Inspirasi
Home > LOEKELOE > LIFESTYLE > Inspirasi > Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri Sendiri
Total Views: 12498 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 15 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

kwl3j - 16/02/2009 08:03 PM
#61

Thank's buat nasehat-nya..

beer:beer:beer:
tubak13 - 17/02/2009 05:07 PM
#62

wuuiiihh bagus bagus emang....
TheImazinations - 20/02/2009 12:39 AM
#63

Quote:
Original Posted By 10001
setuju banget...
tp ngejalaninnya susah...


Setubuh ganbeer:
keledai18 - 22/02/2009 01:26 PM
#64

bagus...
bagus sekali...
sangat bagus sekali....
bang jay - 22/02/2009 09:45 PM
#65

numpang mikir
JuraganDuren - 22/02/2009 11:18 PM
#66

Siap pa!
Phoenyx - 02/03/2009 09:47 AM
#67

slmat pagii...ilovekaskus
chenceriya - 02/03/2009 12:47 PM
#68

kita sukses , hahah
[IMG]http://wonkie..dragon*adopters.com/[/IMG]
Phoenyx - 06/03/2009 12:40 PM
#69

sukses abis bro..ilovekaskus
rudal3131 - 07/03/2009 09:43 AM
#70
Menjual Dengan Kekuatan Emosi
Menjual Dengan Kekuatan Emosi
NYOTO MAS YANTO MAS RIDIN BEWOK KATA BU GITO.......JUMPENO BEWOKilovekaskusilovekaskusilovekaskus
Menjual Dengan Kecerdasan Emosi
Kalau mau memperbaiki kinerja penjualan, manfaatkan kecerdasan emosi. Penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus Anda miliki jika ingin meningkatkan penjualan secara dramatis.
Kecerdasan emosi dianggap penting karena 85 persen potensi sukses seseorang lebih disebabkan oleh kecerdasan emosi ini.
Faktanya, bila orang ingin membeli barang dari orang yang menimbulkan kelelahan emosi yang terkecil. Perbedaan hasil antara penjual yang kecerdasan emosinya tinggi dengan yang rendah sangatlah mencolok.
Ini sangat mudah dipahami karena seorang penjual yan tidak cerdas emosinya akan menggendong gangguan emosional itu dalam interaksi dengan pembeli. Ketika membeli dari penjual yang tenang, menentramkan, menimbulkan simpati, dan timbul rasa suka, pembeli itu akan cenderung membeli dari penjual ini.
Ada penjual yang sudah memiliki kecerdasan emosi tanpa menyadarinya. Namun banyak penjual yang bahkan tidak mengenal kecerdasan emosinya, apalagi menerapkannya. Akibatnya, kinerja penjualan mereka kurang menggembirakan.
Adalah fakta pula yang sering hinggap di benak pembeli, mereka merasa dimanipulasi atau ditipu, atau merasa terganggu oleh penjual yang memaksa-maksa pembeli untuk membeli barang. Kejadian ini menimbulkan ’antipati’ terhadap penjual.
Pembeli kadang hanya tutup mulut saja walaupun penjual sudah berbusa-busa menceritakan kebaikan, keunggulan, dan kehebatan produk mereka. Pembeli tidak bergeming. Penjualan gagal.
Ketika orang membeli sesuatu ada tingkat penilaian, keinginan emosional (kapan saya menginginkannya), kecerdasan (bila mereka mengetahui apa yang mereka bicarakan), dan pendekatan emosional (bila mereka tidak memaksa).
frendi - 07/03/2009 09:36 PM
#71

thanks very much...
Phoenyx - 08/03/2009 10:34 AM
#72

nice..ilovekaskus
treehugger87 - 09/03/2009 08:00 AM
#73

Quote:
Original Posted By rudal3131
Menjual Dengan Kekuatan Emosi
NYOTO MAS YANTO MAS RIDIN BEWOK KATA BU GITO.......JUMPENO BEWOKilovekaskusilovekaskusilovekaskus
Menjual Dengan Kecerdasan Emosi
Kalau mau memperbaiki kinerja penjualan, manfaatkan kecerdasan emosi. Penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus Anda miliki jika ingin meningkatkan penjualan secara dramatis.
Kecerdasan emosi dianggap penting karena 85 persen potensi sukses seseorang lebih disebabkan oleh kecerdasan emosi ini.
Faktanya, bila orang ingin membeli barang dari orang yang menimbulkan kelelahan emosi yang terkecil. Perbedaan hasil antara penjual yang kecerdasan emosinya tinggi dengan yang rendah sangatlah mencolok.
Ini sangat mudah dipahami karena seorang penjual yan tidak cerdas emosinya akan menggendong gangguan emosional itu dalam interaksi dengan pembeli. Ketika membeli dari penjual yang tenang, menentramkan, menimbulkan simpati, dan timbul rasa suka, pembeli itu akan cenderung membeli dari penjual ini.
Ada penjual yang sudah memiliki kecerdasan emosi tanpa menyadarinya. Namun banyak penjual yang bahkan tidak mengenal kecerdasan emosinya, apalagi menerapkannya. Akibatnya, kinerja penjualan mereka kurang menggembirakan.
Adalah fakta pula yang sering hinggap di benak pembeli, mereka merasa dimanipulasi atau ditipu, atau merasa terganggu oleh penjual yang memaksa-maksa pembeli untuk membeli barang. Kejadian ini menimbulkan ’antipati’ terhadap penjual.
Pembeli kadang hanya tutup mulut saja walaupun penjual sudah berbusa-busa menceritakan kebaikan, keunggulan, dan kehebatan produk mereka. Pembeli tidak bergeming. Penjualan gagal.
Ketika orang membeli sesuatu ada tingkat penilaian, keinginan emosional (kapan saya menginginkannya), kecerdasan (bila mereka mengetahui apa yang mereka bicarakan), dan pendekatan emosional (bila mereka tidak memaksa).


makasi bro.. beer:
MaXXimum^MaXX - 14/03/2009 03:28 AM
#74

i love this words, Tuhan tidak akan tinggal diam untuk membantu kita..thats a man
hands02 - 14/03/2009 06:24 PM
#75

saya sadar itu... tapi kita kadang sering sekali terlena. oleh karena itu baca inspirasi seperti ini setiap mungkin sedikit banyak membantu untuk mengingat kembali tentang jati diri sebenarnya. thx atas inspirasinya. Saya adalah salah satu orang yang sering terlena, dan teringat kembali jika sampai menemukan inspirasi seperti ini.beer:
berli86 - 14/03/2009 10:19 PM
#76

wejangannya kurang panjang euy,,,tapi nice
badak2008 - 15/03/2009 12:59 AM
#77

seeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeep
hans_mulyono - 29/03/2009 03:14 PM
#78

setubuh...
Liong33 - 30/03/2009 01:58 PM
#79

setuju pak wongso, character is destiny..
AnzaiYusuke - 01/04/2009 01:49 AM
#80

nice thread gan beer:
Page 4 of 15 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›
Home > LOEKELOE > LIFESTYLE > Inspirasi > Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri Sendiri