BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya
Total Views: 2834 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 17 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

Minibalanar - 24/02/2012 06:32 AM
#41

REKAMAN

Beberapa murid sedang berwisata naik gunung bersalju. Di
mana-mana hening. Mereka ingin tahu kalau-kalau ada
suara-suara pada malam hari. Mereka memencet tombol RECORD
pada tape-recorder, meninggalkannya di muka tenda mereka dan
pergi tidur.

Setibanya di pertapaan, mereka memutar kembali tape itu.
Tidak ada suara sama sekali, sunyi semata.

Sang Guru, yang turut mendengarkan tape itu, menyela,
"Apakah kamu tidak mendengarnya?"

"Mendengar apa?"

"Harmoni semesta galaksi yang sedang bergerak," kata Sang
Guru.

Para murid saling berpandangan, takjub.
Minibalanar - 24/02/2012 06:33 AM
#42

KELEKATAN DAN PERSEPSI

Kelekatan mengganggu persepsi kita, itulah tema yang kerap
kali muncul dalam perbincangan Sang Guru.

Para murid mendapatkan contoh yang sempurna ketika mereka
mendengar Sang Guru bertanya kepada seorang ibu, "Bagaimana
keadaaan anak perempuan Ibu?"

"O, putriku tersayang? Betapa beruntungnya dia! Dia
mempunyai suami yang hebat, yang memberinya sebuah mobil,
intan permata, dan pelayan-pelayan yang melayaninya. Sang
suami melayani makan pagi di tempat tidur dan anakku bisa
tidur bermalas-malasan sampai siang. Betapa hebat pria itu!"

"Dan kabar anak laki-lakimu?"

"Ah, betapa malang anak itu setelah menikah. Ia memberikan
mobil kepada istrinya, juga semua permata yang diinginkan
istrinya serta sejumlah pelayan untuk melayaninya. Dan
istrinya tetap tinggal di atas tempat tidur sampai siang!
Bahkan ia tidak mau bangun untuk menyediakan makan pagi bagi
suaminya."
Minibalanar - 25/02/2012 07:51 AM
#43

AKSI BUNUH DIRI

Ada berita menghebohkan tentang seorang pria rohaniwan yang
telah meninggal dalam sebuah aksi bunuh diri.

Sementara tak seorang pun dalam pertapaan setuju dengan
tindakan rohaniwan itu, beberapa mengatakan bahwa mereka
mengagumi imannya.

"Iman?" kata Sang Guru.

"Ya, bukankah ia memiliki keberanian berdasarkan
keyakinannya?"

"Itu fanatisme, bukan iman. Iman menuntut keberanian yang
lebih besar: untuk menguji kembali keyakinan-keyakinan
seseorang dan menolak keyakinan-keyakinan itu jika tidak
sesuai dengan kenyataan."
Minibalanar - 25/02/2012 07:50 AM
#44

POHON CEDAR

Ketika Sang Guru mendengar bahwa hutan cedar sebelah telah
terbakar, ia mengerahkan seluruh muridnya. "Kita harus
menanam kembali pohon-pohon cedar," katanya.

"Pohon cedar?" teriak murid tidak percaya. "Tapi pohon-pohon
itu membutuhkan waktu 2.000 tahun untuk tumbuh besar!"

"Oleh sebab itulah," kata Sang Guru, "tak boleh ada satu
menit pun terbuang. Kita harus segera mulai."
Minibalanar - 26/02/2012 03:25 PM
#45

NAFKAH

Seorang teman berkata kepada seorang mahasiswa, "Untuk apa
kamu pergi kepada Sang Guru? Apakah ia akan membantu kamu
untuk mendapatkan nafkah?"

"Tidak, tetapi karena beliau saya akan mengetahui apa yang
harus saya lakukan dengan nafkah itu saat saya
mendapatkannya," jawabnya
Minibalanar - 26/02/2012 03:26 PM
#46

DALAM KITAB

"Pembimbing rohanimu sama buta dan bingungnya dengan kamu,"
kata Sang Guru. "Jika menghadapi permasalahan hidup, segera
mereka mencoba mencari jawabnya dari dalam Kitab. Padahal,
hidup itu terlalu besar untuk dicocokkan dengan kitab mana
pun."

Untuk melukiskan hal itu, ia bercerita mengenai seorang
penjahat yang berkata, "Angkat tangan! Berikan uangmu atau
kalau tidak..."

"Kalau tidak, apa?"

"Sudahlah, jangan banyak bertanya dan membuat saya bingung!
Saya baru pertama kali ini merampok."
Minibalanar - 27/02/2012 06:39 AM
#47

KEJAHATAN

"Bagaimana Sang Guru menjelaskan kejahatan di dunia ini?"
tanya seorang tamu.

Salah satu murid menjawab, "Ia tidak menjelaskannya. Ia
terlalu sibuk untuk mengurusi hal itu."

Kata yang lain, "Orang-orang senantiasa berjuang melawan
dunia atau menjadi jemu dengannya. Sang Guru selalu terpikat
dengan apa yang ia lihat, semuanya mengagumkan, hebat, dan
tidak dapat diduga."
Minibalanar - 27/02/2012 06:40 AM
#48

PENGKHOTBAH

Pengkhotbah itu dipuji karena khotbahnya yang memikat.
Tetapi ia mengakui kepada teman-temannya bahwa khotbahnya
yang memikat itu tidak pernah berdampak seperti kata-kata
Sang Guru yang sederhana.

Setelah hidup bersama dengan Sang Guru selama seminggu, kini
ia mengetahui dengan tepat alasannya.

"Ketika ia berbicara," kata pengkhotbah itu, "bicaranya
bermuatan keheningan, sedangkan bicaraku bermuatan
pemikiran."
Minibalanar - 28/02/2012 07:01 AM
#49

BEJANA TANAH

Sang Guru bisa dikatakan sangat menghormati tubuh manusia.
Ketika seorang murid mengatakan bahwa tubuh manusia itu
"bejana tanah liat," Sang Guru mengutip puisi Kabir:

"Dalam bejana tanah liat ini ada tebing-tebing dan
gunung-gunung Himalaya; tujuh samudra ada di sini, dan
berjuta-juta galaksi; dan musik segala penjuru, dan sumber
air terjun, dan sungai-sungai."
Minibalanar - 28/02/2012 07:01 AM
#50

TUJUAN PENDIDIKAN

Ketika Sang Guru berjumpa dengan sekelompok guru sekolah, ia
berbicara banyak dan bersemangat karena ia sendiri pernah
menjadi seorang guru. Persoalan yang dimiliki para guru,
katanya, adalah bahwa mereka melupakan tujuan pendidikan:
bukan belajar, melainkan hidup.

Ia menceritakan saat ia melihat seorang pemuda yang sedang
memancing di sungai.

"Halo! Hari yang bagus untuk memancing?" katanya kepada
pemuda itu.

"Ya," jawab si pemuda.

Setelah beberapa saat, Sang Guru berkata, "Mengapa kamu
tidak pergi ke sekolah hari ini?"

"Seperti yang Guru katakan, karena hari ini bagus untuk
memancing. "

Dan ia menceritakan tentang rapor anak perempuannya "Nina
nilainya baik di sekolah. Ia akan jauh lebih baik jika
kegembiraan hidup yang murni tidak menghambat kemajuannya."
Silenius - 28/02/2012 09:57 AM
#51

ijin nyumbang ya Gan,


KETINGGALAN ZAMAN?

Ketika seorang murid mengeluh bahwa spiritualitas Sang Guru
perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman, Sang Guru
tertawa keras-keras. Kemudian ia menceritakan kisah seorang
pelajar yang mengatakan kepada seorang penjual buku, "Tidak
ada buku anatomi yang lebih baru? Buku-buku yang ada di sini
sudah berumur 10 tahun atau lebih!"

Kata penjual buku, "Dengarlah, Nak. Tidak ada penambahan
tulang apa pun dalam tubuh manusia selama 10 tahun terakhir
ini."

"Demikian pula halnya," sambung Sang Guru, "tidak ada
penambahan apa pun dalam kodrat manusia selama 10.000 tahun
terakhir ini."

(Berbasa-basi Sejenak, Anthony de Mello,
Penerbit Kanisius, Cetakan 1, 1997)
Caverian - 29/02/2012 02:16 PM
#52

Wah, ada kumpulan tulisan Tony de Mello. Saya ikut nyumbang juga ya Gan.

PEMUDA ARAB YANG SEDERHANA

Guru Arab Jalalud-Din Rumi senang sekali menceritakan kisah berikut ini:

Pada suatu hari Nabi Muhammad sedang bersembahyang subuh di mesjid. Di antara orang-orang yang ikut berdoa dengan Nabi adalah seorang pemuda Arab.

Nabi mulai membaca Qur'an dan mendaras ayat yang menyatakan perkataan Firaun: 'Aku ini dewa yang benar.'Mendengar Perkataan itu pemuda yang baik itu tiba-tiba menjadi marah. Ia memecah keheningan dengan berteriak: 'Pembual busuk, ** SENSOR ** dia!'

Nabi berdiam diri. Tetapi seusai sembahyang, orang-orang lain mencela orang Arab itu dengan gusar: 'Apakah engkau tidak tahu malu? Niscaya doamu tidak berkenan kepada Tuhan. Sebab, engkau tidak hanya merusak kekhusukan suasana doa, tetapi
juga mengucapkan kata-kata kotor di hadapan Rasul Allah.'

Wajah pemuda yang malang itu menjadi merah padam dan ia gemetar ketakutan, sampai-sampai Malaikat Jibrail menampakkan diri pada Nabi dan bersabda: 'Assalamuallaikum! Allah berfirman agar engkau menyuruh orang banyak berhenti mencaci-maki pemuda yang sederhana ini. Sungguh, sumpah serapahnya yang jujur berkenan di hatiKu, melebihi doa orang-orang saleh.'

Bila kita berdoa, Tuhan melihat ke dalam hati kita dan bukan pada rumusan kata-kata.

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ)
Minibalanar - 03/03/2012 07:17 AM
#53

BURUNG BERKICAU

Sang Guru suka menunjukkan bagaimana alam bermandikan
kekudusan. Suatu ketika ia duduk di taman dan berseru,

"Lihatlah burung berwarna biru cerah yang bertengger di atas
cabang pohon itu. Ia meloncat ke atas dan ke bawah, naik dan
turun, mengisi dunia dengan kicaunya, membiarkan dirinya
terbuka pada kegembiraan, sebab tidak terpikirkan olehnya
mengenai hari esok."
Minibalanar - 03/03/2012 07:18 AM
#54

Hidup Berharga
Seorang murid sangat mudah terserang depresi yang berkepanjangan. "Dokter menyarankan saya agar berobat guna menyembuhkan depresi saya," katanya.

"Baik, mengapa kamu tidak melakukannya?" tanya Sang Guru.

"Karena efek sampingnya akan merusak organ hati saya dan memperpendek hidup saya."

Kata Sang Guru, "Apakah kamu lebih suka mempunyai hati yang sehat daripada rasa bahagia? Satu tahun hidup lebih berharga daripada 20 tahun tidur."

Kemudian ia berkata kepada murid-muridnya, "Hidup itu seperti dongeng; yang penting bukan panjangnya, melainkan indahnya."
Minibalanar - 03/03/2012 07:18 AM
#55

PERJALANAN

Seseorang bertanya kepada Sang Guru mengenai makna ungkapan
"Orang yang telah mendapat pencerahan melakukan perjalanan
tanpa gerakan."

Kata Sang Guru, "Duduklah di depan jendelamu setiap hari dan
amatilah pemandangan yang senantiasa berubah sementara bumi
membawa kamu melalui perjalanan tahunannya mengelilingi
matahari."
Caverian - 03/03/2012 01:39 PM
#56

SERIGALA TUA

Sebuah dongeng yang diceritakan oleh mistik Arab, Sa'di:

Seorang yang sedang melewati hutan melihat seekor serigala yang sudah lumpuh keempat kakinya. Ia ingin tahu bagaimana serigala itu dapat hidup terus. Lalu ia melihat seekor harimau datang dengan memakan kijang hasil buruannya. Harimau itu
makan sepuasnya dan meninggalkan sisa bagi serigala.

Hari berikutnya Tuhan memberi makan serigala dengan perantaraan harimau yang sama. Orang itupun mulai mengagumi kebaikan Tuhan yang begitu besar dan berkata dalam hati: 'Aku juga akan menganggur di rumah saja dengan penuh kepercayaan
kepada Tuhan, karena Ia akan mencukupi segala kebutuhanku.'

Ia melakukan niatnya berhari-hari lamanya, tetapi tak terjadi apa-apa. Ketika orang yang malang ini sudah hampir mati, terdengarlah Suara: Hai, engkau, orang yang sesat, bukalah matamu pada pada kebenaran! Ikutilah teladan harimau dan
berhentilah meniru serigala yang lumpuh!

Di jalan aku melihat seorang gadis kecil menggigil kedinginan dalam pakaiannya yang tipis. Tiada harapan baginya untuk mendapatkan cukup makanan. Aku menjadi marah dan berkata kepada Tuhan: 'Mengapa hal ini Kaubiarkan? Mengapa Engkau
tidak berbuat sesuatu?'

Sementara waktu Tuhan tidak berkata apa-apa. Malamnya Ia menjawab dengan sangat tiba-tiba: 'Aku telah berbuat sesuatu. Aku menciptakan engkau.'

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ)
Minibalanar - 16/03/2012 10:05 PM
#57

TANPA KONSEP

Seorang ilmuwan memprotes Sang Guru yang dinilainya telah
bersikap tidak adil terhadap ilmu pengetahuan. Menurutnya,
Sang Guru melecehkan "konsep" dan mempertentangkannya dengan
"pengetahuan-tanpa-konsep".

Sang Guru dengan susah payah menjelaskan bahwa ia tak
bermaksud memusuhi ilmu. "Tetapi," katanya, "pengetahuanmu
mengenai istrimu sebaiknya melampaui pengetahuan-konsep
ilmiah."

Ketika berbicara kepada para muridnya, ia bahkan lebih tajam
lagi. "Konsep-konsep membatasi," katanya. "Membatasi berarti
merusak. Konsep-konsep itu membedah kenyataan. Dan apa yang
kamu bedah itu kamu bunuh."

"Apakah lalu konsep-konsep menjadi tak berarti?"

"Tidak. Bedahlah bunga mawar dan kamu akan mempunyai
informasi yang berharga - meski bukan pengetahuan - tentang
bunga itu. Jadilah seorang ahli dan kamu akan memiliki
banyak informasi - tetapi bukan pengetahuan - tentang
Kenyataan."
Minibalanar - 18/03/2012 09:19 AM
#58

SIMBOL

Sang Guru menyatakan bahwa dunia yang dilihat oleh
kebanyakan orang bukan dunia Kenyataan, melainkan dunia yang
diciptakan oleh pikiran mereka.

Ketika seorang ahli datang untuk berdebat soal itu, Sang
Guru meletakkan dua batang korek api di atas lantai dalam
bentuk huruf T dan bertanya, "Apa yang kamu lihat di sini?"

"Huruf T," jawab ahli itu.

"Persis seperti yang saya pikirkan," kata Sang Guru. "Tak
ada huruf T; itu hanyalah sebuah simbol di kepalamu. Apa
yang kamu lihat di sini adalah dua potong kayu berbentuk
batang. "
Minibalanar - 18/03/2012 09:20 AM
#59

MEMBACA KITAB SUCI

"Ketika kamu berbicara mengenai Kenyataan," kata Sang Guru,
"kamu mencoba untuk mengungkapkan sesuatu Yang Tidak Dapat
Terungkapkan kedalam kata-kata sehingga kata-katamu tentu
akan gagal dipahami. Demikianlah, orang yang membaca
ungkapan Kenyataan yang disebut Kitab Suci itu, menjadi
bodoh dan kejam karena mereka mengikuti, bukan akal sehat
mereka, tetapi apa yang mereka pikir dikatakan oleh Kitab
Suci."

Sang Guru mempunyai perumpamaan yang sangat bagus untuk
menggambarkannya.

Seorang pandai besi didatangi seorang magang yang bersedia
bekerja keras dengan upah rendah. Ia pun memberikan perintah
pada orang muda itu, "Saya akan mengeluarkan logam dari
tungku, lalu meletakkannya pada landasan; dan jika saya
mengangguk, tempalah dengan palu." Magang itu melakukan
persis apa yang menurutnya diperintahkan oleh si pandai
besi. Di kemudian hari dialah yang menjadi pandai besi desa
itu."
Minibalanar - 21/03/2012 07:05 AM
#60

KESALAHAN

Kepada seorang murid yang takut membuat kesalahan Sang Guru
berkata,

"Mereka yang tidak membuat satu kesalahan pun justru membuat
kesalahan paling besar: mereka tidak mencoba sesuatu yang
baru."
Page 3 of 17 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya