ALL ABOUT DESIGN
Home > LOEKELOE > ALL ABOUT DESIGN > Apa sih bedanya BRAND CONSULTANT, ADVERTISING AGENCY dan GRAPHIC BOUTIQUE?
Total Views: 7300 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 

dipencetpencet - 19/11/2008 10:35 AM
#41

Quote:
Original Posted By kevindepp
Sekarang di Jakarta udah ada perusahaan yang bukan cuma sekedar menerapkan Brand Consultan, Advertising atau graphic Boutiqe.

Bukan sekedar ATL atau BTL.

Namanya FLIP COMMUNICATION.


Check aja di google.....

Dan buat anda Perusahaan Brand yang ingin mendapatkan perubahan untuk memajukan Brandnya agar di kenal masyarakat luas.

Silahkan hubungi FLIP COMMUNICATION.


Om kevin klo gw mw jadi artis terkenal kayak tora sudiro, kantor lo bisa bantu gw gk.....;)

sakti makki (pakar brand & branding / ownernya makki makki) pernah berkata, brand itu ibarat manusia yg punya "BEHAVIOR" "EMOTIONAL" & "COMMUNICATION" .....CMIIWYb
kevindepp - 19/11/2008 11:05 AM
#42

Quote:
Original Posted By dipencetpencet
Om kevin klo gw mw jadi artis terkenal kayak tora sudiro, kantor lo bisa bantu gw gk.....;)

sakti makki (pakar brand & branding / ownernya makki makki) pernah berkata, brand itu ibarat manusia yg punya "BEHAVIOR" "EMOTIONAL" & "COMMUNICATION" .....CMIIWYb



Bisa aja, asal talenta lu bagus..hehhee....
p3rcetakan - 19/11/2008 11:18 AM
#43

Quote:
Original Posted By huggiescelanaku
ikutan gabung ahhh...
mmm,,,klo ngmgin ATL ma BTL kyknya emg udah ga efektif, cz tergantung dr brand'nya..
cb klo bakpia pathuk,,mgkn lebih cocok dengan brand activation,radio,dll, yg intinya "menembak" feel'nya bt nyobain bakpia pathuk...
Menurut dosenku nih,,,namanya NO LINE ADVERTISING...
Dimana media2 itu bisa dibedain jd 2,, THEMATIC ma TACTICAL...
Thematic adalah media yg berjangka panjang (poster, brosur, billboard, ambient, dll)
sedangkan Tactical adalah media jangka pendek, lebih kepada komunikasi langsung ma target audience (event, brand activation, campaign,dll)...

Hehehe,,,bikin thread br bt bahas media yg efektif yuukkkkkkk......


seperti yg u bilang, tidak ada media yg paling efektif untuk semua jenis brand / produk.

sama seperti sw, tidak ada yg paling baik, yg penting tergantung dengan apa yg digantung.

jadi, kalo bikin thread baru, gua rasa akan menjadi thread debat yg tidak ada ujungnya
dipencetpencet - 19/11/2008 11:25 AM
#44

^^^^ simple nya gini om, bukan BAGUS JELEKNYA, tapi TEPAT atau TIDAK TEPATNYA
Hastings - 19/11/2008 12:12 PM
#45

Quote:
Original Posted By dipencetpencet
Om kevin klo gw mw jadi artis terkenal kayak tora sudiro, kantor lo bisa bantu gw gk.....;)

sakti makki (pakar brand & branding / ownernya makki makki) pernah berkata, brand itu ibarat manusia yg punya "BEHAVIOR" "EMOTIONAL" & "COMMUNICATION" .....CMIIWYb


Just want to add...Selain Sakti Makki, Hermawan Kertajaya, juga pernah bilang seperti ini.
p3rcetakan - 19/11/2008 12:37 PM
#46

haiya... hermawan kertajaya....

tanpa mengurangi rasa hormat, gua cuma bisa bilang tuch orang punya 'daya belajar' yg baik.
Hastings - 19/11/2008 08:25 PM
#47

^^
Maksudnya dia tukang copas gitu? He he he he...
p3rcetakan - 20/11/2008 06:18 AM
#48

^^^

ati2 dituntut orang lho. oiya, u khan gak ketahuan siapa yach, hehehe....
kiko_koki - 20/11/2008 11:12 PM
#49

Quote:
Original Posted By huggiescelanaku
ikutan gabung ahhh...
mmm,,,klo ngmgin ATL ma BTL kyknya emg udah ga efektif, cz tergantung dr brand'nya..
cb klo bakpia pathuk,,mgkn lebih cocok dengan brand activation,radio,dll, yg intinya "menembak" feel'nya bt nyobain bakpia pathuk...
Menurut dosenku nih,,,namanya NO LINE ADVERTISING...
Dimana media2 itu bisa dibedain jd 2,, THEMATIC ma TACTICAL...
Thematic adalah media yg berjangka panjang (poster, brosur, billboard, ambient, dll)
sedangkan Tactical adalah media jangka pendek, lebih kepada komunikasi langsung ma target audience (event, brand activation, campaign,dll)...

Hehehe,,,bikin thread br bt bahas media yg efektif yuukkkkkkk......

kalo Brand Activation tuh seperti apa yah om? o
terus kalau "campaign" yang masuk ke Tactical gimana tuh maksudnya?
makasih sebelumnya... beer:
errorejing - 06/12/2009 02:28 PM
#50

nubi ikut..nice inpohh

up up
Landor - 07/12/2009 03:46 AM
#51

Quote:
Original Posted By wanakwazeek
susunan umumnya yang easy 2 digest gini kali ya?

BRAND CONSULTANT penasehat / pencetus ide

GRAPHIC BOUTIQUE pekerja (yang mengimplikasi ide2 dari penasehat)

ADVERTISING AGENCY pelaksana lapangan (yang mengimplikasi ide2 dari graphic/ consultant)penetrasinya biasanya disini.



setuju gaan .... dari 3 diatas masih ada sub spesialiasi scope of work sendiri2 lagi ... brand sendiri aja masih bisa dijabarkan ... brand architect, brand naming, brand design, ...
takhiemz - 07/02/2010 06:57 PM
#52

nice inpo \)
deldaenk - 07/02/2010 10:41 PM
#53

wuih,...berat euy pembahasannya..tapi bener2 bermanfaat banget nih, secara ane masih nubie banget dibidang yg beginian deh...makasih smuanya atas masukan informasinya..
joelaban - 12/04/2010 12:25 AM
#54

wikipedia.com udah ga berguna lagi ya? iloveindonesia
Arteria - 12/04/2010 01:34 AM
#55

Maaf sebelumnya kalau salah,
Kebetulan saya designer otodidak. Mau nambahin dari sudut pandang salah satu pelaku otodidak.

Jadi sebelumnya ga tau tentang pembagian realisasi konsep seperti yang ts bilang. Seiring dengan berjalannya waktu, saya menemui klien dari perusahaan branding dan advertising agency. Secara pribadi, saya berpendapat kalau advertising itu adalah bagian dari marketing process. Sedangkan Branding itu adalah Pembentukan identitas atau fundamental suatu perusahaan.

Jika kita ingin membuat sebuah perusahaan, Maka yang pertama kali kita temui adalah Branding Company. Saat fundamental telah terbentuk, bagaimana cara meningkatkan selling point? tentunya dengan promosi, disinilah peranan advertising agency itu bagi perusahaan.

Thanks, semoga membantu.

Kalau flip marketing, saya malah baru denger di sini. Di Indonesia perintisnya siapa ya?
artsurd8 - 16/04/2010 03:42 AM
#56

Quote:
Original Posted By kiko_koki
Brand Consultant
Kapan sebuah perusahaan butuh Brand Consultant?

[*]Ketika membangun perusahaan baru, nama baru. Obvious lah yaa.. no further comment kaya’nya Yb

[*]Ketika mengembangkan produk baru (butuh logo, packaging, dll). Misalnya ketika Coca Cola Company membuat produk minuman baru, FresTea. Mereka men-develop identity dan lainnya bersama Brand Consultant.

[*]Perubahan nama (bisa karena ketinggalan jaman atau ada konflik trademark, dll). Seperti Pertamina yang ganti logo kuda lautnya dengan “diamond shape”, selain karena memang ada perubahan manajemen, logo lamanya dianggap obsolete, old school gitu kali yah. hammer:

[*]Ketika perusahaan mau merevitalisasi brand-nya. Misalnya: reposition, atau bisnis-nya udah berubah dari awal terbentuk, jadi harus ganti nama yang lebih pas, atau bisa juga ketika perusahaan mulai bermain secara global, yang artinya juga new market. Contoh yang bagus menurut gw personally >--- Pizza Hut

[*]Saat perusahaan merasa brand identity-nya kurang oke, merasa kuno, atau pengen ngerubah sedikit di logogram atau logotype supaya lebih merefleksikan misi yang baru. (tapi biasanya disertai dengan kondisi lain sebagai penyebab, mungkin karena perubahan manajemen, dari BOD (Board of Directors) yang konvensional menjadi Modern.

[*]Ketika perusahaan kepengen bikin sistem yang terintegrasi. Integrasi disini bermaksud untuk membuat suatu Brand Architecture baru, agar terlihat lebih konsisten di mata customer-nya, dll

[*]Atau ketika beberapa perusahaan terlibat merger, seperti contoh dulu Bank BDN, Bapindo, BBD, dan Bank Exim bergabung menjadi satu, hasilnya = Bank Mandiri. Contoh lainnya Sony Ericsson dan Total.



Contoh Brand Consultant:
Global: Landor, Saffron, Wolff Olins, InterBrand thumbup:, TippingSprung, Pentagram, Enterprise IG
Lokal: DM Associates, Makki Makki, Kinaya


Advertising Agency
Biasanya lingkup pekerjaan ad agency ngga jauh-jauh dari sini:

[*]Menganalisa Industri si klien
[*]Menganalisa Produk dan Konsumen Potensialnya
[*]Menganalisa pasar, dan menetapkan strategi pemasaran
[*]Penetapan tujuan periklanannya
[*]Merancang strategi kreatif
[*]Strategi Media



Khusus untuk yang point ke-6, beberapa ad agency (multinasional) sudah mempunyai partner atau pihak ketiga untuk merancang strategi media, biasanya disebut juga Media House. Jadi, profesi media buyer, media planner, dll adanya bukan di ad agency lagi, tapi di media house.

Sebuah ad agency yang lengkap, paling ngga punya divisi-divisi berikut:
Divisi Account Service, Divisi Creative Service, Office Administration (pastinya), Finance & Accounting, Media Monitoring, HRD (ya iya lah), IT, atau ada juga yang punya divisi CRM (Customer Relationship Management) dan Divisi PR (Public Relation).

(note: Account dalam istilah Account service berbeda dengan “Accounting”, Account = Klien).

Contoh advertising agency:
Global: Lowe, Ogilvy, Saatchi Saatchi, Leo Burnett, Publicis, McCann, FCB, BBDO, DDB, JWT, Euro RSCG, Y&R
Lokal: Matari, MACS909, Neo, Crush, DM Pratama, JC&K, Cabe Rawit, Srengenge, Petakumpet

Contoh Media House: MindShare, Starcom MediaVest Group, Zenith Optimedia


Graphic Boutique/Design Consultant
Kalau menurut pandangan gw pribadi, graphic boutique berarti sebuah perusahaan konsultasi desain grafis yang kerjaan-nya lebih spesifik, parsial (terpisah), kadang include ke dalam suatu campaign, bisa juga ngga. Misalnya dalam pembuatan materi-materi periklanan Below The Line, Brochure, Catalog, Company Profile, Annual Report, Packaging, dll. Biasanya crafting desain-nya lebih spektakuler, aduhai deh… Mulai dari Creative Packaging, Printing Techniques, Fancy Paper Selection, dll.

Contoh Graphic Boutique:
Global: Hornall Anderson Design Works (my fave) wowcantik, HLC Group, Carlos Segura
Lokal: LeBoYe, Design Lab, Afterhours, Inkara Design, Avigra, dll

tambahan...
Pada kenyataannya, klasifikasi seperti ini kadang udah ngga valid, beberapa perusahaan mungkin aja punya bisnis yang overlapping. Misalnya Ad Agency mungkin aja ngerjain branding juga, atau bisa jadi Brand Consultant juga merangkap sebagai Graphic Boutique. Jadi yaa kalo sekarang lebih variatif, karena setiap perusahaan juga kepengen nyicipin “kue” yang potensial. Sah sah aja. \)

Cuma memang idealnya, pembagian tugas diserahkan kepada yang memang expert di bidangnya, supaya tujuan-nya tercapai dengan hasil yang maksimal. Dan kalau ada satu brand ditangani oleh beberapa perusahaan brand consultant, ad agencies, dan graphic boutique adalah hal yang biasa di industri ini.

Udah deh ya, segitu dulu… mudah-mudahan bisa dimengerti…berbusa:

As always, CMIIW maho

ilovekaskus


Wah penjelasannya bagus bgt, dikantongin dulu ke otak ya om.

Sekalian ikut baca2, bgs nih buat pembelajaran \)
princeo2 - 28/04/2010 07:50 PM
#57

wah ni trit bagus banget..
kebetulan ni ane mo curhat dikitmalu

gini gan semuanya, ane ini mhs akhir Fak Hukum, tinggal skripsi. nah di ujung2 masa akademisi ane koq tiba2 ane seperti ada hasrat terpendamhammer: yang tertarik sama yang namanya iklan...hal ini dipicu ketika ane liat iklan2 di tipi2 itu ada sebagian yang cara pengungkapan (penyampaian maksud) kepada customer nya brilliant banget...hal itu membuat ane kagum (contoh: iklan natgeo wild yang "we began documenting wild since 1908CMIIW..") nah terus kalo ada iklan yang ga nyambung sama sekali itu ane suka jadi kesel sendiri..biasanya si iklan lokalhammer..eittt tapi jangan salah dulu..bukannya semua iklan lokal kaya gitu..contoh iklan lokal yang bikin ane kagum ada juga yaitu iklan inet smart yang orang didalem lift pake inet smart terus dikasi helm sama polisiiloveindonesia..

jadi, (agak bingung ngomongnya ganhammer\) ane itu tertarik dalam menyampaikan/mengiklankan apa yang ingin disampaikan dari suatu produk tertentu...misalnya ada suatu produk inet baru...nah terus ceritanya ni..ane yang mikirin iklannya bagusnya kaya apa...
nah jadi kira2 ane harus kemana ya gan? untuk mengejar hasrat tadi? ato sekolah lagi? kalo sekolah lagi, jurusan yang paling tepat yang ngajarin tentang hal beginian(yang udah ane deskripsikan diatas tadi) itu jurusan apa?? yang ane tau jurusan yang gini tu design doank..tapi ane bukannya mau bikin2 poster kaya anak design gitu..mungkin lebih kepada iklan bergerak kali gan??

ane bisa aja nanya ke temen2 tapi takut dijawab gini gan "ya elah, jadi kemaren2 lu kuliah ngapai cuy?"..soalnya mereka ada benernya juga..jadi males gan...ane berharap di trit kaskus ini bisa ada masukan dari agan.
apa ga telat gan baru sekarang nyadernya...apa kalo sekolah lagi itu ga buang2 waktu dan biaya yang kemaren2 gan?..
oya, kalo di luar negeri jurusan yang kaya begini apa namanya ya gan?misalnya yang ada beasiswanya gitu...kasi inpo fak yang bagus di univ negeri juga gpp kan..pokoke kita beberkan aja kasus ini disini gan...dibedah habis2an..dikupas sampe ke intinya ganD

monggo gan PENCERAHANNYAbeer:
thx buat ts uda buat trit bagusiloveindonesia
tempoedoloe - 24/05/2010 07:17 AM
#58
Tanya job desc di advertising agency
mau nanya sama agan2 disini yg orang advertising agency ato yg tau apa aja detil job description/role masing2 bag. di agency seperti :
- art director
- copywriter
- graphic designer

nah khusus utk graphic designer ane mau nanya apa graphic designer=visualizer??

oyah terus misal kalo brainstorm itu gawe-annya art dir+copy doank kah? terus graphic designer terima ide aja? ato gmn gan?? mohoh pencerahannya...

oyah gan kalo berkenan ane mau nanya2 salary kisaran utk art dir, copy, and graph designer \) ato PM aja gan (ane penasaran bgt)

thx u iloveindonesia ilovekaskus
kiko_koki - 24/05/2010 01:02 PM
#59

Quote:
Original Posted By tempoedoloe
mau nanya sama agan2 disini yg orang advertising agency ato yg tau apa aja detil job description/role masing2 bag. di agency seperti :
- art director
- copywriter
- graphic designer

nah khusus utk graphic designer ane mau nanya apa graphic designer=visualizer??

oyah terus misal kalo brainstorm itu gawe-annya art dir+copy doank kah? terus graphic designer terima ide aja? ato gmn gan?? mohoh pencerahannya...

oyah gan kalo berkenan ane mau nanya2 salary kisaran utk art dir, copy, and graph designer \) ato PM aja gan (ane penasaran bgt)

thx u iloveindonesia ilovekaskus


Job Desc di setiap advertising agency kadang berbeda dari apa yang "seharusnya". Di agency kecil mungkin kita bisa liat pekerjaan yang overlapping, alias mengerjakan beberapa task secara bersamaan. Bahkan di multinasional sekalipun, kadang seorang Art Director mengerjakan FA (idealnya FA Artist yg bikin). atau seorang copywriter yang dengan susah payah membuat presentasi untuk pitching (idealnya AE yg bikin). percaya ga percaya, Ini Bener Bener Terjadi.

Ada juga yang disebut dengan kondisi IDEAL. dimana sebuah profesi mempunyai job description yang sesuai segimana mestinya. Kalau beruntung, ini bisa didapat, baik di agency kecil ataupun agency besar. kurang lebih tugasnya seperti ini:

[*]Art Director
seperti yang sudah seharusnya, Art Director bertugas sebagai pengarah seni, bertanggung jawab dalam hal visual di suatu pekerjaan (TVC, Print Ad, POS Material, dll). Harus mempunyai skill managerial yang baik. Disamping harus bisa mengarahkan Tim nya (teamwork), AD juga dituntut untuk bisa bekerja sendiri (individual). Must be good in presentation also. dan minimal in english, kali-kali aja dapet CD orang luar yang ga bisa bahasa Indo, dan atau klien yang minta presentasi dalam bahasa inggris.
.
[*]Copywriter
Copywriter selalu bermain di kata-kata. Dia bertanggung jawab terhadap copy (naskah) suatu iklan. Mulai dari Grammar, Spelling, sampai kata-kata kreatif yang musti dihasilkannya. Must be extremely good in english and bahasa. No Excuse. Copywriter biasanya lebih mengerti brief daripada AD yang suka males baca D (karena lebih ke visual oriented). Sama seperti AD, harus mampu presentasi dan punya communication skill yang baik. Dan ngga jarang sebuah iklan ide (visual) nya datang dari copywriter. jadi ga harus AD, dan sebaliknya.
.
[*]Graphic Designer
Posisi dengan skill khusus, harus mampu menerjemahkan apa yang dimandatkan kepadanya. udah jelas, graphic designing. Dia yang bertanggung jawab tentang layout, grid, komposisi, pewarnaan, tipografi, dll yang sudah seharusnya dikerjain sama dia. Biasanya dapet arahan dari AD, Creative Grouphead ataupun CD nya langsung. Graphic Designer juga harus punya ide dan konsep yang kuat. Proaktif, jangan nunggu ditanya, tapi harus cepat ngasih solusi. Dan sekali lagi, harus bisa mempresentasikan apa yang dikerjakannya. untuk job desc lainnya, kaya'nya udah sering dibahas di thread lain.



Graphic Designer tidak sama dengan Vizualizer, agak sedikit berbeda tugasnya, tapi bukan berarti seorang visualizer ga bisa ngerjain tugas graphic designer atau sebaliknya. Seorang visualizer biasanya lebih dibutuhkan ketika mau bikin storyboard, atau sketch (hand drawing) print ad, dll. Beda dengan graphic designer yang lebih banyak ngerjain Layout Print ad, Poster, Brochure, POS Material, dan collaterals lainnya. Dua-duanya punya skill masing-masing, bukan tentang lebih hebat siapa.

biasanya visualizer di jaman sekarang lebih banyak yg freelance. kecuali di beberapa agency menengah dan multinasional, suka ada yang tetap, tapi di bagian studio atau produksi, terpisah dari tim inti kreatif nya.

Tentang brainstorm, tergantung scoop kerjaan dan deadline nya. dan ini juga tergantung behaviour dari company nya sendiri. ada beberapa kemungkinan:

[*]Brainstorm bareng-bareng
Semua personil tim yang terlibat brainstorm bareng, Mulai dari AE, Strategic Planner, CD, AD, Copywriter, GD, dll. Semua duduk bareng mikirin gimana cara mengolah brief yang dikasih klien. cara ini efektif, tp ga efisien.
.
[*]Brainstorm-nya Parsial
terpisah, biasanya pentolan masing2 team yang brainstorm duluan. Account Director, Creative Director, Managing Director dll. Baru setelah itu diturunin ke anak buah masing-masing. Cara yang ini biasanya lebih efektif dan efisien.
.
[*]Brainstorm bareng tim masing
Disini AE ngasih brief ke Traffic Manager, nanti Traffic yang bakal ngatur flow kerjaan antar tim kreatif dan Account Management supaya ga konflik. Nanti setelah tau briefnya apa, AD biasanya langsung ngasih ke GD, atau bisa juga brainstorm bareng, tergantung tingkat urgensi dan bobot kerjaan.
.
[*]You do your job, I do My Job
Jangan merasa tersinggung kalau suatu saat dapet kerjaan tanpa diajak brainstorm dulu sama AD dan Copywriternya. Karena kadang hal ini malah bisa lebih efektif dan efisien, terutama dalam kondisi deadline yang extremely fast. Jadi kasarnya, Kata AD "Gw yg mikirin konsepnya, lo mikirin harus jadinya gimana ya". Masing2 nge-riset sesuai dengan tanggung jawab masing, lebih efektif dan efisien. dan ga ngabisin waktu.


sebenernya masih banyak berbagai macam kondisi brainstorm, ga pernah ada yang sama, masing2 team dan company punya cara sendiri untuk brainstorm, jadi ya nikmatin aja gimana jalannya.


Untuk Salary, no comment D
weknow - 24/05/2010 01:07 PM
#60

Quote:
Original Posted By kiko_koki
Job Desc di setiap advertising agency kadang berbeda dari apa yang "seharusnya". Di agency kecil mungkin kita bisa liat pekerjaan yang overlapping, alias mengerjakan beberapa task secara bersamaan. Bahkan di multinasional sekalipun, kadang seorang Art Director mengerjakan FA (idealnya FA Artist yg bikin). atau seorang copywriter yang dengan susah payah membuat presentasi untuk pitching (idealnya AE yg bikin). percaya ga percaya, Ini Bener Bener Terjadi.

Ada juga yang disebut dengan kondisi IDEAL. dimana sebuah profesi mempunyai job description yang sesuai segimana mestinya. Kalau beruntung, ini bisa didapat, baik di agency kecil ataupun agency besar. kurang lebih tugasnya seperti ini:

[*]Art Director
seperti yang sudah seharusnya, Art Director bertugas sebagai pengarah seni, bertanggung jawab dalam hal visual di suatu pekerjaan (TVC, Print Ad, POS Material, dll). Harus mempunyai skill managerial yang baik. Disamping harus bisa mengarahkan Tim nya (teamwork), AD juga dituntut untuk bisa bekerja sendiri (individual). Must be good in presentation also. dan minimal in english, kali-kali aja dapet CD orang luar yang ga bisa bahasa Indo, dan atau klien yang minta presentasi dalam bahasa inggris.
.
[*]Copywriter
Copywriter selalu bermain di kata-kata. Dia bertanggung jawab terhadap copy (naskah) suatu iklan. Mulai dari Grammar, Spelling, sampai kata-kata kreatif yang musti dihasilkannya. Must be extremely good in english and bahasa. No Excuse. Copywriter biasanya lebih mengerti brief daripada AD yang suka males baca D (karena lebih ke visual oriented). Sama seperti AD, harus mampu presentasi dan punya communication skill yang baik. Dan ngga jarang sebuah iklan ide (visual) nya datang dari copywriter. jadi ga harus AD, dan sebaliknya.
.
[*]Graphic Designer
Posisi dengan skill khusus, harus mampu menerjemahkan apa yang dimandatkan kepadanya. udah jelas, graphic designing. Dia yang bertanggung jawab tentang layout, grid, komposisi, pewarnaan, tipografi, dll yang sudah seharusnya dikerjain sama dia. Biasanya dapet arahan dari AD, Creative Grouphead ataupun CD nya langsung. Graphic Designer juga harus punya ide dan konsep yang kuat. Proaktif, jangan nunggu ditanya, tapi harus cepat ngasih solusi. Dan sekali lagi, harus bisa mempresentasikan apa yang dikerjakannya. untuk job desc lainnya, kaya'nya udah sering dibahas di thread lain.



Graphic Designer tidak sama dengan Vizualizer, agak sedikit berbeda tugasnya, tapi bukan berarti seorang visualizer ga bisa ngerjain tugas graphic designer atau sebaliknya. Seorang visualizer biasanya lebih dibutuhkan ketika mau bikin storyboard, atau sketch (hand drawing) print ad, dll. Beda dengan graphic designer yang lebih banyak ngerjain Layout Print ad, Poster, Brochure, POS Material, dan collaterals lainnya. Dua-duanya punya skill masing-masing, bukan tentang lebih hebat siapa.

biasanya visualizer di jaman sekarang lebih banyak yg freelance. kecuali di beberapa agency menengah dan multinasional, suka ada yang tetap, tapi di bagian studio atau produksi, terpisah dari tim inti kreatif nya.

Tentang brainstorm, tergantung scoop kerjaan dan deadline nya. dan ini juga tergantung behaviour dari company nya sendiri. ada beberapa kemungkinan:

[*]Brainstorm bareng-bareng
Semua personil tim yang terlibat brainstorm bareng, Mulai dari AE, Strategic Planner, CD, AD, Copywriter, GD, dll. Semua duduk bareng mikirin gimana cara mengolah brief yang dikasih klien. cara ini efektif, tp ga efisien.
.
[*]Brainstorm-nya Parsial
terpisah, biasanya pentolan masing2 team yang brainstorm duluan. Account Director, Creative Director, Managing Director dll. Baru setelah itu diturunin ke anak buah masing-masing. Cara yang ini biasanya lebih efektif dan efisien.
.
[*]Brainstorm bareng tim masing
Disini AE ngasih brief ke Traffic Manager, nanti Traffic yang bakal ngatur flow kerjaan antar tim kreatif dan Account Management supaya ga konflik. Nanti setelah tau briefnya apa, AD biasanya langsung ngasih ke GD, atau bisa juga brainstorm bareng, tergantung tingkat urgensi dan bobot kerjaan.
.
[*]You do your job, I do My Job
Jangan merasa tersinggung kalau suatu saat dapet kerjaan tanpa diajak brainstorm dulu sama AD dan Copywriternya. Karena kadang hal ini malah bisa lebih efektif dan efisien, terutama dalam kondisi deadline yang extremely fast. Jadi kasarnya, Kata AD "Gw yg mikirin konsepnya, lo mikirin harus jadinya gimana ya". Masing2 nge-riset sesuai dengan tanggung jawab masing, lebih efektif dan efisien. dan ga ngabisin waktu.


sebenernya masih banyak berbagai macam kondisi brainstorm, ga pernah ada yang sama, masing2 team dan company punya cara sendiri untuk brainstorm, jadi ya nikmatin aja gimana jalannya.


Untuk Salary, no comment D


sangat mencerahkan gan
Page 3 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 
Home > LOEKELOE > ALL ABOUT DESIGN > Apa sih bedanya BRAND CONSULTANT, ADVERTISING AGENCY dan GRAPHIC BOUTIQUE?