BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya
Total Views: 2834 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 8 of 17 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›

Minibalanar - 07/06/2012 07:30 AM
#141

PEMUDA YANG BANYAK BICARA
Seorang pemuda yang sedang jatuh cinta berusaha selama berbulan-bulan untuk mengambil hati pujaannya, namun gagal. Ia merasa sakit hati karena ditolak. Namun akhirnya si jantung-hati menyerah. 'Datanglah di tempat anu pada jam anu,' katanya.

Pada waktu dan di tempat anu tersebut, akhirnya si pemuda sungguh jadi duduk bersanding dengan jantung-hatinya. Lalu ia merogoh saku dan mengeluarkan seberkas surat-surat cinta, yang telah ia tulis selama berbulan-bulan, sejak ia mengenal si jantung-hati. Surat-surat itu penuh kata-kata asmara, mengungkapkan kerinduan hatinya dan hasratnya yang membara untuk mengalami kebahagiaan karena dipersatukan dalam cinta. Ia mulai membacakan semua suratnya itu untuk jantung hatinya. Berjam-jam telah lewat, namun ia masih juga terus membaca.

Akhirnya si jantung hati berkata:

'Betapa bodoh kau! Semua suratmu hanya tentang aku dan rindumu padaku. Sekarang aku disini, bahkan duduk disampingmu. Dan kamu masih juga membacakan surat-suratmu yang membosankan itu!'

'Inilah aku, duduk di sampingmu,' sabda Tuhan kepada penyembahnya, 'dan engkau masih juga berpikir-pikir tentang Aku di dalam benakmu, berbicara tentang Aku dengan mulutmu, dan membaca tentang Aku dalam buku-bukumu. Kapankah engkau akan diam dan mulai menghayati kehadiranKu?'
Minibalanar - 07/06/2012 07:30 AM
#142

MENANGGALKAN SI 'AKU'

Murid:

Aku datang untuk mengabdimu.

Guru:

Seandainya engkau melepaskan si 'aku', pengabdian akan terjadi dengan sendirinya.

Engkau dapat merelakan semua harta bendamu bagi kaum miskin dan bahkan merelakan dirimu dibakar, namun belum tentu engkau mempunyai cinta samasekali.

Simpanlah hartamu dan tinggalkan si 'aku'. Jangan membakar tubuhmu, bakarlah 'ego'mu! Cinta akan muncul dengan sendirinya.
Minibalanar - 07/06/2012 07:31 AM
#143

BUANGLAH KEHAMPAANMU!

Ia mengira sungguh amat penting menjadi miskin dan hidup bermatiraga. Tidak pernah ia menyangka bahwa yang paling penting ialah melepaskan 'ego'nya. Ego dapat menjadi-jadi karena kesucian maupun karena keduniawian, karena kemiskinan maupun karena kekayaan, karena bermatiraga maupun karena hidup mewah. Tidak ada sesuatu pun yang tidak digunakan oleh 'ego' untuk melambungkan diri.

Murid:

Aku datang kepadamu dengan tangan hampa.

Guru:

Buanglah kehampaan itu sekarang juga!

Murid:

Bagaimana aku dapat membuangnya? Hanya kehampaan belaka.

Guru:

Kalau begitu, bawalah serta ke mana saja engkau pergi.

Engkau dapat membuat kehampaan menjadi milikmu. Dan membawa serta matiragamu bagaikan sebuah piala penghargaan. Jangan membuang milikmu. Buanglah 'ego'mu!
Minibalanar - 07/06/2012 07:32 AM
#144

GURU ZEN DAN SEORANG KRISTEN
Seorang Kristen suatu hari mengunjungi seorang Guru Zen dan berkata:

'Bolehkah aku membacakan beberapa kalimat dari Khotbah di Bukit?'

'Silahkan, dengan senang hati aku akan mendengarkannya,' kata Guru Zen itu.

Orang Kristen itu membaca beberapa kalimat, lalu berhenti sejenak dan melihat Guru. Guru tersenyum dan berkata: 'Siapa pun yang pernah mengucapkan kalimat-kalimat ini, pastilah sudah mendapatkan penerangan budi.'

Orang Kristen senang. Ia meneruskan membaca. Sang Guru menyela dan berkata: 'Orang yang mengucapkan ajaran ini, sungguh dapat disebut Penyelamat dunia!'

Orang Kristen itu gembira ria. Ia terus membaca sampai habis. Lalu sang Guru berkata: 'Khotbah itu disampaikan oleh Seorang yang memancarkan cahaya ilahi.'

Sukacita orang Kristen itu meluap-luap tanpa batas. Ia minta diri dan bermaksud kembali untuk meyakinkan Guru Zen itu, agar ia sendiri sepantasnya menjadi seorang Kristen juga.

Dalam perjalanan pulang ke rumahnya, ia berjumpa dengan Kristus di pinggir jalan. 'Tuhan,' serunya dengan penuh semangat, 'Saya berhasil membuat orang itu mengaku bahwa Engkau adalah Tuhan.'

Jesus tersenyum dan berkata: 'Apa gunanya hal itu bagimu, selain membesarkan ego, Kristenmu?'
Minibalanar - 07/06/2012 07:32 AM
#145

SERANGAN JANTUNG ROHANI
Paman Tom mengidap penyakit jantung. Para dokter telah memperingatkannya supaya berhati-hati. Oleh karena itu ketika sanak-keluarganya mendengar, bahwa ia mendapat warisan satu milyar dollar dari salah seorang saudaranya yang telah meninggal, mereka takut menyampaikan kabar itu kepadanya. Jangan-jangan ia nanti mendapat serangan jantung.

Maka mereka minta bantuan kepada pastor setempat, yang meyakinkan mereka, bahwa ia pasti menemukan jalan keluar. 'Begini, Tom,' kata pastor paroki kepada orang yang sakit jantung itu. 'Seandainya Tuhan bermurah hati menghadiahkan satu milyar dollar kepadamu, akan kau apakan uang sebanyak itu?'

Paman Tom berpikir sebentar, lalu tanpa ragu berkata: 'Setengahnya akan kuberikan kepada Gereja, Pastor!'

Ketika mendengar perkataan itu, pastor paroki mendapat serangan jantung.
--o000o--

Waktu pengusaha mendapat serangan jantung karena terus berusaha memperbesar perusahaannya, gampang orang menuduhnya serakah dan mementingkan dirinya sendiri. Waktu pastor paroki mendapat serangan jantung karena berusaha memperbesar Kerajaan Allah, tidak mudah orang menuduh bahwa ia juga serakah dan mementingkan diri sendiri, biarpun dalam bentuk yang lebih halal tampaknya. Sungguhkah ia memperkembangkan Kerajaan Allah atau dirinya sendiri? Kerajaan Allah dapat berkembang sendiri tanpa usaha dan kecemasan kita. Waspadalah terhadap kecemasanmu! Itu menunjukkan kepentingan-mu sendiri, bukan?
Minibalanar - 07/06/2012 07:33 AM
#146

TELUR EMAS

Bacaan dari sebuah kitab suci:

Inilah sabda dan Yang Mahatinggi:

Pada jaman dahulukala adalah seekor angsa yang setiap hari bertelur sebutir telur emas. Isteri petani yang memllik angsa itu sangat gembira karena telur-telur itu membuatnya kaya-raya. Namun ia seorang wanita yang loba. Ia tidak dapat menunggu dengan sabar sebutir telur sehari. Ia bermaksud menyembelih angsa itu dan sekaligus mendapatkan semua telurnya. Maka akhirnya ia menyembelih angsa itu. Namun yang didapatkannya tidak lain daripada telur setengah jadi dan angsa mati yang tidak dapat bertelur lagi.

Demikianlah sabda dari Yang Mahatinggi:

Seorang ateis yang mendengar kisah dari kitab suci ini mencemooh: 'Dongeng seperti itu kau namakan sabda dari Yang Mahatinggi. Masakan seekor angsa bertelur emas! Nah terbukti. berapa jauh seseorang dapat percaya akan apa yang disebut Tuhan Yang Mahatinggi.'

Seorang cendekiawan saleh yang membaca naskah itu menanggapi demikian: 'Tuhan jelas mengatakan kepada kita bahwa dahulu kala ada seekor angsa yang bertelur emas. Jika Tuhan mengatakan hal ini, tentulah harus benar-benar terjadi, meskipun tampaknya sulit diterima oleh akal sehat manusia. Penyelidikan arkeologi samar-samar menunjukkan, bahwa dalam sejarah kuno sungguh pernah hidup seekor angsa ajaib yang betul-betul bertelur emas.' Nah, orang akan bertanya, dan masuk akal bertanya demikian: 'Bagaimana mungkin sebutir telur tanpa kehilangan sifat telurnya, sekaligus terdiri dari emas?' Hal ini tentu saja tidak dapat dijawab. Berbagai macam mazhab berusaha menafsirkannya dengan cara yang berbeda-beda. Tetapi yang pada akhirnya dituntut adalah iman kuat terhadap rahasia yang menakjubkan bagi akal budi manusia ini.

Bahkan ada seorang pengkhotbah yang sesudah membaca kisah itu menjelajah semua kota dan desa. Tak bosan-bosannya ia mendesak orang supaya percaya, bahwa Tuhan pernah menciptakan telur-telur emas pada suatu saat dalam sejarah manusia.

Bukankah lebih berguna, jika ia menggunakan waktunya untuk mengajar orang tentang buruknya sifat tamak daripada untuk mengembangkan kepercayaan akan telur emas? Sebab, bukankah jauh lebih penting melakukan kehendak Bapa Yang ada di surga daripada hanya menyebut-nyebut 'Tuhan, Tuhan!'
Minibalanar - 07/06/2012 07:35 AM
#147

KABAR GEMBIRA

Inilah Kabar Gembira yang diwartakan oleh Tuhan kita Jesus Kristus kepada para muridNya dalam bentuk perumpamaan:

Kerajaan surga itu bagaikan dua orang bersaudara yang hidup bahagia dan puas, sampai kedua-duanya dipanggil Tuhan untuk menjadi muridNya.

Yang lebih tua menanggapi panggilan itu dengan sukarela, meskipun ia harus meninggalkan orangtua serta gadis yang dicintainya dan diimpikan menjadi isterinya. Ia lalu pergi ke sebuah negeri yang jauh. Di sana ia mencurahkan seluruh hidupnya untuk melayani orang-orang yang sangat miskin. Penganiayaan timbul di negeri itu. Ia di tangkap atas dasar tuduhan palsu, kemudian disiksa dan dibunuh.

Dan Tuhan berkata kepadanya:

'Baik, hamba yang jujur dan setia! Engkau memberiku pengabdian seharga seribu talenta. Sekarang akan kuberikan kepadamu semilyar, semilyar talenta sebagai ganjaranmu. Masuklah dalam sukacita Tuhanmu!'

Tanggapan adiknya atas panggilan Tuhan kurang begitu rela. Ia ingin melalaikannya supaya dapat meneruskan rencananya serta menikah dengan gadis yang dicintainya. Ia menikmati kebahagiaan hidup berkeluarga, usahanya berkembang pesat. Ia menjadi terkenal dan kaya. Kadangkala ia memberi sedekah kepada pengemis, bersikap ramah terhadap isteri dan anak-anaknya. Sesekali ia juga mengirim sedikit uang untuk kakaknya yang tinggal di negeri yang jauh. Uang ini mungkin bisa membantu karyamu di tengah orang miskin itu tulisnya di dalam surat.

Pada saat ia meninggal, Tuhan berkata kepadanya:

'Baik. hamba yang jujur dan setia! Engkau memberiku pelayanan seharga sepuluh talenta. Sekarang akan kuberikan ganjaran kepadamu sebesar semilyar, semilyar talenta. Masuklah ke dalam sukacita Tuhanmu!

Kakaknya tercengang-cengang ketika mendengar bahwa adiknya mendapatkan ganjaran yang sama dengannya. Dan ia senang. Katanya: 'Tuhan, setelah melihat semua ini, seandainya saya harus lahir dan hidup kembali, saya masih akan melakukan hal yang persis sama dengan yang telah saya perbuat bagiMu.'

Ini sungguh kabar gembira: Tuhan sungguh Mahamurah dan seorang murid mengabdi kepadaNya hanya karena gembira saja. Kegembiraan itu diterakan pada pengabdian oleh cinta
Minibalanar - 07/06/2012 07:37 AM
#148

JONEYED DAN TUKANG CUKUR

Seorang suci bernama Joneyed pergi ke Mekah dengan berpakaian pengemis. Di sana ia melihat seorang tukang sedang mencukur seorang kaya. Ketika ia minta supaya dicukur juga, tukang cukur itu segera meninggalkan orang kaya dan mencukur Joneyed. Ia tidak memungut biaya dari Joneyed. Malah sebaliknya, Joneyed diberinya uang sedekah.

Joneyed begitu terharu sehingga ia berniat untuk memberikan semua sedekah yang akan diterimanya pada hari itu pada si tukang cukur.

Tidak disangka, seorang peziarah yang kaya memberi Joneyed sekarung emas. Joneyed pergi ke kios tukang cukur pada malam itu juga dan menyerahkan sekarung emas itu kepadanya.

Tukang cukur itu mengejeknya:

'Anda ini orang suci macam apa? Tidak malukah Anda membayar sebuah pengabdian cinta?'

Kadang-kadang terdengar orang berkata: 'Tuhan, kami ini sudah berbuat begitu banyak bagimu. Apa ganjaran kami sekarang?'

Kalau ganjaran ditawarkan atau dicari; cinta menjadi barang dagangan.
Minibalanar - 07/06/2012 07:37 AM
#149

DOA BISA BERBAHAYA.

Inilah cerita yang sangat disukai oleh Guru Sufi Sa'di dari Shiraz:

Salah seorang sahabatku senang sekali karena isterinya mengandung. Ia ingin sekali mendapatkan anak laki-laki. Tak henti-hentinya ia berdoa kepada Tuhan dan menjanjikan berbagai kaul dengan ujud itu.

Maka terjadilah, bahwa isterinya melahirkan seorang anak laki-laki. Sahabatku bergembira sekali dan mengundang seluruh penduduk kampung untuk merayakan pesta syukur.

Bertahun-tahun kemudian, sekembaliku dari Mekah, aku melewati kampung sahabatku itu. Aku diberitahu bahwa ia dipenjara.

'Mengapa? Apa kesalahannya?' tanyaku.

Tetangganya berkata: 'Anaknya mabuk, membunuh orang, kemudian melarikan diri. Maka ayahnya lalu ditangkap dan dipenjarakan.'

Meminta kepada Tuhan dengan tekun apa yang kita inginkan merupakan perbuatan yang patut dipuji.

Tetapi doa seperti itu juga amat berbahaya.
Minibalanar - 07/06/2012 07:37 AM
#150

NARADA

Narada, seorang Hindu yang bijaksana, berziarah ke kuil Dewa Wisnu. Pada suatu malam ia singgah di sebuah desa dan diterima dengan baik oleh sepasang suami-isteri yang miskin. Sebelum ia berangkat pada hari berikutnya, si suami minta kepada Narada: 'Tuan akan pergi kepada Dewa Wisnu. Tolong mintakanlah kepadanya, agar Ia menganugerahi saya dan isteri saya seorang anak. Sebab, sudah bertahun-tahun lamanya kami berkeluarga, namun kami belum juga mempunyai anak.'

Sampai di kuil, Narada berkata kepada Dewa: 'Orang itu dengan isterinya amat baik kepada saya. Maka sudilah bermurah hati dan berilah mereka seorang anak.' Dewa menjawab dengan tegas: 'Telah menjadi nasib laki-laki itu, bahwa ia tidak akan mempunyai anak.' Maka Narada menyelesaikan kebaktiannya, lalu pulang.

Lima tahun kemudian Narada berziarah ke tempat yang sama. Ia singgah pula di desa yang sama dan sekali lagi diterima dengan baik oleh pasangan suami-isteri yang sama pula. Kali ini ada dua orang anak bermain-main di muka pondok mereka.

'Anak-anak siapa ini?' tanya Narada. 'Anak-anak saya.' jawab si suami. Narada bingung. Si suami meneruskan ceritanya: 'Segera setelah Tuan meninggalkan kami lima tahun yang lalu, seorang pengemis suci datang mengunjungi kampung kami. Kami menerimanya barang semalam. Paginya, sebelum berangkat, ia memberkati saya dan isteri saya ... dan Dewa mengaruniai kami dua orang anak ini.'

Mendengar cerita ini, Narada cepat-cepat menuju kuil Dewa Wisnu lagi. Ketika tiba di sana, dan pintu kuil ia sudah berteriak: 'Bukankah Dewa telah mengatakan: telah menjadi nasib laki-laki itu, bahwa ia tidak akan punya anak? Kini ia mempunyai dua orang anak!'

Ketika Dewa mendengar hal ini, ia tertawa keras dan berkata: 'Pasti perbuatan seorang suci! Hanya orang suci yang mempunyai kuasa untuk mengubah nasib seseorang.'

Kita diingatkan akan pesta nikah di Kana. Waktu itu Ibu Jesus mendesak Putranya dengan doa-doanya untuk melakukan mukjizat yang pertama sebelum waktunya seperti yang telah ditentukan oleh Allah Bapa.
Minibalanar - 07/06/2012 07:38 AM
#151

KEPASTIAN PADA MATA UANG

Jendral Jepang termasyhur, Nobunaga, memutuskan untuk menyerang, meskipun jumlah prajuritnya hanya sepersepuluh dari jumlah prajurit musuh. Ia yakin bahwa ia akan menang, tetapi para prajuritnya merasa sangsi.

Dalam perjalanan menuju peperangan, mereka berhenti di sebuah kuil Shinto. Sesudah berdoa di dalam kuil, Nobunaga keluar dan berkata: 'Sekarang, aku akan melemparkan mata uang. Jika gambar kepala yang kelihatan, kita akan menang. Kalau angka yang kelihatan, kita akan kalah. Nasib akan terungkap sekarang.'

Ia melempar mata uang. Tampak gambar kepala. Para prajurit begitu bersemangat maju perang, hingga mereka menang dengan mudah.

Hari berikutnya seorang ajudan berkata kepada Nobunaga: 'Tak seorang pun dapat rnengubah nasib yang sudah ditakdirkan untuknya.' 'Memang betul,' kata Nobunaga, sambil menunjukkan mata uang rangkap, yang kedua sisinya bergambar kepala.

Kekuatan doa? Kekuatan takdir? Ataukah kekuatan iman yang yakin bahwa sesuatu akan terjadi?
Minibalanar - 07/06/2012 07:39 AM
#152

BERDOA MOHON HUJAN

Kalau seorang neurotik datang minta pertolongan, jarang ia minta disembuhkan, karena setiap penyembuhan disertai rasa sakit. Yang sebenarnya dimintanya ialah agar neurosisnya [3] jangan dipersoalkan. Atau, yang paling baik, ia ingin mendapatkan mukjizat yang akan menyembuhkannya tanpa rasa sakit.

Seorang yang sudah tua tidak pernah melewatkan pipanya sehabis makan. Pada suatu malam isterinya mencium bau hangus. Maka ia pun berteriak: 'Demi Tuhan, Pak, engkau membakar jambangmu!'

'Aku tahu,' jawab orangtua itu dengan marah. 'Tidakkah kaulihat, bahwa aku sedang berdoa mohon hujan?'

--------
[3] neurosis: sakit jiwa yang disebabkan oleh kerusakan sistem syaraf (= neuron, Yun.). Kata sifatnya neurotik.
Minibalanar - 07/06/2012 07:39 AM
#153

SERIGALA TUA

Sebuah dongeng yang diceritakan oleh mistik Arab, Sa'di:

Seorang yang sedang melewati hutan melihat seekor serigala yang sudah lumpuh keempat kakinya. Ia ingin tahu bagaimana serigala itu dapat hidup terus. Lalu ia melihat seekor harimau datang dengan memakan kijang hasil buruannya. Harimau itu makan sepuasnya dan meninggalkan sisa bagi serigala.

Hari berikutnya Tuhan memberi makan serigala dengan perantaraan harimau yang sama. Orang itupun mulai mengagumi kebaikan Tuhan yang begitu besar dan berkata dalam hati: 'Aku juga akan menganggur di rumah saja dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan, karena Ia akan mencukupi segala kebutuhanku.'

Ia melakukan niatnya berhari-hari lamanya, tetapi tak terjadi apa-apa. Ketika orang yang malang ini sudah hampir mati, terdengarlah Suara: Hai, engkau, orang yang sesat, bukalah matamu pada pada kebenaran! Ikutilah teladan harimau dan berhentilah meniru serigala yang lumpuh!

Di jalan aku melihat seorang gadis kecil menggigil kedinginan dalam pakaiannya yang tipis. Tiada harapan baginya untuk mendapatkan cukup makanan. Aku menjadi marah dan berkata kepada Tuhan: 'Mengapa hal ini Kaubiarkan? Mengapa Engkau tidak berbuat sesuatu?'

Sementara waktu Tuhan tidak berkata apa-apa. Malamnya Ia menjawab dengan sangat tiba-tiba: 'Aku telah berbuat sesuatu. Aku menciptakan engkau.'
Minibalanar - 07/06/2012 07:39 AM
#154

TUHAN MENJADI MAKANAN

Tuhan memutuskan untuk mengunjungi bumi. Maka Ia mengutus malaikatNya untuk menyelidiki keadaan lebih dahulu.

Malaikat kembali dengan laporan ini: 'Mereka kebanyakan kekurangan makanan,' katanya, 'dan kebanyakan juga menganggur.'

Tuhan berkata: 'Nah, Aku ingin menjelma dalam bentuk makanan bagi mereka yang kelaparan dan pekerjaan bagi mereka yang menganggur.'
Minibalanar - 07/06/2012 07:40 AM
#155

LIMA ORANG RAHIB

Permintaan yang mendesak dari Lama [4] di Selatan sampai kepada Lama Agung di Utara. Ia meminta seorang rahib vang bijak dan suci untuk membimbing hidup rohani para calon rahib. Setiap orang heran bahwa Lama Agung mengirimkan sampai lima orang. Orang yang bertanya-tanya dijawabnya demikian: 'Untung jika salah satu dari lima rahib itu akhirnya sampai kepada Lama di Selatan.'

Para rahib itu sudah menempuh perjalanan selama beberapa hari, ketika seorang kurir menghampiri mereka. Katanya: 'Imam di desa kami meninggal. Kami membutuhkankan seorang pengganti.' Desa itu rupanya makmur dan menarik; lagi pula penghidupan Imam amat terjamin. Salah seorang rahib merasa terdorong untuk menggembalakan umat. 'Aku bukan murid Buddha sejati,' katanya, 'kalau aku tidak tinggal di sini untuk melayani mereka.' Maka ia tidak melanjutkan perjalanannya.

Beberapa hari kemudian tibalah mereka di Istana seorang raja yang tertarik kepada salah seorang rahib. Tinggallah di sini,' kata raja, 'dan aku akan memberikan puteriku kepadamu. Jika aku mati, engkaulah yang akan mengganti aku menduduki tahta kerajaan.' Hati rahib tertarik pada sang puteri yang cantik dan pada tahta kerajaan. Ia berkata: 'Apakah ada kesempatan yang lebih baik untuk meningkatkan peri kehidupan rakyat di sini daripada menerima kedudukan raja? Aku bukan murid Buddha sejati kalau aku tidak menerima kesempatan ini untuk mengabdi agama.' Ia tidak berjalan terus.

Tiga orang yang masih sisa meneruskan perjalanan. Pada suatu malam, di sebuah daerah pegunungan, mereka menginap di sebuah gubuk yang hanya didiami oleh seorang gadis manis. Ia menerima mereka dengan ramah. Ia bersyukur kepada Tuhan, karena Ia telah mempertemukannya dengan para rahib ini. Orangtua gadis itu dibunuh perampok dan ia tinggal sendirian penuh ketakutan. Di pagi harinya, pada waktu mereka mau berangkat, seorang rahib berkata: 'Aku akan tinggal bersama gadis ini. Aku bukan murid Buddha sejati, kalau tidak berbelas-kasih pada sesama.' Ia orang ketiga yang berhenti.

Dua orang sisanya akhirnya tiba di sebuah kampung kaum Buddha. Mereka terkejut ketika mengetahui bahwa semua penduduk meninggalkan agamanya dan kini ada di bawah pengaruh seorang guru Hindu. Rahib yang seorang berkata: 'Demi umat yang malang ini dan demi Buddha, aku harus tinggal di sini dan mengembalikan mereka ke jalan yang benar.' Dialah orang terakhir yang berhenti.

Rahib yang kelima akhirnya sampai di biara Lama di Selatan. Nah, bagaimanapun juga, Lama Agung dari Utara memang benar.

Beberapa tahun yang lalu aku bertekad mencari Tuhan. Berkali-kali aku berhenti di jalan. Selalu maksudku sangat mulia: untuk memperbaharui ibadah, untuk merombak susunan Gereja, untuk meningkatkan tafsir Kitab Suci, untuk membuat teologi lebih berarti bagi orang jaman kita.

Sayang, lebih mudah menenggelamkan diri dalam karya keagamaan, dalam karya apa pun, daripada bertahan terus mencari Tuhan.

--------
[4] Lama: sebutan bagi bhiksu dan pendeta Buddha di Tibet
Minibalanar - 07/06/2012 07:40 AM
#156

KENAIKAN PANGKAT

Calon pertama masuk:
Saudara tahu bahwa ujian sederhana ini kami berikan kepada saudara. sebelum saudara diterima bekerja di sini?
'Ya.'
'Nah, dua kali dua itu berapa?'
'Empat.'
Calon kedua masuk:
'Saudara siap untuk ujian?'
'Ya.'
'Nah, dua kali dua itu berapa?'
'Berapa saja, terserah Bapak.'

Calon kedua inilah yang mendapat pekerjaan.

Sikap calon kedua itulah yang amat dianjurkan, kalau Anda ingin mendapat kenaikan pangkat di setiap lembaga, baik yang sekular maupun yang bersifat keagamaan.

Sikap ini juga akan menghasilkan nilai yang tinggi dalam ulangan keagamaan. Itulah sebabnya, orang yang mendapat gelar dalam ilmu ketuhanan itu lebih dikenal karena kesetiaannya pada ajaran daripada kesetiaan pada kebenaran.
Minibalanar - 07/06/2012 07:41 AM
#157

DIOGENES

Diogenes. seorang filsuf. makan ubi sebagai santap malamnya. Hal itu dilihat oleh rekannya filsuf Aristippos, yang hidup enak dan mewah karena menjilat raja.

Aristippos berkata: 'Kalau engkau mau belajar menghamba kepada raja, engkau tidak perlu lagi hidup dengan makan sampah seperti ubi itu.'

Jawab Diogenes: 'Jika engkau sudah belajar hidup dengan makan ubi, engkau tidak perlu menjilat raja.'
Minibalanar - 07/06/2012 07:41 AM
#158

BERDIRI DAN MAJU UNTUK MEMBERI KESAKSIAN

Mengatakan kebenaran, seperti yang diyakini, menuntut keberanian, apalagi kalau seseorang termasuk anggota sebuah lembaga atau instansi.

Menentang lembaga atau instansi menuntut keberanian yang lebih besar lagi. Justeru hal seperti itulah yang dilakukan oleh Jesus.

Ketika Krushchev mengucapkan tuduhan berat untuk menggugat jaman Stalin, dilaporkan bahwa salah seorang yang ada di ruang sidang berkata: 'Engkau berpihak pada siapa, Saudara Krushchev, waktu semua orang yang tak bersalah ini dibantai?'

Krushchev berhenti, memandang ruang sidang berkeliling, lalu berkata: 'Kuminta, saudara yang baru menyela tadi berdiri dan maju!'

Ketegangan memuncak di ruang sidang. Tak seorang pun berdiri dan maju.

Lalu Krushchev meneruskan: 'Nah, sekarang Saudara sudah mendapat jawaban, entah siapakah Saudara. Dulu saya bersikap sama seperti Saudara sekarang ini!.'

Andaikata Jesus yang disuruh, tentu Ia akan berdiri dan maju.
Minibalanar - 07/06/2012 07:41 AM
#159

TELUR

Nasruddin mencari nafkah dengan menjual telur. Seseorang datang di warungnya dan berkata: 'Coba terka apa yang kugenggam ini?'

'Sebutkan ciri-cirinya!' kata Nasruddin.

'Baik! Bentuknya sama seperti telur, ukurannya sebesar telur. Kelihatannya seperti telur, rasanya seperti telur dan baunya seperti telur. Isinya berwarna kuning dan putih, cair sebelum direbus dan menjadi kental bila dimasak. Dan asalnya dari ayam betina ...'

'Nah, aku tahu!' kata Nasruddin. 'Pasti semacam kue!'

Seorang ahli mempunyai keistimewaan ini: tidak menyadari yang sudah jelas. Imam Agung punya keistimewaan: tidak menyadari kedatangan Mesias.
Minibalanar - 07/06/2012 07:43 AM
#160

BERSERU SUPAYA TETAP SELAMAT - DAN YAKIN.

Pada suatu hari seorang nabi tiba di sebuah kota untuk menobatkan para penduduknya. Mula-mula orang kota mendengarkan khotbah-khotbahnya, tetapi lama-kelamaan mereka tidak datang lagi, sampai tidak ada segelintir orang pun yang mendengarkan kata-kata sang nabi.

Pada suatu hari seorang musafir bertanya kepada nabi: 'Mengapa Anda masih saja terus berkhotbah? Apakah Anda tidak tahu, bahwa tugas Anda itu sia-sia saja?'

Jawab sang nabi: 'Pada mulanya aku berharap dapat mengubah mereka. Kini aku masih terus berseru, agar supaya mereka jangan mengubah aku!'
Page 8 of 17 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya