BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya
Total Views: 2834 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 7 of 17 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›

Minibalanar - 06/06/2012 10:40 AM
#121

MUSIK BAGI ORANG TULI

Aku dulu tuli samasekali. Pada waktu itu aku melihat orang-orang berdiri, bergerak dengan lemah gemulai, melangkah maju dan mundur, melenggok berputar-putar, bergeser ke kiri dan ke kanan. Katanya, orang-orang itu menari. Kelihatannya aneh sekali sampai pada suatu hari aku mendengar musik iringannya. Lalu aku pun mengerti. Betapa indahnya tarian itu!

Nah, sekarang kulihat tingkah-laku ganjil sementara orang suci. Tetapi aku tahu, imanku mati. Maka aku tidak mau mengadakan pernilaian sebelum imanku hidup kembali. Mungkin pada suatu waktu aku akan mengerti.

Dan aku melihat tingkah-laku yang aneh dari orang-orang yang sedang jatuh cinta. Tetapi aku tahu, hatiku mati.

Maka daripada menilai mereka, lebih baik aku berdoa agar hatiku suatu ketika hidup kembali.
Minibalanar - 06/06/2012 10:41 AM
#122

KAYA

Suami:

'Manisku, aku akan bekerja keras supaya pada suatu saat kita akan menjadi kaya.'

Isteri:

'Kita sudah kaya, sayang, karena kita saling memiliki. Kelak mungkin kita akan mempunyai banyak uang juga.'
Minibalanar - 06/06/2012 10:41 AM
#123

NELAYAN YANG PUAS

Usahawan kaya dari kota terkejut menjumpai nelayan di pantai sedang berbaring bermalas-malasan di samping perahunya, sambil mengisap rokok.

'Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?' tanya usahawan itu.

'Karena ikan yang kutangkap telah menghasilkan cukup uang untuk makan hari ini,' jawab nelayan.

'Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi daripada yang kau perlukan?' tanya usahawan.

'Untuk apa?' nelayan balas beitanya.

'Engkau dapat mengumpulkan uang lebih banyak,' jawabnya. 'Dengan uang itu engkau dapat membeli motor tempel, sehingga engkau dapat melaut lebih jauh dan menangkap ikan lebih banyak. Kemudian engkau mempunyai cukup banyak uang untuk membeli pukat nilon. Itu akan menghasilkan ikan lebih banyak lagi, jadi juga uang lebih banyak lagi. Nah, segera uangmu cukup untuk membeli dua kapal ... bahkan mungkin sejumlah kapal. Lalu kau pun akan menjadi kaya seperti aku.'

'Selanjutnya aku mesti berbuat apa?' tanya si nelayan.

'Selanjutnya kau bisa beristirahat dan menikmati hidup,' kata si usahawan.

'Menurut pendapatmu, sekarang Ini aku sedang berbuat apa?' kata si nelayan puas.

Lebih bijaksana menjaga kemampuan untuk menikmati hidup seutuhnya daripada memupuk uang.
Minibalanar - 06/06/2012 10:42 AM
#124

TUJUH BULI-BULI EMAS

Seorang tukang cukur sedang berjalan di bawah sebatang pohon yang angker, ketika ia mendengar suara yang berkata: 'Inginkah engkau mempunyai emas sebanyak tujuh buli-buli?' Tukang cukur itu melihat kiri kanan dan tidak tampak seorang pun. Tetapi nafsu lobanya timbul, maka dengan tak sabar ia menjawab lantang: 'Ya, aku ingin!' 'Kalau begitu, pulanglah segera ke rumah,' kata suara itu. 'Engkau akan menemukannya di sana.'

Si tukang cukur cepat-cepat berlari pulang. Sungguh, ada tujuh buli-buli penuh emas, kecuali satu yang hanya berisi setengah saja. Si tukang cukur tak bisa melepaskan pikiran, bahwa satu buli-buli hanya berisi setengah saja. Ia ingin sekali untuk segera mengisinya sampai penuh. Sebab jika tidak, ia tidak akan bahagia.

Seluruh perhiasan milik anggota keluarganya disuruhnya dilebur menjadi uang emas dan dimasukkannya dalam buli-buli yang berisi setengah itu. Tetapi buli-buli itu tetap berisi setengah seperti semula. Ini menjengkelkan! Ia menabung, menghemat dan berpuasa sampai ia sendiri dan seluruh keluarganya kelaparan. Namun demikian, sia-sia belaka. Biarpun begitu banyak emas telah dimasukkannnya ke dalamnya, buli-buli itu tetap berisi setengah saja.

Pada suatu hari ia minta kenaikan gaji kepada raja. Upahnya dilipatduakan. Sekali lagi ia berjuang untuk mengisi buli-buli itu. Bahkan ia sampai mengemis. Namun buli-buli itu tetap menelan setiap mata uang emas yang dimasukkan dan tetap berisi setengah.

Raja mulai memperhatikan, betapa tukang cukur itu tampak kurus dan menderita. 'Kau punya masalah apa?' tanya sang raja. 'Kau dulu begitu puas dan bahagia waktu gajimu kecil saja. Sekarang gajimu sudah lipat dua, namun kau begitu muram dan lesu. Barangkali kau menyimpan tujuh buli-buli emas itu?'

Tukang cukur terheran-heran. 'Siapakah yang menceritakan hal itu kepada Paduka, ya Tuanku Raja?'

Raja tertawa seraya berkata:

'Tindak-tandukmu jelas menampakkan gejala-gejala yang terdapat pada semua orang yang ditawari tujuh buli-buli emas oleh setan. Ia pernah menawarkannya juga kepadaku. Aku bertanya, apakah uang itu boleh dipergunakan atau semata-mata untuk disimpan. Namun ia terus menghilang tanpa berkata apa-apa. Uang itu tidak bisa digunakan, tetapi hanya memaksa orang supaya mau menyimpannya. Lekas kembalikanlah uang itu pada setan. Pastilah engkau akan bahagia kembali!'
Minibalanar - 06/06/2012 10:45 AM
#125

MOHON HATI YANG DAMAI

Dewa Vishnu sudah bosan mendengarkan permohonan salah seorang penyembahnya, hingga suatu ketika ia menampakkan diri di hadapannya dan berkata: 'Sudah kuputuskan, aku akan memberikan tiga hal, apa pun yang kau minta. Sesudah itu, tidak ada sesuatu pun yang akan kuberikan kepadamu lagi.'

Penyembah itu dengan gembira langsung mengajukan permohonan yang pertama. Ia meminta, agar isterinya mati sehingga ia dapat menikah lagi dengan wanita lain yang lebih baik. Permohonannya dikabulkan dengan segera.

Tetapi ketika teman-teman dan sanak saudaranya berkumpul menghadiri pemakaman isterinya, dan mulai mengenangkan kembali semua sifat baiknya, penyembah ini sadar bahwa ia telah bertindak terlampau gegabah. Saat itu ia menyadari bahwa dulu ia buta terhadap segala kebaikan isterinya. Apakah ia masih bisa menemukan wanita lain yang sebaik dia?

Maka ia memohon kepada dewa, agar menghidupkan isterinya kembali. Kini permohonannya tinggal satu lagi. Ia bermaksud tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya, karena ia sudah tidak akan sempat memperbaikinya lagi. Ia bertanya kemana-mana. Beberapa kawannya menasehatinya, agar ia minta diluputkan dari kematian. Tetapi apa gunanya tetap hidup, kata kawannya yang lain, kalau badannya tidak sehat? Dan untuk apa sehat, kalau tidak punya uang? Dan apa gunanya uang kalau tidak punya sahabat?

Tahun demi tahun telah lewat dan ia belum juga dapat memutuskan apa yang harus dimintanya: hidup, kesehatan, kekayaan, kekuasaan atau cinta. Akhirnya ia menyerah dan berkata kepada dewa: 'Berkenanlah kiranya Dewa memberi nasehat, apa yang sepantasnya saya minta?'

Melihat kebingungan orang itu, Vishnu tertawa dan berkata:

'Mintalah hati yang damai, entah apa pun yang terjadi dalam hidupmu.'
Minibalanar - 06/06/2012 10:45 AM
#126

PASAR MALAM AGAMA

Aku dan temanku pergi ke 'Pasar malam agama.' Bukan pasar dagang. Pasar agama. Tetapi persaingannya sama sengitnya, propagandanya pun sama hebatnya.

Di kios Yahudi kami mendapat selebaran yang mengatakan bahwa Tuhan itu Maha Pengasih dan bahwa bangsa Yahudi adalah umat pilihanNya. Ya, bangsa Yahudi. Tidak ada bangsa lain yang terpilih seperti bangsa Yahudi.

Di kios Islam kami mendengar, bahwa Allah itu Maha Penyayang dan Muhammad ialah nabiNya. Keselamatan diperoleh dengan mendengarkan Nabi Tuhan yang satu-satunya itu.

Di kios Kristen kami menemukan, bahwa Tuhan adalah Cinta dan bahwa di luar Gereja tidak ada keselamatan. Silahkan mengikuti Gereja Kudus jika tidak ingin mengambil risiko masuk neraka.

Di pintu keluar aku bertanya kepada temanku: 'Apakah pendapatmu tentang Tuhan?' Jawabnya: 'Rupanya Ia penipu, fanatik dan bengis.'

Sampai di rumah aku berkata kepada Tuhan: 'Bagaimana Engkau bisa tahan dengan hal seperti ini, Tuhan? Apakah Engkau tidak tahu, bahwa selama berabad-abad mereka memberi julukan jelek kepadaMu?'

Tuhan berkata: 'Bukan Aku yang mengadakan 'Pasar malam agama' itu. Aku bahkan merasa terlalu malu untuk mengunjunginya.'
Minibalanar - 06/06/2012 10:46 AM
#127

DISKRIMINASI

Aku langsung kembali menuju ke 'Pasar malam agama.' Kali ini aku mendengar pidato imam agung agama Balakri. Kami diberitahu bahwa nabi Balakri adalah almasih yang dilahirkan pada abad kelima di 'Tanah Suci Mesambia.'

Malam itu aku menghadap Tuhan lagi. 'Engkau sungguh-sungguh melakukan diskriminasi, bukankah begitu, Tuhan? Mengapa abad kelima itu abad yang mulia, dan mengapa Mesambia harus menjadi tanah suci? Mengapa Engkau melakukan diskriminasi terhadap abad lain dan negeri lain? Apa kesalahan abadku? Dan apa kesalahan negeriku?,

Tuhan menjawab:

'Hari raya itu suci, karena menunjukkan bahwa semua hari sepanjang tahun itu suci. Dan tanah suci itu dikatakan suci, karena menunjukkan bahwa semua tanah sudah disucikan. Demikian pula Kristus dilahirkan untuk menunjukkan bahwa semua orang adalah putera-puteri Allah.'
Minibalanar - 06/06/2012 10:46 AM
#128

ANAK YANG SULUNG

Tema khotbahnya adalah 'Anak yang hilang.' Pengkhotbah dengan penuh semangat berbicara tentang cinta Bapa yang tiada bandingannya. Tetapi apakah yang istimewa pada cinta Bapa? Ada ribuan bapa manusia yang dapat menyamai cinta itu. Dan lebih mungkin lagi, ribuan ibu manusia.

Perumpamaan ini sungguh-sungguh dimaksudkan untuk menyindir orang Farisi:

Para pemungut pajak dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkanNya. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Kata mereka: 'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.' Lalu Jesus menceritakan perumpamaan ini kepada mereka ... (Injil Lukas, Bab 15, ayat 1-2)

Orang yang bersungut-sungut! Orang Farisi! Anak sulung! Inilah inti perumpamaan.

Pada suatu hari waktu Tuhan masuk ke dalam surga, Ia heran bahwa semua orang sudah berada di sana. Tak seorang pun dimasukkan ke dalam neraka. Ini merisaukanNya, karena bukankah Tuhan harus adil? Dan untuk apa neraka diciptakan, jika tidak dipakai?

Maka Ia berkata kepada Malaikat Gabriel:

'Panggil semua orang ke hadapan tahtaKu dan bacakan Sepuluh PerintahKu!'

Semua orang dipanggil. Malaikat Gabriel membaca perintah yang pertama. Lalu Tuhan bersabda:

'Semua yang pernah berdosa melawan perintah ini, harus segera turun ke neraka!' Sejumlah orang mengundurkan diri dan dengan sedih pergi ke neraka.

Hal yang sama terjadi pula sesudah perintah yang kedua dibaca ... begitu pula dengan yang ketiga ... keempat ... kelima ... Pada waktu itu penghuni surga sudah jauh berkurang. Sesudah perintah keenam dibaca, semua orang telah pergi ke neraka kecuali seorang pertapa yang gemuk, tua dan botak.

Tuhan melihatnya dan berkata kepada Malaikat Gabriel:

'Inikah satu-satunya yang masih tinggal di surga?'

'Ya,' sembah Malaikat Gabriel.

'Wah,' kata Tuhan, 'suasana di sini menjadi agak sepi, bukan? Suruhlah mereka semua kembali ke surga!'

Ketika pertapa yang gemuk, tua dan botak itu mendengar bahwa semua orang akan mendapat pengampunan, ia naik pitam. Dan ia menggugat Tuhan:

'Ini tidak adil! Mengapa dulu hal ini tidak Tuhan katakan kepadaku?'

Nah, ketahuan masih ada seorang Farisi lain lagi yang tersembunyi. 'Anak sulung' yang lain. Orang yang percaya akan ganjaran dan hukuman serta berpegang teguh pada keadilan mutlak.
Minibalanar - 06/06/2012 10:48 AM
#129

AGAMA SEORANG IBU TUA
Seorang ibu tua yang terlalu saleh, kurang puas dengan semua agama yang ada. Maka ia mendirikan agamanya sendiri.

Pada suatu hari seorang wartawan, yang secara tulus ingin mengetahui keyakinan dan pendiriannya, bertanya:

Apakah Ibu betul-betul percaya, seperti dikatakan banyak orang, bahwa tidak ada orang yang masuk surga kecuali Ibu dan pembantu Ibu?'

Ibu tua itu menimbang-nimbang sejenak, lalu menjawab:

'Mengenai pembantuku Minah, saya kurang begitu yakin.'
Minibalanar - 06/06/2012 10:48 AM
#130

CINTA ITU MELUPAKAN.
'Mengapa engkau selalu mengungkit-ungkit kesalahanku di masa lalu?' tanya sang suami. 'Kupikir, kau telah melupakannya!'

'Memang aku sudah mengampuni dan melupakannya!' jawab sang isteri. 'Tetapi aku ingin meyakinkanmu, agar engkau tidak lupa bahwa aku sudah mengampuni dan melupakannya.'

Sebuah wawancara:

Murid:

'Jangan ingat lagi akan dosa-dosaku, ya Tuhan!'

Tuhan:

'Dosa? Dosa apa? Engkau harus menyegarkan ingatanku. Aku sudah melupakannya berabad-abad yang lalu.'

Cinta itu tidak mengingat-ingat kesalahan.
Minibalanar - 06/06/2012 10:48 AM
#131

BUNGA TERATAI

Aku sangat mengagumi temanku. Ia bermaksud menunjukkan kepada tetangganya, betapa sucinya ia. Bahkan untuk itu sampai-sampai ia mengenakan pakaian khusus. Aku selalu menyangka, bahwa jika orang sungguh-sungguh suci, kesucian itu akan terlihat oleh orang lain tanpa usaha apa pun darinya. Tetapi temanku ini berusaha agar kesuciannya dapat terlihat tetangganya. Ia bahkan mengumpulkan sejumlah murid dengan maksud agar mereka ini menunjukkan kesucian yang mereka miliki. Mereka menyebut hal ini 'memberi kesaksian.'

Ketika melewati sebuah kolam, aku melihat sekuntum bunga teratai yang sedang mekar. Tanpa pikir panjang kukatakan kepadanya:

'Alangkah indahnya kau, bungaku! Dan betapa jauh lebih indahnya Tuhan yang telah menciptakanmu!'

Ia menjadi tersipu-sipu karena ia samasekali tidak menyadari keindahannya yang menakjubkan itu. Dan ia senang karena Tuhanlah yang dimuliakan.

Ia menjadi jauh lebih indah justru karena tidak menyadari keindahannya. Dan ia menarik perhatianku, justru karena tidak berusaha untuk memikatku.

Tidak jauh dari situ ada kolam lain. Di sana kulihat teratai lain yang menjulurkan daun-daunnya kepadaku dan dengan malu-malu berkata: 'Lihatlah keindahanku dan muliakanlah Penciptaku!'

Aku pergi meninggalkannya dengan rasa muak.

Kalau aku mulai berusaha memberi teladan yang baik, aku ingin memberi kesan bagi orang lain. Berhati-hatilah terhadap orang Farisi yang bermaksud baik!
Minibalanar - 06/06/2012 10:49 AM
#132

KURA-KURA

Ia memimpin sebuah kelompok beriman. Semacam guru. Disegani, dihormati, bahkan disayangi. Tetapi ia mengeluh kepadaku, bahwa ia tidak mendapatkan kehangatan dalam persahabatan dengan sesamanya. Orang mencarinya untuk mohon bantuan dan minta nasehat. Mereka tidak mendekatinya sebagai seorang manusia biasa. Mereka tidak dapat bersantai bersamanya.

Bagaimana mungkin? Aku memandangnya: selalu seimbang, menguasai diri, anggun, sempurna. Maka aku berkata kepadanya: 'Engkau harus membuat pilihan berat: hidup lumrah penuh gairah dan menjadi menarik atau hidup seimbang dan terus dihormati. Engkau tidak dapat menempuh kedua-keduanya.' Ia pergi dengan sedih. Kedudukannya, katanya, tidak mengijinkannya untuk hidup lumrah penuh gairah, untuk menjadi dirinya sendiri. Ia harus memainkan sebuah peranan dan dihormati.

Jesus rupanya telah hidup lumrah, penuh gairah dan bebas. Tidak seimbang dan tidak dihormati. Pastilah perkataan dan perbuatanNya mengejutkan banyak orang terhormat.
--o000o--

Seorang kaisar dari Tiongkok mendengar tentang kebijaksanaan seorang pertapa yang hidup di pegunungan utara. Dikirimnya utusan-utusan ke sana untuk menawarkan jabatan Perdana Menteri Kerajaan kepadanya.

Sesudah berjalan berhari-hari, sampailah para utusan itu di pertapaan. Mereka menemukan sang pertapa sedang duduk di atas batu karang, setengah telanjang, sambil mengail ikan. Mula-mula mereka sangsi. Inikah orang yang oleh Kaisar dihargai begitu tinggi? Tetapi setelah ditanyakan di desa sekitar, ternyata memang dialah orangnya. Maka mereka berdiri di pinggir sungai dan dengan hormat memanggilnya.

Sang pertapa menyeberang sampai ke pinggir sungai, menerima hadiah-hadiah dari para utusan dan mendengar permintaan mereka yang aneh. Ketika ia mulai mengerti bahwa Kaisar menginginkan dia, sang pertapa itu, untuk menjadi Perdana Menteri Kerajaan, maka ia mengangguk-anggukkan kepalanya dan tertawa terkekeh-kekeh. Ketika ketawanya telah berhenti, ia berkata kepada para utusan yang keheran-heranan: 'Kamu lihat kura-kura yang sedang mengibas-ngibaskan ekornya di dalam lumpur itu?'

'Ya, Tuanku,' kata para utusan.

'Nah, jawablah: Apakah benar bahwa setiap hari seluruh hamba istana berkumpul di kuil istana dan menyembah seekor kura-kura mati yang badannya disumpal kapuk dan ditempatkan di mesbah utama; seekor kura-kura dewata yang kulitnya dihiasi intan permata, mirah serta ratna mutu manikam?'

'Memang benar, Tuanku,' jawab para utusan.

'Nah, apakah kiranya binatang kecil, yang mengibas-ngibaskan ekornya di lumpur itu mau berganti tempat dengan kura-kura dewata?'

'Tidak, Tuanku,' kata para utusan.

'Nah, pulanglah dan katakan kepada Kaisar, bahwa aku juga tidak mau. Aku lebih senang hidup di pegunungan ini daripada mati di dalam istana. Sebab, tak seorang pun dapat hidup dalam istana dan tetap sungguh-sungguh hidup lumrah penuh gairah.'
Minibalanar - 06/06/2012 10:49 AM
#133

BAYAZID MELANGGAR ATURAN.
Bayazid, seorang Muslim yang suci, kadang-kadang dengan sengaja melanggar bentuk-bentuk lahir dan upacara agamanya.

Pada suatu hari, ketika ia pulang dari Mekah, ia singgah di kota Rey di Iran. Penduduk kota yang sangat menaruh hormat padanya, keluar mengelu-elukannya sampai seluruh kota menjadi gempar. Bayazid, yang sudah jenuh akan pendewaan serupa itu, menunggu hingga ia sampai di pinggir pasar. Di sana ia membeli sepotong roti, lalu mulai memakannya di muka umum. Padahal waktu itu bulan puasa. Akan tetapi Bayazid yakin, bahwa dalam perjalanan ia tidak terikat pada peraturan-peraturan agama.

Tetapi para pengikutnya tidak berpikir demikian. Maka mereka begitu dikecewakan oleh perbuatan itu, sehingga mereka semua segera meninggalkannya dan pulang. Bayazid dengan rasa puas berkata kepada salah seorang muridnya: 'Lihat, begitu aku berbuat sesuatu yang berlawanan dengan harapan mereka, rasa hormat mereka terhadapku hilang lenyap.'

Jesus kerapkali sangat mengejutkan para pengikutnya dengan bertindak seperti itu juga.

Kebanyakan orang memerlukan seorang suci untuk disembah dan seorang guru untuk dimintai nasehat. Ada persetujuan diam-diam: 'Engkau harus hidup sesuai dengan harapan kami, dan sebagai gantinya kami akan menghormatimu.' 'Permainan' kesucian!
Minibalanar - 06/06/2012 10:49 AM
#134

ORANG YANG BERWARNA LORENG-LORENG

Kita biasa menggolongkan manusia dalam dua kategori: orang suci dan orang berdosa. Penggolongan itu dilakukan atas dasar angan-angan saja. Sebab, di satu pihak, tidak seorang pun betul-betul tahu, siapa saja yang suci dan siapa saja yang pendosa: kesan lahiriah mudah menipu. Di lain pihak, kita semua, baik yang suci maupun yang berdosa, adalah pendosa.

Seorang pendeta mengajukan pertanyaan ini dalam sebuah kelas: 'Anak-anak, seandainya semua orang baik itu putih dan semua orang jahat itu hitam, kamu akan berwarna apa?'

Si kecil Maria-Yoana menjawab: 'Aku akan menjadi orang yang berwarna loreng-loreng, Pak!'

Begitu juga semua guru, pastor, kiai, haji, bhiksu ... Begitu juga para mahatma, para paus dan santo-santa yang mulia ...
--o000o--

Seseorang mencari gereja yang baik untuk ikut serta beribadat. Kebetulan ia masuk ke sebuah gereja tempat jemaat bersama pendetanya sedang berdoa. Mereka membaca dari sebuah buku doa: 'Kami melalaikan hal-hal yang sebenarnya harus kami lakukan, dan kami melakukan hal-hal yang seharusnya tidak boleh kami lakukan.'

Orang itu langsung ikut duduk di situ dan berkata kepada dirinya sendiri dengan perasaan lega: 'Syukur kepada Tuhan! Akhirnya aku menemukan juga kelompok orang yang sama seperti diriku!'

Usaha-usaha untuk menyembunyikan loreng-loreng yang ada pada orang suci kita kadang-kadang berhasil, tetapi usaha itu selalu kurang jujur.
Minibalanar - 07/06/2012 07:28 AM
#135

KIOS KEBENARAN

Ketika aku melihat papan nama pada kios itu, hampir-hampir aku tidak percaya pada apa yang kubaca: KIOS KEBENARAN. Mereka menjual kebenaran di sana!

Gadis penjaga kios bertanya dengan amat sopan: kebenaran macam apa yang ingin kubeli, sebagian kebenaran atau seluruh kebenaran? Tentu saja seluruh kebenaran! Aku tidak perlu menipu diri, mengadakan pembelaan diri atau rasionalisasi lagi. Aku menginginkan kebenaranku: terang, terbuka, penuh dan utuh. Ia memberi isyarat, agar aku menuju bagian lain dalam kios itu, yang menjual kebenaran yang utuh.

Pemuda penjaga kios yang ada di sana memandangku dengan rasa kasihan dan menunjuk kepada daftar harga. 'Harganya amat tinggi Tuan,' katanya. 'Berapa?' tanyaku mantap, karena ingin mendapat seluruh kebenaran, berapapun harganya. 'Kalau Tuan membelinya,' katanya. 'Tuan akan membayarnya dengan kehilangan semua ketenangan dalam seluruh sisa hidup Tuan.'

Aku keluar dari kios itu dengan rasa sedih. Aku mengira bahwa aku dapat memperoleh seluruh kebenaran dengan harga murah. Aku masih belum siap menerima kebenaran. Kadang-kadang aku mendambakan damai dan ketenangan. Aku masih perlu sedikit menipu diri dengan membela dan membenarkan diri. Aku masih ingin berlindung di balik kepercayaan-kepercayaanku yang tak boleh dipertanyakan.
Minibalanar - 07/06/2012 07:28 AM
#136

JALAN SEMPIT

Sekali peristiwa. Tuhan memperingatkan rakyat mengenai datangnya gempa bumi, yang akan menghabiskan seluruh air yang ada di negeri ini.

Air yang kemudian datang mengganti, akan membuat setiap orang menjadi gila.

Hanya nabilah yang menanggapi Tuhan dengan serius, ia mengusung air banyak-banyak ke guanya di gunung, sehingga cukup kiranya sampai hari kematiannya.

Ternyata benar, gempa bumi sungguh terjadi. Air menghilang dan air yang baru mengisi parit, danau, sungai serta kolam. Beberapa bulan kemudian nabi turun ke lembah untuk melihat apa yang telah terjadi. Memang, semua orang telah menjadi gila. Mereka menyerang dan tidak mempedulikannya. Mereka semua yakin justru dialah yang sudah menjadi gila.

Maka nabi pulang ke guanya di gunung. Ia senang, bahwa ia masih menyimpan banyak air. Tetapi lama-kelamaan ia merasakan kesepian yang tak tertahankan lagi. Ia ingin sekali bergaul dengan sesama manusia. Maka ia turun kebawah lagi. Sekali lagi ia diusir oleh orang banyak, karena ia begitu berbeda dari mereka semua.

Nabi lalu mengambil keputusan. Ia membuang seluruh air yang disimpannya, minum air baru dan bergabung dengan orang-orang lainnya sehingga sama-sama menjadi gila.

Jika engkau mencari kebenaran, engkau berjalan sendirian. Jalan ini terlalu sempit untuk kawan seperjalanan. Siapakah yang dapat tahan dalam kesendirian itu?
Minibalanar - 07/06/2012 07:28 AM
#137

MUNAFIK

Sebuah ruangan penuh sesak dengan wanita-wanita tua. Rupanya ada semacam agama atau sekte baru. Seseorang hanya mengenakan serban dan cawat saja maju ke depan. Ia berbicara dengan penuh semangat tentang kuasa budi atas materi, jiwa atas raga.

Semua orang mendengarkan dengan terpukau. Pembicara itu lalu kembali ke tempatnya persis di hadapanku. Orang yang duduk di sampingnya berpaling sambil bertanya cukup keras: 'Apakah Saudara sungguh percaya akan apa yang Saudara katakan tadi, yakni bahwa badan samasekali tidak merasakan apa-apa, bahwa semua itu hanya pikiran saja dan bahwa pikiran dapat dipengaruhi secara sadar oleh kehendak?'

Si munafik menjawab dengan yakin: 'Tentu saja aku percaya.'

'Kalau begitu,' kata orang disisinya, 'maukah Saudara bertukar tempat dengan saya? Saya masuk angin duduk di sini!'

Kerap kali aku berusaha dengan sekuat tenaga untuk mempraktekkan apa yang aku khotbahkan.

Seandainya aku membatasi diri dan hanya mengkhotbahkan apa yang kupraktekkan, maka aku tidak begitu munafik lagi.
Minibalanar - 07/06/2012 07:29 AM
#138

BAIKLAH, BAIKLAH

Seorang gadis di kampung nelayan hamil di luar nikah, Setelah berkali-kali dipukuli, akhirnya ia mengaku bahwa bapak dari anak yang dikandungnya adalah Guru Zen yang merenung sepanjang hari di dalam kuil di luar desa.

Orangtua si gadis bersama banyak penduduk desa beramai-ramai menuju kuil. Dengan kasar mereka menyerbu Guru yang sedang berdoa. Mereka menghajarnya karena kemunafikannya dan menuntut bahwa ia sebagai bapak anak itu wajib menanggung biaya untuk membesarkannya. Jawaban Guru itu hanyalah, 'Baiklah, baiklah.'

Setelah orang banyak pergi meninggalkannya, ia memungut bayi itu dari lantai. Ia minta supaya seorang ibu dari desa memberi anak itu makan dan pakaian serta merawatnya atas tanggungannya.

Guru itu jatuh namanya. Tidak ada lagi orang yang datang untuk meminta wejangannya.

Ketika peristiwa itu sudah berlalu satu tahun lamanya, gadis yang melahirkan anak itu tidak kuat menyimpan rahasianya lebih lama lagi. Akhirnya ia mengaku, bahwa ia telah berdusta. Ayah anak itu sebetulnya adalah pemuda di sebelah rumahnya. Orangtua si gadis dan para penduduk kampung amat menyesal. Mereka bersembah sujud di kaki Guru untuk mohon maaf dan meminta kembali anak tadi. Guru mengembalikannya dan yang dikatakannya hanyalah: 'Baiklah. Baiklah!'

Orang yang sungguh-sungguh sadar!

Kehilangan nama? Tidak banyak berbeda dengan kehilangan kontrak yang mau ditandatangani dalam mimpi.
Minibalanar - 07/06/2012 07:29 AM
#139

BONEKA GARAM

Sebuah boneka garam berjalan beribu-ribu kilometer menjelajahi daratan, sampai akhirnya ia tiba di tepi laut.

Ia amat terpesona oleh pemandangan baru, massa yang bergerak-gerak, berbeda dengan segala sesuatu yang pernah ia lihat sebelumnya.

'Siapakah kau?' tanya boneka garam kepada laut.

Sambil tersenyum laut menjawab:

'Masuk dan lihatlah!'

Maka boneka garam itu menceburkan diri ke laut. Semakin jauh masuk ke dalam laut, ia semakin larut, sampai hanya tinggal segumpal kecil saja. Sebelum gumpalan terakhir larut, boneka itu berteriak bahagia: 'Sekarang aku tahu, siapakah aku!'
Minibalanar - 07/06/2012 07:29 AM
#140

SIAPAKAH AKU?
Attar dari Neishapur bercerita:

Seseorang yang sedang jatuh cinta mengetuk pintu rumah kekasihnya. 'Siapa?' tanya sang kekasih dari dalam. 'Aku,' kata orang itu, 'Pergi sajalah! Rumah ini tidak akan muat untuk kau dan aku.'

Orang yang cintanya ditolak ini pergi ke padang gurun. Di sana ia merenung selama berbulan-bulan, memikir-mikirkan kata-kata kekasihnya. Akhirnya, ia kembali dan mengetuk pintu rumah kekasihnya lagi.

Siapa yang mengetuk itu?, 'Engkau!'

Segera pintu dibukakan.
Page 7 of 17 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya