DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
Total Views: 200033 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 203 of 227 | ‹ First  < 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 >  Last ›

kucingkakus - 21/09/2012 04:43 PM
#4041

Quote:
Original Posted By lubeguka
......

sanad yang dicap sahih diatas oleh Bukhari berkaitan dengan matan yang menggambarkan perilaku salah satu nabi Allah mari kita buktikan secara sanad dulu, silahkan
.............

sebelum agan dan ane mau ngebahas soal sanad hadist, ada baiknya kita semua tahu, prinsip dasar QURANIST itu sifatnya Menerima hadist (!= QURAN) itu seperti apa?

note: kalau dalam diskusi kita diatas ane berkesimpulan kalau ente tidak menerima/menolak semua bentuk hadist (!=QUR'AN).
kabamania - 21/09/2012 06:32 PM
#4042

Quote:
Original Posted By kamuflase97
Iseng-iseng nanya lagi

bagaimana pandangan para quranist ttg konsep hijab, apakah sama dengan pandangan mainstream ?


salam,
ada dua pendapat kalangan quranist,
a. mengenakan jilbab seperti kalangan sunni, tapi tidak sampai kayak cewek afganistan.
http://zainabslounge.blogspot.jp/2010/03/womens-dress-code-as-in-glorious-quran.html
b. tidak mengenakan penutup kepala, karena penutup kepala itu diwajibkan untuk ajaran yahudi. golongan ini berpendapat pakaian yang digunakan itu harus moderat. mereka menggunakan frasa "apa yang biasa tampak". tentu saja aturan ini akan berbeda pada setiap kawasan atau wilayah.
http://e-bacaan.com/artikel_wanita.htm

semoga membantu.
lubeguka - 21/09/2012 07:08 PM
#4043

Quote:
Original Posted By kucingkakus
sebelum agan dan ane mau ngebahas soal sanad hadist, ada baiknya kita semua tahu, prinsip dasar QURANIST itu sifatnya Menerima hadist (!= QURAN) itu seperti apa?

note: kalau dalam diskusi kita diatas ane berkesimpulan kalau ente tidak menerima/menolak semua bentuk hadist (!=QUR'AN).


Pandangan ane tentang hadist hadist di luar Qur'an udah jelas dari kemaren kemaren..tidak bisa diterima sebagai hudan dan tidak bisa diimani karena mengandung faktor dzana.
Tidak usah bertele tele gan, langsung ke point Yb
ANUBIS.JAVA - 21/09/2012 07:15 PM
#4044

gan menurut pandangan quranist
lauful mahfuz tu apaan yak amazed:
lubeguka - 21/09/2012 07:58 PM
#4045

Quote:
Original Posted By ANUBIS.JAVA
gan menurut pandangan quranist
lauful mahfuz tu apaan yak amazed:


satu satunya petunjuk yang berkaitan ada di 85:21-22 bahwa Quran yang majid ada didalam lawhin mahfuzzh.

mungkin ini semacam tablets/luh luh yang dibawa musa hakikatnya tidak ada yang mengetahui. ada yang mengaitkan dengan kitaabin mubiin (6:59)(10:61)

tapi soal ini ane belum pelajarin bener gan takut salah, jadi ya masih ghaib buat ane
kabamania - 21/09/2012 08:00 PM
#4046

pernikahan di dalam alquran
1. ijin keluarga. kita bisa lihat dari contoh nabi musa menikah dengan anak nabi syuib. musa tidak diwakili siapa2, tapi perempuan diwakili bapaknya untuk menikah.
2. membayar mahar QS 4:4 dengan penuh kerelaan
3. perjanjian nikah yang diakhiri dengan pernyataan "allah menjadi saksi" atau aqad nikah (QS 2.235), sumpah pernikahan itu kuat (QS 4:21)
4. menikahi orang yang dicintai tersirat dari (QS. 30:21)
5. menikahi perempuan cukup umur (QS 4:5). bayangkan fitnah bukhari menyatakan nabi muhammad menikahi anak bawah umur !
musa nikah
sepanjang tradisi pernikahan sudah mencakup yang diatas, saya pikir sudah ok.
pencatatan dan pengeluaran buku nikah itu adalah untuk keperluan administrasi. tidak ada salahnya dilakukan pencatatan suatu "transaksi atau aqad".
jika ada yang kurang, silakan ditanyakan lagi.


Perhatikan salah satu contoh ikrar nikah versi alquran..

Quote:
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata:”Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”. (QS. 28:26)

27. Berkatalah dia (Syu’aib):”Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu.Dan kamu insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik”. (QS. 28:27)

28. Dia (Musa) berkata:”Inilah (perjanjian) antara aku dan kamu.Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi).Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan”. (QS. 28:28)
kamuflase97 - 22/09/2012 10:02 AM
#4047

mengenai ayat yg berkenaan dg hukuman potong tangan bagi pencuri, bagaimana quranist melihatnya ?

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Almaidah (5) : 38)
BEdZAT - 22/09/2012 11:08 AM
#4048

Quote:
Original Posted By lubeguka
Yang mereka bela sebenernya bukan Nabi Muhammad, tapi doktrin ulama mereka tentang Muhammad seperti apa yang ada di kitab hadist gan Yb

Nabi Muhammad adalah pribadi yang santun, tidak seperti yang digambarkan di dalam kitab hadist di luar Qur'an.





kalau ane sanggup menjawab insya Allah ane jawab gan.



Ya seperti yang ane bilang. Itulah gan kata di dalam Qur;an diplintir sedmikian rupa. Mudah mudahan bisa lihat bagaimana usaha menghancurkan islam dari dalam

Yb


tanya gan.:request

apakah di quran ada tentang pertemuan jibriil dengan muhamad?

kalau hanya ada dihadist,kisah diatas diimani quranist?shakehand
lubeguka - 22/09/2012 02:02 PM
#4049

Quote:
Original Posted By BEdZAT
tanya gan.:request

apakah di quran ada tentang pertemuan jibriil dengan muhamad?

kalau hanya ada dihadist,kisah diatas diimani quranist?shakehand


AlQur;an diturunkan oleh ruh Al Amin. tidak disebutkan secara spesifik itu 'Jibril'
Ada pertemuan antara Utusan yang membawa Qur;an dengan Nabi muhammad. tapi tidak seperti sinetron konyol karya sutradara persia
BEdZAT - 22/09/2012 02:23 PM
#4050

Quote:
Original Posted By lubeguka
AlQur;an diturunkan oleh ruh Al Amin. tidak disebutkan secara spesifik itu 'Jibril'
Ada pertemuan antara Utusan yang membawa Qur;an dengan Nabi muhammad. tapi tidak seperti sinetron konyol karya sutradara persia

ngakaks

ada ayatnya di quran gan?tentang ruh al amin.

al amin ituh siapa gan?dalam bentuk roh?

ituh juga yang diberikan ke isa almasih?

bukan malaikat tentunya.
lubeguka - 22/09/2012 04:54 PM
#4051

Quote:
Original Posted By BEdZAT
ngakaks

ada ayatnya di quran gan?tentang ruh al amin.

al amin ituh siapa gan?dalam bentuk roh?

ituh juga yang diberikan ke isa almasih?

bukan malaikat tentunya.


Ada gan 26:193
al-amin secara literal = terpercaya
ruh al-amin = ruh terpercaya

bentuknya ruh ini ya tidak ada yang tau kecuali yang pernah melihatnya gan Yb

Ruh Al amin di ayat lain 16:102, disebut juga sebagai ruhul Qudus = Ruh yang suci. Dan memang disebut yang juga membantu Nabi isa adalah ruhul Qudus ini.


Mengenai malaikat. Malaikat harus diartikan secara literal gan = yang mempunyai kekuatan. Pengunaan kata malaikat dalam Qur;an sangat bervariasi dan harus dilihat konteks.

sebagai contoh dalam Qur'an penyebutan ini, selain berlaku bagi makhluk lain, juga berlaku bagi manusia yang punya kekuatan. Jibril dan malaikat lain juga merupakan rasul/utusan.

Penyebutan jibril secara tegas ada di 2:97 sehingga bisa dikatakan Jibril = Ruh Al amin = Ruh Qudus dan dipastikan mempunyai kekuatan gan atau bisa disebut malaikat.
Bahkan iblis dulunya salah satu malaikat namun karena kesombongannya dia diberi julukan baru 'yang terusir/tergelapi/yang merasa lebih besar/hebat. dst

AlQur'an memang diturunkan dalam bhs arab tapi jangan terjebak dengan istilah/kata yang diarabisasi dan dibakukan oleh sektarian. Kalau kata kata lain diartikan maka semua harus diartikan agar dapat kejelasan, termasuk islam, muslim ,mukmin dst. maka akan jelas bahwa islam, muslim itu tidak ekslusif untuk orang orang arab dan manusia lain yang ktpnya islam. Sehingga pesan Allah dalam 'last revelation' bisa sampai ke sleuruh manusia, seperti dimaksudkan Yb

mudah mudahan gaan ngerti, maap jawabnya gaak lambart maklum weekend gan Yb
barcon - 22/09/2012 06:50 PM
#4052

Nanya donk om...

Kapan sih pertama kali pandangan Quranis atau golongan Quranis terbentuk?..

Peace:

Dan klo bisa menurut penghuni disini, apa kira-kira arti dan maksud dari ayat ini :

Quote:


قل إن ضللت فإنما أضل على نفسي وإن اهتديت فبما يوحي إلي ربي إنه سميع قريب
DombIsmailParan - 22/09/2012 07:44 PM
#4053
An Nur: 35
[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Anti.Indomisasi - 22/09/2012 08:13 PM
#4054

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
QS Al Ahzab 21 Sesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (keimanan kepada) Allah dan (beriman akan kedatangan) hari kiamat.

Quote:

لَقَدْ كانَ لَكُمْ في‏ رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
"Sesungguhnya adalah bagi kamu pada Rasulullah itu teladan yang baik".
(Pangkal ayat 2l).

Memang ada orang yang bergoncang fikirannya, berpenyakit jiwanya, pengecut, munafiq, tidak berani bertanggung jawab, berse­dia-sedia hendak lari jadi Badwi kembali ke dusun-dusun, tenggelam dalam ketakutan melihat dari jauh betapa besar jumlah musuh yang akan menyerbu.

Tetapi masih ada lagi orang-orang yang mempunyai pendirian tetap, yang tidak putus harapan, tidak kehilangan akal. Sebab mereka melihat sikap dan tingkah laku pemimpin besar mereka sendiri, Rasulullah saw.

Mulai saja beliau menerima berita tentang maksud musuh yang besar bilangannya itu, beliau terus bersiap mencari akal buat bertahan mati-matian, jangan sampai musuh sebanyak itu menyerbu ke dalam kota. Karena jika maksud mereka menyerbu Madinah berhasil , hancurlah Islam dalam kandangnya sendiri.

Dia dengar nasehat dari Salman Al-Farisiy agar di tempat yang musuh bisa menerobos di dalam khandaq, atau parit pertahanan. Nasehat Salman itu segera beliau Iaksanakan. Beliau sendiri yang memimpin menggali parit bersama ­sama dengan shahabat-shahabat yang banyak itu.

Untuk menimbulkan kegembiraan bekerja siang dan malam menggali tanah, menghancurkan batu-batu yang membelintang, beliau turut memikul tanah galian dengan bahunya yang semampai.

Ketika tiba giliran perlu memikul, beliau pun turut memikul, sehingga tanah ­tanah
dan pasir telah mengalir bersama keringat beliau di atas rambut beliau yang tebal.

Semuanya itu dikerjakan oleh shahabat-shahabatnya dengan gembira dan bersemangat, sebab beliau sendiri kelihatan gembira dan bersemangat.
Sehingga bekerja, bergotong-royong, menggali tanah, menyekap pasir, memukul batu sambil bemyanyi gembira, dengan syair-syair gembira gubahan 'Abdullah bin Ruwahah, dengan bahar rajaz yang mudah dinyanyikan.

"Demi Allah, kalau bukan kehendak Allah, tidaklah kami dapat petunjuk;
Tidaklah kami berzakat, tidaklah kami sembahyang."
"Maka turunkanlah ketenteraman hati kepada kami,
Dan teguhkanlah kaki kami jika kami bertemu musuh. "
"Sesungguhnya mereka itu telah kejam kepada kami,
Kalau mereka mau berbuat ribut, kami tak mau. "

Syair-syair dalam timbangan bahar rajaz ini mudah dilagukan bersama-sama dengan gembira. Maka sambil mengangkat tanah, memikul batu, memecah batu besar dengan linggis, mereka nyanyikan bahar Rajaz gubahan 'Abdullah bin Ruwahah itu bersamar sama.

Sama keadaannya dengan kerja gotong-royong "ramba te rata, ho ho", atau seperti yang saya dengar di kampung saya waktu masa kecil jika orang menarik tanggak dari hutan bersama-sama bergotong ­royong:

Helang hantok,
Muntari bilang lalok,
Di buah pondok.

Tetapi bahar rajaz gubahan 'Abdullah bin Ruwahah, penyair muda dari Madinah ini, yang kemudian mencapai syahidnya dalam peperangan Tabuk bersama Ja'far bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah adalah berisi rasa Iman yang mendalam.

Maka tiap-tiap tiba nyanyian di ujung syair, yaitu shallainaa pada bahar pertama dan Laaqaina dan Abainaa pada bahar kedua dan ketiga, Rasulullah pun turut mengangkat suara beliau dengan gembira , sehingga semua pun senang , lupa bagaimana beratnya pekerjaan dan bagaimana besarnya musuh yang dihadapi.

Maka janganlah kita samakan Rasulullah saw. yang memimpin penggalian parit khandaq itu dengan beliau-beliau orang-orang besar di zaman kini ketika meletakkan batu pertama hendak mendirikan gedung baru, atau menggunting pita ketika sebuah kantor akan dibuka, atau sembahyang ke masjid dengan upacara.

Beliau Rasulullah saw betul-betul memimpin.

Al-Barra' bin Al-'Azib berkata: "Tanah yang beliau angkat pun jatuh ke atas perut beliau dan lekat pada bulu dada dan perut. Karena bulu dada beliau tebal".

Setelah dikaji peperangan Khandaq ini secara ilmiyah, sebagai yang dilakukan oteh Jenderal Pensiun 'Abdullah Syist Khaththaab di Iraq, memang amat besar bahaya yang mengancam dalam Perang Khandaq itu.

Hari di musim dingin, persediaan makanan di Madinah berkurang-kurang. Kalau terbayang saja agak sedikit rasa kecemasan di wajah beliau, pastilah semangat para pejuang akan meluntur. Namun beliau bersikap seakan-akan bahaya itu kecil saja dan dapat diatasi dengan kegembiraan dan kesungguhan bekerja.
Disiplin keras tetapi penuh kasih sayang, meneladan shifat Allah 'Aziz yang disertai Hakiim. Perkasa disertai Bijaksana.

Dalam peperangan Khandaq itu semua bekerja keras siang malam.
Mulanya bekerja menggali parit, sesudah itu berjaga siang dan malam.
Besar dan kecil, tua dan muda. Kanak-kanak dan perempuan perempuan dipelihara dalam benteng (Athaam) dan dikawal. Zaid bin Tsabit, yang kemudian terkenal sebagai salah seorang yang dititahkan oleh Khalifah Rasulillah Abubakar Shiddiq mengumpulkan Al-Qur'an dalam satu mush-haf dan masih sangat muda, turut pula bekerja keras, menggali tanah, memikul pasir, dan memecahkan batu. Rasulullah pernah mengatakan:

"Adapun dia itu sesungguhnya adalah anak baik!"

Rupanya oleh karena sangat lelah bekerja dan berjaga, dan hari sangat dingin, dia masuk ke dalam parit itu sampai di sana dia tertidur dan senjatanya terlepas dari tangannya.

Datang seorang pemuda lain bernama 'Ammarah bin Hazem, diambilnya senjata yang telah terjatuh itu dan disimpannya. Setelah dia terbangun dari tidurnya dilihatnya senjatanya tak ada lagi. Dia pucat terkejut dan cemas.

Maka tibalah Rasulullah di tempat itu. Setelah beliau lihat Zaid baru terbangun dari tidurnya, berkatalah beliau:

"Hai Abaa Ruqaad! (Hai Pak Penidur), engkau tertidur dan senjatamu terbang!"
Tetapi wajah beliau tidak membayangkan marah sedikit juga, sehingga Zaid bertambah takut disertai malu.
Lalu beliau melihat keliling dan berkata pula: "Siapa yang menolong menyimpan senjatanya?"
'Ammarah menjawab: "Saya yang menyimpannya, ya Rasul Allah!"
Lalu beliau suruh segera kembalikan senjata Zaid dan beliau bernase­hat pula kepada 'Ammarah didengar oleh yang lain: "Saya dibuat seorang Muslim jadi cemas dengan menyembunyikan senjatanya sebagai senda gurau".

Suasana memimpin yang seperti itu adalah teladan yang baik kepada Panglima Perang yang menyerahkan tentaranya ke medan pertempuran. Beliau tahu benar bahwa Zaid itu anak baik. Tertidur karena sudah sangat lelah, bukanlah hal yang dapat dilawannya. Sambil bergurau saja beliau menegur, namun kesannya kepada Zaid besar sekali .

Kelihatan lagi sikap beliau yang patut dicontoh. Yaitu seketika Huzaifah telah selesai dari tugas berat dalam malam kelam picik dan sangat dingin diperintah menyelidiki keadaan musuh, sampai Huzaifah telah dekat kepada Abu Sufyan sendiri, sebagai yang telah diterangkan terlebih dahulu.

Huzaifah pulang dari tugas berat itu dalam keadaan malam sangat dingin dan angin sangat keras. Huzaifah menceriterakan bahwa seketika Huzaifah datang didapatinya beliau saw. tengah sembahyang.
Untuk menangkis dingin yang sangat itu, Rasulullah sembahyang berselimut dengan selimut tebal salah seorang isteri beliau.

Huzaifah datang beliau tahu. Tetapi oleh karena sembahyang beliau masih panjang dan belum selesai, ditariknya Huzaifah ke dekatnya, lalu dise­limutkannya kepada Huzaifah ujung selimut yang beliau pakai sembahyang itu, sehingga Huzaifah terpelihara dari pukulan angin dan dingin.

Sembahyang beliau teruskan, dan di belakang beliau, Huzaifah mengekor menutupi dan memanaskan badannya dengan ujung selimut yang dipakai Nabi sedang sembahyang itu. Setelah selesai barulah dia menoleh kepada Huzaifah meminta berita. Setelah mendengar berita Huzaifah, maka disampaikannyalah khabar gembira kepada Huzaifah bahwa tentara yang menyerbu itu dengan persekutuannya akan gagal.

Dan besoknya setelah matahari naik, mereka melihat ke sebelah timur, jelaslah bahwa tentara besar itu telah pergi dan yang tinggal hanya bekas-bekas dari tentara yang gagal

Maka bersyukurlah Rasulullah saw. kepada Tuhan lalu membaca:
"Tidak ada tuhan, melainkan Allah, yang berdiri sendiri-Nya. Benar janji-Nya, Dia tolong hamba-Nya, Dia muliakan tentara­Nya, dan Dia kalahkan sekutu-sekutu dengan sendiri-Nya. Make tidaklah ada sesuatu jua sesudah-Nya. "

Keteguhan sikap RasuIuIIah saw. itu pun adalah salah satu sebab yang utama maka kemenangan bisa dicapai. Lanjutan ayat ialah:

لِمَنْ كانَ يَرْجُوا اللهَ وَ الْيَوْمَ الْآخِرَ
"Bagi barang siapa yang mengharapkan Allah dan hari Kemudian".

Yaitu sesudah di pangkaI ayat dikatakan bahwa pada diri Rasulullah itu sendiri ada hal yang akan dapat dijadikan contoh teladan bagi kamu. Yaitu bagi kamu yang beriman. Semata ­mata menyebut iman saja tidaklah cukup. Iman mesti disertai pengharapan, yaitu bahwa inti dari iman itu sendiri. Inti Iman ialah harapan. Harapan akan Ridha Allah dan harapan akan kebahagiaan di hari akhirat.

Kalau tidak ingat akan yang dua itu, atau kalau hidup tidak mempunyai harapan, Iman tidak ada artinya. Maka untuk mernelihara Iman dan Harapan hendaklah banyak mengingat Allah. Sebab itu maka di ujung ayat dikatakan:

Gerakan Umat Anti Indomisasi
Menurut Dr. Robert Morey :
Agama Penyembah Bulan disebut Komaruddin.
Komarun = Bulan; Dinun = Agama. ngakaks
Anti.Indomisasi - 22/09/2012 08:15 PM
#4055

Quote:

وَ ذَكَرَ اللهَ كَثيراً
"Dan yang banyak ingat kepada Allah". (Ujung ayat 21).

Ini diperingatkan di akhir ayat. Sebab barang yang mudah mengatakan mengikut teladan Rasul dan barang yang mudah mengata­kan beriman. Tetapi adalah meminta latihan bathin yang dalam sekali untuk dapat menjalankannya.

Seumpama orang yang mengambil alasan menuruti Sunnah Rasul yang membolehkan orang beristeri lebih dari satu sampai berempat, tetapi jarang orang yang mengikuti ujung ayat, yaitu meneladan Rasul di dalam berlaku adil kepada isteri­ isteri. Atau umumnya orang yang mengakui ummat Muhammad tetapi tidak mau mengerjakan peraturan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw.

Maka bertambah besar harapan kita kepada Tuhan dan keyakinan kita akan Hari Kemudian dan bertambah banyak kita mengingat dan menyebut Allah bertambah ringanlah bagi kita meneladan Rasul saw.

Inkar Sunnah? sahadat elu batal!

Asyhadu alla illa ha illalah doank!


[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
Gerakan Umat Anti Indomisasi
Menurut Dr. Robert Morey :
Agama Penyembah Bulan disebut Komaruddin.
Komarun = Bulan; Dinun = Agama. ngakaks
lubeguka - 22/09/2012 08:19 PM
#4056

Quote:
Original Posted By barcon
Nanya donk om...

Kapan sih pertama kali pandangan Quranis atau golongan Quranis terbentuk?..

Peace:


Supaya ga salah gan
Quranist itu hanya terminologi merujuk kepada mereka mereka yanghanya berhudan kepada kitab Allah.

Perintah untuk hanya berhudan kepada kitab Allah sudah disampaikan oleh Nabi nabi dan rasul rasul Allah sebelum Nabi Muhammad dan disampaikan oleh Nabi sekalgus Rasul Muhammad.

Tidak ada golongan Quranist, di internal kami tidak memakai istilah Quranist,,simply..kita adalah muslim. kapan golongan ini muncul??wah ga ada organisasi gan, setiap orang berbeda beda waktunya dan bukan karena orang lain tapi karena panggilan jiwa.

Quote:
Dan klo bisa menurut penghuni disini, apa kira-kira arti dan maksud dari ayat ini :


Ayat yang bagus gan itu salah satu esensi dari muslim. bahwa manusia mendapatkan petunjuk bukan dari orang lain tapi karena memang berserah diri sama Allah dan berusaha mempelajari Qur'an dan menjalankannya sebaik mungkin. Kalaupun sesat maka yang disalahkan adalah diri sendiri, bukan menyalahkan orang lain yang telah menyesatkan. contoh dialogue orang yang saling menyalahkan di neraka karena disesatkan fulan, ini karena orang tersebut beriman sama siapa siapa yang tidak disinggung Qur'an.

Yb
lubeguka - 22/09/2012 08:20 PM
#4057

Quote:
Original Posted By Anti.Indomisasi
[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
Gerakan Umat Anti Indomisasi
Menurut Dr. Robert Morey :
Agama Penyembah Bulan disebut Komaruddin.
Komarun = Bulan; Dinun = Agama. ngakaks


Belajar lagi ya
Mudah mudahan Allah berkehendak membukakan pintu hati agan
Anti.Indomisasi - 22/09/2012 08:34 PM
#4058

Quote:
Original Posted By lubeguka
Belajar lagi ya
Mudah mudahan Allah berkehendak membukakan pintu hati agan


belajar lagi?
[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
Gerakan Umat Anti Indomisasi
Menurut Dr. Robert Morey :
Agama Penyembah Bulan disebut Komaruddin.
Komarun = Bulan; Dinun = Agama. ngakaks
barcon - 22/09/2012 08:51 PM
#4059

Quote:
Original Posted By lubeguka
Supaya ga salah gan
Quranist itu hanya terminologi merujuk kepada mereka mereka yanghanya berhudan kepada kitab Allah.

Perintah untuk hanya berhudan kepada kitab Allah sudah disampaikan oleh Nabi nabi dan rasul rasul Allah sebelum Nabi Muhammad dan disampaikan oleh Nabi sekalgus Rasul Muhammad.

Tidak ada golongan Quranist, di internal kami tidak memakai istilah Quranist,,simply..kita adalah muslim. kapan golongan ini muncul??wah ga ada organisasi gan, setiap orang berbeda beda waktunya dan bukan karena orang lain tapi karena panggilan jiwa.


Well, sy mengerti ini. Tapi ini juga adalah pandangan sepihak agan. Karena tidak bisa dibohongi bahwa ada yang juga tidak sepehaman dengan kelompok anda.

Masalah siapa yg benar diantara keduanya gw rasa bukan urusan gw juga. Namun tentu saja gw punya pandangan sendiri.

Jadi boleh dikatakan Quranis ini bersifat sporadis begitu?...

Jika kita mempelajari sufi maka akan dapat kita lihat dari sejarah kapan pengembangan pemahaman ini dimulai.

Apakah Quranis ini berbeda sehingga tidak bisa ditilik sejarahnya?..


Quote:
Original Posted By lubeguka

Ayat yang bagus gan itu salah satu esensi dari muslim. bahwa manusia mendapatkan petunjuk bukan dari orang lain tapi karena memang berserah diri sama Allah dan berusaha mempelajari Qur'an dan menjalankannya sebaik mungkin. Kalaupun sesat maka yang disalahkan adalah diri sendiri, bukan menyalahkan orang lain yang telah menyesatkan. contoh dialogue orang yang saling menyalahkan di neraka karena disesatkan fulan, ini karena orang tersebut beriman sama siapa siapa yang tidak disinggung Qur'an.
Yb


Apakah itu adalah tafsiran?...
Sy sebenarnya kurang mengerti bahasa arab, saya bisa saja mengambil terjemahan sahih internasional, tapi takutnya bisa memiliki penerjemahan yang berbeda dengan penghuni disini.

Apakah bisa ditunjukkan artinya tanpa tafsiran?...

Peace:
lubeguka - 22/09/2012 09:14 PM
#4060

Quote:
Original Posted By barcon
Well, sy mengerti ini. Tapi ini juga adalah pandangan sepihak agan. Karena tidak bisa dibohongi bahwa ada yang juga tidak sepehaman dengan kelompok anda.


tidak ada kelompok, ada komunitasnya di Indonesia tapi kami pun berpandangan berbeda dalam tafsir Qur'an gan

Quote:
Masalah siapa yg benar diantara keduanya gw rasa bukan urusan gw juga.


masalah yang benar atau salah cuma Allah yang tahu gan Yb


Quote:
Namun tentu saja gw punya pandangan sendiri.


I respect that brother Yb

Quote:
Jadi boleh dikatakan Quranis ini bersifat sporadis begitu?...


Sporadis mungkin menurut manusia, tapi kebanyakan kami tidak menyerajkan penilaian kepada manusia atas apa yang kami jalani dan imani, lebih menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah, bukannya esensi dari muslim adalah berserah diri total kepada Allah? Yb

Quote:
Jika kita mempelajari sufi maka akan dapat kita lihat dari sejarah kapan pengembangan pemahaman ini dimulai.


Ya benar.

Quote:
Apakah Quranis ini berbeda sehingga tidak bisa ditilik sejarahnya?..


lkembali lagi kepada terminologi gan, mereka mereka yang menrima petunjuk pada zaman Nabi dan rasul Allah dan hanya berhudan kepada kitab yang Allah turunkan seperti diperintahkan melalui perkataan Rasul dan Nabinya maka bisa disebut 'Qur'anist (yang hanya berhudan kepada Qur'an'



Quote:
Apakah itu adalah tafsiran?...
Sy sebenarnya kurang mengerti bahasa arab, saya bisa saja mengambil terjemahan sahih internasional, tapi takutnya bisa memiliki penerjemahan yang berbeda dengan penghuni disini.

Apakah bisa ditunjukkan artinya tanpa tafsiran?...


Terjemahan depag mengenai 34:50 cukup memadai gan namun sangat bagus dicrosschek dengan yusuf Ali, sahih international dan penterjemah kelas dunia lainnya.

ya yang saya berikan tafsir dipandang dari satu sisi ganYb
Peace:[/QUOTE]
Page 203 of 227 | ‹ First  < 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab