DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
Total Views: 200033 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 214 of 227 | ‹ First  < 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 >  Last ›

ahli..kubur4 - 27/09/2012 02:04 AM
#4261

Quote:
Original Posted By benaya11
Kerancuan Al Qur’an

Al Qur’an membenarkan Alkitab, Taurat, Zabur dan Injil. Berpuluh-puluh ayat Qur’an mengkonfirmasikan hal ini dan menyuruh Muslim mengimaninya. Bahkan Muhammad diperintahkan untuk berkonsultasi kepada para ahli Alkitab apabila terjadi keraguan (kerancuan) atas apa yang Allah turunkan kepadanya (Qs 10:94).
Inilah antara lain kerancuan-kerancuannya:

Abraham/Ibrahim.
Al Qur’an menyatakan nama ayah Abraham adalah Azar (Surat 6:74), tetapi sejarah sejak ribuan tahun sebelumnya selalu mencatat namanya Terah.
Dia tidak pernah tinggal di Mekah (Surat 14:37) tetapi di Hebron. Mekah dan rute jalannya tak pernah dikenal dalam sejarah purba yang sebenarnya, melainkan baru muncul sekitar dua abad sebelum Muhammad.
Dia tidak membangun Ka’bah tetapi Al Qur’an mengklaim demikian tanpa bukti sejarah dan arkeologi. Jika Ka’bah pernah menjadi Bait bagi Abraham, orang-orang Yahudi pasti akan berziarah pula kesana. Israel telah mahir mencatat sejarah secara tertulis ribuan tahun sebelum Arab/ Islam mampu mencatatnya.
Israel mencatat Anak Abraham ada 8, tetapi Muhammad hanya mencatat 2. Abraham mempunyai 3 isteri tetapi menurut Muhammad ada 2 isteri.
Dia tidak dilemparkan kedalam api oleh Nimrod sebagaimana dinyatakan Al Qur’an dalam surat 21:68, 69, 9:69. Nimrod hidup beberapa abad sebelum Abraham, jadi bagaimana ia dapat melempari Abraham.

Yusuf.
Al Qur’an menyatakan bahwa orang yang membeli Yusuf anak Yakub adalah Azis (Surat 12:21) padahal namanya Potifar.

Haman.
Haman adalah menteri dari raja Ahasyweros dari Parsi.
Al Qur’an menyatakan Haman adalah menteri Firaun dari Mesir (Surat 40:35, 37) yang membangun menara Babel (Surat 27:4-6, 28:38, 29:39, 40:23, 24, 36, 37), padahal Babel ada di Irak.
(Baca Encyclopedia Britanica).

Musa.
Orang yang mengadopsi Musa adalah isteri Firaun seperti dinyatakan Muhammad dalam surat 28:8, 9. Tetapi sebenarnya adalah puteri Firaun (Kel 2:5). Ini ditulis oleh Musa sendiri tentang dirinya dalam Taurat. Shahih mana ketimbang ditulis oleh orang Arab yang ummi 2.000 tahun kemudian?

Nuh.
Air bah Nuh berlangsung pada zaman Musa dan terjadi di wilayah Firaun (Surat 7:136-138). Absurd. Bagaimana mungkin?

Maria.
Menurut Al Qur’an ayah Maria bernama Imran (Surat 66:12) yang melahirkan Yesus dibawah pohon palem (Surat 19:22-25).
Al Qur’an telah keliru dengan Maria yang dianggap sebagai Miryam yang adalah saudara perempuan Musa dan Harun (Surat 19:28). Padahal zaman hidup Miryam dan Maria berselisih waktu lebih dari 1.500 tahun.

Zakaria.
Menurut Qur’an bisunya Zakaria selama 3 malam, sedangkan menurut Alkitab 9 bulan.
Zakaria memelihara Maryam di mihrab bait suci menurut Al Qur’an, padahal tak seorangpun boleh tinggal di ruang Maha Kudus, hanya imam agung yang diperbolehkan masuk sekali setahun pada hari penebusan dosa.

Abrahah.
Menurut surat 105, Muhammad menyatakan bahwa pasukan gajah dari Abrahah dikalahkan oleh serangan batu yang dijatuh-kan burung-burung dari udara.
Menurut sejarah pasukan Abrahah membatalkan serangannya ke Mekah setelah berjangkitnya penyakit cacar air di kalangan pasukan tersebut. (Guillaume, Islam, pp 21 ff).

Ka’bah.
Ka’bah diklaim dibangun oleh Adam dan dibangun kembali oleh Ibrahim. Tetapi tak pernah ditemukan jejak arkeologi yang menyatakan Ibrahim pernah tinggal di Mekah. Jalan menuju ke Mekah baru ada muncul pada abad ke-4 M. Ini adalah skenario Islam untuk memindahkan setting Israel ke Arabia.

Samaria.
Orang-orang Yahudi pada zaman Musa membuat anak lembu emas di padang pasir atas saran orang-orang Samaria/Samiri. (Surat 20:87 ff).
Padahal keberadaan Samaria baru muncul ratusan tahun kemu-dian setelah orang-orang Assyria menaklukkan dan menawan bangsa Israel.

Alexander yang Agung.
Al Qur’an menyatakan Alexander Agung yang disebut Zulkarnain adalah seorang Muslim yang hidup sampai hari tuanya. (Surat 18:83-98).
Sejarah mencatat Alexander yang Agung hidup sebelum Masehi, seorang pagan penyembah berhala, bukan Muslim, dan tidak hidup sampai hari tuanya, melainkan 33 tahun saja.

Siapa yang menurunkan Al Qur’an kepada Muhammad?
a. Mula-mula dikesankan sebagai sosok Allah yang datang kepada Muhammad dalam rupa manusia (Surat 53:2-18, 81:19-24, terjemahan dengan kata Jibril tak ada dalam teks aslinya).
b. Kemudian diberitakan bahwa Rohulkudus yang datang kepada Muhammad (Surat 16:102; 26:192-194). Lagi-lagi Muhammad tidak menerangkan secara jelas siapa atau apa sosok yang satu ini.
c. Yang terakhir dikatakan malaikat Jibril yang menyerahkan Al Qur’an kepada Muhammad. (Surat 2:97). Nama “Jibril” ini hanya muncul 3 kali diseluruh Qur’an, selebihnya hanyalah tafsiran penterjemahnya, tak ada di bahasa asli Qur’an.


kenapa ampe gini gan?


wajar aja gan, wong predikat nabinya aja hasil self proclaimed, persis kek lia eden ngaku2 di cekek jin goa jibril
lubeguka - 27/09/2012 10:01 AM
#4262

Quote:
Original Posted By benaya11
Kerancuan Al Qur’an


Quote:
Al Qur’an membenarkan Alkitab, Taurat, Zabur dan Injil.


Ya AlQur'an membenarkan ada kitab kitab sebelumnya yang diberikan kepada Nabi sebelum Nabi Muhammadsekaligus meluruskan yang telah diganti ganti kalimatnya dari kitab kitab tersebut.


Quote:
Berpuluh-puluh ayat Qur’an mengkonfirmasikan hal ini dan menyuruh Muslim mengimaninya.


mengimani tentang keberadaan Nabi Nabi Allah yang telah diberikan kitab bukan berhudan kepada kitab kitab tersebut.

Quote:
Bahkan Muhammad diperintahkan untuk berkonsultasi kepada para ahli Alkitab apabila terjadi keraguan (kerancuan) atas apa yang Allah turunkan kepadanya (Qs 10:94).


Ayat tersebut tidak ada kata yang mengindikasikan perintah

Quote:
Abraham/Ibrahim.
Al Qur’an menyatakan nama ayah Abraham adalah Azar (Surat 6:74), tetapi sejarah sejak ribuan tahun sebelumnya selalu mencatat namanya Terah.
Dia tidak pernah tinggal di Mekah (Surat 14:37) tetapi di Hebron. Mekah dan rute jalannya tak pernah dikenal dalam sejarah purba yang sebenarnya, melainkan baru muncul sekitar dua abad sebelum Muhammad.
Dia tidak membangun Ka’bah tetapi Al Qur’an mengklaim demikian tanpa bukti sejarah dan arkeologi. Jika Ka’bah pernah menjadi Bait bagi Abraham, orang-orang Yahudi pasti akan berziarah pula kesana. Israel telah mahir mencatat sejarah secara tertulis ribuan tahun sebelum Arab/ Islam mampu mencatatnya.
Israel mencatat Anak Abraham ada 8, tetapi Muhammad hanya mencatat 2. Abraham mempunyai 3 isteri tetapi menurut Muhammad ada 2 isteri.
Dia tidak dilemparkan kedalam api oleh Nimrod sebagaimana dinyatakan Al Qur’an dalam surat 21:68, 69, 9:69. Nimrod hidup beberapa abad sebelum Abraham, jadi bagaimana ia dapat melempari Abraham.



pertama cukup banyak ayat Qur;an yang agan kutip tidak/kurang tepat

heheh kalau berbicara sejarah manusia dan bukti arkeologis maka harus disadari Taurat tertua dalam bentuk kitab yang sekarang adanya sekitar tahun 400 M. Ada lagi fragment tertua dead sea scroll sekitar 200 SM. , yang konon isinya juga berbeda. Ada lagi yang baru ditemukan fragments (sedikit sekali) yang berasal dari 400 SM >> yang isinya hanya sebagian kecil dari buku keempat dalam Taurat yang sekarang.

Merunut lagi sejarah veri manusia, timeline judaism. Taurat baru dikanonkan pada saat periode second temple +/-500 SM ( dan taurat ini tidak pernah ditemukan sampai sekarang).

Merunut lagi Sejarah manusia (judaism timeline) , tentang Periode Musa yang sekitar 1500-1200 SM yang terpaut hampir +/-1000 tahun dengan Nabi Ibrahim (2500 -1500 SM)

kredibilitas mengenai Ibrahim, musa di dalam Taurat jelas sangat bisa dipertanyakan, mengingat tidak ada kitab dari jaman Nabi Ibrahim (yang doitulis Ibrahim)dan kitab dari Jaman nabi Musa (yang ditulis oleh tangan Musa), jika kemudian dijadikan patokan adalah NAbi Musa maka JUGA TIDAK ADA TAURAT YANG BERASAL DARI JAMAN NABI MUSA.

Wong taurat yang katanya mulai dikanonkan pada periode second temple tidak pernah ditemukan Yb

jadi darimana agan bisa bilang ada catatan selama ribuan tahun? Yb

Kalau ada ya silahkan menentang sejarah versi arkeolog yang agan puja itu. Yb

sekali lagi kitab taurat yang ada sekarang (lengkap) yang tertua itu dalam bentuk bhs greek adanya ditanggali 4 Masehi, sementara dalam bhs masoretic yang tertua adanya ditanggali 9 Masehi ( setelah masa nabi muhammad)

Quote:
the oldest record of the complete text survives in a Greek translation called the Septuagint, dating to the 4th century CE (Codex Sinaiticus) and the oldest extant manuscripts of the vocalized Masoretic text upon which modern editions are based date to the 9th century CE.



Quote:
Yusuf.
Al Qur’an menyatakan bahwa orang yang membeli Yusuf anak Yakub adalah Azis (Surat 12:21) padahal namanya Potifar.


Tidak ada tuh penyebutan nama yang membeli Yususf di Qur'an Yb


Quote:
Haman.
Haman adalah menteri dari raja Ahasyweros dari Parsi.
Al Qur’an menyatakan Haman adalah menteri Firaun dari Mesir (Surat 40:35, 37) yang membangun menara Babel (Surat 27:4-6, 28:38, 29:39, 40:23, 24, 36, 37), padahal Babel ada di Irak.
(Baca Encyclopedia Britanica).


Soal haman (dalam Qur'an) memang diasosiasikan dnegan Firaun tapi soal hubungan dengan menara babel mungkin Mungkin agan salah baca Quran kali ya Yb

Quote:
Musa.
Orang yang mengadopsi Musa adalah isteri Firaun seperti dinyatakan Muhammad dalam surat 28:8, 9. Tetapi sebenarnya adalah puteri Firaun (Kel 2:5). Ini ditulis oleh Musa sendiri tentang dirinya dalam Taurat. Shahih mana ketimbang ditulis oleh orang Arab yang ummi 2.000 tahun kemudian?


sahih? malus
mana taurat yang ada didalamnya berisi tulisan Musa? agan kan suke merunut bukti arkeologis, silahkan bawa kesini jika sanggup Yb

Quote:
Nuh.
Air bah Nuh berlangsung pada zaman Musa dan terjadi di wilayah Firaun (Surat 7:136-138). Absurd. Bagaimana mungkin?


ini lagi lagi agan salah baca

Quote:
Maria.
Menurut Al Qur’an ayah Maria bernama Imran (Surat 66:12) yang melahirkan Yesus dibawah pohon palem (Surat 19:22-25).
Al Qur’an telah keliru dengan Maria yang dianggap sebagai Miryam yang adalah saudara perempuan Musa dan Harun (Surat 19:28). Padahal zaman hidup Miryam dan Maria berselisih waktu lebih dari 1.500 tahun.


udah terjawab dan tuduhan agan tidak berdasar Qur'an Yb


Quote:
Zakaria.
Menurut Qur’an bisunya Zakaria selama 3 malam, sedangkan menurut Alkitab 9 bulan.
Zakaria memelihara Maryam di mihrab bait suci menurut Al Qur’an, padahal tak seorangpun boleh tinggal di ruang Maha Kudus, hanya imam agung yang diperbolehkan masuk sekali setahun pada hari penebusan dosa.


kan enak kalo bisa bawa ayatnya gan Yb

Quote:
Abrahah.
Menurut surat 105, Muhammad menyatakan bahwa pasukan gajah dari Abrahah dikalahkan oleh serangan batu yang dijatuh-kan burung-burung dari udara.
Menurut sejarah pasukan Abrahah membatalkan serangannya ke Mekah setelah berjangkitnya penyakit cacar air di kalangan pasukan tersebut. (Guillaume, Islam, pp 21 ff).


tidak ada kata abrahah di dalam surat tersebut, mungkin agan masih merujuk pada kitab diluar Quran.

Quote:
Ka’bah.
Ka’bah diklaim dibangun oleh Adam dan dibangun kembali oleh Ibrahim. Tetapi tak pernah ditemukan jejak arkeologi yang menyatakan Ibrahim pernah tinggal di Mekah. Jalan menuju ke Mekah baru ada muncul pada abad ke-4 M. Ini adalah skenario Islam untuk memindahkan setting Israel ke Arabia.


tida ada dalam Qur;an bahwa Adam membangun ka'bah. Soal Ibrahim bukti arkeologis mana yang agan rujuk?

Quote:
Samaria.
Orang-orang Yahudi pada zaman Musa membuat anak lembu emas di padang pasir atas saran orang-orang Samaria/Samiri. (Surat 20:87 ff).
Padahal keberadaan Samaria baru muncul ratusan tahun kemu-dian setelah orang-orang Assyria menaklukkan dan menawan bangsa Israel.


hehe mungkin agan tidak mengerti samiri disitu merupakan proper noun, alias nama orang atau nama bangsa

Quote:
Alexander yang Agung.
Al Qur’an menyatakan Alexander Agung yang disebut Zulkarnain adalah seorang Muslim yang hidup sampai hari tuanya. (Surat 18:83-98).
Sejarah mencatat Alexander yang Agung hidup sebelum Masehi, seorang pagan penyembah berhala, bukan Muslim, dan tidak hidup sampai hari tuanya, melainkan 33 tahun saja.


lagi lagi agan mengaitkan tafsir tidak berdasar dengan Qur'an.

Quote:
Siapa yang menurunkan Al Qur’an kepada Muhammad?
a. Mula-mula dikesankan sebagai sosok Allah yang datang kepada Muhammad dalam rupa manusia (Surat 53:2-18, 81:19-24, terjemahan dengan kata Jibril tak ada dalam teks aslinya).
b. Kemudian diberitakan bahwa Rohulkudus yang datang kepada Muhammad (Surat 16:102; 26:192-194). Lagi-lagi Muhammad tidak menerangkan secara jelas siapa atau apa sosok yang satu ini.
c. Yang terakhir dikatakan malaikat Jibril yang menyerahkan Al Qur’an kepada Muhammad. (Surat 2:97). Nama “Jibril” ini hanya muncul 3 kali diseluruh Qur’an, selebihnya hanyalah tafsiran penterjemahnya, tak ada di bahasa asli Qur’an.


Mari kita bicara bhs arab terkait. jangan suka manfsirkan Qur;an hanya dari terjemahan gan Yb


Quote:
kenapa ampe gini gan?


1. Karena agan tidak mempelajari bhs arab yang tersurat di Qur'an
2. Agan menurut sejarah dari kitab yang bukan berasal dari kitab jaman Nabi Musa dan jaman NAbi Ibrahim, bahkan kitab utuh yang ada dikanonkan pada periode second temple tidak pernah ditemukan. Jadi kesahih kitab kitab tersebut dipertanyakan. Semuanya sudah diluruskan Qur'an Yb

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تُحَآجُّونَ فِي إِبْرَاهِيمَ وَمَا أُنزِلَتِ التَّورَاةُ وَالْإِنجِيلُ إِلاَّ مِن بَعْدِهِ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ
[3:65]
ngupilman72 - 27/09/2012 12:04 PM
#4263

Quote:
Original Posted By lubeguka
essensi dari Qur'an adalah dijadikan batu ujian terhadap apa yang ada di kitab kitab lain. Sejauh ini GRAKAN yang dilakukan oleh suni tidak signifikan. Allah tidak mempermasalahkan gerakan (harus gini dan gitu)

kenapa tidak? hanya mungkin apa yang ane baca berbeda, ga hanya diam ketika imam baca ayat yang ane ga tau artinya, ya dan diakhiri dengan sujud. kalau ane setelah itu duduk (ngikutin gerakan aswaja) ya ane anggap berdzikir kepada Allah dalam keadaan duduk. Pas salam ya ane kasih salam sama malaikat di kanan dan kiri ane dan orang yang ada di kanan kiri ane.

udah ane jawab kan

ya karena di Qur;an 4:102 digambarkan begitu jadi ane ya begitu.

ya memang, karena pesannya adalah agar tidak lalai dalam percakapan, perdagangan, dst ketika bertemu dengan manusia lain.

pan ane udah jelasin juga..ada du apandangan
ada yang puasa ketika bulan itu jelas bisa disaksikan ( fenomena super moon) atau ketika sharh diartikan sebagai 'moon' dan ramadhan diartikan panas yang membakar.....soal kalender yang konon dibuat umar ya ane ga bisa verifikasi itu valid jadi ya pilihannya ya apa yang diseuratkan di Qur'an....ane kerja dulu bray....Yb


Bukankah agak aneh ketika om selalu meragukan atau menafikan dan bahkan merendahkan hadist-hadist yang menjadi panutan bagi kalangan muslimin di forum ini, tetapi tetap mengikuti imam yang melakukan shalat berdasarkan hadist-hadist tersebut? bingungs

bukankah apa yang om lakukan sebenarnya bisa dikatakan merupakan kepura-puraan agar tampak dimata orang lain apa yang om lakukan adalah sama dengan mereka yang ikut dalam shalat berjamaah tersebut?

the other topik, dikarenakan saya melihat om sepertinya termasuk ahli dalam ilmu hadist, bisakah om memberikan penjelasan bahwa hadist yang mengatakan bahwa dalam shalat khusus untuk ruku dan sujud, kita dilarang untuk membaca ayat-ayat alquran, seperti hadist dibawah ini :

Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

نَهَانِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ أَقْرَأَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangku untuk membaca (ayat Al Qur’an) ketika ruku’ dan sujud.” (HR. Muslim no. 480)

menurut om adalah hadist yang palsu?

thanks

Quote:
Original Posted By kabamania
1. Memang para perawi hadis itu sudah berusaha, saya pun hargai kerja mereka. mereka sudah melakukan seleksi, tapi pada kenyataannya seleksi itu belum selesai. buktinya beberapa hadis yang sudah dikemukan mengundang tanda tanya.

ada dua pepatah, gan yang meminta kita bijak sana dalam bertindak.

[*]karena nila setitik rusak susu sebelanga >-- tebang abis
[*]ibarat menampi beras, atah dibuang, beras >dimasak.-- tebang pilih



memang ada saatnya buang habis, dan ada saatnya cuma memilih atahnya saja. saya setuju dengan anda. teorinya memang begitu, tapi lihatlah prakteknya, gan. ketika atah itu sudah dibeberkan di depan mata, masih juga ngotot mau memasaknya bersama beras. itulah yang terjadi turun temurun sampai sekarang, gan. menunggu telaah kritis ulama terhadap hadis terlalu lama dan lambat dibandingkan dengan telaah kritis kalangan quranist. ulama2 saat sekarang seakan2 takut dengan nama besar perawi hadis tersebut, sehingga mereka tidak berani atau separo hati melakukan tinjauan ulang terhadap hadis. mereka cendrung menerima saja meskipun sudah ditemukan kejanggalan ajaran itu jika diuji silang dengan alquran. mereka mengunci telaah kritis itu dengan pernyataan: ulama dulu lebih tahu, saleh, maksum, dalam ilmunya, ente tahu apa?. akal dan nalar dipaksa untuk membenarkan ajaran hadis itu bukannya mempertanyakan kenapa terjadi kejanggalan hukum hadis vs alquran. sudah jelas hadis itu bukan kitab suci, tapi mereka sudah menjadikan kitab hadis itu suci, apa lagi jika sudah dikasih lebel shahih. makanya jalan cepat untuk mengatahui pesan2 ilahiyah itu ya mendengarkan pendapat dari kalangan quranist, gan. tidak pula semua ide mereka saya telan bulat2, gan. jelas saya senang sekali dan mendukung mereka karena pelajaran2 tentang alquran itu terkuak ke permukaan dengan mengurangi intervensi dari luar (hadis) serendah mungkin. alquran dijelaskan sebisanya dengan alquran itu sendiri. ini jelas menarik, gan.

2. saya bukan quranist? ya terserah agan sajalah, yang jelas saya lebih suka mendengarkan pendapat quranist dari berbagai kalangan. mereka mau melakukan analisa komparatif, berhati2 untuk main tafsir dan tidak memaksakan ide mereka sebagai sebuah kebenaran mutlak.

Di antara sesama quranist pun mereka memiliki beberapa pendekatan:
1. hanya berpegang kepada alquran saja
2. mereka menerima quran dan kitab2 sebelumnya sebagai petunjuk.
3. mengikuti tradisi sunni atau syiah sepanjang tidak bertabrakan dengan alquran
4. kelompok yang bisa berpindah dari posisi 1 sampai 3 tergantung apa masalahnya

di antara merekapun ada perbedaan pendapat dari ringan sampai tajam, namun jelas mereka beda sekali dengan kalangan sunni atau syiah, sebab quranist berpegang teguh kepada alquran sebagai hukum tertinggi dan tidak ada keterangan lain yang bisa membatalkan hukum alquran. saya tidak peduli dikategori mana. kalau agan bilang saya bukan quranist yang terserah juga, sih, hehehe saya cuma ingin sisa hidup saya lebih dekat kepada apa yang allah ajarkan (alquran) karena itulah kitab suci saya.



klobot72 telah bercerita kepadaku, bahwa dirinya pernah membaca dari sebuah tulisan yang dibuat oleh agan nesamakh bahwa seorang quranist adalah muslim yang hanya mengikuti Alquran sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan DICONTOHKAN oleh para UtusanNya.
(riwayat Ngupilman72)

tidak ada periwayatan yang menyatakan agan klobot72 pernah berinteraksi dengan agan nesamakh. walaupun agan klobot72 telah lebih dahulu ada dibanding dengan agan nesamakh. Oleh sebab itu sangat diragukan kalau klobot72 pernah membaca tulisan agan nesamakh...

Ngupilman72 hadir setelah klobot72 menghilang dari dunia perkaskusan, sehingga bisa dikatakan bahwa kata-kata yang dituliskan ngupilman72 tentang klobot72 diatas adalah palsu...

Jadi kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa tidak pernah agan nesamakh menulis hal tersebut, karena perawi yang ada sangatlah lemah....D
lubeguka - 27/09/2012 01:28 PM
#4264

Quote:
Original Posted By ngupilman72
Bukankah agak aneh ketika om selalu meragukan atau menafikan dan bahkan merendahkan hadist-hadist yang menjadi panutan bagi kalangan muslimin di forum ini, tetapi tetap mengikuti imam yang melakukan shalat berdasarkan hadist-hadist tersebut? bingungs


lha kenapa aneh, memang Allah tidak meributkan gerakan. lalu kenapa pas saya di masjid saya rukuk bersama yang ruku dan sujud bersama yang sujud kenapa diributkan? apa shalat itu sekedar mengikuti gerakan imam? tentu tidak.

Allah memerintahkan untuk sujud dan rukuk apa ketika saya sujud dan rukuk bersama di masjid ane mengikuti imam atau karena tunduk karena perintah Allah?


Quote:
bukankah apa yang om lakukan sebenarnya bisa dikatakan merupakan kepura-puraan agar tampak dimata orang lain apa yang om lakukan adalah sama dengan mereka yang ikut dalam shalat berjamaah tersebut?


itu kan perspektif agan. setiap shalat insya Allah saya tidak memikirkan agar dilihat orang lain, atau berpura pura agar dilihat dan dinilai manusia tidak berbeda.

Quote:
the other topik, dikarenakan saya melihat om sepertinya termasuk ahli dalam ilmu hadist, bisakah om memberikan penjelasan bahwa hadist yang mengatakan bahwa dalam shalat khusus untuk ruku dan sujud, kita dilarang untuk membaca ayat-ayat alquran, seperti hadist dibawah ini :

Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

نَهَانِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ أَقْرَأَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangku untuk membaca (ayat Al Qur’an) ketika ruku’ dan sujud.” (HR. Muslim no. 480)

menurut om adalah hadist yang palsu?

thanks


Rasul Allah dan Nabi Allah melarang membaca apa yang ada di kitab Allah ketika sujud kepada Allah? pikirkan sendiri

Ya, jelas palsu!!! karena matanya bertentangan dnegan apa yang Allah tegaskan dalam Qur'an agar membaca AlQur'an.
AlQur'an adalah ahsanal hadist.
di dalam ahsanal hadist ada (banyak) pengAgungan terbaik
Masa Nabi Allah melarang membaca ahsanal hadist ketika mengagungkan Allah?
ini salah satu 'hidden agenda' yang ada di dalam kitab kitab hadist tersebut!. perlahan umat yang menerima ingin dijauhkan dari membaca Qur'an ketika shalat.

Mengaitkan dengan hadist lain di kitab kitab tersebut, kata fulan Nabi memerintahkan banyak sujud, bahwa sujud adalah ketika keadaaan manusia paling dekat dengan Allah maka bisa terlihat apa maksud keseluruhan dari agenda ini.

Karena matan bertentangan maka nama Ali bin abi thalib juga dipastikan digunakan untuk menyesatkan. Kalau memang Ali adalah orang yang mengikuti Rasul dan taat kepada Rasul maka tidak mungkin dia menghatakan seperti hadist diatas. PErintah Allah tegas dalam Qur;an untuk membaca Qur'an

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِن ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِّنَ الَّذِينَ مَعَكَ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ عَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرْضَى وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ اللَّهِ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُو 575; اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

kembali sedikit ke atas apa ketika imam di masjid sujud tidak membaca Qur'an sementara ane baca Qur'an, ane mengikuti imam dan hadist atau mengikuti Qur;an?..pikirkan baik baik.

Sebenarnya kalau matan sudah bertentangan maka tidak penting lagi bicara sanad. Tapi ane berikan gambaran bahwa sesahih apapun hadist tidak bisa mendapatkan verifikasi dari Rasul atau dari generasi sahabat.

sekarang ke sanad hadist tersebut

Muslim (lahir 204 H)
zuhair bin harb (wafat 234 H)
Abu amir al-aqadi (wafat 204 H)
Dawud bin qais ( tidak ada data wafat)
Ibrahim bin abdullah bin hunain (tidak ada data wafat)
Bapaknya Ibrahim bin abdullah bin hunain (tidak ada data wafat)
Ibnu Abbas (wafat 68 H)
Ali bin abi thalib (wafat 40 H)
Rasul


Muslim jelas hanya mendengar dari Zuhair dan ishaq, tidak pernah bertemu dengan Abu Amir al-aqadi, Muslim tidak bisa memverifikasi kepada Abu amir al qaidi karena beliau wafat ketika muslim baru lahir * menurut data yang ada.

Bagitupun dengan thaqabah/generasi setelah Abu amir al -qaidi yang tidak bisa diverifikasi mendapatkan dari generasi sebelumnya.

Hingga akhirnya tidak bisa diverifikasi itu bener benar datang dari Ali bin abu thalib dan datangnya dari Rasul.

SEMENTARA MATAN BERTENTANG LANGSUNG DENGAN AYAT QURAN SECARA TERSURAT baca 73:20 tentang apa yang Allah anjurkan untuk dibaca.

YA HADIST SAHIH TERSEBUT PALSU!! bukan hanya Nama Nabi digunakan untuk mengingkari ajaran Allah dalam Qur'an ( melarang membaca ahsanal hadist yang didalamnya ada pengAgungan terbaik ketika sujud) dan nama Ali bin abu thalib juga digunakan sebagai alat penyebar fitnah atas nama Rasul. Bis ajuga nama ibnu abbas digunakan. Toh muslim tidak bisa memverifikasi dua generasi yang tidak hidup sejaman dengannya.

jadi tidak mungkin Nabi ataupun Ali bin abu thalib melarang mmebaca AlQur;an yang berisi perkataan terbaik untuk menAgungkan Allah! Apakah ada yang lebih baik dari AlQur;an dalam hal poengAgungan? pikirkan baik baik

kalau toh agan masih tidak ingin membaca Qur'an mudah mudahan agan bisa mempertangung jawabkan di depan Rasul nanti ketika dia menjadi saksi atas segala yang agan imani. Mudah mudahan gan tidak termasuk yang memfitnah Rasul dan Ali bin abu thalib hanya karena agan beriman kepada perawi hadist Yb
lubeguka - 27/09/2012 04:38 PM
#4265

Quote:
Original Posted By ngupilman72


klobot72 telah bercerita kepadaku, bahwa dirinya pernah membaca dari sebuah tulisan yang dibuat oleh agan nesamakh bahwa seorang quranist adalah muslim yang hanya mengikuti Alquran sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan DICONTOHKAN oleh para UtusanNya.
(riwayat Ngupilman72)

tidak ada periwayatan yang menyatakan agan klobot72 pernah berinteraksi dengan agan nesamakh. walaupun agan klobot72 telah lebih dahulu ada dibanding dengan agan nesamakh. Oleh sebab itu sangat diragukan kalau klobot72 pernah membaca tulisan agan nesamakh...

Ngupilman72 hadir setelah klobot72 menghilang dari dunia perkaskusan, sehingga bisa dikatakan bahwa kata-kata yang dituliskan ngupilman72 tentang klobot72 diatas adalah palsu...

Jadi kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa tidak pernah agan nesamakh menulis hal tersebut, karena perawi yang ada sangatlah lemah....D


ilmu hadist tidak semudah itu. Pada zaman tersebut tidak ada catatan tertulis yang bisa ditraceback atau rekaman audio yang bisa dijadikan pegangan. Menyamakan dengan apa yang ada sekarang untuk mendukung para perawi maka itu absurd
kabamania - 27/09/2012 05:06 PM
#4266

Quote:
Original Posted By lubeguka
ilmu hadist tidak semudah itu. Pada zaman tersebut tidak ada catatan tertulis yang bisa ditraceback atau rekaman audio yang bisa dijadikan pegangan. Menyamakan dengan apa yang ada sekarang untuk mendukung para perawi maka itu absurd


agan ngupilamn saat ini dalam proses pencarian, gan... anepun dulu seperti itu..
berat rasanya menolak hadis itu karena ketakutan akan dapat dosa kalau melanggarnya, apalagi selalu nama nabi muhammad dikait2kan. ancaman tidak mengikut hadis sama dengan ingkar kepada rasul memang manjur untuk mencegah ane mengakses dan mengikuti ajaran2 kitabullah di masa lalu.

sampai sekarang pun ane dalam proses pencarian juga, namun hal2 yang sudah jelas2 bertentangan dengan kitabullah, telah ane tinggalkan. keberanian saudara kita dari kelompok sunni memang luar biasa, kenapa ya mereka mau mati2an membela ajaran hadis berlabel shahih, tapi kritis dan bahkan berani meninggalkan ajaran alquran?
ngupilman72 - 27/09/2012 05:58 PM
#4267

Quote:
Original Posted By lubeguka
lha kenapa aneh, memang Allah tidak meributkan gerakan. lalu kenapa pas saya di masjid saya rukuk bersama yang ruku dan sujud bersama yang sujud kenapa diributkan? apa shalat itu sekedar mengikuti gerakan imam? tentu tidak.

Allah memerintahkan untuk sujud dan rukuk apa ketika saya sujud dan rukuk bersama di masjid ane mengikuti imam atau karena tunduk karena perintah Allah?

itu kan perspektif agan. setiap shalat insya Allah saya tidak memikirkan agar dilihat orang lain, atau berpura pura agar dilihat dan dinilai manusia tidak berbeda.

Rasul Allah dan Nabi Allah melarang membaca apa yang ada di kitab Allah ketika sujud kepada Allah? pikirkan sendiri

Ya, jelas palsu!!! karena matanya bertentangan dnegan apa yang Allah tegaskan dalam Qur'an agar membaca AlQur'an.
AlQur'an adalah ahsanal hadist.
di dalam ahsanal hadist ada (banyak) pengAgungan terbaik
Masa Nabi Allah melarang membaca ahsanal hadist ketika mengagungkan Allah?
ini salah satu 'hidden agenda' yang ada di dalam kitab kitab hadist tersebut!. perlahan umat yang menerima ingin dijauhkan dari membaca Qur'an ketika shalat.

Mengaitkan dengan hadist lain di kitab kitab tersebut, kata fulan Nabi memerintahkan banyak sujud, bahwa sujud adalah ketika keadaaan manusia paling dekat dengan Allah maka bisa terlihat apa maksud keseluruhan dari agenda ini.

Karena matan bertentangan maka nama Ali bin abi thalib juga dipastikan digunakan untuk menyesatkan. Kalau memang Ali adalah orang yang mengikuti Rasul dan taat kepada Rasul maka tidak mungkin dia menghatakan seperti hadist diatas. PErintah Allah tegas dalam Qur;an untuk membaca Qur'an

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِن ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِّنَ الَّذِينَ مَعَكَ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ عَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرْضَى وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ اللَّهِ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُو 575; اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

kembali sedikit ke atas apa ketika imam di masjid sujud tidak membaca Qur'an sementara ane baca Qur'an, ane mengikuti imam dan hadist atau mengikuti Qur;an?..pikirkan baik baik.

Sebenarnya kalau matan sudah bertentangan maka tidak penting lagi bicara sanad. Tapi ane berikan gambaran bahwa sesahih apapun hadist tidak bisa mendapatkan verifikasi dari Rasul atau dari generasi sahabat.

sekarang ke sanad hadist tersebut

Muslim (lahir 204 H)
zuhair bin harb (wafat 234 H)
Abu amir al-aqadi (wafat 204 H)
Dawud bin qais ( tidak ada data wafat)
Ibrahim bin abdullah bin hunain (tidak ada data wafat)
Bapaknya Ibrahim bin abdullah bin hunain (tidak ada data wafat)
Ibnu Abbas (wafat 68 H)
Ali bin abi thalib (wafat 40 H)
Rasul


Muslim jelas hanya mendengar dari Zuhair dan ishaq, tidak pernah bertemu dengan Abu Amir al-aqadi, Muslim tidak bisa memverifikasi kepada Abu amir al qaidi karena beliau wafat ketika muslim baru lahir * menurut data yang ada.

Bagitupun dengan thaqabah/generasi setelah Abu amir al -qaidi yang tidak bisa diverifikasi mendapatkan dari generasi sebelumnya.

Hingga akhirnya tidak bisa diverifikasi itu bener benar datang dari Ali bin abu thalib dan datangnya dari Rasul.

SEMENTARA MATAN BERTENTANG LANGSUNG DENGAN AYAT QURAN SECARA TERSURAT baca 73:20 tentang apa yang Allah anjurkan untuk dibaca.

YA HADIST SAHIH TERSEBUT PALSU!! bukan hanya Nama Nabi digunakan untuk mengingkari ajaran Allah dalam Qur'an ( melarang membaca ahsanal hadist yang didalamnya ada pengAgungan terbaik ketika sujud) dan nama Ali bin abu thalib juga digunakan sebagai alat penyebar fitnah atas nama Rasul. Bis ajuga nama ibnu abbas digunakan. Toh muslim tidak bisa memverifikasi dua generasi yang tidak hidup sejaman dengannya.

jadi tidak mungkin Nabi ataupun Ali bin abu thalib melarang mmebaca AlQur;an yang berisi perkataan terbaik untuk menAgungkan Allah! Apakah ada yang lebih baik dari AlQur;an dalam hal poengAgungan? pikirkan baik baik

kalau toh agan masih tidak ingin membaca Qur'an mudah mudahan agan bisa mempertangung jawabkan di depan Rasul nanti ketika dia menjadi saksi atas segala yang agan imani. Mudah mudahan gan tidak termasuk yang memfitnah Rasul dan Ali bin abu thalib hanya karena agan beriman kepada perawi hadist Yb


Ayat diatas 73 20 disuruh membaca ayat yang mudah dan mendirikan shalat. dua hal yang berbeda, so menurut saya hadist tersebut tidaklah bertentangan dengan Alquran....

apakah ada ayat yang lain??

Om juga mensyaratkan seorang Muslim harus memverifikasi suatu hadist sampai kepada Ali ibn abi thalib, sesuatu yang mustahil dilakukan.. amazed:

Jadi sudah terlihat, bahwa om menolak hadist dengan mencari-cari syarat yang imposible supaya hadist tersebut tertolak....

Quote:
Original Posted By lubeguka
ilmu hadist tidak semudah itu. Pada zaman tersebut tidak ada catatan tertulis yang bisa ditraceback atau rekaman audio yang bisa dijadikan pegangan. Menyamakan dengan apa yang ada sekarang untuk mendukung para perawi maka itu absurd


Ketika om sudah menyadari hal tersebut, kembali berpulang kepada prasangka awal untuk menerima atau menolak sesuatu. Semua subjective walaupun terlihat ingin seobjective mungkin....

Quote:
Original Posted By kabamania
agan ngupilamn saat ini dalam proses pencarian, gan... anepun dulu seperti itu..
berat rasanya menolak hadis itu karena ketakutan akan dapat dosa kalau melanggarnya, apalagi selalu nama nabi muhammad dikait2kan. ancaman tidak mengikut hadis sama dengan ingkar kepada rasul memang manjur untuk mencegah ane mengakses dan mengikuti ajaran2 kitabullah di masa lalu.

sampai sekarang pun ane dalam proses pencarian juga, namun hal2 yang sudah jelas2 bertentangan dengan kitabullah, telah ane tinggalkan. keberanian saudara kita dari kelompok sunni memang luar biasa, kenapa ya mereka mau mati2an membela ajaran hadis berlabel shahih, tapi kritis dan bahkan berani meninggalkan ajaran alquran?


hehehe.. ilmu anda sudah semakin tinggi rupanya, bisa melihat bahwa saya sedang memproses pencarian... p

Umat Islam memang harus kritis, karena memang diberi akal dan nurani, kalau anda mengklaim semua umat islam baik sunni maupun syiah ataupun yang lainnya hanya taklid dan patuh kepada ulama, itu tentu tidak benar...

kita lihat bagaimana wahabi sampai saat ini berusaha untuk memperbaiki umat islam agar jangan jatuh kepada kemusyrikan penyembahan berhala melalui kuburan, apakah itu bukan suatu sample perubahan?

udah ahhh balik duluuuuu c yaaa
lubeguka - 27/09/2012 06:21 PM
#4268

Quote:
Original Posted By ngupilman72
Ayat diatas 73 20 disuruh membaca ayat yang mudah dan mendirikan shalat. dua hal yang berbeda, so menurut saya hadist tersebut tidaklah bertentangan dengan Alquran....

apakah ada ayat yang lain??


hehe terserah agan, memang tidak mudah kok bagaimanapun AlQur;an tidak boleh dibaca ketika sujud, dan yang melarang itu menurut rawi adalah Nabi Allah dan anda menolak membaca Qur;an ketika sujud ya tangung jawab saja nantinya kan mudah.

Sementara di ayat tersebut jelas, melihat tata bahasa dan apa yang disuratkan, Membaca AlQur'an disitu jelas pada ketika berdiri melakukan shalat.,. Bukan membca Qur;an dan mendirikan shalat setelah membaca sepertti yang agan tafsirkan sembarangan.

tapi ga usah denger kata ane lah mungkin rujukan ulama ente bisa buat ente beriman dan ga sembarangan nafsir Quran tanpa pengetahuan untuk melegalkan meninggalkan membaca Qur;an ketika shalat

Spoiler for tafsir jalalain 73:20
Quote:
...Dia mengetahui bahwa) huruf an adalah bentuk takhfif dari anna sedangkan isimnya tidak disebutkan, asalnya ialah annahu (kalian sekali-kali tidak dapat menentukan batas waktu-waktu itu) yaitu waktu malam hari. Kalian tidak dapat melakukan salat malam sesuai dengan apa yang diwajibkan atas kalian melainkan kalian harus melakukannya sepanjang malam. Dan yang demikian itu memberatkan kalian (maka Dia mengampuni kalian) artinya, Dia mencabut kembali perintah-Nya dan memberikan keringanan kepada kalian (karena itu bacalah apa yang mudah dari Alquran) dalam salat kalian....


jadi mahfum ya gan perintah membaca Qur;an di 73:20 itu ketika shalat, bukan seperti yang agan tafsirkan secara sembarangan. Tafsir agan tidak didukung tata bahasa dan tidak didukung oleh ulama agan sendiri Yb



Quote:
Om juga mensyaratkan seorang Muslim harus memverifikasi suatu hadist sampai kepada Ali ibn abi thalib, sesuatu yang mustahil dilakukan.. amazed:


lha memang harus begitu diperintahkan untuk memverifikasi setiap berita yang datang. Itulah kenapa secara studi danad semua hadist fail.

Quote:
Jadi sudah terlihat, bahwa om menolak hadist dengan mencari-cari syarat yang imposible supaya hadist tersebut tertolak....


bukan syarat tapi memang,, jika meujuk pada 73:20 TERSURAT, dan melihat tata bhs bahwa secara tegas yang dibaca itu ketika berdiri ( shalat) pada waktu malam.

Justru agan yang menafsirkan Quran secara sembarangan agar hadist tersebut.

Quote:
Ketika om sudah menyadari hal tersebut, kembali berpulang kepada prasangka awal untuk menerima atau menolak sesuatu. Semua subjective walaupun terlihat ingin seobjective mungkin....


heheheh sayangnya untuk menerima atau menoilak sesuatu tidak boleh didasarkan prasangka. karena menurut Qur'an prasangka itu ( baik dan buruk) tidak sedikitpun mendekati kebenaran.

kecuali kalau ditafsirkan secara liar lagi agar hadist diterima
bagi agan dan ulama agan Quran pokoknya harus dirubah (ditafsirkan sedemikian rupa) agar Quran tidak bertentangan dengan hadist
kabamania - 27/09/2012 06:25 PM
#4269

Quote:
Original Posted By nutroppo
lu ngarang ya , dialam nyata kalo ngomong secerewet ini ga ?.
1. Ane cuma nanyak gmana cara matiin binatang kalo mo dimakan ? Misalnya lu mau makan ayam nah dimatiin dulu apa gak kalo di matiin gmana caranya.

2. Ntukan karanagan lu aja ttg hewan ternak,ga ada penjelasan Quran spt yg lu bilang.Anjing juga punya susu kok , bagi elu halalkan ,minum gih biar pintaran.

3. Nah anjing ga ada larangan di Quran, halalbagi lu knapa sithoyib yg manusia lu haramin, capedes

======
4. Makin keliatan tolol ya .....
Dakwah lu di pedalaman keora ng orang yg belum pernah liat orang shalat.Merkabakalan minta detail pelaksanaannya, bisa di tolol tololin lu sama mereka ga bisa ngarang detailnya.


cerewet? kalau di kampung saya sih masih bisa bicara bebas, tapi tidak tahu sekarang2 ini, apa serigala haus darah bertopeng islam itu sudah menyebarkan ajarannya di kampung.

saya tidak mengarang, tapi saya mengambil pemahaman atas ajaran2 yang diberikan allah melalui kitab suci. yang jelas saya sudah mendapat petunjuk dari membaca alquran dan mengamati lingkungan serta tradisi2 yang ada.

justru yang paling hebat ngarangnya ya ajaran dari kitab hadis, gan, sudah jelas disuruh allah mencambuk malah dirajam, sudah jelas disuruh allah mengawini anak cukup umur dan bisa mengelola diri malah rasulullah dibilang kimpoi dengan anak bawah umur sudah jelas hati dan limpa itu organ, kok dibilang itu darah. ajaran hadis itu campur aduk, antara yang selaras dengan alquran dan berlawanan. saya tentu saja tidak mengatakan ajaran itu salah semua.

1. masyarakat peternak akan tahu bagaimana menyiapkan hewan untuk dimakan. tanya ke dia, saya bukan petenak dan tukang jagal. setahu saja hewan2 ternak itu disembelih, gan. sungguh lucu masyarakat peternak tidak tahu bagaimana membunuh hewan ternak mereka. larangan sudah dijelaskan, lihat sendirilah oleh anda. tradisi menyembelih hewan itu sudah ada sebelum nabi muhammad lahir, gan. jika anda keberatan bantahlah dengan bukti, bukan makian.

2. alquran turun pada bangsa arab yang berdagang dan beternak adalah bagian dari tradisi mereka. oke tanyalah pada ulama anda sendiri, apakah ada tradisi bangsa arab beternak anjing untuk dimakan dagingnya di kalangan suku dimana nabi muhammad dilahirkan? kalau anda punya bukti, saya akan bertaubat kepada allah segera, ternyata anjing itu digolongkan juga sebagai hewan ternak seperti unggas, kambing, sapi dan onta!

berhati2lah, gan, jika anda tidak paham ayat allah, lebih baik anda belajar banyak, jangan main kritik serampangan.

3. alquran turun tidak merubah seluruh tradisi makan bangsa arab masa itu, tapi memperbaiki mana yang salah. saya tidak mendapati tradisi kanibal pada bangsa arab, gan, maaf, hasrat kanibal anda tidak bisa dipenuhi, karena dilarang membunuh orang.
hewan saja jika tidak ada unsur kesengajaan membunuhnya untuk keperluan bahan makanan, termasuk bangkai. jadi si thoyyib dari awal memang harus disengaja dibunuh untuk dimakan dagingnya. apakah menurut alquran boleh membunuh orang? wah, baru tahu saya, gan ternyata wahyu dari allah bisa dijadikan alasan untuk kanibal. sungguh hebat fantasi barbar anda! bukankah orang macam anda yang suka bertindak barbar? hanya karena pemahaman agama berbeda, anda teriak orang kafir dan halalkan darahnya. tragedi berdarah pada minoritas ahmadiah adalah bukti perilaku barbar golongan anda, gan. sekarang anda berfantasi pula dengan baca alquran saja bisa makan daging orang. hehehehe

4. shalat itu diwariskan secara tidak terputus, jika anda berdakwah, anda harus mencontohkan kepada mereka bagaimana shalat. kitab hadispun tidak menjelaskan bagaimana shalat secara lengkap. tradisi di kalangan umat islam lebih tua dari kitab hadis. orang sudah shalat sebelum kitab hadis dibikin. tanpa ada dicontohkan langsung, orang tdk akan bisa shalat, baik baca alquran atau hadis. masak gerakan simpel begitu harus dicatat juga. tarian2 tradisional saja yang rumit masih bisa diajarkan dari generasi ke generasi selama ratusan tahun tanpa ada sumber tertulis.

-- kelihatannya, anda benci dengan ajaran berlandaskan alquran, cuma bedanya anda dengan "orang2 di luar" itu adalah anda mengaku beriman kepada kitab allah, mereka sudah jelas tidak beriman sama sekali. penolakan mereka terhadap ajaran alquran itu lumrah dan tidak mengherankan. saya justru heran dengan anda. kenapa anda sampai berani mengatakan ajaran2 alquran membuka celah untuk kannibal??????
taubatlah, gan, sebelum allah memberikan tabir di hati anda !
ngupilman72 - 28/09/2012 01:43 AM
#4270

Quote:
Original Posted By lubeguka
hehe terserah agan, memang tidak mudah kok bagaimanapun AlQur;an tidak boleh dibaca ketika sujud, dan yang melarang itu menurut rawi adalah Nabi Allah dan anda menolak membaca Qur;an ketika sujud ya tangung jawab saja nantinya kan mudah.

Sementara di ayat tersebut jelas, melihat tata bahasa dan apa yang disuratkan, Membaca AlQur'an disitu jelas pada ketika berdiri melakukan shalat.,. Bukan membca Qur;an dan mendirikan shalat setelah membaca sepertti yang agan tafsirkan sembarangan.

tapi ga usah denger kata ane lah mungkin rujukan ulama ente bisa buat ente beriman dan ga sembarangan nafsir Quran tanpa pengetahuan untuk melegalkan meninggalkan membaca Qur;an ketika shalat

Spoiler for tafsir jalalain 73:20



jadi mahfum ya gan perintah membaca Qur;an di 73:20 itu ketika shalat, bukan seperti yang agan tafsirkan secara sembarangan. Tafsir agan tidak didukung tata bahasa dan tidak didukung oleh ulama agan sendiri Yb


hehehe... kan penafsiran Alquran bisa dilakukan siapa aja, buktinya om bersikeras untuk menafsirkan sendiri Alquran tidak peduli dengan penafsiran ulama-ulama sebelumnya....

Mengapa orang lain yang pengen menafsirkan sendiri malah om cela???

Quote:
Original Posted By lubeguka
lha memang harus begitu diperintahkan untuk memverifikasi setiap berita yang datang. Itulah kenapa secara studi danad semua hadist fail.


Andaikata saya seorang atheis, pertanyaan yang sama akan saya tanyakan kepada om, bagaimana om bisa memverifikasi Alquran itu belum dirubah-rubah..

Alhamdulillah saya bukan seorang atheis, jadi om tidak perlu memverifikasi Alquran, karena keimanan kita sama yaitu sama-sama mengimani Alquran. Karena Allah sendiri yang menjamin Alquran tersebut.

Quote:
Original Posted By lubeguka


heheheh sayangnya untuk menerima atau menoilak sesuatu tidak boleh didasarkan prasangka. karena menurut Qur'an prasangka itu ( baik dan buruk) tidak sedikitpun mendekati kebenaran.

kecuali kalau ditafsirkan secara liar lagi agar hadist diterima
bagi agan dan ulama agan Quran pokoknya harus dirubah (ditafsirkan sedemikian rupa) agar Quran tidak bertentangan dengan hadist


Om sendiri yang memulai dengan prasangka, bahwa hadist tersebut adalah palsu, kemudian mencari pembanding terbalik didalam Alquran, sehingga pada akhirnya om memberi ayat 73-20, untuk menyatakan bahwa hadist tersebut palsu.
lubeguka - 28/09/2012 08:28 AM
#4271

Quote:
Original Posted By ngupilman72
hehehe... kan penafsiran Alquran bisa dilakukan siapa aja, buktinya om bersikeras untuk menafsirkan sendiri Alquran tidak peduli dengan penafsiran ulama-ulama sebelumnya....

Mengapa orang lain yang pengen menafsirkan sendiri malah om cela???


heheh tidak ada yang mencela kan ane bilang terserah agan.
Menafsirkan Qur;an itu ga boleh sembarangan, setiap orang boleh menafsirkan tapi setidaknya harus tata bahasa arab, berkali kali ane bilang batasan tafsir Qur'an itu Qur'an itu sendiri.

Dan lagi yang ane tekankan bukan tafsir tapi penyuratan jelas dan tegas, jika dibaca merujuk pada tata bahasa arab, bahwa membaca disitu ketika berdiri.

ane cuma kasih perbandingan tafsir jalalain supaya agan tidak sembarangan, setidaknya itu kan ulama ente yang ente imani yang ternyata tidak beda jauh dengan tafisr ulama lain sepertti buya hamka dst

Analisa ane terhadap penyuratan tersebut ternyata tidak beda jauh dengan tafasir ulama ente, sementara tafsir ente darimana asalnya?

Jangan suka menganggap orang yang hanya berhudan kepada Qur;an itu menafsirkan sembarangan gan, hampir semuanya mempelajari Qur'an dan cenderung tidak berani menafsirkan karena tafsir itu berat, kebanyakan maen di tersurat.

Quote:
Andaikata saya seorang atheis, pertanyaan yang sama akan saya tanyakan kepada om, bagaimana om bisa memverifikasi Alquran itu belum dirubah-rubah..


tidak usah mengandai andai agan menjadi seorang atheist. Banyak atheis, temen ane, yang justru kembali menjadi Quran. Pertanyaan agan itu muncul karena kitab agan dipertanyakan kebenarannya sehingga agan menyerang kemurnian kitab Allah.

bahkan beberapa member disini dari agama lain bisa melihat bahwa Qur;an dan kitab yang baru muncul kemudian tidak sama.

jadi jangan suka mengatasnamakan pemikiran orang lain Yb

Quote:
Om sendiri yang memulai dengan prasangka, bahwa hadist tersebut adalah palsu, kemudian mencari pembanding terbalik didalam Alquran, sehingga pada akhirnya om memberi ayat 73-20, untuk menyatakan bahwa hadist tersebut palsu.


bedAnya ane ga beriman berdasarkan prasangka baik itu buruk dan baik. AlQur;an pembanding terbalik? nah disini bedanya lagi agan menganggap Qur'an harus ditafsirkan sedemikian rupa agar sesuai hadist, bukan sebaliknya

sekali lagi ga ada yang mencela, selama ini agan yang salah tangkap bahwa kami menafsirkan Qur;an sembarangan sehingga agan memakai jurus yang sama untuk memutar balikan Qur'an. Sayang pengetahuan ente belum cukup bahkan untuk menela'ah Qur;an secara tersurat, dengan pengetahuan minim mau menafsirkan dan melegalkan hadist? belajar lagi ya gan Yb

[32:22] Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.
paulielie - 28/09/2012 09:23 AM
#4272
ngaku Quranist tapi ingkar hadis,sesat krn kebodohannya sendiri
mereka ini sesat akibat KEBODOHANnya sendiri. Hadis itu SESUAI Quran. ayat 73:20 tidak menyatakan sepanjang sholat harus membaca ayat Quran. Quran justru memerintahkan agar sholatlah seperti nabi Muhammad,ikuti suritauladan rasulullah nabi Muhammad.
kaum yg mengaku Quranist ini sesat akibat kebodohannya sendiri yg tak mampu memahami hadis dan ayat-ayat Quran, yg mereka tafsir secara keliru sesuai selera masing-masing.
ngupilman72 - 28/09/2012 10:05 AM
#4273

Quote:
Original Posted By lubeguka
heheh tidak ada yang mencela kan ane bilang terserah agan.
Menafsirkan Qur;an itu ga boleh sembarangan, setiap orang boleh menafsirkan tapi setidaknya harus tata bahasa arab, berkali kali ane bilang batasan tafsir Qur'an itu Qur'an itu sendiri.

Dan lagi yang ane tekankan bukan tafsir tapi penyuratan jelas dan tegas, jika dibaca merujuk pada tata bahasa arab, bahwa membaca disitu ketika berdiri.

ane cuma kasih perbandingan tafsir jalalain supaya agan tidak sembarangan, setidaknya itu kan ulama ente yang ente imani yang ternyata tidak beda jauh dengan tafisr ulama lain sepertti buya hamka dst

Analisa ane terhadap penyuratan tersebut ternyata tidak beda jauh dengan tafasir ulama ente, sementara tafsir ente darimana asalnya?

Jangan suka menganggap orang yang hanya berhudan kepada Qur;an itu menafsirkan sembarangan gan, hampir semuanya mempelajari Qur'an dan cenderung tidak berani menafsirkan karena tafsir itu berat, kebanyakan maen di tersurat.


Jadi Alquran tidak boleh ditafsirkan sembarangan bukan? Akhirnya om mengakui untuk menafsirkan Alquran harus memiliki ilmu dalam hal penafsiran Alquran, selain penguasaan bahasa Arab tentu diperlukan pula keilmuan yang lain untuk menafsirkan Alquran seperti keilmuan Agama, sehingga penafsiran tersebut tidak melenceng jauh dari apa yang dimaksudkan dalam Alquran tersebut.

Kalau begitu, pertanyaan saya, mengapa om malah belajar untuk menafsirkan sendiri melalui ensiklopedia bahasa arab buatan orientalis? bukankah ada ulama ataupun guru-guru yang berasal dari agama Islam sendiri yang lebih mengerti tentang bahasa arab tersebut?


Quote:
Original Posted By lubeguka

tidak usah mengandai andai agan menjadi seorang atheist. Banyak atheis, temen ane, yang justru kembali menjadi Quran. Pertanyaan agan itu muncul karena kitab agan dipertanyakan kebenarannya sehingga agan menyerang kemurnian kitab Allah.

bahkan beberapa member disini dari agama lain bisa melihat bahwa Qur;an dan kitab yang baru muncul kemudian tidak sama.

jadi jangan suka mengatasnamakan pemikiran orang lain Yb


astaga temen om menjadi quran??? takuts

bai de wai, kitab saya adalah Alquran, sedangkan hadists bukanlah sebuah kitab...

Quote:
Original Posted By lubeguka

bedAnya ane ga beriman berdasarkan prasangka baik itu buruk dan baik. AlQur;an pembanding terbalik? nah disini bedanya lagi agan menganggap Qur'an harus ditafsirkan sedemikian rupa agar sesuai hadist, bukan sebaliknya

sekali lagi ga ada yang mencela, selama ini agan yang salah tangkap bahwa kami menafsirkan Qur;an sembarangan sehingga agan memakai jurus yang sama untuk memutar balikan Qur'an. Sayang pengetahuan ente belum cukup bahkan untuk menela'ah Qur;an secara tersurat, dengan pengetahuan minim mau menafsirkan dan melegalkan hadist? belajar lagi ya gan Yb

[32:22] Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.


bagaimana mungkin om mengatakan tidak berdasarkan prasangka, om sudah memulai dengan prasangka semua hadist adalah palsu...

dan itu adalah sebuah prasangka....p

Dan sayang sekali, pengetahuan om yang luas tentang Alquran dan hadist-hadist hanya dipakai untuk mencela guru-guru kami, ulama-ulama kami, bahkan mencela pengumpul-pengumpul hadist, perawi, sahabat-sahabat nabi bahkan nabi sendiri....berdukas
lubeguka - 28/09/2012 10:26 AM
#4274

Quote:
Original Posted By ngupilman72
Jadi Alquran tidak boleh ditafsirkan sembarangan bukan? Akhirnya om mengakui untuk menafsirkan Alquran harus memiliki ilmu dalam hal penafsiran Alquran, selain penguasaan bahasa Arab tentu diperlukan pula keilmuan yang lain untuk menafsirkan Alquran seperti keilmuan Agama, sehingga penafsiran tersebut tidak melenceng jauh dari apa yang dimaksudkan dalam Alquran tersebut.

Kalau begitu, pertanyaan saya, mengapa om malah belajar untuk menafsirkan sendiri melalui ensiklopedia bahasa arab buatan orientalis? bukankah ada ulama ataupun guru-guru yang berasal dari agama Islam sendiri yang lebih mengerti tentang bahasa arab tersebut?


hehe kembali lagi soal lexicon yang menurut ente orientalis, ane udah jawab. lexicon yang ada itu asalnya dari kitab arab yang lebih tua dan salah satunya kamus tua yang dipakai di seluruh dunia bahkan oleh sarjana suni yang notabene buatan seorang dari syiah yaitu lisanul al arab. mereka kalao ditanya juga akan menjawab tools untuk memahami bhs arab itu bukan AlQur'an .

agan aja yang pikirannya kacau balau ketika figur figur yang agan kultuskan disamping Allah dipertanyakan Yb

ga ada yang menafsirkan sembarangan. ini hanya karena ente berbeda dengan ane hingga ente menganggap ane menafsirkan sembarangan. terertah agan aja deh


Quote:
astaga temen om menjadi quran??? takuts


ya ada beberapa temen ane yang tadinya atheist, katolik, kini menjadi orang yang hanya berhudan kepada Qur'an, alhamdulilah.

Quote:
bai de wai, kitab saya adalah Alquran, sedangkan hadists bukanlah sebuah kitab...


hehehe AlQur'an adalah ahsanal hadist



Quote:
bagaimana mungkin om mengatakan tidak berdasarkan prasangka, om sudah memulai dengan prasangka semua hadist adalah palsu...

dan itu adalah sebuah prasangka....p

Dan sayang sekali, pengetahuan om yang luas tentang Alquran dan hadist-hadist hanya dipakai untuk mencela guru-guru kami, ulama-ulama kami, bahkan mencela pengumpul-pengumpul hadist, perawi, sahabat-sahabat nabi bahkan nabi sendiri....berdukas


hehe udah ane bilang diatas, mau ane mendasarkan prasangka baik atau buruk tetap ane ga jadiin landasan keimanan.

menghina nabi? bukannya terbalik? sejauh ini kan jelas siapa yang beriman untuk tidak baca Qur'an ketika shalat kepada Allah memakai nama nabi pulak. Yb

jadilah muslim yang baik serahkan semuanya ke Allah. ga usah merajuk ketika ulama, guru guru agan , perawi hadist atau figur figur yang agan imani dipertanyakan kredibilitasnya. at last..grow up Yb
ngupilman72 - 28/09/2012 10:45 AM
#4275

Quote:
Original Posted By lubeguka
hehe kembali lagi soal lexicon yang menurut ente orientalis, ane udah jawab. lexicon yang ada itu asalnya dari kitab arab yang lebih tua dan salah satunya kamus tua yang dipakai di seluruh dunia bahkan oleh sarjana suni yang notabene buatan seorang dari syiah yaitu lisanul al arab. mereka kalao ditanya juga akan menjawab tools untuk memahami bhs arab itu bukan AlQur'an .

agan aja yang pikirannya kacau balau ketika figur figur yang agan kultuskan disamping Allah dipertanyakan Yb

ga ada yang menafsirkan sembarangan. ini hanya karena ente berbeda dengan ane hingga ente menganggap ane menafsirkan sembarangan. terertah agan aja deh


Dari jawaban om, ternyata om memang lebih percaya terhadap lexicon buatan orientalis dibandingkan saudara seiman...


Quote:
Original Posted By lubeguka

ya ada beberapa temen ane yang tadinya atheist, katolik, kini menjadi orang yang hanya berhudan kepada Qur'an, alhamdulilah.

hehehe AlQur'an adalah ahsanal hadist



Jadi teman om bukan menjadi quran, saya pikir teman om menjadi kitab quran... p

Quote:
Original Posted By lubeguka

hehe udah ane bilang diatas, mau ane mendasarkan prasangka baik atau buruk tetap ane ga jadiin landasan keimanan.

menghina nabi? bukannya terbalik? sejauh ini kan jelas siapa yang beriman untuk tidak baca Qur'an ketika shalat kepada Allah memakai nama nabi pulak. Yb

jadilah muslim yang baik serahkan semuanya ke Allah. ga usah merajuk ketika ulama, guru guru agan , perawi hadist atau figur figur yang agan imani dipertanyakan kredibilitasnya. at last..grow up Yb



apa yang mendasari umat Islam mengatakan bahwa ajaran Ahmadiyah yang menyebut Ghulam Ahmad sebagai Nabi adalah ajaran sesat? AlQuran.

So, bagaimana mungkin umat islam tidak mengakui alquran sebagai bagian dari keimanannya... gila:

Siapa yang merajuk? ingin mengalihkan pembicaraankah??
kucingkakus - 28/09/2012 11:27 AM
#4276

Quote:
Original Posted By kabamania
jalan yang lurus itu, ya berpandukan kepada ajaran allah, gan, jika anda mengakui kerasulan nabi muhammad, maka amalkan ajaran alquran, gan.
ada banyak suruhan ynag dianjurkan allah
ada larangannyan juga.
itulah jalan yang lurus

tapi kelihatannya anda lebih fokus ibadah ritual melulu, anda terlalu fokus cari siapa nama ayah nabi muhammad. tahu atau tidak nama ayah beliau tidak akan meninggkatkan pahala anda, gan.
lakukan amal saleh, jangan berbuat kerusakan, tegakkan keadilan, jangan zalim, dll


yes jalan yang lurus secara gamblang, tegas, rinci, dan jelas di dalam ALQUR'AN. no doubt about it.
hmmm, hihih itu hanya perumpamaan gan \).

so we have no different in AQIDAH, nothing but just a fluke.

so stop Using word QURANIST, use ISLAM instead.
kucingkakus - 28/09/2012 11:55 AM
#4277

Quote:
Original Posted By jf00112
Informasi di luar Al-Qur'an apa pun itu ya tetap disikapi dengan objektif. Ilmu Matematika, ilmu alam dan lain-lain terus berkembang.
kenapa objektif?
Quote:
Suatu teori yang diterima secara umum saat ini bisa menjadi kadaluarsa/obsolete di masa depan.
apakah Bumi berputar pada porosnya itu tidak mutlak?, apakah benda dijatuhkan dari ketinggian akan jatuh kebawah bukan keatas bukan mutlak?apakah akan berubah? saya pikir tidak anda boleh check di kaum kafirin (atheis) mereka lebih jago soal ini saya rasa yang mutlak ya mutlak, jikalaupun berubah berarti aka merupakan fenomenal baru.
Quote:
Boleh dibilang, manusia tidak akan pernah tahu kebenaran mutlak, tapi ini bisa menjadi topik diskusi lain yang juga punya argumen2 dan pembahasan yang panjang. Sebagai muslim, hanya Qur'an yang saya anggap sebagai kebenaran mutlak.


tidak perlu gan kebenaran mutlak ya mutlak, yaitu saya punya hidung, itu kebenaran mutlak, kita berjalan bukan terbang itu mutlak, matahari itu panas, dan banyak lagi gan.soal ini saya tidak setuju untuk didiskusikan disini, dan jelas Mutlak adalah Mutlak.

Quote:

Kalau Agan bilang sebagian hadits adalah korup dan sebagian adalah fakta, saya ingin tahu bagaimana Agan bisa membedakan suatu hadits adalah korup atau fakta?

saya sudah jelaskan saya tidak mempunya ilmu yang sangat dalam untuk mengoreksi hadist, maka dari itu saya percayakan kepada ahlinya, yaitu orang orang yang diberi nikmat dan rizki yang halal yang telah ditunjukan jalan yang lurus.
Quote:
Apakah dengan prasangka/taklid/iman? Kemudian, apakah suatu hadits yang sebelumnya shahih bisa menjadi dha'if?

menurut saya ini berarti ada kesalahan dalam penganalisaan. yang namanya shahih atau mutlak ya mutlak, seperti sholat, puasa, haji, dsb.
Quote:
Bagaimana dengan kerusakan yang ditimbulkan karena mengikuti hadits yang mula-mula dianggap shahih kemudian ternyata disepakati adalah dha'if?

saya tidak bisa jawab, cuma yang saya ikuti kebanyakan hadist mutlak tidak pernah berubah ubah jadi tidak shahih atau remang". mungkin agan bisa mencontohkanya di sini seperti apa hadist yang berubah".

Quote:

Tidak ada kepastian di sini. Tanpa mengetahui mana yang korup dan mana yang valid secara mutlak, sangat berbahaya menjadikan hadits sebagai dasar hukum.


seperti saya tekankan, saya pribadi menggunakan hadist saat ingin mengerti tentang sesuatu di dalam ALQUR'AN, untuk perawian seperti prilaku, sifat, dsb, menurut saya memang ada beberapa yang perlu diteliti jadi tidak saya ikuti secara keseluruhan kecuali yang mutlak, seperti sholat,dsb tapi saya tidak pernah menamakan diri saya BENAR dengan mencantumkan QURANIST pada gelar saya ini tidak lain sama saja dengan mereka yang berniat untuk memecah belah ISLAM, please considere that.

Quote:

Pada saat membaca al-Fatihah, kita memohon untuk ditunjukkan jalan yang lurus kepada Allah. Karena hanya Allah-lah yang mampu menunjukkan. Saya tidak mau dan juga tidak bisa meng-klaim bahwa saya tahu apa atau mana "jalan yang lurus" itu.
kenapa gan?apakah agan sendiri ragu dengan yang ada pada ALQUR'AN, bukanya sudah jelas jalan yang lurus itu seperti apa seperti telah dijelaskan di dalam ALQUR'AN yang kita cintai? (mungkin hanya anda tapi kabama dan lebuka saya pikir mereka tau akan jalan yang lurus sepanjang mereka masih membaca dan mengerti juga mengikuti ALQUR'AN).

Quote:
Menurut saya justru itu adalah salah satu dari substansi "berserah diri kepada Allah". Seperti yang ditulis agan kabamania, banyak perintah dan larangan yang tertulis di Qur'an. Saya berusaha lakukan sebaik mungkin, sambil berdo'a agar ditunjukkan jalan yang lurus.

yup ini jalan yang lurus gan, ane setuju jangan ragu untuk menyebutkan yang hak dan batil!!!. menurut saya berserah diri di sini lebih menekankan kepada sesuatu hal yang diluar jangkauan kita, seperti hasil test ujian setelah berusaha sekuat tenaga maka hasil kedepanya kita serahkan kepada ALLAH, bukan kita serahkan petunjukan jalan yang lurus kepada ALLAH setelah kita ketahui hak dan batil itu nyata.

Quote:

Hal-hal lain yang menyangkut kehidupan Rasulullah, anda bisa memperoleh informasinya dari berbagai sumber.
setutuju dan banyak lagi.
Quote:
Tapi yang jelas, selain Al-Qur'an, sumber-sumber ini tidak bisa dipastikan 100% kebenaran sumber dan isinya.

bisa juga dipastikan itu 100%. karenanya tidak bisa anda menolak mentah" informasi tersebut.

Quote:
yup Karena itu, kita bisa mengambil pelajaran dari situ, tapi kita tidak layak menggunakannya sebagai dasar hukum. Semoga Agan bisa melihat bedanya.


yup untuk yang 100% mutlak, saya pikir tidak masalah diambil sebagai dasar hukum, pastinya ke 100%an shahih itu akan selaras dengan ALQUR'AN.
kucingkakus - 28/09/2012 12:30 PM
#4278

Quote:
Original Posted By kabamania
agan ngupilamn saat ini dalam proses pencarian, gan... anepun dulu seperti itu..
berat rasanya menolak hadis itu karena ketakutan akan dapat dosa kalau melanggarnya, apalagi selalu nama nabi muhammad dikait2kan. ancaman tidak mengikut hadis sama dengan ingkar kepada rasul memang manjur untuk mencegah ane mengakses dan mengikuti ajaran2 kitabullah di masa lalu.

sampai sekarang pun ane dalam proses pencarian juga, namun hal2 yang sudah jelas2 bertentangan dengan kitabullah, telah ane tinggalkan. keberanian saudara kita dari kelompok sunni memang luar biasa, kenapa ya mereka mau mati2an membela ajaran hadis berlabel shahih, tapi kritis dan bahkan berani meninggalkan ajaran alquran?


ane sama seperti ente ane tolak yang remang" tapi ane tidak mengangkat atau menamakan apalagi menyombongkan diri dengan memisahkan diri kepada umat yang lain dengan menamakan diri atau golongan tersebut QURANIST!!!!. you know when ppls read QURANIST its seem something BIG, HUGE and SPECIAL, but the fact youare MUSLIM. so stop using QURANIST please to avod misunderstanding.
jf00112 - 28/09/2012 12:47 PM
#4279

Quote:
Original Posted By kucingkakus
kenapa objektif?
apakah Bumi berputar pada porosnya itu tidak mutlak?, apakah benda dijatuhkan dari ketinggian akan jatuh kebawah bukan keatas bukan mutlak?apakah akan berubah? saya pikir tidak anda boleh check di kaum kafirin (atheis) mereka lebih jago soal ini saya rasa yang mutlak ya mutlak, jikalaupun berubah berarti aka merupakan fenomenal baru.


tidak perlu gan kebenaran mutlak ya mutlak, yaitu saya punya hidung, itu kebenaran mutlak, kita berjalan bukan terbang itu mutlak, matahari itu panas, dan banyak lagi gan.soal ini saya tidak setuju untuk didiskusikan disini, dan jelas Mutlak adalah Mutlak.


saya sudah jelaskan saya tidak mempunya ilmu yang sangat dalam untuk mengoreksi hadist, maka dari itu saya percayakan kepada ahlinya, yaitu orang orang yang diberi nikmat dan rizki yang halal yang telah ditunjukan jalan yang lurus.

menurut saya ini berarti ada kesalahan dalam penganalisaan. yang namanya shahih atau mutlak ya mutlak, seperti sholat, puasa, haji, dsb.

saya tidak bisa jawab, cuma yang saya ikuti kebanyakan hadist mutlak tidak pernah berubah ubah jadi tidak shahih atau remang". mungkin agan bisa mencontohkanya di sini seperti apa hadist yang berubah".



seperti saya tekankan, saya pribadi menggunakan hadist saat ingin mengerti tentang sesuatu di dalam ALQUR'AN, untuk perawian seperti prilaku, sifat, dsb, menurut saya memang ada beberapa yang perlu diteliti jadi tidak saya ikuti secara keseluruhan kecuali yang mutlak, seperti sholat,dsb tapi saya tidak pernah menamakan diri saya BENAR dengan mencantumkan QURANIST pada gelar saya ini tidak lain sama saja dengan mereka yang berniat untuk memecah belah ISLAM, please considere that.

kenapa gan?apakah agan sendiri ragu dengan yang ada pada ALQUR'AN, bukanya sudah jelas jalan yang lurus itu seperti apa seperti telah dijelaskan di dalam ALQUR'AN yang kita cintai? (mungkin hanya anda tapi kabama dan lebuka saya pikir mereka tau akan jalan yang lurus sepanjang mereka masih membaca dan mengerti juga mengikuti ALQUR'AN).


yup ini jalan yang lurus gan, ane setuju jangan ragu untuk menyebutkan yang hak dan batil!!!. menurut saya berserah diri di sini lebih menekankan kepada sesuatu hal yang diluar jangkauan kita, seperti hasil test ujian setelah berusaha sekuat tenaga maka hasil kedepanya kita serahkan kepada ALLAH, bukan kita serahkan petunjukan jalan yang lurus kepada ALLAH setelah kita ketahui hak dan batil itu nyata.

setutuju dan banyak lagi.

bisa juga dipastikan itu 100%. karenanya tidak bisa anda menolak mentah" informasi tersebut.



yup untuk yang 100% mutlak, saya pikir tidak masalah diambil sebagai dasar hukum, pastinya ke 100%an shahih itu akan selaras dengan ALQUR'AN.


Gan kebenaran mutlak tidak ada yang tahu kecuali Allah. Anda bisa meyakini sesuatu itu mutlak benar (iman), tapi hal itu hanya berlaku ke dalam (subjektif). Semua individu punya persepsi realitas yang berbeda-beda, tergantung seberapa banyak pengalaman dan seberapa dalam pengetahuannya.

Apa yang manusia punya adalah teori, bukan kebenaran mutlak. Selama teori itu sesuai dengan observasi, maka teori tersebut "dianggap benar". Tapi sejarah sudah membuktikan bahwa suatu teori hanya menunggu untuk digantikan teori baru yang lebih baik dalam menjelaskan hasil observasi. Seiring dengan kemajuan teknologi, bertambahlah kemampuan observasi manusia, dan makin akuratlah teori-teori yang dihasilkan manusia dalam menjelaskan fenomena yang diamatinya. Tapi apakah teori-teori ini bisa disebut sebagai kebenaran mutlak? Tentu saja tidak. Akan ada teori-teori baru yang lebih baik di masa depan yang akan menggantikan teori-teori yang kita kenal sekarang. Sementara kebenaran sendiri tidak akan pernah berubah.

Jadi anda lihat sendiri, secara objektif tidak ada satu orang pun yang berhak mengklaim mengetahui sesuatu sebagai kebenaran mutlak. Kita bisa MEYAKINI sesuatu sebagai kebenaran mutlak, yang menurut saya jatuh dalam definisi iman. Tentu ada bedanya antara MENGETAHUI dan MEYAKINI.

Saya tidak mengetahui kebenaran Al-Qur'an, tapi saya meyakini kebenaran Al-Qur'an (iman kepada Al-Qur'an)
Saya juga tidak mengetahui kebenaran kitab-kitab hadits di luar Al-Qur'an, tapi saya juga tidak meyakini kebenaran kitab-kitab hadits tersebut, karena saya tidak beriman kepada kitab-kitab hadits tersebut.

Kalau anda berani bilang bahwa ada hadits yang 100% mutlak benar, coba tanya diri anda sendiri, anda mengetahui hal itu 100% mutlak benar atau anda meyakini hal itu 100% mutlak benar. Apa yang anda yakini adalah IMAN anda, dan beriman pada kitab hadits adalah hak anda. Tapi anda tidak bisa menyalahkan orang-orang yang memilih untuk tidak beriman pada kitab hadits, karena tidak ada jaminan Allah atas kebenaran isinya.
kucingkakus - 28/09/2012 02:51 PM
#4280

Quote:
Original Posted By jf00112
Gan kebenaran mutlak tidak ada yang tahu kecuali Allah.
betul,
Quote:

Anda bisa meyakini sesuatu itu mutlak benar (iman), tapi hal itu hanya berlaku ke dalam (subjektif).
bagaimana bisa subjective gan? apa tidak ada satupun didunia ini yang tidak benar mutlak diluar ALQUR'AN?ane masih bingung tentang kebenaran mutlak yang ente maksudkan seperti apa?

Quote:
Semua individu punya persepsi realitas yang berbeda-beda, tergantung seberapa banyak pengalaman dan seberapa dalam pengetahuannya.
tapi ini tidak akan merubah suatu yang mutlak benar. apa dengan berkembangna ilmu dan pengetahuan akan merubah pemikiran bahwa matahari terbit dari timur terbenam dibarat bgitu?

Quote:

Apa yang manusia punya adalah teori, bukan kebenaran mutlak.

awal dengan teori lalu disempurnakan hingga tercipta suatu kebenaran mutlak.

Quote:

Selama teori itu sesuai dengan observasi, maka teori tersebut "dianggap benar". Tapi sejarah sudah membuktikan bahwa suatu teori hanya menunggu untuk digantikan teori baru yang lebih baik dalam menjelaskan hasil observasi. Seiring dengan kemajuan teknologi, bertambahlah kemampuan observasi manusia, dan makin akuratlah teori-teori yang dihasilkan manusia dalam menjelaskan fenomena yang diamatinya.
ini agan sendiri yang bilang loh, dari sekian banyak teori di dunia ini belum ada yang mutlak (diluar alqur'an)?
Quote:

Tapi apakah teori-teori ini bisa disebut sebagai kebenaran mutlak? Tentu saja tidak.

kenapa tidak?karena kebenaran itu pun datang dari ALLAH SWT,

Quote:

Akan ada teori-teori baru yang lebih baik di masa depan yang akan menggantikan teori-teori yang kita kenal sekarang. Sementara kebenaran sendiri tidak akan pernah berubah.

ane setuju untuk hal-hal tertentu akan tetapi akan kah ada perkembangan teori tentang perputaran bumi?cara sholat?cara berpuasa?cara berzikir?dsb (yang mutlak).

Quote:

Jadi anda lihat sendiri, secara objektif tidak ada satu orang pun yang berhak mengklaim mengetahui sesuatu sebagai kebenaran mutlak.

tolong dijelaskan gan maksudnya seperti apa?

Quote:

Kita bisa MEYAKINI sesuatu sebagai kebenaran mutlak, yang menurut saya jatuh dalam definisi iman. Tentu ada bedanya antara MENGETAHUI dan MEYAKINI.

back to about sholat, berpuasa dsb

Quote:

Saya tidak mengetahui kebenaran Al-Qur'an, tapi saya meyakini kebenaran Al-Qur'an (iman kepada Al-Qur'an)
Saya juga tidak mengetahui kebenaran kitab-kitab hadits di luar Al-Qur'an, tapi saya juga tidak meyakini kebenaran kitab-kitab hadits tersebut, karena saya tidak beriman kepada kitab-kitab hadits tersebut.


Quote:

Kalau anda berani bilang bahwa ada hadits yang 100% mutlak benar, coba tanya diri anda sendiri, anda mengetahui hal itu 100% mutlak benar atau anda meyakini hal itu 100% mutlak benar. Apa yang anda yakini adalah IMAN anda, dan beriman pada kitab hadits adalah hak anda. Tapi anda tidak bisa menyalahkan orang-orang yang memilih untuk tidak beriman pada kitab hadits, karena tidak ada jaminan Allah atas kebenaran isinya.

yup its up to them to accept them as absolute truth or not. for me, cara sholat, rukun iman dan islam dsb itu mutlak, dan ane mengambil pelajaran dari pada-Nya.
Page 214 of 227 | ‹ First  < 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab