Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > ...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...
Total Views: 31455 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 9 of 45 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 >  Last ›

gus djat - 06/01/2009 03:21 PM
#161
Jalan Sufi
ADA seorang yang bertanya,

"Apakah jalan (sufi) ini ?" lalu, aku berkata

"Jalan ini adalah meninggalkan keinginan - keinginan."

Wahai pecinta ( Tuhan ) Yang Maha memiliki Kerajaan!

Ketahuilah, bahwa jalanmu adalah mencari ridla Tuhan.

Manakala kau mencari ridla dan ingin memenuhi kehendak Tuhan,

Maka memenuhi kehendakmu sendiri adalah haram


Maulana Jalaluddin Rumi
kuli warnet - 06/01/2009 11:20 PM
#162

Quote:
Original Posted By badman007
MANTAP shakehand


mari kita berbagi dsini mas . .

syukran

shakehand

Quote:
Original Posted By gus djat
ADA seorang yang bertanya,

"Apakah jalan (sufi) ini ?" lalu, aku berkata

"Jalan ini adalah meninggalkan keinginan - keinginan."

Wahai pecinta ( Tuhan ) Yang Maha memiliki Kerajaan!

Ketahuilah, bahwa jalanmu adalah mencari ridla Tuhan.

Manakala kau mencari ridla dan ingin memenuhi kehendak Tuhan,

Maka memenuhi kehendakmu sendiri adalah haram


Maulana Jalaluddin Rumi


SubhanalLah . . . .
jazzakalLah Gus atas share yg menawan hati ini . . .

lanjut gus . . . .

:syukran

shakehand
gus djat - 07/01/2009 03:28 AM
#163

Quote:
Original Posted By kuli warnet




SubhanalLah . . . .
jazzakalLah Gus atas share yg menawan hati ini . . .

lanjut gus . . . .

:syukran

shakehand


shakehand

sami - sami Mas

Insyaallah
aspiansyah - 07/01/2009 12:00 PM
#164

urip mung mampir...ngombe

shakehand:
kuli warnet - 07/01/2009 08:51 PM
#165

Quote:
Original Posted By gus djat
shakehand

sami - sami Mas

Insyaallah


:salim

Quote:
Original Posted By aspiansyah
urip mung mampir...ngombe

shakehand:


suwun cak . . .

shakehand
kahraorfiash - 07/01/2009 10:34 PM
#166

Quote:
Original Posted By aspiansyah
urip mung mampir...ngombe

shakehand:


nek kakehan ngombe, dadine piye yo


ngacir:
kuli warnet - 08/01/2009 12:28 AM
#167

Quote:
Original Posted By kahraorfiash
nek kakehan ngombe, dadine piye yo


ngacir:




kalem kang . . .
kaleeem . . ..


shakehand

kuli warnet - 10/01/2009 10:56 AM
#168
Kewalian
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada
kekha*watiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
(Q.s. Yunus: 62).

...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...


Diriwayatkan oleh Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda:
Allah Swt berfirman, ‘Barangsiapa yang menyakiti seorang wali, berarti telah memaklumkan perang terhadap-Ku
melawan dia. Seorang hamba bisa mendekatkan diri kepada Ku dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah Kuperintahkan kepadanya. Dia senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sampai Aku mencintainya. Tak pernah Aku merasa ragu-ragu melakukan sesuatu seperti keraguanku mencabut nyawa seorang hamba-Ku yang beriman, karena dia tidak menyukai kematian dan Aku tak suka menyakiti hatinya; tetapi maut itu adalah sesuatu yang tak bisa dihindari.“(Hr. Ahmad, Hakim dan Tirmidzi).

Kata wali mempunyai dua makna. Yang pertama berasal dari bentuk fa’iil (subyek) dalam pengertian maf’ul (obyek). Artinya orang yang diambil alih kekuasaannya oleh Allah swt.
Sebagaimana telah difirmankan oleh-Nya, “... dan Dia mengambil alih urusan (yatawalia) orang-orang saleh.” (Q.s. AI-A’raf 196). Sejenakpun si wali tidak mengurusi dirinya.

Arti yang kedua berasal dari bentuk fa’iil dalam pengertian penekanan (mubalaghah) dari faa’il. Yaitu orang yang secara aktif melaksanakan ibadat kepada Allah dan mematuhi-Nya secara terus menerus tanpa diselingi kemaksiatan.

Kedua arti ini mesti ada pada seorangwali untuk bisa dianggap sebagai wali yang sebenarnya, dengan menegakkan hak-hakAllah swt. atas dirinya sepenuhnya, disamping perlindungan Allah swt. padanya, di saat senang maupun susah.

Salah satu persyaratan seorang wali adalah bahwa Allah
melin*dunginya dari mengulangi dosa-dosa (mahfudz), seperti halnya salah satu persyaratan seorang Nabi adalah bahwa dia terjaga dari segala dosa (ma’shum). Siapa pun yang berbuat dengan cara yang menyimpang dari syariat Allah swt. berarti telah tertipu.

Suatu ketika Abu Yazid al-Bisthamy berangkat untuk mencari seseorang yang oleh orang-orang lain digambarkan sebagai seorang wali. Ketika sampai ke masjid orang tersebut, dia lalu duduk dan menunggu orang tersebut keluar. Orang itu pun keluar setelah meludah di dalam masjid. Abu Yazid pun pergi begitu saja tanpa memberi salam kepadanya, dan berkata, `Inilah orang yang tak bisa dipercaya untuk melaksanakan adab yang benar seperti dinyatakan dalam hukum Allah. Bagaimana mungkin dia bisa diandalkan untuk menjaga rahasia-rahasia Allah swt ?”

Terdapat ketidaksepakatan di kalangan kaum Sufi mengenai apakah diperbolehkan bagi seseorang untuk menyadari bahwa dirinya adalah seorang wali atau bukan. Sebagian mereka mengatakan,
“Hal itu tidak diperbolehkan. Sang wali harus selalu introspeksi dirinya dengan pandangan penuh hina. Jika suatu karomah terjadi melalui dirinya, dia merasa takut jika karomah tersebut merupakan godaan dan dia senantiasa merasa takut jika keadaan akhirnya berlawanan dengan keadaannya sekarang.” Para Sufi yang berpendapat seperti ini menjadikan syarat kewalian, harus selaras dengan keteguhannya hingga akhir hayat.

Akan tetapi, sebagian Sufi mengatakan, “Boleh saja seorangwali mengetahui bahwa dirinya adalah wali, dan kesetiaan pada kewalian sampai akhir hayat sang wali bukanlah persyaratan untuk mencapai derajat kewalian di saat ini.”

Jika kesetiaan seperti itu merupakan prasyarat untuk mencapai derajat kewalian, bahwa seorangwali akan dianugerahi suatu karamah tertentu yang dengannya Allah memberitahukan kepadanya mengenai kepastian keadaan akhirnya. Sebab, kepercayaan terhadap karomah seorang wali adalah wajib. Yakni, walaupun ia dipisahkan rasa takut akan keadaan akhirnya, namun sikapnya mengagungkan dan me-Mahabesarkan bisa meningkatkan kondisi batin secara lebih efektif daripada banyaknya rasa takut itu sendiri.

Ketika Nabi saw bersabda, “Sepuluh orang sahabatku akan berada di surga,” maka sepuluh orang itu sangat percaya kepada sabda Rasulullah saw dan mengetahui kepastian nasib mereka. Hal ini tidaklah membuat cacat keadaan mereka. Sebab di antara syarat sahnya memahami`secara benar mengenai kenabian menuntut pemahaman mengenai definisi mukjizat, disamping itu juga pengetahuan tentang hakikat karomah. Karena itu tidaklah mungkin bagi seorang wali, manakala dia menyaksikan suatu karomah terjadi di depan matanya, tidak mungkin ia tidak membedakan antara karomah dan lainnya. Jika menyaksikan hal seperti itu, sang wali mengetahui bahwa dia berada di jalan yang benar.

Sang wali juga diperkenankan mengetahui realita yang akan datang dengan tetap konsisten pada kekinian perilakunya. Dianugerahi pengetahuan ini sendiri adalah suatu karomah. Ajaran tentang - karomah wali adalah benar, sebagaimana dipersaksikan oleh banyak riwayat Sufi. Di antara syeikh yang menyepakati hal ini dan pernah saya jumpai adalah Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq.


Syaikh Abul Qosim al-Qusyairy


AlhamdulilLah

shakehand
kuli warnet - 10/01/2009 11:39 AM
#169
AL Hikam Kesiapan Menerima Pancaran Anugerah
“Orang yang alpa adalah orang yang memandang apa yang bakal dikerjakan nanti, dan orang yang berakal sehat adalah orang yang memandang apa yang bakal diberlakukan padanya oleh Allah swt.”

Orang yang senantiasa membuat angan-angan apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dilakukan, sesungguhnya tergolong orang alpa. Kenapa demikian? Karena ia lupa bahwa Allah swt, lah yang sedang memberlakukan semua itu. Ketika anda sedang menunggu atau merenung apa yang bakal dilakukan, apakah itu soal dunia atau soal agama, pada saat yang sama, dimanakah peran Allah tiba-tiba hilang begitu saja?

Kenapa dmeikian? Karena orang tersebut pasti sangat bergantung dan mengandalkan amal usahanya, maka ia senantiasa tidak akan meraih kesempurnaan selamanya.

...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...

Sedangkan orang yang berakal sehat, akan meninggalkan semua itu, mengembalikan pada kepasrahan dan kerelaan dirinya kepada Allah atas apa yang dikehendakiNya. Ia tidak berbuat pada waktunya kecuali atas perintahNya.

Abu Ayyub as-Sikhtiyani ra mengatakan, “Bila tak ada yang kau kehendaki maka kembalikan apa adanya.”

Umar bin Abdul aziz ra, mengatakan, “Di pagi hari, tak ada kegembraan bagiku kecuali pada tempat-tempat takdirNya.”

Syeikh abu Madyan ra mengatakan, “Berhasratlah untuk menjadi pasrah total, siapa tahu Allah melihatmu lalu Allah merahmatimu.”

Abdul Wahid bin Zaid mengatakan, “Ridlo itu adalah Pintu Allah paling agung dan tempat istirahatnya ahli ibadah serta syurga dunia.”

Guruku ra, manakala aku masuk di hadapannya selalu menyanyikan syair ini, dan syair ini dipeuntukkan kaum ‘arifin:

Ikutilah desau ketentuanNya
Ikutilah pusarannya kemana berputar.
Pasrahkan padanyadengan total
Berjalanlah kemana ia bergerak.

...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...

Jika mengikuti penekatan al-Hikam, betapa banyaknya orang yang alpa di abad ini. Semua mereka lakukan tanpa rasa yaqin kepada Allah Ta’ala, tetapi mereka melakukan aktivitas agama dan dunia semata karena kecemasan dirinya. Rasa cfemas adalah akibat dari ketergantungannya atas perbuatannya sendiri. Bukan pada Allah Rabbul ‘Izzah.

Oleh sebab itu Al-Hikam melanjutkan:
“Sesungguhnya para hamba dan kaum zuhud itu merasa cemas dan gentar dari segala hal, semata karena hilangnya mereka dari Allah Ta’ala dalam segala hal. Apabila mereka menyaksikan Allah dalam segala hal, sedikit pun mereka tak pernah gentar.”

Kecemasan muncul akibat fenomena yang terjadi dan yang bakal terjadi. Namun dipandangnya semua itu dari segi wujudnya fenomena kehidupan, kenyataan, realitas, dan benda-benda serta makhluk yang dihadapi. Kecemasan akan sirna manakala seseorang bisa memandang Allah dibalik segala hal yang ada.

Abul Abbas al-Hadhramy mengatakan, “Bukan disebut sebagai lelaki sejati, orang yang tidak berani memasuki kegelapan, juga bukan yang memasuki kegelapan dengan kegelapan. Tetapi lelaki sejati adalah yang memasuki kegelapan dengan cahaya.”

Beliau juga mengatakan, “Bukan disebut lelaki sejati orang yang tahu bagaimana pisah dari dunia, lalu ia meninggalkan dunia. Tetapi lelaki sejati adalah orang yang mengetahui bagaimana menahan dunia, lalu ia sukses menahannya.”


Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary


AlhamdulilLah

shakehand
kuli warnet - 10/01/2009 12:15 PM
#170
Al Hikam Wirid Lebih Utama Ketimbang pahalanya
...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...


Tidak ada yang meremehkan konsistensi wirid (ketaatan di setiap waktu) kecuali orang yang sangat bodoh, karena warid ( pahala wirid) itu akan di dapat di negeri akhirat, sedangkan taat atau wirid itu akan lenyap bersama lenyapnya dunia ini.

Sedangkan yang lebih utama untuk diprioritaskan adalah yang wujudnya tidak bisa diabaikan. Wirid adalah HakNya yang harus anda laksanakan. Sedangkan warid adalah sesuatu yang anda cari dariNya. Mana yang lebih utama antara sesuatu yang dituntut oleh Allah padamu, dibanding apa yang anda tuntut dari Allah?
Mayoritas ummat ini lebih banyak berburu pahala dan janjinya Allah swt. Dalam segala gerak gerik ibadahnya. Padahal yang lebih utama adalah ibadah dan kepatuhannya itu sendiri. Sebab kepatuhan dan ubudiyah yang dituntut oleh Allah swt, dan menjadi HakNya, itu lebih utama dibanding hak kita yang besok hanya akan bisa kita raih di akhirat.

Sebab kesempatan melaksanakan HakNya saat ini dibatasi oleh waktu dunia, dan akan habis ketika usia seseorang itu selesai. Karena itu semampang di dunia, ibadah, amal, wirid harus diperbanyak sebanyak-banyaknya. Soal pahala dan balasan di akhirat itu bukan urusan kita. Manusia tidak berhak mengurus dan menentukan pahalanya. Semua itu adalah haknya Allah swt. Yang telah dijanjikan kepada kita, karena merasa menginginkannya.
Ibnu Athaillah lalu menegaskan, mana lebih utama tuntutan anda apa tuntutan Allah?

Disinilah lalu berlaku pandangan:
1. Taat itu lebih utama dibanding pahalanya.
2. Doa itu lebih utama dibanding ijabahnya.
3. Istiqomah itu lebih utama dibanding karomahnya.
4. Berjuang itu lebih utama dibanding suksesnya.
5. Sholat dua rekaat itu lebih utama ketimbang syurga seisinya.
6. Bertobat itu lebih utama ketimbang ampunan.
7. Berikhtiar itu lebih utama ketimbang hasilnya.
8. Bersabar itu lebih utama ketimbang hilangnya cobaan.
9. Dzikrullah itu lebih utama dibanding ketentraman hati.
10. Wirid itu lebih utama ketimbang warid.
11. dan seterusnya. . . . .

...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...

Para sufi sering mengingatkan kita, “Carilah Istiqomah dan jangan anda menjadi pemburu karomah. Sebab nafsumu menginginkan karomah sedangkan Tuhanmu menuntutmu istiqomah. Jelas bahwa Hak Tuhanmu lebih baik dibanding hak nafsumu.”

Abu Syulaiman ad-Darany menegaskan, “Seandainya aku disuruh memilih antara sholat dua rekaat dan masuk syurga firdaus, sungguh aku memilih sholat dua rekaat. Karena dalam dua rekaat itu ada Hak Tuhanku, sedangkan dalam syurga firdaus hanya ada hak diriku.”


Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary

AlhamdulilLah

shakehand
kornerside - 10/01/2009 07:34 PM
#171

memang benar bro, istiqomah itu... tidak ringan... walaupun terlihatnya ringan saja....
kuli warnet - 12/01/2009 02:48 PM
#172

Quote:
Original Posted By kornerside
memang benar bro, istiqomah itu... tidak ringan... walaupun terlihatnya ringan saja....




Ahlan kang . . .


shakehand
minghay27 - 13/01/2009 10:03 PM
#173

Salim dulu ama bro Kuliwarnet,shakehand
permisi ya para sesepuh2..
kuli warnet - 16/01/2009 12:31 AM
#174

Quote:
Original Posted By minghay27
Salim dulu ama bro Kuliwarnet,shakehand
permisi ya para sesepuh2..


terima kasih kang sudah berkenan mampir disini
dan mari kita berbagi bareng disini . . ..

shakehand

o
doddymobile - 16/01/2009 01:21 PM
#175

Alhamdulillah...
kuli warnet - 05/02/2009 10:32 PM
#176

Quote:
Original Posted By doddymobile
Alhamdulillah...


Wal syukurlilLah . . . .



shakehand


o
gonam - 06/02/2009 02:11 AM
#177

masya allah, saya tidak menyangka banyak juga kaskuser sufinya \) \)

semoga allah mengampuni kita semua \)
kuli warnet - 06/02/2009 11:05 AM
#178

Quote:
Original Posted By gonam
masya allah, saya tidak menyangka banyak juga kaskuser sufinya \) \)

semoga allah mengampuni kita semua \)


AlhamdulilLah kang . . .
mari kita berbagi bersama2 disini . . . .



syukran

shakehand

o
PelawaQ Aneh - 08/02/2009 06:01 AM
#179

Quote:
Original Posted By kuli warnet

Wal syukurlilLah . . . .



shakehand


o


Syukrulillahcendolb
kuli warnet - 08/02/2009 03:28 PM
#180

Quote:
Original Posted By PelawaQ Aneh
Syukrulillahcendolb


amin . . . .





o
Page 9 of 45 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > ...::: [Share and Cleans] Sufisme :::...