DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
Total Views: 200033 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 213 of 227 | ‹ First  < 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 >  Last ›

ngupilman72 - 26/09/2012 11:28 AM
#4241

Quote:
Original Posted By lubeguka
insya Allah ane hanya berhudan kepada Qur'an. Pemahaman karena Qur'anist harus berbeda? ini tergantung perspektif, berbeda dalam hal apa dulu? tata cara kehidupan? ane shalat ( rukuk, berdiri, sujud) dan agan juga shalat? ane berbuat baik, membaca Qur'an, agan juga sama. Bedanya mungkin agan mendasarkan tata cara shalat pada kitab selain Qur'an sementara ane mendasarkan hanya pada ahsanal hadist. agan 'bersyahadat' atas Rasul Muhammad dan ke esaaan Allah, ane juga begitu beriman kepada Rasul (termasuk rasul Muhammad) dan keesaaan Allah.


Maksud saya, apakah om di dunia real melaksanakan tata cara shalat seperti tata cara shalat kebanyakan muslim disini? (Ada itidal, duduk diantara dua sujud, kemudian tasyahud sebelum mengakhiri shalat) ketika shalat ditempat umum?

Apakah om akan ikut shalat berjamaah dengan diimami oleh seorang imam dari kalangan muslim yang mengikuti Alquran dan Hadist?

Apakah om juga ikut berpuasa di bulan ramadhan seperti kalangan muslim yang ada sekarang ini?

Apa yang pernah saya baca dari tulisan om, dalam pelaksanaan shalat menurut om adalah diakhiri dengan sujud, itu saja sudah berbeda dengan shalat yang dilakukan oleh kalangan muslim disini...

Menurut om, shalat jum'at bisa dilakukan pada hari apapun, yang penting pada hari tersebut, umat islam sedang berkumpul disuatu tempat.

Menurut pandangan om, bahwa puasa bulan ramadhan bukanlah pada bulan seperti yang kalangan muslim percaya yang mengikuti kalendar yang dibuat oleh Khalifah Umar bin khatab yang berlaku sampai saat ini, menurut om puasa bulan ramadhan dilakukan pada bulan-bulan di musim panas.
lubeguka - 26/09/2012 11:28 AM
#4242

Quote:
Original Posted By samatronz
oke2, maksud ane standar penafsiran kita jangan disamakan.


ya memang penafsiran tidak akan pernah sama, karena pada hakikatnya manusia tidak sama satu sama lain, itulah indahnya Qur'an. tidak bisa disempitkan kepada satu orang penafsiran. Karena itu menurut ane Nabi tidak meninggalkan kitab tafsir.

Sudah merupakan tugas kenabian untuk menyampaikan kitab tafsir jika itu diperlukan. Tapi nyatanya sang pembawa berita tidak meninggalkan kitab selain Qur'an. Ini karena beliau paling tahu kalau Qur;an ditafsirkan air laut aja ga cukup jadi tinta bahkan kalau dikasih lagi sebanyak itu masih ga cukup. Itulah kenapa Qur'an bersifat universal tidak termakan waktu.

bermain tafsir harus sangat hati hati gan, haruds didukung banyak ayat baik itu terkait secara langsung atau tidak. Bermain tafsir tidak boleh membawa kitab di luar Qur;an agar tidak bias


Quote:
Ane juga menyebut diri ane muslim, tapi pemahaman kita beda. Untuk alasan kepraktisan dlm diskusi, ane sebut diri ente quranis.


it's fine Yb


Oh gitu ya gan? Ane kurang paham masalah ini.

Quote:
Yg ane pahamin, sebelum Muhammad SAW turun, kaum2 sebelumnya ya bertuhan pada Allah. Tapi Islam sendiri baru di"resmi"kan setelah turun ayat ini bukan :

"Pada hari ini telah Ku sempurnakan bagimu agamamu, telah Ku cukupkan ni'mat karunia-Ku dan telah Ku Ridhoi Islam sebagai agamamu." (Q. S. Al Maidah: 5).


sedikit koreksi itu almaida ayat 3 \)

Mari kita jabarkan

[2:132] wawashshaa bihaa ibraahiimu baniihi waya'quubu yaa baniyya innallaaha isthafaa lakumu ddiina falaa tamuutunna illaa wa-antum muslimuun

[2:132] Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keada'an muslim

apakah bisa dilihat bahwa Ibrahim sudah mewasiatkan bahwa keturunannnya soal islam diatas?

pertanyaan yang muncul kemudian lalu apakah akmaltu di 5:3 bisa diartikan sempurna? Apakah wafatnya Ibrahim dan keturunannya dalam keadaan muslim yang belum sempurna? Ibrahim itu imam bagi seluruh umat manusia, tentu tidak gan, bisa setuju?

Bukan bermaksud mengajari tapi ane jabarkan sedikit tafisr Qur'an dengan ayat Qur'an lain.

akmaltu berasal dari kata kaf-miim-lam hanya ada 5 kata bentukan dari akar kata tersebut di dalam Qur'an

[2:185]syahru ramadaanalladzii unzila fiihi lqur-aanu hudan linnaasi wabayyinaatin mina lhudaa walfurqaani faman syahida minkumu sysyahra falyashumhu waman kaana mariidhan aw 'alaa safarin fa'iddatun min ayyaamin ukhara yuriidullaahu bikumu lyusra walaa yuriidu bikumu l'usra walitukmiluu l'iddata walitukabbiruullaaha 'alaa maa hadaakum wala'allakum tasykuruun

[2:185]bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, maka sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan/memenuhkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

[2:233] walwaalidaatu yurdhi'na awlaadahunna hawlayni kaamilayni...

[2:233] Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh

liyahmiluu awzaarahum kaamilatan yawma lqiyaamati wamin awzaarilladziina yudhilluunahum bighayri 'ilmin laa saa-a maa yaziruun

[16:25] agar mereka memikul dosa-dosanya dengan cukup/penuh pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun. Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.

[2:196]... faman lam yajid fashiyaamu tsalaatsati ayyaamin fii lhajji wasab'atin idzaa raja'tum tilka 'asyaratun kaamilatun...

[2:196] Barang siapa tidak menemukan, maka wajib berpuasa tiga hari ketika masa haji dan tujuh hari apabila kamu telah pulang. Itulah sepuluh (hari) yang cukup/penuh.

perhatikan di 2:196 ada kata lain 'utimu/selesaikan' di awal ayat yang berasal dari kata taf-mim-mim yang digunakan di 5:3 juga "...wa-atmamtu 'alaykum ni'matii

Intinya, tidak mungkin Nabi Ibrahim ( Imam umat manusia, termasuk Imamnya Nabi Muhammad, dan keturunannya) wafat dalam keadaan islam yang belum sempurna. Sehingga akmaltu di 5:3 kurang tepat jika diartikan sempurna

sehingga

lyawma akmaltu lakum diinakum wa-atmamtu 'alaykum ni'matii waradhiitu lakumu l-islaama diinan famani idthurra fii makhmashatin ghayra mutajaanifin li-itsmin fa-innallaaha ghafuurun rahiim

Pada hari ini telah Ku cukupkan/ Kupenuhkan untuk kamu Din, dan telah Ku-selesaikan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai bagimu Islam sebagai agama. Maka barang siapa terpaksa398 karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Karena Al-Qur'an dibawa Oleh Nabi Muhammad maka 5:3 diatas adalah penyataan bahwa Din yang diberikan kepada Nabi Muhammad telah dicukupkan/dipenuhi. Nikmat Allah terhadap nabi Muhammad juga telah diselesaikan. Setelah nikmat dicukupkan Din dan diselesaikan Nikmat Allah terhdap Nabi Muhamamd maka diridhoi islam menjadi Din.

Nabi Nabi Allah terdahulu juga pasti mendapatkan perkataan yang sama gan.
Karena islam sudah sempurna dari awal.

[7:137]watammat kalimatu rabbika lhusnaa 'alaa banii israa-iila bimaa shabaruu wadammarnaa maa kaana yashna'u fir'awnu waqawmuhu wamaa kaanuu ya'risyuun

Dan telah sempurnalah perkataan Rabb mu yang baik untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.

[12:6] wakadzaalika yajtabiika rabbuka wayu'allimuka min ta/wiili l-ahaadiitsi wayutimmu ni'matahu 'alayka wa'alaa aali ya'quuba kamaa atammahaa 'alaa abawayka min qablu ibraahiima wa-ishaaqa inna rabbaka 'aliimun hakiim


5:3 adalah sebuah gambaran bahwa Muahmamd telah diberikan ilmu yang cukup/lengkap/penuh tentang islam sehingga bisa dijalankan dan disampaikan ke umatnya. Sama seperti halnya nabi nabi dan rasul terdahulu yang telah diberikan ilmu yang cukup agar bisa wafat dalam keadaan muslim

maaf sedikit panjang, sebenernya lebih panjang lagi gan karena tafsir Qur;an itu ga boleh sembarangan harus dilihat dengan banyak ayat Qur'an lain, hingga tidak satupun ayat Qur;an lain baik yang terkait atau tidak dilanggar

itu tafsir ane , bagaiman dengan tafsir agan mengenai penyuratan akmaltu didalam Qur'an?

Quote:
Menurut ente, Ahmadiyah itu Islam bukan?


Salah satu ajaran Quran yang penting adalah nabi Muhammad sebagai penutup nabi (khataman nabiyin) kalau ada sekte yang mengklaim ada Nabi setelah nabi Muhammad maka dipastikan itu bertentangan denagn Qur'an

Masalahnya ane ga tau soal ahmadiyah dan ga mau pusing, apa suni islam, syiah islam dsb. Esensi dari muslim adalah menyerahkan segala sesuatu kepada Allah, jadi soal islam atau tidak daripada berbuat kerusakan serahkan saja sama satu satunya yang berhak menilai. Yb

Quote:
(penting utk diingat : ketika ane katakan "Islam", disini maksudnya Islam yg menurut ente bener ya, bukan Islam yg udah menyimpang menurut ente. Ketika ane katakan "menurut ente", kemungkinan jawabannya benar "menurut ente" = "berhudan pada Quran saja" atau apapun, terserah, ane iyakan. Yg penting benar "menurut ente")


menurut Qur;an tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad dan tidak ada kitab setelah Qur'an

Quote:
Nah ini bisa masuk ke pembahasan baru..

kebetulan ane juga pengen tanya tentang itu : bagaimana ente menerapkan apa yg Quran katakan "uswatun hasanah" pada diri Rasulullah bila Quran sendiri tidak mendetail tentang segala perilaku beliau -yang tentunya sesuai QS 33:21- sudah Allah perintahkan untuk kita tiru?


yang diikuti itu bukan detail gan tapi keimanannya, seruannya, millatnya. Apakah Nabi Muhammad mengikuti detail apa yang dilakukan Nabi Ibrahim ? Nabi Muhammad diperintahkan untuk mengikuti Nabi Ibrahim, apakah ada kitab kitab berupa periwayatan tentang Ibrahim sehingga harus mengikuti detail apa kata orang tentang yang dilakukan Nabi Ibrahim? tentu tidak gan, karena Nabi Muhammad nabi yang ummiy ( belum pernah membaca kitab lain sebelumnya) dan Informasi tentang Ibrahim yang dia dapatkan hanya dari Qur'an dan itu cukup bagi dia.

Ane tekankan lagi AlQur;an adalah ahsanal qashahs (
lubeguka - 26/09/2012 11:56 AM
#4243

Quote:
Original Posted By ngupilman72
Maksud saya, apakah om di dunia real melaksanakan tata cara shalat seperti tata cara shalat kebanyakan muslim disini? (Ada itidal, duduk diantara dua sujud, kemudian tasyahud sebelum mengakhiri shalat) ketika shalat ditempat umum?


essensi dari Qur'an adalah dijadikan batu ujian terhadap apa yang ada di kitab kitab lain. Sejauh ini GRAKAN yang dilakukan oleh suni tidak signifikan. Allah tidak mempermasalahkan gerakan (harus gini dan gitu)

Quote:
Apakah om akan ikut shalat berjamaah dengan diimami oleh seorang imam dari kalangan muslim yang mengikuti Alquran dan Hadist?


kenapa tidak? hanya mungkin apa yang ane baca berbeda, ga hanya diam ketika imam baca ayat yang ane ga tau artinya, ya dan diakhiri dengan sujud. kalau ane setelah itu duduk (ngikutin gerakan aswaja) ya ane anggap berdzikir kepada Allah dalam keadaan duduk. Pas salam ya ane kasih salam sama malaikat di kanan dan kiri ane dan orang yang ada di kanan kiri ane.

Quote:
Apakah om juga ikut berpuasa di bulan ramadhan seperti kalangan muslim yang ada sekarang ini?


udah ane jawab kan

Quote:
Apa yang pernah saya baca dari tulisan om, dalam pelaksanaan shalat menurut om adalah diakhiri dengan sujud, itu saja sudah berbeda dengan shalat yang dilakukan oleh kalangan muslim disini...


ya karena di Qur;an 4:102 digambarkan begitu jadi ane ya begitu.

Quote:
Menurut om, shalat jum'at bisa dilakukan pada hari apapun, yang penting pada hari tersebut, umat islam sedang berkumpul disuatu tempat.


ya memang, karena pesannya adalah agar tidak lalai dalam percakapan, perdagangan, dst ketika bertemu dengan manusia lain.

Quote:
Menurut pandangan om, bahwa puasa bulan ramadhan bukanlah pada bulan seperti yang kalangan muslim percaya yang mengikuti kalendar yang dibuat oleh Khalifah Umar bin khatab yang berlaku sampai saat ini, menurut om puasa bulan ramadhan dilakukan pada bulan-bulan di musim panas.


pan ane udah jelasin juga..ada du apandangan
ada yang puasa ketika bulan itu jelas bisa disaksikan ( fenomena super moon) atau ketika sharh diartikan sebagai 'moon' dan ramadhan diartikan panas yang membakar.....soal kalender yang konon dibuat umar ya ane ga bisa verifikasi itu valid jadi ya pilihannya ya apa yang diseuratkan di Qur'an....ane kerja dulu bray....Yb
Zarathustra. - 26/09/2012 05:05 PM
#4244

Quote:
Original Posted By lubeguka
terjemahannya memang hjelas tapi agan menafsirkan taat kepada Rasul berarti ta'at sama apa yang dikatakan fulan tentang apa yang dikatakannabi..hadoh ga ngerti juga....



Ya karena ada kitab kitab lain tersebut yang berisi apa yang tidak ada di Qur;an maka Qur'an dianggap sebagai hanya berupa gambaran umum. Ini tidak sesuai dengan firman Allah yang menegaskan AlQur'an itu fushilat, siapa agan mau mengkondisikan ap ayang Allah tegaskan? Yb



Nah disini, setelah berkali kali masih ga ngerti juga. Qur;an itu sudah dibukukan pada masa Nabi ( menurut Qur'an, menurut tugas kenabian) bukan baru dibukukan pada masa ustman seperti yang agan imani Yb



ngomong bukti?? ama agan ?? capedes

Pertama koar koar suruh ane bawa bukti soal hadist ane paparkan, trus merengek kemana mana sekarang minta bukti lagi?

intinya kalo nyari apa yang adi kitab hadist nyari persamaannya di Qur;an jelas ga ada orang beda yang buat kok yang satu dari Allah dan disampaikan nabinya secara haq yang satu dari manusia tentang kata dan laku Nabi, masih ga ngerti juga

udah langsung aja ke bantahan, hingga selesai, agan kan selalu berkoar apa yang ada di kitab hadist pasti berasl dari Nabi, nah ane udah paparkan, bisa tidak dibantah? malu
soal hadist dulu bantah


Memang agan bisa tahu arti ayat itu? Taat kepada Rasul itu taat terhadap nasihatnya dan hadits itu penting untuk mencontoh ahklak Nabi.

Memang kenyataannya begitu. Memang Al-Qur'an hanya gambaran umum dan ada buktinya. Lihat saja ritual ibadah yang paling utama dalam rukun Islam justru ada di hadist dalam perincian.

Agan tau darimana waktu jaman Nabi Al-Qur'an sudah dibukukan? Apa sekarang percaya pada sejarah ketimbang hadits sahih? Waktu jaman Nabi Al-Qur'an itu dibukukan secara terpisah karena terdapat bagian-bagian dari ayat Makah dan Madinah. Saat era Abubakar dan Umar belum dibukukan tapi ketika di era Usman karena kebutuhan Umat akhirnya dibukukan. Ini sejarah yang benar baik menurut sejarah maupun hadits yang sahih.

Kalo hanya percaya pada Al-Qur'an saja itu nantinya keimanannya buta. Selain Al-Qur'an ada contoh teladan Nabi yang ptautu dicontoh. Nah terus bagaimana dengan contoh Nabi itu? Memang Nabi tidak mengatakan satu kata pun selama dia hidup?

Percuma deh selama agan masih menjalankan hadits secara tidak sadar dalam menjalankan ritual ibadah itu sudah tidak penting mau mengaku Quranist atau bukan. Ritual ibadah rakaat, berapa persen dalam zakat, jumlah bilangan hari saat puasa, tata cara berhaji secara detail secara hanya ada di hadits.

Perkataan Nabi itu membekas kepada sahabtanya dan ketika beliau meninggal perkataan itu sering diucapkan kepada orang lain. Contoh adalah Abubakar dan Umar, mereka berdua sering mengutip kata-kata Nabi lalu diteruskan kepada orang-orang berikutnya. Jangankan perkataan Nabi, perkataan tokoh bijaksana saja masih diturunkan kepada orang lain contohnya perkataan tokoh-tokoh sejaran sebelim Nabi. Tokoh seperti Alexander The Great, Plato, Socrates dll. Ini perkataan Nabi yang diingat dan dicatat. Jika bukti dari si fulan itu meragukan lalu kenapa ritual ibadah yang dijalankan nabi itu sesuai tradisi tidak tertulis yang anda percayai? Anda percaya yang tidak tertulis tapi menolak hadits. Sebenarnya tidak berpengaruh jika masih menjalankannya.
Anti.Indomisasi - 26/09/2012 06:15 PM
#4245

asli dah, quranist goblok wal tolol..
gak ngikut sunnah, kok bisa sholat seperti muslim umumnya...
[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab





Gerakan Umat Anti Indomisasi
Menurut Dr. Robert Morey :
Agama Penyembah Bulan disebut Komaruddin.
Komarun = Bulan; Dinun = Agama. ngakaks
kucingkakus - 26/09/2012 07:10 PM
#4246

Quote:
Original Posted By lubeguka
terjemahannya memang hjelas tapi agan menafsirkan taat kepada Rasul berarti ta'at sama apa yang dikatakan fulan tentang apa yang dikatakannabi..hadoh ga ngerti juga....

tapi kenapa agan mau menerima informasi dari baratkalau begitu? contoh dulu belajar sejarah kan? bungkarno contoh, itu juga dari fulan dan fulan, contoh lagi berita di tv, itu dari fulan kefulan, lalu kenapa dari Rasulullah SAW agan tidak mengambilnya?

Membela Rasulullah seharusnya mencari kebenaran kepada hadist itu sendiri bukan pembenaran sendiri yaitu bentuk penolakan hadist.
kucingkakus - 26/09/2012 07:15 PM
#4247

Quote:
Original Posted By Zarathustra.
Memang agan bisa tahu arti ayat itu? Taat kepada Rasul itu taat terhadap nasihatnya dan hadits itu penting untuk mencontoh ahklak Nabi.


di sini ane setuju gan, akan ada keraguan dihati mereka disaat datang waktu dimana mereka mencoba untuk mengukur titik kesempurnaan seorang manusia. akan datang waktunya mereka akan mencari informasi tentang Rasulullah SAW. sedang mereka menolak untuk mengenal Rasulullah SAW secara sejarahnya.
jf00112 - 26/09/2012 07:50 PM
#4248

Quote:
Original Posted By kucingkakus
di sini ane setuju gan, akan ada keraguan dihati mereka disaat datang waktu dimana mereka mencoba untuk mengukur titik kesempurnaan seorang manusia. akan datang waktunya mereka akan mencari informasi tentang Rasulullah SAW. sedang mereka menolak untuk mengenal Rasulullah SAW secara sejarahnya.


Maaf Gan, coba lebih objektif analisisnya.
Saya pribadi tidak menolak sejarah, melainkan menempatkan sejarah pada tempatnya.
Dan sejarah, dengan berbagai versinya yang kadang saling bertentangan, tidak layak dijadikan sumber hukum. Dan sejarah bisa dipelintir tergantung siapa yang sedang berkuasa saat itu.

Jadi saat anda bilang sejarah, sejarah Rasul menurut siapa? Siapa yang menjamin itu akurat?
Justru saya berkecenderungan kepada Quranist karena keinginan untuk mencari sosok Rasulullah yang sesungguhnya. Coba pikirkan lagi. Anda ingin mengetahui sosok Rasulullah melalui versi Bukhari cs, atau melalui Qur'an? Mana yang lebih akurat?
jf00112 - 26/09/2012 07:58 PM
#4249

Quote:
Original Posted By kucingkakus
tapi kenapa agan mau menerima informasi dari baratkalau begitu? contoh dulu belajar sejarah kan? bungkarno contoh, itu juga dari fulan dan fulan, contoh lagi berita di tv, itu dari fulan kefulan, lalu kenapa dari Rasulullah SAW agan tidak mengambilnya?

Membela Rasulullah seharusnya mencari kebenaran kepada hadist itu sendiri bukan pembenaran sendiri yaitu bentuk penolakan hadist.


Informasi yang diterima dan dipelajari bukan berarti lantas dianggap pasti benar.
Di sini harus berperan akal dan logika dalam mencerna dan memverifikasi informasi yang diterima, sehingga kita bisa objektif menilai kevalidan informasi tersebut.

Kalau akal dan pengetahuan kita terbatas dalam menilai kevalidan informasi tersebut, bukan berarti kita lantas boleh memilih untuk mengimani kebenaran informasi tersebut. Sesuatu yang tidak pasti nilai kebenarannya tidak layak dijadikan sumber hukum.
jf00112 - 26/09/2012 08:31 PM
#4250

Quote:
Original Posted By Zarathustra.
Memang agan bisa tahu arti ayat itu? Taat kepada Rasul itu taat terhadap nasihatnya dan hadits itu penting untuk mencontoh ahklak Nabi.

Memang kenyataannya begitu. Memang Al-Qur'an hanya gambaran umum dan ada buktinya. Lihat saja ritual ibadah yang paling utama dalam rukun Islam justru ada di hadist dalam perincian.

Agan tau darimana waktu jaman Nabi Al-Qur'an sudah dibukukan? Apa sekarang percaya pada sejarah ketimbang hadits sahih? Waktu jaman Nabi Al-Qur'an itu dibukukan secara terpisah karena terdapat bagian-bagian dari ayat Makah dan Madinah. Saat era Abubakar dan Umar belum dibukukan tapi ketika di era Usman karena kebutuhan Umat akhirnya dibukukan. Ini sejarah yang benar baik menurut sejarah maupun hadits yang sahih.

Kalo hanya percaya pada Al-Qur'an saja itu nantinya keimanannya buta. Selain Al-Qur'an ada contoh teladan Nabi yang ptautu dicontoh. Nah terus bagaimana dengan contoh Nabi itu? Memang Nabi tidak mengatakan satu kata pun selama dia hidup?

Percuma deh selama agan masih menjalankan hadits secara tidak sadar dalam menjalankan ritual ibadah itu sudah tidak penting mau mengaku Quranist atau bukan. Ritual ibadah rakaat, berapa persen dalam zakat, jumlah bilangan hari saat puasa, tata cara berhaji secara detail secara hanya ada di hadits.

Perkataan Nabi itu membekas kepada sahabtanya dan ketika beliau meninggal perkataan itu sering diucapkan kepada orang lain. Contoh adalah Abubakar dan Umar, mereka berdua sering mengutip kata-kata Nabi lalu diteruskan kepada orang-orang berikutnya. Jangankan perkataan Nabi, perkataan tokoh bijaksana saja masih diturunkan kepada orang lain contohnya perkataan tokoh-tokoh sejaran sebelim Nabi. Tokoh seperti Alexander The Great, Plato, Socrates dll. Ini perkataan Nabi yang diingat dan dicatat. Jika bukti dari si fulan itu meragukan lalu kenapa ritual ibadah yang dijalankan nabi itu sesuai tradisi tidak tertulis yang anda percayai? Anda percaya yang tidak tertulis tapi menolak hadits. Sebenarnya tidak berpengaruh jika masih menjalankannya.


Gan, anda terus menerus berkutat di hal yang sama, padahal sudah dijelaskan berkali-kali.
Kita semua berusaha mencontoh Rasul, tapi informasi tentang Rasul ada dari berbagai sumber. Bagaimana memilah sumber mana yang layak dijadikan pegangan?

Melalui Al-Qur'an? Saya yakin kita semua setuju karena kita semua sama-sama mengimani kebenaran sumber dan isi Qur'an.

Melalui Hadits Bukhari cs? Sudah diterangkan oleh agan lubeguka, tidaklah mungkin untuk memastikan suatu "hadits" adalah 100% pasti bersumber dari Rasulullah. Kalau anda mempelajari ilmu hadits anda pasti mengetahui hal ini. Saya tidak bilang semuanya salah, tapi kalau kita tidak punya pengetahuan untuk membedakan mana yang memang bersumber dari Rasul dan mana yang bukan (palsu), bukankah berbahaya menjadikannya sebagai sumber hukum? Bisa-bisa kita mengharamkan yang dihalalkan Qur'an, menghalalkan yang diharamkan Qur'an, mengutamakan sesuatu yang tidak diutamakan Qur'an dan menistakan sesuatu yang tidak dinistakan Qur'an.
Kalau anda ngotot ingin menjadikan kitab hadits sebagai sumber hukum, pilihannya hanya:

1. Anda berprasangka baik terhadap semua perawi dan pengumpul hadits, bahwa mereka semua jujur, berniat baik dan mempunyai ingatan yang baik yang tidak mungkin salah.

2. Anda mempercayai hadits karena perkataan guru anda yang terlihat berakhlak baik dan berpengetahuan.

3. Anda mengimani kebenaran isi dan sumber kitab hadits sebagaimana anda mengimani Al-Qur'an.

Apakah ada yang terlewat?
Untuk nomor 1: anda menyandarkan urusan dunia akhirat anda pada prasangka
Untuk nomor 2: anda menyandarkan urusan dunia akhirat anda pada orang lain (guru anda)
Untuk nomor 3: Anda mengimani sesuatu yang tidak diperintahkan untuk diimani

Mengapa harus melakukan tiga hal tersebut, sementara kita memiliki Al-Qur'an yang kita imani kebenaran sumber dan isinya? Bisakah anda melihat bahayanya menjadikan kitab hadits Bukhari cs sebagai sumber hukum?

PS: Ini adalah pendapat pribadi saya, belum tentu mencerminkan pandangan agan-agan Qur'anist di sini.
kucingkakus - 26/09/2012 09:30 PM
#4251

Quote:
Original Posted By jf00112
Informasi yang diterima dan dipelajari bukan berarti lantas dianggap pasti benar.

yap seharusnya lebih di analisa dan dipelajari (dan ini pasti ada ilmunya sekiranya quranist menolak dengan dasar korup berarti yang tidak benar adalah caranya sehingga memungkinan pemikiran untuk menolak itu ada). sekiranya seperti itu tapi bukan penolakan kepada fakta.

Quote:

Di sini harus berperan akal dan logika dalam mencerna dan memverifikasi informasi yang diterima, sehingga kita bisa objektif menilai kevalidan informasi tersebut.

nah faktanya lagi tidak semua hadist korup, dan sebagian besar adalah fakta. apakah QURANIST menolak kebenaran?kalau mau bilang kebenaran hanya ALQUR'AN itu sah dan ane mengimaninya, lantas diluar itu seperti kehidupan kita sehari" seperti kebenaran ilmu matematika/dsb
kucingkakus - 26/09/2012 09:32 PM
#4252

Quote:
Original Posted By jf00112
Informasi yang diterima dan dipelajari bukan berarti lantas dianggap pasti benar.

yap seharusnya lebih di analisa dan dipelajari (dan ini pasti ada ilmunya sekiranya quranist menolak dengan dasar korup berarti yang tidak benar adalah caranya sehingga memungkinan pemikiran untuk menolak itu ada). sekiranya seperti itu tapi bukan penolakan kepada fakta.

Quote:

Di sini harus berperan akal dan logika dalam mencerna dan memverifikasi informasi yang diterima, sehingga kita bisa objektif menilai kevalidan informasi tersebut.

nah faktanya lagi tidak semua hadist korup, dan sebagian besar adalah fakta. apakah QURANIST menolak kebenaran?kalau mau bilang kebenaran hanya ALQUR'AN itu sah dan ane mengimaninya, lantas diluar itu seperti kehidupan kita sehari" seperti kebenaran ilmu matematika/dsb
kucingkakus - 26/09/2012 09:47 PM
#4253

Quote:
Original Posted By jf00112
Maaf Gan, coba lebih objektif analisisnya.
Saya pribadi tidak menolak sejarah, melainkan menempatkan sejarah pada tempatnya.
Dan sejarah, dengan berbagai versinya yang kadang saling bertentangan, tidak layak dijadikan sumber hukum. Dan sejarah bisa dipelintir tergantung siapa yang sedang berkuasa saat itu.


saya sangat objektif, saya tidak menyalahkan dan membenarkan yang lagi saya cari adalah kebenaran. betul sejarah bisa dipelintir, ane juga bukan ahli sejarah di sini jadi tidak bisa menerangkan standard mencari fakta itu seperti apa, tapi yang jelas merujuk kepada ALQUR'AN, sesuai dengan logika (hukum alam), juga source yang bisa dipercaya.


Quote:

Jadi saat anda bilang sejarah, sejarah Rasul menurut siapa? Siapa yang menjamin itu akurat?
Justru saya berkecenderungan kepada Quranist karena keinginan untuk mencari sosok Rasulullah yang sesungguhnya. Coba pikirkan lagi. Anda ingin mengetahui sosok Rasulullah melalui versi Bukhari cs, atau melalui Qur'an? Mana yang lebih akurat?


baiklah kalau begitu silahkan, fakta ALQUR'AN yang ane imani adalah kebenaran, 100% akurat, lalu apakah agan berharap akan menemukan bibiography Rasulullah dalam ALQUR'AN?contoh seperti ,siapa ayah Rasulullah,bagaimana kehidupanya sejak lahir sampai menerima Wahyu, bagaimana dan seperti apa Rasulullah dalam memimpin, strategi berperang, beribadah, bersosialisasi.

jadi saya tidak menganggap QURANIST kafir, tapi jalan mereka bertaqwa mencari kebenaran itu berbeda, insyaALLAH jalan yang lurus.


sekarang ane tanya, surah alfatihah, "jalan yang lurus" kita memohon untuk dituntun dan ditunjukan jalan yang lurus, jalan bagi "mereka" yang diberi nikmat dan rezki yang halal (mereka telah ditunjukan ke jalan yang lurus bukan?).

boleh saya minta terangkan "jalan yang lurus" itu maksudnya apa, dan "mereka" itu siapa?
kabamania - 26/09/2012 09:49 PM
#4254

Quote:
Original Posted By ngupilman72
Apakah ketika imam bukhari mengumpulkan ratusan ribu hadist yang berbicara tentang tradisi yang dilakukan oleh

1. Rasulullah Muhammad SAW, penafsiran beliau baik dalam lisan maupun tulisan yang beredar pada saat itu, imam bukhari menelan mentah-mentah dan langsung menuliskannya pada kumpulan hadistnya? kenyataannya dari satu juta hadist, beliau hanya mengutip sekitar 7000 hadist didalam bukunya... Begitu pula yang dilakukan oleh imam Muslim dll, mereka memakai akal mereka untuk memilah hadist mana yang shahih mana yang dhaif menurut mereka.

Kelebihan mereka adalah mereka mau melakukan pemilahan tersebut, tidak serta merta meninggalkan hadist seluruhnya, bukan mengikuti pepatah 'rusak susu sebelanga karena nila setitik'.... rusak semua hadist karena hanya ada hadist yang palsu....

Mereka adalah manusia juga, sehingga kemungkinan penyimpulan mereka terhadap suatu hadist bisa mengandung kesalahan, sehingga ketika hadist-hadist tersebut, sudah terkumpulkan, apakah kalian para quranist mengira, bahwa umat muslim menelan mentah-mentah hadist tersebut? Untuk apa Allah memberi akal kepada manusia bila tidak digunakan? Untuk apa ada yang dinamakan pelajaran ilmu hadist di beberapa perguruan tinggi islam ataupun pesantren-pesantren?

2. Quranist hanya berhudan kepada Alquran, kalau anda masih mengikuti 'tradisi', berarti anda bukanlah seorang quranist, anda masih berhudan kepada 'tradisi' yang sebenarnya juga tertulis di 'hadist'....


1. Memang para perawi hadis itu sudah berusaha, saya pun hargai kerja mereka. mereka sudah melakukan seleksi, tapi pada kenyataannya seleksi itu belum selesai. buktinya beberapa hadis yang sudah dikemukan mengundang tanda tanya.

ada dua pepatah, gan yang meminta kita bijak sana dalam bertindak.

[*]karena nila setitik rusak susu sebelanga >-- tebang abis
[*]ibarat menampi beras, atah dibuang, beras >dimasak.-- tebang pilih



memang ada saatnya buang habis, dan ada saatnya cuma memilih atahnya saja. saya setuju dengan anda. teorinya memang begitu, tapi lihatlah prakteknya, gan. ketika atah itu sudah dibeberkan di depan mata, masih juga ngotot mau memasaknya bersama beras. itulah yang terjadi turun temurun sampai sekarang, gan. menunggu telaah kritis ulama terhadap hadis terlalu lama dan lambat dibandingkan dengan telaah kritis kalangan quranist. ulama2 saat sekarang seakan2 takut dengan nama besar perawi hadis tersebut, sehingga mereka tidak berani atau separo hati melakukan tinjauan ulang terhadap hadis. mereka cendrung menerima saja meskipun sudah ditemukan kejanggalan ajaran itu jika diuji silang dengan alquran. mereka mengunci telaah kritis itu dengan pernyataan: ulama dulu lebih tahu, saleh, maksum, dalam ilmunya, ente tahu apa?. akal dan nalar dipaksa untuk membenarkan ajaran hadis itu bukannya mempertanyakan kenapa terjadi kejanggalan hukum hadis vs alquran. sudah jelas hadis itu bukan kitab suci, tapi mereka sudah menjadikan kitab hadis itu suci, apa lagi jika sudah dikasih lebel shahih. makanya jalan cepat untuk mengatahui pesan2 ilahiyah itu ya mendengarkan pendapat dari kalangan quranist, gan. tidak pula semua ide mereka saya telan bulat2, gan. jelas saya senang sekali dan mendukung mereka karena pelajaran2 tentang alquran itu terkuak ke permukaan dengan mengurangi intervensi dari luar (hadis) serendah mungkin. alquran dijelaskan sebisanya dengan alquran itu sendiri. ini jelas menarik, gan.

2. saya bukan quranist? ya terserah agan sajalah, yang jelas saya lebih suka mendengarkan pendapat quranist dari berbagai kalangan. mereka mau melakukan analisa komparatif, berhati2 untuk main tafsir dan tidak memaksakan ide mereka sebagai sebuah kebenaran mutlak.

Di antara sesama quranist pun mereka memiliki beberapa pendekatan:
1. hanya berpegang kepada alquran saja
2. mereka menerima quran dan kitab2 sebelumnya sebagai petunjuk.
3. mengikuti tradisi sunni atau syiah sepanjang tidak bertabrakan dengan alquran
4. kelompok yang bisa berpindah dari posisi 1 sampai 3 tergantung apa masalahnya

di antara merekapun ada perbedaan pendapat dari ringan sampai tajam, namun jelas mereka beda sekali dengan kalangan sunni atau syiah, sebab quranist berpegang teguh kepada alquran sebagai hukum tertinggi dan tidak ada keterangan lain yang bisa membatalkan hukum alquran. saya tidak peduli dikategori mana. kalau agan bilang saya bukan quranist yang terserah juga, sih, hehehe saya cuma ingin sisa hidup saya lebih dekat kepada apa yang allah ajarkan (alquran) karena itulah kitab suci saya.
kabamania - 26/09/2012 10:02 PM
#4255

Quote:
Original Posted By kucingkakus
saya sangat objektif, saya tidak menyalahkan dan membenarkan yang lagi saya cari adalah kebenaran. betul sejarah bisa dipelintir, ane juga bukan ahli sejarah di sini jadi tidak bisa menerangkan standard mencari fakta itu seperti apa, tapi yang jelas merujuk kepada ALQUR'AN, sesuai dengan logika (hukum alam), juga source yang bisa dipercaya.

baiklah kalau begitu silahkan, fakta ALQUR'AN yang ane imani adalah kebenaran, 100% akurat, lalu apakah agan berharap akan menemukan bibiography Rasulullah dalam ALQUR'AN?contoh seperti ,siapa ayah Rasulullah,bagaimana kehidupanya sejak lahir sampai menerima Wahyu, bagaimana dan seperti apa Rasulullah dalam memimpin, strategi berperang, beribadah, bersosialisasi.

jadi saya tidak menganggap QURANIST kafir, tapi jalan mereka bertaqwa mencari kebenaran itu berbeda, insyaALLAH jalan yang lurus.


sekarang ane tanya, surah alfatihah, "jalan yang lurus" kita memohon untuk dituntun dan ditunjukan jalan yang lurus, jalan bagi "mereka" yang diberi nikmat dan rezki yang halal (mereka telah ditunjukan ke jalan yang lurus bukan?).

boleh saya minta terangkan "jalan yang lurus" itu maksudnya apa, dan "mereka" itu siapa?


jalan yang lurus itu, ya berpandukan kepada ajaran allah, gan, jika anda mengakui kerasulan nabi muhammad, maka amalkan ajaran alquran, gan.
ada banyak suruhan ynag dianjurkan allah
ada larangannyan juga.
itulah jalan yang lurus

tapi kelihatannya anda lebih fokus ibadah ritual melulu, anda terlalu fokus cari siapa nama ayah nabi muhammad. tahu atau tidak nama ayah beliau tidak akan meninggkatkan pahala anda, gan.
lakukan amal saleh, jangan berbuat kerusakan, tegakkan keadilan, jangan zalim, dll
khoyyir - 26/09/2012 11:01 PM
#4256

Quote:
Original Posted By jf00112
Gan, anda terus menerus berkutat di hal yang sama, padahal sudah dijelaskan berkali-kali.
Kita semua berusaha mencontoh Rasul, tapi informasi tentang Rasul ada dari berbagai sumber. Bagaimana memilah sumber mana yang layak dijadikan pegangan?

Melalui Al-Qur'an? Saya yakin kita semua setuju karena kita semua sama-sama mengimani kebenaran sumber dan isi Qur'an.

Melalui Hadits Bukhari cs? Sudah diterangkan oleh agan lubeguka, tidaklah mungkin untuk memastikan suatu "hadits" adalah 100% pasti bersumber dari Rasulullah. Kalau anda mempelajari ilmu hadits anda pasti mengetahui hal ini. Saya tidak bilang semuanya salah, tapi kalau kita tidak punya pengetahuan untuk membedakan mana yang memang bersumber dari Rasul dan mana yang bukan (palsu), bukankah berbahaya menjadikannya sebagai sumber hukum? Bisa-bisa kita mengharamkan yang dihalalkan Qur'an, menghalalkan yang diharamkan Qur'an, mengutamakan sesuatu yang tidak diutamakan Qur'an dan menistakan sesuatu yang tidak dinistakan Qur'an.
Kalau anda ngotot ingin menjadikan kitab hadits sebagai sumber hukum, pilihannya hanya:

1. Anda berprasangka baik terhadap semua perawi dan pengumpul hadits, bahwa mereka semua jujur, berniat baik dan mempunyai ingatan yang baik yang tidak mungkin salah.

2. Anda mempercayai hadits karena perkataan guru anda yang terlihat berakhlak baik dan berpengetahuan.

3. Anda mengimani kebenaran isi dan sumber kitab hadits sebagaimana anda mengimani Al-Qur'an.

Apakah ada yang terlewat?
Untuk nomor 1: anda menyandarkan urusan dunia akhirat anda pada prasangka
Untuk nomor 2: anda menyandarkan urusan dunia akhirat anda pada orang lain (guru anda)
Untuk nomor 3: Anda mengimani sesuatu yang tidak diperintahkan untuk diimani

Mengapa harus melakukan tiga hal tersebut, sementara kita memiliki Al-Qur'an yang kita imani kebenaran sumber dan isinya? Bisakah anda melihat bahayanya menjadikan kitab hadits Bukhari cs sebagai sumber hukum?

PS: Ini adalah pendapat pribadi saya, belum tentu mencerminkan pandangan agan-agan Qur'anist di sini.


darimana agan menuduh hanya dengan prasangka, begitu banyak contoh tindakan yang benar yang diperintahkan alquran pada sunnah nabi, dan banyak kebenaran2 yang telah terbukti.

ane balik tanya sama agan, anda mengimani alquran dengan apa?

dan pertanyaan ane yang gak pernah dijawab para pengaku quranist gadungan entah begolu nesamak ato antek2x,

1. Sebutkan hadits shahih yang bertentangan dengan alquran?

2. “Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Al-Kitab dan Al-Hikmah (Assunnah) kepadamu.” (An-Nisa`: 113), dari mana tafsiran agan tentang al hikmah dan bagaimana agan tidak mengakui al hikmah?

3. An-nahl 43. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka (para rasul); maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan [tentangnya] jika kamu tidak mengetahui, . bagaimana agan menafsirkan ad dizkra? bukankah pengingatnya (rasul) atau yang memiliki pengetahuan tentangnya adalah penghafal haditsnya dan ulama2 yang senantiasa mengingatnya?

4. Al ahdzab 21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
bagaimana agan meniru suri tauladan rasulullah? darimana agan mendapatkan cara pengamalan alquran jika bukan dari contoh yang baik? ayat mana yang menyebut rasulullah yang dituju nabi lain selain Muhammad SAW? sebutkan contoh yang baik sholat lengkap nabi muhammad dalam alquran? sebutkan contoh budi pekerti rasulullah dalam alquran?

5. Surat An Nisa, ayat : 65
"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (rasulullah) hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa diri mereka tidak keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereti, menerima dengan sepenuhnya. " sebutkan keputusan2 rasulullah dalam alquran?

6. Surat An Nisa , ayat : 59

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, dan taatilah Rasul, dan Ulul amri diantara kalian (pemimpin dalam agama). Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalilah ia kepada Allah (AlQur'an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. "
siapa ulul amri menurut quranist? darimana penafsirannya? kalau taat kepada Allah dan rasul adalah perintah yang sama (tidak ada sunnah) dalam alquran, lalu bagaimana dengan taat kpd ulil amri? sebutkan ulama2 ahli hadits yang berbohong untuk kebaikan orang lain? sebutkan keuntungan yang didapatkan ahli hadits dari kebohongannya?

7. Surat An Nahi : 44
"Dan kami turunkan kepadamu Al-Qur'an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. " alquran tidak hanya disampaikan tapi diterangkan, sebutkan keterangan2 alquran dari rasulullah?
jf00112 - 26/09/2012 11:05 PM
#4257

Quote:
Original Posted By kucingkakus
yap seharusnya lebih di analisa dan dipelajari (dan ini pasti ada ilmunya sekiranya quranist menolak dengan dasar korup berarti yang tidak benar adalah caranya sehingga memungkinan pemikiran untuk menolak itu ada). sekiranya seperti itu tapi bukan penolakan kepada fakta.


nah faktanya lagi tidak semua hadist korup, dan sebagian besar adalah fakta. apakah QURANIST menolak kebenaran?kalau mau bilang kebenaran hanya ALQUR'AN itu sah dan ane mengimaninya, lantas diluar itu seperti kehidupan kita sehari" seperti kebenaran ilmu matematika/dsb


Informasi di luar Al-Qur'an apa pun itu ya tetap disikapi dengan objektif. Ilmu Matematika, ilmu alam dan lain-lain terus berkembang. Suatu teori yang diterima secara umum saat ini bisa menjadi kadaluarsa/obsolete di masa depan. Boleh dibilang, manusia tidak akan pernah tahu kebenaran mutlak, tapi ini bisa menjadi topik diskusi lain yang juga punya argumen2 dan pembahasan yang panjang. Sebagai muslim, hanya Qur'an yang saya anggap sebagai kebenaran mutlak.

Kalau Agan bilang sebagian hadits adalah korup dan sebagian adalah fakta, saya ingin tahu bagaimana Agan bisa membedakan suatu hadits adalah korup atau fakta? Apakah dengan prasangka/taklid/iman? Kemudian, apakah suatu hadits yang sebelumnya shahih bisa menjadi dha'if? Bagaimana dengan kerusakan yang ditimbulkan karena mengikuti hadits yang mula-mula dianggap shahih kemudian ternyata disepakati adalah dha'if? Tidak ada kepastian di sini. Tanpa mengetahui mana yang korup dan mana yang valid secara mutlak, sangat berbahaya menjadikan hadits sebagai dasar hukum.

Quote:
Original Posted By kucingkakus
saya sangat objektif, saya tidak menyalahkan dan membenarkan yang lagi saya cari adalah kebenaran. betul sejarah bisa dipelintir, ane juga bukan ahli sejarah di sini jadi tidak bisa menerangkan standard mencari fakta itu seperti apa, tapi yang jelas merujuk kepada ALQUR'AN, sesuai dengan logika (hukum alam), juga source yang bisa dipercaya.




baiklah kalau begitu silahkan, fakta ALQUR'AN yang ane imani adalah kebenaran, 100% akurat, lalu apakah agan berharap akan menemukan bibiography Rasulullah dalam ALQUR'AN?contoh seperti ,siapa ayah Rasulullah,bagaimana kehidupanya sejak lahir sampai menerima Wahyu, bagaimana dan seperti apa Rasulullah dalam memimpin, strategi berperang, beribadah, bersosialisasi.

jadi saya tidak menganggap QURANIST kafir, tapi jalan mereka bertaqwa mencari kebenaran itu berbeda, insyaALLAH jalan yang lurus.


sekarang ane tanya, surah alfatihah, "jalan yang lurus" kita memohon untuk dituntun dan ditunjukan jalan yang lurus, jalan bagi "mereka" yang diberi nikmat dan rezki yang halal (mereka telah ditunjukan ke jalan yang lurus bukan?).

boleh saya minta terangkan "jalan yang lurus" itu maksudnya apa, dan "mereka" itu siapa?


Pada saat membaca al-Fatihah, kita memohon untuk ditunjukkan jalan yang lurus kepada Allah. Karena hanya Allah-lah yang mampu menunjukkan. Saya tidak mau dan juga tidak bisa meng-klaim bahwa saya tahu apa atau mana "jalan yang lurus" itu. Menurut saya justru itu adalah salah satu dari substansi "berserah diri kepada Allah". Seperti yang ditulis agan kabamania, banyak perintah dan larangan yang tertulis di Qur'an. Saya berusaha lakukan sebaik mungkin, sambil berdo'a agar ditunjukkan jalan yang lurus.

Hal-hal lain yang menyangkut kehidupan Rasulullah, anda bisa memperoleh informasinya dari berbagai sumber. Tapi yang jelas, selain Al-Qur'an, sumber-sumber ini tidak bisa dipastikan 100% kebenaran sumber dan isinya. Karena itu, kita bisa mengambil pelajaran dari situ, tapi kita tidak layak menggunakannya sebagai dasar hukum. Semoga Agan bisa melihat bedanya.
khoyyir - 26/09/2012 11:09 PM
#4258

ane tambahin 3 pertanyaan lagi buat para pengaku quranist.
1. Ayat yang mana lagi yang agan dustakan?
2. Ayat yang mana lagi yang mau agan tafsirin sendiri?
3. Lebih banyak mana pengingkaran kpd alquran ketika mengikuti Sunnah dengan mengingkarinya?
benaya11 - 27/09/2012 12:27 AM
#4259

Kerancuan Al Qur’an

Al Qur’an membenarkan Alkitab, Taurat, Zabur dan Injil. Berpuluh-puluh ayat Qur’an mengkonfirmasikan hal ini dan menyuruh Muslim mengimaninya. Bahkan Muhammad diperintahkan untuk berkonsultasi kepada para ahli Alkitab apabila terjadi keraguan (kerancuan) atas apa yang Allah turunkan kepadanya (Qs 10:94).
Inilah antara lain kerancuan-kerancuannya:

Abraham/Ibrahim.
Al Qur’an menyatakan nama ayah Abraham adalah Azar (Surat 6:74), tetapi sejarah sejak ribuan tahun sebelumnya selalu mencatat namanya Terah.
Dia tidak pernah tinggal di Mekah (Surat 14:37) tetapi di Hebron. Mekah dan rute jalannya tak pernah dikenal dalam sejarah purba yang sebenarnya, melainkan baru muncul sekitar dua abad sebelum Muhammad.
Dia tidak membangun Ka’bah tetapi Al Qur’an mengklaim demikian tanpa bukti sejarah dan arkeologi. Jika Ka’bah pernah menjadi Bait bagi Abraham, orang-orang Yahudi pasti akan berziarah pula kesana. Israel telah mahir mencatat sejarah secara tertulis ribuan tahun sebelum Arab/ Islam mampu mencatatnya.
Israel mencatat Anak Abraham ada 8, tetapi Muhammad hanya mencatat 2. Abraham mempunyai 3 isteri tetapi menurut Muhammad ada 2 isteri.
Dia tidak dilemparkan kedalam api oleh Nimrod sebagaimana dinyatakan Al Qur’an dalam surat 21:68, 69, 9:69. Nimrod hidup beberapa abad sebelum Abraham, jadi bagaimana ia dapat melempari Abraham.

Yusuf.
Al Qur’an menyatakan bahwa orang yang membeli Yusuf anak Yakub adalah Azis (Surat 12:21) padahal namanya Potifar.

Haman.
Haman adalah menteri dari raja Ahasyweros dari Parsi.
Al Qur’an menyatakan Haman adalah menteri Firaun dari Mesir (Surat 40:35, 37) yang membangun menara Babel (Surat 27:4-6, 28:38, 29:39, 40:23, 24, 36, 37), padahal Babel ada di Irak.
(Baca Encyclopedia Britanica).

Musa.
Orang yang mengadopsi Musa adalah isteri Firaun seperti dinyatakan Muhammad dalam surat 28:8, 9. Tetapi sebenarnya adalah puteri Firaun (Kel 2:5). Ini ditulis oleh Musa sendiri tentang dirinya dalam Taurat. Shahih mana ketimbang ditulis oleh orang Arab yang ummi 2.000 tahun kemudian?

Nuh.
Air bah Nuh berlangsung pada zaman Musa dan terjadi di wilayah Firaun (Surat 7:136-138). Absurd. Bagaimana mungkin?

Maria.
Menurut Al Qur’an ayah Maria bernama Imran (Surat 66:12) yang melahirkan Yesus dibawah pohon palem (Surat 19:22-25).
Al Qur’an telah keliru dengan Maria yang dianggap sebagai Miryam yang adalah saudara perempuan Musa dan Harun (Surat 19:28). Padahal zaman hidup Miryam dan Maria berselisih waktu lebih dari 1.500 tahun.

Zakaria.
Menurut Qur’an bisunya Zakaria selama 3 malam, sedangkan menurut Alkitab 9 bulan.
Zakaria memelihara Maryam di mihrab bait suci menurut Al Qur’an, padahal tak seorangpun boleh tinggal di ruang Maha Kudus, hanya imam agung yang diperbolehkan masuk sekali setahun pada hari penebusan dosa.

Abrahah.
Menurut surat 105, Muhammad menyatakan bahwa pasukan gajah dari Abrahah dikalahkan oleh serangan batu yang dijatuh-kan burung-burung dari udara.
Menurut sejarah pasukan Abrahah membatalkan serangannya ke Mekah setelah berjangkitnya penyakit cacar air di kalangan pasukan tersebut. (Guillaume, Islam, pp 21 ff).

Ka’bah.
Ka’bah diklaim dibangun oleh Adam dan dibangun kembali oleh Ibrahim. Tetapi tak pernah ditemukan jejak arkeologi yang menyatakan Ibrahim pernah tinggal di Mekah. Jalan menuju ke Mekah baru ada muncul pada abad ke-4 M. Ini adalah skenario Islam untuk memindahkan setting Israel ke Arabia.

Samaria.
Orang-orang Yahudi pada zaman Musa membuat anak lembu emas di padang pasir atas saran orang-orang Samaria/Samiri. (Surat 20:87 ff).
Padahal keberadaan Samaria baru muncul ratusan tahun kemu-dian setelah orang-orang Assyria menaklukkan dan menawan bangsa Israel.

Alexander yang Agung.
Al Qur’an menyatakan Alexander Agung yang disebut Zulkarnain adalah seorang Muslim yang hidup sampai hari tuanya. (Surat 18:83-98).
Sejarah mencatat Alexander yang Agung hidup sebelum Masehi, seorang pagan penyembah berhala, bukan Muslim, dan tidak hidup sampai hari tuanya, melainkan 33 tahun saja.

Siapa yang menurunkan Al Qur’an kepada Muhammad?
a. Mula-mula dikesankan sebagai sosok Allah yang datang kepada Muhammad dalam rupa manusia (Surat 53:2-18, 81:19-24, terjemahan dengan kata Jibril tak ada dalam teks aslinya).
b. Kemudian diberitakan bahwa Rohulkudus yang datang kepada Muhammad (Surat 16:102; 26:192-194). Lagi-lagi Muhammad tidak menerangkan secara jelas siapa atau apa sosok yang satu ini.
c. Yang terakhir dikatakan malaikat Jibril yang menyerahkan Al Qur’an kepada Muhammad. (Surat 2:97). Nama “Jibril” ini hanya muncul 3 kali diseluruh Qur’an, selebihnya hanyalah tafsiran penterjemahnya, tak ada di bahasa asli Qur’an.


kenapa ampe gini gan?
jf00112 - 27/09/2012 12:34 AM
#4260

Quote:
Original Posted By khoyyir
darimana agan menuduh hanya dengan prasangka, begitu banyak contoh tindakan yang benar yang diperintahkan alquran pada sunnah nabi, dan banyak kebenaran2 yang telah terbukti.

ane balik tanya sama agan, anda mengimani alquran dengan apa?

dan pertanyaan ane yang gak pernah dijawab para pengaku quranist gadungan entah begolu nesamak ato antek2x,

1. Sebutkan hadits shahih yang bertentangan dengan alquran?

2. “Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Al-Kitab dan Al-Hikmah (Assunnah) kepadamu.” (An-Nisa`: 113), dari mana tafsiran agan tentang al hikmah dan bagaimana agan tidak mengakui al hikmah?

3. An-nahl 43. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka (para rasul); maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan [tentangnya] jika kamu tidak mengetahui, . bagaimana agan menafsirkan ad dizkra? bukankah pengingatnya (rasul) atau yang memiliki pengetahuan tentangnya adalah penghafal haditsnya dan ulama2 yang senantiasa mengingatnya?

4. Al ahdzab 21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
bagaimana agan meniru suri tauladan rasulullah? darimana agan mendapatkan cara pengamalan alquran jika bukan dari contoh yang baik? ayat mana yang menyebut rasulullah yang dituju nabi lain selain Muhammad SAW? sebutkan contoh yang baik sholat lengkap nabi muhammad dalam alquran? sebutkan contoh budi pekerti rasulullah dalam alquran?

5. Surat An Nisa, ayat : 65
"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (rasulullah) hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa diri mereka tidak keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereti, menerima dengan sepenuhnya. " sebutkan keputusan2 rasulullah dalam alquran?

6. Surat An Nisa , ayat : 59

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, dan taatilah Rasul, dan Ulul amri diantara kalian (pemimpin dalam agama). Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalilah ia kepada Allah (AlQur'an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. "
siapa ulul amri menurut quranist? darimana penafsirannya? kalau taat kepada Allah dan rasul adalah perintah yang sama (tidak ada sunnah) dalam alquran, lalu bagaimana dengan taat kpd ulil amri? sebutkan ulama2 ahli hadits yang berbohong untuk kebaikan orang lain? sebutkan keuntungan yang didapatkan ahli hadits dari kebohongannya?

7. Surat An Nahi : 44
"Dan kami turunkan kepadamu Al-Qur'an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. " alquran tidak hanya disampaikan tapi diterangkan, sebutkan keterangan2 alquran dari rasulullah?


1. Sekilas saja beberapa contoh:
- Hadits yang mengatakan ibadah haji bisa diwakilkan
- Hadits yang mengatakan untuk membunuh anjing hitam
- Hadits yang mengatakan untuk membunuh cicak
- Hadits yang mengatakan tentang menyetubuhi tawanan wanita
- Hadits yang mengatakan ramalan-ramalan tentang masa depan dan alam akhirat
- Hadits tentang mukjizat nabi (mengeluarkan air, membelah bulan)
- Hadits tentang hukum rajam
- Hadits tentang umur Aisyah saat dinikahi
Tentu saja Agan bisa menafsirkan Qur'an semau Agan sehingga hadits-hadits di atas bisa "sesuai" dengan Qur'an.
Inilah yang saya bilang, Qur'an ditafsirkan secara bias karena ada keinginan untuk membenarkan sumber lain (hadits) yang sudah terlanjur dianggap shahih.

2. Bagaimana penjelasannya Al-Hikmah ditafsirkan menjadi "Assunnah"? Anda bisa menjelaskan? Bukankah anda yang seenaknya memasukkan kata "sunnah" di situ sementara tidak ada lafal "sunnah" di situ.
Bagaimana dengan "hikmah" di 2:269, 3:48, 3:81, 4:54? Ketika bercerita tentang 'Isa dan Ibrahim, apakah kata "hikmah" ini berubah menjadi "sunnah" juga? Terlalu dipaksakan rasanya.
Al-Hikmah yang saya pahami sejauh ini adalah kebijaksanaan dalam memahami dan mengambil pelajaran dari Al-Kitab. Karena banyak hal yang tertulis memiliki banyak level pemahaman, dan pemahaman kita terhadap suatu ayat kadang hanya bisa kita pahami setelah kita mengalami sesuatu, mempertanyakan sesuatu, atau datang begitu saja.
Tentu pemahaman ini hanya bisa kita dapatkan dengan kehendak Allah. Suatu kitab yang diamalkan tanpa kebijaksanaan malah bisa menghasilkan kerusakan bagi diri sendiri dan orang lain.
Tapi bagaimanapun juga ini adalah pemahaman saya dan saya tidak mau dan tidak bisa meng-klaim bahwa pemahaman ini adalah benar kecuali bagi diri saya sendiri.

3. Bertanya kepada orang yang mengetahui tentangnya, bukan berarti menjadikan apa-apa yang dikatakan oleh orang tersebut sebagai kebenaran mutlak dan dasar hukum. Tidak pula menggunakan prasangka dalam menilai akhlak orang tersebut untuk menilai kebenaran ucapannya atau tingkat pengetahuannya.
Sejujuraya belum mendalami masalah ini.

4. Akhlak Rasulullah apakah tercermin melalui kitab Bukhari cs. atau melalui Al-Qur'an? Lebih detil bukan berarti lebih benar. Apa yang bisa lebih benar dari Qur'an?
Banyak pelajaran dari Al-Qur'an tentang sabar, berlaku adil, tidak munafik, tidak dzalim/berbuat kerusakan, lemah lembut dalam berperilaku dsb, bersikap kritis dan inquisitive terhadap alam dsb, tergantung kita mau mempelajari atau tidak.
Pemahaman kita akan berkembang seiring dengan pengalaman kita dan kehendak Allah.

5. Saya rasa ayat ini tidak menceritakan tentang keputusan2 Rasulullah, tetapi mengenai salah satu tanda orang beriman, yaitu merelakan perkara mereka diputuskan sesuai dengan apa yang diberikan Rasulullah.
Menurut saya ini malah menunjuk kepada perintah untuk menggunakan apa yang diberikan Rasulullah secara haq kepada kita (Al-Qur'an) untuk memutuskan perkara-perkara kita.

6. Tidak ada yang menuduh ulama mana pun berbohong, tetapi tidak mungkin juga untuk memastikan kabar-kabar yang kita terima saat ini, yang juga menggunakan nama mereka (entah secara benar atau tidak) adalah 100% merupakan kebenaran.
Anda pasti bisa melihat bedanya antara berprasangka buruk dan tidak berprasangka (objektif).

7. Apakah ada kitab lain yang berisi keterangan-keterangan Al-Qur'an yang disampaikan secara haq oleh Rasul? Tidak.
Anda jangan melupakan kata "memikirkan" di situ. Tidak ada pemahaman apabila kita tidak memikirkan.
Kalau saya tanya balik ke Anda, Anda pun tidak bisa memastikan "keterangan-keterangan" yang anda punya itu memang bersumber dari Rasulullah.

Pertanyaan anda di atas semua mencerminkan kalau anda mengimani bahwa Al-Qur'an memerlukan penjelas. Tentu pemahaman anda berbeda dengan saya.

PS: Semua jawaban di atas adalah pendapat pribadi, tidak mencerminkan penjawab resmi atau agan-agan Qur'anist yang lain.
Page 213 of 227 | ‹ First  < 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab