DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
Total Views: 200033 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 223 of 227 | ‹ First  < 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 > 

rehctaw - 10/10/2012 12:36 PM
#4441

Quote:
Original Posted By WiCk
untuk agan-agan quranist, ane mau tanya dikit donk
hukum memelihara anjing yang katanya beberapa ulama haram hukumnya apabila digunakan untuk selain penjaga ternak, kebun, dan penjaga lainnya
kalo di al-qur'an sebenernya gmn ya ?
padahal kita semua tahu kok anjing itu banyak manfaatnya daripada mudaratnya D


Salam

Di dalam AlQuran ada kisah tentang pemuda pemuda yang beriman yang harus lari dari pemerintah yang zalim ke sebuah gua (surat al kahfi). mereka kabur bersama anjingnya. Dan digambarkan anjing mereka selalu berjaga di muka gua untuk menjaga mereka.

Ini menandakan memang anjing secara alami hewan yang dekat dengan manusia. Tidak disebutkan di kisah tersebut anjing menjaga ternak, kebun tapi menjaga manusia dari apapun yang bisa menggangu manusia.

Ulama yang mengharamkan memelihara anjing, selain untuk menjaga kebun, ternak dst karena mendasarkan kitab di luar Qur'an terutama karena periwayatan Abu huraira dan itu adanya bukan di Al-Qur'an, banyak hadist tentang memelihara anjing justru bertentangan dengan Quran dan isinya cenderung merendahkan Nabi dan Malaikat Allah (dikatakan bahwa malaikat tidak mau masuk rumah kalau ada yng memelihara anjing).


Kalau melihat secara literal abu huraira ( di klaim generasi shabat) berarti bapak (abu) kucing (hurayra), dia pribadi yang sangat sayang dnegan kucing . Konon, menurut sejarah juga, dia meriwayatkan tentang kaharaman memelihara anjing karena salah satu kucingnya dimakan sama anjing.

Lucu memang, kucing tidak disuratkan di dalam Qur'an, seperti disuratkan mengenai anjing dalam surat Al-kahfi

Itulah kenapa Hadist tentang keharaman anjing merupakan hadist gharib mutlaq, alias hanya terdapat kesendirian di generasi shabat yang menceritakannya (menurut ilmu hadist)

Jadi harus dibedakan ajaran AlQuran (yang haq) dengan ajaran kitab kitab selain Qur'an (tidak haq) yang baru dikitabkan 200 tahun setelah masa Nabi.

Mudah mudahan bisa membantu
rehctaw - 10/10/2012 12:47 PM
#4442

Quote:
Original Posted By Zarathustra.
Apakah salah sebagai sesama umat Islam saya hanya menyampaikan kebaikan untuk kembali kepada ajaran Islam yang mengikuti Al-Qur'an dan hadits? Tolong jangan menganggap semua argumen saya di sini sebagai sebuah bentuk yang menantang orang lain. Saya hanya menyampaikan kebaikan.


Salam

Kalau boleh saya menengahi. Apa yang anda anggap kebaikan tidak bisa dipaksakan menjadi atau didoktrinkan sebagai kebaikan untuk diterima orang lain. Apa yang anda anggap kebaikan belum tentu merupakan kebaikan untuk orang lain.

Sebagai contoh:

Ajaran Islam yang benar bukan berdasar AlQur'an dan hadist tapi hanya berdasarkan Qur'an, ini merupakan kebaikan bagi saya yang dipastikan bukan kebaikan buat anda.

Bedanya mungkin di masalah penggunaan akal untuk mendasarkan hujjah. Saya memakai hujjah yang kuat dan tegas (bukan tersirat) dari banyak ayat Quran bahwa kitab Quran itu sudah tamat,tidak perlu ada kitab atau hadist lain.

Ini kebaikan buat saya yang belum tentu kebaikan buat anda. Jadi kebaikan buat anda, pada akhirnya, hanya benar di pikiran anda sendiri.

Wasalam
WiCk - 10/10/2012 01:26 PM
#4443

Quote:
Original Posted By rehctaw
Salam

Di dalam AlQuran ada kisah tentang pemuda pemuda yang beriman yang harus lari dari pemerintah yang zalim ke sebuah gua (surat al kahfi). mereka kabur bersama anjingnya. Dan digambarkan anjing mereka selalu berjaga di muka gua untuk menjaga mereka.

Ini menandakan memang anjing secara alami hewan yang dekat dengan manusia. Tidak disebutkan di kisah tersebut anjing menjaga ternak, kebun tapi menjaga manusia dari apapun yang bisa menggangu manusia.

Ulama yang mengharamkan memelihara anjing, selain untuk menjaga kebun, ternak dst karena mendasarkan kitab di luar Qur'an terutama karena periwayatan Abu huraira dan itu adanya bukan di Al-Qur'an, banyak hadist tentang memelihara anjing justru bertentangan dengan Quran dan isinya cenderung merendahkan Nabi dan Malaikat Allah (dikatakan bahwa malaikat tidak mau masuk rumah kalau ada yng memelihara anjing).


Kalau melihat secara literal abu huraira ( di klaim generasi shabat) berarti bapak (abu) kucing (hurayra), dia pribadi yang sangat sayang dnegan kucing . Konon, menurut sejarah juga, dia meriwayatkan tentang kaharaman memelihara anjing karena salah satu kucingnya dimakan sama anjing.

Lucu memang, kucing tidak disuratkan di dalam Qur'an, seperti disuratkan mengenai anjing dalam surat Al-kahfi

Itulah kenapa Hadist tentang keharaman anjing merupakan hadist gharib mutlaq, alias hanya terdapat kesendirian di generasi shabat yang menceritakannya (menurut ilmu hadist)

Jadi harus dibedakan ajaran AlQuran (yang haq) dengan ajaran kitab kitab selain Qur'an (tidak haq) yang baru dikitabkan 200 tahun setelah masa Nabi.

Mudah mudahan bisa membantu


terima kasih gan atas infonya
ane emang udah agak gak sreg sama pendapat-pendapat yang mengatakan kalo anjing ada dalam rumah malaikat gak mau masuk... kayak bisa liat malaikat aja capedes
kucingkakus - 11/10/2012 03:32 PM
#4444

Quote:
Original Posted By rehctaw


Ajaran Islam yang benar bukan berdasar AlQur'an dan hadist tapi hanya berdasarkan Qur'an, ini merupakan kebaikan bagi saya yang dipastikan bukan kebaikan buat anda.


ALQUR'AN = BENAR
ALQUR'AN dan Hadist (Hadist >---merujuk >--- ALQUR'AN) = BENAR

tidak ada bedanya? kenapa harus QURANIST? sebenarnya itu PAHAM atau Sebutan pengganti ISLAM?

Quote:

Bedanya mungkin di masalah penggunaan akal untuk mendasarkan hujjah. Saya memakai hujjah yang kuat dan tegas (bukan tersirat) dari banyak ayat Quran bahwa kitab Quran itu sudah tamat,tidak perlu ada kitab atau hadist lain.
ada dua type ayat, 1 yang sudah pasti dan yang 2. merujuk ke yang 1, apakah selamanya yang ke dua 2 mendapatkan penjelasan di yang ke 1?

Quote:

Ini kebaikan buat saya yang belum tentu kebaikan buat anda. Jadi kebaikan buat anda, pada akhirnya, hanya benar di pikiran anda sendiri.

Wasalam


hahahah ini yang lucu buat saya, anda ISLAM tapi kenapa harus mengaku QURANIST? ISLAM adalah ISLAM, coba deh cari di ALQUR'AN. bagaimana mungkin kebaikan buat sendiri"? jika mareka tetap menggunakan Hadist >--- merujuk >--- ALQUR'AN, hasilnya ya sama seperti kalian yang sombongnya menyebut QURANIST, apakah sombong itu sifat muslim? apakah debat di sini hanya untuk menentukan bahwa kalian benar kita salah ataus ebaliknya? ketimbang mencari kebenaran itu sendiri? kalau saya lihat statement" diatas mengarah ke pembenaran pribadi bukan mencari kebenaran.
rehctaw - 11/10/2012 07:05 PM
#4445

Quote:
Original Posted By kucingkakus
ALQUR'AN = BENAR
hahahah ini yang lucu buat saya, anda ISLAM tapi kenapa harus mengaku QURANIST? ISLAM adalah ISLAM, coba deh cari di ALQUR'AN. bagaimana mungkin kebaikan buat sendiri"? jika mareka tetap menggunakan Hadist >--- merujuk >--- ALQUR'AN, hasilnya ya sama seperti kalian yang sombongnya menyebut QURANIST, apakah sombong itu sifat muslim? apakah debat di sini hanya untuk menentukan bahwa kalian benar kita salah ataus ebaliknya? ketimbang mencari kebenaran itu sendiri? kalau saya lihat statement" diatas mengarah ke pembenaran pribadi bukan mencari kebenaran.



Sekali lagi, persepsi anda tentang kesombongan, atau apapun hanya benar bagi anda sendiri.

Wasalam
jf00112 - 11/10/2012 07:44 PM
#4446

Quote:
Original Posted By kucingkakus
ALQUR'AN = BENAR
ALQUR'AN dan Hadist (Hadist >---merujuk >--- ALQUR'AN) = BENAR

tidak ada bedanya? kenapa harus QURANIST? sebenarnya itu PAHAM atau Sebutan pengganti ISLAM?

ada dua type ayat, 1 yang sudah pasti dan yang 2. merujuk ke yang 1, apakah selamanya yang ke dua 2 mendapatkan penjelasan di yang ke 1?



hahahah ini yang lucu buat saya, anda ISLAM tapi kenapa harus mengaku QURANIST? ISLAM adalah ISLAM, coba deh cari di ALQUR'AN. bagaimana mungkin kebaikan buat sendiri"? jika mareka tetap menggunakan Hadist >--- merujuk >--- ALQUR'AN, hasilnya ya sama seperti kalian yang sombongnya menyebut QURANIST, apakah sombong itu sifat muslim? apakah debat di sini hanya untuk menentukan bahwa kalian benar kita salah ataus ebaliknya? ketimbang mencari kebenaran itu sendiri? kalau saya lihat statement" diatas mengarah ke pembenaran pribadi bukan mencari kebenaran.


Agan kucingkakus, kalau tidak keberatan boleh tolobg jawab pertanyaan saya ke agan Zarathustra di bawah ini:
Tolong berikan contoh suatu perintah/larangan yang ada di hadits tapi tidak bisa ditemukan di dalam Al-Qur'an, tetapi sejalan dengan apa yang tertulis dalam Qur'an.

Saya ingin tahu contoh prakteknya bagaimana seseorang menggunakan hadits yang dikatakan merujuk ke Qur'an, tapi juga menjelaskan sesuatu yang tidak ada di Qur'an (makanya dianggap perlu penjelas) dan bagaimana prosesnya suatu hadits dikatakan sesuai dengan Qur'an sebelum diimplementasikan.

Terima kasih sebelumnya Gan.
big_jhon - 11/10/2012 09:25 PM
#4447

Apakah Nabi Isa sudah mati atau belum?
kaluak.junior2 - 12/10/2012 01:25 AM
#4448

Quote:
Original Posted By rehctaw
Sekali lagi, persepsi anda tentang kesombongan, atau apapun hanya benar bagi anda sendiri.

Wasalam


berikan pembuktian bahwa anda benar..
kucingkakus - 12/10/2012 09:47 AM
#4449

Quote:
Original Posted By jf00112
Agan kucingkakus, kalau tidak keberatan boleh tolobg jawab pertanyaan saya ke agan Zarathustra di bawah ini:
Tolong berikan contoh suatu perintah/larangan yang ada di hadits tapi tidak bisa ditemukan di dalam Al-Qur'an, tetapi sejalan dengan apa yang tertulis dalam Qur'an.

Saya ingin tahu contoh prakteknya bagaimana seseorang menggunakan hadits yang dikatakan merujuk ke Qur'an, tapi juga menjelaskan sesuatu yang tidak ada di Qur'an (makanya dianggap perlu penjelas) dan bagaimana prosesnya suatu hadits dikatakan sesuai dengan Qur'an sebelum diimplementasikan.

Terima kasih sebelumnya Gan.


tentang Bagaimana harus bersikap terhadap Orang Tua, bagaiman Rasulullah menunjukan dengan memberi contoh teladan kepada umatnya. \), hadist sendiri sesuatu yang telah diimplementasikan oleh sauri teladan Rasulullah SAW. memang perlu adanya waspada pemalsuan hadist, karena ini adalah satu"nya media untuk Umat mengenal sauri teladanya!!
ummufz - 12/10/2012 10:23 AM
#4450

Quote:
Original Posted By lubeguka
^ kasian juga ga bisa baca malah menggunakan kata kata kotor.Yb
inikah potret muslimah ahlul sunnah??


kalo ga mampu mending ga usah diskusi disini muufz, daripada ente dosa ngatain orang terus mending ente baca Quran banyak banyak ya Yb

ane cuma bicara hadist yang dicap sahih sama ulama ente. Ato mau bicara ilmu hadist ama ane?


Ngapain ngomongin hadist ke elobego capedes
ngomongin Quran dong.... knapa ga bisa nt jamin keasliannya .think.
kucingkakus - 12/10/2012 11:13 AM
#4451

Quote:
Original Posted By rehctaw
Sekali lagi, persepsi anda tentang kesombongan, atau apapun hanya benar bagi anda sendiri.

Wasalam


yes persepsi saya demikian setelah berulang x saya tanyakan kenapa diharuskan menggunakan kata QURANIST? tidak cukupkah ISLAM sebagai sebutan bagi mereka yang beriman kepada ALLAH SWT dan Rasul NYA?

kemungkinan berbeda persepsi tentang ALQUR'AN tidak akan lebih besar layaknya jembatan suramadu, kemungkin ada hal yang sama persepsinya, jadi kata "benar bagi anda sendiri" kurang tepat gan. Masalahnya kalau kita masukan konteks tersebut dalam tujuan anda (Q) maka akan jadi perpecahan karena kata "Apapun hanya benar bagi anda sendiri" dan ini bertolak belakang dengan apa yang harusnya tersampaikan saat membaca ALQUR'AN yaitu TAUHID, TAKWA, IMAN, dan banyak lagi?
AntiKemunafikan - 12/10/2012 03:26 PM
#4452

Quote:
Original Posted By kucingkakus
tentang Bagaimana harus bersikap terhadap Orang Tua, bagaiman Rasulullah menunjukan dengan memberi contoh teladan kepada umatnya. \), hadist sendiri sesuatu yang telah diimplementasikan oleh sauri teladan Rasulullah SAW. memang perlu adanya waspada pemalsuan hadist, karena ini adalah satu"nya media untuk Umat mengenal sauri teladanya!!


bisa dijelaskan bagaimana rasulullah saw berbakti pada orang tuanya menurut alhadits ? o

Quote:
Original Posted By ummufz
Ngapain ngomongin hadist ke elobego capedes
ngomongin Quran dong.... knapa ga bisa nt jamin keasliannya .think.


keaslian alquran itu bagian dari iman, elo percaya saja
tapi kalau mau dibuktikan, lihat saja isinya, ada pertentangan atau tidak didalamnya

ngomong2, ente ini jadinya kitab sucinya apa sih? kok malah jadinya sukanya mempertanyakan keaslian alquran? sementara keaslian hadits sendiri tidak diributkan o

Quote:
Original Posted By kucingkakus
yes persepsi saya demikian setelah berulang x saya tanyakan kenapa diharuskan menggunakan kata QURANIST? tidak cukupkah ISLAM sebagai sebutan bagi mereka yang beriman kepada ALLAH SWT dan Rasul NYA?

kemungkinan berbeda persepsi tentang ALQUR'AN tidak akan lebih besar layaknya jembatan suramadu, kemungkin ada hal yang sama persepsinya, jadi kata "benar bagi anda sendiri" kurang tepat gan. Masalahnya kalau kita masukan konteks tersebut dalam tujuan anda (Q) maka akan jadi perpecahan karena kata "Apapun hanya benar bagi anda sendiri" dan ini bertolak belakang dengan apa yang harusnya tersampaikan saat membaca ALQUR'AN yaitu TAUHID, TAKWA, IMAN, dan banyak lagi?


quranist cuma terminologi seperti penggunaan kata jamaah tabligh, atau sunni atau syiah dsb

yang perlu dipertanyakan bukanlah sikap membuat terminologi islam tambahan, tapi sikap suka mentakfir golongan atau aliran lain yang berbeda dengan dirinya
AntiKemunafikan - 12/10/2012 03:32 PM
#4453

Quote:
Original Posted By kamuflase97
would you elaborate more ?


intinya, mengapa anda memotong2 ayat alquran? o

ayat itu tidak perlu dijelaskan isinya seandainya seorang muslim tidak berusaha menggunakan ayat alquran untuk membenarkan egoisme pribadi atau kesombongan mereka

begini saja, kira2 pendapat anda terhadap penggalan kata itu, ketika dipotong sebagai suatu ayat tersendiri, dengan bila mengikuti keseluruhan ayatnya yang ada di dalam alquran, akan berbeda atau sama?
kucingkakus - 12/10/2012 05:53 PM
#4454

Quote:
Original Posted By AntiKemunafikan
bisa dijelaskan bagaimana rasulullah saw berbakti pada orang tuanya menurut alhadits ? o


im so sorry, but its too long to bring it up here, please spare your time to google and find some and take a note of them when you see the error in them.


Quote:

quranist cuma terminologi seperti penggunaan kata jamaah tabligh, atau sunni atau syiah dsb

yup ane paham tapi apa perlu lagi seperti itu? kalau boleh tau tujuan dasar dari pembentukan terminologi seperti QURANIST itu apa? pemisahan terhadap paham" lain kah? atau penyatuan UMAT (hilangkan pembatasan karena paham). dan merujuk kembali semua dari ALQUR'AN kalau ini ane setuju dan INSYALLAH, jiwa raga ane hanya milik ALLAH SWT dan ane berserah diri.

Quote:

yang perlu dipertanyakan bukanlah sikap membuat terminologi islam tambahan, tapi sikap suka mentakfir golongan atau aliran lain yang berbeda dengan dirinya

yup apa ada dari kalimat saya yang suka mentakfirkan golongan?, sungguh niat dan tujuan saya mencari kebenaran hakiki, sama seperti kalian yang mungkin tidak sepenuhnya setuju dalam hal keharusan mengikuti hadist dsb. Saya sendiri banyak pertanyaan mengenaiNya, seperti periwayatan Masa Kecil Rasulullah SAW yang terdapat di hadist keterangan mengenai pembelahan dada Rasulullah oleh 2 orang malaikat, menurut logika atau kita rujuk lagi ke ALQUR'AN dengan mengetahui juga mengerti benar sifat" ALLAH SWT periwayatan dalam hadist seperti itu akan menjadi rancu, karena bertentangan dengan hal Penciptaan dimana ALLAH adalah HAMA PERAnCANG sesuatu dan sudah pasti MAHA SEMPURNA, perlu apa lagi.

ada lagi tentang hadist yang melarang kita bercerita detail mengenai bentuk-bentuk zin dsb, disisi lain ada hadist yang menerangkan cirii" dari para Nabi" dan malaikat saat isra mi'raj.

pertanyaan saya disini bisakah agan sekalaian merubah konsep penyampaian paham Quranist dengan membelah hadist itu sendiri? ketimbang membeberkan point/paham agan ke penjuru arah yang akan membuat rancu. maksud saya di sini, adalah bersama kita menganalisa sebuat informasi yang datang sebagaimana kita dianjurkan di dalam ALQUR'AN?
Neshamakh - 12/10/2012 07:12 PM
#4455

Quote:
Original Posted By kucingkakus


pertanyaan saya disini bisakah agan sekalaian merubah konsep penyampaian paham Quranist dengan membelah hadist itu sendiri? ketimbang membeberkan point/paham agan ke penjuru arah yang akan membuat rancu. maksud saya di sini, adalah bersama kita menganalisa sebuat informasi yang datang sebagaimana kita dianjurkan di dalam ALQUR'AN?


coba coba, bisa dijelaskan lebih detail? saya gak ngerti
memelah hadist itu maksudnya membedah hadist?

dan untuk Term 'Quranist', ente tau kan itu CUMA term?
samalah seperti term "Orang Indonesia, Orang Amerika" pada intinya mereka Manusia kan? kalau ente maksa kita gak menggunakan term Quranist, maka sama saja itu seperti menyuruh semua manusia untuk menghilangkan identitas detail mereka dan cukup sebut mereka MANUSIA.

coba bisa anda bayangkan, ketika ada yang menyebutkan bahwa Muslim wanita itu wajib pakai Jilbab, kemudian ada 3 jawaban yang berbeda:

A. Benar, harus seperti gadis Pakistan yang 100% ketutup sampe ke matanya juga
B. Benar, tp cukup seperti jilbab orang Indonesia, yang masih bisa modis
C. Benar, tapi gak kaya orang arab, cukup berpakaian dengan santun

Si penanya akan bingung, lalu ketika mereka siapa si A,B,C, ketiganya menjawab "Muslim". Tentu akan semakin membingungkan kan? karena itu diperlukan istilah khusus untuk membedakan pandangan si A yang Salafy, B yang Sunni moderat, C yang Quranist

Masalah nya, apakah A,B,C ini memiliki sifat toleran atau merasa benar sendiri? menurut pengalamanmu kelompok yang doyan ngafirin orang, ngebom sesama Muslim, dst itu kelompok yang mana? jangan dijawab "Muslim", karena itu sama saja mewakili 1,6 milyar Muslim di Dunia
AntiKemunafikan - 12/10/2012 08:35 PM
#4456

Quote:
Original Posted By kucingkakus
im so sorry, but its too long to bring it up here, please spare your time to google and find some and take a note of them when you see the error in them.



begini, hadits mengenai berbakti pada orang tua tidak berasal dari pengalaman langsung rasulullah saw sendiri, atau benarkah bahwa ortu rasulullah saw masih hidup ketika dia diangkat menjadi rasul?

dalam keadaan semacam ini, mengikuti hadits mengenai berbakti pada orang tua tidak lebih dari semacam nasihat dari seorang bijak kepada pendengarnya, sebab tidak pernah ada contoh nyatanya, ataukah memang benar2 ada ?

dan apakah menurut anda alquran tidak berbicara sama sekali mengenai bagaimana cara memperlakukan orang tua?

atau apakah menurut anda perintah alquran supaya berbuat baik kepada orang tua terutama ibu itu masih belum jelas?
Babaweih - 12/10/2012 11:58 PM
#4457

Sungguh parah sekali paham QURANIST ini, masalah seperti ber-wudhlu saja yang diperintahkan dalam al Qur'an menjadi perdebatan antara Syiah dan Sunni dalam hal apakah "membasuh" atau "mengusap" kaki, padahal mereka adalah orang-orang arab sendiri. Tapi yang menamakan dirinya hanya mengikuti al Qur'an saja merasa sangat ahli dalam menafsirkan al Qur'an, padahal mereka orang indonesia...aneh bin ajaib.
Cailean_Black - 13/10/2012 12:02 AM
#4458

Quote:
Original Posted By rehctaw
Salam

Di dalam AlQuran ada kisah tentang pemuda pemuda yang beriman yang harus lari dari pemerintah yang zalim ke sebuah gua (surat al kahfi). mereka kabur bersama anjingnya. Dan digambarkan anjing mereka selalu berjaga di muka gua untuk menjaga mereka.

Ini menandakan memang anjing secara alami hewan yang dekat dengan manusia. Tidak disebutkan di kisah tersebut anjing menjaga ternak, kebun tapi menjaga manusia dari apapun yang bisa menggangu manusia.

Ulama yang mengharamkan memelihara anjing, selain untuk menjaga kebun, ternak dst karena mendasarkan kitab di luar Qur'an terutama karena periwayatan Abu huraira dan itu adanya bukan di Al-Qur'an, banyak hadist tentang memelihara anjing justru bertentangan dengan Quran dan isinya cenderung merendahkan Nabi dan Malaikat Allah (dikatakan bahwa malaikat tidak mau masuk rumah kalau ada yng memelihara anjing).


Kalau melihat secara literal abu huraira ( di klaim generasi shabat) berarti bapak (abu) kucing (hurayra), dia pribadi yang sangat sayang dnegan kucing . Konon, menurut sejarah juga, dia meriwayatkan tentang kaharaman memelihara anjing karena salah satu kucingnya dimakan sama anjing.

Lucu memang, kucing tidak disuratkan di dalam Qur'an, seperti disuratkan mengenai anjing dalam surat Al-kahfi

Itulah kenapa Hadist tentang keharaman anjing merupakan hadist gharib mutlaq, alias hanya terdapat kesendirian di generasi shabat yang menceritakannya (menurut ilmu hadist)

Jadi harus dibedakan ajaran AlQuran (yang haq) dengan ajaran kitab kitab selain Qur'an (tidak haq) yang baru dikitabkan 200 tahun setelah masa Nabi.

Mudah mudahan bisa membantu


Kisah Seven Sleepers of Efesus ini terdapat di Quran toh? Saya kira hanya di riwayat-riwayat.
Cailean_Black - 13/10/2012 12:16 AM
#4459

Quote:
Original Posted By Babaweih
Sungguh parah sekali paham QURANIST ini, masalah seperti ber-wudhlu saja yang diperintahkan dalam al Qur'an menjadi perdebatan antara Syiah dan Sunni dalam hal apakah "membasuh" atau "mengusap" kaki, padahal mereka adalah orang-orang arab sendiri. Tapi yang menamakan dirinya hanya mengikuti al Qur'an saja merasa sangat ahli dalam menafsirkan al Qur'an, padahal mereka orang indonesia...aneh bin ajaib.


Bukanya justru bagus? Jadi tidak ada pertengkaran karena merujuk pada Quran saja, yang otoritasnya tidak undisputed dikalangan muslim. Tidak seperti hadist yang masih bisa diperdebatkan. Terlepas klaim Syiah tentang Quran.
janganpergijauh - 13/10/2012 01:18 AM
#4460

Quote:
Original Posted By rehctaw
Sekali lagi, persepsi anda tentang kesombongan, atau apapun hanya benar bagi anda sendiri.

Wasalam


begitu juga dgn label quranist yg menurut elu bener bagi diri lu sendiri dasar tolol D

wasalam
Page 223 of 227 | ‹ First  < 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 > 
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab