BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya
Total Views: 2834 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 11 of 17 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 >  Last ›

Minibalanar - 07/06/2012 02:04 PM
#201

KEBINGUNGAN MUSA

Diceritakan bahwa sebelum memimpin bangsanya dari tanah
Mesir, Musa belajar pada seorang Guru besar untuk
mempersiapkan diri menjadi seorang nabi. Disiplin pertama
yang diwajibkan oleh sang Guru kepada Musa adalah "diam."
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan dan Musa begitu
terpesona oleh keindahan alam, sehingga mudah baginya untuk
diam. Akan tetapi ketika mereka sampai pada tebing sungai,
ia melihat seorang anak yang tenggelam di tepi yang lain dan
ibunya berteriak-teriak minta tolong.

Musa tidak dapat tetap diam melihat hal seperti itu. "Guru,"
katanya, "tidak dapatkah Guru melakukan sesuatu untuk
menyelamatkan anak itu?" "Diam!" kata Gurunya. Musa menahan
nafas.

Akan tetapi hatinya terusik. Ia berpikir, "Sungguhkah Guru
saya ini orang yang berhati keras, tidak punya perasaan?
Tidak kuasakah ia menolong orang-orang yang membutuhkan?" Ia
takut mempunyai pikiran yang tidak baik mengenai Gurunya,
tetapi ia juga tidak dapat mengusirnya.

Dalam perjalanan itu mereka sampai ke pantai laut dan
melihat sebuah perahu tenggelam bersama dengan seluruh
awaknya. Musa berkata, "Guru, lihat! Perahu itu tenggelam!"
Sekali lagi Gurunya menyuruhnya untuk memegang disiplin
diam. Maka Musa tidak berbicara lagi.

Namun hatinya sangat tidak tenang, sehingga ketika mereka
sampai ke rumah kembali, Musa membicarakan hal itu dengan
Allah yang berkata kepadanya, "Gurumu benar. Anak yang tadi
tenggelam adalah anak yang akan menyebabkan kebinasaan
beratus-ratus ribu orang. Malapetaka ini dihindarkan dengan
tenggelamnya. Perahu yang tenggelam itu diawaki oleh
bajak-bajak laut yang merencanakan untuk pergi ke suatu kota
di pinggir pantai untuk menjarah dan merampas serta membunuh
orang-orang yang tak bersalah dan cinta damai."

Pelayanan merupakan suatu kebajikan hanya kalau disertai
kebijaksanaan.
Minibalanar - 07/06/2012 02:04 PM
#202

SUNGAI DI GURUN

Bahan dasar dalam mencapai kebebasan: penderitaan yang
membawa kesadaran.

Seorang pengembara yang tersesat di gurun sudah tidak
mempunyai harapan lagi untuk menemukan air. Ia berusaha naik
ke bukit yang satu, kemudian yang lain dan yang lain lagi
dengan harapan dapat melihat aliran air. Ia terus melihat ke
mana-mana, namun tidak berhasil.

Ketika ia berjalan maju tertatih-tatih, kakinya terjerat
pada suatu semak kering. Ia jatuh ke tanah. Di sana ia
terbaring, tanpa tenaga untuk bangkit lagi tanpa keinginan
untuk meneruskan usahanya dan tanpa harapan akan dapat lepas
dari siksaan ini.

Ketika ia terbaring, tanpa ada yang menolong dan tanpa
harapan, tiba-tiba ia menjadi sadar akan keheningan gurun.
Di setiap penjuru yang ada adalah ketenangan yang tak
terganggu oleh suara sehalus apa pun. Tiba-tiba ia
mengangkat kepalanya. Ia mendengar sesuatu. Sesuatu yang
begitu lembut yang hanya dapat didengar oleh telinga yang
sangat tajam dalam keheningan yang sangat dalam: suara air
yang mengalir.

Didorong oleh harapan bahwa suara itu muncul dalam dirinya,
ia bangkit dan terus bergerak sampai ia tiba di suatu aliran
sungai yang airnya segar dan sejuk.
Minibalanar - 07/06/2012 02:05 PM
#203

DOKTER TAHU LEBIH BAIK

Percaya kepada kekuasaan membahayakan pemahaman:

Seorang dokter membungkuk memeriksa tubuh yang terbaring
lemas di tempat tidur. Kemudian ia tegak berdiri dan
berkata, "Maaf, saya terpaksa mengatakan bahwa suamimu sudah
tidak ada lagi."

Suara protes lemah terdengar dari tubuh lemas yang terbaring
di tempat tidur itu. "Tidak, saya masih hidup."

"Diam," kata istrinya. "Dokter lebih tahu daripada engkau."
Minibalanar - 07/06/2012 02:05 PM
#204

DUA JAGO TEMBAK

Dua orang jago tembak akan berduel, untuk itu disiapkanlah
tempat di kedai minum. Salah satu dari mereka berbadan
kecil, tidak mengesankan, namun ia adalah jago tembak
profesional. Yang lain yang besar dan gagah protes, "Tunggu
sebentar. Ini tidak adil. Sasaran dia lebih besar."

Yang kecil cepat saja mengajukan usul. Sambil berbalik
kepada memilik kedai minum itu berkata, "Tandailah badan
orang itu dengan garis sebesar ukuran badan saya. Semua
peluru saya yang kena pada bagian di luar garis tidak
dihitung."

Orang yang sudah mengalami penerangan batin lebih memikirkan
hidup daripada kemenangan.
Minibalanar - 07/06/2012 02:06 PM
#205

GEMBALA SUKA SEGALA CUACA

Orang bepergian: "Akan seperti apa cuaca hari ini?"

Gembala: "Cuaca yang saya sukai."

"Bagaimana engkau tahu cuaca akan seperti yang kausukai? "

"Tuan, karena saya sudah mengalami bahwa saya tidak selalu
memperoleh yang saya inginkan, saya sudah belajar untuk
selalu menyukai yang saya dapatkan. Maka saya yakin bahwa
cuaca hari ini akan seperti yang saya sukai."

Kegembraan dan tidak adanya kegembiraan terletak pada cara
kita menghadapi kejadian-kejadian, tidak pada hakikat
kejadian-kejadian itu sendiri.
Minibalanar - 07/06/2012 02:06 PM
#206

GIPSI

Di sebuah kota di daerah perbatasan, ada seorang lelaki tua
yang sudah lima puluh tahun tinggal di rumah yang sama.

Pada suatu hari ia membuat semua orang terkejut karena ia
berpindah ke rumah sebelah. Wartawan surat kabar setempat
menemuinya dan bertanya mengapa ia pindah.

Ia menjawab dengan tersenyum puas, "Saya kira gipsi dalam
diri saya yang melakukannya."

Apakah pernah kamu dengar mengenai orangyang menemani
Kristoforus Kolumbus dalam ekspedisinya ke Dunia Baru? Ia
selalu cemas karena mungkin tidak dapat kembali pada
waktunya untuk menggantikan pekeryaan penjahit yang sudah
tua di desanya sehingga mungkin orang lain akan mengambil
pekerjaan itu.

Agar berhasil dalam pencarian yang disebut hidup batin,
orang harus memusatkan perhatian untuk memperoleh hal yang
paling bernilai dalam hidup. Kebanyakan orang tergiur oleh
hal-hal yang sepele seperti kekayaan, nama baik, kenikmatan
dan persahabatan manusiawi.

Ada orang yang begitu tergila-gila oleh kemasyhuran sampai
siap untuk mati di tiang gantungan kalau dengan begitu
namanya akan terpasang pada berita-berita utama. Apakah
sungguh ada perbedaan antara dia dan kebanyakan usahawan dan
orang-orang politik? (Belum lagi di antara kita yang
mengagungkan hal seperti itu lewat pendapat umum).
Minibalanar - 07/06/2012 02:06 PM
#207

GULA-GULA BERBENTUK BINATANG

Pada suatu ketika adalah seorang pembuat gula-gula yang
membuat gula-gula dalam berbagai macam bentuk binatang dan
burung dengan berbagai macam warna dan ukuran. Kalau ia
menjual gula-gula kepada anak-anak, mereka biasanya
bertengkar dengan kata-kata seperti ini: "Kelinciku lebih
baik daripada singamu ... Tupaiku memang lebih kecil
daripada gajahmu, tetapi lebih enak ..."

Pembuat gula-gula itu akan menertawakan pikiran orang-orang
dewasa yang tidak kurang bodoh daripada anak-anak kalau
mereka berpikir bahwa pribadi yang satu lebih baik daripada
yang lain.

Penerangan batin tahu bahwa yang memisah-misahkan kita
bukanlah kodrat kita melainkan kebudayaan dan lingkungan
kita.
Minibalanar - 07/06/2012 02:07 PM
#208

GURU DAN MUTIARA

Seorang guru sedang bermeditasi di tepi sungai ketika
seorang murid membungkuk dan meletakkan dua butir mutiara
indah di depan kakinya, sebagai tanda hormat dan baleti.

Guru itu membuka matanya, mengangkat salah satu butir
mutiara itu dan memegangnya sembarangan sehingga mutiara itu
jatuh dan menggelinding masuk ke dalam sungai.

Murid itu menjadi cemas dan segera meloncat masuk ke dalam
sungai. Akan tetapi meskipun ia berkali-kali menyelam sampai
malam, ia tidak berhasil.

Akhirnya dengan pakaian basah kuyup dan badan lelah, ia
membangunkan guru dari meditasinya, "Guru tahu di mana
mutiara itu jatuh. Tunjukkanlah tempatnya supaya saya dapat
mengambilnya lagi dan mengembalikannya kepada guru."

Guru itu mengangkat mutiara yang lain, melemparkannya ke
dalam sungai dan berkata, "Di situ!"

Janganlah mencoba memiliki benda karena benda tidak dapat
sungguh-sungguh dimiliki. Hanya pastikanlah bahwa engkau
tidak dimiliki oleh benda-benda itu, dan engkau akan menjadi
penguasa ciptaan.
Minibalanar - 07/06/2012 02:07 PM
#209

GURU KEHILANGAN PENGECAM

Pada suatu ketika adalah seorang rabbi yang dihormati orang
sebagai seorang yang dekat dengan Allah. Setiap hari
sekelompok orang berdiri di depan pintu rumahnya untuk
mencari nasihat, mengharapkan penyembuhan atau berkat dari
orang suci itu. Dan setiap kali rabbi berbicara, orang-orang
itu akan mematuhi ucapannya dan menelan semua kata-katanya.

Namun di antara pendengarnya itu ada orang yang tidak baik
yang selalu mencari kesempatan untuk menentang sang Guru. Ia
mencari kelemahan-kelemahan rabbi dan menertawakan
kekurangan-kekuranqgan itu. Murid-murid rabbi tidak senang
akan dia dan mulai menganggapnya sebagai jelmaan setan.

Pada suatu hari "setan" itu jatuh sakit dan mati. Semua
orang merasa lega. Secara lahiriah mereka kelihatan
berdukacita, akan tetapi dalam hati mereka senang karena
kata-kata Guru yang begitu inspiratif tidak akan diganggu
lagi dan tingkah-lakunya yang mengandung kecaman tidak akan
dikritik lagi oleh orang yang tidak sopan itu.

Orang-orang terkejut melihat sang Guru tenggelam dalam
dukacita sejati yang mendalam pada saat penguburan. Kemudian
ketika ditanya oleh seorang murid apakah ia berdukacita atas
nasib kekal orang yang mati itu, ia berkata, "Tidak, tidak.
Mengapa saya harus berdukacita atas teman kita yang sekarang
ada di surga? Saya berdukacita untuk diri saya sendiri.
Orang itu adalah satu-satunya kawan saya. Di sini saya
dikelilingi oleh orangorang yang menghormati saya. Ia adalah
satu-satunya yang menantang saya. Saya takut sesudah
kepergiannya, saya tidak berkembang lagi." Dan ketika Guru
itu mengucapkan kata-kata ini, ia menangis tersedu-sedu.
Minibalanar - 07/06/2012 02:08 PM
#210

BERAPA HARGA PERDAMAIAN?

"Hari ini engkau tampak lelah Jack, ada apa?"

"Ah, saya baru pulang ke rumah pagi-pagi sekali dan ketika
saya sedang berganti pakaian istri saya terbangun dan
berkata, 'Apakah engkau tidak bangun terlalu pagi Jack?'
Maka untuk menghindari pertengkaran, saya mengenakan pakaian
saya dan kembali bekerja lagi."

Berapa harga sebuah perdamaian?
Minibalanar - 07/06/2012 02:08 PM
#211

HARTA DALAM DAPUR SENDIRI

[Suatu] kisah orang-orang Hasidim:

Pada suatu malam dalam mimpi, rabbi Iskak diberitahu untuk
pergi jauh ke Praha dan di sana menggali harta tersembunyi
di bawah jembatan yang menuju istana raja. Ia tidak
memikirkan mimpi itu sungguh-sungguh. Akan tetapi ketika
mimpi itu terjadi empat atau lima kali, ia memutuskan untuk
pergi mencari harta itu.

Ketika ia sampai ke jembatan. ia terkejut karena melihat
bahwa jembatan itu dijaga ketat siang malam oleh serdadu.
Satu-satunya yang dapat ia lakukan adalah melihat jembatan
itu dari jauh. Akan tetapi karena ia pergi ke sana setiap
pagi, pemimpin penjaga itu pada suatu hari menemuinya untuk
bertanya mengapa. Rabbi Iskak yang sebenarnya malu untuk
menceritakan mimpinya kepada orang lain, menceritakan
segala-galanya karena ia senang dengan sikap dan watak orang
Kristen yang baik ini. Pemimpin itu tertawa meledak dan
berkata. "Astaga. Engkau seorang rabbi dan engkau percaya
kepada mimpi? Seandainya saya tolol dan bertindak atas dasar
mimpi saya sendiri, sekarang saya sudah berkelililig
Polandia. Coba saya ceritakan salah satu mimpi saya tadi
malam yang terus kembali: suatu suara mengatakan kepada saya
unruk pergi ke Krakow dan menggali harta di pojok dapur
seorang yang bernama Iskak, anak Yeheskiel! Bukankah sesuatu
yang paling tolol di seluruh dunia untuk mencari di seluruh
Krakow seorang yang bernama Iskak dan orang lain yang
bernama Yeheskiel kalau separoh dari seluruh penduduk pria
mungkin bernama Iskak dan separoh yang lain Yeheskiel?"

Rabbi itu tertegun. Ia mengucapkan terima kasih kepada
pemimpin itu atas nasihatnya, segera pulang, menggali pojok
dapurnya dan menemukan harta berlimpah yang cukup untuk
hidup bahagia sampai hari kematiannya.

Pencarian rohani adalah suatu perjalanan tanpa jarak. Engkau
berjalan dari tempat sekarang engkau berada ke tempat di
mana engkau selalu berada. Dari ketidaktahuan menuju
pemahaman, karena semua yang engkau lakukan adalah melihat
untuk pertama kali hal yang sudah selalu engkau pandang.

Siapa yang pernah mendengar tentang suatu jalan yang membawa
engkau kepada dirimu sendiri, atau suatu cara yang membuat
engkau menjadi sebagaimana engkau selalu? Sebenarnya,
kerohanian hanyalah masalah menjadi sebagaimana engkau
sesungguhnya.
Minibalanar - 07/06/2012 02:09 PM
#212

HARTA DALAM GUNUNG YANG MENGHILANG

Inilah kisah yang diceritakan oleh seorang Guru kepada
murid-muridnya untuk menunjukkan kerugian yang dapat
diakibatkan oleh keterikatan akan satu hal yang sepele,
dalam diri orang-orang yang telah kaya dalam rahmat hidup
batin:

Pada suatu ketika seorang desa berjalan melewati sebuah gua
di pegunungan, persis pada waktu gua itu menampakkan salah
satu dari keajaiban-keajaibannya yang jarang tampak, kepada
semua orang yang ingin memperkaya diri mereka dengan harta
yang ada di dalamnya. Ia masuk ke dalamnya dan melihat
gunung emas dan batu-batu berharga. Dengan tergesa-gesa ia
memasukkannya ke dalam kantung yang ada di punggung
keledainya, karena ia tahu dari legenda bahwa gua itu hanya
terbuka dalam jangka waktu yang sangat terbatas. Maka harta
itu harus diambil dengan tergesa-gesa.

Keledai itu penuh muatan dan ia kembali dengan kegembiraan
besar karena nasibnya yang begitu baik. ketika itu ia ingat
bahwa tongkatnya ketinggalan di gua. Ia kembali dan cepat
masuk ke dalam gua. Tibalah waktu bagi gua untuk menghilang
dan dengan demikian orang itu hilang bersama gua itu tanpa
pernah muncul lagi.

Sesudah menunggunya satu atau dua tahun, orang-orang desa
menjual harta yang mereka temukan di atas keledai dan
memperoleh keberuntungan dari nasib baik orang yang malang
itu.

Kalau burung pipit membuat sarangnya di hutan, sarang itu
menempati sebuah ranting. Kalau rusa memuaskan dahaganya, di
sungai ia minum tidak lebih daripada yang dapat ditampung
oleh perutnya .

Kita mengumpulkan barang karena hati kita kosong.
Minibalanar - 07/06/2012 02:10 PM
#213

HATI

... karena yang paling hakiki tidak ada.

Menurut suatu dongeng India kuno, ada seekor tikus yang
selalu tertekan karena takut kepada seekor kucing. Seorang
tukang sihir merasa kasihan kepadanya lalu menqgubahnya
menjadi seekor kucing. Tetapi kemudian ia menjadi takut
kepada anjing. Maka tukang sihir itu mengubahnya menjadi
anjing. Tetapi ia mulai takut kepada harimau. Maka tukang
sihir itu mengubahnya menjadi harimau, yang merasa takut
kepada pemburu. Pada saat itu tukang sihir menyerah. Ia
mengubahnya menjadi seekor tikus lagi dan berkata, "Apa pun
yang saya lakukan tidak akan membantumu karena engkau
mempunyai hati seekor tikus."
Minibalanar - 07/06/2012 02:10 PM
#214

BAGAIMANA BUDDHA MENEMUKAN JALAN TENGAH

Ketika Buddha pertama kali mulai pencarian batinnya, ia
melakukan banyak matiraga.

Ia duduk bermeditasi di bawah pohon. Pada suatu hari dua
orang pemain musik lewat dekat pohon itu. Yang satu sedang
berbicara dengan yang lain, "Jangan menyetel senar sitermu
terlalu kuat, nanti putus. Jangan juga memasangnya terlalu
lembek, nanti tidak dapat berbunyi. Setellah dengan ukuran
tengah-tengah."

Kata-kata itu sangat kuat menyentuh hati Buddha, sampai
mengubah seluruh cara pendekatan hidup batinnya. Ia yakin
bahwa kata-kata itu ditujukan kepadanya. Sejak saat itu ia
berhenti dari matiraganya yang keras dan mulai mengikuti
jalan yang mudah dan ringan, yaitu jalan keugaharian.
Pendekatannya ke arah penerangan batin disebut Jalan Tengah.
Minibalanar - 07/06/2012 02:11 PM
#215

RAJA JANAKA DAN ASHTAVAKRA

Tidak ada dunia yang lain kecuali yang satu ini. Akan tetapi
ada dua cara untuk memandangnya.

Pada zaman dulu di India, adalah seorang raja bernama
Janaka. Ia adalah juga seorang bijaksana. Pada suatu hari
Janaka sedang mengaso di tempat tidurnya yang bertaburan
dengan bunga. Hambanya mengipasinya dan serdadu-serdadu
menjaganya di luar pintu. Ketika ia terlelap, ia bermimpi.
Raja dari negara tetangga mengalahkannya dalam perang. Ia
dijadikan tawanan dan disiksa. Ketika penyiksaan itu mulai,
Janaka bangun dan terkejut karena ternyata ia sedang
berbaring di tempat tidurnya yang bertaburan bunga, dengan
hamba-hamba yang mengipasinya dan serdadu-serdadu yang
menjaganya.

Sekali lagi ia terlelap dan bermimpi yang sama lagi. Dan
sekali lagi ia bangun dan sadar bahwa ia aman dan nyaman di
istananya.

Kemudian Janaka diganggu oleh suatu pikiran: sementara ia
tidur dunia mimpi-mimpinya tampak begitu nyata. Dan sekarang
ketika ia terjaga dunia sadarnya tampak nyata. Manakah dari
keduanya yang sungguh-sungguh nyata? Ia ingin tahu.

Tidak seorang filsuf, cendekiawan dan pelihat pun yang ia
tanyai dapat memberikan jawaban. Dan selama bertahun-tahun
ia sia-sia mencari, sampai pada suatu hari seorang yang
bernama Ashtavakra mengetuk pintu istana. Astavakra berarti
berbentuk jelek, buruk rupa. Ia menerima nama itu karena
memang demikianlah dirinya sejak lahir.

Pertama-tama raja tidak mau memandang orang ini
sungguh-sungguh. "Bagaimana seorang reot semacam engkau
dapat menjadi pembawa kebijaksanaan yang tidak dipunyai oleh
para ilmuwan dan pelihatku?" tanyanya.

"Sejak masa kanak-kanakku, semua sumber tertutup bagiku -
maka dengan sangat bersemangat saya meniti Jalan
kebijaksanaan," jawab Ashtavakra.

"Kalau begitu, bicaralah," kata raja.

Inilah yang dikatakan oleh Ashtavakra, "Oh raja baik keadaan
terjaga maupun mimpi tidaklah nyata. Kalau raja terjaga,
dunia mimpi tidak ada dan kalau raja bermimpi dunia sadar
tidak ada. Oleh sebab itu tidak satu pun nyata."

"Kalau baik keadaan terjaga maupun keadaan mimpi tidak
nyata, lalu apa yang nyata?" tanya raja.

"Ada keadaan yanqg melampaui keduanya. Carilah itu. Hanya
itu sajalah yang nyata."

Orang yang sudah mengalami penerangan batin menganggap diri
mereka terjaga maka dalam kebodohan mereka, mereka
menganggap beberapa orang baik dan yang lain buruk, beberapa
peristiwa menggembirakan dan yang lain menyedihkan.

Orang-orang yang sadar tidak lagi berada dalam kuasa
kehidupan dan kematian, perkembangan dan kehancuran,
keberhasilan dan kegagalan, kemiskinan dan kekayaan,
kehormatan dan penghinaan. Bagi mereka, bahkan kelaparan,
kehausan, panas dan dingin yang dialami sebagai yang
sementara dalam aliran arus kehidupan tidak lagi mempunyai
kuasa atas diri mereka. Mereka sudah sampai pada kesadaran
bahwa tidak pernah ada keperluan untuk mengubah apa yang
mereka lihat - hanya cara melihatnya.

Maka mereka lalu menjadi seperti air, lembut dan lentur
namun kekuatannya tidak tertahankan; tidak memaksakan akan
tetapi menjadi berkat bagi semua makhluk. Dengan tindakan
mereka yang tanpa pamrih, orang lain diubah; karena
ketidakterikatan mereka, seluruh dunia menjadi subur; karena
mereka bebas dari nafsu, orang lain dibiarkan tak tercemar.

Air dialirkan keluar dari sungai untuk mengairi sawah. Air
tidak pernah meributkan apakah ia berada di sungai atau di
sawah. Demikianlah orang yang sudah mendalami penerangan
batin bertindak dan hidup dengan lembut sekaligus perkasa
sesuai dengan tujuan hidupnya.

Inilah orang-orang yang menjadi musuh laknat masyarakat yang
tidak suka akan hidup yang lentur dan mengandalkan latihan,
perintah, rutin, ortodoksi dan konformitas.
Minibalanar - 07/06/2012 02:13 PM
#216

PAUS MENGADAKAN PANTOMIM

Lama, beratus-ratus tahun yang lalu, di zaman Abad Tengahan
Sri Paus didesak oleh para penasihatnya untuk mengusir orang
Yahudi dari Roma. Tidak selayaknya, kata mereka, bahwa
orang-orang ini hidup tak terganggu di tengah pusat Agama
Katolik. Ketentuan tentang Pengusiran diputuskan dan
diumumkan, menjadi keresahan bagi orang Yahudi yang tahu
bahwa bagaimanapun juga, mereka hanya bisa mendapat
perlakuan lebih jelek dari yang diterima di Roma. Maka
mereka mohon kepada Paus, untuk meninjau kembali keputusan
itu. Paus, orang berpikiran luas, menawarkan suatu usul yang
menarik. Silakan golongan Yahudi menunjuk orang yang
berdebat dengan dia tanpa berbicara, pantomim. Jika
jurubicara mereka menang, mereka boleh tinggal.

Orang Yahudi bertemu merenungkan usul ini. Menolaknya
berarti diusir dari Roma. Menerimanya itu mengundang
kekalahan total, sebab siapa menang dalam debat, di mana
Paus menjadi peserta dan wasitnya? Namun tidak ada jalan
lain kecuali menerima. Hanya, barang tidak mungkin menemukan
seorang sukarelawan untuk tugas berdebat dengan Paus. Beban
memikul nasib seluruh kelompok Yahudi di punggungnya itu
lebih daripada yang dapat ditanggung oleh seseorang.

Ketika tukang pintu sinagoga mendengar apa yang sedang
terjadi, ia menghadap rabbi Tertinggi dan menawarkan diri
untuk mewakili bangsanya dalam debat. "Tukang pintu?" kata
rabbi lainnya, ketika mendengar itu. "Tidak mungkin!"

"Sudah," kata rabbi Tertinggi, "kita tidak ada yang mau.
Tinggal ini; si tukang pintu atau debat batal." Maka karena
tidak ada orang lain, tukang pintu ditunjuk untuk berdebat
dengan Paus.

Ketika hari besar datang, Paus duduk di atas tahta di
alun-alun St. Petrus, dikelilingi oleh para Kardinal,
menghadapi rombongan besar para uskup, imam dan umat. Kini
rombongan kecil utusan Yahudi datang dengan jubah hitam dan
janggut melambai, serta tukang-pintu di tengah mereka.

Paus berpaling menghadap si tukang-pintu dan debat dimulai.
Paus resmi mengangkat satu jari dan menggariskannya melintas
di langit. Tukang pintu segera menunjuk dengan tegas ke
tanah. Paus rupanya sedikit mundur. Lebih anggun dan resmi
ia mengangkat jari lagi, tegas-tegas dihadapkan pada
tukang-pintu itu di mukanya. Tukang-pintu mengangkat tiga
jari menunjukkan sama tegasnya di hadapan Paus, yang
rupa-rupanya heran akan gerakan ini. Lalu Paus memasukkan
tangan dalam kantongnya dan mengambil sebuah apel. Di situ
tukang-pintu memasukkan tangan dalam kantong kertas dan
mengambil matzo, selempeng roti. Di sini Paus menyatakan
dengan suara nyaring: "Wakil orang Yahudi menang dalam
debat. Keputusan pengusiran dengan ini ditarik kembali."

Para pemimpin Yahudi mengelilingi tukang-pintu dan dibawa
pergi. Para kardinal berkerumun sekitar Paus
keheran-heranan. "Apa yang terjadi, Bapa Suci?" tanya
mereka. "Tidak mungkin kami mengikuti debat yang berjalan
begitu cepat." Paus mengusap peluh dari dahinya dan berkata:
"Orang ini teolog cemerlang, menguasai debat. Aku mulai
dengan menggariskan tanganku di langit untuk menunjukkan
bahwa seluruh alam raya itu milik Tuhan. Ia langsung dengan
jari ke bawah mengingatkan aku, bahwa ada tempat yang
disebut Neraka, di mana setan yang berkuasa. Aku lalu
mengangkat jari untuk menyatakan bahwa Tuhan itu esa. Aku
membayangkan heran, ketika ia mengangkat tiga jari untuk
menyatakan bahwa Tuhan yang satu itu juga menyatakan diri
dalam tiga pribadi, dan demikian meyakini ajaran kita
sendiri tentang Tritunggal! Tahu bahwa tidak mungkin untuk
menang di bidang teologi, aku akhirnya mengarahkan debat ke
bidang lain. Aku mengambil sebuah apel, menyatakan, bahwa
menurut sementara pendapat baru bumi ini bulat. Ia langsung
mengeluarkan selempeng roti tak beragi untuk mengingatkan
saya bahwa, menurut Kitab Suci, bumi itu datar. Maka tidak
ada jalan lain daripada mengakui kemenangannya."

Nah, sekarang kelompok Yahudi sampai di sinagoga. "Apa yang
terjadi tadi," tanya mereka kepada tukang-pintu
terbengong-bengong. Tukang-pintu sedikit gusar. "Semua hanya
soal latah," katanya. "Ini. Pertama, Paus menggerakkan
tangannya seperti menyatakan, bahwa semua orang Yahudi harus
meninggalkan Roma. Maka aku menunjuk ke bawah untuk
menjelaskan kepadanya, bahwa kita tidak akan beranjak. Lalu
ia menunjukkan jarinya kepadaku dan mengancam seakan
berkata: Jangan main-main dengan saya. Maka aku menunjukkan
tiga jari untuk mengatakan kepadanya ia tiga kali main-main
dengan kami, kalau ia sewenang-wenang menyuruh kami
meninggalkan Roma. Berikutnya. Aku melihat dia mengeluarkan
bekal makanannya. Lalu aku mengeluarkan bekalku juga."
Minibalanar - 07/06/2012 02:14 PM
#217

AKHIRNYA PASTOR MENGERTI

Dongeng Ramakrishna, seorang mistik di Calcutta

Ada seorang raja yang setiap hari mendengarkan kisah
Bhagavad Gita yang dibawakan oleh seorang imam. Setelah
menjelaskan isinya imam itu biasanya bertanya, "Sudahkah
Baginda memahami yang saya katakan?"

Sang Raja tidak pernah mengatakan Ya atau Tidak. Ia hanya
berkata, "Sebaiknya engkau sendiri memahaminya lebih dulu."

Jawaban ini selalu membuat sedih imam yang malang, yang
setiap hari menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan
pengajaran bagi Raja. Ia sendiri yakin bahwa pengajarannya
jelas dan terang.

Imam itu adalah seorang pencari Kebenaran yang tulus. Suatu
hari ketika ia sedang bermeditasi, tiba-tiba ia melihat
sifat semu - kenyataan yang nisbi - dari segala sesuatu,
rumah, saudara, kekayaan, sahabat, kehormatan, nama baik dan
semua yang lain. Begitu jelas ia melihatnya, sehingga semua
keinginan akan hal-hal itu lenyap dari hatinya. Ia
memutuskan untuk meninggalkan rumah dan menjadi seorang
petapa pengembara.

Sebelum meninggalkan rumahnya, ia mengirimkan pesan kepada
sang Raja, "Baginda Raja! Akhirnya saya memahami."
Minibalanar - 07/06/2012 02:15 PM
#218

PERUMPAMAAN TENTANG ALAT PENOPANG

Karena suatu kecelakaan, seorang kepala desa tidak dapat
lagi menggunakan kakinya. Maka ia berjalan dengan alat
penopang. Lama kelamaan ia dapat berjalan dengan cepat -
bahkan ia dapat berdansa dan melingkar-lingkar untuk
menghibur tetangga-tetangganya.

Lalu ia mendapat gagasan untuk melatih anak-anaknya
menggunakan alat penopang. Dalam waktu singkat berjalan
dengan penopang menjadi lambang kedudukan yang tinggi di
desa itu dan semua orang menggunakannya.

Sampai pada keturunan keempat tidak seorang pun di desa itu
dapat berjalan tanpa penopang. Sekolah di desa itu
memasukkan pelajaran "Alat penopang - Teori - Praktek"
matapelajarannya, dan tukang kayu di desa itu menjadi
terkenal karena mutu alat penopang yang mereka hasilkan.
Bahkan dibicarakan kemungkinan untuk mengembangkan alat
penopang listrik, yang digerakkan baterei.

Pada suatu hari seorang pemuda Turki menghadap para penatua
desa dan bertanya mengapa semua orang harus berjalan dengan
penopang padahal Allah telah memberikan kaki kepada manusia
untuk berjalan. Para penatua desa itu merasa geli karena
orang baru ini merasa lebih bijaksana daripada mereka. Maka
mereka memutuskan untuk memberi pelajaran kepadanya. Mereka
berkata, "Mengapa engkau tidak menunjukkan caranya kepada
kami?"

"Baik," kata pemuda itu.

Acara pertunjukan ditentukan akan diadakan pada jam 10.00
hari Minggu berikutnya di lapangan desa. Ketika pemuda itu
berjalan terpincang-pincang dengan alat penopang ke tengah
lapangan, semua orang berada di sana. Dan ketika jam desa
menunjukkan pukul sepuluh, pemuda itu berdiri tegak dan
menanggalkan alat penopangnya. Gerombolan orang itu terdiam
ketika ia melangkah maju dengan berani - dan jatuh
tertelungkup.

Dengan itu semua orang semakin diyakinkan bahwa sungguh
tidak mungkin berjalan tanpa bantuan alat penopang.
Minibalanar - 07/06/2012 02:19 PM
#219

ARTI GENDERANG

Sekelompok misionaris yang baru saja tiba, meminta seorang
penduduk asli untuk membawa mereka dalam rakit di sungai
Kongo.

Sesudah beberapa saat mereka mendengar dentaman gendang
hutan yang tetap. Sepanjang perjalanan, dalam selang waktu
yang tetap, suara itu diulang-ulang.

"Apa arti dentaman gendang itu?" tanya salah seorang
misionaris dengan rasa takut.

"Penduduk asli itu mendengarkan gendang dan mengartikannya:
'Gendang itu berkata: tiga orang kulit putih. Sangat kaya.
Naikkan harga-harga.'"

Saadi dari Shiraj biasa berkata, "Tidak seorang pun yang
belajar memanah dari saya, yang pada akhirnya tidak
menjadikan saya sasaran bidikannya."
Minibalanar - 07/06/2012 02:19 PM
#220

ASAL-USUL SEPATU

Seorang maharaja yang bodoh mengeluh karena jalan yang kasar
membuat kakinya sakit. Maka ia memerintahkan agar seluruh
negeri diberi alas kulit sapi.

Pegawai istana tertawa ketika raja menyampaikan perintah itu
kepadanya. "Yang Mulia, itu adalah suatu gagasan yang gila,"
serunya. "Mengapa harus mengeluarkan biaya yang sama sekali
tidak perlu? Potong saja dua alas kecil kulit sapi untuk
melindungi kaki Yang Mulia!"

Itulah yang dikerjakan oleh maharaja. Dan demikianlah lahir
gagasan mengenai sepatu.

Orang yang sudah mengalami penerangan batin tahu bahwa untuk
membuat dunia tempat yang bahagia. engkau perlu mengubah
hatimu - dan bukan dunia.
Page 11 of 17 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya