DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab
Total Views: 200033 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 224 of 227 | ‹ First  < 219 220 221 222 223 224 225 226 227 > 

Neshamakh - 13/10/2012 02:13 AM
#4461

Quote:
Original Posted By Babaweih
Sungguh parah sekali paham QURANIST ini, masalah seperti ber-wudhlu saja yang diperintahkan dalam al Qur'an menjadi perdebatan antara Syiah dan Sunni dalam hal apakah "membasuh" atau "mengusap" kaki, padahal mereka adalah orang-orang arab sendiri. Tapi yang menamakan dirinya hanya mengikuti al Qur'an saja merasa sangat ahli dalam menafsirkan al Qur'an, padahal mereka orang indonesia...aneh bin ajaib.


saya yakin Sunni-Syiah juga mengambil hadist dalam meributkan hal tersebut, Sunni mengklaim dari hadist A kalau Rasulullah pernah membasuh, Syiah mengklaim dari Hadist B kalau Rasulullah pernah mengusap. Kontradiksi seperti ini sangat lumrah terjadi pada kitab Hadist, SHAHIH sekalipun.

Kriteria shahih antara Sunni-Syiah pun juga berbeda, standar penilaiannya berbeda, jadi ya mau sampai kapanpun jika Sunni-Syiah tidak kembali pada Al-Quran atau setidaknya menjadikan Al-Quran sebagai kitab tertinggi, ya bakal konflik abadi. Syiah setahu saya sudah dari lama menjadikan Al-Quran sebagai kitab tertinggi, bahkan bisa membatalkan Hadist yang menurut mereka shahih jika bertentangan dengan Al-Quran atau tidak ada info dalam Al-Quran

Quranist disini tidak merasa apaling pintar, tapi juga tidak mau dibodohi oleh so called "Ulama" atau "Sheikh" yang bisa dengan bebas mengontrol mindset umat dalam beragama, menjauhkan umat dari semangat mempelajari Al-Quran dan diganti dengan MELAGUKAN Al-Quran, dan mendekatkan umat dengan kitab kedua yang dikitabkan oleh Imam-imam persia. Umat Muslim non-Arab sering melantunkan Al-fatihah dan Al-ikhlas dalam shalatnya, berapa % sih yang mengerti arti dan maknanya? ini adalah salah satu contoh hasil didikan ulama yang terbukti menjauhkan umat dari pesan utama Al-Quran.

Ada Ulama yang baik, ada pula yang buruk, Ulama (orang yang berilmu) ada yang memanfaatkan ilmu dengan baik dan kerendahan hati, ada pula yang memanfaatkannya dengan angkuh dan sombong. Quranist menempatkan manusia sesuai dengan porsinya sebagai manusia, jadi kami tidak pernah memandang manusia yang dapat gelar ulama atau pendeta atau sheikh atau pope atau biksu adalah orang yang selalu benar dan tidak mungkin salah

Quote:
Original Posted By Cailean_Black
Kisah Seven Sleepers of Efesus ini terdapat di Quran toh? Saya kira hanya di riwayat-riwayat.


Betul, lebih tepatnya di surat Al-kahfi, disitu juga dibahas mengenai manusia yang mendebatkan jumlah orang-orang beriman tersebut, apakah 5,6, atau 7 orang, dan Allah mengatakan bukan urusan mereka atas apa-apa yang telah terjadi, hanya Allah lah yang tahu, dan mereka tidak akan diminta pertanggung jawaban atas para Ashabul Kahfi atau Seven sleepers of Ephesus

wiki juga memuat kok, http://en.wikipedia.org/wiki/Seven_Sleepers
flamerhoax - 13/10/2012 04:38 AM
#4462

pengertian takdir menurut quran, seperti apa ya?
ummufz - 13/10/2012 07:09 AM
#4463

Quote:
Original Posted By AntiKemunafikan



keaslian alquran itu bagian dari iman, elo percaya saja
tapi kalau mau dibuktikan, lihat saja isinya, ada pertentangan atau tidak didalamnya

ngomong2, ente ini jadinya kitab sucinya apa sih? kok malah jadinya sukanya mempertanyakan keaslian alquran? sementara keaslian hadits sendiri tidak diributkan o





iya iya akoeh percayaaaaaa.....ngakaksngakaksngakaksngakaks

pibot jebot jugs percuaaayyya kok ngakaksngakaksngakaksngakaks
abdani.yahya - 13/10/2012 08:10 AM
#4464


salam D
pada saat azazil/ngazazil/idajil membangkang perintah Allah.
Apakah perintah "sujud" kepada nabi Adam itu perintah langsung dari Allah
ataukah perintah itu dititipkan via mahluk mulia nya?
rehctaw - 13/10/2012 11:46 AM
#4465

Salam

Agaknya terminologi 'Quranist' yang digunakan - dan telah dijelaskan, tidak dapat dimengerti dengan baik dan dijadikan sebuah permasalahan semantik.


Orang orang yang membaca AlQur'an dan Orang yang hanya berhudan kepada kitab Allah/Al-Qur'an - yang hanya berhudan kepada apa yang Nabi Muhammad sampaikan secara haq adalah orang yang menjadikan Kalam Allah dan seruan Nabi secara tersurat adalah absolute.

Seperti banyak ditegasakan dalam banyak Kalam Allah, yang disampaikan oleh Rasul yang mulia, berupa seruan; agar mengikuti apa yang Allah turunkan. Bukan hanya disampaikan oleh Nabi Muhammad tapi juga merupakan seruan Nabi Nabi sebelumnya agar menjadikan apa yang diturunkan Allah sebagai satu satunya hudan.

Hingga Orang orang yang membaca AlQur'an dan yang hanya berhudan kepada kitab Allah/Al-Qur'an - yang hanya berhudan kepada apa yang Nabi Muhammad sampaikan secara haq tunduk dan patuh tanpa mempertanyakan seruan seruan tegas dari Allah dan Nabi tersebut.

-----

Perhatikan baik baik, pada kalimat diatas terdapat dua kalimat yang sama

...Orang orang yang membaca AlQur'an dan yang hanya berhudan kepada kitab Allah/Al-Qur'an - yang hanya berhudan kepada apa yang Nabi Muhammad sampaikan secara haq...

Maka untuk memudahkan penulisan dalam diskusi kalimat tersebut diatas diperpendek menjadi 'Quranist'.

Itu baru contoh dalam kalimat pendek. Bagaimana kalau ada pernyata'an dalam paragraf panjang. Apakah orang akan mengulang terus kalimat panjang tersebut atau memang mengambil arti secara litral dan makna yang terkandung dalam terminologi merupakan cara yang efficient untuk digunakan dalam diskusi?

karena memang secara literal (berkali kali ditekankan)

Quran = Baca'an
Quran + ist = Orang yang Membaca

karena kata membaca dalama beberapa ayat mempunyai 'makna' yang dalam (tidak sekedar baca), maka kemudian dijabarkkan;

Quranist = Orang orang yang membaca AlQur'an dan Orang yang hanya berhudan kepada kitab Allah/Al-Qur'an - yang hanya berhudan kepada apa yang Nabi Muhammad sampaikan secara haq.

Apa yang masih meributkan masalah penggunaan terminology dalam komunikasi tidak mengerti kenapa terminology itu ada? coba lihat sekeliling dan kehidupan sehari hari, secara tidak sadar anda juga menggunakan terminology untuk bisa berkomunikasi.

Bisa saja orang yang membaca AlQur'an dan Orang yang hanya berhudan kepada kitab Allah/Al-Qur'an - yang hanya berhudan kepada apa yang Nabi Muhammad sampaikan secara haq selalu menggunakan penjabaran secara lengkap dan berulang dalam diskusi. Takutnya nanti akan menjadi masalah lagi bagi mereka yang tidak mengerti apa dan kenapa terminology digunakan.

Terlebih, di AlQur'an banyak terminology digunakan :
mutaqun, tataqun
Mukhlis
Muslim
etc...

Dan dijelaskan dalam ayat lain apa itu yang termasuk takwa,mukhlis, muslim.

Sebagai contoh bisa dilihat di 2:21 yang dijabarkan di 2:177. Apa kemudian berani menanyakan kenapa tidak mengganti akhir 2:21 (tataqun) dengan salah satu penjabaran mengenai mutaqun di 2:177?

AlQur'an disusun secara uh'kimat dan fushilat, agar kemudian manusia di'baca', di'tadaburi' secara 'tartil', di'iman'i.

Jadi mudah mudahan sudah jelas mengenai penggunaan 'terminology' 'Quranist'

Terjemahan Depag
[2:170] Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".

Wasalam
rehctaw - 13/10/2012 11:56 AM
#4466

Quote:
Original Posted By kaluak.junior2
berikan pembuktian bahwa anda benar..


Salam

Dalam hal ini benar atau tidaknya saya hanya saya serahkan kepada Allah, inilah essensi berserah diri secara total.
jadi dalam kapasitas sebagai apa saya harus membuktikan kebenaran hakiki?



Quote:
Original Posted By janganpergijauh
begitu juga dgn label quranist yg menurut elu bener bagi diri lu sendiri dasar tolol D

wasalam


Biarlah saya yang bodoh. Untuk anda ketahui kata 'tolol' yang anda gunakan diatas merupakan termonology juga.

Wasalam
lubeguka - 13/10/2012 12:27 PM
#4467
Character dalam suatu buku/kitab
Semua orang tahu kalau dalam suatu buku, entah itu mau novel, fiksi, non fiksi, satu character itu menrujuk kepada orang yang sama.

Sebagai contoh dalam karya fiksi.

Ketika berbicara harry potter, gandalf, frodo baggins, voldemort. Maka di daalam halaman berapapun buku buku tersebut, ketika ada nama tersebut digunakan maka oraag mendapatkan gambaran tentang harry potter, gandalf, frodo baggins, voldemort yang sama dst.

Tidak bisa kemudian ( kecuali dijelaskan) gandalf yang disebut di halaman sekian pada kisah tertentu di dalam buku yang sama berbeda dengan gandalf yang ada di kisah lain, masih dalam buku yang sama dalam chapter sekian.

Begitu juga ditemukan di buku non fiksi seperti biography, sejarah dan seterusnya.

Setuju?????

Ketika kemudian pembaca memilah milah seenaknya, gandalf yang ini tidak sama (mungkin karena apa yang dibuat tidak sreg dengan pambacanya) dengan yang gandalf yang ada dalam kisah tersebut (tanpa penjelasan dari pengarangnya). Maka orang tersebut bisa dikatakan delusional dan bisa dikatakan ingkar pengarang yang menyampaikan dan membukukan kitab/kisah tersebut.

Setuju????

kita bicara yang ringan dan prinsipil aja dulu. Tolong jawab pertanyaan diatas Yb
flamerhoax - 13/10/2012 02:30 PM
#4468

Quote:
Original Posted By flamerhoax
pengertian takdir menurut quran, seperti apa ya?


Fvck dah. gak ada yang ngejawab pertanyaan ane. terus manfaat gak nih forum?
lubeguka - 13/10/2012 02:58 PM
#4469

Quote:
Original Posted By flamerhoax
Fvck dah. gak ada yang ngejawab pertanyaan ane. terus manfaat gak nih forum?


Specific gan kalau tanya kasih, beri ayat. karena banyak sekali kata yang terbentuk dari qaf-dal-ra. Ada qadar, qadir, mana yang agan maksud?

Quote:
Original Posted By abdani.yahya

salam D
pada saat azazil/ngazazil/idajil membangkang perintah Allah.
Apakah perintah "sujud" kepada nabi Adam itu perintah langsung dari Allah
ataukah perintah itu dititipkan via mahluk mulia nya?


bawa ayatnya gan

mohon maaf mulai sekarang ane ga layanin kalo ga bawa ayat.


dan juga sabar ya agan agan, yang dimari hidupnya bukan hanya di net, jadi kalo mau cepet tanya aja sama ABMM, atau MBMM, banyak tuh disana yang ga ada kerjaan dan kerjanya cuma di internet Yb
flamerhoax - 13/10/2012 03:23 PM
#4470

Quote:
Original Posted By lubeguka
Specific gan kalau tanya kasih, beri ayat. karena banyak sekali kata yang terbentuk dari qaf-dal-ra. Ada qadar, qadir, mana yang agan maksud?


lah kalo pertanyaan ane sudah spesifik artinya ane sudah tau alias ngetes.fuck3:
terserah loe mau ngejelasin dari mana, kalo kurang jelas ya tinggal tanya lagi.
dan tolong jawabnya sesederhana mungkin, biar otak ane nyambung. keep it simple stupid. Peace:
lubeguka - 13/10/2012 04:32 PM
#4471

Quote:
Original Posted By flamerhoax
lah kalo pertanyaan ane sudah spesifik artinya ane sudah tau alias ngetes.fuck3:
terserah loe mau ngejelasin dari mana, kalo kurang jelas ya tinggal tanya lagi.
dan tolong jawabnya sesederhana mungkin, biar otak ane nyambung. keep it simple stupid. Peace:


bukan gitu gan, apa salahnya agan bawa ayat yang ingin ditanyakan. Bhs arab cukup kompleks, Kata di dalam Qur'an itu sangat tergantung konteks ayat.

Tapi okelah qaf-dal-ra dalam bentuk taqdir itu disebutkan hanya 5 kali (sekali lagi dalam bentuk taqdir). Dan secara literal artinya taqdir = measure/ukuran.

ente minta simple ane jawab simple Yb
flamerhoax - 13/10/2012 05:00 PM
#4472

ok, trims penjelasanya yang sangat singkat & gak bertele2.
berarti kalo ane tarik kesimpulan, nasib manusia sudah di ukur/ ditentukan takdirnya.
betul gak? saya asumsikan betul, kalo salah tolong di koreksi.
kalo gak salah ada 4 hal: lahir, mati, rejeki dan jodoh.
bagaimana yang diluar itu? saya bertanya tentang ilmu, ndak masuk takdir itu?
flamerhoax - 13/10/2012 05:02 PM
#4473

oh iya, 1 lagi. bunuh diri itu melawan tadi tidak?
lubeguka - 13/10/2012 05:49 PM
#4474

Quote:
Original Posted By flamerhoax
ok, trims penjelasanya yang sangat singkat & gak bertele2.
berarti kalo ane tarik kesimpulan, nasib manusia sudah di ukur/ ditentukan takdirnya.
betul gak? saya asumsikan betul, kalo salah tolong di koreksi.
kalo gak salah ada 4 hal: lahir, mati, rejeki dan jodoh.
bagaimana yang diluar itu? saya bertanya tentang ilmu, ndak masuk takdir itu?


ini pentingnya memakai ayat gan, jadi artinya jelas dan tafsir ga kemana mana


faaliqu l-ishbaahi waja'alallayla sakanan wasysyamsa walqamara husbaanan dzaalika taqdiiru l'aziizi l'aliim
[6:96] Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

alladzii lahu mulku ssamaawaati wal-ardhi walam yattakhidz waladan walam yakun lahu syariikun fii lmulki wakhalaqa kulla syay-in faqaddarahu taqdiiraa

[25:2] yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya


wasysyamsu tajrii limustaqarrin lahaa dzaalika taqdiiru l'aziizi l'aliim

[36:38] dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapandari Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

faqadaahunna sab'a samaawaatin fii yawmayni wa-awhaa fii kulli samaa-in amrahaa wazayyannaa ssamaa-a ddunyaa bimashaabiiha wahifzhan dzaalika taqdiiru l'aziizi l'aliim

[41:12] Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

qawaariira min fidhdhatin qaddaruuhaa taqdiiraa

[76:16] (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.

kalau dalam bentuk kata taqdir berdasarkan penyuratan didalam Qur'an tidak disebutkan mengenai manusia (lahir, mati, jodoh, rejeki).

Mungkin dalam bentuk lain qaf-dal-ra. Setau ane cuma masalah lahir, dan wafat aja yang udah ditentukan.

Rejeki dan jodoh ane belum temuin. Soal rejeki ada yang karena kelakuan di dunia disempitkan ada yang diluaskan.

Sementara kalau masalah taqdir, merujuk ke atas merupakan ukuran/ketetapabn yang tidak berubah, salah satu sunatullah

Yb
lolapaloza - 13/10/2012 06:41 PM
#4475

sebenarnya saya cukup prihatin adanya thread ini ABQM dan ABSM mengingat adanya ABMM yang udah mpe part banyak...
ndak masalah apakah kalian sunni,syiah, Quranist atau salik atau sufi bahkan wali sekali pun...

jika di ABMM ada pertanyaan ntah dari dalam atau luar islam, cukup sederhana...
bagi yang Quranist ya tinggal jawab secara Quran
bagi salik/sufi secara kesalik/sufiannya
bagi wali ya secara ilmu yang diketahuinya


terkadang ane sedih \(
sebagian quranist di sini inkonsisten, mengingat


Quote:
Original Posted By rehctaw
....

Dalam hal ini benar atau tidaknya saya hanya saya serahkan kepada Allah, inilah essensi berserah diri secara total.
jadi dalam kapasitas sebagai apa saya harus membuktikan kebenaran hakiki?




tapi di satu sisi kalian berani menghakimi hadist atau orang yang belajar hadist... ngacir:

Quote:
Original Posted By lubeguka

[49:1] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

flamerhoax - 13/10/2012 06:41 PM
#4476

oh gitu, jadi pendapat umum bahwa rejeki dan jodoh itu takdir dari mana ya?
An-Nahl: 72, apa tidak cukup untuk argumen jodoh?
flamerhoax - 13/10/2012 06:43 PM
#4477

nah ini yang sampai sekarang ane binggung tentang takdir.
contoh kasus: manusia ketika hari pembalasan akan masuk neraka ato surga.
(ato lo mau ngomong ini gak masuk takdir tong?) sementara angep ini takdir tong, cuma buat model/ anologi.
ini ada paradoks..
1. secara, Allah kan maha mengetahui. endingnya tau elo di surga ato neraka.
jalan cerita hidup elu sudah di tentukan dari awal.
2. manusia di anjurkan berusaha dalam hidup, Allah yg nentukan hasilnya.
free will. terserah loe pilih apa tapi ada konsekuensinya.

nah, mana yang bener ini...
kalo yang bener nomer 1 kan berarti percuma aja kita usaha toh hasil akhir sudah di tentukan.
jangan ngomong makanya takdir disembunyikan.. tuh jawaban ndak menjawab apa-apa. kenyataan semua sudah di setting.
kalo yang bener nomer 2, berarti ada takdir manusia yg tidak di ketahui Allah (semoga allah mengampuni saya pakai kalimat ini).
nasib manusia bisa di neraka ato di surga, tergantung amalnya. amalnya = faktor X.

mohon pencerahanya mas bro.
flamerhoax - 13/10/2012 06:45 PM
#4478

Quote:
Original Posted By lolapaloza
sebenarnya saya cukup prihatin adanya thread ini ABQM dan ABSM mengingat adanya ABMM yang udah mpe part banyak...
ndak masalah apakah kalian sunni,syiah, Quranist atau salik atau sufi bahkan wali sekali pun...

jika di ABMM ada pertanyaan ntah dari dalam atau luar islam, cukup sederhana...
bagi yang Quranist ya tinggal jawab secara Quran
bagi salik/sufi secara kesalik/sufiannya
bagi wali ya secara ilmu yang diketahuinya


terkadang ane sedih \(
sebagian quranist di sini inkonsisten, mengingat





tapi di satu sisi kalian berani menghakimi hadist atau orang yang belajar hadist... ngacir:


manusia kan tempatnya khilaf dan salah mas cendols
yang penting kan mau mengakui kesalahan & meminta ampunan Allah.
AntiKemunafikan - 13/10/2012 09:37 PM
#4479

Quote:
Original Posted By flamerhoax
nah ini yang sampai sekarang ane binggung tentang takdir.
contoh kasus: manusia ketika hari pembalasan akan masuk neraka ato surga.
(ato lo mau ngomong ini gak masuk takdir tong?) sementara angep ini takdir tong, cuma buat model/ anologi.
ini ada paradoks..
1. secara, Allah kan maha mengetahui. endingnya tau elo di surga ato neraka.
jalan cerita hidup elu sudah di tentukan dari awal.
2. manusia di anjurkan berusaha dalam hidup, Allah yg nentukan hasilnya.
free will. terserah loe pilih apa tapi ada konsekuensinya.

nah, mana yang bener ini...
kalo yang bener nomer 1 kan berarti percuma aja kita usaha toh hasil akhir sudah di tentukan.
jangan ngomong makanya takdir disembunyikan.. tuh jawaban ndak menjawab apa-apa. kenyataan semua sudah di setting.
kalo yang bener nomer 2, berarti ada takdir manusia yg tidak di ketahui Allah (semoga allah mengampuni saya pakai kalimat ini).
nasib manusia bisa di neraka ato di surga, tergantung amalnya. amalnya = faktor X.

mohon pencerahanya mas bro.


di dalam alquran ada surat allahab yang bercerita nasib abu lahab di neraka

dari sini, bisa dikatakan bahwa tempat manusia pada akhirnya nanti di akhirat itu sudah diketahui oleh Tuhan

tapi apakah itu bagian dari ketetapan Tuhan?

apapun jawaban dari pertanyaan tersebut, tidak akan merubah fakta bahwa nasib kita di akhirat bergantung dari perilaku kita di dunia

misalkan kita percaya, itu sudah ditetapkan Tuhan, dan kita berbuat buruk dan kemudian masuk neraka, maka itu kesalahan kita sendiri

tapi misalkan kita tidak percaya bahwa itu ketetapan Tuhan, dan kemudian berperilaku baik, maka apa yang dijanjikan Tuhan pastilah kebenarannya

harap anda bisa membedakan bahwa Tuhan jelas tahu nasib kita kelak di akhirat, tapi apakah itu bagian dari ketetapan Tuhan, itu masih bisa diperdebatkan (sebab tidak dijelaskan oleh alquran)

tapi jawaban dari hasil debat tidak akan merubah hukum bahwa kalau kita berbuat buruk maka hasil akhir di neraka, dan kalau berbuat baik maka hasil akhir insya Allah di surga
lubeguka - 13/10/2012 09:58 PM
#4480

Quote:
Original Posted By flamerhoax
oh gitu, jadi pendapat umum bahwa rejeki dan jodoh itu takdir dari mana ya?
An-Nahl: 72, apa tidak cukup untuk argumen jodoh?


di annahl 72 itu cuma dikatakan dijadikan bagi kamu pasangan (azwajan), kalau itu diplintir sebagai jodoh maka banyak kontradiksi.
Allah menjadikan juga banyak hal apa berarti semua manudia bisa mengambil manfaat dario semua yang dijadikan Allah tong?

Maksud an-nahl tuh Allah jadiin pasangan (dari lawan jenis) yang dari pasangan tersebut bisa punya anak dst. Bukan berarti si A lahir sudah ada jodohnya si B, tergantung manusianya bisa aja si A nikah trus punya anak sama si C

Soal yang ente bilang paradox, ini sebenernya persoalan cukup berat gan, banyak ayat yang harus dikaji

Ane ke intinya aja deh ya

Allah menghendaki manusia berusaha terhadap segala ujian di dunia. Allah memang maha tahu. Free-will merupakan salah satu ketetapan Allah juga. Ketetapan Allah ga bisa kontradiksi dengan sifat Allah (yang maha tahu).

Nah akhirnya ke kehendak Allah gan

....Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada diantara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya......

Allah mengirim Rasul dan Nabi ada tujuannya gan, bukan tanpa tujuan Allah memberikan petunjuk. Jadi ism Alalh yang Maha Tahu juga tidak bisa ditafsirkan keluar dari koridor Qur'an, dan kalaupun keluar koridor Quran maka itu semua berdasarkan prasangka saja.

Mungkin itu sedikit dari ane, mungkin PR disini ada yang bsia kasih jawaban memuaskan
Page 224 of 227 | ‹ First  < 219 220 221 222 223 224 225 226 227 > 
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab