BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya
Total Views: 2834 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 10 of 17 | ‹ First  < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 >  Last ›

Minibalanar - 07/06/2012 09:13 AM
#181

KERA DAN HYENA

Seekor kera dan seekor hyena sedang berjalan melewati hutan.
Hyena itu berkata, "Setiap kali saya lewat semak-semak itu
seekor singa melompat dari dalamnya dan menganiaya saya.
Saya tidak tahu mengapa demikian. '

"Kali ini saya akan berjalan bersamamu," kata kera, "dan
membantumu melawan singa itu."

Maka mereka mulai berjalan melewati semak-semak. Pada waktu
itu singa itu menerkam hyena dan menganiayanya sampai hampir
mati. Sementara itu kera mengamati peristiwa itu dari jarak
yang aman pada sebuah pohon. Ia memanjatnya ketika singa itu
keluar dari semak-semak.

"Mengapa engkau tidak melakukan sesuatu untuk membantu
saya?" keluh hyena.

Jawab kera itu, "Engkau begitu banyak tertawa, saya pikir
engkau menang."
Minibalanar - 07/06/2012 09:14 AM
#182

KRISHNA DALAM DOMPOLAN

Krishna berkata kepada Arjuna, "Engkau mengira saya adalah
penjelmaan Allah. Akan tetapi hari ini saya ingin menyatakan
sesuatu yang istimewa kepadamu. Ikutilah saya."

Arjuna mengikuti Krishna beberapa jauh. Lalu Krishna
menunjuk ke suatu pohon dan berkata, "Apa yang kaulihat di
sana?"

Arjuna menjawab, "Suatu batang anggur yang sangat besar dan
bertandan-tandan buah anggur tergantung padanya.

Krishna berkata, "Itu bukan buah anggur. Pergilah lebih
dekat dan amatilah dengan teliti."

Ketika Arjuna melakukan hal itu, hampir-hampir ia tidak
mempercayai matanya sendiri, karena di hadapannya adalah
Krishna-Krishna yang bergantungan pada Krishna.

Murid-murid minta agar sang Guru berbicara mengenai kematian
kepada mereka: "Akan seperti apa kematian itu?"

"Kematian akan seperti selubung yang terbuka dan engkau
dalam kekaguman akan berkata 'Jadi engkau itu!"
Minibalanar - 07/06/2012 09:14 AM
#183

"KUDAMU MENDERITA SAKIT KUNING"

Sekelompok mahasiswa tidak puas dengan mutu bir yang
disajikan dalam kafetaria.

Beberapa dari mereka mendapat gagasan cemerlang untuk
mengambil sedikit bir dari botol, mengirimkannya ke
laboratorium rumah sakit dengan harapan menemukan yang ada
dalam bir.

Hari berikutnya mereka menerima catatan yang mengatakan:
"kuda anda menderita sakit kuning."
Minibalanar - 07/06/2012 09:14 AM
#184

MANGKUK EMAS MILIK NAGARJUNA

Nagarjuna, seorang buddha suci yang agung, ke mana-mana
pergi hampir telanjang hanya terbungkus kain
compang-camping. Anehnya ia juga membawa mangkuk dari emas
yang diberikan kepadanya oleh raja yang pernah menjadi
muridnya untuk tempat minta-minta.

Pada suatu malam ketika ia hendak membaringkan diri dan
tidur di antara reruntuhan sebuah biara tua, ia melihat ada
seorang pencuri yang bersembunyi di balik sebuah tiang. "Ke-
sini, ambillah ini," kata Nagarjuna sambil mengacungkan
mangkuk yang biasa dipakai untuk minta-minta. "Dengan
demikian engkau tidak akan mengganggu saya pada waktu saya
sudah tertidur."

Dengan senang hati pencuri itu merebut mangkuk itu dan
pergi. Esok paginya ia kembali dengan mangkuk itu dengan
suatu permohonan. Ia berkata, "Ketika engkau melepaskan
mangkuk ini dengan hati yang begitu bebas tadi malam, engkau
membuat saya merasa begitu miskin. Ajarilah saya untuk
memperoleh kekayaan yang menumbuhkan ketidakterikatan hati
yang begitu bebas."

Tidak seorang pun dapat merebut dari padamu hal yang tak
pernah engkau rebut bagi dirimu sendiri.
Minibalanar - 07/06/2012 09:15 AM
#185

MANTRA BERBAHAYA

Seorang guru sedang mengajar di suatu kelas. Pada waktu itu
sekelompok murid-murid yang masih muda minta kepadanya untuk
memberitahukan mantra keramat yang dapat menghidupkan
kembali orang yang sudah mati.

"Apa yang akan kalian buat dengan hal yang begitu berbahaya
itu?" tanya sang guru.

"Tidak untuk apa-apa, sekedar untuk meneguhkan iman kami,"
jawab mereka.

"Pengetahuan yang tidak matang itu sangat berbahaya,
anak-anakku," kata orang tua itu.

"Seperti apakah pengetahuan yang tidak matang itu?," tanya
mereka.

"Kalau pengetahuan itu memberikan kekuasaan kepada seseorang
yang belum mempunyai kebijaksanaan yang harus mendasari
pemakaiannya."

Murid-murid itu terus mendesak, sehingga orang suci itu
membisikkan mantra keramat itu ke telinga mereka sambil
berkali-kali minta agar mereka menggunakannya dengan sangat
hati-hati dan penuh pertimbangan.

Tidak lama sesudah itu, orang-orang muda itu berjalan-jalan
di padang. Mereka melihat setumpuk tulang yang sudah
memutih. Dengan sikap sembrono yang biasanya menjadi ciri
kelompok, mereka memutuskan untuk menguji mantra, yang
seharusnya hanya digunakan sesudah meditasi yang lama.

Segera sesudah mereka mengucapkan kata-kata keramat itu,
tulang-tulang itu langsung ditumbuhi daging dan berubah
menjadi serigala-serigala yang kelaparan, yang mengejar
mereka dan mencabik-cabik tubuh mereka.
Minibalanar - 07/06/2012 09:15 AM
#186

"SAYA TAKUT ENGKAU AKAN MENCIUMKU"

Johanes dan Maria berjalan-jalan pada sore hari menjelang
malam. "John, saya sangat takut," kata Maria.

"Apa yang kautakutkan?"

"Saya takut, jangan-jangan engkau mencium saya."

"Bagaimana saya akan menciumnya kalau kedua tangan saya
membawa ember dan mengempit seekor ayam?"

"Saya takut, jangan-jangan engkau menaruh ayam itu di bawah
ember lalu mencium saya."

Terjadi lebih sering daripada yang kaupikirkan, yang dibuat
orang terhadap dirimu adalah yang kauminta dari mereka.
Minibalanar - 07/06/2012 09:15 AM
#187

"KALAU KAUBIARKAN SAYA TERBAKAR, ENGKAU AKAN MENANGGUNG"

Seorang Gubernur kolonial berkata kepada seorang pemimpin
setempat, "Saya sangat menyesalkan penindasan yang dilakukan
oleh bangsa saya terhadap bangsamu. Engkau harus menolong
saya memecahkan masalahnya."

"Di mana letak masalahnya?" tanya pemimpin itu.

"Dengar kawan. Seandainya saya mengikatmu pada sebuah tiang
dan menyalakan api di sekitarmu, engkau akan punya masalah
bukan?"

"Apakah demikian? Seandainya engkau melepaskan saya, semua
akan beres. Seandainya engkau membiarkan saya terbakar, saya
akan mati. Dan engkau akan berhadapan dengan masalah!"
Minibalanar - 07/06/2012 09:16 AM
#188

MELANGKAH JAUH TANPA MOBIL

Seorang wanita saleh sedang meratapi ulah angkatan muda,
"Sebabnya adalah mobil! Coba lihat, sekarang berapa jauh
mereka dapat pergi untuk berdansa dan berkencan. Pada zaman
kita dulu tidak demikian. Bukankah begitu, nenek?"

Wanita berumur delapan puluh tujuh tahun: "Yah, pasti dulu
kita pergi sejauh mungkin pada waktu itu."
Minibalanar - 07/06/2012 09:16 AM
#189

MEMANDANGI LUBANG

Seorang kikir menyembunyikan emas di bawah pohon dalam
tamannya. Setiap minggu ia menggalinya dan memandanginya
berjam-jam. Pada suatu hari seorang pencuri menggalinya dan
membawanya lari. Ketika si kikir itu datang lagi untuk
memandangi harta kekayaannya, yang ia temukan hanyalah
lubang yang kosong.

Orang itu mulai meraung-raung karena sedih, sehingga
tetangga-tetangganya datang berlarian untuk melihat ada apa.
Ketika mereka tahu masalahnya, salah seorang dari antara
mereka bertanya. "Apakah engkau sudah pernah menggunakan
emas itu?"

"Belum," kata si kikir. "Saya hanya memandanginya setiap
minggu."

"Baiklah, kalau demikian," kata tetangga itu, "demi kepuasan
yang sudah diberikan oleh emas itu, engkau dapat juga datang
setiap minggu untuk memandangi lubang itu."

Kita menjadi kaya atau miskin tidak karena uang tetapi
karena kemampuan kita untuk bergembira. Berjuang keras untuk
mencari kekayaan dan tidak mempunyai kemampuan untuk
bergembira sama dengan orang botak yang berjuang untuk
mengumpulkan sisir.
Minibalanar - 07/06/2012 09:16 AM
#190

MEMBERITAHUKAN MANTRA KEPADA SEMUA ORANG

Seorang magang berlutut untuk dilantik menjadi murid. Guru
membisikkan suatu mantra rahasia ke telinganya, sambil
memberi peringatan kepadanya agar tidak mengatakannya kepada
orang lain.

"Apa yang akan terjadi seandainya saya mengatakannya?" sahut
magang itu.

Guru berkata, "Orang yang kauberitahu mantra itu akan
dibebaskan dari belenggu kebodohan dan penderitaan, akan
tetapi engkau sendiri akan dikucilkan dari lingkungan murid
dan menderita."

Segera sesudah ia mendengar kata-kata ini, magang itu lari
ke tengah-tengah pasar, mengumpulkan orang banyak di
sekitarnya dan memberitahukan mantra rahasia ini kepada
semua orang.

Kemudian para murid memberitahukan hal itu kepada guru dan
minta supaya orang itu diusir dari pertapaan karena tidak
taat.

Guru tersenyum dan berkata, "Ia tidak perlu saya ajar lagi.
Tindakannya menunjukkan bahwa ia sendiri adalah guru."
Minibalanar - 07/06/2012 09:17 AM
#191

MENARA TINGGI YANG GELAP

Mengenai hakikat pencarian hidup batin...

Seorang laki-laki berjalan-jalan dan sampai ke sebuah menara
yang tinggi. Ia masuk ke dalamnya dan semua gelap. Ketika ia
meraba-raba dalam kegelapan itu ia sampai pada sebuah tangga
lingkar. Terdorong oleh rasa ingin tahu yang besar sampai ke
manakah tangga itu, ia mulai menaikinya. Ketika ia naik, ia
merasakan kegelisahan tumbuh dalam hatinya. Ia menoleh ke
belakang dan menjadi sangat ketakutan karena setiap kali ia
naik satu anak tangga, anak tangga sebelumnya jatuh dan
hilang. Di hadapannya anak tangga terus melingkar ke atas
tetapi ia tidak tahu sampai ke mana; sedang di belakangnya
menganga suatu kekosongan yang amat gelap.
Minibalanar - 07/06/2012 09:17 AM
#192

JANGAN MELIHAT KALAU DIA SEDANG MENYUMPAHI

Dua penghuni lembaga bisu-tuli bertengkar. Ketika seorang
petugas datang untuk menjernihkan masalah mereka, salah satu
dari orang itu berdiri membelakangi yang lain dan tertawa
terbahak-bahak.

"Apa yang lucu? Mengapa kawanmu ini tampak begitu marah?"
tanya petugas itu dengan bahasa isyarat.

Si bisu itu menjawab, juga dengan bahasa isyarat, "Karena ia
mau menyumpahi saya, tetapi saya tidak mau melihatnya! "
Minibalanar - 07/06/2012 09:17 AM
#193

JOHN BERKATA YA

... atau bagaimana?

Seorang anak petani begitu pendiam, sampai pacarnya sesudah
lima tahun berpacaran yakin bahwa ia tidak akan pernah
mengajukan suatu usul pun kepada dirinya dan bahwa dia
sendirilah yang harus mulai.

Pada suatu hari ketika mereka hanya berdua saja duduk di
kebun, gadis itu berkata kepadanya, "John, marilah kita
nikah. Apakah kita mau menikah John?"

Mereka diam lama. Akhirnya John berkata, "Ya."

Diam lagi lama. Akhirnya gadis itu berkata, "Katakan sesuatu
John. Mengapa engkau tidak mengatakan sesuatu?"

"Saya khawatir, saya sudah berbicara terlalu banyak!"
Minibalanar - 07/06/2012 09:18 AM
#194

JUNAID MENOLAK MATA UANG EMAS

Salah seorang pengikut Junaid datang kepadanya dengan
kantong yang penuh dengan mata uang emas.

"Apakah engkau masih punya lebih banyak mata uang emas
lagi?" tanya Junaid.

"Ya, masih banyak lagi."

"Dan engkau lekat padanya?"

"Ya."

"Kalau demikian engkau harus membawa uang ini juga, karena
kebutuhanmu lebih besar daripada kebutuhanku. Karena saya
tidak mempunyai apa-apa dan tidak menginginkan apa-apa, saya
jauh lebih kaya daripadamu."

Hati orang yang sudah mengalami penerangan batin itu seperti
kaca: tidak merenggut atau menolak sesuatu pun; menerima
tetapi tidak memiliki.
Minibalanar - 07/06/2012 09:18 AM
#195

KALAU TEKNIK TIDAK BEKERJA

... dan menghindarkan untuk mengambil keputusan sebelum
waktunya mengenai yang dibicarakan oleh orang lain ...

Pada suatu kesempatan makan malam, seorang anak berumur
empat belas tahun mengatakan bahwa ia dipilih untuk mengajar
di kelasnya pada hari berikutnya. Ayahnya yang adalah
seorang yang berpengalaman dalam bidang Metode-metode
Instruksional kemiliteran, melihat kesempatan ini baik untuk
memberikan kepandaian dan pengalamannya kepada anaknya.

Ia berkata kepada anaknya, "Begini kami melaksanakan hal
seperti itu di lingkungan militer. Pertama-tama kami
menentukan sasaran yang terdiri dari tindakan, keadaan dan
tingkat pelaksanaan. Putuskan lebih dulu TINDAKAN macam apa
yang kauinginkan agar dilaksanakan oleh murid-muridmu, dalam
KEADAAN macam apa tindakan itu harus mereka laksanakan dan
akhirnya SEBAIK APA mereka harus melaksanakannya. Dan ingat,
seluruh pendidikan harus diarahkan kepada pelaksanaan,
pelaksanaan, pelaksanaan.

Anak itu tidak terkesan. Yang dikatakan hanyalah ini, "Itu
tidak akan jalan, ayah."

"Pasti akan berjalan. Selalu demikian. Mengapa sekarang
tidak akan jalan?"

Kata anak itu, "Karena saya harus mengajar tentang seks."

... dan yang diinginkan oleh orang lain ...
Minibalanar - 07/06/2012 09:19 AM
#196

KAPAN RAJA PYRRHUS PUAS?

Raja Pyrrhus dari Epirus didatangi oleh seorang kawannya
yang bernama Cyneas dan ditanya, "Seandainya raja
mengalahkan Roma, apakah yang akan raja kerjakan
selanjutnya?"

Pyrrhus menjawab, "Sisilia berdekatan dan mudah untuk
direbut."

"Dan apa yang akan raja lakukan setelah Sisilia direbut?"

"Kita akan bergerak ke Afrika dan menduduki Kartago."

"Dan sesudah Kartago?"

"Giliran Yunani akan kita taklukkan."

"Bolehkah saya bertanya, apakah buah dari kemenangan-
kemenangan ini?"

"Yah, kita dapat duduk dan bersenang-senang." jawab Pyrrhus.

Cyneas berkata, "Tidak dapatkah sekarang kita
bersenang-senang?"

Orang miskin berpikir mereka akan bahagia kalau mereka
menjadi kaya. Orang kaya berpikir mereka akan bahagia kalau
mereka dibebaskan dari borok-borok mereka.
Minibalanar - 07/06/2012 09:19 AM
#197

KASIH DAN TERIMA KASIH

Pada suatu ketika Allah menjamu semua keutamaan, baik yang
kecil maupun yang besar, yang sederhana maupun yang gagah
berani. Mereka semua berkumpul di suatu ruangan surgawi
yang dihias sangat meriah. Segera saja mereka bergembira
ria karena mereka sudah saling mengenal dengan baik. Bahkan
beberapa sangat dekat berhubungan.

Tiba-tiba Allah melihat dua keutamaan yang cantik yang
tampaknya sama sekali tidak saling mengenal dan tidak senang
duduk bersama. Maka Allah menggandeng tangan salah satu dan
memperkenalkannya kepada yang lain secara resmi. "Rasa
terima kasih," kata-Nya, "Inilah Kasih."

Namun sebelum Allah berbalik, mereka sudah saling menjauh
lagi. Dan tersebarlah kisah, bahkan Allah tidak dapat
membawa "Rasa terima kasih" ketempat dimana ada "Kasih."
Minibalanar - 07/06/2012 09:19 AM
#198

KATINKA

Pada suatu kali seorang wanita datang kepada rabbi Israel
dan menceritakan kepadanya kepedihan hatinya: sudah dua
puluh tahun ia menikah tetapi belum juga dikaruniai anak.
"Sama," kata rabbi. "Persis sama dengan ibuku." Dan inilah
cerita yang ia sampaikan kepada wanita itu:

Selama dua puluh tahun ibunya tidak mempunyai anak. Pada
suatu hari ia mendengar bahwa Bal Shem Tov yang suci itu
berada di kota dan ia segera pergi menemui orang suci itu
serta mohon agar ia mendoakannya supaya ia dapat mempunyai
anak. "Untuk keperluan itu engkau bersedia melakukan apa?"
tanya orang suci itu. "Apa yang dapat saya lakukan?" tanya
wanita itu. "Suamiku adalah miskin, bekerja di perpustakaan,
tetapi saya mempunyai sesuatu yang dapat saya berikan kepada
rabbi." Lalu ia cepat-cepat pulang ke rumah, mengambil
katinka dari almari di mana katinka itu dengan cermat
disimpan dan lari kembali untuk memberikannya kepada rabbi.
Katinka - semua orang tahu - adalah mantol yang dikenakan
pengantin pada hari pernikahannya, suatu harta pusaka
berharga yang diwariskan turun temurun. Ketika wanita itu
sampai, rabbi sudah berangkat ke kota lain. Maka ia
menyusulnya. Karena miskin, ia harus berjalan kaki. Ketika
ia sampai di kota itu, rabbi sudah pergi lagi ke tempat
lain. Enam minggu ia menyusul sang rabbi dari kota ke kota
sampai akhirnya dapat bertemu. Rabbi menerima katinka itu
dan menyerahkannya kepada sinagoga setempat.

Rabbi Israel menutup ceritanya, "Ibu saya berjalan pulang.
Setahun kemudian, saya lahir."

"Sungguh, persis sama," seru wanita itu. "Saya pun mempunyai
katinka di rumah. Saya akan segera membawanya kepada rabbi
dan kalau rabbi memberikannya kepada sinagoga setempat,
Allah akan memberikan seorang anak kepada saya."

"Ah, tidak demikian," kata rabbi itu dengan sedih,
"Perbedaan antara ibu saya dan engkau adalah ini: engkau
mendengar kisahnya; ia dulu tidak punya kisah yang dapat
dijadikan pegangan."

Sesudah digunakan oleh seorang suci tangga itu dibuang dan
tidak dapat digunakan lagi.
Minibalanar - 07/06/2012 02:03 PM
#199

KEBENARAN DI RUMAH SENDIRI

Seorang muda dihantui oleh kerinduan hati akan kebenaran.
Maka ia meninggalkan keluarganya, kawan-kawannya dan
berangkat untuk mencari Kebenaran itu. Ia mengembara di
banyak negeri, berlayar menyeberang banyak lautan, mendaki
banyak gunung dan dalam semuanya itu ia mengalami banyak
penderitaan dan kesengsaraan.

Pada suatu hari ia bangun dan menyadari bahwa usianya sudah
tujuh puluh lima tahun dan belum juga menemukan Kebenaran
yang selama ini ia cari. Maka dengan sedih hati ia
memutuskan untuk menghentikan usahanya dan kembali ke rumah.

Karena ia sudah tua, ia membutuhkan berbulan-bulan untuk
kembali ke kampung halamannya. Sesampai di rumah, ia membuka
pintu rumahnya - dan di sana ia menemukan Kebenaran yang
selama bertahun-tahun dengan sabar menunggunya.

Pertanyaan: Apakah pengembaraannya membantu dia untuk
menemukan kebenaran?

Jawab: Tidak, namun pengembaraan itu menyiapkan dia untuk
mengenalnya.
Minibalanar - 07/06/2012 02:03 PM
#200

KEBIJAKSANAAN TUKANG RODA

Sementara tukang roda sedang membuat roda di salah satu
ujung ruangan, Pangeran Huan dari Chi rnembaca buku di ujung
yang lain.

Setelah meletakkan alat-alat kerjanya, tukang roda itu
mendatangi Pangeran itu dan bertanya buku apa yang sedang ia
baca.

"Buku yang menyimpan kata-kata orang bijak," kata Pangeran.

"Apakah orang-orang bijak itu masih hidup?" tanya tukang
roda.

"Tidak," kata Pangeran, "mereka semua sudah mati."

"Kalau begitu yang Pangeran baca tidak lebih dari sampah dan
sisa orang-orang yang sudah mati," kata tukang roda itu.

"Berani benar kau tukang roda sampai berani menjelekkan buku
yang sedang saya baca! Pertanggungjawabkanlah perkataanmu,
kalau tidak kamu harus mati."

"Baiklah," kata tukang roda itu, "Saya akan berbicara
sebagai tukang roda. Beginilah saya melihat persoalannya:
kalau saya sedang membentuk suatu roda, seandainya gerakan
saya terlalu lambat, gerakan itu akan mengores dalam tetapi
tidak tetap. Kalau gerakan saya terlalu cepat, gerakan itu
tetap tetapi tidak menggores dalam. Irama yang tepat,
artinya tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat, tidak
akan tercapai kalau tidak keluar dari dalam hati. Ini adalah
sesuatu yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Ada
suatu seni di dalamnya, yang tidak dapat saya wariskan
kepada anak saya. Itulah sebabnya saya tidak dapat
membiarkannya mengambil-alih rekerjaan saya. Maka saya yang
sekarang sudah berumur tujuh puluh lima tahun masih terus
membuat roda. Menurut pendapat saya halnya sama dengan
orang-orang yang sudah mendahului kita. Semua yang pantas
diwariskan mati bersama dengan kematiannya; sisanya mereka
tuliskan dalam buku-buku mereka. Itulah sebabnya saya
berkata bahwa yang sedang Pangeran baca adalah sampah dan
sisa orang-orang yang sudah mati."
Page 10 of 17 | ‹ First  < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya