BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya
Total Views: 2834 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 6 of 17 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›

Minibalanar - 06/06/2012 10:22 AM
#101

SETAN DAN TEMANNYA

Pada suatu hari setan berjalan-jalan dengan seorang temannya. Mereka melihat seseorang membungkuk dan memungut sesuatu dari jalan.

'Apa yang ditemukan orang itu?' tanya si teman.

'Sekeping kebenaran,' jawab setan.

'Itu tidak merisaukanmu?' tanya si teman.

'Tidak,' jawab setan. 'Saya akan membiarkan dia menjadikannya kepercayaan agama.'

Kepercayaan agama merupakan suatu tanda, yang menunjukkan jalan kepada kebenaran. Orang yang kuat-kuat berpegang pada penunjuk jalan, tidak dapat berjalan terus menuju kebenaran. Sebab, ia mengira seakan-akan sudah memilikinya.
Minibalanar - 06/06/2012 10:25 AM
#102

TULANG UNTUK MENGUJI IMAN KITA

Seorang cendekiawan Kristen berpendapat bahwa Kitab Suci harus dianggap benar sampai hal yang sekecil-kecilnya.

Pada suatu ketika ia disapa oleh seorang teman sejawatnya: 'Menurut Kitab Suci, bumi itu diciptakan kira-kira lima ribu tahun yang lalu. Tetapi kami telah menggali tulang-tulang untuk membuktikan bahwa kehidupan sudah ada di planet ini sejak ratusan ribu tahun yang lampau.'

Langsung ditanggapi oleh si cendekiawan: 'Ketika Tuhan menciptakan bumi lima ribu tahun yang lalu, ia sengaja menanam tulang-tulang itu di bumi untuk menguji apakah kita lebih percaya pada pernyataan ilmiah atau pada FirmanNya Yang Kudus.'

Terbukti lagi bahwa kepercayaan yang kaku dapat memutarbalikkan kebenaran.
Minibalanar - 06/06/2012 10:26 AM
#103

MENGAPA ORANG-ORANG YANG BAIK MATI?

Seorang pendeta di pedesaan mengunjungi rumah seorang nenek tua anggota jemaatnya. Sambil minum kopi, ia menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh nenek itu.

'Mengapa Tuhan begitu sering mengirimkan wabah kepada kita?' tanya si nenek.

'Ya, ya, ya ...,' jawab pendeta, 'kadang-kadang orang menjadi begitu jahat, hingga perlu disingkirkan. Maka, Yang Mahabaik mengijinkan datangnya wabah.'

'Tetapi,' tukas si nenek, 'mengapa begitu banyak orang baik juga disingkirkan bersama yang jahat?'

'Orang-orang baik itu dipanggil untuk menjadi saksi,' pendeta menjelaskan. 'Sebab, Tuhan ingin menjalankan pengadilan yang adil bagi setiap jiwa.'

Samasekali tidak ada sesuatu pun yang tidak dapat dijelaskan oleh pemegang kepercayaan yang kaku.
Minibalanar - 06/06/2012 10:27 AM
#104

SANG GURU TIDAK TAHU

Seorang pencari kebijaksanaan menghampiri seorang murid dan bertanya dengan penuh hormat: 'Apa makna hidup manusia?'

Murid itu lalu mempelajari tulisan Gurunya dan dengan yakin menjawab dengan kata-kata sang Guru sendiri: 'Hidup manusia tidak lain daripada ungkapan kelimpahan Tuhan.'

Ketika pencari kebijaksanaan itu bertemu dengan sang Guru sendiri, ia mengajukan pertanyaan yang sama. Sang Guru menjawab: 'Aku tidak tahu.'

Pencari kebijaksanaan berkata: 'Aku tidak tahu.' Hal itu menandakan kejujuran. Sang Guru berkata: 'Aku tidak tahu.' Hal itu menandakan pemikiran mistik, yang mengetahui segala sesuatu dengan cara tidak mengetahuinya. Murid berkata: 'Aku tahu.' Hal itu menandakan kebodohan dalam bentuk pengetahuan pinjaman.
Minibalanar - 06/06/2012 10:28 AM
#105

PANDANGAN MATANYA

Komandan tentara pendudukan berkata kepada kepala desa di pegunungan: 'Kami yakin, kamu menyembunyikan seorang pengkhianat di kampungmu. Jika kamu tidak menyerahkannya kepada kami, dengan segala cara kami akan menyiksamu bersama dengan penduduk desamu.'

