BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya
Total Views: 2834 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 15 of 17 | ‹ First  < 10 11 12 13 14 15 16 17 > 

Minibalanar - 07/06/2012 08:54 PM
#281

RYONEN SEORANG PETAPA BUDDHA

Ryonen, seorang petapa Buddha dilahirkan pada tahun 1779. Ia
adalah cucu Shingen, seorang prajurit terkenal. Ia dianggap
sebagai seorang yang tercantik di seluruh Jepang, sekaligus
seorang penyair berbakat besar. Maka sejak usia tujuh belas
tahun ia telah dipilih menjadi pelayan istana. Di situ
tumbuh dengan hangat rasa cintanya yang mendalam kepada Ratu
Putri. Ternyata Ratu Putri wafat secara mendadak. Ryonen
memperoleh pengalaman batin yang sangat mendalam: ia menjadi
benar-benar sadar bahwa segala sesuatu akan berlalu. Pada
saat itulah ia memutuskan untuk mempelajari Zen.

Akan tetapi keluarganya tidak mau tahu. Mereka memaksa
untuk menikah. Namun Ryonen menuntut agar mereka dan calon
suaminya berjanji, sesudah ia melahirkan tiga anak bagi
suaminya, ia bebas untuk menjadi petapa. Syarat ini
dipenuhi ketika ia berusia dua puluh lima tahun. Pada waktu
itu baik bujukan suaminya maupun semua hal lain di dunia
tidak dapat menghalanginya untuk melaksanakan ketetapan
hatinya. Ia mencukur rambutnya, mengambil nama Ryonen (yang
artinya memahami dengan jelas) dan mulai pencariannya.

Ia sampai ke kota Edo dan memohon kepada Guru Tetsugyu untuk
menjadi muridnya. Guru itu memandangnya sekilas dan
menolaknya karena ia terlalu cantik. Maka ia pergi ke Guru
yang lain yang bernama Hakuo. Ia ditolak dengan alasan yang
sama: kecantikannya, kata Guru itu, hanya akan menjadi
sumber masalah. Maka Ryonen membakar wajahnya dengan besi
panas dan dengan demikian merusakkan kecantikannya seumur
hidupnya. Ketika ia kembali menghadap Hakuo ia diterima
sebagai murid.

Untuk mengenang pengalaman itu Ryonen menulis sebuah puisi
di balik sebuah kaca kecil:

Sebagai hamba Ratu Putri
aku membakar dupa
untuk mengharumkan pakaianku yang indah
Sekarang sebagai pengemis tak berumah
aku membakar wajahku
untuk memasuki dunia Zen.

Ketika ia menyadari bahwa saatnya telah tiba untuk
meninggalkan dunia ini ia menulis puisi lagi:

Enam puluh kali mata ini telah memandang
keindahan musim gugur ...
Tak usahlah menginginkan lebih daripada itu.
Hanya dengarlah suara gemerisik
pohon-pohon cemara
saat angin tak berhembus.
Minibalanar - 07/06/2012 08:55 PM
#282

DILEMMA PRESIDEN TAFT

Presiden Amerika Serikat, William Howard Taft sedang santap
malam ketika putranya yang bungsu mengatakan sesuatu yang
tidak hormat mengenai ayahnya.

Semua orang terkejut atas keberanian anak itu dan seluruh
ruangan menjadi sangat sepi.

"Apakah bapak tidak akan menghukumnya?," tanya nyonya Taft.

"Kalau ucapan itu ditujukan kepada saya selaku ayah, jelas
ia akan dihukum," jawabnya. "Akan tetapi kalau ucapan itu
ditujukan kepada saya sebagai Presiden Amerika Serikat, anak
itu mempunyai hak yang dijamin oleh undang-undang."

Mengapa seorang ayah harus dikecualikan dari kritik yang
baik untuk seorang Presiden?
Minibalanar - 07/06/2012 08:55 PM
#283

NASRUDDIN MENDINAMIT PUNGGUNGNYA

Tidak mungkin membantu orang lain tanpa membantu diri
sendiri, atau merugikan orang lain tanpa merugikan dirinya
sendiri.

Nasruddin sedang bersungut-sungut terhadap dirinya sendiri
ketika kawannya bertanya apa yang ia risaukan.

Nasruddin berkata, "Ahmad yang goblok itu selalu menabok
punggung saya setiap kali ia melihat saya. Maka hari ini
saya menaruh satu dinamit di bawah jaket saya. Kalau kali
ini ia menabok saya ia akan kehilangan tangannya!"
Minibalanar - 07/06/2012 08:55 PM
#284

NONOKO DAN PENCURI

Nonoko adalah seorang Guru Zen tua yang hidup sendiri di
salah satu pondok di kaki sebuah gunung. Pada suatu malam
ketika ia sedang bermeditasi, masuklah seorang asing ke
dalam pondoknya sambil mengacungkan pedang ke arahnya,
meminta uangnya. Nonoko tidak menghentikan meditasinya
sementara ia berkata kepada orang itu: "Semua uang saya ada
di dalam mangkuk pada rak di atas sana. Ambillah semua yang
kauinginkan, tetapi sisakan lima yen untuk saya. Minggu
depan saya harus membayar pajak."

Orang asing itu mengambil semua uang yang ada di dalamnya
dan mengembalikan lagi lima yen ke dalamnya. Ia juga
mengambil jambangan yang sangat berharga yang terletak di
rak.

"Bawalah jambangan itu dengan hati-hati," kata Nonoko.
"Jambangan itu mudah pecah."

Orang asing itu sekali lagi melihat sekeliling ruangan kecil
yang kosong dan akan segera pergi.

"Engkau belum mengucapkan terima kasih," kata Nonoko.

Orang itu mengucapkan terima kasih dan pergi.

Hari berikutnya seluruh desa ribut. Banyak orang mengatakan
bahwa mereka dirampok. Seseorang melihat jambangan tidak ada
lagi pada rak di dalam pondok Nonoko dan bertanya apakah ia
pun menjadi kurban perampokan. "Tidak," kata Nonoko. "Saya
memberikan jambangan itu kepada seorang asing, dengan
sejumiah uang. Ia mengucapkan terima kasih kepada saya dan
pergi. Ia seorang yang menyenangkan, hanya sedikit sembrono
dengan pedangnya!"
Minibalanar - 07/06/2012 08:57 PM
#285

ORANG MATI TIDAK BICARA

Mamiya menjadi seorang Guru Zen yang terkenal. Namun ia
harus belajar Zen melalui jalan yang sulit. Ketika ia masih
menjadi murid Gurunya minta kepadanya untuk menerangkan
suara satu tangan yang bertepuk.

Mamiya mengusahakan segala-galanya, sedikit makan dan tidur
supaya ia dapat memberikan jawaban yang benar. Akan tetapi
Gurunya tidak pernah merasa puas. Bahkan pada suatu hari ia
berkata kepadanya, "Engkau tidak cukup bekerja keras. Engkau
terlalu suka bersenang-senang; terlalu terikat kepada
hal-hal yang baik dalam hidup ini; bahkan terlalu ingin
menemukan jawaban secepat mungkin. Mungkin lebih baik kalau
engkau mati."

Saat lain ketika menghadap Gurunya, Mamiya melakukan sesuatu
yang mentakjubkan, ketika diminta untuk menerangkan suara
satu tangan yang bertepuk, ia menjatuhkan diri dan tinggal
diam seolah-olah ia sudah mati.

Kata Guru, "Baik. Jadi engkau mati. Tetapi bagaimana dengan
suara satu tangan yang bertepuk?"

Sambil membuka matanya, Mamiya menjawab, "Saya belum dapat
memecahkan masalah yang satu itu."

Mendengar itu Gurunya berteriak marah, "Tolol! Orang mati
tidak berbicara. Pergi!"

Mungkin engkau tidak mengalami penerangan batin, namun
sekurang-kurangnya engkau dapat konsisten.
Minibalanar - 07/06/2012 08:57 PM
#286

ORANG SUCI MEMBERI MAKAN ANJING

Pada suatu ketika, adalah seorang suci yang hidup dalam
puncak pengalaman batin akan tetapi semua orang
menganggapnya gila. Pada suatu hari sesudah meminta-minta
makanan di desa, ia duduk di pinggir jalan dan mulai makan.
Ketika itu seekor anjing datang. Anjing itu memandanginya
dan kelihatan sangat lapar. Orang suci itu lalu memberi
makan anjing itu. Ia makan sepotong, lalu memberikan
sepotong kepada anjing itu, seolah-olah keduanya adalah
kawan lama. Dalam waktu sebentar saja orang banyak datang
mengelilingi keduanya dan melihat pemandangan yang aneh ini.

Salah seorang dari antara mereka mengejek orang suci itu. Ia
berkata kepada yang lain, "Apakah yang dapat kalian harapkan
dari orang segila ini, yang bahkan tidak dapat membedakan
manusia dari anjing?"

Orang suci itu menjawab, "Mengapa engkau tertawa? Tidakkah
kaulihat Vishnu yang duduk dengan Vishnu? Vishnu diberi
makan dan Vishnu yang memberi makan. Jadi mengapa engkau
tertawa, oh Vishnu?"
Minibalanar - 07/06/2012 08:58 PM
#287

"PASTOR SELALU TAHU!"

Hari itu adalah hari ulang tahun pastor paroki dan anak-anak
datang membawa salam dan hadiah ulang tahun.

Pastor menerima hadiah yang terbungkus dari Maria dan
berkata, "Ah, saya tahu kau bawakan aku sebuah buku" (Ayah
Maria mempunyai toko buku di kota).

"Ya, bagaimana pastor tahu?"

"Pastor selalu tahu!"

"Dan kau Tommy, membawakan saya sebuah baju panas," kata
pastor sambil mengambil bingkisan yang dibawa oleh Tommy.
(Ayah Tommy adalah pedagang barang-barang wol) . "Benar.
Bagaimana pastor tahu?" "Ah, pastor selalu tahu."

Demikianlah seterusnya sampai pastor mengangkat kotak yang
dibawa oleh Bobby. Kertas pembungkusnya basah (Ayah Bobby
menjual anggur dan minuman keras) maka pastor berkata, "Saya
tahu kau membawakan saya sebotol scotch dan menumpahkannya
sedikit!" "Salah," kata Bobby, "ini bukan scotch." "kalau
begitu sebotol rum." "Salah lagi." Jari-jari pastor basah.
Ia menjilat salah satu jarinya, tetapi tetap tidak dapat
menebak. "Kalau begitu gin?" "Bukan," kata Bobby. "Saya
membawakan pastor seekor anak anjing!"
Minibalanar - 07/06/2012 08:58 PM
#288

PEDULI [APA]

Setiap bulan sang murid dengan setia mengirimkan laporan
mengenai kemajuan rohaninya kepada sang Guru.

Pada bulan pertama ia menulis, "Saya merasakan berkembangnya
kesadaran dan mengalami kesatuan saya dengan alam." Sang
Guru melihat sekilas catatan itu dan membuangnya.

Inilah yang ia katakan pada bulan berikutnya, "Akhirnya saya
menemukan bahwa yang ilahi hadir di dalam segala sesuatu."
Tampaknya sang Guru kecewa.

Dalam suratnya yang ketiga murid itu dengan penuh semangat
menerangkan "Rahasia Yang Satu dan yang banyak sudah
dinyatakan di hadapan pandangan saya yang penuh kekaguman."
Sang Guru menguap.

Surat berikutnya berkata, "Tidak seorang pun dilahirkan,
tidak seorang pun yang hidup dan tidak seorang pun mati,
karena diri sejati tidak ada." Sang Guru mengangkat
tangannya tanda kecewa.

Satu bulan lewat, dua bulan dan kemudian lima bulan,
kemudian satu tahun. Sang Guru berpikir, sekarang waktunya
untuk mengingatkan muridnya akan tugasnya memberi laporan
mengenai kemajuan rohaninya. Sang murid membalas, "Peduli
apa?" Ketika Sang Guru membaca kata-kata itu, tampak seluruh
wajahnya diliputi rasa puas. Ia berkata, "Syukurlah,
akhirnya ia sampai."

Bahkan keinginan yang terlalu besar akan kebebasan adalah
belenggu. Adakah engkau pernah sungguh merasa bebas, sampai
engkau tidak peduli lagi apakah engkau bebas atau tidak?
Hanya orang-orang yang sudah sampai yang sungguh-sungguh
bebas.
Minibalanar - 07/06/2012 08:58 PM
#289

PELAJARAN TENTANG SEKS

"Apa yang kauterima di sekolah hari ini?" tanya seorang ayah
kepada anaknya yang sudah remaja.

"Kami mendapat pelajaran mengenai seks," jawabnya.

"Pelajaran mengenai seks? Apa yang mereka katakan kepadamu?"

"Pertama-tama ada pastur yang mengatakan kepada kami mengapa
kita tidak boleh bermain-main dengan seks. Kemudian seorang
dokter mengajari bagaimana caranya tidak bermain-main dengan
seks. Akhirnya kepala sekolah berbicara mengenai di mana
kita tidak boleh bermain-main dengan seks."
Minibalanar - 07/06/2012 08:59 PM
#290

PENCURI DAN MASJID

Sesudah pesta, seorang Muslim kaya pergi ke masjid dan harus
melepaskan sepatunya yang mahal harganya dan meninggalkannya
di luar masjid.

"Betapa bodohnya saya," katanya kepada dirinya sendiri.
"Dengan meninggalkan sepatu di sini, saya memberi kesempatan
kepada orang untuk mencurinya. Saya akan dengan senang hati
memberikannya. Tetapi sekarang saya bertanggung jawab karena
menciptakan seorang pencuri."
Minibalanar - 07/06/2012 08:59 PM
#291

PENERANGAN BATIN ANAND

Anand adalah murid Buddha yang paling setia. Bertahun-tahun
sesudah kematian Buddha, direncanakan pertemuan agung
orang-orang yang sudah mengalami penerangan batin. Satu dari
antara murid-murid pergi untuk memberitahukan hal itu kepada
Anand.

Pada waktu itu Anand sendiri belum mengalami penerangan
batin, meskipun ia telah bekerja sekuat tenaga selama
bertahun-tahun. Maka ia tidak berhak hadir dalam pertemuan
agung itu.

Pada sore hari ketika pertemuan dimulai, ia belum menerima
penerangan batin itu sehingga ia bertekad melatih diri
sepanjang malam dan tidak berhenti sebelum ia mencapai yang
ia inginkan. Namun yang terjadi hanyalah bahwa ia kehabisan
tenaga. Kendati usahanya yang begitu besar, ia tidak
menunjukkan kemajuan sedikit pun.

Maka menjelang fajar, ia memutuskan untuk berhenti dan
sedikit beristirahat. Dalam keadaan seperti itu, ketika ia
sudah tidak serakah lagi, termasuk serakah dalam usaha
menerima penerangan batin, ia meletakkan kepalanya pada
sebuah bantal. Dan tiba-tiba ia mengalami penerangan batin.

Kata sungai kepada orang yang mencari: "Apakah orang memang
sungguh harus resah mengenai penerangan batin? Ke mana pun
saya berbelok, saya pulang menuju rumah."
Minibalanar - 07/06/2012 09:04 PM
#292

Renungan

Pengandaian itu mempengaruhi Penelitian.
Penelitian menghasilkan Keyakinan.
Keyakinan menimbulkan Pengalaman.
Pengalaman membuahkan Tindakan,
yang, pada gilirannya, menguatkan pengandaian.
Minibalanar - 07/06/2012 09:04 PM
#293

AHLI YANG MASIH MUDA

Sekitar tahun 1930 sebuah perusahaan Amerika mengirimkan
mesin ke Jepang.

Sebulan kemudian perusahaan itu menerima telegram: MESIN
TIDAK BEKERJA. KIRIMKAN ORANG UNTUK MEMPERBAIKINYA.

Perusahaan itu mengirim seseorang ke Jepang. Sebelum ia
mempunyai kesempatan untuk memeriksa mesin itu, perusahaan
itu menerima telegram yang kedua: ORANG YANG DATANG TERLALU
MUDA, KIRIMKAN YANG LEBIH TUA.

Perusahaan itu menjawab: LEBIH BAIK MENGGUNAKAN DIA. DIALAH
YANG MENEMUKAN MESIN.


ALLAH DAN ROTI

Ibu: "Tahukah engkau bahwa Allah ada di sana ketika engkau
mencuri roti dari dapur?"

"Ya"

"Dan Ia mengawasimu sepanjang waktu?"

"Ya"

"Kaupikir, apa yang Ia katakan kepadamu?"

"Ia berkata, 'Tidak ada orang lain di sini, hanya kita
berdua - ambillah dua'."
Minibalanar - 07/06/2012 09:05 PM
#294

ANGGOTA BADAN MELAWAN PERUT

Pada suatu ketika anggota-anggota tubuh merasa sangat berang
terhadap perut. Mereka semua iri karena mereka harus
menyediakan makanan dan membawanya ke perut, sementara perut
sendiri tidak berbuat lain kecuali mencerna hasil jerih
payah mereka.

Maka mereka memutuskan untuk tidak membawa lagi makanan ke
perut. Tangan tidak mau mengangkat makanan ke mulut. Gigi
tidak mau mengunyah lagi dan tenggorokan tidak mau menelan.
Ini akan memaksa perut untuk melakukan sesuatu.

Namun hasil keputusan mereka hanyalah tubuh yang lemah,
begitu lemah sampai mereka berada dalam bahaya mati.
Demikian akhirnya merekalah yang belajar bahwa dalam saling
membantu mereka sebenarnya bekerja untuk kebaikan mereka
sendiri.
Minibalanar - 07/06/2012 09:05 PM
#295

BAWA DIA KELUAR ATAU BANGUNKAN DIA

Alkisah, terjadilah kebakaran di suatu rumah di mana ada
seorang yang tidur sangat nyenyak.

Orang mencoba membawanya keluar melalui jendela. Tidak
dapat. Melalui pintu. Tidak dapat. Ia terlalu besar dan
berat.

Orang sudah hampir putus asa ketika ada seseorang yang
memberi saran, "Bangunkan dia, lalu ia dapat keluar sendiri."

Hanya penidur dan anak-anak perlu dipelihara. Bangun! Atau
jadilah dewasa!
Minibalanar - 07/06/2012 09:06 PM
#296

BATU AJAIB

Cobalah perhatikan yang senang mereka sebut tingkah laku
yang bebas dan bertanggung jawab, dan mungkin engkau akan
menemukan bahwa itu bukan tindakan yang sadar melainkan
gerakan seperti mesin ...

Alkisah, ketika Perpustakaan Pusat di Aleksandria terbakar,
yang tinggal hanyalah sebuah buku. Buku itu sangat biasa,
lusuh dan tidak menarik, maka dijual dengan harga beberapa
sen kepada seorang miskin yang hampir tidak dapat membaca.

Namun buku yang tampaknya lusuh dan tidak menarik itu
mungkin merupakan buku yang paling berharga di dunia, karena
pada bagian dalam sampul belakang tertulis beberapa kalimat
dalam huruf besar dan bulat, yang berisi rahasia mengenai
Batu Ajaib - sebutir batu kecil tipis yang dapat mengubah
segala sesuatu yang disentuhnya menjadi emas murni.

Tulisan itu mengatakan bahwa batu berharga itu terdapat di
pantai Laut Hitam, di antara beribu-ribu batu kecil yang
persis sama bentuknya. Yang membedakan Batu Ajaib dengan
batu-batu yang lain hanyalah ini: batu-batu lain kalau
disentuh, rasanya dingin, Batu Ajaib itu rasanya hangat,
seolah-olah hidup. Orang itu sangat bergembira karena nasib
baik itu. Ia menjual segala sesuatu yang ia miliki, meminjam
uang yang dapat dipakai selama satu tahun dan pergi ke Laut
Hitam. Di sana ia memasang kemah dan mulai mencari Batu
Ajaib itu dengan saksama.

Inilah cara ia bekerja: ia mengangkat sebutir batu, kalau
batu itu dingin, ia tidak melemparkannya kembali ke pantai
karena kalau demikian mungkin ia akan mengangkat dan
merasakannya berpuluh-puluh kali. Batu dingin itu ia
lemparkan ke laut. Demikian setiap hari selama berjam-jam
terus-menerus dengan tekun ia bertahan dalam usahanya:
mengangkat sebutir batu, kalau terasa dingin, melemparkannya
ke laut. Mengangkat yang lain ... demikian terus menerus
tidak pernah berhenti.

Satu minggu lewat, satu bulan, sepuluh bulan, satu tahun
penuh, ia terus bekerja. Lalu ia meminjam uang lagi dan
bertahan terus sampai dua tahun. Begitu ia terus bekerja:
mengangkat sebutir batu, merasakannya ... kalau terasa
dingin, melemparkannya ke dalam laut. Berjam-jam,
berhari-hari, berminggu-minggu ... masih belum menemukan
Batu Ajaib.

Pada suatu sore ia mengambil sebutir batu dan rasanya hangat
- dan karena kekuatan kebiasaannya, ia melemparkannya ke
Laut Hitam!
Minibalanar - 07/06/2012 09:06 PM
#297

BIARAWATI YANG MATI DENGAN PAKAIAN LAMA

Seorang biarawati tua yang sudah mencoba pakaian barunya
sedang berbicara mengenai penguburannya dengan pemimpinnya.

"Saya ingin dikubur dengan mengenakan pakaian yang lama,"
katanya.

"Tentu," kata pemimpinnya, "kalau engkau merasa lebih enak
dengan itu!"

Kalau diri sudah tidak ada, orang mati - dan seperti mayat,
orang merasa enak dalam apa saja.

Bagaimanapun, seseorang yang pikirannya sudah bulat untuk
tenggelam, tidak menuntut untuk diberi kain kering agar
tenggelamnya lebih menyenangkan.

Minibalanar - 07/06/2012 09:07 PM
#298

BUDDHA DAN PRASANJIT

Ketika Buddha masuk ke ibu kota Raja Prasanjit, Raja sendiri
keluar untuk menyambutnya. Ia adalah sahabat ayah Buddha dan
telah mendengar tentang penyangkalan diri pemuda itu. Maka
ia mencoba untuk membujuk Buddha supaya meninggalkan cara
hidup sebagai pengemis yang mengembara dan kembali ke
istana. Ia berpikir dengen demikian ia berbuat baik kepada
kawan lamanya.

Buddha menatap mata Prasanjit dan berkata, "Jawablah saya
dengan jujur. Dengan kesenangan lahiriahmu, adakah
kerajaanmu pernah memberikan kegembiraan barang sehari
kepadamu?"

Prasanjit menundukkan kepala dan diam.

Tidak ada kegembiraan yang lebih besar daripada tidak
mempunyai alasan untuk bersedih; tidak ada kekayaan yang
lebih besar daripada merasa puas dengan yang engkau miliki.
Minibalanar - 07/06/2012 09:08 PM
#299

CALVIN COOLIDGE YANG DIAM

Ketika Calvin Coolidge menjadi Presiden Amerika, setiap hari
ia menerima banyak tamu. Kebanyakan mereka menyampaikan
keluhan ini atau itu.

Pada suatu hari seorang Gubernur yang sedang berkunjung
mengatakan kepada Presiden, ia tidak mengerti bagaimana ia
dapat menerima begitu banyak tamu dalam beberapa jam saja.

"Bagaimana bapak dapat selesai menerima semua tamu pada
waktu makan malam," kata Gubernur, "sedang saya sering kali
harus tinggal di kantor sampai tengah malam."

"Tentu saja," kata Coolidge, "Karena bapak berbicara."
Minibalanar - 07/06/2012 09:09 PM
#300

DINAIKKAN ATAU DITURUNKAN

Dua truk diparkir bertolak belakang dan seorang pengemudi
truk sedang berjuang untuk mengangkat sebuah peti besar dari
truk yang satu ke truk yang lain.

Seorang lewat ketika melihat keadaan seperti itu menyediakan
diri untuk menolong. Maka kedua orang itu bekerja dan
berusaha sekuat tenaga selama lebih dari setengah iam, tanpa
hasil.

"Saya khawatir, pekerjaan kita tidak akan berhasil," kata
orang lewat itu. "Kita tidak akan pernah dapat menurunkannya
dari truk."

"Menurunkan!" seru pengemudi itu. "Masyaalah, saya tidak mau
menurunkan, saya mau menaikkan!"
Page 15 of 17 | ‹ First  < 10 11 12 13 14 15 16 17 > 
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya