Forex/Option/Saham dan Derivatifnya
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Kecele dan merasa tertipu... thanks to Luki WL
Total Views: 16068 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 38 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›

wa888 - 21/12/2011 01:29 AM
#21
ketemu pendekar
Kemudian dia bergerak menuju tempat kelompok pendekar tersebut. Juga memberanikan diri untuk bertanya sambil berharap bisa bergabung pada kelompok pendekar tersebut.

Pada meja tersebut berkumpul beberapa pendekar, antara lain :

Pendekar “ Belajar Mulu “ = pendekar ini sering tertarik pada suatu jurus baru ataupun segala sesuatu yang baru, tetapi anehnya tidak pernah berani mencoba untuk melawan secara nyata. Dia selalu mencoba ilmu tersebut dalam arena bayangan (demo) tanpa pernah terjun di dunia nyata. Dia sangat rajin untuk pergi ke pelatihan suatu jurus dan berani membayar iuran untuk belajar. Mungkin ketidak beraniannya menghadapi algojo akibat dia mendengar gosip bahwa para pendekar umumnya kalah menghadapi sang algojo.

Pendekar ” Cari Gratis “ = Hampir sama dengan sifat pendekar “ Belajar Mulu “, bedanya dia sangat menyukai hal yang bersifat gratisan saja. Sering sekali datang pada preview seminar, kemudian bertanya kepada peserta preview seminar lainnya tentang pendapatnya tentang seminar tersebut. Bilamana peserta tersebut mau mengikuti pelajaran perguruan tersebut maka dia memberikan kartu nama untuk berharap dapat memperoleh informasi / pelajaran ilmu dari perserta tersebut. Juga sering dia datang ke preview hanya untuk cari makanan gratis saja bilamana dia sudah tahu isi dari ilmu tersebut.

Pendekar “ Modif Dan Jual “ = pendekar ini cukup pandai dalam memanfaatkan suatu momen untuk dijual kembali. Pendekar ini tidak pelit, berani mengeluarkan uang untuk ikut suatu pelatihan yang ada. Kepandaian dalam menganalisa maupun mengubah suatu teori cukup lumayan. Sehingga kadang ilmu tersebut dapat dimodifikasi menjadi suatu bentuk jurus baru yang terlihat lebih baik dari pada jurus sebelumnya dan kemudian dia menjual kembali dalam kemasan yang lebih bagus.

Pendekar ” Patungan Saja ” = kemampuan dalam menganalisa suatu jurus cukup baik sehingga sering kali dia menjadi wakil dari teman-temannya untuk ikut suatu pelatihan. Setelah selesai pelatihan, dia menberikan penjelasan tentang jurus tersebut kepada temannya yang telah turut menyumbang biaya pelatihan.

Pendekar ” Bagus Hajar ” = pendekar ini sangat mudah terkesima dengan jurus baru. Bila dia merasa yakin, maka dia akan mencoba sebentar saja pada arena bayangan. Kemudian langsung terjun ke dunia nyata. Kadang dia tertarik pada ilmu tersebut hanya karena sang guru pandai bercerita ataupun "bagus" (ganteng/cantik).

Teruss,,,,,,,,,,,,,,, Besok lagi dech lagi traxxxg seeh
wa888 - 21/12/2011 05:11 AM
#22

Quote:
Original Posted By uso diario
pagi all.....jala saktinya ama jilid brp nih gan



Sorry ......
mudah mudah ga kelamaan jawabnya .

Seri Awal sebenarnya beginner luck.

Threadnya = https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=11931533

Inilah yg menjadi dasar tokoh Penasaran Aja yg pernah menang dan kemudian dia rugi......

Sehingga dia masih PENASARAN AJA karena pernah merasakan mudahnya dan manisnya .......... SAMPAI PADA SUATU SAAT dia mengganti Julukannya

Thx
dicakdi - 21/12/2011 06:58 AM
#23

wah, ane termasuk pendekar juga berarti nih!

kok malah pindah trit gan!
samo0th - 21/12/2011 08:48 AM
#24

komeng dulu ah baru baca D


upadte :
seru nih D
Bimarpradana - 21/12/2011 09:10 AM
#25

wah gan tulisannya keren,,,keep writing yaaa beer:
shahih24 - 21/12/2011 10:59 AM
#26

Mantep Gan :addfriends
jadiin buku atau ebook D
wa888 - 21/12/2011 04:11 PM
#27

Quote:
Original Posted By dicakdi
wah, ane termasuk pendekar juga berarti nih!

kok malah pindah trit gan!


Ga pindah, gan. Cuman jelasin aja dikit ...

Bahwa seorang beginner ( mendapat Luck di awal ) yg terus penasaran aja untuk mencari ilmu
wa888 - 21/12/2011 04:21 PM
#28

Quote:
Original Posted By shahih24
Mantep Gan :addfriends
jadiin buku atau ebook D



Thanx

Gan. mau tanya nich :

Kalo di buat buku lalu dicetak, kira kira laku ga yach ?

(UDAH minta sponsor ama Juragan DXXXXXY )
(kalo ga mau dimasukin kompetisi artikel yg itu tuch)




(
wa888 - 21/12/2011 07:55 PM
#29

Quote:
Original Posted By Bimarpradana
wah gan tulisannya keren,,,keep writing yaaa beer:


Makasih juga gaan
wa888 - 21/12/2011 10:11 PM
#30
Nyambung
” Penasaran Aja ” pun memperkenalkan diri kepada kelompok pendekar tersebut, sambil menjelaskan bahwa ia berasal dari daerah yang jauh. Mendengar hal tersebut mereka mempersilahkan untuk bergabung bersama mereka.

Penasaran Aja pun merasa senang karena disambut dengan baik oleh para pendekar. Setelah berkenalan, dia semakin senang ketika mengetahui mereka adalah umumnya pendekar yang selalu mau menambah ilmu dan wawasan mereka. Setelah berbasa basi sejenak, Penasaran Aja mengungkapkan tujuannya ke hotel ” Cinta Tanah ” , yaitu dengan mengajukan pertanyaan kepada salah seorang pendekar yang duduk didekatnya.Kebetulan yang duduk dekatnya adalah pendekar ” Belajar Mulu”.

” Penasaran Aja ” ( dengan sedikit malu ) : ” Pak Belajar. aku mau belajar jurus Jala Sakti , Di mana lokasi perguruan Jala Sakti itu ada ? ”

Tiba-tiba meja tersebut terasa sunyi, karena semua pendekar di meja tersebut saling diam dan juga saling pandang satu sama lain. Penasaran Aja bingung kenapa mereka pada diam dan tidak dengan cepat menjawab. Dalam hatinya : Wah, jangan jangan aku nyinggung perasaan mereka !!

SABAR DULU YA LANJUTAN NYA
wa888 - 21/12/2011 10:54 PM
#31
Jala Sakti
Akhirnya pendekar ”Cari Gratis” menjawab : ” Bukankah jurus JALA SAKTI sudah ketinggan jaman ? ”

Penasaran Aja : ” Lho aku baru baca berita tentang JALA SAKTI, juga dengar di radio PLUS MEONG kabarnya akan ada seminarnya di hotel Cinta Tanah dalam waktu dekat ini ? ”

” Modif Dan Jual ” pun memberikan komentar : “ Memang 2 tahun lalu, ilmu Jala Sakti juga menggemparkan wilayah ini. Tetapi .... ”

Penasaran Aja ( kelihatannya makin ingin tahu lagi ) : “ Pak Modif, emangnya kenapa ? ”

” Belajar Mulu ” juga memberikan alasannya : “ Pak Penasaran, begini lho. Pada awalnya jurus Jala Sakti sangat bagus kelihatannya. Profit yang bisa didapat luar biasa. Tetapi ilmu Jala Sakti sudah dikembangkan lagi oleh muridnya menjadi jurus Baskom Perak. Dan selang beberapa bulan kemudian jurus Baskom Perak menjadi terkenal, sayangnya .... ”

Penasaran Aja ( makin binggung ) : ” Sayangnya … ? “

“Patungan Saja” turut berkomentar : ” Pencipta Baskom Perak dikhianati oleh asitennya sendiri !. Sang asisten mendirikan perguruan “ GENTONG MANIS“ sehingga kepopuleran Baskom Perak merosot ”

Penasaran Aja : ” Merosot ??? “

”Bagus Hajar ” pun dengan semangat menjawab keraguan Penasaran Aja dengan menjawabnya : ” Memang begitu pak. Ternyata sebenarnya sang asisten merupakan otak dari Baskom Perak dan juga kabarnya Gentong Manis ini telah diperbaharui olehnya dan lebih baik dari pada Baskom Perak . Kalo mau belajar, mari bareng saya aja. Jadi nanti kita belajar bareng lalu terjun langsung lawan algojo ”.
( ” Bagus Hajar ” sangat ingin belajar bersama ”Penasaran Aja ” sebabnya dia sudah bosan untuk pergi belajar dengan ”Belajar Mulu”. Hal ini karena dia kesal dengan ”Belajar Mulu ” yang tidak punya keberanian untuk lawan algojo )

”Belajar Mulu” juga memberi semangat lagi : ” Ayo, kita belajar bareng pak”
( ” Belajar Mulu ” berpikir dia akan dapat teman baru lagi, nanti dia bisa bahas ilmu tersebut dalam arena bayangan bersama ”Penasaran Aja ”. Hal ini karena dia agak sebal dengan ”Bagus Hajar” yang sering kali tidak membahas ilmu dengannya )

” Cari Gratisan ” juga tidak mau ketinggalan : ” Iya pak Penasaran. Jurusnya seperti mantap sekali ”.
(”Cari Gratis” berpikir bilamana dia berbicara dengan pendekar Gentong Manis sebelum pendaftaran. Kemudian mengatakan teman-temannya akan dia bujuk jadi murid Gentong Manis. Bilamana berhasil maka dia minta jatah yang gratis buat dia )

“ Modif Dan Jual “ pun menimpalinya pula : “ Jangan ragu Pak “
( “ Modif Dan Jual “ berharap bilamana dia dapar memodifikasi jurus Gentong Manis menjadi lebih bagus maka dia bisa juga jual kepada Penasaran Aja )

“Patungan Saja” juga tak mau kalah, sambil tersenyum : ” Ikut aja, pak Penasaran. Cuman hati- hati kadang suatu ilmu itu bisa menyesatkan. Kalo bapak tersesat dalam menguasai ilmu, maka bapak bisa gila dan dikirim ke rumah sakit ”GAROOGOOL” yang tak jauh dari sini ”
( Memang ” Patungan Saja ” berharap dia menjadi wakil dari Penasaran Aja sehingga biaya uang harus dikeluarkan sedikit )

Penasaran Aja akhirnya mengatakan mau untuk turut dalam pelatihan Gentong Manis yang diadakan kira kira 2 bulan lagi bersama mereka. Setelah itu mereka saling cerita tentang pengalamannya masing masing. Mereka juga mengatakan bahwa di restoran ini merupakan tempat mereka dan juga pendekar lainnya sering berkumpul. Tidak terasa makanan di meja sudah habis, Penasaran Aja mohon diri untuk kembali ke kamar hotel.


Setelah berpamitan, ternyata…………..

TO BE CONTINUE......within 5 hours or tomorow or 2 days again.
Sambil cari bahan yang lebih seger.
wa888 - 22/12/2011 03:19 AM
#32
Ternyata
Setelah berpamitan, ternyata rasa penasaran masih ada dalam diri ”Penasaran Aja”.

Rasa ingin mengetahui :
- Bagaimana jurus Jala Sakti itu sebenarnya
- Bagaimana jurus itu dapat menghasilkan profit ribuan piping dalam waktu cepat
- Mengapa jurus Jala Sakti dapat diubah menjadi jurus Baskom Perak


Informasi tentang Jala Sakti tidak didapatkan secara tepat dan jelas dari perbincangan tadi dengan para pendekar tersebut. Dia berpendapat harus mengetahui sumber ilmu awal sebelum mempelajari ilmu turunannya. Maka sebelum ia masuk kamar hotel, dia memutuskan untuk bertanya pada petugas hotel tentang dimana lokasi perguruan Jala Sakti. Hal ini karena dia tahu jurus Jala Sakti dahulu sering kali mengadakan seminar di hotel ”Cinta Tanah” dan pasti ada alamat kontak yang disimpan oleh pihak hotel. Petugas hotelpun memberikan alamat dimana perguruan itu berada.


Penasaran Aja merasa senang sekali setelah mendapatkan alamat kontak tersebut. Besok dia mempunyai rencana akan pergi di tempat tersebut untuk bertemu dengan pendekar “ Jala Sakti ”. Bilamana sudah bertemu maka ia minta untuk dijadikan muridnya, maka segala rahasia tentang Jala Sakti dapat ia kuasai.


Malam hari ia tidur dengan nyenyak sekali, memang rasa lelah akibat perjalanan melalui kapal laut membuat dia menjadi begitu. Tapi sebenarnya hal yang paling utama, dia telah merasa tenang karena telah mengetahui lokasi perguruan Jala Sakti. Hal inilah yang membuat dia tidak gelisah karena penasaran sehingga dapat tidur dengan nyenyak.


Keesokan paginya iapun mempersiapkan diri untuk pergi ke perguruan Jala Sakti. Setelah mandi dan merapikan diri, dia melangkah keluar kamar sambil bersiul- siul bagaikan anak ABG yang sedang mau ketemu pacarnya. Senang sekali rasanya, petugas hotel yang ditemuinya disapa dengan ramah sekali : “ Good Morning” sambil tersenyum lebar.

(sambung)
wa888 - 22/12/2011 03:28 AM
#33
Di Lobby ketemu ... trs ke RS
Setelah di pintu utama lobby, ketika dia hendak mencari taxi yang ada untuk mengantarnya ke perguruan Jala Sakti. Tiba-tiba dia mendengar suara secara samar samar : ” Pak Aja, pak Aja ”. Dia pun kaget dan menengok, melihat siapa yang memanggilnya. Ternyata setelah dia memperhatikan secara teliti, rupanya pendekar ” Patungan Saja ” yang memanggilnya. Ia pun mendatangi ke tempat dimana Patungan Saja berdiri..

Ketika mereka bertemu, maka terjadilah pembicaraan sebagai berikut :

Patungan Saja : ” Selamat pagi. Pak ”

Penasaran Aja : ” Pagi juga , pak ”

Patungan Saja : ” Pak, kelihatannya rapi sekali. Mau pergi kemana ? ”

Penasaran Aja ( dengan polosnya menjawab) : ” Mau pergi ke perguruan Jala Sakti dan tanya kapan ada pelatihan di sana ”.

Patungan Saja : ” Perguruan Jala Sakti ?!? , Bapak tahu apa tidak ! Banyak sekali pendekar yang stress dan gila akibat belajar ilmu sesat ! ”

Penasaran Aja (kaget karena ia baru tahu bisa begitu hasilnya) : ” Ach yang bener pak.”

Patungan Saja : ” Ok, kalau bapak tidak percaya. Mari kita ke rumah sakit GAROOGOOL. Disana kita bisa lihat banyak penyakit dari pada pendekar akibat mereka belajar ilmu sesat secara sendirian tanpa pada pendamping yang tepat “

Penasaran Aja ( dalam hatinya ia merasa penasaran : apakah benar bisa jadi stress dan gila akibat belajar suatu ilmu ) : “ Ok lah kita ke sana “


Setibanya di GAROOGOOL, “ Patungan Saja ” mulai bercerita kepada Penasaran Aja tentang kondisi rumah sakit tersebut. Dijelaskan bahwa setiap pasien umumnya dipisahkan dalam satu kamar ataupun satu sel untuk satu penyakit. Hal ini untuk tidak menimbulkan kegaduhan ataupun perkelahian dalam rumah sakit. Ini bisa terjadi karena mereka sangat terpukau dan terkesima pada suatu ilmu sehingga menimbulkan keyakinan yang tinggi sekali. Kadang mereka pun mau mati untuk keyakinan itu dan tidak mau berubah sama sekali.


Sel pertama yang di lihat adalah :

Seorang pendekar dengan kaos berlogo ” S M ”, ditambah sayap di belakangnya. Sambil mengangkat tangannya seolah olah mau terbang dan selalu berteriak : “ Super Maning paling hebat, Super Maning tau Market mau terbang , diem atau ngumpet, Market kemana aja ketauan dan ketangkep, Hore !!! “

Penasaran Aja heran melihat kelakuan pendekar tersebut dan bertanya kepada Patungan Saja : ” Itu akibat apa sih pak ? “

Patungan Aja menjelaskan secara jelas dan mendetail : ” pak , itu akibat belajar sendiri dan terus terjun langsung sendirian pula. Dia belajar jurus SUPER MANING yang dikabarkan dapat menebak kemana arah bergeraknya. Market diam, mau ke kanan mau ke kiri . Juga terbang ke atas , ke bawah , cepat / lama dapat diketahuinya “

Penasaran Aja bertanya lagi : “ Mustinya bisa kaya dong kalo gitu ? “

Patungan Saja pun tertawa : “ Pak, itu akibat dia belajar sendiri. Jurus Super Maning sebetulnya bagus sayang harus selalu disesuaikan. Dia belajar itu tersebut setengahnya saja tanpa melihat panduan lagi secara teliti, Inilah akibatnya kalau dia over konfiden terhadap Super Maning “

Penasaran Aja : “ Penyakit ini biasa disebut oleh pendekar namanya apa ? “

Patungan Saja ( sambil menuju ke sel nomor 2 ) : ” Sindroma Super Maning yang berciri khas dapat mengalahkan Market secara sendirian.

Merasa dirinya selalu terbaik diantara pendekar lainnya.

Sindroma paling banyak melanda para pendekar, hanya kadarnya saja yang berbeda, ada yang parah ada yang tidak parah "

Menuju ke sel no 2 ............ bersambung sebabnya kelihatannya masih banyak sel di sana.
wa888 - 22/12/2011 05:17 AM
#34
Sel no 2
Sel no 2 ;

Dihuni oleh pendekar perempuan, dia sering kali
membuka temapayang ( sejenis lap top ) kemudian memencet tombol. Sesudah itu ditutup tempayang tersebut terus dibanting,

Diam sejenak, buka tempayang lagi , terus pencet tombol kemudian banting lagi, Demikian terus diulangimya tanpa pernah merasa bosan.

Penasaran Aja terus melihat pola pendekar wanita tersebut. Diapun binggung dan bertanya : “ Yang ini kenapa lagi ? “

Patungan Saja menjelaskan :

Bersambung

Ntar lagi yach..........
wa888 - 23/12/2011 04:18 AM
#35
Penjelasannya
Patungan Saja menjelaskan :

“ Pendekar wanita ini adalah pasien baru disini, dia baru masuk sekitar 15 hari lalu untuk berobat. Pendekar ini sekitar 30 tahun lalu, memulai berdagang jual beli saham toko. Di masa awal dia berdagang dalam waktu singkat ( shortterm), sempat mengalami profit yang lumayan tetapi setelah itu ia rugi.


Setelah itu ia sadar bahwa dirinya tidak cocok untuk berdagang saham dalam waktu yang pendek. Kemudian ia mencari informasi dan menemukan seorang pedagang sahan yang ulung yaitu Worang Bener. Dimana Worang bener menjadi sangat kaya akibat bisnisnya, hal ini membuat ia tertarik untuk belajar kepada perguruan khas Worang Bener.
wa888 - 23/12/2011 04:26 AM
#36
Jurusnya
Salah satu jurus utama Worang Bener adalah ketika sudah membeli saham toko tutuplah tempayang, lupakankah kalau pernah membeli. Lihatlah hasilnya beberapa tahun lagi.

Jurus ini dipelajari dan diingat olehnya, bahkan setiap hari ia menyebutkan jurus ini agar disiplin dalam mempraktekannya. Ilmu yang didapat dilakukan secara nyata dan mendapatkan profit yang cukup besar. Sampai suatu saat dia memperoleh informasi yang bagus sekali ... ”

Penasaran Aja : ” wah ... makin kaya dong dia ”

Patungan Saja : “ Seharusnya .. “

Penasaran Aja : ” Kok seharusnya ? ”

Patungan Saja : “ Seharusnya dia menjadi sangat kaya dalam waktu singkat. Informasi yang diperoleh dari sumber yang tepat, sehungga seharusnya dia kaya mendadak akibat hampir seluruh hartanya dipakai untuk membeli saham tersebut “

Penasaran Aja : ” Saham apaan sich ? ”

Patungan Saja : “ Saham pertambangan emas di salah satu pulau terbesar di jagad ini, yaitu Kailang Matung. Harga saham pada awalnya sangat rendah sekali, dia saat itulah dia memperoleh informasi untuk membeli saham tersebut karena diperkirakan akan ada hasil cadangan emas terbesar di jagad ini. Mengikuti hal tersebut ia pun membeli saham BAI SIANG (nama pertambangan) dengan mengunakan hampir seluruh hartanya.

Memang tidak lama kemudian harga saham meloncat tinggi sekali akibat adanya laporan penemuan cadangan emas yang sangat luar biasa. Tetapi sebentar saja jatuh kembali bahkan hampir menjadi nol nilainya “

Penasaran Aja : “ Kenapa bisa begitu ? ”

Patungan Saja : ” Rupanya laporan tersebut merupakan laporan bohong, tidak ada cadangan emas yang besar di sana sehingga harga jatuh. Pendekar tersebut selalu berprinsip beli dan simpan dalam waktu lama. Secara otomatis maka dia menderita kerugian yang sangat besar karena tidak mengambil keuntungan pada saat harga naik ”

Penasaran Aja : ” Terus ... ”

Patungan Saja : ” Dia pun hampir stress pada saat tersebut, tetapi dia masih yakin untuk memperoleh kekayaan dari bidang lain. Sehingga bisnis jual beli saham, dia tinggalkan dan lupakan karena dia kapok. Hal ini akibat nilai saham yang bisa menjadi nol.

Kemudian dia belajar tentang melawan Market Mata Uang, salah satu hal yang menarik bagi dia adalah tidak mungkin Market itu mati (menjadi nol ).. Ia pun semangat kembali untuk mempelajari tentang itu.

Ia mencari informasi kembali, kebetulan ia menemukan ilmu pada perguruan kelompok garis keras yaitu : TAHAN DAN BANTING, yang mengatakan untuk menjadi pemenang adalah dengan mengikuti arah Market, lakukanlah tindakan (pencet tombol) kemudian bantinglah tempayang tersebut, agar tidak tergoda pada pergerakan Market. Menurut jurus ini kekalahan para pendekar akibat pendekar suka berganti posisi dan tergoda untuk mengambil profit sedikit.

Pendekar wanita berpikir hal yang sama, dia kembali mengingat kejadian yang dialaminya dalam jual beli saham. Berdagang jangka pendek dia telah kapok, berdagang dalam jangka panjang yang dilakukan sebetulnya telah memberikian profit yang besar. Ia menganalisa bahwa dia rugi karena harga saham bisa nol.

Sedangkan pada Market itu tidak bisa mati (nol), maka hal ini menjadi perbedaan yang mendasar sekali. Sejak itu dia langsung menginvestasikan dalam bidang Market ini. Dia memilih mengikuti Market Pound yang kelihatan kuat pada saat tersebut. Dia langsung masuk (pencet tombol) dan membanting tempayang hingga rusak agar dia tidak lagi tergoda melihat Market.

Memang investasi melawan market tersebut dititipkan pada sebuah bank dan juga meminjam uang dari bank tersebut. Sehingga ketika Market sedang mendaki maka pihak bank tidaklah memberitahu kepadanya bahwa uangnya telah berlipat ganda.

Tetapi pada saat seperti ini ketika Market sedang turun kebawah akibat penggadaian submarine. Maka pihak bank mencari dan memberi tahu kepada bahwa uangnya telah habis bahkan menagih hutang yang masih belum dilunasi.

Hal ini membuat dia tidak kuat menahan beban lagi. Seperti seorang wanita yang mencintai seorang pria, sering kali mau mempertaruhkan segalanya dan mengikutinya. Begitu juga pada ilmu ini yang sebenarnya bagus sekali, dimana wanita ini telah jatuh cinta pada jurus ini. Sehiugga dia melakukan sama seperti yang diajarkan. Buka tempayang, pencet , tutup dan banting .

Dia dibawa keluarganya kemari karena dia sudah banyak merebut dan membanting tempayang milik orang lain ”

Penasaran Aja : ” Ooooo ........”

Patungan Saja ( menyebut nama penyakitnya karena dia tahu bakalan ditanya, sambil berjalan menuju ke sel no 3) : ” Sindroma buy and hold “

Kecele dan merasa tertipu... thanks to Luki WL
Sel no 3 ( ntar siang aja dech , kalo ada yang kirim ceundoll atau pijetttinnn)
XeNeSiS - 23/12/2011 09:05 AM
#37

lanjutgaaaann
hehehe..

sayang ane newbie jadi banyak perumpamaan yg gk ngerti..
wa888 - 23/12/2011 02:48 PM
#38
Makasih banget
Quote:
Original Posted By XeNeSiS
lanjutgaaaann
hehehe..

sayang ane newbie jadi banyak perumpamaan yg gk ngerti..


Makasih gaan . buat ngingetin penulisnya ,

Baru inget, bahwa tingkat pemahaman setiap orang berbeda, begitu juga dengan pengalaman, pengetahuan dan lainnya.

Jadi penulis sadar, dia bukanlah menulis untuk buku hariannya sendiri, Yang mungkin buku harian tersebut hanya dapat dimengerti dan dipahami oleh dirinya sendiri.

Seorang penulis yang baik haruslah bisa untuk dapat memberi tulisan yg dapat dinikmati oleh orang lain. Memberikan makna . Inspirasi , pencerahan dan lainnya.

Ok, untuk dapat lebih jelas lagi nanti. Akan diadakan ACARA TEMU PENULIS untuk membahas semua materi di thread ini. (BILA ADA PEMINATNYA).

TEMPAT DAN WAKTU SEDANG DIUSAHAKAN DICARI........
Begitu juga sponsornya...

SEKALI TERIMA KASIH ATAS MASUKANNYA,.

:addfriends
wa888 - 23/12/2011 04:27 PM
#39

[SIZE="7"][COLOR="Red"] >>--- W.A.R.N.I.N.G
XeNeSiS - 23/12/2011 10:28 PM
#40

Quote:
Original Posted By wa888
Makasih gaan . buat ngingetin penulisnya ,

Baru inget, bahwa tingkat pemahaman setiap orang berbeda, begitu juga dengan pengalaman, pengetahuan dan lainnya.

Jadi penulis sadar, dia bukanlah menulis untuk buku hariannya sendiri, Yang mungkin buku harian tersebut hanya dapat dimengerti dan dipahami oleh dirinya sendiri.

Seorang penulis yang baik haruslah bisa untuk dapat memberi tulisan yg dapat dinikmati oleh orang lain. Memberikan makna . Inspirasi , pencerahan dan lainnya.

Ok, untuk dapat lebih jelas lagi nanti. Akan diadakan ACARA TEMU PENULIS untuk membahas semua materi di thread ini. (BILA ADA PEMINATNYA).

TEMPAT DAN WAKTU SEDANG DIUSAHAKAN DICARI........
Begitu juga sponsornya...

SEKALI TERIMA KASIH ATAS MASUKANNYA,.

:addfriends


[QUOTE=wa888;592419959][SIZE="7"][COLOR="Red"] >>--- W.A.R.N.I.N.G
Page 2 of 38 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Kecele dan merasa tertipu... thanks to Luki WL