BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya
Total Views: 2834 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 13 of 17 | ‹ First  < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > 

Minibalanar - 07/06/2012 08:09 PM
#241

"LOBAK ITU KEPUNYAANKU!"

Seorang perempuan tua meninggal dan dibawa ke Takhta Hakim
oleh para malaikat. Namun ketika Hakim memeriksa catatan, ia
tidak dapat menemukan tindakan cintakasih satu pun yang
dilakukannya kecuali sebuah lobak, yang pernah diberikannya
kepada pengemis kelaparan.

Tetapi demikian besar kekuatan satu tindakan cinta, hingga
lalu diputuskan, bahwa ia diangkat ke surga dengan kekuatan
lobak itu. Lobak itu dibawa ke muka hakim dan diberikan
kepadanya. Pada saat ia menyentuhnya lobak mulai naik
seperti ditarik oleh penggerak tak kelihatan, mengangkat
perempuan itu ke surga.

Datanglah seorang pengemis. Ia memegang pinggiran pakaiannya
dan diangkat bersama dia; orang ketiga berpegang pada kaki
pengemis itu dan ikut diangkat juga. Tidak lama sudah ada
deretan panjang orang-orang terangkat ke surga oleh lobak
itu. Dan mungkin aneh nampaknya, perempuan itu tidak merasa
beratnya orang itu semua, yang berpegangan pada dia;
nyatanya, karena ia memandang ke surga, ia tidak melihat
mereka.

Mereka meningkat semakin tinggi sampai mereka hampir
mendekati pintu gerbang surga. Pada waktu itu perempuan tadi
melihat ke bawah untuk terakhir kali melintaskan pandangnya
ke dunia dan melihat deretan orang di belakangnya.

Ia menjadi marah. Ia memerintahkan denqgan lambaian tangan
dan berteriak. "Pergi, pergi semua kamu. Lobak ini
kepunyaanku."

Karena melambaikan tangan itulah ia melepaskan lobak sesaat
saja - dan ia jatuh ke bawah membawa seluruh rombongan.

Hanya ada satu penyebab dari setiap kejahatan di dunia. "Itu
kepunyaanku."
Minibalanar - 07/06/2012 08:11 PM
#242

UPACARA PEMAKAMAN BAGI SI KURA-KURA

Anak kecil patah hati menemukan kura-kuranya berbaring di
atas punggungnya, diam tanpa gerak, di dekat kolam.

Ayahnya berusaha menghiburnya. "Jangan menangis, nak. Kami
akan mengatur pemakaman indah untuk si kura-kura. Kami akan
membuat peti kecil, dipelipit dengan kain sutera dan
menyuruh tukang untuk membuat nisan bagi makamnya, dengan
nama kura-kura diukir di dalamnya. Lalu kami akan
menempatkan bunga-bunga segar di atas makamnya setiap hari
dan pagar jeruji di sekelilingnya."

Si anak kecil mengusap air-matanya dan menjadi senang sekali
dengan rencana itu. Ketika semua sudah selesai, perarakan
dibentuk - ayah, ibu, pembantu dan anak pemimpin upacara
pemakaman - lalu mulai bergerak anggun menuju kolam untuk
mengambil kura-kura. Tetapi kura-kura itu hilang.

Tiba-tiba mereka melihat si kura-kura muncul dari kedalaman
kolam dan berenang keliling dengan gembira. Anak kecil
memandang sahabatnya itu penuh kecewa, lalu berkata: "Mari,
kita bunuh."

Sebetulnya bukan engkau, yang menarik perhatianku tetapi
sensasi, yang kuperoleh dengan mencintai engkau.
Minibalanar - 07/06/2012 08:12 PM
#243

MEMBELI KUPON LOTRE

Orang beragama saleh mengalami masa sulit. Maka ia mulai
berdoa cara berikut: "Tuhan, ingatlah tahun-tahun yang sudah
lewat aku mengabdi-Mu sebaik mungkin, tidak minta apa-apa
sebagai balasan. Sekarang aku sudah tua, bangkrut lagi.
Sekarang aku akan mohon kebajikan-Mu untuk pertama kalinya
di dalam hidup, dan aku yakin Engkau tidak akan berkata
Tidak: Biarlah aku putus lotre."

Hari - lewat- lalu minggu - lalu bulan. Tetapi tak terjadi
sesuatu. Akhirnya, hampir-hampir putus asa, ia berteriak
pada suatu malam. "Mengapa aku tak Kauberi kesempatan,
Tuhan?"

Ia tiba-tiba mendengar suara Tuhan menjawab, "Berilah aku
kesempatan dulu! Mengapa engkau tidak membeli kupon lotre?"
Minibalanar - 07/06/2012 08:14 PM
#244

NELAYAN MENJADI ORANG SUCI

Pada suatu malam seorang nelayan menyelinap di kebun orang
kaya dan menebarkan jalanya dalam kolam penuh ikan. Si
pemilik mendengarnya dan menyuruh peronda mengejar dia.

Ketika melihat orang banyak mencari dia ke mana-mana dengan
obor menyala, si nelayan cepat-cepat melumasi tubuhnya
dengan debu dan duduk di bawah pohon, seperti kebiasaan
orang-orang suci di India.

Pemilik dengan para perondanya tidak bisa menemukan pencuri,
meskipun dicari sampai lama. Yang ditemukan hanya seorang
suci, berlumuran debu duduk di bawah pohon tenggelam dalam
renungan.

Hari berikutnya tersiar kabar di mana-mana, bahwa seorang
bijak agung bermaksud tinggal menetap di halaman orang kaya
tadi. Orang berdatangan membawa bunga dan buah-buahan dan
makanan, dan bahkan banyak uang untuk menyampaikan hormat
bakti, karena ada kepercayaan bahwa derma, yang diberikan
kepada orang suci, menurunkan berkat Tuhan kepada pemberi.

Si nelayan jadi orang bijaksana, heran akan nasibnya yang
baik. "Lebih gampang cari nafkah dari kepercayaan
orang-orang ini daripada bekerja tangan," katanya kepada
dirinya. Maka ia terus merenung-renung dan tidak ingin
kembali bekerja lagi.
Minibalanar - 07/06/2012 08:14 PM
#245

OOM YORIS?

Lagi-lagi pengandaian:

Sepasang suami-istri pulang dari pemakaman Oom Yoris, yang
hidup bersama mereka duapuluh tahun lamanya dan merupakan
beban begitu rupa hingga hampir berakhir menghancurkan
perkawinan mereka.

"Ada sesuatu yang ingin kukatakan kepadamu, bu," kata suami,
"Jika tidak demi cintaku kepadamu, aku tidak mau tinggal
bersama Oom Yorismu satu hari saja."

"Aku punya Oom Yoris!" teriaknya gemetar, "Aku kira, Oom
Yoris itu punyamu!"
Minibalanar - 07/06/2012 08:16 PM
#246

PENDAPATAN DAN PELEPASAN

Dua rahib mengadakan perjalanan. Yang satu mengikuti
spiritualitas "pendapatan," yang lain lebih percaya akan
"pelepasan." Sepanjang hari mereka berdiskusi tentang
spiritualitas masing-masing, sampai malam mereka tiba di
pinggir sungai.

Kini yang percaya akan "pelepasan" tidak membawa uang, Ia
berkata: "Kami tidak bisa membayar tukang perahu untuk
menyeberangkan kami, tetapi mengapa memikirkan tubuh. Kami
bermalam di sini menyanyikan kemuliaan Tuhan, dan esok kami
pasti menemukan orang baik hati, yang akan membayar ongkos
penyeberangan kami..'

Yang lain berkata: "Di sisi sungai ini tidak ada desa, tidak
ada dukuh, gubug atau pondok. Kami akan ditelan binatang
buas atau digigit ular atau mati kedinginan. Di sisi sungai
lain kami akan bisa bermalam aman dan enak. Aku punya uang
untuk membayar tukang perahu."

Setelah mereka aman di sisi sungai lainnya, ia membuktikan
kepada temannya: "Tahu engkau, nilainya menyimpan uang? Aku
dapat menyelamatkan hidupmu dan hidupku. Apa yang terjadi
pada kita, seandainya aku ini orang pengikut "pelepasan"
seperti engkau."

Yang lain menjawab: "Karena engkau ikut pelepasan, maka
itulah yang menyeberangkan dan menyelamatkan kita, sebab
engkau membagi uangmu untuk membayar tukang perahu, bukan?
Apalagi karena tidak punya uang dalam kantongku, kantongmu
menjadi kepunyaanku Kulihat, aku tidak pernah kekurangan,
aku selalu dicukupi."
Minibalanar - 07/06/2012 08:16 PM
#247

"SAYA DAPAT MENYEMBUHKAN RADANG PARU-PARU"

Seorang wanita menderita sakit demam keras, dan semua obat
yang diberikan oleh dokter tidak dapat meringankan sakitnya.

"Tidak dapatkah dokter melakukan sesuatu yang dapat
menyembuhkan saya?" tanya wanita itu putus asa.

"Saya mempunyai satu usul," kata dokter itu. "Pulanglah,
mandilah dengan air panas. Lalu sebelum mengeringkan diri,
berdirilah di tempat aliran angin, telanjang bulat."

"Itu akan menyembuhkan saya?" tanyanya terkejut.

"Tidak, tetapi itu akan membuatmu sakit radang paru-paru. Dan
saya dapat menyembuhkannya."

Pernahkah terjadi pada diri anda, guru anda menawari anda
obat suatu penyakit yang disebabkan olehnya?
Minibalanar - 07/06/2012 08:16 PM
#248

CHING MEMBUAT SEBUAH BINGKAI LONCENG

Seorang pengukir bernama Ching menyelesaikan pekerjaan pada
sebuah bingkai loncenqg. Setiap orang melihat mengaguminya,
karena rupanya itu seperti karya roh halus. Ketika Pangeran
di Lu melihat itu, ia bertanya: "engkau itu genius macam
apa, engkau dapat membuat barang seperti itu?"

Pengukir menjawab: "Duli tuanku, aku ini hanya seorang
pekerja biasa. Saya bukan genius. Tetapi ada sesuatu. Kalau
aku membuat bingkai lonceng, aku bermeditasi selama tiga
hari untuk menenangkan pikiranku. Kalau sudah meditasi tiga
hari, aku tidak lagi berpikir tentang pahala atau upah.
Kalau aku bermeditasi lima hari, aku tidak lagi memikirkan
pujian atau celaan, keterampilan atau kelambanan. Kalau aku
bermeditasi tujuh hari aku tiba-tiba lupa anggota lain
tubuhku; ya, aku lupa diriku sendiri. Aku tidak sadar lagi
akan istana dan alam sekitarnya. Hanya pribadiku saja tetap
tinggal. Dalam keadaan itu aku masuk hutan, dan memeriksa
setiap pohon, sampai aku temukan satu, di mana kulihat
bingkai lonceng sempurna. Lalu tanganku mengerjakan tugas.
Setelah menyisihkan diriku, kodrat bertemu kodrat dalam
karya yang dilakukan melalui aku. Inilah kiranya yang
menyebabkan setiap orang berkata, bahwa hasil yang
terselesaikan itu karya para roh halus."

Kata seorang pemain biola terkenal tentang suksesnya dalam
memainkan Violin Concerto karya Beethoven. "Aku punya musik
hebat, biola hebat, dan alat gesek hebat. Apa yang
kuperlukan hanya mempertemukan mereka itu dan aku sendiri
menyingkir."
Minibalanar - 07/06/2012 08:19 PM
#249

CONFUCIUS MENGENAI PEMERINTAHAN YANG BAIK

Pada suatu ketika seorang murid berkata kepada Confucius,
"Apakah unsur-unsur dasar untuk suatu pemerintahan yang
baik?"

Ia menjawab, "Makanan, senjata dan kepercayaan rakyat."

"Tetapi," lanjut murid itu, "kalau anda dipaksa untuk
melepaskan salah satu dari ketiga unsur itu, mana yang akan
anda lepaskan?"

"Senjata."

"Dan kalau anda harus melepaskan satu lagi dari dua yang
masih tinggal?"

"Makanan."

"Tetapi tanpa makanan rakyat akan mati!"

"Sejak dahulu, kematian merupakan bagian hidup manusia.
Tetapi rakyat yang tidak lagi mempercayai para pemimpinnya,
sungguh celaka."
Minibalanar - 07/06/2012 08:19 PM
#250

"INI SATU"

Seorang petani memutuskan bahwa sudah waktunya ia menikah.
Maka ia pergi ke kota naik keledainya untuk mencari istri.
Pada waktunya ia menemukan seorang wanita, yang menurut
pikirannya akan menjadi istri yang baik, dan mereka menikah.

Sesudah upacara, mereka berdua mengendarai keledai itu dan
kembali ke tempat pertanian mereka. Sesudah beberapa saat
keledai itu berhenti dan tidak mau berjalan lagi. Petani itu
turun dan mulai memukuli keledai itu dengan batang besar,
sampai keledai itu mau berjalan lagi.

"Ini satu," kata petani itu.

Beberapa kilometer kemudian, keledai itu berhenti lagi dan
sekali lagi petani itu turun dan memukuli keledai itu sampai
mau berjalan lagi. "Ini dua," kata petani itu.

Beberapa kilometer kemudian, keledai itu berhenti lagi untuk
ketiga kalinya. kali ini petani itu turun, menurunkan
istrinya, mengambil pistolnya dan menembak kepala keledai
itu hingga mati seketika.

"Kau tolol, bengis," teriak istrinya. "Keledai itu binatang
yang kuat, baik dan berguna untuk usaha pertanian kita. Dan
dalam ledakan amarahmu, kaubinasakan dia. Seandainya saya
tahu bahwa engkau orang yang tidak punya hati, saya tidak
pernah akan nikah dengan engkau ..." dan seterusnya, sampai
kira-kira sepuluh menit.

Petani itu terus mendengarkannya sampai ia berhenti. Lalu ia
berkata, "Ini satu."

Kisah selanjutnya, sesudah itu mereka hidup bahagia.
Minibalanar - 07/06/2012 08:20 PM
#251

TERPAKSA MENGGUNAKAN OTAK

Dengan bantuan PETUNJUK PEMAKAIAN seorang wanita selama
berjam-jam mencoba merakit alat rumah tangga yang rumit,
yang baru saja ia beli. Akhirnya ia menyerah dan membiarkan
bagian-bagian alat itu terserak di meja dapur.

Bayangkan betapa ia terkejut ketika beberapa jam kemudian ia
kembali dan menemukan alat itu sudah dirakit oleh
pembantunya dan bekerja dengan sempurna.

"Bukan main, bagaimana engkau mengerjakannya?" serunya.

"Ah ibu, kalau orang tidak dapat membaca, dia terpaksa
menggunakan otaknya," jawabnya tenang.
Minibalanar - 07/06/2012 08:21 PM
#252

DOA TUKANG SEPATU

Seorang tukang tambal sepatu datang kepada rabbi Ishak dari
Ger dan bertanya: "Katakan kepadaku, apa yang harus
kulakukan dengan doa pagiku. Pelangganku itu orang-orang
miskin, yang hanya punya sepasang sepatu. Aku menerima
sepatu mereka sudah terlampau petang, dan mengerjakannya
sepanjang malam; waktu fajar pekerjaan masih ada,
kalau-kalau pelanggan mau mendapat kembali sepatunya sebelum
berangkat bekerja. Sekarang pertanyaanku: Bagaimana tentang
doa pagiku?"

"Apa yang kaulakukan sampai sekarang?" tanya rabbi.

"Sesekali aku cepat-cepat menyelesaikan doaku dan lalu
kembali bekerja, tetapi kemudian aku merasa salah. Kali lain
kulewatkan waktu doa. Tetapi aku juga merasa kehilangan
sesuatu, dan kadang-kadang saja, kalau aku mengangkat palu
dari sepatu, aku hampir mendengar hatiku mendesah: 'Orang
celaka aku ini, bahwa aku tidak mampu melakukan doa
pagiku.'"

Kata sang rabbi: "Seandainya aku Tuhan, aku akan menghargai
desahan itu lebih daripada doa."
Minibalanar - 07/06/2012 08:21 PM
#253

DUA BERSAUDARA YANG SALING MENCINTA

Dua bersaudara, yang seorang membujang, yang lain kawin,
punya ladang, dengan subur menghasilkan limpah gandum.
Separuh diberikan kepada saudara yang satu dan separuhnya
kepada yang lain.

Semua berjalan baik pada awal. Lalu, terkadang saja, orang
yang kawin mulai bangun terjaga dari tidurnya di waktu malam
dan berpikir. Ini tidak adil. Saudaraku tidak kawin dan ia
mendapatkan separoh hasil ladang. Di sini aku dengan Istri
dan lima anak, jadi aku terjamin aman di masa tua. Tetapi
siapa yang menjaga saudaraku celaka nanti, kalau ia jadi
tua? Ia harus menyimpan lebih banyak bagi masa depan
daripada sekarang, maka kebutuhannya jelas lebih besar dari
pada saya.

Dengan ini ia bangun tidur, diam-diam menyelinap ke tempat
saudaranya dan memasukkan sekarung gandum dalam lumbung
saudaranya.

Si bujang mendapatkan ilham sama di waktu malam juga.
Kadang-kadang ia bangun dari tidurnya dan berkata pada
dirinya: "Ini jelas tidak adil. Saudaraku punya istri dan
lima anak dan ia mendapat separoh hasil tanah. Dan aku tidak
punya tanggungan selain diriku sendiri. Maka tidak wajar
saudaraku miskin, karena kebutuhannya jelas lebih besar dari
saya, harus menerima tepat sama seperti saya." Lalu ia
keluar dari tempat tidurnya dan memasukkan sekarung gandum
di lumbung saudaranya.

Pada suatu hari mereka bangun tidur pada waktu sama, dan
lari bertabrakan, masing-masing menggendong sekarung gandum!

Bertahun-tahun kemudian, sesudah mati, kisah itu
diketemukan. Maka ketika orang sekota itu mau membangun
kenisah mereka memilih tempat, di mana dua saudara bertemu,
sebab mereka tidak bisa memikirkan tempat lain di kota, yang
lebih suci daripada itu.

Perbedaan penting dalam agama itu bukan antara yang
beribadah dan mereka yang tidak beribadah tetapi antara
mereka yang mencinta dan yang tidak.
Minibalanar - 07/06/2012 08:22 PM
#254

FILSUF YANG TELAH BANGKIT

Ahli filsuf kuno, sudah mati berabad-abad, diberi tahu,
bahwa ajarannya ditafsirkan salah oleh wakil-wakilnya.
Karena orang itu giat memperjuangkan kebenaran, ia mendapat,
setelah banyak usaha, rahmat untuk kembali ke dunia beberapa
hari.

Beberapa hari lamanya ia bisa meyakinkan para pengganutnya
tentang identitasnya. Setelah itu terjadi, mereka segera
kehilangan segala minat akan apa yang dikatakan, dan minta
agar ia menerangkan kepada mereka rahasia bisa kembali hidup
dari kubur.

Hanya setelah usaha besar ia akhirnya meyakinkan mereka,
bahwa tidak mungkin ia membuka rahasia itu, dan bahwasanya
jauh lebih penting bagi kesejahteraan umat manusia, kalau
mereka kembali pada ajarannya murni seperti semula.

Usaha sia-sia! Yang dikatakan kepadanya ialah, "Apakah kamu
tidak tahu, bahwa yang penting itu bukan ajaranmu, tetapi
tafsir kami tentang ajaranmu? Sesungguhnya, engkau hanya
burung lewat, sedang kami tinggal di sini selamanya."

Ketika Budha mati, sekolah-sekolah bermunculan.
Minibalanar - 07/06/2012 08:22 PM
#255

GETARAN HATI SI PENCARI KEBENARAN

... dan hati yang tak kenal takut.

Ada ketukan keras di hati si 'pencari'

"Siapa?" tanya 'pencari' yang takut itu.

"Saya, Kebenaran" datang jawaban.

"Jangan edan," kata 'pencari.' "Kebenaran berbicara dalam
diam."

Itulah cara efektif untuk menghentikan ketukan - untuk
melegakan 'pencari.'

Apa yang tidak ia ketahui adalah bahwa ketukan itu
disebabkan oleh getaran hati yang penuh ketakutan.

Kebenaran yang membebaskan kita hampir selalu kebenaran yang
tidak mau kita dengar.

Maka bila kita berkata sesuatu tidak benar, apa yang terlalu
sering kita maksudkan adalah: "Saya tidak senang itu."
Minibalanar - 07/06/2012 08:22 PM
#256

HUKUM TENTANG BUAH-BUAHAN

Di negara tandus pohon itu jarang, dan buah sulit ditemukan.
Dikatakan, bahwa Tuhan ingin membuktikan bahwa ada cukup
bagi setiap orang. Maka Ia menampakkan diri kepada seluruh
nabi dan berkata: "Inilah perintahku kepada seluruh bangsa
sekarang dan untuk keturunan selanjutnya; tidak boleh orang
makan lebih dari satu buah sehari. Catatlah ini dalam Kitab
Suci. Barangsiapa melanggar hukum ini akan dianggap berdosa
terhadap Allah dan terhadap umat manusia."

Hukum ditaati berabad-abad sampai para ilmuwan menemukan
sarana untuk mengubah tanah tandus menjadi padang hijau.
Tanah itu kaya gandum dan segala kebutuhan hidup. Dan
pohon-pohon tertunduk berat kepada buah yang tidak dipetik.
Tetapi hukum satu buah tetap diperintahkan oleh pemerintah
negara dan agama di Tanah itu.

Orang yang menunjuk pada dosa melawan perikemanusiaan,
karena membiarkan buah membusuk di tanah, dipandang sebagai
seorang penghojat dan musuh hukum moral. Orang yang
mempertahankan kebijaksanaan sabda suci Tuhan Allah, itu
dihinggapi roh kesombongan karena pikiran, kata orang, dan
kurang mempunyai jiwa iman dan ketaatan di mana hanya
kenyataan bisa diperoleh.

Di gereja-gereja kerap disampaikan khotbah-khotbah, di mana
mereka yang melanggar hukum digambarkan sengsara pada
akhirnya. Tidak pernah disinggung-singgung tentang jumlah
sama, yang juga sengsara pada akhirnya, meskipun mereka
setia menepati hukum atau tentang jumlah besar mereka, yang
hidup sejahtera meskipun melanggarnya.

Tak ada yang dapat diperbuat untuk mengubah hukum, karena
nabi yang menyatakan menerima itu dari Tuhan, sudah lama
meninggal. Ia mungkin mempunyai keberanian dan rasa wajar
untuk mengubah hukum, karena keadaan sudah berubah, sebab ia
menganggap sabda Tuhan bukan sebagai sesuatu yang harus
dihormati, melainkan harus dipakai demi kesejahteraan umat
manusia.

Akibatnya, ada orang terang-terangan mencemoohkan hukum dan
Tuhan serta Agama. Ada lain yang melanggarnya diam-diam, dan
selalu dengan rasa berbuat salah. Sebagian besar mereka
menaatinya secara ketat dan merasa dirinya suci hanya karena
mereka berpegang teguh pada kebiasaan tanpa arti dan
ketinggalan zaman, yang takut mereka buang.
Minibalanar - 07/06/2012 08:23 PM
#257

SUPAYA KUAT SATU JAM

Ketua seksi kewanitaan sedang menerima mahasiswi-mahasiswi
baru di perguruan Tinggi dan merasa cocok untuk menyinggung
masalah moralitas seksual.

"Dalam saat-saat godaan, ajukanlah satu pertanyaan kepada
dirimu sendiri: apakah satu jam merasa nikmat pantas dibayar
dengan rasa malu sepanjang hidup?"

Pada akhir ceramah ia memberi kesempatan kepada para
pendengar untuk mengajukan pertanyaan. Seorang dari antara
gadis-gadis itu dengan sedikit takut mengacungkan tangannya
dan berkata, "Bagaimana caranya bermain seks selama satu
jam?"


Minibalanar - 07/06/2012 08:23 PM
#258

SOKRATES DI PASAR

Sokrates, seorang filsuf sejati, yakin bahwa orang yang
bijaksana dengan sendirinya akan hidup sederhana. Ia sendiri
tidak memakai sepatu; namun ia terus-menerus tertarik oleh
keramaian pasar dan sering pergi ke sana untuk melihat
segala macam barang yang dipertontonkan.

Ketika salah seorang kawannya bertanya mengapa demikian,
Sokrates berkata, "Saya senang pergi ke sana untuk
mengetahui berapa banyak barang yang meskipun tidak
memilikinya, saya tetap gembira."

Hidup batin adalah tidak mengetahui apa yang engkau
kehendaki tetapi memahami yang tidak engkau butuhkan.
Minibalanar - 07/06/2012 08:24 PM
#259

SOYEN SHAKU TERTIDUR

Sang Guru Soyen Shaku wafat pada usia enam puluh satu tahun,
tetapi tidak sebelum ia menyelesaikan tugas yang diserahkan
kepadanya - ia mewariskan pengajaran yang lebih beragam dan
tinggi daripada sebagian terbesar guru-guru Zen. Diceritakan
bahwa murid-muridnya kadang-kadang tidur sesudah makan siang
karena merasa lesu dalam musim panas. Meskipun ia sendiri
tidak pernah membuang waktu barang satu menit pun, Soyen
tidak pernah mengatakan satu patah kata pun mengenai
kelemahan murid-muridnya ini.

Pada usia dua belas tahun? ia sudah mempelajari
ajaran-ajaran filsafat sekolah Tendai. Pada suatu hari di
musim panas, suhu begitu tinggi dan udara melelahkan,
sehingga Soyen yang masih kecil karena melihat bahwa gurunya
sedang pergi, menggeletak dan tidur pulas selama tiga jam.
Ia baru bangun karena terkejut, ketika ia mendengar gurunya
masuk. Namun sudah terlambat. Ia terbaring di lantai,
badannya membujur di depan pintu.

"Maafkan aku, maafkan aku," bisik gurunya yang dengan sangat
hormat melompati tubuh Soyen yang terbujur itu, seolah-olah
tubuh seorang tamu yang sangat terhormat. Sesudah itu Soyen
tidak pernah tidur lagi pada siang hari.
Minibalanar - 07/06/2012 08:24 PM
#260

SEBIDANG TANAH MILIK SEORANG QUAKER

Seorang Quaker memasang sebuah pengumuman di atas tanah
kosong dekat rumahnya: TANAH INI AKAN DIBERIKAN KEPADA SIAPA
SAJA YANG SUNGGUH TELAH KESAMPAIAN."

Seorang petani kaya yang lewat di tempat itu berhenti untuk
membaca pengumuman itu dan berkata kepada dirinya sendiri,
"Karena kawanku si Quaker itu telah siap melepaskan sebidang
tanah itu, mungkin baik kalau saya memintanya sebelum
didahului oleh orang lain. Saya seorang kaya yang mempunyai
segala sesuatu yang saya butuhkan, jadi saya memenuhi
syarat."

Dengan itu ia mengetuk pintu dan mengemukakan maksudnya.
"Adakah tuan sungguh-sungguh telah 'sampai '?" kata Quaker
itu.

"Sungguh, karena saya mempunyai segala sesuatu yang saya
butuhkan."

"Kawan," kata Quaker itu, "Kalau tuan sudah kesampaian,
mengapa tuan menginginkan tanah itu?"

Sementara orang lain berusaha keras mencari kekayaan, orang
yang sudah mengalami penerangan batin, yang sudah puas
dengan yang ada padanya, memiliki tanpa berjuang keras.

Karena merasa puas dengan yang sedikit mereka kaya seperti
raja-raja. Raja sendiri adalah seorang miskin kalau
kerajaannya tidak cukup baginya.
Page 13 of 17 | ‹ First  < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > 
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya