Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > ...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...
Total Views: 31455 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 8 of 45 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›

wyansonata - 02/01/2009 06:39 PM
#141
x
amin ya Allah
kahraorfiash - 02/01/2009 06:51 PM
#142

ojo wani nyufi nek durung dadi sufi, durung diarani sufi nek ora wani nyufi

monggo dilanjut kang kuli
kuli warnet - 03/01/2009 10:33 AM
#143

Quote:
Original Posted By prabuanom
nyimak dan nyemak ah D


monggo cak . . .

shakehand


Quote:
Original Posted By grinder_groovy
mantap mas kuli warnet...


sesuai dgn juduL Thread saya mas . . .
Share and Cleans . . .

Monggoo loh mas klo mo berbagi disini
silahkan mas . . .

shakehand


Quote:
Original Posted By wyansonata
amin ya Allah


amin . . .
tumben lagi keliatan mas . . .
kmana aja sampean . . .?!

shakehand

Quote:
Original Posted By kahraorfiash
ojo wani nyufi nek durung dadi sufi, durung diarani sufi nek ora wani nyufi

monggo dilanjut kang kuli


suwun kang . . ..
ono Ym sampean ?

shakehand
vhuda - 03/01/2009 03:44 PM
#144

d lanjeukeun ateuh omo
mentaru - 03/01/2009 07:09 PM
#145

ada yg bahas sufi ala M Nuh ndak ?

mencari nama Allah yg ke 100 ?

lewat jati diri...sbgmna Rasul dgn Al Amin nya, Abu Bakar dengan Ash Shidiqnya

o
kahraorfiash - 03/01/2009 08:24 PM
#146

Quote:
Original Posted By kuli warnet


suwun kang . . ..
ono Ym sampean ?

shakehand


wonten kang, niki [email]kahraorfiash@yahoo.com[/email]
kuli warnet - 04/01/2009 09:23 PM
#147

Quote:
Original Posted By vhuda
d lanjeukeun ateuh omo


silahkan mas . . .
klo sekalian mo berbagi dimari . . . .

shakehand

Quote:
Original Posted By mentaru
ada yg bahas sufi ala M Nuh ndak ?

mencari nama Allah yg ke 100 ?

lewat jati diri...sbgmna Rasul dgn Al Amin nya, Abu Bakar dengan Ash Shidiqnya

o


di tunggu penjabarannya om . .

shakehand

Quote:
Original Posted By kahraorfiash
wonten kang, niki [email]kahraorfiash@yahoo.com[/email]



Done !

shakehand
mdz - 05/01/2009 11:13 AM
#148

izin menyimak ya mas kuliwarnet o
kuli warnet - 05/01/2009 01:29 PM
#149

Quote:
Original Posted By mdz
izin menyimak ya mas kuliwarnet o




matur nuwun uda . . .

shakehand

o
kuli warnet - 05/01/2009 01:49 PM
#150
Sejarah Tarian sufi
“The Darvishes’ whirling”

...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...





Tarian sufi, yang dikenal juga sebagai “the darvishes’ whirling” merupakan salah satu jalan di antara banyak jalan untuk menumbuhkan rasa kasih. Tarian ini dipopulerkan oleh kelompok Mevlevi Order yang dipimpin oleh Sang Maestro, Jalaluddin Rumi (1207-1273) ratusan tahun yang lalu.

Sebagai sebuah pesta, SUFI MEHFIL adalah perayaan ketika seorang “pencari” bertemu “Kekasih — Kasih itu sendiri” yang ternyata berada di dalam diri. Yang menarik, inilah untuk pertama kalinya, Anand Ashram menggelar tarian sufi ini untuk khalayak umum. Biasanya, tarian ini hanya dilakukan dalam lingkungan terbatas, sebagai latihan spiritual untuk hidup secara meditatif. Menurut seorang pelaku meditasi dari Anand Ashram, meditasi memang bukan sekedar duduk diam selama berjam-jam. “Meditasi adalah sikap hidup, yang harus mewarnai setiap pikiran, perkataan dan tindakan kita. Hidup penuh kasih adalah hidup yang meditatif.” Ketika seseorang merasakan cinta yang meluap-luap, tak bisa lain, ia akan merayakan cintanya itu. Ia akan berpesta. Dan sungguh, itu bukan sebuah pesta biasa. Itulah pesta para sufi. Itulah meditasi!

Membangkitkan kembali peradaban suatu Bangsa PESTA PARA SUFI, sengaja dipersembahkan bagi masyarakat luas karena keprihatinan yang mendalam terhadap masih besarnya ancaman perpecahan masyarakat akibat pengkotak-kotakkan berdasarkan suku, etnis maupun agama, hingga saat ini - yang disebabkan karena merosotnya kesadaran akan kehalusan jiwa atau “Rasa” dalam diri manusia. Sufi Mehfil, sebenarnya, hanyalah salah satu bentuk seni bernafaskan spiritualitas dari sekian banyak bentuk lain - yang banyak berkembang di bumi Nusantara sejak dahulu kala - yang bertujuan: membangkitkan “Rasa”, ataupun “Kasih” dalam diri.” Kebangkitan “Rasa”, semestinya menjadi fungsi sekaligus tujuan seni dan budaya dalam membangkitkan kembali peradaban suatu bangsa. Kendati berasal dari tradisi Turki, Tarian Sufi, menyampaikan pesan universal yang sangat penting bagi terciptanya landasan sejati persatuan dan kesatuan Indonesia. Tarian ini, serta nyanyian dari tradisi lain yang juga akan ditampilkan, diharapkan menjadi inspirasi bagi terjadinya kerekatan beragam budaya yang “hidup” di Indonesia saat ini - baik yang datang dari tradisi “lokal” maupun dari “luar”. Persatuan dan kesatuan di Bumi Pertiwi, memang tak seharusnya terperangkap dalam pandangan nasionalisme sempit. Sebagaimana Ibu Pertiwi selama ini memperlakukan mereka yang lahir, datang maupun berkembang di pangkuannya, tanpa pilih kasih. Pengalaman kebersamaan inilah yang dipersembahkan melalui Sufi Mehfil, yang dibawakan oleh mereka yang datang dari beragam suku, etnis dan agama.

...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...

Mari kemari datanglah siapapun dirimu.
Pengelana, Peragu, dan Pecinta mari..kemari datanglah
Tak penting kau percaya atau tidak..
Mari, datang … datanglah

Kami bukanlah caravan yang patah hati ...
atau pintu-pintu dari keputus asa-an,
Mari kemari datanglah...

Meski kau telah jatuh ribuan kali,
Meski kau telah patahkan ribuan janji,
Mari kemari…datang...
datanglah sekali lagi…

Mawlana Jalaludin Rumi


Wa min Allah at Tawfiq

shakehand

kuli warnet - 05/01/2009 02:20 PM
#151
Tari Darwis Ekstase Cinta Kaum Sufi
...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...

Inilah Cinta; terbang tinggi ke langit mikraj Mencampakkan,
setiap saat,ratusan hijab Mula-mula dengan menyangkal dunia Pada akhirnya jiwa berjalan tanpa kaki jasad

-Jalaluddin Rumi-



Jangan heran jika Anda menyaksikan orang sedang berputar lama, tapi tetap bertumpu pada satu titik. Mereka tak ubahnya seperti gangsingan putar, yang berbentuk besar. Kondisi tubuh tak limbung sedikit pun. Keseimbangan badan tampak tetap terjaga hingga selesai. Mereka bisa menghabiskan waktu lebih dari 45 menit untuk berputar. Mereka ternyata sedang mengitari alam pikiran sendiri. Jangan heran pula, jika ia ternyata sedang mencapai ekstase, yaitu semacam kondisi mabuk berat atau tidak sadarkan diri. Mereka tak menyadari di sekelilingnya. Mereka asyik sendiri. Bisa jadi, kondisi ekstase ini melebihi orang mabuk karena arak. Pasalnya, mereka mencoba menghilangkan alam nyata dari pikiran, dan hanya satu yang diingat,
Hu Allah… Hu Allah… Hu Allah. Mereka ini tak lain adalah penari darwis. Tarian ini disebut juga dengan istilah Semazen atau Sema. Di dunia Barat, penari seperti ini disebut The Whirling Dervishes, yaitu para darwis yang berputar-putar; atau whirling dance, yaitu tarian berputar-putar.

Mereka mengenakan peci tinggi dan jubah yang longgar. Peci tinggi menandakan simbol pusara bagi ego individu atau nafsu rendah yang ada pada setiap manusia. Sebelum berputar, kedua tangan disimpan menyilang di atas dada sebagai simbol keesaan atau tauhid. Tauhid adalah sumber segala kebahagiaan. Saat berputar, kedua tangan direntangkan. Yang kanan menengadah ke atas, yaitu simbolisasi penghambaan dan kesiapan menerima atas segala anugrah yang datang dari langit (atau Tuhan), sementara tangan kiri menghadap ke bawah, beralih dari kanan ke kiri melalui jantung hidupnya. Ini simbolisasi cara meneruskan nikmat spiritual dari Tuhan kepada manusia lain melalui mata hati (‘ain al-qalb). Si penari cenderung merasakan cinta yang membara. Dengan segala kasih sayang dan cintanya, ia akan memiliki jiwa yang lembut dan menafikan segala kebencian yang bersemayam dalam hati. Mereka memang tak ubahnya gangsingan yang menjelma menjadi sebuah jalan untuk berjumpa dengan Tuhan. Meditasi Seorang Sufi Tari darwis merupakan sarana untuk memasuki alam meditasi. Tarian kaum sufi ini merupakan sarana untuk memperhalus perasaan si penari itu sendiri.

Tarian ini terinspirasi oleh gerakan tarian Jalaluddin Rumi (1207-1273), seorang sufi sekaligus penyair besar Islam. Jalaluddin Rumi adalah tokoh sufi yang berpengaruh di zamannya. Keberadaan tarian ini tak terlepas dari sosok ini, yaitu mistikus Islam yang lahir di Balkh, kini wilayah Afganistan. Tarian itu merupakan ekspresi kesedihan Rumi atas meninggalnya Syamsuddin Tabriz, yang tak lain adalah guru spiritualnya. Rumi kemudian dikenal sebagai guru nomor satu tarekat Maulawiah, yaitu sebuah tarekat yang berpusat di Turki dan kini masih berkembang di sana. Tarekat Maulawiah pernah berpengaruh besar dalam lingkungan Istana Turki Utsmani dan kalangan seniman sekitar tahun l648. Karena penganut tarekat sufi menari dengan berputar-putar sambil berzikir untuk mencapai ekstase, yang diiringi dengan gendang dan suling, maka kalangan Barat menyebut tarekat ini dengan The Whirling Dervishes. Menurut Rumi, dalam diri manusia ada potensi atau hanif yang jika diberdayakan dengan benar dapat membahagiakan. Potensi itu disebut Cinta Ilahi, yakni jalan cinta kepada Yang Mahabenar. Cinta adalah energi penggerak kehidupan dan perputaran alam semesta. Cinta adalah sarana utama untuk transendensi diri atau pembersihan diri (tazkiyatu nafs). Orang yang menari seperti ini akan memiliki jiwa yang lembut dan menafikan segala kebencian yang bersemayam dalam hati. Pertanyaannya, kenapa kita harus berputar-putar? Di dunia ini, kata Rumi, tak ada benda yang tak berputar, dari benda angkasa yang besar sampai elektron, proton, dan neutron dalam atom yang merupakan partikel terkecil yang menyusun semua benda dan makhluk hidup. Dalam tubuh manusia juga ada perputaran aliran darah. Kejadian manusia pun berputar, tercipta dari tanah dan akan kembali ke tanah. Air berasal dari laut, naik ke atas menjadi awan, turun sebagai hujan, dan kembali ke laut. Manusia pun berasal dari Tuhan, dan akan kembali kepada-Nya.

Ibadah haji, khususnya fenomena thawaf sesungguhnya simbolisasi dari perputaran benda angkasa dan perputaran manusia itu sendiri. Tari ini mengajak orang untuk menyatukan akal dan cinta untuk larut dalam perputaran kehidupan sebagai bukti pencarian dan penghambaan kepada kebenaran mutlak. Tarian sufi ini adalah simbolisasi jalan cinta makrifat untuk mengenal Yang Mahabenar, seperti tampak pada penggalan puisi Rumi ini: Kali ini seluruh diriku telah diselubungi cinta Kali ini seluruh diriku bebas dari kepentingan dunia Setiap berhala dari empat anasir tubuh telah kululuhkan Sekali lagi aku menjadi Muslim, sabuk kekafiran kulepaskan Sesaat aku berputar mengedari sembilan angkasa raya Kukitari planet dan bintang-bintang mengikuti sumbunya Sesaat aku gaib --di suatu tempat rahasia aku berada bersama-Nya Aku dekat ke kampung halamannya, kusaksikan segala yang harus disaksikan


...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...

Wa min Allah at Tawfiq

shakehand

rose:
::matbethoq:: - 05/01/2009 02:27 PM
#152

tarian religi yg om TS.....
mengenang meninggalnya sang guru...
pernah pengen cuba tapi.....ga ada yg ngajarin....
kuli warnet - 05/01/2009 02:41 PM
#153

Quote:
Original Posted By ::matbethoq::
tarian religi yg om TS.....
mengenang meninggalnya sang guru...
pernah pengen cuba tapi.....ga ada yg ngajarin....


yup . . .

...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...


“…tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya…”

(QS: 6:59)

AlhamdulilLah

shakehand

kuli warnet - 05/01/2009 02:55 PM
#154
Hikmah sufi
...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...

“Tidak ada sesuatupun yang lebih dekat kepadamu selain dirimu sendiri,
jika kau tidak memahami dirimu,
bagaimana kau bisa memahami orang lain?
Kau mungkin berkata, “aku memahami diriku”,
tetapi kau salah!…
Satu-satunya yang kau ketahui tentang dirimu hanyalah penampilan fisikmu. Satu-satunya yang kau ketahui tentang ‘nafs’mu (jiwa) adalah ketika kau lapar kau makan,
ketika kau marah kau berbuat keributan.
Semua binatang memiliki kesamaan dengan dirimu dalam hal ini.
Kau harus mencari kebenaran di dalam dirimu…
Siapa dirimu? Darimana datangnya dirimu dan kemana kau akan pergi? A
pa perananmu di dunia ini?
Mengapa kau diciptakan?
Dimana kebahagiaan sejatimu berada?
Jika kau ingin mengetahui tentang dirimu,
kau harus mengetahui bahwa kau diciptakan dari dua hal.
Pertama adalah tubuhmu dan penampilan luarmu (zahir) yang dapat kau lihat dengan matamu.
Bagian lainnya adalah jiwamu.
Jiwamu adalah bagian yang tidak bisa kau lihat tetapi bisa kau ketahui dengan pengetahuanmu yang dalam.
Kebenaran akan eksistensimu ada di dalam jiwamu.
Hal lainnya hanyalah pengabdi bagi jiwamu.”

- Imam Al Ghazali



:::..Dikutip dari kitab Imam Al-Ghazali berjudul
Kimiya’e Saadat“The Alchemy of Happiness” ..:::

AlhamdulilLah

shakehand
kuli warnet - 05/01/2009 03:08 PM
#155
Hikmah sufi


...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...

“Aku akan berjalan ribuan kilometer bersama kepalsuan,
sampai aku bisa menemukan satu langkah yang benar dan sejati.”

- Sheikh Abul Qasim Al-Junaid

:::... Sheikh Abul Qasim al-Junaid bin Muhammad al-Khazzaz an-Nihawandi adalah seorang sheikh sufi pada abad ke delapan...:::

AlhamdulilLah

shakehand
submit - 06/01/2009 01:31 AM
#156

tiap baca trit om @kuliwarnet yang ini...hati jadi sedih tak karuan.....\(\(\(\(
kuli warnet - 06/01/2009 10:16 AM
#157

Quote:
Original Posted By submit
tiap baca trit om @kuliwarnet yang ini...hati jadi sedih tak karuan.....\(\(\(\(


sama2 mas submit sbgai pembelajaran buat kita bersama . . .

Syukran

shakehand
kuli warnet - 06/01/2009 10:59 AM
#158
Petuah Sufi
...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...

Sahabat . . .

Jangan didik anakmu…
Jangan didik anakmu laki-laki
Bahwa kekuatan dan keperkasaan adalah segalanya
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu laki-laki
Untuk mengejar kehormatan dan kekuasaan
Ajari dia untuk mengejar cinta kasih dan kebijaksanaan
Jangan larang anakmu laki-laki jika ia menangis
Dan jangan katakan padanya bahwa laki-laki tak boleh cengeng

Ajari dia untuk mengenali dan menerima perasaannya
Bahwa air mata adalah anugerah Tuhan yang indah
Sehingga ia belajar untuk tidak frustasi oleh emosinya
Dan jika dewasa ia telah belajar untuk hidup dengan seutuhnya

Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana menjadi cantik
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya
Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana untuk menyenangkan laki-laki
Ajari dia untuk menyenangkan hati Tuhan

Jangan larang anakmu perempuan
Jika ia menikmati melompat, berlari, dan memanjat
Jika ia suka menjelajah dan mengutak-atik benda-benda
Jangan kaupaksa dia untuk duduk manis diam dan tenang
Karena jiwanya yang ingin bebas jadi dirinya sendiri
Dan juga rasa ingin tahunya yang telah Tuhan anugerahkan
Telah kaubonsai dan kaurusak sejak dini !

Isilah rumahmu
Dengan cinta, hikmat, dan kebijaksanaan
Bukan dengan harta, keindahan tubuh, gelar, dan kekuasaan
Bagikanlah kepada anakmu laki-laki dan perempuan
Keindahan menikmati mentari pagi
Kehangatan rasa ketika menggenggam pasir
Kemesraan seekor kupu-kupu hinggap di atas bunga
Dan merdunya suara tetes-tetes hujan

[CENTER]...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...

Jika kau ingin anakmu rajin beribadah
Gemakan keberadaan Tuhan dalam dirimu
Ia takkan bisa kaupaksa berdoa dan sembahyang
Ketika dia tak dapat menangkap makna ibadah darimu
Jika kau ingin anakmu mencintai pengetahuan
Pancarkan rasa ingin terus belajar
Nasihatmu tak akan bisa membuatnya mau membaca
Ketika dia tak pernah menyaksikan engkau menikmati buku

Jika kau ingin anakmu penuh kasih
Tunjukkan cinta kasihmu kepadanya dan sesama
Kata-kata saja tidak akan mempan membuatnya mengasihi
Jika ia tak pernah merasakan cinta darimu

Untuk anakmu
Engkau adalah teladan yang utama
Tak perlu banyak kata, tiada perlu jutaan nasihat
Jika kau ingin anakmu hidup seperti yang kauinginkan
Hiduplah demikian!





-no name-

AlhamdulilLah

shakehand [/CENTER]
kuli warnet - 06/01/2009 11:13 AM
#159
Hikmah sufi
...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...


Aku tidak mampu mengucapkan terima kasih kepada Sahabatku
Karena aku tidak tahu kata pujian yang pantas untuk-Nya

Setiap rambut di tubuhku adalah pemberian dari-Nya
Bagaimana caranya aku berterimakasih untuk setiap rambut yang dianugerahkan oleh-Nya?

Puji bagi Tuhan Sang Pemberi
Yang menciptakan manusia dari ketiadaan
Siapakah yang mampu menggambarkan kemurahan-Nya?
Karena pujian untuk-Nya terbenam dalam keagungan-Nya

Sang Pencipta menciptakan seorang manusia dari tanah liat
Lalu meniupkan ruh, kebijaksanaan, akal dan hati
Sejak masa kanak-kanak hingga batas usia senja
Lihatlah bahwa Dia memberimu rezki, dari jalan yang tidak disangka-sangka!

Ketika Tuhan menciptakanmu dalam keadaan suci, maka tetaplah suci
Karena sungguh merupakan azab jika engkau pergi ke tanah kubur dalam keadaan bernoda

Senantiasalah engkau bersihkan debu sifat kotor dari cermin hati
Karena ia tidak akan mengkilap saat kerusakan melahap
Bukankah pada awalnya engkau adalah air dari benih manusia?
Jika engkau manusia, usirlah kesombongan dari kepalamu

Saat engkau berupaya mencari arti kehidupan
Janganlah percaya pada kekuatan tanganmu sendiri

Wahai penyembah diri! Mengapa engkau tidak memandang Tuhan
Yang memberikan kekuatan pada lengan?
Ketika dengan usahamu itu sesuatu terjadi
Ketahuilah, sesungguhnya semua itu terjadi karena kehendak Tuhan
Bukan oleh upayamu sendiri
Tak seorang pun yang memiliki daya dan kekuatan
Maka panjatkanlah puji kepada Tuhan Yang Maha Agung

Engkau tidak akan mampu berdiri dengan kekuatanmu sendiri
Di tempat yang tersembunyi, pertolongan datang seketika
Wahai tuan! Engkau juga adalah seorang anak kecil di jalan Tuhan
Karena kebencian, engkau menjadi lupa pada dosa

Seorang lelaki memalingkan kepala dari ibunya
Hati si ibu yang sedih menyala seperti api
Ketika dia menjadi tak berdaya karena kesedihannya,
Dia membawa sebuah buaian ke hadapan lelaki muda itu
Ia berkata, “Wahai orang yang lemah dalam cinta
dan lupa akan masa kecil!
Bukankah dulu saat kecil engkau menangis tak berdaya
Saat malam hari, aku tetap terjaga karena tangismu
Tidak, saat engkau berada dalam buaian ini,
engkau tidak memiliki kekuatan seperti sekarang
Bahkan engkau tak memiliki kekuatan untuk mengusir seekor lalat dari dirimu sendiri !!!

Engkau selalu merasa kesal dengan lalat
Hari ini menjadi seorang pemimpin dan sangat berkuasa
Suatu saat engkau akan kembali dalam keadaan seperti itu, di dasar kuburan
Ketika engkau tak mampu untuk mengusir seekor semut pun dari tubuhmu

Sekali lagi bagaimana mungkin mata dapat memancarkan cahaya
Ketika cacing kuburan melahap otaknya?

Engkau seperti orang buta yang tidak melihat jalan
Dan tidak tahu jika ada sumur di jalan itu
Engkau adalah seorang yang diberi penglihatan,
jika engkau benar-benar bersyukur
Namun jika tidak, maka engkau adalah orang buta

Guru tidak memberikan padamu pengetahuan dan kebijaksanaan
Tuhan menciptakan sifat-sifat ini dalam dirimu
Jika Dia tidak memberimu hati yang mendengarkan kebenaran
Maka kebenaran akan tampak di matamu sebagai inti kebohongan

Lihatlah satu jarimu yang memiliki sekian banyak tulang sendi
Tuhan, dengan penciptaan-Nya telah menjadikan satu
Maka adalah kegilaan dan kedunguan
Ketika engkau menempatkan jarimu di atas firman-Nya (mencoba untuk mengingkari kehendak-Nya)

Perhatikanlah, Dia menyusun otot-otot
dan membuat persendian dari sekian banyak tulang
Untuk menciptakan gerakan
Karena tanpa putaran pergelangan lutut dan kaki
Tidaklah mungkin menggerakkan kaki dari tempatnya
Karenanya, manusia tidak sulit untuk bersujud
Tulang sendi pada tulang punggung tidak terdiri dari satu bagian
Tuhan telah menata dua ratus tulang sendi yang berhubungan satu sama lain
Dia telah menyempurnakan mahluk sepertimu
Maha Besar Tuhan! Ia menciptakan tulang sendi dari tanah liat

Wahai mahluk yang sempurna! Pembuluh-pembuluh darah dalam tubuhmu
Laksana suatu daratan yang di dalamnya terdapat tiga ratus enam puluh aliran sungai

Dalam penglihatan mata kepala, dalam pikiran, keputusan, dan kebijaksanaanmu
Tangan dan kaki adalah untuk hati, dan hati untuk kebijaksanaan

Hewan-hewan dengan bentuk yang tidak sempurna,
adalah mahluk yang rendah
Engkau seperti Alif, tegak berdiri di atas kakimu
Hewan-hewan, kepalanya merendah ketika hendak makan
Sedang engkau, dikaruniai tangan untuk membawa makanan ke mulutmu

Tidak pantas bagimu merendahkan kepala pada siapapun
Kecuali dalam ketaatan kepada Tuhan
Dengan keindahaan-Nya, Tuhan memberimu pengetahuan. Lihatlah!
Dia tidak menciptakan dirimu seperti hewan, dengan kepala di rumput
Tapi dalam keadaan sempurna
Janganlah engkau menjadi terlena, ambillah jalan hidup yang baik

Jalan lurus itu lebih utama, bukan sosok yang tegap
Karena orang kafir sama seperti kita dalam bentuk lahiriah
Tuhanlah yang memberimu mata, mulut dan telinga
Jika engkau orang bijak maka janganlah menentang-Nya

Kuakui bahwa engkau dapat mengalahkan musuh dengan kekuatan
Namun jangan sampai engkau berperang dengan Sang Kekasih (Tuhan), walau karena kebodohanmu

Orang yang memiliki sifat bijaksana dan ihklas dalam melaksanakan kewajiban
Akan memperoleh pertolongan Tuhan dengan rasa syukur
Tuhan memberikan lidah untuk bersyukur dan mengucapkan pujian
Orang yang bersyukur tak akan menggunakan lidah untuk memfitnah

Telinga adalah indera penting untuk mendengarkan Al-Quran dan nasehat
Maka janganlah engkau mendengarkan fitnah dan kebohongan
Manusia dianugerahi dua mata untuk melihat (keagungan) ciptaan Tuhan
Maka tundukkanlah matamu dari aib saudara dan sahabatmu

Untukmu diciptakan bulan yang bersinar di malam hari
Dan Matahari yang gilang-gemilang di waktu siang
Untuk kepentinganmu, angin barat yang bagaikan pengurus rumah tangga raja
Bekerja tak henti-hentinya agar terbentang hamparan keindahan musim semi

Jika angin, salju, awan, dan hujan
Juga guntur yang menggelegar, serta halilintar yang bagaikan pedang
Semuanya adalah para pekerja dan pembawa titah Tuhan
Mereka merawat benih yang engkau tanam di dalam tahah

Jika engkau merasa haus, janganlah mengeluh
Karena si pembawa air akan membawakan awan berisi air di punggungnya
Dari tanah Dia ciptakan warna, wewangian, dan makanan
Hiburan bagi mata, otak dan langit-langit mulut

Dia mengeluarkan madu dari lebah, dan makanan surga dari langit
Dia memberimu buah kurma muda dari pohon, dan pohon dari benih
Semua tukang kebun (manusia) mengolah kerja tangan itu (kekuasaan Tuhan)
Dengan takjub mereka berkata, “Tak seorang pun dapat menciptakan pohon kurma!”

Matahari, bulan dan bintang, semuanya untukmu
Mereka adalah cahaya di langit-langit rumahmu
Dia membawakan untukmu sekuntum bunga mawar di antara duri-duri
Emas dari tambang, dan daun hijau dari dahan kering

Dia melukiskan mata dan alis, dengan tangan-Nya sendiri
Karena tidak ada yang dapat membuat semua itu selain diri-Nya

Dia sangat kuat dan menyayangi yang lemah
Merawatmu dengan kemurahan-Nya
Pantaslah untuk memanjatkan pujian sepenuh jiwa,
setiap detik dan setiap desah nafas
Syukur kepada-Nya bukanlah semata-mata diucapkan di lidah

Oh Tuhan! Hatiku berdarah, dan mataku terluka
Saat kulihat karunia-Mu lebih besar dari rasa syukurku
sedang aku masih dlm keadaan "Hina"

-Sheikh Muslihuddin Sa’di-

:::... Sheikh Muslihuddin Sa’di adalah seorang penyair sufi kelahiran Shiraz, Persia (1200-1291M) yang menulis literatur klasik berjudul Bustan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh para penyair barat berjudul “The Orchard” dan buku lainnya Gulistan “The Rose Garden”. Karyanya mengandung ajaran-ajaran dan kisah-kisah cinta, agama, kebijaksanaan, anekdot-anekdot dan aspek kehidupan lainnya...:::


AlhamdulilLah . . .

shakehand
badman007 - 06/01/2009 11:28 AM
#160

MANTAP shakehand
Page 8 of 45 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > ...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...