BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya
Total Views: 2834 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 17 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›

Minibalanar - 15/02/2012 10:38 AM
#21

TEKNOLOGI MODERN

Suatu hari ketika pembicaraan beralih ke teknologi modern,
Sang Guru menceritakan tentang temannya. Temannya itu ingin
mengembangkan cita rasa musik dalam diri anak-anaknya, maka
ia membelikan sebuah piano untuk mereka.

Ketika sampai di rumah, anak-anaknya mengamati piano itu
dengan penuh kebingungan. "Bagaimana menyambungkannya ke
arus listrik?" kata mereka.
Minibalanar - 15/02/2012 10:39 AM
#22

TAWAR-MENAWAR HIDUP

Ketika masih muda, Sang Guru banyak melakukan perjalanan
keliling dunia. Ketika berada di pelabuhan Shanghai, Cina,
ia mendengar ribut-ribut di samping kapalnya. Ketika ia
melihat ke luar, dilihatnya seorang pria di atas sebuah
sampan sedang membungkuk sambil mencengkeram kucir seorang
pria lain yang menggelepar-gelepar di dalam air.

Pria dalam sampan itu berulang kali membenamkan pria yang
lain ke dalam air, kemudian menaikkannya lagi. Kedua orang
itu berdebat seru sejenak sebelum "acara penenggelaman" itu
berlangsung lagi.

Sang Guru memanggil awak kapal dan bertanya apa yang mereka
pertengkarkan. Anak muda itu mendengarkan beberapa saat,
lalu tertawa dan berkata, "Tidak ada apa-apa, Pak. Pria
dalam sampan itu menginginkan 60 yuan untuk tidak
menenggelamkan pria yang lain. Pria dalam air mengatakan,
'Tidak, 40 yuan saja.'"

Setelah para murid tertawa karena cerita itu, Sang Guru
berkata, "Adakah di antara kamu yang tidak melakukan
tawar-menawar atas satu-satunya Kehidupan yang ada?"

Semuanya diam.
Minibalanar - 16/02/2012 10:55 AM
#23

PERMAINAN

Suatu ketika Sang Guru menunjuk pada suatu pengertian Hindu
bahwa semua penciptaan merupakan "leela," yakni permainan
Allah, dan alam semesta merupakan lapangan bermain-Nya.
Tujuan spiritualitas, kata Sang Guru, adalah menjadikan
seluruh kehidupan sebagai permainan.

Pernyataan itu berkesan terlalu naif bagi seorang tamu
puritan. "Lalu tidak adakah artinya bekerja?"

"Tentu saja ada. Tetapi pekerjaan menjadi spiritual hanya
ketika diubah menjadi permainan."
Minibalanar - 16/02/2012 10:56 AM
#24

PERBUATAN TANPA PAMRIH

Beberapa orang bertanya kepada Sang Guru, apa yang dia
maksudkan sebagai "perbuatan tanpa pamrih." Ia menjawab,
"Perbuatan yang dicintai dan dilakukan demi perbuatan itu
sendiri, tidak demi pengakuan atau keuntungan atau hasil."

Kemudian ia menceritakan tentang seseorang yang disewa oleh
seorang peneliti. Orang itu dibawa ke halaman belakang dan
diberi sebuah kapak.

"Apakah kamu melihat batang pohon yang terletak di sana itu?
Saya ingin agar kamu memotongnya. Syaratnya, kamu hanya
boleh menggunakan bagian punggung dari kapak itu, bukan
bagian yang tajam. Kamu akan mendapatkan 100 dolar per jam
untuk itu."

Orang itu berpikir bahwa peneliti itu sinting, namun upahnya
menggiurkan, maka mulailah ia bekerja.

Dua jam kemudian ia datang dan berkata, "Pak, saya berhenti
saja."

"Ada apa? Bukankah kamu suka bayaran yang akan kamu peroleh?
Saya akan melipatgandakan upahmu!"

"Tidak, terima kasih," kata orang itu. "Bayarannya baik.
Tetapi kalau saya memotong kayu, saya harus melihat
kepingan-kepingan kayu beterbangan."
Minibalanar - 17/02/2012 06:40 PM
#25

PENDIDIKAN ANAK

Bagi sepasang suami-istri yang cemas mengenai pendidikan
anak-anak mereka, Sang Guru mengutip pepatah seorang guru
Yahudi

"Jangan membatasi anak-anakmu pada pengetahuanmu sendiri
karena mereka lahir pada zaman yang berbeda."
Minibalanar - 17/02/2012 06:41 PM
#26

KEPUASAN DAN PENDERITAAN

"Mengapa orang tidak bahagia? Karena mereka mendapatkan
kepuasan yang janggal dari penderitaan mereka," kata Sang
Guru.

Ia menceritakan bagaimana ketika suatu kali ia berada di
tempat tidur bagian atas di sebuah kereta api, pada suatu
malam. Ia tidak bisa tidur, karena dari tempat tidur bawah
seorang wanita terus-menerus mengeluh, "Oh, betapa hausnya
saya ... Aduh, betapa hausnya saya."

Terus-menerus suara keluhan itu terdengar. Akhirnya, Sang
Guru turun ke bawah, berjalan melalui gang sepanjang kereta
api, mengisi dua cangkir besar dengan air, membawanya dan
memberikannya kepada wanita malang itu.

"Bu, ini ada air."

"Oh, baik sekali Anda. Terima kasih."

Sang Guru kembali ketempat tidur. Ia menyamankan badannya
dan ketika hampir pulas dari bawah terdengar lagi suara
keluhan, "Oh, betapa hausnya saya tadi... Aduh, betapa
hausnya tadi."
cucuganesha - 18/02/2012 03:34 AM
#27

Quote:
Original Posted By Minibalanar
KEPUASAN DAN PENDERITAAN

"Mengapa orang tidak bahagia? Karena mereka mendapatkan
kepuasan yang janggal dari penderitaan mereka," kata Sang
Guru.

Ia menceritakan bagaimana ketika suatu kali ia berada di
tempat tidur bagian atas di sebuah kereta api, pada suatu
malam. Ia tidak bisa tidur, karena dari tempat tidur bawah
seorang wanita terus-menerus mengeluh, "Oh, betapa hausnya
saya ... Aduh, betapa hausnya saya."

Terus-menerus suara keluhan itu terdengar. Akhirnya, Sang
Guru turun ke bawah, berjalan melalui gang sepanjang kereta
api, mengisi dua cangkir besar dengan air, membawanya dan
memberikannya kepada wanita malang itu.

"Bu, ini ada air."

"Oh, baik sekali Anda. Terima kasih."

Sang Guru kembali ketempat tidur. Ia menyamankan badannya
dan ketika hampir pulas dari bawah terdengar lagi suara
keluhan, "Oh, betapa hausnya saya tadi... Aduh, betapa
hausnya tadi."


kadang agak sulit mencerna tulisan de mello
contohnya kisah di atas ini
Minibalanar - 18/02/2012 07:01 AM
#28

Quote:
Original Posted By cucuganesha
kadang agak sulit mencerna tulisan de mello
contohnya kisah di atas ini


Bahwa manusia mudah sekali melekat/ mengingat penderitaan, tapi sulit mengingat moment yang bahagia \)

Semoga sedikit menjelaskan

shakehand
Minibalanar - 18/02/2012 12:15 PM
#29

BETAPA LEBIH BAIK ...

Seorang pekerja sosial mencurahkan beban hatinya kepada Sang
Guru. Betapa akan lebih banyak dan lebih baik yang dapat
dilakukannya bagi kaum miskin, seandainya saja ia tidak
harus menghabiskan begitu banyak waktu dan tenaga untuk
melindungi diri dan karyanya terhadap fitnah dan salah
paham.

Sang Guru mendengarkan penuh perhatian. Ia menjawab dengan
satu kalimat. "Tidak seorang pun melemparkan batu pada pohon
yang tak berbuah."
Minibalanar - 18/02/2012 12:16 PM
#30

TINDAKAN TANPA PAMRIH

Sang Guru ditanyai, "Dapatkah tindakan mengantar orang
kepada Pencerahan?"

"Hanya tindakanlah yang mengantar kepada Pencerahan,"
jawabnya, "tetapi mestinya tindakan tanpa pamrih, yang
dilakukan demi tindakan itu sendiri."

Suatu ketika Sang Guru duduk dengan anak seorang bintang
sepak bola. Ayahnya sedang latihan. Ketika sang ayah
menembakkan bola dan masuk gawang, setiap orang
bersorak-sorai. Anak itu tidak terkesan. Ia hanya duduk saja
dan kelihatan jenuh.

"Ada apa dengan kamu?" kata Sang Guru. "Apakah kamu barusan
tidak melihat ayahmu menciptakan gol itu?"

"Ya, Ayah memang jitu melakukannya pada hari Selasa ini.
Tetapi pertandingannya baru pada hari Jumat. Waktu itulah
gol benar-benar dibutuhkan."

Sang Guru menyimpulkan, "Tindakan-tindakan dianggap bernilai
jika menolong kamu mencapai tujuan-tujuan, bukan demi
tindakan itu sendiri. Sayang sekali!"
Minibalanar - 19/02/2012 10:49 AM
#31

DEVOSI

Sang Guru tidak melakukan praktek devosi.

Ketika ditanya soal itu, ia berkata:

"Sebuah lampu kehilangan sinarnya jika berada di samping
matahari; bahkan candi yang paling tinggi pun kelihatan
begitu kecil di kaki Gunung Himalaya."
Minibalanar - 19/02/2012 10:50 AM
#32

TEMPAT IBADAH

"Sang imam mengatakan kepada saya bahwa rumah ibadah itu
merupakan satu-satunya tempat bagi saya untuk beribadah Apa
pendapatmu?"

"Imam itu bukan orang yang tepat untuk dimintai pendapat
mengenai hal ini," kata Sang Guru.

"Tetapi, bukankah ia ahlinya?"

Sang Guru menceritakan pengalamannya ketika ia berada di
luar negeri. Pada waktu itu ia menyimak dua buku panduan
bagi wisatawan. Pemandu wisata yang menemaninya mengerutkan
dahi dan, sambil menunjuk pada salah satu dari buku itu, ia
berkata, "Buku yang satu ini sangat jelek. Yang itu lebih
baik."

"Mengapa? Karena buku itu memberi lebih banyak informasi?"

Si pemandu menggelengkan kepala. "Buku itu mengatakan beri
pemandu 5 dolar. Yang ini mengatakan beri pemandu 50 sen."
Minibalanar - 20/02/2012 06:17 PM
#33

HUKUM AGAMA

Kepada seseorang yang selama bertahun-tahun mempelajari
hukum agamanya, Sang Guru berkata, "Cinta merupakan kunci
untuk hidup baik, bukan agama atau hukum."

Kemudian ia menceritakan ini.

Ada dua siswa sekolah minggu yang bosan dengan pelajaran
agama. Yang satu mengusulkan untuk membolos saja.

"Bolos?... Tetapi ayah kita akan menangkap kita dan memukul
kita."

"Kita balas memukul!"

"Apa? Memukul ayah? Apa kamu sudah gila? Apakah kamu lupa
bahwa Allah memerintahkan untuk menghormati ayah dan ibu
kita?"

"Benar ... Nah, kalau begitu, kamu memukul ayahku dan aku
memukul ayahmu."
Minibalanar - 20/02/2012 06:18 PM
#34

YANG TIDAK DAPAT DIUSAHAKAN

Kepada para murid yang secara naif yakin bahwa tak ada
sesuatu pun yang tidak dapat mereka capai jika mereka
menghendakinya dan mengusahakannya, Sang Guru berkata, "Yang
terbaik dalam hidup tidak dapat diusahakan adanya."

"Kamu dapat berusaha memasukkan makanan ke dalam mulut,
tetapi kamu tidak dapat mengusahakan rasa lapar. Kamu dapat
berusaha telentang di tempat tidur, tetapi kamu tidak dapat
mengusahakan tidur. Kamu dapat berusaha memberikan pujian
kepada seseorang, tetapi kamu tidak dapat mengusahakan rasa
kagum. Kamu dapat berusaha menceritakan rahasia, tetapi kamu
tidak dapat mengusahakan kepercayaan. Kamu dapat berusaha
melakukan tindak pelayanan, tetapi kamu tidak dapat
mengusahakan cinta."
Minibalanar - 21/02/2012 08:53 AM
#35

MENGUBAH ORANG LAIN

"Setiap kali kamu berusaha mengubah orang lain," kata Sang
Guru, "tanyakan pada dirimu sendiri berikut ini: Apa yang
akan diberikan oleh perubahan itu: kebanggaan, kesenangan,
atau keuntunganku?"

Ia menceritakan kisah ini kepada mereka:

Seorang pria mau melompat dari jembatan. Seorang polisi
bergegas menghampirinya, "Jangan! Jangan!" Sambung si
polisi, "Jangan lakukan itu. Mengapa seorang muda seperti
kamu yang bahkan belum lagi hidup, sampai berpikir untuk
terjun ke dalam air?"

"Karena saya bosan hidup."

"Nah, dengarkan saya. Jika kamu terjun ke dalam sungai itu,
saya harus terjun juga menyusulmu untuk menyelamatkanmu.
Mengerti? Air itu dingin sekali. Saya baru saja sembuh dari
radang paru-paru. Tahu maksud saya? Saya bisa mati. Saya
mempunyai istri dan empat anak. Apakah kamu mau hidup dengan
beban pikiran seperti ini? Tentu saja tidak. Maka dengarkan
saya. Jadilah orang baik-baik. Bertobatlah dan Allah akan
mengampuni kamu. Pulanglah. Nah, dalam kesendirianmu dan di
rumahmu yang sepi itu, gantunglah dirimu. "
Minibalanar - 21/02/2012 08:54 AM
#36

MAHAKARYA

Kepada seorang pelukis Sang Guru berkata, "Agar dapat
berhasil, setiap pelukis harus menggunakan waktu berjam-jam
dalam usaha dan kerja keras tanpa henti."

"Beberapa orang berhasil mengesampingkan ego. Ketika itu
terjadi, sebuah mahakarya pun lahir."

Lalu, seorang murid bertanya, "Siapa yang bisa disebut
seorang Mahaguru?"

Sang Guru menjawab, "Siapa saja yang mengesampingkan egonya.
Hidup orang itu adalah sebuah mahakarya."
Minibalanar - 22/02/2012 01:48 PM
#37

DIMANA KEBENARAN?

Sang Guru selalu mengajarkan bahwa Kebenaran itu ada di
depan mata kita dan alasan kita tidak melihatnya adalah
miskinnya perspektif.

Pada suatu hari ia mengajak seorang murid naik gunung.
Ketika mereka berada pada pertengahan jalan, sang murid
memandang semak belukar dan mengeluh, "Manakah pemandangan
indah yang selalu Guru ceritakan itu?"

Sang Guru menjawab "Kamu sedang berdiri di atasnya, seperti
yang akan kamu lihat bila kita sampai di puncak."
Minibalanar - 22/02/2012 01:49 PM
#38

KATA-KATA

Jarang Sang Guru begitu mengesankan seperti saat ia
memperingatkan akan daya sihir kata-kata.

"Hati-hatilah pada kata-kata," katanya. "Saat kamu kurang
waspada, kata-kata itu akan menampakkan wujud aslinya,
kata-kata itu akan memesonakan, memikat, menteror, membuat
kamu tersesat dari kenyataan yang mereka wakili, membuat
kamu mempercayai bahwa kata-kata itulah yang nyata."

"Dunia yang kamu lihat bukanlah Kerajaan seperti yang
dilihat anak-anak, melainkan dunia yang terpecah-pecah,
terpecah ke dalam beribu-ribu kepingan oleh kata ....
Kenyataan itu seolah-olah seperti riak gelombang samudra
yang kelihatan berbeda dan terpisah dari seluruh samudra."

"Ketika kata-kata dan pikiran diheningkan, Alam Semesta
berkembang - nyata, menyeluruh, dan satu dan kata-kata
tampil sebagaimana mestinya, sebagai not - bukan musik,
sebagai menu- bukan makanan, sebagai penunjuk arah - bukan
tujuan perjalanan."
Minibalanar - 23/02/2012 12:54 PM
#39

OMONG KOSONG

Ketika Sang Guru berbicara tentang daya hipnotis kata-kata,
seseorang dari bagian belakang berteriak, "Anda omong
kosong! Jika saya mengatakan Allah, Allah, Allah, apakah itu
akan membuat saya ilahi? Dan jika saya mengatakan dosa,
dosa, dosa, apakah itu akan membuat saya jahat?"

"Duduk, bajingan!" kata Sang Guru.

Kontan saja, orang itu segera naik pitam. Mukanya merah
padam. Ia terdiam sesaat, lalu dengan suara serak ia
ungkapkan rasa tersinggung dan sakit hatinya.

Sang Guru kelihatan menyesal sekali dan kemudian berkata,
"Maafkan saya, Tuan, saya memang khilaf. Saya
sungguh-sungguh minta maaf atas kelancangan yang tidak
termaafkan itu."

Orang itu segera menjadi tenang.

"Nah, kini kamu tahu jawabnya. Satu kata membuat kamu naik
pitam dan yang lainnya menenangkan kamu," kata Sang Guru.
Minibalanar - 23/02/2012 12:56 PM
#40

KEBIJAKSANAAN

Gubernur mengundurkan diri dari jabatan tingginya dan datang
kepada Sang Guru, minta diajar.

"Ajaran apa yang Saudara inginkan dari saya?" tanya Sang
Guru.

"Kebijaksanaan," jawabnya.

"Ah, Sahabatku! Betapa senangnya saya mengajarkan itu kalau
saja tidak ada satu rintangan besar."

"Apa?"

"Kebijaksanaan tidak dapat diajarkan."

"Kalau begitu, tak ada sesuatu pun yang dapat saya pelajari
di sini."

"Kebijaksanaan dapat dipelajari, tetapi tidak dapat
diajarkan."
Page 2 of 17 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya