Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > ...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...
Total Views: 31455 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 36 of 45 | ‹ First  < 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 >  Last ›

Mbahwetan - 22/05/2011 09:18 PM
#701

Ribang bumi ribang nyawa,
Ana beja ana cilaka,

Ana urip ana mati,
Precil mijet wohing ranti,

Seneng mesti susah,
Susah mesti seneng,

yen saiki susah mongko sesuk bakal seneng
yen saiki seneng mongko sesuk bakal susah

Aja seneng nek duwe,
Aja susah nek ora duwe.

Senenge saklentheng
susahe sarendheng,

Susah jebule seneng,
Seneng jebule susah,

Sugih durung karuan seneng,
Ora duwe durung karuan susah,

Susah seneng ora bisa disawang,
Bisane mung dirasakake dhewe.

Alhamdu shakehand lillah
kuli warnet - 22/05/2011 09:36 PM
#702

Quote:
Original Posted By Mbahwetan
Ribang bumi ribang nyawa,
Ana beja ana cilaka,

Ana urip ana mati,
Precil mijet wohing ranti,

Seneng mesti susah,
Susah mesti seneng,

yen saiki susah mongko sesuk bakal seneng
yen saiki seneng mongko sesuk bakal susah

Aja seneng nek duwe,
Aja susah nek ora duwe.

Senenge saklentheng
susahe sarendheng,

Susah jebule seneng,
Seneng jebule susah,

Sugih durung karuan seneng,
Ora duwe durung karuan susah,

Susah seneng ora bisa disawang,
Bisane mung dirasakake dhewe.

Alhamdu shakehand lillah


alhamdulilLah simbah'e rawuh . . .
monggo mbah ujuan ugi jajanipun

coffee: + ricebowl: + clock: + present:

wang sinawang

Alhamduheart:lilLah



shakehand
Mbahwetan - 22/05/2011 09:51 PM
#703

Quote:
Original Posted By kuli warnet
alhamdulilLah simbah'e rawuh . . .
monggo mbah ujuan ugi jajanipun

coffee: + ricebowl: + clock: + present:

wang sinawang

Alhamduheart:lilLah



shakehand


Alhamdulillah,
wokeh tenan cawisane.
mugi manfaat lan barokah kangge sedayanipun
kuli warnet - 22/05/2011 10:01 PM
#704

Quote:
Original Posted By Mbahwetan
Alhamdulillah,
wokeh tenan cawisane.
mugi manfaat lan barokah kangge sedayanipun



njih . . .
simbah nate matur kaLian kuLo . . .

Le,ngger cah bagus , . .
Trimah mawi pasrah.
Suwung pamrih, tebih ajrih.
Langgeng tan ana susah, tan ana seneng.
Antheng mantheng sugeng jeneng."

Ikhlas marang apa sing wes kelakon.
Trimah apa kang dilakoni.
Pasrah marang apa bakal ana.

sembah nuwun mbah . . .

Alhamduheart:lilLah

shakehand
Mbahwetan - 22/05/2011 10:19 PM
#705

Quote:
Original Posted By kuli warnet

njih . . .
simbah nate matur kaLian kuLo . . .

Le,ngger cah bagus , . .
Trimah mawi pasrah.
Suwung pamrih, tebih ajrih.
Langgeng tan ana susah, tan ana seneng.
Antheng mantheng sugeng jeneng."

Ikhlas marang apa sing wes kelakon.
Trimah apa kang dilakoni.
Pasrah marang apa bakal ana.

sembah nuwun mbah . . .

Alhamduheart:lilLah

shakehand


Ya mangkono yayi wong ngaurip,
sampurna wekas ingsun,
den prayitna rumeksa badane,
ojo kadi watak manuk peksi,
mundhak niniwasi,
dadi tanpa dunung.

mulo yayi den angati-ati,
ujar kang mangkono,
den karasa punika rasane hakekat,
rinasakna sucine wong ngelmi,

mbah yayi.....
Mituhua pitutur kang becik,
yayi den kalakon,
nyingkir ana jubriya takabure,
lan sumungah ojo anglakoni.

LAA ILAAHA ILLALLAAHU SUBHAANAL KHAALISHIL MUKHLISH
Alhamdu shakehand lillah
jumadil kubro - 31/05/2011 03:36 PM
#706

ngadem sik ning kene
vyant - 01/06/2011 10:40 AM
#707

Quote:
Original Posted By Mbahwetan
Ribang bumi ribang nyawa,
Ana beja ana cilaka,

Ana urip ana mati,
Precil mijet wohing ranti,

Seneng mesti susah,
Susah mesti seneng,

yen saiki susah mongko sesuk bakal seneng
yen saiki seneng mongko sesuk bakal susah

Aja seneng nek duwe,
Aja susah nek ora duwe.

Senenge saklentheng
susahe sarendheng,

Susah jebule seneng,
Seneng jebule susah,

Sugih durung karuan seneng,
Ora duwe durung karuan susah,

Susah seneng ora bisa disawang,
Bisane mung dirasakake dhewe.

Alhamdu shakehand lillah


Matur nuwun mbah...

monggo Mbahwetan Gulai Kairo ricebowl:
lan Kopi Tubruk Jahe Spesial coffee:

salim wa salaman shakehand
iloveindonesia
adamtwist2010 - 01/06/2011 10:51 AM
#708

Sufi's adalah Nol....ketika kita semua sibuk membicarakan 1,2,3,4, dst....Sufi bukanlah suatu jalan...Sufi's adalah semua jalan....sufi's adalah sebuah kekikinian.....dan yang sungguh mengherankan saya banyak yang justru mengutip kata-kata, tarekat, pemahaman dsb dari para Sufi's pendahulu...sungguh lucu...karena justru mereka menginginkan kita untuk berhenti spt itu....sadarilah keilahian dirimu seperti Aku....bukan "mengikuti" Aku....Mursyid...murid....hei dimana letak beda kedua kata ini....Sang Mursyid pun mencium dan membasuh kaki sang murid, begitupun sebaliknya...Temukanlah kesadaran itu (yang sesungguhnya tak pernah kemana2)....kemudian biarkan jiwamu menuntunmu....sehingga wujud...ibdahmu...apapun bentuknya itu....
darkstarku - 02/06/2011 10:55 AM
#709

tingkat tinggi gan ..ane numpang ndeprok linux2:
kuli warnet - 13/06/2011 09:28 PM
#710

Quote:
Original Posted By jumadil kubro
ngadem sik ning kene





...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...

"Ya Alloh, kurniakanlah kepadaku Cinta terhadapMu dan Cinta kepada mereka yang MencintaiMu,
dan apa saja yang membawa aku hampir kepada CintaMu,
dan jadikanlah CintaMu itu lebih berharga kepadaku dari air sejuk kepada orang yang dahaga."

~Doa dr Baginda Muhammad SAW yg diajarkan kepada para sahabat2nya~



rose:"Allahumma ShaLi 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'Ala Ali Sayyidina Muhammad" rose:

shakehand
permenjeruk - 20/06/2011 11:39 PM
#711

Quote:
Original Posted By kuli warnet



...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...

"Ya Alloh, kurniakanlah kepadaku Cinta terhadapMu dan Cinta kepada mereka yang MencintaiMu,
dan apa saja yang membawa aku hampir kepada CintaMu,
dan jadikanlah CintaMu itu lebih berharga kepadaku dari air sejuk kepada orang yang dahaga."

~Doa dr Baginda Muhammad SAW yg diajarkan kepada para sahabat2nya~



rose:"Allahumma ShaLi 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'Ala Ali Sayyidina Muhammad" rose:

shakehand


Allahumma ShaLi 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'Ala Ali Sayyidina Muhammad
abh.Mizan - 21/06/2011 09:14 AM
#712

leres
RegaFelix - 26/06/2011 05:43 AM
#713

saya suka sekali dengan al ghazali, sufi dengan tingkat intelektualitas yg tinggi. hakekat hidup yang paling dalam ia dapatkan
RegaFelix - 26/06/2011 05:44 AM
#714

salam kenal
semoga Allah selalu memberikan bimbingan jalan yang lurus kepada kita semua
aLi.kw - 02/07/2011 11:47 AM
#715

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya
ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

“Kenapa kau selalu murung, nak?
Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini?
Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.

“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah.
Sulit bagi saya untuk tersenyum.
Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”

Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat.
Ia laksanakan permintaan gurunya itu,
lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru.
“Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”

Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.
“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.
“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

“Sekarang kau ikut aku.”
Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka.

“Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara.
Rasa asin di mulutnya belum hilang.
Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya.
Rasanya tak sopan meludah di hadapan Sang Guru, begitu pikirnya.

“Sekarang, coba kau minum air danau itu,”
kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya,
mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya.
Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya,
Sang Guru bertanya kepadanya,
“Bagaimana rasanya?”
“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya.
Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana.
Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”
“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.
Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum.
“Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam.
Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam.

Banyaknya masalah dan penderitaan
yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah,
sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah.

Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian.
Tidak ada satu pun manusia,
walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”

Si murid terdiam, mendengarkan.
“Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu
sangat tergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya.
Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas.
Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”






shakehand special thanks to Ustadz Abu Aqila shakehand

Ball888 - 03/08/2011 07:39 AM
#716

Ilahi anta maqsudi wa ridhoka mathlubi a'tini mahabataka wa marifataka .rose:
maruvsalim - 03/08/2011 08:49 AM
#717

التصوف كله أخلاق
aLi.kw - 29/08/2011 01:22 AM
#718

untuk sang NABI

Kutinggalkan sunnah Nabi yang sepanjang malam.
Beribadah hingga kedua kakinya bengkak dan keram.

Nabi yang karena lapar mengikat pusarnya dengan batu.
Dan dengan batu mengganjal Perutnya yang halus itu.
Kendati gunung emas menjulang menawarkan dirinya.
la tolak permintaan itu dengan perasaan bangga.

Butuh harta namun menolak, maka tambah kezuhudannya.
Kendati butuh pada harta tidaklah merusak kesuciannya.
Bagaimana mungkin Nabi butuh pada dunia.
Padahal tanpa dirinya dunia takkan pernah ada.

Muhammadlan pemimpin dunia akherat.
Pemimpin jin dan manusia, bangsa Arab dan non Arab.
Nabilah pengatur kebaikan pencegah mungkar.
Tak satu pun setegas ia dalam berkata ya atau tidak.

Dialah kekasih Allah yang syafa’atnya diharap.
Dari tiap ketakutan dan bahaya yang datang menyergap.
Dia mengajak kepada agama Allah yang lurus.
Mengikutinya berarti berpegang pada tali yang tak terputus.

Dia mengungguli para Nabi dalam budi dan rupa.
Tak sanggup mereka menyamai ilmu dan kemuliaannya.
Para Nabi semua meminta dari dirinya.
Seciduk lautan kemuliaannya dan setitik hujan ilmunya.

Para Rasul sama berdiri di puncak mereka.
Mengharap setitik ilmu atau seonggok hikmahnya.
Dialah Rasul yang sempurna batin dan lahirnya.
Terpilih sebagai kekasih Allah pencipta manusia.

Dalam kebaikanya, tak seorang pun menyaingi.
Inti keindahannya takkan bisa terbagi-bagi.
Jauhkan baginya yang dikatakan Nasrani pada Nabinya.
Tetapkan bagi Muhammad pujian apapun kau suka.

Nisbatkan kepadanya segala kemuliaan sekehendakmu.
Dan pada martabatnya segala keagungan yang kau mau. Karena keutamaannya sungguh tak terbatas.
Hingga tak satupun mampu mengungkapkan dengan kata.

Jika mukjizatnya menyamai keagungan dirinya.
Niscaya hiduplah tulang belulang dengan disebut namanya.
Tak pernah ia uji kita dengan yang tak diterima akal.
Dari sangat cintanya, hingga tiada kita ragu dan bimbang.

Seluruh mahluk sulit memahami hakikat Nabi.
Dari dekat atau jauh, tak satu pun yang mengerti.
Bagaikan matahari yang tampak kecil dari kejauhan.
Padahal mata tak mampu melihatnya bila berdekatan.

Bagaimana seseorang dapat ketahui hakikat Sang Nabi
Padahal ia sudah puas bertemu dengannya dalam mimpi
Puncak Pengetahuan tentangnya ialah bahwa ia manusia
Dan ia adalah sebaik baik seluruh ciptaan Allah

Segala mukjizat para Rasul mulia sebelumnya
Hanyalah pancaran dari cahayanya kepada mereka
Dia matahari keutamaan dan para Nabi bintangnya
Bintang hanya pantulkan sinar mentari menerangi gulita

Alangkah mulia paras Nabi yang dihiasi pekerti
Yang memiliki keindahan dan bercirikan wajah berseri
Kemegahannya bak bunga, kemuliaannya bak purnama
Kedermawanannya bak lautan, kegairahannya bak sang waktu

la bagaikan dan memang tiada taranya dalam keagungan
Ketika berada di sekitar pembantunya dan di tengah pasukan
Bagai mutiara yang tersimpan dalam kerangnya
Dari kedua sumber, yaitu ucapan dan senyumannya

Tiada keharuman melebihi tanah yang mengubur jasadnya
Beruntung orang yang menghirup dan mencium tanahnya



burdah manakib

o
Mbahwetan - 18/09/2011 08:34 PM
#719

Ati kang nandang getir
mesthi anggegulang amrih TATAG-TETEG yen ta nrajang prahara.

Tembung kang njendhel-kenthel bisa cuwer-ajer
kanthi alusing wicara lemes lumering sutra ngeyomi dhuhkita ing jiwa.

DHEDHETING RATRI kang ngrumpaka peteng mesthi bakal mungkur
dening oboring cahya rembulan nabrak adarati
ngupadi lowahan niliki sang Pungguk kang tansah kangen, lara branta.

Sabanjure……. awan wus manjalma, ngowahi punjering suksma
kadya antenging tirta ing tlaga biru
nglurubi sekeling driya
karana kangene durung kawales.

Entenana, dhuh ati……..
arep ana warta saka kadohan anitip weling
yen kluwung ngarak dewangkara nyuluhi ESEME
gawe angeting kangenmu.




Alhamdu shakehand lillah
heartshine - 24/11/2011 02:20 AM
#720

ijin gabung ya kk..., \)
ane sangat tertarik dengan kisah2 sufistik..,
sungguh dalam banget hikmahnya matabelo:
Page 36 of 45 | ‹ First  < 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > ...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...