Kampung itu memang menyembunyikan seseorang yang tampaknya baik, tidak bersalah serta disayang semua orang. Tetapi apa daya kepala desa itu, kalau keselamatan seluruh kampungnya terancam?

Musyawarah berhari-hari di balai desa ternyata tidak menghasilkan apa-apa. Akhirnya, kepala desa membicarakan masalah itu dengan pastor di desa. Semalam suntuk mereka berdua mencari-cari pesan dalam Kitab Suci dan akhirnya menemukan pemecahan. Ada nas yang mengatakan: 'Lebih baik satu orang mati daripada seluruh bangsa.'

Maka kepala desa menyerahkan orang yang tidak bersalah itu kepada tentara pendudukan, sambil memohon supaya diampuni. Namun orang itu justru berkata bahwa bahwa tidak ada yang perlu dimohonkan ampun. Ia tidak ingin membahayakan desa. Maka ia pun disiksa dengan kejam, sampai-sampai teriakannya terdengar di seluruh desa. Akhirnya ia dibunuh.

Dua puluh tahun kemudian seorang nabi melewati desa itu dan langsung pergi menemui kepala desa. Katanya: 'Apa yang telah engkau lakukan? Orang itu ditunjuk oleh Tuhan menjadi penyelamat negeri ini. Dan ia telah kau serahkan untuk disiksa dan dibunuh.'

'Tidak ada jalan lain!' kata kepala desa membela diri. 'Pastor bersama saya telah mencari pesan dalam Kitab Suci dan berbuat sesuai dengan pesan itu.'

'Itulah kesalahanmu!' kata sang nabi. 'Engkau mencari-cari dalam Kitab Suci. Seharusnya engkau juga mencari jawaban dalam matanya.'
Minibalanar - 06/06/2012 10:29 AM
#106

RAKSASA DI SUNGAI

Imam di desa terganggu doanya karena anak-anak ramai bermain-main di sebelah rumahnya. Untuk menghalau anak-anak itu ia berseru: 'Hai, ada raksasa mengerikan di sungai di bawah sana. Bergegaslah ke sana! Nanti kamu akan melihatnya sedang menyemburkan api lewat lubang hidungnya.'

Sebentar saja semua orang di kampung sudah mendengar tentang munculnya raksasa itu. Mereka cepat-cepat berlari menuju sungai. Ketika imam melihat hal ini, ia ikut bergabung bersama banyak orang. Sambil berlari sepanjang jalan menuju ke sungai yang enam kilometer jauhnya, ia kembali berpikir: 'Memang benar, aku sendiri yang membuat cerita. Tetapi, barangkali benar juga, ... siapa tahu.'

Jauh lebih mudah percaya kepada dewa-dewa berhala ciptaan kita sendiri, kalau kita berhasil meyakinkan orang lain, bahwa dewa-dewa memang ada.
Minibalanar - 06/06/2012 10:29 AM
#107

LONCENG-LONCENG KUIL
Sebuah kuil dibangun di suatu pulau, tiga kilometer jauhnya dari pantai. Dalam kuil itu terdapat seribu lonceng. Lonceng-lonceng yang besar, lonceng-lonceng yang kecil, semuanya dibuat oleh pengrajin-pengrajin terbaik di dunia. Setiap kali angin bertiup atau taufan menderu, semua lonceng kuil serentak berbunyi dan secara terpadu membangun sebuah simponi. Hati setiap orang yang mendengarkannya terpesona.

Tetapi selama berabad-abad pulau itu tenggelam di dalam laut; demikian juga kuil bersama dengan lonceng-loncengNya.

Menurut cerita turun-temurun lonceng-lonceng itu masih terus berbunyi, tanpa henti, dan dapat didengar oleh setiap orang yang mendengarkannya dengan penuh perhatian. Tergerak oleh cerita ini, seorang pemuda menempuh perjalanan sejauh beribu-ribu kilometer. Tekadnya telah bulat untuk mendengarkan bunyi lonceng-lonceng itu. Berhari-hari ia duduk di pantai, berhadapan dengan tempat di mana kuil itu pernah berdiri, dan mendengarkan, mendengarkan dengan penuh perhatian. Tetapi yang didengarnya hanyalah suara gelombang laut yang memecah di tepi pantai. Ia berusaha mati-matian untuk menyisihkan suara gelombang itu supaya dapat mendengar bunyi lonceng. Namun sia-sia. Suara laut rupanya memenuhi alam raya.

Ia bertahan sampai berminggu-minggu. Ketika semangatnya mengendor, ia mendengarkan orang tua-tua di kampung. Dengan terharu mereka menceritakan kisah seribu lonceng dan kisah tentang mereka yang telah mendengarnya. Dengan demikian ia semakin yakin bahwa kisah itu memang benar. Dan semangatnya berkobar lagi, apabila mendengar kata-kata mereka ... tetapi kemudian ia kecewa lagi, kalau usahanya selama berminggu-minggu ternyata tidak menghasilkan apa-apa.

Akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri usahanya. Barangkali ia tidak ditakdirkan menjadi salah seorang yang beruntung dapat mendengar bunyi lonceng-lonceng kuil itu. Mungkin juga legenda itu hanya omong kosong saja. Lebih baik pulang saja dan mengakui kegagalan, demikian pikirnya. Pada hari terakhir ia duduk di pantai pada tempat yang paling disayanginya. Ia berpamitan kepada laut, langit, angin serta pohon-pohon kelapa. Ia berbaring di atas pasir, memandang langit, mendengarkan suara laut. Pada hari itu ia tidak berusaha menutup telinganya terhadap suara laut, melainkan menyerahkan dirinya sendiri kepadanya. Dan ia pun menemukan suara yang lembut dan menyegarkan di dalam gelora gelombang laut. Segera ia begitu tenggelam dalam suara itu, sehingga ia hampir tidak menyadari dirinya lagi. Begitu dalam keheningan yang ditimbulkan suara gelombang dalam hatinya.

Di dasar keheningan itu, ia mendengarnya! Dentang bunyi satu lonceng disambut oleh yang lain, oleh yang lain lagi dan oleh yang lain lagi ... dan akhirnya seribu lonceng dari kuil itu berdentangan dengan satu melodi yang agung berpadu. Dalam hatinya meluap rasa kagum dan gembira.

Jika engkau ingin mendengar lonceng-lonceng kuil, dengarkanlah suara laut.

Jika engkau ingin melihat Tuhan, pandanglah ciptaan dengan penuh perhatian. Jangan menolaknya, jangan memikirkannya.Pandanglah saja.


Minibalanar - 06/06/2012 10:30 AM
#108

BERHALA MANUSIA

Suatu ceritera kuno dari India:

Sebuah kapal karam dan terdampar di tepi pantai Sri Lanka. Di situ memerintahlah Vibhisana. Raja para raksasa. Pedagang, pemilik kapal itu dibawa menghadap raja. Ketika melihatnya, Vibhisana menjadi amat bersukacita dan berkata: 'Bukan main. Ia sungguh-sungguh menyerupai patung Ramaku. Bentuknya sama-sama seperti manusia!' Maka ia menyuruh abdinya untuk mengenakan busana mewah dan ratna mutu manikam kepada pedagang itu dan memuliakannya.

Ramakhisna seorang mistik Hindu berkata: 'Ketika waktu pertama kali mendengar cerita ini, aku mengalami kegembiraan yang tak tergambarkan. Jikalau patung tanah liat dapat membantu untuk memuliakan Tuhan, mengapa manusia tidak?"
Minibalanar - 06/06/2012 10:30 AM
#109

RUMUSAN

Seorang mistik pulang dari padang gurun. 'Katakanlah, seperti apakah Tuhan itu!' tanya orang-orang mendesak.

Tetapi bagaimana mungkin mengungkapkan dalam kata-kata apa yang dialaminya dalam lubuk hatinya yang paling dalam? Mungkinkah mengungkapkan Yang Mahabesar dalam kata-kata manusiawi?

Akhirnya ia memberi mereka sebuah rumusan - begitu kurang tepat dan serampangan! - dengan harapan bahwa beberapa dari antara mereka mungkin akan tertarik untuk mencari sendiri apa yang dialaminya.

Mereka berpegang kuat pada rumusan itu. Mereka mengangkatnya menjadi naskah suci. Mereka memaksakannya kepada setiap orang sebagai kepercayaan suci. Mereka bersusah-payah menyebarkannya di negeri-negeri asing. Bahkan ada yang mengorbankan nyawanya demi rumusan itu.

Orang mistik itu pun menjadi sedih. Mungkin lebih baik, seandainya dulu dia tidak pernah berbicara.
Minibalanar - 06/06/2012 10:30 AM
#110

PENJELAJAH

Penjelajah itu pulang ke kampung halamannya. Penduduk ingin tahu segala sesuatu tentang sungai Amazone. Tetapi bagaimana mungkin mengungkapkan dalam kata-kata perasaan yang memenuhi hatinya, ketika ia melihat bunga-bunga begitu indah memukau dan mendengar seribu satu suara penghuni rimba di waktu malam? Bagaimana menjelaskan perasaan hatinya, ketika menghadapi binatang buas atau ketika mendayung perahu kecilnya melewati arus sungai yang sangat berbahaya?

Ia berkata, 'Pergi dan temukanlah sendiri! Tidak ada yang dapat menggantikan pertaruhan nyawa dan pengalaman pribadi.' Namun sebagai pedoman bagi mereka, ia menggambarkan peta sungai Amazone.

Mereka berpegang pada peta itu. Peta itu dibingkai dan diletakkan di kantor kotapraja. Mereka masing-masing menyalin peta itu. Dan setiap orang yang mempunyai peta, menganggap dirinya seorang ahli tentang sungai Amazone. Sebab, bukankah ia tahu setiap kelokan dan pusaran sungai, berapa lebar dan dalamnya, di mana air mengalir deras dan di mana terdapat air terjun?

Penjelajah itu selama hidupnya menyesalkan peta yang telah dibuatnya. Mungkin lebih baik jika dulu dia tidak menggambarkan apa-apa.

Katanya Buddha tidak pernah mau dipancing untuk berbicara tentang Tuhan.

Rupanya ia menyadari bahaya-bahaya menggambar peta bagi para cendekiawan di masa mendatang.
Minibalanar - 06/06/2012 10:35 AM
#111

THOMAS AQUINAS BERHENTI MENULIS.

Diceritakan bahwa Santo Thomas Aquinas, salah seorang teolog yang paling bijak di dunia, tiba-tiba berhenti menulis menjelang akhir hidupnya. Waktu sekretarisnya mengeluh bahwa karyanya belumlah selesai Thomas menjawab: Frater [1] Reginald, ketika aku merayakan Misa beberapa bulan yang lalu, aku mengalami Yang Ilahi. Pada hari itu aku sama sekali kehilangan minat untuk menulis.Sebenarnya, semua yang telah kutulis tentang Allah bagiku tampaknya seperti jerami belaka.'

Memang seharusnya demikian jika seorang cendekiawan menjadi seorang mistik.

Ketika seorang mistik turun dari gunung, ia disongsong oleh seorang ateis yang berkata mencemooh: 'Apa yang kaubawa dari taman kebahagiaan yang kaukunjungi?'

Orang mistik itu menjawab: 'Aku sungguh berniat mengisi jubahku dengan bunga-bunga. Dan bila kembali pada kawan-kawanku, aku bermaksud menghadiahi mereka beberapa kuntum bunga. Tetapi ketika aku di sana, keharuman taman itu membuatku mabuk, sehingga aku menanggalkan jubahku.'

Para guru Zen mengatakan hal itu lebih padat dan tepat: 'Orang yang tahu, tidak banyak bicara. Orang yang banyak bicara, tidak tahu.'

--------
[1] Frater (Latin): saudara; atau panggilan untuk biarawan yang tidak/belum ditahbiskan
Minibalanar - 06/06/2012 10:35 AM
#112

APA KATAMU?

Seorang guru menanamkan kebijaksanaan dalam hati muridnya, bukan di atas halaman buku. Si murid mungkin mengendapkan kebijaksanaan itu selama tiga puluh atau empat puluh tahun di dalam hatinya, sampai ia menemukan seseorang yang siap sedia untuk menerimanya. Itulah tradisi Zen.

Guru Zen Mu-nan menyadari bahwa ia hanya mempunyai satu orang penerus, yaitu muridnya Shoju. Pada suatu hari ia mengundangnya dan berkata: 'Sekarang aku sudah tua. Shoju, dan hanya engkaulah yang akan meneruskan ajaranku. Terimalah kitab ini, yang telah diwariskan selama tujuh turunan dari guru ke guru. Aku sendiri menambah beberapa catatan di dalamnya, yang kiranya akan berguna bagimu. Simpanlah kitab ini. sebagai tanda bahwa engkau penerusku.'

'Lebih baik kitab itu Bapak simpan sendiri saja,' kata Shoju. 'Saya menerima ajaran Zen dari Bapak secara lisan, maka saya lebih senang meneruskannya secara lisan pula.'

'Aku tahu, aku tahu,' kata Mu-nan dengan sabar. 'Namun kitab ini sudah disimpan selama tujuh turunan dan mungkin ada gunanya bagimu. Maka, terimalah dan sirnpanlah baik-baik.'

Keduanya kebetulan berbicara di dekat perapian. Begitu diterima Shoju, kitab itu langsung dilemparkannya ke dalam api. Ia tidak tertarik pada kata-kata tertulis.

Mu-nan yang sebelumnya dikenal sebagai orang yang tidak pernah marah, berteriak: 'Kau melakukan perbuatan biadab!'

Shoju juga berteriak: 'Bapak mengucapkan kata-kata biadab!'

Sang Guru berbicara dengan penuh wibawa tentang apa yang sudah dialaminya sendiri. Ia tidak mengutip satu buku pun.
Minibalanar - 06/06/2012 10:36 AM
#113

JESUS MENONTON PERTANDINGAN SEPAKBOLA

Jesus Kristus berkata bahwa Ia belum pernah menyaksikan pertandingan sepakbola. Maka kami, aku dan teman-temanku, mengajakNya menonton. Sebuah pertandingan sengit berlangsung antara kesebelasan Protestan dan kesebelasan Katolik.

Kesebelasan Katolik memasukkan bola terlebih dahulu. Jesus bersorak gembira dan melemparkan topinya tinggi-tinggi. Lalu ganti kesebelasan Protestan yang mencetak goal. Dan Jesus bersorak gembira serta melemparkan topinya tinggi-tinggi lagi.

Hal ini rupanya membingungkan orang yang duduk di belakang kami. Orang itu menepuk pundak Jesus dan bertanya: 'Saudara berteriak untuk pihak yang mana?'

'Saya?' jawab Jesus, yang rupanya saat itu sedang terpesona oleh permainan itu. 'Oh, saya tidak bersorak bagi salah satu pihak, Saya hanya senang menikmati permainan ini.'

Penanya itu berpaling kepada temannya dan mencemooh Jesus: 'Ateis!'

Sewaktu pulang, Jesus kami beritahu tentang situasi agama di dunia dewasa ini. 'Orang-orang beragama itu aneh, Tuhan,' kata kami. 'Mereka selalu mengira, bahwa Allah ada di pihak mereka dan melawan orang-orang yang ada di pihak lain.'

Jesus mengangguk setuju. 'Itulah sebabnya Aku tidak mendukung agama; Aku mendukung orang-orangnya,' katanya. 'Orang lebih penting daripada agama. Manusia lebih penting daripada hari Sabat.'

'Tuhan, berhati-hatilah dengan kata-kataMu,' kata salah seorang di antara kami dengan was-was. 'Engkau pernah disalibkan karena mengucapkan kata-kata serupa itu.' 'Ya --dan justru hal itu dilakukan oleh orang-orang beragama,' kata Jesus sambil tersenyum kecewa.

Minibalanar - 06/06/2012 10:36 AM
#114

MENGUBAH DUNIA DENGAN MENGUBAH DIRIKU.

Sufi Bayazid bercerita tentang dirinya seperti berikut ini: 'Waktu masih muda, aku ini revolusioner dan aku selalu berdoa: Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mengubah dunia!'

'Ketika aku sudah separuh baya dan sadar bahwa setengah hidupku sudah lewat tanpa mengubah satu orang pun, aku mengubah doaku menjadi: 'Tuhan, berilah aku rahmat untuk mengubah semua orang yang berhubungan denganku: keluarga dan kawan-kawanku, dan aku akan merasa puas.'

'Sekarang ketika aku sudah menjadi tua dan saat kematianku sudah dekat, aku mulai melihat betapa bodohnya aku. Doaku satu-satunya sekarang adalah: 'Tuhan, berilah aku rahmat untuk mengubah diriku sendiri.' Seandainya sejak semula aku berdoa begitu, maka aku tidak begitu menyia-nyiakan hidupku!'

Setiap orang berpikir mau mengubah umat manusia. Hampir tak seorang pun berpikir bagaimana mengubah dirinya.
Minibalanar - 06/06/2012 10:36 AM
#115

BUAH KELAPA

Seekor kera menjatuhkan buah kelapa ke atas kepala seorang Sufi.

Orang itu memungutnya, meminum airnya, memakan dagingnya dan tempurungnya dibuatnya menjadi mangkuk untuk makan

Terima kasih atas kritikmu untukku.
Minibalanar - 06/06/2012 10:37 AM
#116

SUARA PENYANYI MEMENUHI RUANGAN.

Terdengar di luar gedung pertunjukan:

'Betapa hebatnya penyanyi tadi! Suaranya memenuhi seluruh ruangan.'

'Ya, sampai-sampai beberapa pengunjung harus keluar untuk memberi tempat pada suara penyanyi itu!'

Menggelikan! Saudara-saudari sekalian, Anda boleh tetap duduk di kursi Anda. Suara penyanyi akan memenuhi seluruh ruangan, namun tidak akan mengambil satu tempatpun.
---o000o---

Terdengar dalam sebuah bimbingan rohani:

'Bagaimana saya dapat mencintai Tuhan, seperti dianjurkan dalam Kitab Suci? Bagaimana saya dapat menyerahkan seluruh hidupku kepadaNya?'

'Lebih dahulu kau harus mengosongkan hatimu dari semua benda ciptaan.'

Menyesatkan! Jangan takut mengisi hatimu dengan orang dan barang yang kaucintai, karena cinta Tuhan tidak akan mengambil tempat dalam hatimu, seperti halnya suara penyanyi juga tidak mengambil tempat apapun dalam ruangan gedung pertunjukan.
---o000o---

Cinta tidak seperti roti. Bila aku memberikan sepotong kepadamu, maka roti yang dapat kuberikan kepada orang lain berkurang. Cinta lebih menyerupai Roti Ekaristi. Kalau aku menyambutNya, aku menyambut Kristus yang utuh. Namun, sebagai akibatnya kamu tidak menerima Kristus yang kurang utuh, melainkan menerima juga seluruh pribadi Kristus. Begitu juga dengan orang-orang yang lain.

Engkau dapat mencintai ibumu dengan sepenuh hatimu; begitu juga isterimu dan masing-masing anakmu. Anehnya, memberikan seluruh cinta kepada satu orang tidak memaksa mengurangi cinta yang dapat kauberikan kepada orang lain. Sebaliknya, mereka masing-masing mendapatkan lebih banyak. Sebab, jika engkau mencintai sahabatmu saja, dan orang lain tidak, maka jelas bahwa yang kauberikan itu hanyalah hati yang lemah saja. Sahabatmu itu justru akan beruntung kalau kau memberikan hatimu kepada orang lain juga.

Tuhan akan rugi, seandainya Ia menuntutmu supaya memberikan hatimu hanya kepada Dia saja. Berikanlah hatimu juga kepada orang lain, kepada keluargamu, kepada sahabat-sahabatmu. Tuhan beruntung kalau engkau mempersembahkan seluruh hatimu kepadaNya.
Minibalanar - 06/06/2012 10:38 AM
#117

TERIMAKASIH DAN YA

Apakah artinya mencintai Tuhan? Orang tidak mencintaiNya seperti mencintai manusia yang dapat dilihat, didengar dan disentuh. Sebab, Tuhan bukanlah seorang pribadi - sebagaimana kita mengerti arti kata ini. Ia adalah 'Yang, Tak Dikenal'. Ia adalah ,Yang-Samasekali-Lain.' Ia mengatasi semua peristilahan seperti kepriaan dan kewanitaan, pribadi maupun benda mati.

Kalau kita berkata, para pengunjung memenuhi ruangan atau suara penyanyi memenuhi ruangan, kita menggunakan kata yang sama untuk dua kenyataan yang samasekali berbeda. Kalau kita berkata, bahwa kita mencintai Tuhan dengan sepenuh hati dan mencintai sahabat dengan sepenuh hati, kita juga menggunakan kata yang sama untuk mengungkapkan dua kenyataan yang samasekali berbeda. Sebab, suara penyanyi tidak sungguh-sungguh memenuhi ruangan. Dan kita tidak dapat sungguh-sungguh mencintai Tuhan dalam arti kata yang biasa.

Mencintai Tuhan dengan seluruh hati berarti dengan seluruh hati mengucapkan kata 'ya' kepada kehidupan dan segala peristiwa yang terjadi di dalamnya. Menerima tanpa syarat segala sesuatu yang direncanakan Tuhan dalam hidup ini. Mempunyai sikap yang dimiliki Jesus, ketika berkata: 'Bukan kehendakKu, melainkan kehendakMu terjadilah.' Mencintai Tuhan dengan sepenuh hati, dapat berarti mengamini kata-kata mutiara Dag Hammersjold:

Terimakasih untuk semua yang telah berlalu. Terjadilah segala yang akan terjadi - ya, aku terima.

Hal-hal semacam ini hanya dapat dipersembahkan kepada Tuhan. Di sini Ia tidak mempunyai saingan. Mengerti bahwa inilah artinya mencintai Tuhan, berarti juga sekaligus mengerti hal lain yang sangat penting, yakni bahwa mencintai Tuhan tidak sama dengan mencintai sahabatmu dengan sepenuh hati, hangat dan mesra.

Suara penyanyi memenuhi ruangan. Suara itu tetap menguasai ruangan tersebut, betapa pun ruangan itu penuh orang. Kehadiran orang banyak tidak mengubah sesuatu pun. Yang akan mengubah situasi itu hanyalah suara lain yang menyaingi, yang mau menenggelamkan suara semula. Tuhan tetap menguasai hatimu, biarpun banyak orang telah memenuhinya. Kehadiran orang-orang itu tidak merupakan bahaya bagi cintaNya. Bahaya hanya dapat muncul dari usaha sebagian orang untuk menjauhkan engkau dari kata 'ya' yang kau ucapkan sepenuh hati terhadap semua yang direncanakan Tuhan bagi hidupmu.
Minibalanar - 06/06/2012 10:38 AM
#118

SIMON PETRUS

Wawancara dari Injil:

'Dan kamu,' kata Jesus, 'menurut kamu, siapakah Aku ini?'

Simon Petrus menjawab:

'Engkaulah Mesias, Putera Allah Yang hidup.'

Lalu Jesus berkata:

'Simon anak Yunus, sungguh engkau beruntung! Engkau tidak mengetahui hal itu dari manusia fana. Bapaku Yang ada di surga telah menyatakan hal itu kepadamu!'

Wawancara jaman sekarang:

Jesus:

'Dan kamu. menurut kamu siapakah Aku ini?'

Orang Kristen:

'Engkau adalah Mesias, Putera Allah Yang hidup.'

Jesus:

'Jawaban yang baik dan benar. Tetapi betapa engkau tidak beruntung, karena engkau mengetahui hal itu dari manusia fana. Bapaku Yang ada di surga belum menyatakan hal itu kepadamu.'

Orang Kristen:

'Benar, Tuhan, Saya telah tertipu. Ada orang yang sudah menjawab semua persoalan sebelum BapaMu Yang ada di surga sempat berbicara kepada saya. Saya kagum akan kebijaksanaanMu, bahwa Engkau tidak berkata apa-apa kepada Simon, tetapi menunggu, sampai BapaMu berbicara lebih dahulu.'
Minibalanar - 06/06/2012 10:38 AM
#119

WANITA SAMARIA

Wanita itu meletakkan buli-buli airnya dan pulang ke kotanya. Ia berkata kepada orang banyak: 'Marilah kita lihat orang yang mengatakan segala sesuatu yang pernah kulakukan. Mungkinkah dia ini Mesias?'

Orang Kristen:

Seorang pengajar seperti wanita Samaria! Ia tidak menjawab apa-apa. Ia hanya mengajukan pertanyaan dan membiarkan orang menemukan jawabannya sendiri.

Tentu ia juga merasa tergoda untuk memberikan jawabannya, karena ia telah mendapatkannya dariMu ketika Engkau berkata kepadanya: 'Akulah Mesias. Aku, yang sedang berbicara denganmu ini.'

Semakin banyak orang menjadi murid Jesus karena apa yang mereka dengar dari mulutNya sendiri. Mereka berkata kepada wanita itu: 'Tidak lagi karena kata-katamu kami kini percaya, karena kami telah mendengarNya sendiri. Dan kami tahu bahwa sungguh Dia inilah Penyelamat Dunia.'

Orang Kristen:

Saya dulu puas belajar tentang Engkau dari tangan kedua, Tuhan. Dari Kitab Suci dan para kudus, dari para Paus dan para pengkhotbah. Saya ingin dapat mengatakan kepada mereka semua: 'Tidak lagi karena kata-katamu kini saya percaya, melainkan karena saya telah mendengar dari Dia sendiri.'
Minibalanar - 06/06/2012 10:39 AM
#120

IGNASIUS DARI LOYOLA

Seorang mistik abad keenam-belas, Ignasius dari Loyola, bercerita bahwa waktu ia bertobat, ia tidak tahu kepada siapa ia akan minta bimbingan. Dan Tuhan sendirilah yang kemudian mengajarnya, seperti seorang guru mengajar seorang anak kecil. Akhirnya, ia sampai pada kesimpulan, andaikata seluruh Kitab Suci dimusnahkan, ia masih akan tetap berpegang pada apa yang diwahyukan di dalamnya. Sebab. Tuhan telah mengajarkan hal itu secara pribadi kepadanya.

Orang Kristen:

Saya tidak beruntung seperti Ignasius, Tuhan. Celakanya, ada sedemikian banyak orang yang dapat saya mintai bimbingan. Mereka tiada henti-hentinya menggurui saya dengan ajaran mereka. Hampir-hampir tidak mendengar Engkau lagi dalam kegaduhan itu, bahkan pada waktu saya begitu ingin mendengarkanMu. Tidak pernah terlintas di benak bahwa saya dapat memperoleh pengetahuan langsung dariMu. Sebab, kadang-kadang mereka berkata: 'Kami semua adalah pengajar yang akan selalu kamu hadapi. Barangsiapa mendengar kami, mendengar Dia juga.'

Keliru, jika saya mempersalahkan mereka atau menyesalkan kehadiran mereka dalam masa kecil saya. Saya sendirilah yang harus dipersalahkan. Sebab, saya kurang kuat untuk membungkam suara mereka; tidak berani untuk mencari dan menemukannya sendiri. Hati saya kurang teguh untuk bertahan sampai akhirnya Engkau berbicara; dan iman saya terlalu lemah untuk percaya bahwa pada suatu hari, di suatu tempat, Engkau Yang akan memecahkan keheninganMu dan berbicara kepada saya.
Page 6 of 17 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya