DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
Total Views: 200033 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 211 of 227 | ‹ First  < 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 >  Last ›

samatronz - 24/09/2012 06:49 PM
#4201

tunggu...

jadi maksudnya, "syahadat" versi Islam Quranist tuh yang ini :

qul aamannaa bilaahi wamaa unzila 'alaynaa wamaa unzila 'alaa ibraahiima wa-ismaa'iila wa-ishaaqa waya'quuba wal-asbaathi wamaa uutiya muusaa wa'iisaa wannabiyyuuna min rabbihim laa nufarriqu bayna ahadin minhum wanahnu lahu muslimuun [3:84]

??????
domba.kumal01 - 24/09/2012 07:24 PM
#4202

Quote:
Original Posted By lubeguka

Tidak juga gan. Dasar keislaman bukan bersyahadat kepada Allah dan Rasul. tapi keimana kepada Allah dna kepada Rasul dan Nabinya, Allah dan nabi serta Rasul yang akan menjadi saksi Yb


klo bodoh jgn terlalu bodoh lah
amit2 ngaku quranist kok syahadat saja masih pada gak paham..
gak level
[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
domba kumal hadir disini
mengasuh domba2 lucu \)
lubeguka - 24/09/2012 07:47 PM
#4203

Quote:
Original Posted By samatronz
t


pertanyaan ane sebelumnya, bagaimana quranist memandang hadist?

Ignore-kah, atau malah menentang?


udah ane jawab gan

Quote:
tidak mengikuti/menolak jika dijadikan hudan karena mengandung faktor bisa saja iya, bisa saja tidak. Alih alih memfitnha Rasulullah kami memilih hanya berhudan kepada kitab yang secara haq, deffacto disampaikan beliau




Quote:
Menyoal masalah syahadat (kesaksian), ini bisa membawa tanya jawab ane ke tema yg baru lagi.

Tapi, menurut quranis berarti yg benar adalah "mengimani", bukan "menyaksikan" ?


Bukan menurut Quranist, tapi memang begitu yang tersurat di dalam Qur'an. salah satunya kita diperintahkan Allah mengatakan " aamannaa bilaahi wamaa unzila 'alaynaa wamaa unzila 'alaa ibraahiima wa-ismaa'iila wa-ishaaqa waya'quuba wal-asbaathi wamaa uutiya muusaa wa'iisaa wannabiyyuuna min rabbihim laa nufarriqu bayna ahadin minhum wanahnu lahu muslimuun [3:84]

kata 'qul' tegas diperintahkan oleh Allah untuk dikatakan.

Quote:
Berarti apa yg sering disampaikan dalam azan2 itu salah dong menurut quranis?


Serahkan saja kepada Allah soal salah dan benar. Yang jelas di dalam Qur;an yang bersyahdat/bersaksi atas keimanan manusia itu Nabi, rasul dan Allah.

Quote:
Oke asumsikan quranis berpondasi pada "mengimani Allah dan Muhammad Rasulullah", yang ujung2nya tetap saja Rasulullah menjadi point penting dalam pondasi status keislaman quranis.


Memang betul, beliau adalah utusan Allah sekaligus pembawa berita. tanpa dia Al-Qur;an tidak akan ada.

Quote:
Bila quranis menentang hadis (seperti yg ane sampaikan di awal tadi) yg identik dengan ke-muhammad-an, bukankah dari segi pondasi keislaman quranis itu sendiri malah jadi blunder, yg artinya justru quranis menentang apa yg seharusnya menjadi dasar bagi keislaman quranis itu sendiri?


Ane udah jabarkan gan. haidt yang ada di kitab lain itu TIDAK BISA Diidentikan dengan ke-muhammad-an. Sehingga menentang hadist yang tidak bisa secara pasti di identikan dengan ke-muhammad-an bukan berarti tidak beriman kepada Rasul dn Nabi Muhammad di dalam Qur'an.

Quote:
Benar gan, makanya setahu ane yg dhaif ini, hadist itu punya kelas2nya, ada yg shahih, ada yg dhaif.


ane ga bicara hadist yang dilabel dhaif gan. Yang sahih pun tidak bisa dipastikan itu berasal keluar dari mulut Rasul Muhammad atau dilakukan Rasul Muhammad.
secara mudah

Bukhari (imam >>>>>hadist)fulan1fulan >>>>2fulan >>>3fulan >>>4Rasul
fulan 2 tidak hidup sejaman dengan bukhari, bukhari hanya mendengar dari fulan 1. bagaimana bukhari bsia memastikan fulan 1 mendapatkamn dari fulan 2 sementara bukhari tidak hidup sejaman dnegannya? disini proses verifikasi satu generasi saja sudah tidak tercapai bagaimanakemudian bukhari bisa memastikan sesuatu dari generasi genarasi sebelum fulan 2?

Quote:
Tapi jangan diperpanjang, ane cuma pengen tau aja posisi Rasulullah di mata quranis seperti apa dan kaitannya dengan keislaman quranis itu sendiri.


Sangat penting. Diaadalah seorangRasul dn Nabi Allah yang mulia Yb

Quote:
Keimanan terhadap Allah dan Rasul dan Nabinya. Ini rasul dan nabinya maksudnya siapa ya gan? Muhammad (only), atau bukan?


Seluruh nabi dan RAsul Allah, termasuk Nabi dan RAsul Muhammad. baca 3:84 " la nufariqu bayna ahadin minhum wanahnu lahu muslimun"....
lubeguka - 24/09/2012 07:48 PM
#4204

Quote:
Original Posted By samatronz
tunggu...

jadi maksudnya, "syahadat" versi Islam Quranist tuh yang ini :

qul aamannaa bilaahi wamaa unzila 'alaynaa wamaa unzila 'alaa ibraahiima wa-ismaa'iila wa-ishaaqa waya'quuba wal-asbaathi wamaa uutiya muusaa wa'iisaa wannabiyyuuna min rabbihim laa nufarriqu bayna ahadin minhum wanahnu lahu muslimuun [3:84]

??????


Itu adalah sebuah ayat yang secara tegas diperintahkan Allah untuk dikatakan mengenai keimanan terhadap rasul dan NAbi Nabinya. Bisakah agan membantah bahwa ayat tersebut salah? Yb

itu yang ane ucapin bukan berarti Pr dimari dan Quranist lain mengucapkan seperti itu masih banyak pengakuan iman yang lain terhadap Nabi dan Rasul Allah
lubeguka - 24/09/2012 07:51 PM
#4205

Quote:
Original Posted By domba.kumal01
klo bodoh jgn terlalu bodoh lah
amit2 ngaku quranist kok syahadat saja masih pada gak paham..
gak level
[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
domba kumal hadir disini
mengasuh domba2 lucu \)


Mungkin agan yang pinter bisa bawa SATU AYAT saja tentang perintah untuk bersyahadat kepada Rasul? sanggupkah? malus

kalau kemudian alasannya adanya di kitab hadist bukan di Qur;an maka ayat mana yang kata fulan dirujuk oleh Rasul mengenai hal ini?

Ada ayat yang menegaskan bahwa segala sesuatu itu harus mempunyai hujjah yang kuat dari Qur'an..silahkan..

kalai bisanya cuma lari ya memang ane yang bodoh ga level dengan yang pintar tapi suka memfitnah Nabi Yb
lubeguka - 24/09/2012 07:53 PM
#4206

Quote:
Original Posted By ompungnyaiful
1.mengenai tata cara shalat, kalau pedoman saya, selama alquran tidak menjelaskan secara detail berarti semua tatacaranya benar

pedomanmu yang mana yang menyatakan semua tata cara shalat benar?

2.dan karena saya berpedoman "quranist" maka bagi saya tidak ada tata cara shalat yang salah, misalkan saya melihat ada yang shalatnya sambil duduk saja, atau jumlah rakaatnya kurang atau tangan tidak disedekapkan, atau pake bahasa indonesia, maka saya tidak akan ambil pusing.
hal terpenting adalah shalat mencegah diri kita dari perbuatan keji dan munkar

ada yang terpenting, ada penting, ada yang ga penting.coba kau jelaskan kenapa hasil shalat lebih penting dari tatacara shalat berdasarkan Al-Quran.

3.karena bagi saya itu semua kebenaran

karna kau bingung, mau cari penjelasan kemana.makanya dari pada bingung kau pukul rata jadi benar semua


heheh apa kabar anaku? sudah belajar banyak apa masih bolot dan yakin kebenaran soal ibadah itu ada ditanganmu nak? ga bisa liat liat kah bahwa kamu telah menyekutukan Allah?
domba.kumal01 - 24/09/2012 08:48 PM
#4207

Quote:
Original Posted By lubeguka
Mungkin agan yang pinter bisa bawa SATU AYAT saja tentang perintah untuk bersyahadat kepada Rasul? sanggupkah? malus

kalau kemudian alasannya adanya di kitab hadist bukan di Qur;an maka ayat mana yang kata fulan dirujuk oleh Rasul mengenai hal ini?

Ada ayat yang menegaskan bahwa segala sesuatu itu harus mempunyai hujjah yang kuat dari Qur'an..silahkan..

kalai bisanya cuma lari ya memang ane yang bodoh ga level dengan yang pintar tapi suka memfitnah Nabi Yb


{ شهد الله } بيَّن لخلقه بالدلائل والآيات { أنه لا إله } أي لا معبود في الوجود بحق { إلا هو و } شهد بذلك { الملائكةُ } بالإقرار { وأولوا العلم } من الأنبياء والمؤمنين بالاعتقاد واللفظ { قائماً } بتدبير مصنوعاته ونصبه على الحال والعامل فيها معنى الجملة أي تفرد { بالقسط } بالعدل { لا إله إلا هو } كرره تأكيدا { العزيز } في ملكه { الحكيم } في صنعه

{ و } اذكر { إذا } حين { أخذ الله ميثاق النبيين } عهدهم { لما } بفتح اللام للابتداء وتوكيد معنى القسم الذي في أخذ الميثاق وكسرها متعلقة بأخذ وما موصولة على الوجهين أي للذي { آتيتكم } إياه، وفي قراءة آتيناكم { من كتاب وحكمة ثم جاءكم رسول مصدق لما معكم } من الكتاب والحكمة وهو محمد صلى الله عليه وسلم { لتؤمنن به ولتنصرنه } جواب القسم إن أدركتموه وأممهم تبع لهم في ذلك { قال } تعالى لهم { أأقررتم } بذلك { وأخذتم } قبلتم { على ذلكم إصري } عهدي { قالوا أقررنا قال فاشهدوا } على أنفسكم وأتباعكم بذلك { وأنا معكم من الشاهدين } عليكم وعليهم

yg bodoh itu yg tidak tahu tapi sok tahu..
nikmati saja kebodohanmu
[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
domba kumal hadir disini
mengasuh domba2 lucu \)
lubeguka - 24/09/2012 09:15 PM
#4208

Quote:
Original Posted By domba.kumal01
{ شهد الله } بيَّن لخلقه بالدلائل والآيات { أنه لا إله } أي لا معبود في الوجود بحق { إلا هو و } شهد بذلك { الملائكةُ } بالإقرار { وأولوا العلم } من الأنبياء والمؤمنين بالاعتقاد واللفظ { قائماً } بتدبير مصنوعاته ونصبه على الحال والعامل فيها معنى الجملة أي تفرد { بالقسط } بالعدل { لا إله إلا هو } كرره تأكيدا { العزيز } في ملكه { الحكيم } في صنعه

{ و } اذكر { إذا } حين { أخذ الله ميثاق النبيين } عهدهم { لما } بفتح اللام للابتداء وتوكيد معنى القسم الذي في أخذ الميثاق وكسرها متعلقة بأخذ وما موصولة على الوجهين أي للذي { آتيتكم } إياه، وفي قراءة آتيناكم { من كتاب وحكمة ثم جاءكم رسول مصدق لما معكم } من الكتاب والحكمة وهو محمد صلى الله عليه وسلم { لتؤمنن به ولتنصرنه } جواب القسم إن أدركتموه وأممهم تبع لهم في ذلك { قال } تعالى لهم { أأقررتم } بذلك { وأخذتم } قبلتم { على ذلكم إصري } عهدي { قالوا أقررنا قال فاشهدوا } على أنفسكم وأتباعكم بذلك { وأنا معكم من الشاهدين } عليكم وعليهم

yg bodoh itu yg tidak tahu tapi sok tahu..
nikmati saja kebodohanmu
[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
domba kumal hadir disini
mengasuh domba2 lucu \)


hihihi ga bisa yah bawa satu ayat Qur'an tersurat untuk mendukung jadi membawa isi kitab dari luar? ya mungkin agan kepinteran kali ya

biarlah ane bodoh berdasar hujjah Quran daripada pintar tapi tidak tahu apa yang tersurat di Quran Yb
domba.kumal01 - 24/09/2012 09:19 PM
#4209

Quote:
Original Posted By lubeguka
hihihi ga bisa yah bawa satu ayat Qur'an tersurat untuk mendukung jadi membawa isi kitab dari luar? ya mungkin agan kepinteran kali ya

biarlah ane bodoh berdasar hujjah Quran daripada pintar tapi tidak tahu apa yang tersurat di Quran Yb


1. Coba diartikan itu apa?
2. Memang elu siapa Tuhan, Nabi?
domba kumal hadir disini
mengasuh domba2 lucu \)
nutroppo - 24/09/2012 09:52 PM
#4210

Quote:
Original Posted By kabamania
eh ane lupa jawab.
1. penyembelihan hewan sudah dikenal umat sebelumnya. ritual pemotongan hewan ala yahudi lebih detil, gan. makanan yang disediakan umat yahudi dan nasrani halal bagi kita. masalah pada bangsa arab jaman muhammad adalah mereka mempersembahkan hewan2 mereka kepada sesembahan lain, bukan masalah sembelihannya, gan. selain disembelih, hewan yang mati akibat disengaja untuk bahan makanan, hewan2 yang diburu bisa mati dengan berbagai cara seperti anjing pemburu, ditembak, dipanah, ditombak, dijala atau dipancing (ikan).

2. apakah definisi hewan ternak di dalam alquran termasuk hewan ternak anjing?
perhatikan di dalam alquran, hewan ternak itu selain diambil dagingnya juga diambil susunya, hewan ternak itu diambil susunya, setahu saya yang diambil susu itu adalah kambing, sapi dan unta.
apakah di masa alquran diturunkan definisi hewan ternak ini termasuk peternakan anjing?

kalau ane jawab, nanti agan tidak percaya, silakan tanya ulama2 anda, gan.
3. perkara si thoyib, anda lagi2 bermain2, alquran diturunkan menjadi panduan bagi nabi muhammad, tanpa alquran, beliau tidak lebih dari manusia biasa, pikir sendirilah oleh anda.
sudah jelas digariskan hewan yang dimakan (hewan ternak, hewan buruan darat dan laut), tidakkah anda mengerti pesan tuhan itu? anda pikir itu pesan saya ya?
masyarakat kanibal tidak banyak di muka bumi, makanya dia jadi top..

konkritnya.
jika orang korea yang doyan makan anjing ini kelak masuk islam, saya hanya mengatakan bahwa hewan yang disarankan itu adalah tiga tersebut di atas. kalau dia bilang masih suka makan daging itu, saya tidak berani mengomentari lagi, saya serahkan kepada dia untuk memutuskan. saya tetap tidak berani mengatakan anjing itu haram dimakan. yang dikatakan haram itu hanya daging babi.
tapi ikan buntal (halal) yang tidak tahu cara mengolahnya, saya akan larang memakannya, karena bisa mengakibatkan kematian. etnis saya tidak makan ikan buntal karena beracun tapi orang dayak dan flores makan, etnis saya juga tidak makan anjing. jadi saya tidak makan ikan buntal dan anjing.

jika etnis anda makan anjing, saya saya tidak bisa katakan apa2 selain cuma menganjurkan untuk memakan hewan yang digariskan di dalam alquran.

=====
saya pikir akar permasalahan anda adalah anda menganggap alquran itu turun kepada bangsa yang tidak tahu apa2 alias manusia jaman primitif (belum kenal budaya, api, pakaian, dll). bangsa arab jahiliah sudah mengenal kebudayaan tertentu. mereka biasa bepergian dan berdagang, tentu saja mereaka pasti akan berkenalan dengan bangsa2 lain di sekitarnya mesir, persia, india, cina, siria, turki, romawi, dll. silang budaya sudah terjadi.
jika alquran turun ke bangsa yang tidak tahu apa2 atau bangsa di pedalaman yang terisolasi, ini baru masalah besar, semuanya harus dijelaskan secara detil, sehingga kitab suci itu akan menjadi tebal sekali.
anda mengisolasi alquran dari tradisi yang ada akan menimbulkan kesulitan untuk memahaminya, gan.
itulah alasannya perintah2 sembelih hewan, shalat, zakat dan haji itu tidak perlu penjelasan detil, semua itu sudah dikenali, cuma tujuannya penyembahan itu sudah menyimpang (penyimpangan tauhid)


lu ngarang ya , dialam nyata kalo ngomong secerewet ini ga ?.
Ane cuma nanyak gmana cara matiin binatang kalo mo dimakan ? Misalnya lu mau makan ayam nah dimatiin dulu apa gak kalo di matiin gmana caranya.

Ntukan karanagan lu aja ttg hewan ternak,ga ada penjelasan Quran spt yg lu bilang.Anjing juga punya susu kok , bagi elu halalkan ,minum gih biar pintaran.

Nah anjing ga ada larangan di Quran, halalbagi lu knapa sithoyib yg manusia lu haramin, capedes

======
Makin keliatan tolol ya .....
Dakwah lu di pedalaman keora ng orang yg belum pernah liat orang shalat.Merkabakalan minta detail pelaksanaannya, bisa di tolol tololin lu sama mereka ga bisa ngarang detailnya.
lubeguka - 24/09/2012 10:04 PM
#4211

Quote:
Original Posted By domba.kumal01
1. Coba diartikan itu apa?

domba kumal hadir disini
mengasuh domba2 lucu \)


1. heheh itu kan tafsir jalalain ali imran ayat 81 sama ali imran ayat 18. tetep saja berdasarkan tafsir tersebut tidak mendukung bahwa manusia harus bersaksi atas kerasulan.

وَإِذْ أَخَذَ اللّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّيْنَ لَمَا آتَيْتُكُم مِّن كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنصُرُنَّ 607;ُ

Dan, ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya

DISINI MALAH MENEKANKAN BAHWA NABI HARUS DIIMANI DAN DITOLONG BUKAN DIPERSAKSIKAN KERASULANNYA

jadi sekali lagi mana dasar persaksian manusia kepada Rasul? malus

قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُواْ أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُواْ وَأَنَاْ مَعَكُم مِّنَ الشَّاهِدِينَ

(Dia/Allah) berkata: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah dan Aku menjadi saksi bersama kamu".

INI PERCAKAPAN ANTARA ALLAH DAN NABINYA. JUSTRU MAKIN MENEKANKAN BAHWA ALLAH DAN PARA NABI YANG MENJADI SAKSI ATAS IQRAR YNAG DIUCAPKAN PARA NABI UNTUK MENOLONG SETIAP NABI YANG DATANG KEPADA MEREKA YANG MEMBENARKAN APA YANG DIBAWA MEREKA

Sekali lagi, tidak ada tuh soal perintah manusia untuk bersaksi atas Rasul malus

DAN

untuk Ali imran 18 justru makin menakankan Allah yang mkenjadi saksi bersama para malaikat.

jadi kalau mau comot ayat lihat dulu aya itu berbicara apa dan tentang apa ya wahai orang yang pintar

lucunya tafsir jalalain yang agan bawa tidak mendukung satupun masalah persaksian manusia terhadap Rasul. ngomong ngomong ente ngerti ga sih yang ente Quote malus

ane kasih clue ada kok di AlQur'an ayatnya, manusia bersaksi atas rasul..silahkan mencari ....heheheheh

Quote:
2. Memang elu siapa Tuhan, Nabi?


justru yang mesri dipertantyakan itu agan, apa agan menganggap nabi ketika membawa ayat diatas? karena ali imran 81 berbicara soal percakapan Allah dan para Nabi malus

Dan yang ada di Ali imran 18 itu Allah yang menjadi saksi, apa ente nganggep diri ente Allah?

lain kali belajar lagi lah gan sebelum ketauan gitu pinternya sehingga menyamakan diri sebagai Allah dan nabi ..istighfar Yb

Jadi sekali lagi bawa SATU AYAT TERSURAT AJA yang menekankan bahwa manusia harus bersaksi atas Kerasulan Nabi Muhammad. Yb
domba.kumal01 - 24/09/2012 11:29 PM
#4212

Quote:
Original Posted By lubeguka
1. heheh itu kan tafsir jalalain ali imran ayat 81 sama ali imran ayat 18. tetep saja berdasarkan tafsir tersebut tidak mendukung bahwa manusia harus bersaksi atas kerasulan.

وَإِذْ أَخَذَ اللّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّيْنَ لَمَا آتَيْتُكُم مِّن كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنصُرُنَّ 607;ُ

Dan, ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya

DISINI MALAH MENEKANKAN BAHWA RASUL HARUS DIIMANI DAN DITOLONG BUKAN DIPERSAKSIKAN KERASULANNYA

jadi sekali lagi mana persaksian kepada Rasul? malus

قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُواْ أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُواْ وَأَنَاْ مَعَكُم مِّنَ الشَّاهِدِينَ

(Dia/Allah) berkata: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah dan Aku menjadi saksi bersama kamu".

INI PERCAKAPAN ANTARA ALLAH DAN NABINYA. JUSTRU MAKIN MENEKANKAN BAHWA ALLAH DAN PARA NABI YANG MENJADI SAKSI ATAS IQRAR YNAG DIUCAPKAN PARA RASUL UNTUK MENOLONG SETIAP RASUL YANG DATANG KEPADA MEREKA YANG MEMBENARKAN APA YANG DIBAWA MEREKA

Sekali lagi, tidak ada tuh soal perintah manusia untuk bersaksi atas Rasul malus

DAN

untuk Ali imran 18 justru makin menakankan Allah yang mkenjadi saksi bersama para malaikat.

jadi kalau mau comot ayat lihat dulu aya itu berbicara apa dan tentang apa ya wahai orang yang pintar

lucunya tafsir jalalain yang agan bawa tidak mendukung satupun masalah persaksian manusia terhadap Rasul. ngomong ngomong ente ngerti ga sih yang ente Quote malus


sekali bodoh ya bodoh..
itulah letak kebodohan ente, persaksian hanya Allah saja yg disembah dituhankan, manusia tidak saja nabi dituntut untuk mengakui kenabian Muhammad yg membenarkan kitab2 sebelumnya!
klo otak lemot ente, tentu saja itu ditujukan hanya kepada nabi2 sebelum muhammad, tetapi tidak memahami bahwa nabi2 mengajarkan ketauhidan dan mempercayai / mengimani apa2 yg diperintahkan Allah.
sok2an mengartikan sendiri ayat quran tanpa ilmu..
jwb tuh pertanyaan diatas, ente lebih maksum dari imam bukhari, Daud, Ahmad, Hasan?

[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
Tafsir Jalalen
18 - { شهد الله } بين لخلقه بالدلائل والآيات { أنه لا إله } اي لا معبود في الوجود
بحق { إلا هو و } شهد بذلك { الملائكة } بالإقرار { وأولو العلم }
من الأنبياء والمؤمنين بالاعتقاد واللفظ { قائما } بتدبير مصنوعاته ونصبه على الحال
والعامل فيها معنى الجملة اي تفرد { بالقسط } بالعدل { لا إله إلا هو } كرره تأكيدا
{ العزيز } في ملكه { الحكيم } في صنعه
018. (Allah menyaksikan) artinya menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya dengan dalil-dalil dan ayat-ayat (bahwasanya tidak ada Tuhan) yakni tidak ada yang disembah dalam wujud ini dengan benar (melainkan Dia, dan) menyaksikan pula atas yang demikian itu (para malaikat) dengan pengakuan mereka (dan orang-orang yang berilmu) dari kalangan para nabi dan orang-orang beriman, baik dengan keyakinan maupun dengan perkataan (menegakkan keadilan) dengan mengatur makhluk ciptaan-Nya. Manshub disebabkan kedudukannya sebagai hal, sedangkan yang menjadi amilnya ialah arti keseluruhan yakni hanya Allahlah yang mengatur makhluk-Nya dengan seadil-adilnya. (Tidak ada Tuhan melainkan Dia) diulangi kembali memperkokoh perkataan sebelumnya (Yang Maha Perkasa) dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Bijaksana) dalam perbuatan dan ciptaan-Nya.

قوله تعالى:"شهد الله أنه لا إله إلا هو "قيل: هذه الآية في نصارى نجران. وقالالكلبي : "قدم حبران من أحبار الشام على النبي صلى الله عليه وسلم فلما أبصرا المدينة قال :أحدهما لصاحبه ما أشبه هذه المدينة بصفة مدينة النبي صلى الله عليه وسلم الذي يخرج في آخر الزمان؟ فلما دخلا عليه عرفاه بالصفة ، فقالا له : أنت محمد، قال : نعم، قالا له : وأنت أحمد ؟ قال :أنا محمد وأحمد قالا له : فإنا نسألك عن شيء فإن أخبرتنا به آمنا بك وصدقناك ، فقال ،:اسألا فقالا أخبرنا عن أعظم شهادة في كتاب الله عز وجل، فأنزل الله تعالى هذه الآية" ، فأسلم الرجلان. قوله "شهد الله" أي بين الله لأن الشهادة تبين ، وقال مجاهد : حكم الله ( وقيل : علم الله) وقيل: أعلم الله انه لا إله إلا هو. قال ابن عباس رضي الله عنهما: خلق الله الأرواح قبل الأجساد بأربعة آلاف سنة وخلق الأرزاق قبل الأرواح بأربعة آلاف سنة، فشهد بنفسه لنفسه قبل أن خلق الخلق حين كان ولم تكن سماء ولا أرض ولا بر ولا بحر فقال:"شهد الله أنه لا إله إلا هو". وقوله:"والملائكة" أي وشهدت الملائكة ، قيل: معنى شهادة الله الإخبار ولإعلام ، ومعنى شهادة الملائكة والمؤمنين الإقرار. قوله تعالى" وأولو العلم " يعني الأنبياء عليهم السلام . وقال ابن كيسان يعني: المهاجرين والأنصار ، وقال مقاتل: علماء مؤمني أهل الكتاب عبد الله بن سلام واصحابه . قال السدي والكلبي : يعني جميع علماء المؤمنين."قائماً بالقسط" أي بالعدل .ونظم هذه الآية شهد الله قائماً بالقسط ، نصب على الحال، وقيل: نصب على القطع، ومعنى قوله " قائماً بالقسط" أي قائماً بتدبير الخلق كما يقال: فلان قائم بامر فلان، أي مدبر له ومتعهد لأسبابه وقائم بحق فلان أي مجاز له فالله جل جلاله مدبر رازق مجاز بالأعمال. "لا إله إلا هو العزيز الحكيم


[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
Tafsir Jalalen
081. (Dan) ingatlah (tatkala) ketika (Allah mengambil ikrar nabi-nabi) atau janji mereka ("Sungguh apa saja) lam baris di atas sebagai ibtida dan untuk taukid dengan makna sumpah yang terdapat dalam pengambilan ikrar. Dan baris di bawah yang berkaitan dengan mengambil ikrar sedangkan maa isim maushul yang berarti: bagi yang (yang Kuberikan kepadamu) menurut satu qiraat 'Kami berikan padamu' (berupa Kitab dan hikmah lalu datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu) berupa kitab dan hikmah itu dan dia adalah Nabi Muhammad saw. (bahwa kamu sungguh-sungguh akan beriman kepadanya serta akan membelanya) sebagai jawaban daripada sumpah tadi, yakni jika kamu menjumpai mereka dalam hal itu. (Firman-Nya) Allah swt. kepada mereka (Apakah kamu berikrar) atas hal itu (dan menerima perjanjian terhadap yang demikian itu?") (Kata mereka, "Kami berikrar," dan Allah berfirman, "Maka saksikanlah) atas dirimu dan pengikut-pengikutmu tentang hal itu (dan Aku turut menjadi saksi pula bersama kamu") baik terhadap dirimu maupun terhadap mereka.

==
referensi

الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 146)

Al Qurtubhi mengatakan: Diriwayatkan bahwasanya Umar berkata pada Abdullah bin Salam, “Apakah engkau (sebelum masuk Islam) mengenal Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana engkau mengenal anak-anakmu sendiri? Abdullah pun menjawab, “Ya, bahkan lebih dari itu. ”

Ibnu Katsir mengatakan bahwa kadang pula maksud ‘seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri’ adalah mereka mengenal sekumpulan anak-anak manusia lalu mereka tidak merasa ragu sedikit pun untuk mengenal anak mereka sendiri jika mereka melihatnya di antara sekumpulan anak tadi.

Walaupun mereka sudah mengenal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sangat yakinnya, namun Allah katakana, “sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran”. Maksudnya adalah mereka menyembunyikan sifat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ada pada kitab mereka pada manusia padahal mereka mengetahuinya. (Lihat Tafsir Al Qur’anil Azhim, pada tafsir surat Al Baqarah ayat 146).

keep fool
[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
domba kumal hadir disini
mengasuh domba2 lucu \)
lubeguka - 24/09/2012 11:55 PM
#4213

Quote:
Original Posted By domba.kumal01
sekali bodoh ya bodoh..
itulah letak kebodohan ente, persaksian hanya Allah saja yg disembah dituhankan, manusia tidak saja nabi dituntut untuk mengakui kenabian Muhammad yg membenarkan kitab2 sebelumnya!
klo otak lemot ente, tentu saja itu ditujukan hanya kepada nabi2 sebelum muhammad, tetapi tidak memahami bahwa nabi2 mengajarkan ketauhidan dan mempercayai / mengimani apa2 yg diperintahkan Allah.
sok2an mengartikan sendiri ayat quran tanpa ilmu..
jwb tuh pertanyaan diatas, ente lebih maksum dari imam bukhari, Daud, Ahmad, Hasan?

[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
Tafsir Jalalen
18 - { شهد الله } بين لخلقه بالدلائل والآيات { أنه لا إله } اي لا معبود في الوجود
بحق { إلا هو و } شهد بذلك { الملائكة } بالإقرار { وأولو العلم }
من الأنبياء والمؤمنين بالاعتقاد واللفظ { قائما } بتدبير مصنوعاته ونصبه على الحال
والعامل فيها معنى الجملة اي تفرد { بالقسط } بالعدل { لا إله إلا هو } كرره تأكيدا
{ العزيز } في ملكه { الحكيم } في صنعه
018. (Allah menyaksikan) artinya menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya dengan dalil-dalil dan ayat-ayat (bahwasanya tidak ada Tuhan) yakni tidak ada yang disembah dalam wujud ini dengan benar (melainkan Dia, dan) menyaksikan pula atas yang demikian itu (para malaikat) dengan pengakuan mereka (dan orang-orang yang berilmu) dari kalangan para nabi dan orang-orang beriman, baik dengan keyakinan maupun dengan perkataan (menegakkan keadilan) dengan mengatur makhluk ciptaan-Nya. Manshub disebabkan kedudukannya sebagai hal, sedangkan yang menjadi amilnya ialah arti keseluruhan yakni hanya Allahlah yang mengatur makhluk-Nya dengan seadil-adilnya. (Tidak ada Tuhan melainkan Dia) diulangi kembali memperkokoh perkataan sebelumnya (Yang Maha Perkasa) dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Bijaksana) dalam perbuatan dan ciptaan-Nya.

قوله تعالى:"شهد الله أنه لا إله إلا هو "قيل: هذه الآية في نصارى نجران. وقالالكلبي : "قدم حبران من أحبار الشام على النبي صلى الله عليه وسلم فلما أبصرا المدينة قال :أحدهما لصاحبه ما أشبه هذه المدينة بصفة مدينة النبي صلى الله عليه وسلم الذي يخرج في آخر الزمان؟ فلما دخلا عليه عرفاه بالصفة ، فقالا له : أنت محمد، قال : نعم، قالا له : وأنت أحمد ؟ قال :أنا محمد وأحمد قالا له : فإنا نسألك عن شيء فإن أخبرتنا به آمنا بك وصدقناك ، فقال ،:اسألا فقالا أخبرنا عن أعظم شهادة في كتاب الله عز وجل، فأنزل الله تعالى هذه الآية" ، فأسلم الرجلان. قوله "شهد الله" أي بين الله لأن الشهادة تبين ، وقال مجاهد : حكم الله ( وقيل : علم الله) وقيل: أعلم الله انه لا إله إلا هو. قال ابن عباس رضي الله عنهما: خلق الله الأرواح قبل الأجساد بأربعة آلاف سنة وخلق الأرزاق قبل الأرواح بأربعة آلاف سنة، فشهد بنفسه لنفسه قبل أن خلق الخلق حين كان ولم تكن سماء ولا أرض ولا بر ولا بحر فقال:"شهد الله أنه لا إله إلا هو". وقوله:"والملائكة" أي وشهدت الملائكة ، قيل: معنى شهادة الله الإخبار ولإعلام ، ومعنى شهادة الملائكة والمؤمنين الإقرار. قوله تعالى" وأولو العلم " يعني الأنبياء عليهم السلام . وقال ابن كيسان يعني: المهاجرين والأنصار ، وقال مقاتل: علماء مؤمني أهل الكتاب عبد الله بن سلام واصحابه . قال السدي والكلبي : يعني جميع علماء المؤمنين."قائماً بالقسط" أي بالعدل .ونظم هذه الآية شهد الله قائماً بالقسط ، نصب على الحال، وقيل: نصب على القطع، ومعنى قوله " قائماً بالقسط" أي قائماً بتدبير الخلق كما يقال: فلان قائم بامر فلان، أي مدبر له ومتعهد لأسبابه وقائم بحق فلان أي مجاز له فالله جل جلاله مدبر رازق مجاز بالأعمال. "لا إله إلا هو العزيز الحكيم


[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
Tafsir Jalalen
081. (Dan) ingatlah (tatkala) ketika (Allah mengambil ikrar nabi-nabi) atau janji mereka ("Sungguh apa saja) lam baris di atas sebagai ibtida dan untuk taukid dengan makna sumpah yang terdapat dalam pengambilan ikrar. Dan baris di bawah yang berkaitan dengan mengambil ikrar sedangkan maa isim maushul yang berarti: bagi yang (yang Kuberikan kepadamu) menurut satu qiraat 'Kami berikan padamu' (berupa Kitab dan hikmah lalu datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu) berupa kitab dan hikmah itu dan dia adalah Nabi Muhammad saw. (bahwa kamu sungguh-sungguh akan beriman kepadanya serta akan membelanya) sebagai jawaban daripada sumpah tadi, yakni jika kamu menjumpai mereka dalam hal itu. (Firman-Nya) Allah swt. kepada mereka (Apakah kamu berikrar) atas hal itu (dan menerima perjanjian terhadap yang demikian itu?") (Kata mereka, "Kami berikrar," dan Allah berfirman, "Maka saksikanlah) atas dirimu dan pengikut-pengikutmu tentang hal itu (dan Aku turut menjadi saksi pula bersama kamu") baik terhadap dirimu maupun terhadap mereka.

==
referensi

الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 146)

Al Qurtubhi mengatakan: Diriwayatkan bahwasanya Umar berkata pada Abdullah bin Salam, “Apakah engkau (sebelum masuk Islam) mengenal Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana engkau mengenal anak-anakmu sendiri? Abdullah pun menjawab, “Ya, bahkan lebih dari itu. ”

Ibnu Katsir mengatakan bahwa kadang pula maksud ‘seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri’ adalah mereka mengenal sekumpulan anak-anak manusia lalu mereka tidak merasa ragu sedikit pun untuk mengenal anak mereka sendiri jika mereka melihatnya di antara sekumpulan anak tadi.

Walaupun mereka sudah mengenal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sangat yakinnya, namun Allah katakana, “sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran”. Maksudnya adalah mereka menyembunyikan sifat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ada pada kitab mereka pada manusia padahal mereka mengetahuinya. (Lihat Tafsir Al Qur’anil Azhim, pada tafsir surat Al Baqarah ayat 146).

keep fool
[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
domba kumal hadir disini
mengasuh domba2 lucu \)


hehe mana satu ayat tersurat soal doiperintahkan manusia untuk bersaksi atas kerasulan dan kenabian???, kalo mau maen tafsir setidaknya dukung dong dengan ayat tersurat tentang kesaksian manusia atas Nabi. MAsoih ssaja ga bisa liat apa yang tersurat di Ali imran itu percakapan Allah sama Nabi, tidak ada manusia biasa di Ali imran 81, nabi berikrar kepada Allah berjanji akan patuh ketika Nabi lain datang membenarkan apa yang dibawa nabi sesudahnya datang, mangkanya ane tanya ente nabi?

malu


ga usah kemana mana bawa SATU AYAT TERSURAT aja dolo soal manusia biasa diperintahkan untuk bersaksi atas kebenaran Rasul dan NAbi Allah....hehehehe

mungkin ane yang seharusnya bilang ke agan keep 'smart' malu
lubeguka - 25/09/2012 12:22 AM
#4214

Ane kasih clue dah

[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab

liat baek baek penyuratan diatas Allah mencirikan siapa siapa yang bersaksi kepada rasul, dan disebut dikatakan sama siapa...

malu

ane udah sering bilang manusia biasa ga perlu bersaksi atas kesaksian Rasul karena Allah udah tahu bahwa Muhamamad Rasulnya. Eh ente nyamain iqrar nabi smaa diri ente di Ali imran..

Rasul dan Nabi Allah itu diimani, ditolong, bukan dipersaksikan..emangnya ente Allah mau bersaksi atas kebenaran Rasul?

pesen ane belajar lagi ya gan Yb
ngupilman72 - 25/09/2012 02:23 AM
#4215

Quote:
Original Posted By kabamania
kalau bukan tradisi, mana mungkin kita dapatkan sekarang gan?
apa orang baru mulai shalat setelah bukhari dkk meluncurkan kitab2 hadisnya? gak mungkin kan? ane shalat mengikuti tatacara orang tua ane ajarkan, demikian pula seterusnya. tidak ada tatacara lengkap dalam satu potong hadits dan alquran. kita terima warisan itu apa adanya dari dulu.
saya cuma mengatakan baca amin itu aja kok yang terkontaminasi ajaran yahudi. agan jangan suka menjeneralisir ya. tidak semua tatacara shalat agan saya bilang mengikut yahudi. orang yahudi tidak baca tasyahud lo. masak mau sebut2 nama muhammad di dalam shalat mereka, kan lucu.

lagi pula baca amin itu menurut ajaran sunni kan sunat, dibaca berpahala tidak dibaca tidak apa2.
ya ane pilih tidak baca dengan alasan sudah dijelaskan sebelumnya.


Siapa yang menggenalisir??

Bukannya anda yang selalu menyebut 'mengikuti yahudi' kepada kami?

sekarang ketika ditanya tentang shalatnya orang yahudi, anda sekarang mengatakan 'cuma baca aminnya' saja yang mengikuti yahudi... ngakaks

Anda juga sering mengatakan bahwa anda hanya menjalani tradisi yang sudah ada, tradisi yang diajarkan oleh Nabi Besar Muhammad SAW secara turun temurun, tapi anda menafikan semua hadist yang menulis tentang perbuatan, penafsiran dari Rasulullah itu sendiri, yang sebenarnya merupakan bentuk tertulis dari tradisi yang diajarkan Rasulullah secara turun temurun....

Aneh sekali....amazed:

Memakai istilah tradisi, tetapi menolak memakai hadist yang sebenarnya merupakan bentuk tertulis dari tradisi yang diajarkan oleh Nabi Besar Muhammad.

Sudahlah... anda sebenarnya bukan quranist sejati, saya lebih menyukai jawaban om lubeguka yang memang sudah berniat hanya berhudan kepada Alquran semata, yang menutup mata terhadap hadist ataupun 'tradisi yang selalu anda gembar-gemborkan...'p
AntiKemunafikan - 25/09/2012 09:03 AM
#4216

Quote:
Original Posted By ompungnyaiful
1.mengenai tata cara shalat, kalau pedoman saya, selama alquran tidak menjelaskan secara detail berarti semua tatacaranya benar

pedomanmu yang mana yang menyatakan semua tata cara shalat benar?

2.dan karena saya berpedoman "quranist" maka bagi saya tidak ada tata cara shalat yang salah, misalkan saya melihat ada yang shalatnya sambil duduk saja, atau jumlah rakaatnya kurang atau tangan tidak disedekapkan, atau pake bahasa indonesia, maka saya tidak akan ambil pusing.
hal terpenting adalah shalat mencegah diri kita dari perbuatan keji dan munkar

ada yang terpenting, ada penting, ada yang ga penting.coba kau jelaskan kenapa hasil shalat lebih penting dari tatacara shalat berdasarkan Al-Quran.

3.karena bagi saya itu semua kebenaran

karna kau bingung, mau cari penjelasan kemana.makanya dari pada bingung kau pukul rata jadi benar semua


kalau mau debat, saya ladeni o

anda bertanya saya menjawab, saya balik tanya anda juga harus jawab
ok?

1. pedoman saya adalah alquran kebenaran sejati, kalau alquran tidak berbicara mengenai suatu hal, berarti tidak ada kebenaran mutlak di dalamnya
selama kita atau siapapun belum bisa menelurkan tatacara shalat dari alquran, berarti tidak ada kebenaran mutlak mengenai tatacara shalat

2. dari alquran

pertanyaan saya, jadi menurut ente, tatacara shalat yang benar itu seperti apa sih? tolong dijabarkan
kalau bisa sama haditsnya

misalnya kalau tidak baca iftitah itu benar atau salah?
tidak baca niat shalatnya sah atau tidak?
lalu kalau duduk tahiyat, jari digerakkan atau tidak?
tangan bersedekap atau tidak?

tolong dijelaskan yang benar dan salah "menurut Tuhan" itu seperti apa sih?
Zarathustra. - 25/09/2012 03:27 PM
#4217

Quote:
Original Posted By lubeguka
ya itu kan menurut agan, bukan menurut ane, kenapa mesti kebenaran ane harus menurut agan? sementara agan tidak memandang AlQur'an secar tersurat



heheheh agan mengaku mencintai nabi tapi tidak malah menjatuhkan tugas kenabian yang nota bene harus meyampaikan Quran dalam bentuk kitab, ironis. Ini akibatnya agan beriman sama bukhari. Kalau tidak beriman sama bukhari lalu atas dasaar apa agan tahu itu berasal dari Rasul sementara sampai sekarang terus berkilah setelah ane paparkan kasus Yb

muslim sudah ada jauh sebelum Nabi Muhammad tidakah agan mengerti?



Soal syahadat berikan saja satu ayat bahwa manusia biasa harus bersaksi atas Nabi dan rasul, sanggup kah? jangan jangan agan yang menghina nabi dalam hal ini.



ya alsaan akan selalu ada, pertama minta ane bawa bukti, ane babarin ga bisa jawab sekarang berkilah lagi..typical..typical Yb


Ada perintah taat kepada Allah dan taat kepada RasulNya itu sudah cukup Al-Qur'an mengatakan demikian dengan arti ayng jelas.

Kenyataan Al-Qur'an memang hanya berupa gambaran umum karena tidak ada ayat yang memberikan deskripsi lengkap mengenai tata cara shalat dan rakaatnya bahkan tata cara haji pun tidak begitu lengkap dan juga mengenai puasa dan hal lainnya. Semia itu hanya dijelaskan terperinci pada hadits yang diajarkan oleh Nabi Muhammada SAW karena Beliau sebagai Muslim telah memberi contoh dan ajaran. Tanpa hadist umat Islam jadi tersesat karena tidak tahu tentang tata cara yang dimaksud itu. Quranist malah beriman dengan tradisi tidak tertulis yang dipercayai tapi lucunya dikonfirmasi kebenarnnya dalam hadits.

Sekarang anda bisa bilang saya beriman kepada Bukhari tapi saya bilang juga bahwa anda beriman kepada Usma, Bukhari dan tradisi tidak tertulis, Dalam kedudukan itu mana yang lebih sesat?

Buktikan saja bahwa Al-Qur'an memberi keterangan rinci mengenai tata ibadah yang lengkap dan terperinci mengenai ibadah dalam rukun Islam? Anda tidak akan menemukannya berarti diam-diam anda beriman kepada Hadits sebab tradisi itu bermula dari perbuatan Nabi yang dijelaskan pada hadits pada saat ini. Sikap kaum Quranist sungguh kontradiktif tapi mereka bukan kafir.
kabamania - 25/09/2012 05:28 PM
#4218

Quote:
Original Posted By ngupilman72
Siapa yang menggenalisir??

Bukannya anda yang selalu menyebut 'mengikuti yahudi' kepada kami?

sekarang ketika ditanya tentang shalatnya orang yahudi, anda sekarang mengatakan 'cuma baca aminnya' saja yang mengikuti yahudi... ngakaks

Anda juga sering mengatakan bahwa anda hanya menjalani tradisi yang sudah ada, tradisi yang diajarkan oleh Nabi Besar Muhammad SAW secara turun temurun, tapi anda menafikan semua hadist yang menulis tentang perbuatan, penafsiran dari Rasulullah itu sendiri, yang sebenarnya merupakan bentuk tertulis dari tradisi yang diajarkan Rasulullah secara turun temurun....

Aneh sekali....amazed:

Memakai istilah tradisi, tetapi menolak memakai hadist yang sebenarnya merupakan bentuk tertulis dari tradisi yang diajarkan oleh Nabi Besar Muhammad.

Sudahlah... anda sebenarnya bukan quranist sejati, saya lebih menyukai jawaban om lubeguka yang memang sudah berniat hanya berhudan kepada Alquran semata, yang menutup mata terhadap hadist ataupun 'tradisi yang selalu anda gembar-gemborkan...'p


anda benar baik saya dan bukhari sama2 mengikuti tradisi,
apakah shalat, zakat, haji dll itu baru dilakukan setelah bukhari dkk selesai bikin kitab2nya ??

bedanya saya berusaha menguji tradisi itu ke alquran
bukhari entah lupa atau khilaf atau sengaja memasukkan ajaran yahudi ke dalamnya dan dikatakan tradisi pula dan entah diuji dengan alquran atau tidak, terlihat sekali ada ketimpangan antara ajaran bukhari dan alquran.

kitab hadis itu isinya campur aduk gan, dari dulu saya sudah bilang demikian, campur sari ajaran quran sampai ke ajaran yahudi.

perhatikan jawaban saya terdahulu, saya mengatakan bahwa pengaruh yahudi ini masuk lewat hadis, bahkan sampai kepada shalatpun masuk. contohnya baca amin. saya sudah uraikan pengaruh2 yahudi di dalam hadis, mulai dari menutup kepala untuk perempuan, sunat, bunuh murtad, bunuh orang yang menghina allah, aturan halal haram makanan.

dari dulu saya toleran dengan tradisi sepanjang tidak berlawanan dengan alquran. sudah yang kesekian kali saya ucapkan.
memangnya saya sudah berubah konsep gan?
saya punya pendekatan sendiri terhadap kitabullah.
teori : alquran sumber hukum tertinggi
praktek : saya uji tradisi yang ada dengan alquran. tentu saja baca dan tanya sana dan sini terlebih dahulu jika belum paham.
tradisi yang ada di kalangan muslimin >>>> uji dengan alquran >>> selaras atau tidak?
selaras, lanjut
tidak selaras, tinggalkan mana yang tidak selaras tersebut
saya berusaha konsisten teori dan praktek.

jelas posisi saya sudah tidak sejalan lagi dengan pengikut sunni, apa yang saya dapatkan pada pengikut sunni adalah teorinya memang benar mereka berkitab suci dengan alquran, tapi prakteknya mereka lebih percaya kitab hadis daripada alquran. kalaupun berlawanan, mereka akan tinggalkan firman allah demi hadis. saya heran kenapa orang kehilangan nalar ketika berhadapan dengan ajaran bukhari, tapi mereka kritis sekali terhadap alquran.

sukurlah anda sudah mulai mendengarkan pendapat quranist, semoga dengan sering2 main ke sini hati anda akan terbuka. sebutan anda buat saya quranist sejati apa tidak bukanlah perkara besar.
kucingkakus - 25/09/2012 05:50 PM
#4219

Quote:
Original Posted By AntiKemunafikan
kalau saya yah akan bilang dari fakta yang ada di kitab2 hadits, dan hadits yang dianggap sahih, maka hadits memang harus diakui sudah terkooptasi dengan berbagai bentuk syubhat atau kerancuan dan keanehan yang berpotensi merusak sendi keimanan umat

agan tidak salah (asalkan masih beriman kepada yang diperintahkan) dan saya tidak membenarkan (cara pandang kalian yang menolak hadist), cara pandang agan tentang hadist berbeda dengan saya, pandangan saya tentang hadist dari dulu tetap sama tidak lebih dari sekedar perawian, dimana saya mendapatkan informasi prihal orang yang saya cintai karena kecintaan saya ini maka saya harus berilmu luas dan wawasan yang luas agar bisa memilih mana yang benar sahih dan bukan menolak mentah" yang berarti secara tidak langsung tidak percaya bahwa pernah ada penulisan/penghafalan langsung oleh orang" yang pernah hidup bersama Rasulullah SAW.

Quote:

masalah perilaku rasulullah saw, apakah itu hadits? salah besar, perilaku rasulullah saw adalah alquran
sumbernya dari alquran

itu yang saya katakan dari kemaren ke teman QURANIST anda, bahwa apapun yang Rasulullah SAW selalu berdasarkan ALQUR'AN. berarti ini menandakan bahwa perawi/cerita yang kita kenal sebagai hadist itu meski tidak 100% murni terjaga seperti ALQUR'AN juga merupakan panutan untuk umat MUSLIM. sebagai salah satu media untuk kita mengenal Rasul kita (sampingkan yang sudah korup atau bukan sahih).

Quote:

"ahli sunnah" beralasan bahwa hadits adalah penjabaran perilaku rasul, ini bisa jadi benar
tapi perilaku manusia sangat tergantung sikon, dan ini sudah tidak bisa diikutkan dalam hadits

saya tidak bisa menyalahkan para imam terdahulu yang telah mengumpulkan hadist, karena keterbatasan zaman (seperti science, bahasa, dsb) mungkin hadist" harus di filter atau di periksa dengan ketat oleh yang ahlinya.

Quote:

jadi ketika ada orang yang mengikuti perilaku rasulullah saw yang dijabarkan hadits, orang itu bisa jadi berkata perilakunya tepat sesuai, tapi dalam hal konteks, kegiatannya belum tentu benar

itu saya tidak berani judge, ada terkadang ada hal yang janggal, bagi saya tidak saya ikuti. yang jelas gambaran say tentang Rasulullah adalah SEMPURNA jadi Mustahil jika ..... (arti kata sempurna ini tergantung wawasan dan ilmu sampeyan yang tafsirkan).
Quote:

dari sini, mengikuti hadits selain belum tentu tepat dari sikon, juga belum tentu benar sama dengan rasulullah saw

betul Sikon di sini adalah perbedaan zaman. ane setuju kalau ini tapi kalau menolak hadist ane sarankan pikir" dulu. jangan seperti orang yangn disebutkan dalam ALQUR'AN (pasti ngerti).

Quote:

mengenai tata cara shalat, kalau pedoman saya, selama alquran tidak menjelaskan secara detail berarti semua tatacaranya benar

ini yang saya takutkan gan, penafsiran itu berlandaskan pada wawasan dan ilmu sampeyan.

Quote:

hal terpenting adalah shalat mencegah diri kita dari perbuatan keji dan munkar

hihih hal terpenting adalah TAQWA gan. karena arti islam itu berserah diri yang seharusnya membangun Takwa.

Quote:

cara saya shalat yah mengikuti "ahli sunnah", berdiri, baca fatihah, rukuk, sujud dsb

ini yang saya bilang pikir" dulu untuk menolak hadist sebagai referensi.

Quote:

dan karena saya berpedoman "quranist" maka bagi saya tidak ada tata cara shalat yang salah, misalkan saya melihat ada yang shalatnya sambil duduk saja, atau jumlah rakaatnya kurang atau tangan tidak disedekapkan, atau pake bahasa indonesia, maka saya tidak akan ambil pusing, karena bagi saya itu semua kebenaran

hal terpenting kalau shalat ketika berjamaah yah mengikuti imam


ini bahaya gan karena penafsiran berdasarkan Ilmu dan wawasan, mudah"an agan dikasih Wawasan dan Ilmu yang luas agar tidak salah menafsirkan.
kucingkakus - 25/09/2012 05:54 PM
#4220

Quote:
Original Posted By kabamania
anda benar baik saya dan bukhari sama2 mengikuti tradisi,
apakah shalat, zakat, haji dll itu baru dilakukan setelah bukhari dkk selesai bikin kitab2nya ??


nah ini jawabanya gan, kenapa sampai saat ini orang tahu akan cara" sholat, cara" zakat, cara" haji dll. di sini agan sudah menjawab bahwa orang" yang pernah hidup pada zaman Rasulullah SAW mempelajari ISLAM dari Rasulullah SAW lalu mereka ingat" dan mereka jaga (karena dilakukan setiap hari), lalu apa salahnya jika pengetahuan itu dibukukan?untuk memudahkan generasi berikutnya?apakah menurut anda ingatan itu akan selalu ada? ingat ada yang masuk pasti ada yang keluar begitupun memory pengetahuan dalam otak kita semakin banyak yang masuk semakin banyak yang lupa (asal logik aja).
Page 211 of 227 | ‹ First  < 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab