Lampu Senter/Flashlight
Home > LOEKELOE > ACTIVITY & HOBBY > Lampu Senter/Flashlight > [INFO] Senter sebagai alat perlindungan diri
Total Views: 3338 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 2 |  1 2 > 

jchristie - 04/01/2012 09:06 PM
#1
[INFO] Senter sebagai alat perlindungan diri
Momod Njet, mohon ijin buka thread baru di forum tercinta yaaa

Seperti judul diatas, thread ini akan coba membahas senter sebagai alat perlindungan diri saat kita berada dalam keadaan terancam. Karena saya belum pernah menggunakan senter untuk kegunaan seperti itu, saya coba mengawali diskusi ini dengan terjemahan wawancara dengan David Spaulding, seorang pelatih penegak hukum.

Artikel ini hasil sumbangan rekan embunrandu, dimana artikel aselinya dalam bahasa Inggris bisa dibaca lengkap disini interview mengenai skenario sehari2 flashlight dalam ruang lingkup self defence di sebuah forum dengan david spaulding

Oiya, karena panjangnya artikel wawancara dan keterbatasan kemampuan penerjemahan saya, hasil terjemahannya akan dibagi dalam beberapa bagian. Semoga berguna dan stay enLIGHTened!


update January 5, 2011:
- Tambahan info soal rods and the cones dan Edit paragraf 2 Bagian 1 (thanks to Om Fabienne atas info dan bantuan editingnya)
jchristie - 04/01/2012 09:07 PM
#2
Bagian 1
Rob: Gue pingin tahu pemikiran dan opini elu soal pentingnya senter.

Dave: Keith Jones pernah bilang kalau dia produk masa lalu dia. Nah, gue mau bilang kalau gue adalah produk dari pengalaman hidup gue. Gue udah kerja tahunan di patroli. Gue pernah kerja di bagian narkotik. Kita pernah di Gugus Kerja Anti Narkotik dan gue banyak kerja malam dan ngelakuin banyak hal seperti pendobrakan dan juga penggeledahan. Gue punya banyak pengalaman ngadepin penjahat di tempat-tempat gelap dan lumayan sukses ngelakuin hal itu. Gue gak pernah kena tembak, dan sepertinya berhasil menangkap semua orang yang kita cari, tapi sepertinya, mungkin cuma gue ya, belum ada pelatihan baru untuk mengurangi kemampuan senter. Gue pernah ikut beberapa kelas yang diadain oleh beberapa pembuat senter besar juga beberapa institusi swasta, dan gue belum lihat adanya taktik dan teknik yang populer saat ini yang pernah gue lakuin di pengalaman pribadi gue.

Beberapa hal yang pernah gue pelajari dalam strobing, menghindar dan bergulung dan melintasi dari pintu ke pintu dan ke kamar-kamar, dalam beberapa tahun ini tampaknya dibuat lebih rumit dibandingkan yang dialami selama karir gue sebagai polisi.

Rob: Gue belum pernah dapat pelatihan senter dan gue yakin bahwa itu beda banget, pelatihan senter yang didapat polisi dibanding dengan yang didapat rata-rata orang sipil untuk kebutuhan di jalanan atau keinginan semata. Rata-rata orang di jalanan untuk melindungi diri sendiri juga keluarga mereka, nggak bakalan dikejar – beda dengan elu, elu punya masalah serius – pelaku kriminal di gedung-gedung, mengancam orang-orang, dll. Gue paham mungkin ada polisi yang ngedengerin/ baca, tapi rata-rata orang sipil nggak akan butuh taktik-taktik semacam itu kan?

Dave: Enggak. Elu harus paham bahwa ada banyak warga bersenjata di luar sana. Warga bersenjata yang bertanggungjawab. Gue nggak meremehkan mereka ya, tapi nampaknya ada kecenderungan di kalangan warga bersenjata dan nampaknya polisi juga mencoba meniru komunitas Pasukan Khusus dan hal-hal yang mereka lihat dari Navy Seals, Green Berets, Delta Force, atau bahkan beberapa kontraktor seperti Blackwater atau Triple Canopy, namun banyak hal yang dilakukan oleh unit operasi khusus tersebut tidak dengan pas diterjemahkan oleh para warga sipil bersenjata atau para penegak hukum. Hal itu sangatlah kompleks. Hal itu sangat berganntung pada alat khusus. Hal-hal tersebut tidak akan bisa dilakukan kalau elu coba memeriksa rumah di tengah malam mencari perampok bersenjata, atau bahkan untuk polisi yang mencari seorang pencuri.

Gue pernah coba pelatihan dan sekolahan yang disponsori oleh pabrikan, bedanya ada di cara menggunakan senter. Gue lebih dulu sadar kalau mata manusia itu bekerja lebih baik saat siang hari atau dengan sinar artifisial dibandingkan saat gelap atau dengan cahaya lampu yang tidak konsisten. Kegelapan bukanlah ancaman nyata, melainkan cahaya yang tidak konsisten. Misalnya: elu jalan di belakang gedung atau gang sempit dan ada cahaya lampu, satu titik lampu. Di seberang ada tempat sampah dan di baliknya ada bayangan gelap. Elu mungkin bisa lihat kalau ada orang berdiri disitu tapi elu nggak bisa lihat apa yang ada di tangannya karena tertutup bayangan. Bayangkan elu menyebrangi parkiran di sebuah mal atau saat elu hendak berkunjung ke tetangga. Kondisinya tidak begitu gelap. Masalahnya adalah cahaya yang tidak konsisten.

Mata elu bisa menyesuaikan dengan gelap atau dapat menyesuaikan diri dengan terang, tapi sangat jarang mereka bisa melakukan keduanya bersamaan. Kita semua sadar mata bekerja lebih baik saat terang, jadi kita butuh sumber cahaya, atau senter, untuk membantu menerangi sudut-sudut gelap. Gue yakin nanti bakal ada ahli atau petugas yang bilang ke gue kalau gue salah, tapi elu harus tahu: selama 30 tahun itu bekerja baik buat gue – kalau gue mau ke tempat gelap, gue bakal nyalain lampu/ senter!

“Bentar Dave, elu menyerahkan keuntungan elu yang tersembunyi dalam gelap.” Keuntungan apa yang gue dapat dalam gelap? Gue sadar waktu jadi penegak hukum bahwa 80 persen lebih, kalau elu bisa buka pintu dan melambaikan tangan ke atas, kemungkinan besar elu akan mendapatkan tombol lampu. Saat memeriksa tempat usaha, gudang, atau rumah untuk mencari pencuri atau apapun kasusnya, lambaikan tangan elu, nyalain lampunya dan mata elu bener-bener bisa melihat dengan amat sangat jelas. Gue gak bakalan ngandelin cahaya senter temaram, yang bahkan nggak seterang senter-senter sekarang.

Kami juga tahu kalau kita memiliki tersangka di sebuah tempat, kita bisa menyalakan lampu dan bisa mengejar mereka dengan tepat, karena mereka akan mencari tempat gelap. Mereka merasa lebih aman di tempat gelap karena mereka kriminil. Kita bisa menyalakan lampu dan bisa mengejar mereka ke ruangan dimana kita menginginkan mereka sejak awal untuk menahan mereka. Cara berpikir semacam itu sangat kontras dengan yang banyak diajarkan di sekolah-sekolah tadi.

Rob:Banyak orang bilang elu bakal rugi, tapi elu bilang kalau hal itu akan menyamakan permainan. Bahkan tadi elu bilang, elu bakal punya kendali saat lampu menyala dan apa yang udah elu siapin saat itu terjadi.

Dave: “Dave, elu berdiri dalam gelap dan punya kemampuan menggunakan lampu tepat di wajah mereka.” Itu baik dan berguna kalau elu tahu dimana mereka berdiri, tapi gimana elu bisa nyorotin wajah mereka kalau elu nggak tahu dimana mereka berdiri? Dengan menyalakan lampu, gue ada di dalam gelap karena kegelapan ada di belakang gue dan bukannya lampu di belakang gue dan menampakan siluet gue. Kalau gue nyalain lampu, khususnya kalau areanya luas seperti gudang atau ruang kantor besar, sekarang gue bisa menggunakan mata gue sebagaimana Tuhan menciptakan mereka: dalam cahaya! Mata tidak dirancang untuk dipakai dalam gelap. Kita tidak terlalu bagus di dalam gelap.

Rob: Tidak perlu kegelapan atau lampu, tapi waktu transisinya yang masalah. Gue inget waktu kecil Bokap gue sering cerita soal rods and the cones*.

Dave: Persis, dan semua orang tahu. Hal ini bukanlah ilmu roket. Elu menyesuaikan diri sangat lambat dengan gelap. Butuh 20 - 40 menit, tergantung umur, elu perokok atau bukan, dan juga hal lain, tapi mata elu menyesuaikan diri dengan cahaya cukup cepat. Elu mungkin berkedip, tapi elu melihat cukup cepat dalam cahaya. Gue akan ngelakuin apa aja demi terang kalau ada kesempatan. Di pemberhentian lalu lintas selaku polisi kita punya floodlights, takedown lights, dan light bar untuk menerangi, karena kita bekerja lebih baik di bawah cahaya.

Elu harus inget bahwa senter, saat elu nyalain, menerangi area dimana elu berada. Penjahat sadar kalau senter pasti ada dekat orang. Kalau elu penjahat yang bersembunyi dalam gelap dan ada orang datang dan menyalakan senter, elu pikir kemana mereka akan membidik kalau mereka memutuskan untuk menembak?

Rob: Hmmmm… gue pikir?

Dave: orang bilang, butakan mereka dengan cahaya dan mereka punya senter yang bisa strobing. Kalau elu pernah coba berdiri di belakang senter semacam ini, saat strobing, elu juga bakal silau. Seperti diskotek tahun 70-an. Inilah contoh dimana kita berlatih untuk aturan orang-orang baik. Kami tidak akan menembak kalau kami tidak tahu apa yang ditembak. Orang jahat bisa melihat kami datang dengan lampu strobe seharga $300 untuk menyinari ruangan. Mereka cume perlu mengambil pistol 9mm berisi 15 peluru, menerangi area itu dan menembak ke segala arah. Gue gak bermaksud merendahkan program pelatihan apapun, tapi menurut gue banyak dari hal ini tampak lebih keren, sangat sulit dan terlalu bergantung pada alat-alat.

Rob: Jadi menurut elu, taktik terbaik pencahayaan rendah atau pencahayaan umum, adalah menambahkan sebanyak mungkin cahaya karena mata akan menyesuaikan diri dengan hal tersebut lebih cepat.

Dave: Tepat, terangi saja. Itulah cara kerja mata kita dan hanya gunakan senter saat elu benar-benar butuh.

Rob: Sekarang, senter bisa menyebabkan disorientasi dan juga membutakan sementara, bahkan saat dipakai di bawah cahaya.

Dave: Ini bukan hal baru. Di tahun 70-an kita mengenal lampu Kell dan B-lights dan senter seukuran pipa knalpot, yang kalau elu nyalain di depan mata orang akan membuat mereka berkedip dan juga membuat mereka memalingkan kepala. Kami juga menyadari bahwa tidak butuh waktu panjang sebelum mereka kembali mendapat orientasi dan bisa merespon. Soal menyilaukan mata bukanlah hal baru, tapi ingat kalau hal itu hanya sementara. Itu hanya hal membuat orang kehilangan orientasi supaya elu bisa ngelakuin hal lain. Lampu di mata mereka sendiri gak membuat mereka menyerah dan berhenti.

*) rods and the cones = terkait soal kornea mata, lihat info lebih dalam disini : http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/vision/rodcone.html

to be continued . . .
jchristie - 04/01/2012 09:08 PM
#3
Bagian 2
Rob: Katakanlah seorang pria berjalan saat malam, baru saja selesai makan malam bersama keluarganya dari sebuah restorn. Tiba-tiba ada orang jahat melompat dari kegelapan. Pria tadi sedang menyalakan senternya. Orang ini juga punya senter di dekat magazine (tempat peluru) dan juga memiliki senjata api. Apa yang akan mereka lakukan dengan senter tersebut? Mereka terancam. Pada situasi semacam itu, mereka tidak akan menggunakan senter terlebih dahulu.

Dave: Jika mereka sedang berjalan-jalan dengan keluarga dan mereka tengah jalan-jalan santai menikmati udara malam, yang gue tahu dari pengalaman, dan mungkin juga dengan kebanyakan orang yang gue kenal, senternya mungkin tidak akan digunakan, dan tidak akan terlalu banyak berguna karena mereka khawatir akan adanya serangan. Mereka hanya akan menggunakan senter saat mereka benar-benar tidak bisa melihat apapun. Jika keadaannya gelap, atau jika mereka mendengar adanya suara di sekitar, mereka dapat menggunakan senter untuk melihat apa yang ada di sudut yang gelap tersebut.

Kalau memang ada orang jahat muncul, mereka bisa saja menyalakan senter itu dan coba menyilaukan mata penyerang itu, namun kini mereka hanya punya sepersekian detik. Mereka harus segera memiliki rencana lain, karena gue gak peduli berapa lumens senter tadi, orang jahat tadi tidak akan lantas memegang mata mereka sambil berteriak kesakitan. Mereka akan memalingkan muka mereka! Mereka akan berkedip, lalu kemudian mereka akan melakukan sesuatu. Jadi elu cuma punya dua, tiga, atau lima detik untuk mempersiapkan langkah selanjutnya. Senter tadi cuma memungkinkan elu bersiap lebih dulu dibandingkan dengan respon mereka.

Elu sebaiknya siap bertindak. Jika tidak ada rencana, segera tinggalkan tempat tadi supaya kalau mereka mencarimu, elu udah ada di tempat lain. Sekarang elu sudah menambahkan sedikit waktu reaksi, tapi bersiaplah untuk mengkonfrontasi mereka, serang mereka, tembak mereka, atau apapun yang dirasa tepat atau masuk akal tergantung dengan situasi yang ada. Senter itu sendiri adalah alat untuk membuat disorientasi. Senter bukanlah alat dalam artian dapat melumpuhkan atau merubuhkan orang.

Rob: Saat elu tertekan atau terancam, senter hanyalah alat sementara, tapi waktu elu udah siap dengan senter, itu bisa membantu kesiagaan elu dan menjaga orang untuk menjauhi elu karena sadar bahwa elu siaga dan siap menghadapi mereka.

Dave: Persis.

Rob: Gue bukannya mencoba menyelami pikiran orang jahat, tapi kalu gue yang sembunyi di kegelapan, gue akan bilang kalau orang yang bersiaga saat berjalan dan menggunakan senter sepertinya bukan target yang bagus.

Dave: Senter yang elu punya itu seperti senjata. Barang itu siap untuk digunakan. Sudah siap. Elu udah bersiap menggunakannya untuk bertindak. Kalau senter itu ada di saku atau di tempatnya dimana saja elu bisa ngambil senter itu, atau secara mendasar dapat meraihnya seperti elu menarik senjata elu. Hal yang bagus, tentang sebuah senter dibandingkan dengan sebuah senjata adalah kalau elu pegang senter, hal itu tidak akan dipandang aneh. Orang takkan curiga. “Dia punya senter, terus kenapa?”

Rob: Hal itu bisa diterima secara sosial.

Dave: Elu bisa pegang senter di tangan setiap saat dan gak ada seorangpun yang akan meributkannya. Kalau mereka berkata “Hei, elu pegang apaan sih??” “Senter. Gue barusan beli, keren ya.” Gak ada seorangpun yang peduli. Kalau elu butuh, pow! Teken tombolnya, arahkan pas di mata, lalu elu segera rubah posisi, siap bertindak, atau mendahului rangkaian aksi mereka dan bisa melakukan banyak hal, tapi sekali lagi, elu harus menyiapkannya di tangan elu. Elu harus udah memprogram apa yang akan elu lakuin kalau hal ini terjadi. Lalu, kita kembali lagi ke masalah cara berpikir/ mindset.

Nah kita akan selalu kembali ke cara berpikir kan?

Rob: Setuju, juga kesiapsiagaan. Saat kita berbicara dengan Keith, dia menyebutkan adanya tiga kaki yang dimiliki penyerang, dan salah satu dari ketiga kaki tersebut adalah stealth/ ketersembunyian.

Dave: Betul.

Rob: Elu bisa mengambil elemen ketersembunyian itu dari mereka dengan menggunakan senter saat dimana elu gak membutuhkannya. Mungkin elu lagi jalan-jalan di malam hari dan elu sekedar menyoroti bayangan. Elu udah ngeluarin senter dan elu sedang menggunakannya. Mungkin elu mengarahkannya ke tanah di depan elu sambil berjalan, tapi hanya dengan menggunakannya saja, itu menunjukan bahwa alat itu ada. Penyerang akan sadar kalau dia tidak akan bisa mendekatimu tanpa memperlihatkan dirinya terlebih dahulu.

Dave: Setiap penyerang memiliki sejumlah rencana di kepala mereka. Mungkin rencananya bisa jadi sangat formal atau informal. Bisa jadi bahkan tidak terlalu terstruktur, tapi dia punya sesuatu di kepalanya yang akan dia lakukan, dan apa saja yang akan elu lakukan untuk mengganggu rencana itu, untuk mengganggu proses berpikirnya, secara mendasar mengurangi kemampuannya untuk bertindak, akan memberikan keuntungan untuk elu. Kalau elu bisa ngelakuin hal yang tidak dia duga, elu akan jauh lebih siaga untuk merespon suatu ancaman. Intinya adalah melakukan hal yang tidak terduga.

Rob: Kita udah obrolin soal doktrin umum penggunaan cahaya. Gue pribadi berpikir kalau yang paling baik adalah memakainya untuk menjauhkan para penyerang, paling tidak di tangan orang-orang sipil. Kita tahu kalau kita ingin sebanyak mungkin sinar. Itu membuatnya lebih mudah. Gue yakin banyak orang ingin tahu opini elu soal senter yang nempel di senjata/ firearm-mounted lights?

Dave: Itu sebenernya hanya suplemen untuk senter tangan. Gue paham kalau di komunitas hamba hukum dan warga sipil bersenjata ada keinginan untuk memasang senter di senjata mereka. Memang itu alat yang bagus dan nyatanya memungkinkan kedua tangan kita untuk tetap menggenggam pistol atau revolver(ada beberapa revolver yang menyediakan sistem rel sekarang). Elu bisa pakai kedua tangan di senjata untuk menembak. Tapi, elu harus inget kalau kemanapun elu arahin itu senter, elu juga ngarahin moncong senjata ke apapun yang elu nggak mau tembak, bunuh, atau hancurin.

Dengan hal tersebut, senter tangan bisa diarahkan ke arah yang tidak bisa dituju oleh senter yang terpasang di senjata. Senter senjata, buat gue, adalah sama halnya kalau kita pasang di shotguns, SMG, dan sekarang carbines. Itu merupakan pelengkap senter tangan. Elu bisa lakuin lebih banyak hal dengan sebuah senter tangan. Ada beberapa hal yang bisa elu lakuin dengan senter tangan yang nggak bisa elu lakuin dengan senter senapan. TAPI, senter senjata punya keuntungan karena elu bisa pakai kedua tangan di senjata elu. Elu bisa nembak saat pakai senter tangan, tapi gue gak peduli posisi apapun yang elu gunain, elu tetep bakal nembak dengan satu tangan, karena tangan pendukung elu pakai buat pegang senter.

Rob: Gue juga perhatiin kalau senter yang terpasang di senjata, omong-omong, bener-bener mencakup area lebih luas daripada area yang dijangkau oleh moncong senapan. Gue sangsi kalau gue butuh itu untuk mencari sesuatu …

Dave: Bisa aja sih, tapi tetep aja elu tetep harus mengarahkan moncong senapan ke satu arah, bahkan dengan cipratan cahaya dari senter. Kalau elu lewat sebuah lorong dan ekor mata elu menangkap sesuatu dengan cahaya senter, menurut elu apa yang bakal elu lakuin?

Rob: Arahin moncong senjata gue kesitu.

Dave: Elu bakalan membidik kea rah itu dan bisa jadi itu anak elu atau bisa juga seorang pencuri. Jadi ide di balik senter tangan adalah supaya elu bisa memecah belah dan menguasai.

Rob: Berguna nggak sih kita punya holster khusus dan harus berurusan dengan senter senjata hanya untuk situasi terbatas dimana hal tersebut sangat berguna?

Dave: gue pikir sih senter senjata untuk pistol perlindungan rumah bisa jadi ide yang bagus. Untuk senjata yang elu taruh di laci samping ranjang atau dimanapun. Elu bisa jadi buka pintu atau mendorong anggota keluarga untuk mencari jalan dan butuh tangan yang bebas. Faktanya, saat konflik, apakah ada waktu dimana elu bersedia mengarahkan moncong senjata elu ke orang tidak dikenal hanya untuk menyinarinya? Ya, kita harus realistik. Kalau kita lihat aturan keselamatan senapan elu gak pernah boleh lakuin itu, tapi saat konflik bersenjata mungkin akan ada saat dimana elu bersedia mengarahkan pistol juga senter itu ke hal-hal yang elu nggak 100% tahu, apakah hal tersebut merupakan ancaman atau bukan.

Gue gak mau bilang jangan pernah bilang gak pernah, tapi gue piker aturan umum senter tangan memberikan elu lebih banyak pilihan dibanding senter senjata. Tapi lagi-lagi, gue bakal jadi orang pertama yang bilang ke elu bahwa senter senjata, khususnya untuk senapan laras panjang, merupakan suplemen yang bagus untuk senter tangan.

to be continued . . .
jchristie - 04/01/2012 09:48 PM
#4
Bagian 3
Rob: Kalau elu bayangin beberapa situasi tadi, elu berpikir di depan apa yang mungkin terjadi, apa yang akan elu lakuin. Ada banyak sekali situasi dan elu bakal merasa seperti bermain tebak-tebakan. Mana yang paling mungkin terjadi? Situasi apa yang paling mungkin gue hadepin? Adakah yang jadi penghalang atau justru bisa membantu? Sebanding enggak dengan kerepotan yang ditimbulkan? Ada sejumlah pertanyaan yang masing-masing harus elu pikirin buat elu sendiri. Tergantung dimana elu tinggal, dimana elu bakal gunain senter elu, atau sejumlah besar hal lain. Elu harus perkirakan kira-kira berguna enggak buat elu. Elu gak bakal mikirin senjata tersembunyi, tapi elu bakal milih senjata tangan untuk perlindungan dalam rumah, senapan atau shotgun? Sesuatu yang elu pikir akan menjadi tambahan yang baik untuk sebuah senter tangan?

Dave: Pasti! Untuk satu senjata dimana senjata itu kemungkinan akan tinggal di satu tempat sepanjang waktu. Pistol organik polisi, senjata perlindungan rumah, senjata tangan SWAT, senjata-senjata semacam itu. Mungkin bukan ide bagus untuk memindah-mindahkan senjata itu karena elu gak bakal tahu kapan elu butuh itu senjata. Percayakan kepada senjata api dimana senjata itu bisa elu tinggalin. Seperti elu bilang tadi, simulasikan layaknya permainan perang-perangan. Elu berpikir jauh di depan, itu bagus. Apa kemungkinan yang bisa gue lakuin dengan senjata ini? Apa yang bakal gue lakuin dengan senjata ini? Kalau situasinya adalah salah satu dimana senter bisa nempel bersama dengan senjata sepanjang waktu, bisa jadi itu adalah aksesoris yang berguna. Kalau situasinya adalah lepas-pasang, itu bukan aksesoris yang bagus. Senter tangan akan jadi pasangan yang lebih baik khusus untuk senjata itu.

Rob: Gue tahu ini gak selalu berhubungan dengan senter, tapi kalau elu punya kesempatan, pastikan elu keluar dan coba menembak di kondisi cahaya rendah. Pastikan situasinya bisa terkendali, tapi elu harus setidaknya memastikan seperti apa keadaannya. Lihat bagaimana pandangan elu di kondisi seperti itu. Pastikan bahwa sistem pencahayaan yang elu punya, juga intensitas pada warna yang berbeda, tidak akan mengurangi atau membuat pandangan elu terganggu. Jika hal tersebut adalah yang elu pikir bisa lakuin di rumah di malam hari, pastikan elu sudah mengaturnya sedemikian rupa. Tidak harus malam atau siang, tapi pastikan bahwa hal tersebut adalah hal yang bisa dilakukan pada situasi malam hari dengan cahaya lampu warna putih dan kuning ultra terang pada target. Cara mengetahuinya adalah dengan keluar dan mencobanya.

Dave: Betul dan gue perlu memperingatkan para pembaca kita, jangan hanya pergi ke lapangan tembak, matikan lampu, taruh target, dan menembak. Itu bukan realitas. Elu perlu pergi ke tempat lain dimana elu bisa melemparkan sebuah road flare, dan elu harus punya sumber cahaya di belakangmu, dan mungkin lampu dari kendaraan elu yang diarahkan ke jurusan, karena itulah kenyataannya. Bukan masalah apakah konsisten terang atau konsisten gelap, tapi adalah inkonsistensi cahaya yang akan jadi masalah terbesar buat elu karena elu nggak bisa menyesuaikan diri dengan kedua kondisi itu. Mata elu bisa melihat lebih baik saat ada cahaya, and elu akan gunain cahaya putih saat itu tersedia, dan elu bakan gunain cahaya putih itu di kantong-kantong tersebut saat gelap. Disitulah cahaya putih akan masuk. Itulah yang penting.

Rob: Emang berapa sih statistik klise pertarungan senjata yang terjadi di malam hari atau saat pencahayaan rendah?

Dave: Tiga dari empat kejadian

Rob: Luarbiasa.

Dave: Ya. Itu kalau kita bicara statistik dari penegak hokum. Pahami kalau ini diambil dari statistic jumlah penegak hokum yang terbunuh. Artinya kerugian di kalangan penegak hukum. Pada statistik itu, 3 dari 4 kejadian terjadi saat kondisi cahaya rendah atau tidak konsisten, dan sekurangnya 45% dari keseluruhan kejadian ada lebih dari satu tersangka yang terlibat. Gue pikir gak akan terlalu berbeda kalau kita bicara jumlah orang sipil yang menghadapi serangan criminal, karena kalau kita bicara jujur. Pelaku kriminal bertindak di saat dimana mereka pikir mereka bisa kabur dengan cepat. Kegelapan membuat mereka jauh lebih sulit ditangkap, jadi saat itulah dimana mereka akan bertindak. Mereka akan merasa lebih nyaman di kegelapan.

Warga bersenjata atau penegak hukum harus menyiapkan diri mereka sendiri supaya mereka tidak merasa tidak nyaman di kegelapan. Hal tersebut akan membutuhkan beberapa pembiasaan baik dalam pikiran dan dalam persiapan pribadi, tapi hal tersebut bisa dilakukan. Gue gak terlalu takut gelap. Gue habisin sebagian besar karir kepolisian gue saat giliran tugas malam jadi hal itu nggak terlalu mengganggu gue. Dengan alasan sama, gue tetep pake taktik yang sama, gue selalu bawa alat untuk mengurangi atau untuk aplikasi cahaya yang tidak konsisten dengan gampang.

Rob: Yang tadi elu bilang soal penyerang lebih dari satu adalah contoh dimana elu punya sumber cahaya lebih dari satu.

Dave: Persis, karena elu hanya bisa ngadepin orang ini dan melihat cahaya di arah lain. Gue gak tahu siapa yang pertama kali bilang, tapi gue kenal Clint Smith dari Thunder Ranch yang mempopulerkan dengan bilang “one is none and two is one” (satu bukan apa-apa dan dua adalah satu). Yang dia omongin sebenernya adalah kemungkinan alat untuk gagal di saat elu paling perluin. Punya dua barang, adalah ide bagus. Layaknya seorang polisi yang punya pistol dinas tapi dia juga punya senjata cadangan. Oke, dia mungkin punya senter yang nempel di senjata tapi dia juga punya senter tangan. Punya dua untuk setiap barang yang dianggap penting mungkin merupakan ide yang bagus. Jika salah satu gagal, dan tentunya Murphy masih hidup dan dia tidak punya rasa humor, elu bakal punya cadangan di saat kejadian kritis.

Rob: Meskipun gagal, hanya berpikir atas fakta bahwa elu punya satu untuk mengendalikan seseorang atau menjaga mereka di pelabuhan atau menyinari sesuatu, dan ada orang lari di sekitar situ, elu gak bakal kepikiran untuk ninggalin orang itu di dalam gelap, memberikan mereka keuntungan, secara mendasar, dan menemukan orang lain ini. Jadi senter itu secara mendasar sudah tidak berguna.

Dave: Gue berharap gak pernah berada dalam situasi dimana gue menahan orang di pelabuhan dengan senter yang menempel pada senjata gue dan menggunakan senter tangan gue untuk mencari orang lain di arah lain.

Rob: Apakah sebaiknya elu lari?

Dave: Pikir apa yang dibutuhkan untuk membagi perhatian seperti itu. Gue gak bilang itu gak bakal terjadi, tapi kalau ngomongin skenario terburuk mungkin itu salah satunya.


to be continued . . .
jchristie - 05/01/2012 12:35 AM
#5
Bagian 4
Rob: Ada hal lain yang perlu kita bahas, mungkin ngomongin soal cahaya rendah dan ngomongin soal senter?

Dave: Itu seperti hal lain juga. Kita tidak akan banyak ngomogin peralatan karena peralatan takkan memenangkan pertarungan, TAPI memiliki peralatan yang bagus sangatlah berharga. Memiliki sebuah senter, satu yang bisa elu andalin. Gue gak terlalu suka senter dimana tail cap-nya bisa dipakai untuk beberapa hal. Momentary on or off dengan tombol tekan, putar tail cap untuk nyala konstan. Dua fungsi berbeda untuk dua hal berbeda. Sederhana, langsung.

Gw enggak suka harus memencet dan memutar satu benda untuk melakukan satu hal, putar dua kali untuk melakukan hal lain. Elu gak bisa ngelakuin itu di bawah tekanan. Jadi, belilah senter bagus dan mudah digunakan. Lumensnya tinggi. Berapa banyak lumens yang elu butuhin? Gue bilang dengan lumens 70 ke atas sudah cukup. Apa lumens 100 atau 200 lebih bagus? Mungkin, tapi elu juga harus ingat, kalau elu punya senter 200 lumens dan elu masuk ke ruang tidur berukuran 6 x 6 meter dengan dinding putih, apakah 200 lumens tadi berlebihan? Tentu saja. Ingatlah selalu apa yang elu ingin capai.

Gue cenderung pakai senter kompak dengan kurang lebih 100 lumens.Sumber cahayanya dari LED jadi kalaupun jatuh, gak akan pecah layaknya bohlam. Gue udah pernah ngalamin beberapa kali waktu masih pakai senter lama dengan bohlam. Gue inget satu kejadian waktu gue sedang merangkak mencari tersangka kasus narkoba. Gue lupa persisnya apakah senter itu kepentok sesuatu, tapi pastinya senter itu jatuh. Langsung ke lantai dan putuslah bohlamnya dan gue langsung kehilangan sumber cahaya. Kontan, elemen kejutan yang tadinya gue punya langsung lenyap. Gue suka senter LED karena mereka tangguh dan bandel. Mereka bisa disiksa dan sangat terang dengan Cree LED. Gue pilih yang simple. Gue pastiin senter itu terang, gampang dipakai, gampang dibawa. Sederhana itu baik!

Rob: Gue gak tahu apakah ini adalah sesuatu yang dilakukan oIeh orang lain juga, tapi gue orangnya pelit dan gue gak suka mengganti baterai selama mereka masih bisa dipakai, tapi akhirnya gue memaksakan hal tersebut. Gue tandai kalender gue jadi sekali setiap dua bulan gue bakal ingat untuk mengganti semua baterai yang gue pakai di alat bidik gue, senter senapan gue, dan juga senter yang gue pakai untuk pertahanan diri, memastikan bahwa semua baterai terisi penuh dan siap pakai. Tentu saja tidak harus dua bulan. Beberapa orang mungkin akan berkata,”Wah, itu sih kelamaan.” Beberapa mungkin mengaturnya untuk tiga bulanan. Apapun, pastikan bahwa setidaknya elu memeriksa baterai dan memastikan bahwa elu punya baterai yang siap pakai.

Dave: Tentu, dan khususnya untuk senapan panjang, sangatlah mudah untuk menyimpan baterai cadangan pada senapan itu, pada pegangan AR (Assault Rifle = senapan serbu), atau dimana saja yang memungkinkan. Untuk senjata genggam, elu bisa menyimpan baterai cadangn dimana elu menyimpan senjata genggam elu dengan sebuah senter senjata. Gue punya senter yang gue simpen di mobil, jadi ge juga punya baterai cadangan di mobil gue itu. Gue piker hal yang terpentng adalah bahwa elu tidak mengabaikannya, bahwa elu memonitor daya yang tersimpan di baterai elu. Dengan baterai lithium, memang harganya agak mahal tapi mereka punya umur simpan sampai kurang lebih 10 tahun. Sekarang kita punya baterai AA lithium dan baterai menjadi semakin baik saja. Gue pernah denger ada ucapan elu gak bakal mau percaya baterai, tapi itu omong kosong.

Rob: Percaya tapi tetap lakukan verifikasi.

Dave: Alat pacu jantung yang ada di dalam dada kakek kita bisa kehabisan baterai. Mobil yang kita pakai tiap hari, dalam cuaca cerah maupun hujan, juga bekerja dengan baterai. Elu bisa bergantung pada baterai. Elu Cuma ingin siap manakala mereka gagal berfungsi dan siap dengan penggantinya, tapi untuk bilang jangan percaya apapun terkait baterai. Elu HARUS percaya. Kita ngelakuin itu setiap hari, sepanjang hari, setiap waktu.

Rob: Kalau elu punya anak apalagi, jangan biarkan mereka bermain dengan senter dan menghabiskan baterainya.

Dave: Tidak, jangan. Berikan senter murahan untuk mereka, mungkin dengan gambar Elmo. Biarkan mereka bermain dengan senter itu. JANGAN BIARKAN mereka bermain dengan peralatan elu yang lebih serius. Gue tahu mereka pasti merengek untuk mencobanya, TAPI jangan biarkan itu terjadi.

Rob: Benar. Gue ingat waktu kecil sering sekali mengambil peralatan militer punya Babe gue dan bermain dengannya. Elu tahu kan senter militer lama yang bentuknya seperti huruf L itu?

Dave: Ya, betul. Betul.

Rob: Kita sering banget bermain dengan senter itu, merubah-rubah filter warnanya, dan watu Babe gue bersiap berangkat untuk latihan militer, akhirnya dia harus mencaricari dan menemukan dimana saja perlengkapannya berada dan mencoba apakah mereka masih berfungsi, dimana penutupnya masing-masing berada, dll. Jauhkan peralatan dari tangan anak-anak sebisa mungkin, sebanyak keinginan mereka untuk bermain dengannya.

Dave: Betul sekali. Jangan pernah tunjukan senter di hadapan mereka. Simpan baik-baik dan jangan biarkan mereka melihat elu membawanya, dan mereka tidak akan merasa ingin tahu. Ini adalah peralatan yang bisa saja menyelamatkan nyawamu. Jelas bukan peralatan yang bisa mereka gunakan untuk bermain.

Rob: Elu bisa menjauhkan senjata dari anak-anak. Elu juga bisa lakuin hal yang sama dengan senter yang elu siapin untuk kapasitas yang kurang lebih sama.

Dave: Persis, dan kalau mereka secara tidak sengaja melihatmu dengan senter tersebut, bersiaplah untuk memberikan senter murahan mungil yang bisa mereka mainkan. Mereka tidak akan tahu bedanya. Mereka hanya tahu bahwa Ayahnya punya alat yang keren dan mereka ingin memainkannya. Berikan satu dan mereka akan senang. Ini pengalaman pribadi gue dengan tiga anak.

Rob: Gue ngobrol dengan seorang pembuat sarung beberapa minggu lalu dan dia bilang bahwa satu nama yang cukup terkenal di industry kita ini, baru saja membuatkan sebuah sarung. Sarungnya bisa memuat senter, magazin cadangan, dan juga senjata, TAPI dia juga memesan satu model dengan warna, model, dan semuanya yang sama persis, untuk anaknya. Gunanya untuk menyimpan pistol mainannya supaya dia bisa memiliki perlengkapan seperti Ayahnya.

Dave: Dia adalah Ayah yang baik dan sangat peduli dengan anaknya. Ya, itu bisa jadi solusi bagus.

Rob: Oke, gue rasa ini sedikit OOT, tapi gue rasa kita sudah membahas semua hal yang kita ingin bahas. Ada hal lain yang elu piker terlewat dari diskusi kita saat ini?

Dave: Tidak. Sebenarnya kita baru di awalan saja. Beberapa pendengar elu mungkin saja tidak setuju dengan pendapat gue, karena semua yang terkait dengan cahaya yang kurang dan memiliki pelatihn malam sangatlah banyak saat ini. Mereka bisa saja tidak setuju. Mereka mungkin berpikir bahwa beberapa teknik yang lebih keren bisa dipakai, dan tentu saja itu adalah keputusan mereka sepenuhnya. Gue berbicara dari pengalaman mencari orang yang benar-benar jahat di dalam gelap. Pertahankan kesederhanaan. Gunakan matamu sebagaimana mereka dirancang. Kalau elu bisa menjaganya tetap ringan, lakukan dan hanya gunakan senter saat elu butuhin. Gue piker beberapa aturan sederhana ini akan bisa dipakai sepanjang waktu.

Rob: Seperti yang elu bilang, ini bukan satu-satunya jalan. Inilah yang elu pelajari dari pengalaman. Gue baca beberapa waktu lalu dimana ada yang membahas tentang kecakapan mesin yang baik, atau hal-hal yang lebih rumit dan bagaimana beberapa instruktur akan mengabaikannya karena orang tidak akan mampu mengatasi hal ini di bawah tekanan. Kebanyakan orang tidak akan mampu, tapi ada beberapa orang yang bisa melakukannya. Ada beberapa orang uang bisa terus menerus berlatih sampai mereka bisa melakukan hal yang lebih rumit. Bukan bermaksud mengatakan kalau teknik-teknik yang rumit ini tidak akan berguna, tapi untuk kebanyakan orang teknik-teknik itu bukanlah yang terbaik. TEMUKAN APA YANG ELU BISA LAKUKAN. Dave, makasih banget untuk waktunya. Gue bener-bener menghargai itu.

END
embunrandu - 05/01/2012 11:48 AM
#6

Nice threads, semoga threads ini berkembang, dan bisa jadi tempat kita buat sharing knowledge soal daily scenario bukan hanya berkaitan dengan self-defence, namun juga makin mengakrabi apa yang dibilang tactical mainset, karena mau gak mau diakui atau tidak diakui, sebuah flashlight tidak akan lepas dari situ










[INFO] Senter sebagai alat perlindungan diri
CAMPIXS - 16/02/2012 07:09 PM
#7

Sebenarnya baik sekali kalo kita bisa gunakan senter sebagai self defence karna orang gak bakal heboh klo kita bawa2 senter di pinggang lain halnya kalo kita bawa pisau ataupun botton stick di pinggang,

berdasarkan pengalaman beberapa hari lalu saat gw futsalan tau2 ada kejadian temen gw di keroyok sama.tim lawan mau gaknmau gw harus nimbrung di saat gw gk siap dengan senter yg ada di tas, di saat itu terpikir buat punya senter 1xAA yg bisa di andalin cahayanya buat di clip di kantong celana atu ikat pinggang, buat nyinarin klo ada hal2 yg kayak td klo misal gw yg di keroyok, klo skenarionya gw sinarin trus gw pukul kepala tu orang pake bezel tu senter gw bisa jamin pasti bakal buat nyocor darah, tapi gw yakin juga itu gk bakal buat tu org langsung lumpuh yg ada dia pasti ngejar lagi kecuali ada yang ngelerai, trus ok ad yg ngelerai trus klo dia nuntut ke polisi pasti gw juga bakal kena karna.penganiyaan menggunakan benda, klo misalnya gw sinarin trus lari gw cuma ad seper sekian detik, iya klo ada orang yang bisa langsung nolong kalonkondisinya pas gak ada orang bisa2 di kejar lagi sama itu org, karna gw mikirgini kok jadinya kurang efektif ya SD menggunakan.senter, ada gk ya aksi2 taktikal yg bisa di lakukan setelah kita nyorotin mata mata tu oryang bisa buat dia lumpuh tapi gk buat cedera, gimana menurut pendapat suhu yang lain...?

Sorry belepotan, ngetik dari tabket soalnya...
jogjaraya - 16/02/2012 09:27 PM
#8

Info yang bagus. Tapi saya rasa skenario yang paling ideal untuk menggunakan senter sebagai self defense adalah di saat menghadapi tindak kriminal, seperti penodongan, perampokan dikejar2 maho / waria. Andaikata kita memukul mereka hingga babak belur, maka kita bisa punya alibi sebagai sebuah bentuk membela diri. dimana secara hukum hal tersebut di perbolehkan.
fabienne - 17/02/2012 12:47 AM
#9

Quote:
Original Posted By jogjaraya
Info yang bagus. Tapi saya rasa skenario yang paling ideal untuk menggunakan senter sebagai self defense adalah di saat menghadapi tindak kriminal, seperti penodongan, perampokan dikejar2 maho / waria. Andaikata kita memukul mereka hingga babak belur, maka kita bisa punya alibi sebagai sebuah bentuk membela diri. dimana secara hukum hal tersebut di perbolehkan.


langkah pertama sih lari dulu bro,
KadalNakal - 17/02/2012 09:16 AM
#10

Quote:
Original Posted By fabienne
langkah pertama sih lari dulu bro,


Setujuh sama Om Fabienne, selama belum mengancam jiwa & masih bisa kabur mending pakai jurus langkah seribu aja...
Buat saya senter ntu termasuk barang berharga, sama kayak HP, Laptop, atau gadget lainnya. Kalau apes ketemu preman (takuts), yg ada senternya saya sembunyiin terus tengok kiri-kanan cari exit yg aman...ngacir:
Gak rela senterku yg mahal harus rusak gara2 dipakai buat getok preman slebor...hammers

kalau buat aparat hukum yg senternya notabene barang inventaris, gak masalah lah dipake buat lempar maling atau jadi baton berantem, lha bukan duit dia kok.
fabienne - 17/02/2012 12:53 PM
#11

Quote:
Original Posted By KadalNakal
Setujuh sama Om Fabienne, selama belum mengancam jiwa & masih bisa kabur mending pakai jurus langkah seribu aja...
Buat saya senter ntu termasuk barang berharga, sama kayak HP, Laptop, atau gadget lainnya. Kalau apes ketemu preman (takuts), yg ada senternya saya sembunyiin terus tengok kiri-kanan cari exit yg aman...ngacir:
Gak rela senterku yg mahal harus rusak gara2 dipakai buat getok preman slebor...hammers

kalau buat aparat hukum yg senternya notabene barang inventaris, gak masalah lah dipake buat lempar maling atau jadi baton berantem, lha bukan duit dia kok.


Saya sendiri pernah mengalami dirampok wkt berhenti di depan rumah teman wkt jam 7 malam. Berhubung terjepit yang dijadiin senjata itu seadanya. Kamera saku Canon yang ada dalam case lowepro itu diayunkan kayak slingshot gitu untuk jaga jarak. alhasil tetap kena rampok tas kakakku plus beberapa jahitan. Sampai di UGD RS terdekat dibilang beruntung kena lecet saja (kulit tersayat gobang) karena dua hari sebelumnya nenek umur 60 tahun disabet gobang hampir putus tangannya.
narawangsa - 29/02/2012 01:58 PM
#12

panjang banget tulisannya....gan
tapi kelar juga bacanya heheheheee..
btw nice info gan...cendols cendols
Mc Gyver - 29/02/2012 03:28 PM
#13

hmm......senter buat ngegetok maling???? kalao ane pake senter cap macan 3 batre gede yg biasa dipake hansip buat ronda sih oke aja gan. Gak sayang dipakenya dan yakin tuh senter mumpuni buat hal begitu (batre ukuran gaban 3 biji gan, bayangin aja hammers )

tp kalo pake senter mahal buat ngegetok kayaknya adalah option kesekian deh. Yg kemungkinan akan digunakan adalah menggunakan cahaya senternya yg cukup terang itu buat ngejutin lawan. Dgn cahaya 200 lumen itu bisa bikin orang kaget dan buta sesaat kurang lebih 2-3 detik lah dan itu cukup bagi kita buat lari menjauh, atau saat lawan terbutakan kita bisa kabur atau rampas senjata lawan atau ambil batu/senjata lain buat ngebantai lawan.
Must Seagate - 01/03/2012 05:35 PM
#14

Kadang kalau lagi bawa ini jadi kebayang misalnya ketemu bad guy trus tak gejros pakai ini, setelah sebelumnya tak senterin matanya biar blind for a second . . o

Spoiler for
[INFO] Senter sebagai alat perlindungan diri
KadalNakal - 05/03/2012 11:33 AM
#15

Quote:
Original Posted By Must Seagate
Kadang kalau lagi bawa ini jadi kebayang misalnya ketemu bad guy trus tak gejros pakai ini, setelah sebelumnya tak senterin matanya biar blind for a second . . o

Spoiler for
[INFO] Senter sebagai alat perlindungan diri


Bad guy ketemu bad guy donk...takut
Kalau berdarah-darah bukannya malah jadi panjang urusannya...
Setahu saya hukum negeri kita rada ambigu tentang self defense ini...
karl - 06/03/2012 08:39 PM
#16

dopost
kepik.blitar - 16/03/2012 06:57 PM
#17

akhirnya di bahas jg senter sebagai salah satu opsi SD\)

menurut saya
di akui atau tidak senter dengan crenelated bezel tetap menjadi pilihan terbaik bagi yang berjiwa taktis
-----
setuju sama mas sigit di bawah ini.
sugeng dalu masbeer:
Quote:
Original Posted By Must Seagate
Kadang kalau lagi bawa ini jadi kebayang misalnya ketemu bad guy trus tak gejros pakai ini, setelah sebelumnya tak senterin matanya biar blind for a second . . o

Spoiler for
[INFO] Senter sebagai alat perlindungan diri
aller - 18/03/2012 03:30 PM
#18

Quote:
Original Posted By fabienne


langkah pertama sih lari dulu bro,


setuju, gak peduli bisa beladiri atau apa, mendingan lari dah....
denys09 - 18/03/2012 04:11 PM
#19

Quote:
Original Posted By Must Seagate
Kadang kalau lagi bawa ini jadi kebayang misalnya ketemu bad guy trus tak gejros pakai ini, setelah sebelumnya tak senterin matanya biar blind for a second . .


Spoiler for :


haha,
baru tau ada jenis senter begituan matabelo:
bobby8081 - 30/03/2012 02:08 AM
#20

thanks infonya juragan ,infonya bermanfaat
Page 1 of 2 |  1 2 > 
Home > LOEKELOE > ACTIVITY & HOBBY > Lampu Senter/Flashlight > [INFO] Senter sebagai alat perlindungan diri