ..

shakehand


tetep ga terpancing siul:


menyimak wae o
borneo98 - 12/11/2008 07:26 AM
#6

Turut menyimak kang..
IMade in Jpn - 12/11/2008 07:56 AM
#7

ngiring nyantrik Kang....
Monggo...
kuli warnet - 12/11/2008 08:10 AM
#8

Quote:
Original Posted By genI3th
tetep ga terpancing siul:


menyimak wae o




Duh . . .

o


Quote:
Original Posted By borneo98
Turut menyimak kang..


Quote:
Original Posted By IMade in Jpn
ngiring nyantrik Kang....
Monggo...



hatur nuhun pisan kang . . .

:salim


o
kuli warnet - 12/11/2008 08:11 AM
#9

Jalan sufi adalah jalan pembebasan ketika manusia terjebak perangkap kekaguman akan Dunia MatrieaListik dan Narsisstik pada diri sendiri
Adalah Imam al-ghazali yg diletakkan sebagai pengkritik paling keras
terhadap perangakap Duniawi dan Iptek !

Beliau bukannya menolak arti dan fungsi pentingnya segala tingkatan iptek
melainkan menyadari ada bidang aspek kehidupan yg tidak semata bisa dipahami dan dihidupi hny dgn jalan ilmu obyektif.jalan itulah jalan sufi,yg merupakan jalan ke 4 sesudah jalan indra,rasionaL,dan filsafat.
yaitu jalan yg mampu membawa manusia ke dalam suatu dunia yg hidup yg bebas dr segala batas materiaL bendawi !

jalan sufi itu akan mudah dipahami dgn melihat orang membedakan 2 jalan
utk mencapai dan memahami Tuhan dgn segala maksud ajaran2Nya
dimana orang sering kali membedakan 2 jalan islam dalam mencari dan mendekatkan diri dgn Tuhan yaitu: jalan Syariat dan jalan sufi sbg jalan ke 2


Spoiler for pic imam al ghozali


...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...



monggo kalo ada yg nambahin loh . ..
jangan sungkan2 . . .

shakehand
niCeSoN - 12/11/2008 01:59 PM
#10

nyumbang dikit be ....

~Rumi~

Ia berkata, "Siapa itu berada di pintu?"
Aku berkata, "Hamba sahaya Paduka."
Ia berkata, "Kenapa kau ke mari?"
Aku berkata, "Untuk menyampaikan hormat padamu, Gusti."
Ia berkata, "Berapa lama kau bisa bertahan?"
Aku berkata, "Sampai ada panggilan."
Aku pun menyatakan cinta, aku mengambil sumpah
Bahwa demi cinta aku telah kehilangan kekuasaan.
Ia berkata, "Hakim menuntut saksi kalau ada pernyataan."
Aku berkata, "Air mata adalah saksiku, pucatnya wajahku adalah buktiku."
Ia berkata, "Saksi tidak sah, matamu juling."
Aku berkata, "Karena wibawa keadilanmu mataku terbebas dari dosa."

Beliau Syair religius di atas adalah cuplikan dari salah satu puisi karya penyair sufi terbesar dari Persia, Jalaluddin Rumi. Kebesaran Rumi terletak pada kedalaman ilmu dan kemampuan mengungkapkan perasaannya ke dalam bahasa yang indah. Karena kedalaman ilmunya itu, puisi-puisi Rumi juga dikenal mempunyai kedalaman makna. Dua hal itulah --kedalaman makna dan keindahan bahasa-- yang menyebabkan puisi-puisi Rumi sulit tertandingi oleh penyair sufi sebelum maupun sesudahnya.



shakehand
PelawaQ Aneh - 12/11/2008 05:46 PM
#11

nyimak juga ya di sini om TSDD
Ferrari - 12/11/2008 09:29 PM
#12

Duduk manis menanti uraian demi uraian dari para sesepuh linux2:
saridin - 13/11/2008 12:56 AM
#13

Dari satu hal IA dapat memahami banyak hal
dan dari setitik IA dapat mencipta badai !





salam
satmata - 13/11/2008 09:53 AM
#14

Panca indera adalah Pintu Nafsu dan Akal adalah Pintu Ego ... Kesadaran dan Kesabaran ...semoga semuanya bisa menerima dengan lapang dada, tulus dan ikhlas
dakToz - 13/11/2008 11:14 AM
#15

Menarik sekali. :thumbup
Rizkyka - 13/11/2008 11:47 AM
#16

Quote:
Original Posted By genI3th

menyimak wae o


Bersama Mas gen duduk berdampingan, hanya bisa menyimak uraian demi uraian.\)

\)\)\)
kuli warnet - 13/11/2008 03:41 PM
#17

Quote:
Original Posted By dakToz
Menarik sekali. :thumbup


Quote:
Original Posted By Rizkyka
Bersama Mas gen duduk berdampingan, hanya bisa menyimak uraian demi uraian.\)

\)\)\)


Duh . . .
mbok dishare dimari Lautan ilmunya sesepuh sekalian .. . .


shakehand

o
the hawkz - 13/11/2008 04:46 PM
#18

Quote:
Original Posted By kuli warnet
Duh . . .
mbok dishare dimari Lautan ilmunya sesepuh sekalian .. . .


shakehand

o


iyaaa...tucgh.....biar saia juga bisa menimba ilmu-ilmu dari sesepuh sekalian....

shakehand
kuli warnet - 14/11/2008 07:28 AM
#19
Ajaran Kaum Sufi Tentang Keesaan Tuhan di jaman modern
Kita hidup pada masa ketika sains dan teknologi telah membawa umat manusia tidak hanya maju dalam bidang material, tetapi juga kepada sinisme yang tajam atas agama dan aspek-aspek spiritual dari kehidupan.

Pada sisi lain, kesuksesan metode sains telah menetapkan batasan-batasan yang dipertimbangkan untuk menjadi bidang studi yang berguna dan praktis. Kita telah diajarkan (dicekoki) untuk percaya bahwa hanya yang bersifat materi, fisik dan lahiriah saja yang bisa diterima, dan hanya pikiran rasional yang dapat menganalisa dan layak disebut sebagai KEBENARAN.

Namun pada sisi lainnya, kita sangat mudah menjadi dikecewakan oleh berbagai agama yang mengklaim bahwa mereka telah mengakses kebenaran dan kebaikan yang absolut, sementara klaim-klaim ini jarang diaktualisasikan lewat pengalaman dan akhlak yang luhur.

Orang-orang Sufi mengakui bahwa Tuhan itu Satu, Sendiri, Tunggal, Kekal, Abadi, Berpengetahuan, Berkuasa, Hidup, Mendengar, Melihat, Kuat, Kuasa, Agung, Besar, Dermawan, Pengampun, Bangga, Dahsyat, Tak Berkesudahan, Pertama, Tuhan, Rabb, Penguasa, Pemilik, Pengasih, Penyayang, Berkehendak, Berfirman, Mencipta, Menjaga.

Bahwa Dia diberi sifat dengan segala gelar, yang dengan itu Dia telah memberi sifat pada diri-Nya sendiri; dan Dia diberi nama yang dengan itu pula Dia telah memberi nama pada diri-Nya sendiri; bahwa karena sifat-Nya yang kekal maka demikian pula nama-nama dan sifat-sifat-Nya sama sekali tak sama dengan makhluk-makhluk-Nya. Esensi-Nya tidak sama dengan esensi-esensi lain, tak pula sifat-Nya sama dengan sifat-sifat lain; tak satu pun dari istilah-istilah yang diterapkan pada makhluk-makhluk ciptaan-Nya dan yang mengacu pada penciptaan mereka dari waktu ke waktu, membawa pengaruh atas-Nya; bahwa Dia tak henti-hentinya menjadi Pemimpin, Terkemuka di hadapan segala yang dilahirkan dari waktu ke waktu, Ada sebelum segala yang ada; dan bahwa tiada sesuatu pun yang kekal kecuali Dia, dan tiada Tuhan di samping Dia; bahwa Dia bukan badan, potongan, bentuk, tubuh, unsur atau aksiden; bahwa dengan Dia tidak ada penyimpangan maupun pemisahan, tidak ada gerakan maupun kediaman, tidak ada tambahan maupun pengurangan; bahwa Dia bukan merupakan bagian, atau partikel, atau anggota, atau kaki-tangan, atau aspek, atau tempat: bahwa Dia tidak terpengaruh oleh kesalahan, atau kantuk, atau berubah-ubah dikarenakan waktu, atau disifatkan oleh kiasan bahwa Dia tidak terpengaruh oleh ruang dan waktu; bahwa dia tidak dapat dikatakan sebagai yang dapat disentuh, atau dikucilkan, atau mendiami tempat-tempat; bahwa Dia tidak dibatasi oleh pemikiran, atau ditutupi selubung, atau dilihat mata

Salah seorang tokoh besar Sufi mengatakan dalam wacananya: "Sebelum tidak mendahului-Nya, setelah tidak menyela-Nya, daripada tidak bersaing dengan Dia dalam hal keterdahuluan; dari tidak sesuai dengan Dia, ke tidak menyatu dengan Dia, di tidak mendiami Dia, kala tidak menghentikan Dia, jika tidak berunding dengan Dia, atas tidak membayangi Dia, di bawah tidak menyangga Dia, sebaliknya tidak menghadapinya, dengan tidak menekan Dia, di balik tidak mengikat Dia, di depan tidak membatasi Dia, terdahulu tidak memameri Dia, di belakang tidak membuat Dia luruh, semua tidak menyatukan Dia, ada tidak memunculkan Dia, tidak ada tidak membuat Dia lenyap. Penyembunyian tidak menyelubungi Dia, pra-eksistensi-Nya mendahului waktu, adanya Dia mendahului yang belum ada, kekekalan-Nya mendahului adanya batas. Jika engkau berkata kala, maka eksistensi-Nya telah melampaui waktu; jika engkau berkata sebelum, maka sebelum itu sesudah Dia, jika engkau berkata Dia, maka D, i dan a adalah ciptaan-Nya; jika engkau berkata bagaimana, maka esensi-Nya terselubung dari pemberian; jika engkau berkata di mana, maka adanya Dia mendahului ruang; jika engkau berkata tentang ke-Dia-an, maka ke-Diaan-Nya terpisah dari segala sesuatu. Selain Dia, tidak ada yang bisa diberi sifat dengan dua sifat (yang berlawanan) sekaligus, dan toh dengan-Nya kedua sifat itu tidak menciptakan keberlawanan. Dia tersembunyi dalam penjelmaan-Nya menjelma dalam persembunyian-Nya. Dia ada di luar dan di dalam, dekat dan jauh; dan dalam hal itu Dia tidak sama dengan makhluk-makhluk. Dia bertindak tanpa menyentuh, memerintah tanpa bertemu, memberi petunjuk tanpa menunjuk. Kehendak tidak bertentangan dengan-Nya, pikiran tidak menyatu dengan-Nya; esensi-Nya tanpa kualitas (takyif), tindakan-Nya tanpa upaya (taklif).

Mereka mengakui bahwa Dia tidak bisa dilihat oleh mata, atau dibantah oleh pikiran; bahwa sifat-sifat-Nya tidak berubah dan nama-nama-Nya tidak berganti; bahwa Dia tidak pernah lenyap dan tidak akan pernah lenyap; Dia yang Pertama dan Terakhir, Zahir dan Batin; bahwa Dia mengenal segala sesuatu, bahwa tidak ada yang seperti Dia dan bahwa Dia Melihat dan Mendengar.



Laa hawala wa laa quwwata illa billah

...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...

kuli warnet - 14/11/2008 07:41 AM
#20
Jalan Sufi
Menurut jalan kaum sufi, orang yang telah mencapai keadaan sadar lahir batin, dan yang telah berhasil mencapai suatu titik keseimbangan dan sentralitas, dapat menolong orang lain dan menggambarkan kepada mereka keadaan kemajuannya.

Karena itu kita dapati bahwa sepanjang zaman kaum sufi tetap saling berdekatan. Para syekh sufi menyertai muridnya dalam semua tahap kemajuan.

Kita harus membedakan antara istilah "keadaan" (hal) dan "kedudukan" (maqam). Yakni perbedaan antara bagaimana dan di mana. Keadaan (hal) berarti sesuatu yang dapat diraba atau dirasakan. Kadang-kadang orang dapat merasakan keadaan rohani yang sangat murah hati atau peningkatan kesadaran yang hebat. Namun keadaan ini mungkin tidak langgeng. Yang sesungguhnya diinginkan oleh si pencari (salik) ialah mencapai suatu kedudukan (maqam) yang hanya dapat terjadi bila didirikan sebagaimana mestinya dan kokoh. Kedudukan tidak bersifat sementara dan selalu dapat diandalkan dan diingat. Kebanyakan penempuh jalan Allah (salik) akan merasakan keadaan-keadaan yang berbeda dengan berbagai macam tingkat kelanggengan yang tidak permanen, yang tidak memuaskan dan tak cukup. Karena itulah maka pertolongan diperlukan untuk menjamin agar seorang pencari menjadi tetap dalam kedudukan (maqam) yang diinginkan. Maka mendampingi dan berhubungan dengan orang-orang yang berada pada jalan itu adalah suatu faktor penting dalam kemajuan seorang pencari. Alasan penting lain untuk mendapatkan pendampingan yang tepat ialah bahwa kita selalu merupakan produk dari saat yang terakhir, dan karena saat itu dilahirkan dari saat sebelumnya, dan begitu seterusnya, ada suatu kesinambungan. Seseorang yang berdiri sendiri tak dapat menyadari seberapa jauh ia telah menyimpang dari jalan pengetahuan-diri atau penyadaran-diri. Dengan demikian, seorang pencari memerlukan teman untuk menggambarkan kepadanya, seperti cermin, tentang keadaan atau kedudukannya

Adapun terhadap pertanyaan apakah yang terbaik itu hanya mengikuti satu guru rohani saja, ataukah banyak. Diantara orang-orang besar yang telah saya baca riwayatnya dan pernah saya temui, sebagian telah mengikuti banyak syekh sufi. Namun pada hakikatnya penempuh sejati jalan pencerahan hanya melihat satu syekh sufi. Para syekh sufi itu mungkin berbeda dalam bentuk dan ciri lahiriahnya, tetapi hakikat batinnya adalah satu dan sama. Seorang syekh sufi mungkin sangat tua dan sangat pendiam, syekh lainnya mungkin masih muda dan dinamis. Yang satu mungkin telah berperan-aktif secara politik, sedang yang lainnya tidak demikian. Seseorang mungkin produktif secara ekonomi dan bekerja di pertanian. Yang lainnya menjadi ilmuwan. Yang satu mungkin sangat akrab bermasyarakat sedang yang lainnya menjauhi masyarakat dan lebih menyendiri, dan sebagainya. Penampilan lahiriah dan kecenderungan mereka, seperti sidik jari, berbeda-beda, tetapi seorang pencari yang tulus tidak memusingkan yang lahiriah. Seorang pencari yang mentaati batas-batas yang ditetapkan oleh syari'at sangat memperhatikan perkembangan batin.

Ketika si pencari berkembang dan bergerak maju, ia dapat melihat dirinya diawasi oleh guru rohaninya dan para guru rohani yang ditemuinya karena rasa hormat guru rohaninya sendiri. Pencari yang cerdas akan selalu hidup dan berperilaku seakan-akan semua syekh sufi yang telah ditemui sedang mengawasinya, sedang benar-benar ada bersama dia dan menjadi pembimbing, pemberi peringatan, dan sahabatnya.



...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...

Page 1 of 45 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > ...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...