BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya
Total Views: 2834 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 5 of 17 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›

Minibalanar - 15/05/2012 12:55 PM
#81

PENCERAHAN

"Pencerahan," kata Sang Guru, "berarti mengetahui secara
persis di mana kamu berada setiap saat. Itu bukan tugas yang
mudah sama sekali."

Lalu ia menceritakan tentang seorang temannya yang terkenal,
yang bahkan dalam umurnya yang sudah mencapai 80-an ditawari
banyak jabatan. Suatu ketika ia kelihatan di suatu pesta dan
ditanya berapa banyak pesta yang harus dihadirinya pada
malam itu.

"Enam," kata bapak tua itu tanpa melepaskan matanya dari
buku agendanya.

"Apa yang sedang Anda lakukan? Melihat jadwal ke mana Anda
harus pergi lagi?" tanya mereka.

"Tidak," katanya, justru saya ingin tahu di mana saya berada
sekarang. "
Minibalanar - 15/05/2012 12:56 PM
#82

IDEOLOGI

Sang Guru alergi terhadap ideologi.

"Dalam sebuah perang ide-ide," katanya, "rakyatlah yang
menjadi korban."

Kemudian ia menambahkan, "Orang membunuh demi uang atau
kuasa. Tetapi pembunuh yang paling bengis adalah mereka yang
membunuh demi ide-ide mereka."
Minibalanar - 15/05/2012 12:57 PM
#83

MENEMUKAN ALLAH

Waktu itu waktu ceramah. Sang Guru berkata, "Kehebatan
seorang komponis diketahui lewat nada-nada musiknya, tetapi
menganalisis nada-nada saja tidak akan mengungkapkan
kehebatannya. Keagungan penyair termuat dalam kata-katanya,
namun mempelajari kata-katanya tidak akan mengungkapkan
inspirasi. Tuhan mewahyukan diri-Nya dalam ciptaan, tetapi
dengan meneliti ciptaan secermat apa pun kamu tidak akan
menemukan Allah; demikian juga bila kamu ingin menemukan
jiwa melalui pemeriksaan cermat terhadap tubuhmu."

Pada waktu tanya jawab, seseorang bertanya, "Kalau begitu,
bagaimana kami akan menemukan Allah?"

"Dengan melihat ciptaan, tapi bukan dengan menganalisisnya."

"Dan bagaimana seseorang harus melihat?"

"Seorang petani keluar untuk melihat keindahan pada waktu
matahari terbenam, tetapi yang ia saksikan hanyalah
matahari, awan, langit, dan cakrawala - sampai ia memahami
bahwa keindahan bukan 'sesuatu,' melainkan cara khusus
melihat.

Kamu akan sia-sia mencari Allah sampai kamu memahami bahwa
Allah tidak bisa dilihat sebagai sesuatu. Yang diperlukan
ialah cara khusus untuk melihat - mirip seperti cara seorang
anak kecil yang pandangannya tidak diganggu oleh pelbagai
ajaran dan keyakinan yang telah dibentuk sebelumnya."
Minibalanar - 15/05/2012 12:58 PM
#84

DI RUANG CERAMAH

Ayah seorang murid merasa geram dan memasuki ruang ceramah.
Di situ Sang Guru sedang berbicara.

Tanpa peduli akan setiap orang yang hadir, sang bapak
berkata kepada anak perempuannya, "Kamu telah menyia-nyiakan
karier universitas hanya untuk duduk di kaki orang tolol
ini! Apa memangnya yang telah ia ajarkan kepadamu?"

Si anak berdiri; dengan tenang ia mengajak keluar ayahnya
dan berkata, "Berada bersama dia telah mengajari saya apa
yang tidak dapat didapatkan di universitas - yaitu untuk
tidak takut pada Ayah dan tidak merasa malu atas tingkah
laku Ayah yang jelek."
Minibalanar - 15/05/2012 12:59 PM
#85

APAKAH ITU?

"Apa yang diperlukan agar seseorang mendapatkan pencerahan?"
tanya para murid.

Kata Sang Guru, "Kamu harus menemukan apa itu yang jatuh
dalam air dan tidak menimbulkan riak; menerobos pepohonan
dan tidak menimbulkan suara memasuki kebun dan tidak
menggoyangkan seujung rumput pun."

Setelah berminggu-minggu direnungkan tanpa hasil, para murid
berkata, "Apakah sesuatu itu?"

"Sesuatu?" kata Sang Guru. "Tetapi itu bukan sesuatu sama
sekali."

"Kalau begitu, bukan apa-apa?"

"Bisa dikatakan demikian."

"Lalu bagaimana kami harus mencarinya?"

"Apakah saya menyuruhmu mencarinya? Itu dapat ditemukan,
tetapi jangan pernah dicari. Carilah dan kamu akan
kehilangan."
Minibalanar - 15/05/2012 12:59 PM
#86

SEDIKIT AKAN SEGALA

Sang Guru mendengar seorang aktris asyik berdiskusi tentang
ramalan bintang pada waktu makan malam.

Ia mendekatinya dan berkata, "Kamu tidak percaya pada
astrologi, bukan?"

"Oh," jawab perempuan itu, "saya percaya sedikit akan segala
sesuatu."
Minibalanar - 15/05/2012 01:00 PM
#87

KEBERUNTUNGAN

Ada orang yang bertanya kepada Sang Guru, apakah Sang Guru
percaya pada keberuntungan.

"Tentu," jawab Sang Guru sambil mengerdipkan matanya.
"Dengan cara apa lagi kita dapat menjelaskan keberhasilan
orang lain yang tidak kita senangi?"
Minibalanar - 15/05/2012 01:00 PM
#88

DISAKITI

Sang Guru tidak suka akan orang-orang yang terus-menerus
larut dalam kesedihan atau kemarahan.

"Disakiti itu tidak jadi masalah jika kamu tidak memaksa
mengingatnya," katanya.
Minibalanar - 15/05/2012 01:00 PM
#89

PEMERKOSA

Pada suatu saat Sang Guru bercerita tentang seorang wanita
yang melaporkan kepada polisi bahwa ia telah diperkosa.

"Gambarkanlah laki-laki itu," kata petugas.

"Ya, pertama-tama, ia adalah seorang idiot."

"Seorang idiot?"

"Ya. Ia tidak tahu apa-apa sehingga saya harus membantunya!"

Pernyataan itu kurang lucu maka Sang Guru menambahkan,
"Ketika kamu disakiti, cermatilah bagaimana kamu menolong
orang yang menyakiti itu."

Pernyataannya diprotes banyak orang. Maka ia menambahkan,
"Dapatkah seseorang menyakitimu jika kamu menolak untuk
disakiti?"
Minibalanar - 15/05/2012 01:01 PM
#90

KITAB SUCI

Ketika ditanya bagaimana Kitab Suci seharusnya digunakan,
Sang Guru menceritakan pengalaman waktu ia menjadi guru di
sebuah sekolah dan melontarkan pertanyaan ini kepada para
murid, "Bagaimana kamu menentukan tinggi sebuah bangunan
dengan menggunakan alat barometer?"

Salah seorang anak yang cerdas menjawab,

Saya akan menurunkan barometer dengan tali dan kemudian
mengukur panjang tali itu."

"Banyak akal dalam ketidaktahuannya," komentar Sang Guru.

Kemudian ia menambahkan, "Begitulah akal dan ketidaktahuan
orang-orang yang menggunakan otak mereka untuk memahami
Kitab Suci, sama dengan mereka yang mencoba memahami
matahari terbenam atau samudra atau desiran angin malam di
pepohonan dengan menggunakan otak mereka."
Minibalanar - 15/05/2012 01:02 PM
#91

EMOSI NEGATIF

"Orang tidak ingin membuang rasa iri hati, rasa cemas, rasa
marah, dan rasa salah karena emosi-emosi negatif itu
memberikan kepada mereka sensasi, perasaan sungguh-sungguh
hidup," kata Sang Guru.

Dan beginilah ia memberikan ilustrasi.

Seorang tukang pos mengambil jalan pintas melalui rerumputan
dengan naik sepedanya. Sampai di tengah, seekor sapi jantan
melihatnya dan mengejarnya. Orang yang malang itu hampir
saja kena tanduk.

"Nyaris kena, ya?" kata Sang Guru yang menyaksikan peristiwa
itu.

"Ya," kata orang tua itu terengah-engah. "selalu begitulah
selama ini."
Minibalanar - 06/06/2012 10:11 AM
#92
Berbasa-basi Sejenak
Minibalanar - 06/06/2012 10:12 AM
#93
Kicauan Burung

[*]KUNYAHLAH BUAHMU SENDIRI
[*]PERBEDAAN MUTLAK
[*]AKU MEMOTONG KAYU
[*]KICAUAN BURUNG
[*]Kerohanian Sejati
[*]Ikan Kecil
[*]Ideologi
[*]SETAN DAN TEMANNYA
[*]TULANG UNTUK MENGUJI IMAN KITA
[*]MENGAPA ORANG-ORANG YANG BAIK MATI?
[*]SANG GURU TIDAK TAHU
[*]PANDANGAN MATANYA
[*]RAKSASA DI SUNGAI
[*]LONCENG-LONCENG KUIL
[*]BERHALA MANUSIA
[*]RUMUSAN
[*]PENJELAJAH
[*]THOMAS AQUINAS BERHENTI MENULIS
[*]APA KATAMU?
[*]JESUS MENONTON PERTANDINGAN SEPAKBOLA
[*]MENGUBAH DUNIA DENGAN MENGUBAH DIRIKU
[*]BUAH KELAPA
[*]SUARA PENYANYI MEMENUHI RUANGAN
[*]TERIMAKASIH DAN YA
[*]SIMON PETRUS
[*]WANITA SAMARIA
[*]IGNASIUS DARI LOYOLA
[*]MUSIK BAGI ORANG TULI
[*]KAYA
[*]NELAYAN YANG PUAS
[*]TUJUH BULI-BULI EMAS
[*]MOHON HATI YANG DAMAI
[*]PASAR MALAM AGAMA
[*]DISKRIMINASI
[*]ANAK YANG SULUNG
[*]AGAMA SEORANG IBU TUA
[*]CINTA ITU MELUPAKAN
[*]BUNGA TERATAI
[*]KURA-KURA
[*]BAYAZID MELANGGAR ATURAN
[*]ORANG YANG BERWARNA LORENG-LORENG
[*]BAIKLAH, BAIKLAH
[*]BONEKA GARAM
[*]SIAPAKAH AKU?
[*]KIOS KEBENARAN
[*]JALAN SEMPIT
[*]MUNAFIK
[*]PEMUDA YANG BANYAK BICARA
[*]MENANGGALKAN SI 'AKU'
[*]BUANGLAH KEHAMPAANMU!
[*]GURU ZEN DAN SEORANG KRISTEN
[*]SERANGAN JANTUNG ROHANI
[*]TELUR EMAS
[*]KABAR GEMBIRA
[*]JONEYED DAN TUKANG CUKUR
[*]DOA BISA BERBAHAYA
[*]NARADA
[*]KEPASTIAN PADA MATA UANG
[*]BERDOA MOHON HUJAN
[*]SERIGALA TUA
[*]TUHAN MENJADI MAKANAN
[*]LIMA ORANG RAHIB
[*]KENAIKAN PANGKAT
[*]DIOGENES
[*]BERDIRI DAN MAJU UNTUK MEMBERI KESAKSIAN
[*]TELUR
[*]BERSERU SUPAYA TETAP SELAMAT - DAN YAKIN
[*]JIMAT
[*]NASRUDDIN DI TIONGKOK
[*]KUCING SANG GURU
[*]PAKAIAN LITURGI
[*]BUNGA TAPAL-KUDA
[*]JANGAN BERUBAH
[*]SAHABATKU
[*]PEMUDA ARAB YANG SEDERHANA
[*]KAMI BERTIGA, KAMU BERTIGA

Minibalanar - 06/06/2012 10:19 AM
#94

KUNYAHLAH BUAHMU SENDIRI

Seorang murid mengeluh kepada Gurunya:

'Bapak menuturkan banyak cerita, tetapi tidak pernah menerangkan maknanya kepada kami.'

Jawab sang Guru:

'Bagaimana pendapatmu, Nak, andaikata seseorang menawarkan buah kepadamu, namun mengunyahkannya dahulu kepadamu?'

Tak seorang pun dapat menemukan pengertian yang paling tepat bagi dirimu sendiri. Sang Guru pun tidak mampu.
Minibalanar - 06/06/2012 10:20 AM
#95

PERBEDAAN MUTLAK

Uwais, seorang Sufi, pernah ditanya:

'Apakah makna rahmat bagi Anda?'

Jawabnya:

'Setiap kali bangun pagi, aku merasa cemas, apakah aku masih akan hidup petang nanti.'

Kata si penanya:

'Tetapi bukankah semua orang tahu akan hal itu?'

Jawab Uwais:

'Mereka memang tahu. Tetapi tidak semua merasakannya.'

Tidak pernah seorang menjadi mabuk hanya karena mengetahui arti kata 'anggur'
Minibalanar - 06/06/2012 10:20 AM
#96

AKU MEMOTONG KAYU

Ketika seorang guru Zen mencapai penerangan budi, ia menulis baris-baris berikut ini untuk memperingatinya:

'Wahai, keajaiban yang mengagumkan:
Aku memotong kayu!
Aku menimba air dari sumur!'

Bagi kebanyakan orang, tidak ada sesuatu yang mengagumkan dalam perbuatan sehari-hari seperti menimba air dari sumur atau memotong kayu. Sesudah penerangan budi, sebetulnya tidak ada sesuatu yang berubah. Segala sesuatu tetap sama. Hanya saja saat itu hatimu penuh rasa kagum. Pohon masih tetap pohon. Orang-orang masih tetap sama seperti dahulu, demikian juga engkau. Kehidupan berjalan terus, tiada bedanya. Mungkin kamu masih pemurung atau pemarah, penuh pertimbangan atau gegabah, sama seperti sebelumnya. Tetapi ada satu perbedaan besar: Sekarang semuanya itu kau lihat dengan mata yang berbeda. Engkau semakin terlepas dari semuanya. Dan hatimu penuh dengan rasa kagum.

Inilah inti dari kontemplasi: ada rasa kagum.

Kontemplasi berbeda dengan ekstase, karena ekstase membuat orang mengasingkan diri. Seorang kontemplatif yang telah mendapat penerangan budi tetap akan memotong kayu dan menimba air dari sumur. Kontemplasi berbeda dengan menikmati keindahan, karena menikmati keindahan (sebuah lukisan atau matahari) menimbulkan kepuasan estetis, sedangkan kontemplasi menimbulkan rasa kagum --entah apa yang dilihat, matahari terbenam atau sebongkah batu saja.

Inilah keistimewaan yang terdapat pada anak kecil: Sering ia merasa kagum. Maka selayaknya ia masuk ke dalam Surga.
Minibalanar - 06/06/2012 10:21 AM
#97

KICAUAN BURUNG

Benak para murid dipenuhi macam-macam pertanyaan tentang Tuhan.

Kata sang Guru:

'Tuhan adalah Yang-Tak-dikenal bahkan Yang-Tidak-dapat-dikenal. Setiap pernyataan tentang Dia, seperti pula setiap jawaban terhadap pertanyaanmu, hanyalah mengacaukan Kebenaran.'

Para murid bingung. 'Lalu mengapa anda masih juga berbicara tentang Dia?'

'Mengapa burung berkicau?' tangkis sang Guru.
Minibalanar - 06/06/2012 10:21 AM
#98

Kerohanian Sejati

Sang Guru ditanya: 'Apakah kerohanian itu?'

Jawabnya: 'Kerohanian yang sejati adalah kerohanian yang yang berhasil membuat orang melakukan perubahan hati.'

'Tetapi kalau saya memakai cara lama yang diwariskan para Guru terdahulu, bukankah itu kerohanian juga?'

'Bukan kerohanian kalau tidak berfungsi mengubah dirimu. Selimut sudah bukan selimut lagi kalau tidak menghangatkan tubuhmu.'

'Jadi, kerohanian itu berubah?'

'Manusia berubah, demikian pula kebutuhannya. Maka apa yang dulu dianggap kerohanian suatu ketika bukan kerohanian lagi. Apa yang disebut kerohanian tidak lain daripada cerita tentang metode masa lampau.'

Potonglah pakaian sesuai dengan pemakainya. Jangan memotong orang sesuai dengan pakaiannya.
Minibalanar - 06/06/2012 10:21 AM
#99

Ikan Kecil

'Maaf, kawan,' kata seekor ikan laut kepada seekor ikan lain. 'Anda lebih tua dan lebih berpengalaman daripada saya. Di manakah saya dapat menemukan laut? Saya sudah mencarinya di mana-mana, tetapi sia-sia saja!'

'Laut,' kata ikan yang lebih tua, 'adalah tempat engkau berenang sekarang ini.'

'Ha? Ini hanya air saja! Yang kucari adalah laut,' sangkal ikan yang muda. Dengan perasaan sangat kecewa ia pergi mencarinya di tempat lain.

Ia datang menghadap sang Guru dengan mengenakan jubah sanyasi.[01] Ia pun berbicara dalam bahasa sanyasi: 'Sudah bertahun-tahun lamanya aku mencari Tuhan. Telah kutinggalkan rumahku dan telah kucari Dia di mana pun Dia berada. Kata orang, Dia ada di puncak-puncak gunung, di tengah-tengah padang gurun, dalam keheningan biara-biara dan di dalam gubuk-gubuk kaum miskin.'

'Apakah engkau telah menemukanNya?' tanya sang Guru.

'Aku menipu diri, aku pendusta, kalau aku menjawab 'Ya'. Belum, aku belum menemukanNya. Bapak sudah?'

Apa yang dikatakan sang Guru kepadanya?

Cahaya keemasan matahari senja menembus celah-celah kamar. Ratusan burung gereja beterbangan dari sebuah pohon beringin di luar sambil berkicau riang. Samar-samar terdengar deru kendaraan di jalan raya. Seekor nyamuk berdengung di dekat telinga, memberi pertanda siap menggigit ... Namun demikian, orang itu masih tetap duduk tepekur dan berkata, bahwa ia belum menemukan Tuhan dan masih mencari-cariNya.

Sesudah menunggu sejenak, ia pun meninggalkan sang Guru dengan perasaan kecewa. Ia pergi mencariNya di tempat lain.
***

Ikan kecil, berhentilah mencari! Tidak ada yang perlu dicari. Heninglah sebentar, bukalah matamu dan lihatlah! Engkau tak mungkin lagi keliru.

Catatan:
01: Sanyasi = seorang Hindu yang telah meninggalkan segala urusan dunia (sanyasa, Hindu) untuk mencari Yang-Ilahi saja.
Minibalanar - 06/06/2012 10:22 AM
#100


Ideologi

Sungguh pedih membaca tentang kebengisan manusia terhadap sesamanya. Inilah sebuah laporan suratkabar tentang penyiksaan yang dilakukan di penjara-penjara modern.

Korban diikat pada kursi besi.
Arus listrik dialirkan dalam tubuhnya,
semakin lama semakain kuat
sampai akhirnya ia mengaku.

Algojo mengepalkan tinjunya dan
menghantam telinga si korban bertubi-tubi,
sampai gendang telinganya pecah.

Seorang tahanan didudukkan di kursi dokter gigi.
Kemudian dokter mengebor giginya sampai
menyentuh syaraf. Pengeboran berjalan terus,
sampai akhirnya si korban menyerah.

Manusia pada hakekatnya bukan makhluk yang bengis. Ia menjadi bengis, kalau ia merasa tidak bahagia atau --kalau ia menganut suatu ideologi. Satu ideologi melawan ideologi yang lain; satu sistem melawan sistem yang lain; satu agama melawan agama yang lain. Dan manusia terhimpit di antaranya.

Orang-orang yang menyalib Yesus itu barangkali bukan orang yang kejam. Mungkin sekali mereka itu suami yang penuh pengertian dan ayah yang mencintai anak-anaknya. Mereka bisa menjadi kejam begitu demi mempertahankan suatu sistem, ideologi atau agama.

Seandainya orang-orang beragama itu selalu lebih mengikuti suara hati mereka daripada logika agamanya, kita tidak perlu menyaksikan pengikut-pengikut bidaah dibakar, janda-janda terjun dalam api pembakaran jenasah suaminya dan jutaan manusia yang tidak berdosa dibantai dalam peperangan-peperangan yang dilancarkan atas nama agama dan Allah.

Kesimpulannya: Jika engkau harus memilih antara suara yang penuh belaskasih dan tuntutan ideologi, tolaklah ideologi tanpa ragu-ragu. Belaskasih tidak bersifat ideologis.
Page 5 of 17 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya