BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya
Total Views: 2834 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 12 of 17 | ‹ First  < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > 

Minibalanar - 07/06/2012 02:19 PM
#221

BAGAIMANA MEMENANGKAN TARUHAN

Orang yang belum mengalami penerangan batin akan menjual
jiwanya untuk membuktikan bahwa ia benar.

"Sebelum saya keluar rumah sore hari, saya bertaruh dengan
istri saya sepuluh ribu rupiah. Kalau saya tidak kembali
sebelum tengah malam, ia menang."

"Lalu?"

"Lalu saya biarkan istri saya menang."
Minibalanar - 07/06/2012 02:20 PM
#222

BURUNG BEO YANG BATUK

Seorang pelaut tua berhenti merokok ketika burung beo
kesayangannya menderita batuk menahun. Ia khawatir
jangan-jangan asap pipa yang sering kali memenuhi kamarnya
merusak kesehatan burung beo itu.

Ia memanggil seorang dokter hewan untuk memeriksa burung
itu. Sesudah pemeriksaan yang teliti, dokter itu
menyimpulkan bahwa burung itu tidak menderita psitakosis
atau pun pneumonia. Burung itu hanya menirukan batuk tuannya
si pengisap pipa itu.
Minibalanar - 07/06/2012 02:21 PM
#223

BOTOL COKLAT KARENA TULISAN TIDAK TERBACA

Bahaya-bahaya mempercayai ahli:

Seseorang menerima catatan dari temannya dalam tulisan
tangan yang tidak dapat dibaca. Setelah berusaha untuk
mengerti maksudnya, ia mendapat gagasan untuk minta tolong
ahli obat setempat.

Orang yang ada di toko obat itu mengamati sunggguh-sungguh
catatan tersebut separuh menit, lalu mengambil sebuah botol
coklat dari rak, memberikannya kepada kasir dan berkata,
"Dua dollar."
Minibalanar - 07/06/2012 02:21 PM
#224

BUDDHA YANG TAK TERGANGGU

Tampaknya Buddha tidak terganggu oleh cemoohan yang
dilontarkan kepadanya oleh seorang pengunjung. Ketika
murid-muridnya bertanya mengenai rahasia sikapnya yang
tenang itu, ia menjawab:

"Coba bayangkanlah apa yang akan terjadi bila seseorang
membawa persembahan ke hadapanmu dan engkau tidak
mengambilnya. Atau kalau seseorang mengirimkan surat
kepadamu dan engkau tidak mau membukanya; engkau tidak akan
dipengaruhi oleh isinya bukan? Lakukanlah ini setiap kali
engkau diperlakukan dengan kasar, maka engkau tidak akan
kehilangan ketenangan hatimu."

Satu-satunya martabat yang sejati adalah martabat yang tidak
terendahkan oleh sikap tidak hormat orang lain Engkau tidak
mengurangi keagungan air terjun Niagara dengan meludahinya.
Minibalanar - 07/06/2012 02:21 PM
#225

DARWIS DAN RAJA

Seorang raja pergi menemui seorang darwis. Menurut adat
istiadat Timur kalau seorang raja menemui rakyatnya, ia
berkata, "Mintalah suatu jasa."

Darwis itu menjawab, "Tidak patut bagi saya untuk minta jasa
kepada salah seorang budak saya."

Seorang pengawal berkata, "Engkau berani berkata begitu
tidak hormat kepada raja! Katakan siapa engkau, atau engkau
akan mati."

Darwis itu berkata, "Saya mempunyai budak yang adalah tuan
bagi rajamu."

"Siapa?"

"Rasa takut," kata darwis itu.

Kalau tubuh binasa, tidak ada hidup lagi. Dari sana muncul
kesimpulan keliru, mempertahankan tubuh tetap hidup sama
dengan hidup.

Masuklah ke tempat di mana peluru pembunuh tidak dapat
merenggut hidup; dan ditambah panjangnya hidup tidak dapat
memperpanjang lamanya keberadaan seseorang.
Minibalanar - 07/06/2012 02:22 PM
#226

BAHKAN DIRIMU BUKAN MILIKMU

Dan Buddha berkata:

"Tanah ini milik saya, anak-anak ini milik saya" itulah
kata-kata seorang bodoh yang tidak mengerti bahkan dirinya
bukanlah miliknya sendiri.

Engkau tidak pernah memiliki sesuatu Engkau hanya
memegangnya sebentar. Kalau engkau tidak dapat
melepaskannya, engkau terbelenggu olehnya.

Apa saja hartamu harta itu harus kaupegang dengan tanganmu
seperti engkau menggenggam air.

Genggamlah erat-erat dan harta itu lepas.

Akulah itu sebagai milikmu dan engkau mencemarkannya
Lepaskanlah dan semua itu menjadi milikmu selama-lamanya.
Minibalanar - 07/06/2012 02:22 PM
#227

"LIHAT, SIAPA YANG MENGANGGAP DIRI SEORANG PENDOSA!"

Pada suatu hari seorang uskup berlutut di hadapan altar,
dalam perasaan hati berkobar, ia mulai memukul-mukul dada
dan berseru: "Aku seorang pendosa, kasihanilah aku. Aku
seorang pendosa, kasihanilah aku!"

Imam setempat, tergerak oleh contoh rendah hati, berlutut di
samping uskup dan mulai memukul-mukul dada dan berkata: "Aku
seorang pendosa, kasihanilah aku! Aku seorang pendosa,
kasihanilah aku!"

Koster, yang kebetulan ada di gereja di waktu itu begitu
terharu, ia tidak dapat menahan diri. Ia juga berlutut,
memukul-mukul dada dan berseru: "Aku seorang pendosa,
kasihanilah aku!"

Di sini uskup menyentuh imam, dan menunjuk kepada koster,
berkata dengan senyum. "Lihat, siapa yang menganggap diri
seorang pendosa."
Minibalanar - 07/06/2012 02:22 PM
#228

PESAWAT PEMBURU

Pengandaian:

Serombongan pemburu menyewa pesawat untuk menerbangkan
mereka ke daerah hutan. Dua minggu kemudian pilot datang
untuk menjemput mereka. Ia mengamati binatang yang mereka
tembak dan berkata: "Pesawat ini tidak akan membawa lebih
dari satu kerbau liar. Kamu harus meninggalkan yang lain."

"Tetapi tahun lalu pilot mengizinkan kami membawa dua dalam
pesawat seperti ini," protes para pemburu.

Pilot meragukannya, tetapi akhirnya berkata: "Ya, kalau kamu
melakukan itu tahun lalu, kami kira, kami bisa melakukannya
lagi."

Maka pesawat lepas landas dengan tiga orang dan dua kerbau.
Tetapi tidak dapat naik tinggi dan membentur pada bukit
terdekat. Seorang pemburu berkata kepada yang lain: "Di mana
kiranya kami ini?" Yang lain memeriksa tempat sekitar dan
berkata: "Kupikir, kami kira-kira dua mil sebelah kiri dari
tempat kecelakaan kami tahun lalu."
Minibalanar - 07/06/2012 02:23 PM
#229

PIKIRAN AKAN TUHAN DAN WANITA CANTIK

Imam setempat kerap dilihat bicara dengan wanita cantik yang
terkenal sebagai perempuan jalang - dan di muka umum lagi,
menjadi batu sandungan bagi umatnya.

Ia dipanggil oleh uskupnya dan mendapat marah besar. Ketika
uskup sudah selesai, imam berkata: "Bapa uskup, Aku selalu
berpikir, bahwa lebih baik berbicara kepada wanita cantik
dengan gagasan tertuju kepada Tuhan daripada berdoa kepada
Tuhan, dengan pikiran tertuju kepada wanita cantik."

Kalau rahib masuk kedai minuman kedai itu menjadi
pertapaannya. Kalau pemabuk masuk pertapaan, pertapaan
menjadi kedai minumannya.
Minibalanar - 07/06/2012 02:23 PM
#230

GESSEN, RAHIB YANG RAKUS

Gessen itu seorang rahib Budha. Tetapi ia juga seniman
berbakat ulung. Sebelum ia mulai dengan melukis ia selalu
menuntut bayaran di muka. Dan upah ini besar luar biasa.
Maka ia dikenal sebagai rahib rakus.

Seorang geisha memanggil dia untuk menggambar. Gessen
berkata: "Kamu mau membayar berapa?" Perempuan itu kebetulan
melayani kekasih kaya di waktu itu. Ia berkata: "Apa saja
yang kamu minta. Tetapi lukisan harus dibuat sekarang di
hadapanku."

Gessen segera mulai bekerja dan ketika lukisan sudah
selesai, ia menuntut bayaran paling tinggi yang pernah ia
minta. Ketika Geisha itu memberikan uangnya, ia berkata
kepada kekasihnya. "Orang ini dianggap seorang rahib, tetapi
yang dipikirkan hanya uang. Bakatnya memang luar biasa,
tetapi pikirannya itu kotor, mata-duitan. Bagaimana orang
memamerkan lukisan orang berpikiran kotor seperti itu?
Karyanya itu baik untuk pakaian dalam bagiku."

Dengan itu ia melemparkan rok dalam kepadanya dan meminta
untuk menggambarkan lukisan padanya. Gessen bertanya seperti
biasa sebelum ia mulai dengan karyanya. "Kamu akan memberi
aku upah berapa?" "Oh, sebanyak yang kamu inginkan," kata
wanita itu. Gessen menyebut harganya, menggambarkan lukisan,
tanpa malu mengantongi uangnya, dan pergi.

Bertahun-tahun kemudian, ada seseorang yang menemukan
mengapa Gessen begitu rakus mengumpulkan uang. Bahaya
kelaparan kerap menimpa daerahnya. Orang kaya tidak perduli
menolong yang miskin. Maka Gessen menyuruh membangun
lumbung-lumbung rahasia di daerah itu dan mengisinya dengan
gandum bagi keadaan darurat. Tidak ada orang tahu, gandum
datang dari mana atau siapa penderma bagi wilayah itu.

Alasan lain, mengapa Gessen menginginkan uang itu: jalan
dari desanya menuju kota yang puluhan kilometer jauhnya.
Jalan itu dalam keadaan begitu jelek, hingga gerobag tidak
bisa berjalan di sana; hal ini menimbulkan banyak derita
bagi yang tua dan yang sakit, kalau mereka perlu pergi ke
kota. Maka Gessen menyuruh memperbaiki jalan.

Alasan terakhir adalah kuil untuk bermeditasi, yang selalu
dicita-citakan oleh guru Gessen, tetapi tidak dapat ia
laksanakan. Gessen membangun kuil itu sebagai tanda
terimakasih kepada guru yang dihormatinya.

Sesudah rahib rakus itu selesai membangun jalan, kuil dan
lumbung-lumbung, ia membuang cat dan kuas, kembali ke
gunung-gunung, untuk masuk dalam hidup berkontemplasi dan ia
tidak melukis lagi.

Perbuatan seseorang pada umumnya menunjukkan apa yang mau
ditafsirkan oleh pengamat.
Minibalanar - 07/06/2012 02:24 PM
#231

RAJA ADA DI FIRDAUS

Seorang raja mimpi, bahwa ia melihat raja di firdaus, dan
seorang imam di neraka. Ia heran, bagaimana ini bisa: lalu
ia mendengar suara berkata, "Raja ada di firdaus, karena ia
menghormati para Imam. Imam ada di neraka, karena ia
berkompromi dengan para raja."
Minibalanar - 07/06/2012 02:24 PM
#232

TIGA ORANG BIJAK

Tiga orang bijak menempuh perjalanan jauh, sebab meskipun
mereka itu dianggap bijak di negara sendiri, mereka cukup
rendah hati untuk berharap, bahwa perjalanan akan memperluas
pikiran mereka.

Mereka baru saja melangkah ke perbatasan masuk negara
tetangga ketika mereka melihat gedung cakar-langit di
kejauhan. Apa kiranya benda dahsyat hebat ini, mereka
bertanya pada dirinya. Jawaban yang tepat tentunya: Datang
dan selidikilah benda itu apa. Tetapi tidak, mungkin itu
terlalu berbahaya. Seandainya itu sesuatu yang meletus kalau
orang mendekat? Maka jauh lebih bijaksana menentukan dulu
apa itu sebelum menyelidikinya. Berbagai pandangan diajukan,
diuji dan, atas dasar pengalaman mereka yang sudah-sudah,
ditolak. Akhirnya diputuskan, juga atas dasar pengalaman
masa silam, yang mereka miliki bertumpah-ruah, bahwa benda
tersebut, entah apa jenisnya, itu hanya bisa ditempatkan di
sana oleh kawanan raksasa.

Ini membawa mereka pada kesimpulan, bahwa lebih aman mereka
menyingkiri tanah itu sama sekali, maka mereka pulang
kembali setelah menambahkan sesuatu pada khasanah pengalaman
mereka.

Renungan;

Pengandaian itu mempengaruhi Penelitian. Penelitian
menghasikan Keyakinan. Keyakinan menimbulkan Pengalaman.
Pengalaman membuahkan Tindakan, yang, pada gilirannya,
menguatkan pengandaian.
Minibalanar - 07/06/2012 02:25 PM
#233

TUHAN YANG MELUPAKAN DOSA-DOSA

Seorang nenek tua di desa diceritakan kerap memperoleh
penampakan dari Tuhan. Imam setempat minta bukti
kesungguhannya. "Kalau Tuhan nanti menampakkan diri lagi
padanya," katanya, "tanyakanlah pada-Nya dosa-dosaku, yang
hanya diketahui Dia. Itu akan menjadi bukti cukup."

Wanita itu kembali sebulan kemudian dan imam bertanya, apa
Tuhan sudah menampakkan diri lagi. Wanita berkata sudah.
"Apa pertanyaan itu kamu ajukan pada-Nya?"

"Ya, sudah."

"Dan apa jawabannya?"

"Ia berkata: "Katakan pada imammu, aku sudah lupa dosanya."

Apakah mungkin bahwa semua dosa mengerikan yang pernah kamu
lakukan itu sudah dilupakan oleh semua orang - kecuali oleh
kamu sendiri?
Minibalanar - 07/06/2012 02:25 PM
#234

AYAH SI KORBAN

... tetapi selalu ada risiko.

Kecelakaan mobil terjadi di sebuah kota kecil. Banyak orang
mengerumuni korban sehingga wartawan surat kabar tidak dapat
menerobos untuk melihat korban dari dekat.

Ia mendapatkan ide. "Saya ayah korban!" ia berseru. "Saya
minta jalan."

Kerumunan itu membiarkan dia lewat, sehingga ia dapat
memotret korban kecelakaan itu dan menemukan, yang membuat
dia malu, bahwa korbannya adalah keledai.
Minibalanar - 07/06/2012 02:25 PM
#235

BAGAIMANA MEMPERTAHANKAN CAWAT

Bagaimana organisasi rohani berkembang:

Guru amat terkesan oleh kemajuan rohani seorang dari
muridnya, hingga, karena dianggap tidak membutuhkan
bimbingan lagi, ia meninggalkannya sendirian di pinggir
sungai.

Setiap pagi setelah pembasuhan diri, si murid menggantungkan
cawatnya di luar untuk dijemur. Itu milik satu-satunya.
Suatu hari ia kecewa melihat cawatnya koyak tercabik-cabik
oleh tikus. Maka ia terpaksa meminta-minta sebuah cawat
sebagai ganti dari penghuni desa. Ketika cawat yang satu ini
lagi juga dilubangi oleh tikus-tikus ia memelihara seekor
kucing. Ia tidak lagi diganggu tikus, tetapi sekarang,
kecuali meminta-minta untuk makan sendiri, ia juga harus
meminta-minta susu untuk kucingnya.

"Terlalu banyak kerja dengan minta-minta," pikirnya, "dan
terlalu membebani penghuni desa. Aku akan memelihara lembu."
Ketika mendapat lembu, ia harus minta jerami. "Lebih mudah
mengerjakan tanah di sekitar gubug," pikirnya. Tetapi
ternyata ini repot juga, karena hanya tinggal sedikit waktu
untuk bermeditasi. Maka ia mempekerjakan buruh untuk
menggarap tanahnya. Sekarang mengawasi para buruh menjadi
tugasnya, maka ia mengambil seorang istri, yang membagi
tugas ini dengan dia. Tidak lama kemudian, tentu saja, ia
menjadi salah seorang yang terkaya di desa.

Bertahun-tahun kemudian Guru kebetulan lewat dan heran
melihat kediaman seperti istana, di mana dulu ada gubug. Ia
berkata kepada salah seorang hamba: "Apakah ini dulu bukan
tempat tinggal seorang muridku?"

Sebelum mendapat jawaban, murid sendiri muncul. "Apa arti
semuanya ini, anakku?" tanya sang Guru.

"Tuan tidak mau percaya akan hal ini." kata orang itu.
"Tetapi memang tidak ada jalan lain untuk mempertahankan
cawatku."
Minibalanar - 07/06/2012 02:26 PM
#236

KEINGINAN RABBI EKUMENIS

Di Belfast, Irlandia, Imam Katolik, Pendeta Protestan dan
rabbi Yahudi, terlibat dalam debat teologi sengit. Tiba-tiba
malaikat nampak di antara mereka dan berkata: "Tuhan
menyampaikan berkat. Ajukanlah satu permohonan damai dan
permohonan itu akan dikabulkan oleh Yang Mahakuasa."

Pendeta berkata: "Biar semua orang Katolik lenyap dari pulau
indah ini. Lalu damai akan berkuasa."

Imam berkata: "Jangan ada satu orang Protestan tinggal di
bumi suci Irlandia ini. Ini akan mendatangkan damai kepada
pulau ini."

"Dan bagaimana engkau rabbi?" kata malaikat, "Apa engkau
tidak punya permohonan sendiri?"

"Tidak," kata rabbi. "Perhatikan permohonan dua tuan ini
saja dan aku akan senang sekali!"

--o000o--

Anak putra kecil: "Apakah Kristen Baptis agamamu?"
Anak putri kecil: "Tidak, kami ikut pro-setan lain."
Minibalanar - 07/06/2012 08:05 PM
#237

HUKUMAN BAGI ORANG SELIBAT

Ada seorang pertapa, yang hidup wadat dan menganggap suatu
tugas dalam hidupnya berjuang melawan seks dalam dirinya dan
orang lain.

Pada waktunya ia meninggal. Dan muridnya, yang tidak dapat
tahan karena terkejutnya, meninggal tidak lama kemudian.
Ketika murid sampai di dunia seberang sana, ia tidak percaya
apa yang ia lihat, di sana Gurunya yang tercinta dengan
wanita cantik sungguh luar biasa duduk di pangkuannya!

Rasa terkejut menyingkir, ketika ia mulai berpikir, bahwa
Gurunya itu menerima pahala karena taraknya menolak seks di
dunia. Ia mendekatinya dan berkata, "Guru yang tercinta,
sekarang aku tahu Tuhan itu adil, karena engkau diganjar di
surga oleh karena kekerasanmu di dunia."

Guru nampaknya gusar. "Dungu," katanya, "ini bukan surga,
dan aku tidak sedang diganjar - Ia ini sedang menjalani
hukuman."

--o000o--

Kalau sepatu cocok, kaki dilupakan; Kalau ikat pinggang
cocok, pinggang dilupakan; Kalau semua selaras, si aku
dilupakan. Lalu apa guna semua kekerasanmu itu?
Minibalanar - 07/06/2012 08:05 PM
#238

JAWABAN DEWI LAKSMI YANG TERTUNDA

Tidak ada gunanya doa kita dikabulkan kalau tidak dikabulkan
pada waktu yang tepat:

Di zaman India kuno banyak tenaga dicurahkan untuk upacara
Yeda yang dikatakan begitu ilmiah dalam pelaksanaannya,
hingga kalau para orang suci berdoa mohon hujan, tidak
pernah ada kekeringan. Demikianlah seseorang mencurahkan
usaha mau berdoa, sesuai dengan upacaranya, kepada dewi
kekayaan, Laksmi, dan mohon supaya dijadikan kaya.

Ia berdoa tanpa hasil sepanjang sepuluh tahun lamanya.
Sesudahnya setelah waktu berlalu, ia tiba-tiba melihat sifat
tipuan pada kekayaan itu dan memilih hidup sebagai petapa di
pegunungan Himalaya.

Ia duduk bermeditasi pada suatu hari, dan ketika ia membuka
matanya ia melihat di depannya luar biasa seorang wanita
cantik, gemilang dan gemerlapan seakan-akan ia terbuat dari
emas.

"Siapa engkau itu dan engkau berbuat apa di sini?" tanyanya.

"Aku ini dewi Laksmi, yang kau hormati dengan mendaras
kidung nyanyian selama duabelas tahun," kata sang wanita,
"Aku ini menampakkan diri untuk mengabulkan keinginanmu."

"Ah, sang dewi tercinta," seru orang itu. "Aku sekarang
sudah mendapat berkat bermeditasi dan kehilangan keinginanku
akan kekayaan. Engkau datang terlambat. Katakan, mengapa
engkau datang begitu lambat?"

"Untuk berkata kepadamu sebenarnya," jawab sang dewi, "Jika
ingat akan sifat upacara yang kaulakukan begitu setia,
engkau sepenuhnya pantas menjadi kaya. Tetapi, karena
cintaku kepadamu dan keinginanku akan kesejahteraanmu, maka
kutahan dulu."

Jika anda boleh pilih, maka yang anda utamakan pengabulan
permohonan anda atau rahmat tetap berdamai entah doa
dikabulkan atau tidak?
Minibalanar - 07/06/2012 08:06 PM
#239

KEKURANGAN SANG ILMUWAN

Dulu ada seorang ilmuwan, yang menemukan seni untuk
menciptakan kembaran dirinya begitu sempurna, hingga tidak
mungkin orang membedakan yang ciptaan dari pada yang asli.
Pada suatu hari ia mendengar, bahwa malaikat maut mencari
dia. Maka ia menciptakan selusin kembaran dari dirinya.
Malaikat bingung, tak bisa mengetahui, mana dari tigabelas
sosok di mukanya itu yang sang ilmuwan. Maka ia meninggalkan
mereka semua dan pulang ke surga.

Tetapi tidak lama, karena ia kenal kodrat manusia, Malaikat
kembali dengan akal pandai. Ia berkata, "Tuan memang seorang
genius, bisa berhasil menciptakan tiruan-tiruan dirimu
begitu sempurna. Namun aku menemukan suatu kesalahan dalam
karyamu, perkara kecil saja."

Ilmuwan segera muncul keluar dan berteriak: "Tidak mungkin.
Mana kesalahannya?"

"Tepat di sini," kata malaikat, dan ia mengambil sang
ilmuwan dari antara tiruannya dan dibawa pergi.
Minibalanar - 07/06/2012 08:06 PM
#240

LAILA DAN RAMA

Laila dan Rama saling mengasihi, tetapi terlalu miskin untuk
menikah sekarang. Mereka diam di berbagai desa terpisah oleh
sungai besar, yang didiami banyak buaya.

Pada suatu hari Laila mendengar, bahwa Rama sakit keras
tanpa ada yang merawat. Ia bergegas ke tepi sungai dan
mendesak tukang perahu, agar menyeberangkan dia, meskipun ia
tidak punya uang untuk membayarnya.

Tetapi tukang perahu jahat itu menolak, kalau ia tidak mau
tidur dengan dia malam itu. Wanita celaka ini memohon dan
mendesak, tetapi tidak berdaya. Maka karena putus-asa ia
setuju dengan syarat si tukang perahu.

Ketika ia akhirnya sampai ke tempat Rama, ia menemukannya
hampir mati. Tetapi ia tinggal bersama dia sebulan lamanya,
dan merawatnya sampai sembuh kembali. Pada suatu hari Rama
bertanya, bagaimana ia dapat menyeberangi sungai. Karena
tidak bisa berbohong kepada kekasihnya, ia menceritakan apa
nyatanya.

Ketika Rama mendengar ceritanya, ia menjadi marah sekali,
karena ia menilai keutamaan melebihi hidup. Ia mengusir dia
dari rumahnya dan tidak sudi melihat dia lagi.
Page 12 of 17 | ‹ First  < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > 
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya