BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya
Total Views: 2834 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 9 of 17 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 >  Last ›

Minibalanar - 07/06/2012 07:44 AM
#161

JIMAT

Manusia merasa kesepian dan putus asa hidup di alam semesta yang luas ini. Maka ia selalu dicekam ketakutan.

Agama yang baik menghilangkan ketakutan. Agama yang jelek justru menambahnya.

Seorang ibu kurang berhasil membujuk puteranya yang masih kecil supaya pulang dari bermain sebelum petang hari. Maka ia menakut-nakutinya. Dikatakan kepadanya, bahwa jalan pulang ke rumah penuh dengan setan, yang berkeliaran segera sesudah matahari terbenam. Sekarang ibu itu tak bersusahpayah lagi. Setiap sore anaknya pulang pada waktunya.

Namun waktu si anak bertambah dewasa, ia jadi takut pada kegelapan dan setan, sehingga ia tidak berani keluar rumah di waktu malam. Maka ibunya memberinya sebuah kalung jimat dan meyakinkannya, bahwa selama ia memakai kalung itu, setan-setan tidak akan berani mengganggunya.

Nah, sekarang ia berani keluar di waktu gelap, sambil memegang erat-erat jimat itu.

Agama yang jelek memperkuat kepercayaannya akan jimat. Agama yang baik membuka matanya untuk melihat, bahwa setan-setan tidak ada.
Minibalanar - 07/06/2012 07:44 AM
#162

NASRUDDIN DI TIONGKOK

Mullah Nasruddin pergi ke Tiongkok. Di sana ia mengumpulkan sekelompok murid, yang disiapkannya untuk menerima penerangan budi. Segera setelah mendapatkan penerangan, para murid itu berhenti mengikuti pelajarannya.

Bukanlah penghargaan bagi seorang pembimbing rohani, bahwa para murid selamanya duduk bersimpuh di depan kakinya.
Minibalanar - 07/06/2012 07:45 AM
#163

KUCING SANG GURU

Setiap kali guru siap untuk melakukan ibadat malam, kucing asrama mengeong-ngeong, sehingga mengganggu orang yang sedang berdoa. Maka ia menyuruh supaya kucing itu diikat selama ibadat malam.

Lama sesudah guru meninggal, kucing itu masih tetap diikat selama ibadat malam. Dan setelah kucing itu mati, dibawalah kucing baru ke asrama, untuk dapat diikat sebagaimana biasa terjadi selama ibadat malam.

Berabad-abad kemudian kitab-kitab tafsir penuh dengan tulisan ilmiah murid-murid sang guru, mengenai peranan penting seekor kucing dalam ibadat yang diatur sebagaimana mestinya.
Minibalanar - 07/06/2012 07:45 AM
#164

PAKAIAN LITURGI

Oktober, 1917: Pecahlah Revolusi Rusia. Sejarah manusia mendapatkan dimensi baru.

Dikisahkan, bahwa tepat pada bulan itu Gereja Ortodoks Rusia mengadakan sidang sinode[2]. Berlangsunglah suatu perdebatan sengit mengenai warna pakaian yang harus digunakan dalam upacara-upacara ibadat. Ada yang dengan suara keras menandaskan, bahwa seharusmya berwarna putih. Yang lain, dengan suara tidak kalah kerasnya, mengatakan bahwa harus berwarna ungu .

Berusaha mengerti masalah-masalah revolusi jauh lebih sukar daripada menyiapkan upacara ibadat yang indah. Aku lebih suka berdoa daripada terlibat dalam pertengkaran dengan tetangga.

--------
[2] Sinode (Yunani): pertemuan para uskup wilayah gerejani
Minibalanar - 07/06/2012 07:46 AM
#165

BUNGA TAPAL-KUDA

Seseorang yang bangga akan halaman rumahnya yang berumput indah, menjadi kecewa melihat tumbuh suburnya bunga-bunga tapal-kuda. Semua usaha sudah dicobanya untuk membasmi bunga-bunga itu, namun mereka tetap saja merajalela.

Akhirnya ia menulis surat kepada Departemen Pertanian. Satu persatu ia menyebutkan semua usaha yang telah dicobanya dan mengakhiri suratnya dengan pertanyaan: 'Apa yang semestinya kulakukan sekarang?'

Tidak lama kemudian datanglah surat balasan: 'Kami menganjurkan supaya Anda berusaha menyenangi bunga tapal-kuda.'

Aku juga punya halaman rumput yang kubanggakan; dan pikiranku juga diganggu oleh bunga tapal-kuda, maka aku berusaha keras untuk memberantasnya. Oleh karena itu, berusaha menyukainya sungguh tidak mudah.

Aku berusaha berbicara dengan mereka setiap hari. Dengan akrab. Dengan ramah. Namun mereka diam seribu bahasa. Mereka masih menyimpan dendam atas peperangan yang pernah kulancarkan melawan mereka. Rupanya mereka juga masih sedikit curiga akan alasan-alasan yang kukemukakan.

Tetapi tidak lama kemudian mereka tersenyum kembali. Tidak bersitegang lagi. Malahan menanggapi kata-kataku. Segera saja kami menjadi sahabat baik.

Memang, halaman-berumputku jelek nampaknya. Tetapi tamanku segera menjadi sangat indah berseri!
---o000o---

Perlahan-lahan ia menjadi buta. Dan ia memerangi kebutaan itu dengan segala cara. Ketika segala macam obat sudah tidak bisa lagi mencegahnya, ia melawan dengan seluruh luapan emosinya. Aku membutuhkan keberanian untuk berkata kepadanya: 'Kuanjurkan, engkau belajar mencintai kebutaanmu!'

Mulailah suatu perjuangan. Semula ia tidak sudi menanggapi usulku; bahkan dengan sepatah kata pun. Dan jika ia memaksa diri berbicara dengan kebutaannya, kata-katanya penuh dengan kemarahan dan kepahitan. Tetapi ia terus berbicara dan lambat laun kata-katanya semakin bernada menyerah, sabar dan menerima ... Dan akhirnya, pada suatu hari ia sendiri tidak menduganya - kata-katanya berubah menjadi hangat, manis, akrab ... dan kata-kata cinta. Lalu tibalah waktunya, ketika ia dapat merangkul kebutaannya dan berkata 'Aku cinta padamu.' Hari itulah aku melihat dia tersenyum lagi. Oh, betapa manisnya!

Penglihatannya, tentu saja, hilang untuk selamanya. Tetapi betapa berserinya wajah itu sekarang. Jauh lebih ceria daripada sebelumnya. Kebutaan datang berbagi hidup dengannya.
Minibalanar - 07/06/2012 07:46 AM
#166

JANGAN BERUBAH

Aku sudah lama mudah naik darah. Aku serba kuatir, mudah tersinggung dan egois sekali. Setiap orang mengatakan bahwa aku harus berubah. Dan setiap orang terus-menerus menekankan, betapa mudah aku menjadi marah.

Aku sakit hati terhadap mereka, biarpun sebetulnya aku menyetujui nasehat mereka. Aku memang ingin berubah, tetapi aku tidak berdaya untuk berubah, betapapun aku telah berusaha.

Aku merasa paling tersinggung ketika sahabat karibku juga mengatakan, bahwa aku mudah naik pitam. Ia juga terus-menerus mendesak supaya aku berubah. Aku mengakui bahwa ia benar, meskipun aku tidak bisa membencinya. Aku merasa sama sekali tak berdaya dan terpasung.

Namun pada suatu hari ia berkata kepadaku: 'Jangan berubah! Tetaplah seperti itu saja. Sungguh, tidak jadi soal, apakah engkau berubah atau tidak. Aku mencintaimu sebagaimana kau ada. Aku tidak bisa tidak mencintaimu.'

Kata-kata itu berbunyi merdu dalam telingaku: 'Jangan berubah. Jangan berubah. Jangan berubah ... Aku mencintaimu.'

Dan aku menjadi tenang. Aku mulai bergairah. Dan, oh, sungguh mengherankan, aku berubah!

Sekarang aku tahu, bahwa aku tidak dapat benar-benar berubah, sebelum aku menemukan orang yang tetap akan mencintaiku, entah aku berubah atau tidak.

Engkau mencintaiku seperti itu, Tuhan?
Minibalanar - 07/06/2012 07:47 AM
#167

SAHABATKU

Malik bin Dinar, sangat marah karena seorang pemuda yang hidup di sebelah rumahnya bertindak kurang ajar. Lama ia tidak berbuat apa-apa. Ia berharap, orang lain akan turun tangan. Tetapi setelah perilaku pemuda itu menjadi sungguh keterlaluan, maka Malik menegurnya, agar ia mengubah kelakuannya.

Pemuda itu dengan tenang memberitahu Malik, bahwa ia dilindungi oleh Sultan dan tidak seorang pun dapat menghalangi apa pun yang dikehendakinya.

Malik berkata: 'Aku sendiri akan mengadu kepada Sri Sultan.' Pemuda itu menanggapi: 'Samasekali tidak ada gunanya. Sebab, Sri Sultan tidak pernah berubah pandangan mengenai diriku.'

'Kalau begitu, engkau akan kulaporkan kepada Pencipta di surga!, kata Malik. 'Pencipta di surga?' tukas pemuda itu. 'Ia Maharahim sehingga tidak akan mempersalahkan aku!'

Malik tidak dapat berbuat apa-apa. Maka ditinggalkannya pemuda itu. Tetapi beberapa waktu kemudian nama si pemuda menjadi begitu jelek, hingga orang banyak pun menentangnya. Malik merasa wajib untuk mencoba memperingatkannya lagi. Ketika ia berjalan menuju rumah pemuda tersebut ia mendengar Suara dalam batinnya: 'Awas! Jangan menyentuh sahabatku. Ia ada di bawah perlindunganKu.' Malik menjadi bingung. Waktu bertemu muka dengan pemuda itu, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan.

Pemuda itu bertanya: 'Mengapa engkau datang?' Jawab Malik: 'Aku datang untuk menegurmu, tetapi di tengah jalan kudengar Suara yang melarangku untuk menyinggungmu, karena engkau berada di bawah perlindunganNya.'

Wajah pemuda bergajulan itu berubah: 'Benarkah Ia menyebut aku sahabatNya?' tanyanya. Tetapi pada saat itu Malik sudah meninggalkan rumahnya. Bertahun-tahun kemudian Malik berjumpa dengannya di Mekah. Ia begitu tersentuh oleh perkataan Suara itu, sehingga ia membagi-bagikan seluruh harta bendanya dan menjadi pengemis pengembara. 'Aku datang kemari untuk mencari Sahabatku,' katanya kepada Malik. Lalu ia meninggal.

Tuhan, sahabat orang berdosa? Pernyataan ini amat berbahaya, tetapi sekaligus berkekuatan luar biasa. Aku pernah mencobanya pada diriku sendiri, ketika aku berkata: 'Tuhan Maharahim sehingga tidak akan mempersalahkan aku.' Dan tiba-tiba aku mendengar Kabar Gembira, --pertama kali dalam hidupku.
Minibalanar - 07/06/2012 07:48 AM
#168

PEMUDA ARAB YANG SEDERHANA

Guru Arab Jalalud-Din Rumi senang sekali menceritakan kisah berikut ini:

Pada suatu hari Nabi Muhammad sedang bersembahyang subuh di mesjid. Di antara orang-orang yang ikut berdoa dengan Nabi adalah seorang pemuda Arab.

Nabi mulai membaca Qur'an dan mendaras ayat yang menyatakan perkataan Firaun: 'Aku ini dewa yang benar.' Mendengar perkataan itu pemuda yang baik itu tiba-tiba menjadi marah. Ia memecah keheningan dengan berteriak: 'Pembual busuk, ** SENSOR ** dia!'

Nabi berdiam diri. Tetapi seusai sembahyang, orang-orang lain mencela orang Arab itu dengan gusar: 'Apakah engkau tidak tahu malu? Niscaya doamu tidak berkenan kepada Tuhan. Sebab, engkau tidak hanya merusak kekhusukan suasana doa, tetapi juga mengucapkan kata-kata kotor di hadapan Rasul Allah.'

Wajah pemuda yang malang itu menjadi merah padam dan ia gemetar ketakutan, sampai-sampai Malaikat Jibrail menampakkan diri pada Nabi dan bersabda: 'Assalamuallaikum! Allah berfirman agar engkau menyuruh orang banyak berhenti mencaci-maki pemuda yang sederhana ini. Sungguh, sumpah serapahnya yang jujur berkenan di hatiKu, melebihi doa orang-orang saleh.'

Bila kita berdoa, Tuhan melihat ke dalam hati kita dan bukan pada rumusan kata-kata.
Minibalanar - 07/06/2012 07:49 AM
#169

KAMI BERTIGA, KAMU BERTIGA.

Ketika kapal seorang Uskup berlabuh untuk satu hari di sebuah pulau yang terpencil, ia bermaksud menggunakan hari itu sebaik-baiknya. Ia berjalan-jalan menyusur pantai dan menjumpai tiga orang nelayan sedang memperbaiki pukat. Dalam bahasa Inggeris pasaran mereka menerangkan, bahwa berabad-abad sebelumnya mereka telah dibaptis oleh para misionaris. 'Kami orang Kristen,' kata mereka sambil dengan bangga menunjuk dada.

Uskup amat terkesan. Apakah mereka tahu doa Bapa Kami? Ternyata mereka belum pernah mendengarnya. Uskup terkejut sekali. Bagaimana orang-orang ini dapat menyebut diri mereka Kristen, kalau mereka tidak mengenal sesuatu yang begitu dasariah seperti doa Bapa Kami?

'Lantas, apa yang kamu ucapkan bila berdoa?'

'Kami memandang ke langit. Kami berdoa: 'Kami bertiga, kamu bertiga, kasihanilah kami.' Uskup heran akan doa mereka yang primitif dan jelas bersifat bid'ah ini. Maka sepanjang hari ia mengajar mereka berdoa Bapa Kami. Nelayan-nelayan itu sulit sekali menghafal, tetapi mereka berusaha sebisa-bisanya. Sebelum berangkat lagi pada pagi hari berikutnya, Uskup merasa puas. Sebab, mereka dapat mengucapkan doa Bapa Kami dengan lengkap tanpa satu kesalahan pun.

Beberapa bulan kemudian kapal Uskup kebetulan melewati kepulauan itu lagi. Uskup mondar-mandir di geladak sambil berdoa malam. Dengan rasa senang ia mengenang, bahwa di salah satu pulau yang terpencil itu ada tiga orang yang mampu berdoa Bapa Kami dengan lengkap berkat usahanya yang penuh kesabaran. Sedang ia termenung, secara kebetulan ia, melihat seberkas cahaya di arah Timur. Cahaya itu bergerak mendekati kapal. Sambil memandang keheran-heranan, Uskup melihat tiga sosok tubuh manusia berjalan di atas air, menuju ke kapal. Kapten kapal menghentikan kapalnya dan semua pelaut berjejal-jejal di pinggir geladak untuk melihat pemandangan ajaib ini.

Ketika mereka sudah dekat, barulah Uskup mengenali tiga sahabatnya, para nelayan dulu. 'Bapak Uskup', seru mereka, 'Kami sangat senang bertemu dengan Bapak lagi. Kami dengar kapal Bapak melewati pulau kami, maka cepat-cepat kami datang.'

'Apa yang kamu inginkan?' tanya Uskup tercengang-cengang.

'Bapak Uskup,' jawab mereka, 'kami sungguh-sungguh amat menyesal. Kami lupa akan doa yang bagus itu. Kami berkata: Bapa kami Yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu; datanglah kerajaanMu ... lantas kami lupa. Ajarilah kami sekali lagi seluruh doa itu!'

Uskup merasa rendah diri: 'Sudahlah, pulang saja, saudara-saudaraku yang baik, dan setiap kali kamu berdoa, katakanlah saja: Kami bertiga, kamu bertiga, kasihanilah kami.'

Aku kadang-kadang melihat wanita-wanita tua berdoa rosario tak habis-habisnya di gereja. Bagaimana mungkin Tuhan dimuliakan dengan suara bergumam yang tidak keruan itu? Tetapi setiap kali aku melihat mata mereka atau memandang wajah mereka menengadah, di dalam hati aku tahu, bahwa mereka lebih dekat dengan Tuhan daripada banyak orang terpelajar.
Minibalanar - 07/06/2012 08:09 AM
#170
Doa Sang Katak I


[*]MENARI TANPA KAKI
[*]MENCONTOH RAJA
[*]PERKARA SEMANGKA
[*]MENGENAKAN PIKIRAN ORANG LAIN
[*]MISA UNTUK SEEKOR ANJING
[*]LIN CHI MEMPUNYAI LIMA MURID
[*]NAIK KE SORGA ATAU MATI
[*]NAMA TERKENAL SUATU PENJARA
[*]YANG PUTIH ATAU YANG HITAM?
[*]KERA DAN HYENA
[*]KRISHNA DALAM DOMPOLAN
[*]KUDAMU MENDERITA SAKIT KUNING
[*]MANGKUK EMAS MILIK NAGARJUNA
[*]MANTRA BERBAHAYA
[*]SAYA TAKUT ENGKAU AKAN MENCIUMKU
[*]KALAU KAUBIARKAN SAYA TERBAKAR, ENGKAU AKAN MENANGGUNG
[*]MELANGKAH JAUH TANPA MOBIL
[*]MEMANDANGI LUBANG
[*]MEMBERITAHUKAN MANTRA KEPADA SEMUA ORANG
[*]MENARA TINGGI YANG GELAP
[*]JANGAN MELIHAT KALAU DIA SEDANG MENYUMPAHI
[*]JOHN BERKATA YA
[*]JUNAID MENOLAK MATA UANG EMAS
[*]KALAU TEKNIK TIDAK BEKERJA
[*]KAPAN RAJA PYRRHUS PUAS?
[*]KASIH DAN TERIMA KASIH
[*]KATINKA
[*]KEBENARAN DI RUMAH SENDIRI
[*]KEBIJAKSANAAN TUKANG RODA
[*]KEBINGUNGAN MUSA
[*]SUNGAI DI GURUN
[*]DOKTER TAHU LEBIH BAIK
[*]DUA JAGO TEMBAK
[*]GEMBALA SUKA SEGALA CUACA
[*]GIPSI
[*]GULA-GULA BERBENTUK BINATANG
[*]GURU DAN MUTIARA
[*]GURU KEHILANGAN PENGECAM
[*]BERAPA HARGA PERDAMAIAN?
[*]HARTA DALAM DAPUR SENDIRI
[*]HARTA DALAM GUNUNG YANG MENGHILANG
[*]HATI
[*]BAGAIMANA BUDDHA MENEMUKAN JALAN TENGAH
[*]RAJA JANAKA DAN ASHTAVAKRA
[*]PAUS MENGADAKAN PANTOMIM
[*]AKHIRNYA PASTOR MENGERTI
[*]PERUMPAMAAN TENTANG ALAT PENOPANG
[*]ARTI GENDERANG
[*]ASAL-USUL SEPATU
[*]BAGAIMANA MEMENANGKAN TARUHAN
[*]BURUNG BEO YANG BATUK
[*]BOTOL COKLAT KARENA TULISAN TIDAK TERBACA
[*]BUDDHA YANG TAK TERGANGGU
[*]DARWIS DAN RAJA
[*]BAHKAN DIRIMU BUKAN MILIKMU
[*]LIHAT, SIAPA YANG MENGANGGAP DIRI SEORANG PENDOSA
[*]PESAWAT PEMBURU
[*]PIKIRAN AKAN TUHAN DAN WANITA CANTIK
[*]GESSEN, RAHIB YANG RAKUS
[*]RAJA ADA DI FIRDAUS
[*]TIGA ORANG BIJAK
[*]TUHAN YANG MELUPAKAN DOSA-DOSA
[*]AYAH SI KORBAN
[*]BAGAIMANA MEMPERTAHANKAN CAWAT
[*]KEINGINAN RABBI EKUMENIS
[*]HADIAH UNTUK IBU YANG MENGELUH
[*]HATIKU TELAH MENCAPAI GUNUNG TERLEBIH DAHULU
[*]JANGAN SAMPAI KUDAPATI ENGKAU SEDANG BERDOA
[*]KABAR ANGIN MENCIPTAKAN KELAPARAN

Minibalanar - 07/06/2012 08:10 AM
#171
Doa Sang Katak II

[LIST=1]
[*]HUKUMAN BAGI ORANG SELIBAT
[*]JAWABAN DEWI LAKSMI YANG TERTUNDA
[*]KEKURANGAN SANG ILMUWAN
[*]LAILA DAN RAMA
[*]LOBAK ITU KEPUNYAANKU!
[*]UPACARA PEMAKAMAN BAGI SI KURA-KURA
[*]MEMBELI KUPON LOTRE
[*]NELAYAN MENJADI ORANG SUCI
[*]OOM YORIS?
[*]PENDAPATAN DAN PELEPASAN
[*]SAYA DAPAT MENYEMBUHKAN RADANG PARU-PARU
[*]CHING MEMBUAT SEBUAH BINGKAI LONCENG
[*]CONFUCIUS MENGENAI PEMERINTAHAN YANG BAIK
[*]INI SATU
[*]TERPAKSA MENGGUNAKAN OTAK
[*]DOA TUKANG SEPATU
[*]DUA BERSAUDARA YANG SALING MENCINTA
[*]FILSUF YANG TELAH BANGKIT
[*]GETARAN HATI SI PENCARI KEBENARAN
[*]HUKUM TENTANG BUAH-BUAHAN
[*]SUPAYA KUAT SATU JAM
[*]SOKRATES DI PASAR
[*]SOYEN SHAKU TERTIDUR
[*]SEBIDANG TANAH MILIK SEORANG QUAKER
[*]TEH BIASA YANG PALING ENAK
[*]TRUK YANG TERJEPIT
[*]TUKANG SIHIR DAN NAGA
[*]SATU KAKI DIJULURKAN KELUAR LINGKARAN
[*]SAYA BERJANJI AKAN PERCAYA
[*]SAYA KALAH DUA DOLAR
[*]SEANDAINYA IA MENOLAK?
[*]SEGALA SESUATU ADALAH AGAMA
[*]PENJAGA YANG BERANI
[*]PERBEDAAN DALAM TULANG
[*]MEMPERCAYAI KELEDAI
[*]PERLOMBAAN KERETA
[*]PERUBAHAN DALAM UNDANGAN PERkimpoiAN
[*]PETAPA DAN GAJAH
[*]KEMATIAN SEORANG PILOT KAMIKAZE
[*]POLISI DAN RABBI
[*]POLITIK BURUNG HANTU
[*]PUTERA MAHKOTA YANG PANDIR
[*]RABBI TIDAK MENCONTOH SIAPA PUN
[*]RAJAWALI DAN AYAM
[*]RYONEN SEORANG PETAPA BUDDHA
[*]DILEMMA PRESIDEN TAFT
[*]NASRUDDIN MENDINAMIT PUNGGUNGNYA
[*]NONOKO DAN PENCURI
[*]ORANG MATI TIDAK BICARA
[*]ORANG SUCI MEMBERI MAKAN ANJING
[*]PASTOR SELALU TAHU!
[*]PEDULI [APA]
[*]PELAJARAN TENTANG SEKS
[*]PENCURI DAN MASJID
[*]PENERANGAN BATIN ANAND
[*]Renungan
[*]AHLI YANG MASIH MUDA
[*]ANGGOTA BADAN MELAWAN PERUT
[*]BAWA DIA KELUAR ATAU BANGUNKAN DIA
[*]BATU AJAIB
[*]BIARAWATI YANG MATI DENGAN PAKAIAN LAMA
[*]BUDDHA DAN PRASANJIT
[*]CALVIN COOLIDGE YANG DIAM
[*]DINAIKKAN ATAU DITURUNKAN
[*]DIOGENES DI PASAR BUDAK
[*]DOKTER MEMERIKSA LUKISAN
[*]BAGAIMANA DR.CHUNG MENYELAMATKAN
[*]DUA BINTANG DIATAS GUNUNG
[*]SETAN MENGORGANISASI PENCIPTAAN
[*]TANDA SALIB ATAU CINTA
[*]UJIAN BAGI AHLI BEDAH DI WINA
[*]PENYELENGGARAAN ILAHI DALAM TIGA PERAHU PENYELAMAT
[*]TUHAN AKAN MEMELIHARA SANG MESIAS
[*]YEREMIA DAN BANGKU LANDASAN
[*]SALAH SATU DIANTARA KAMU ADALAH MESIAS
[*]BELI BIBIT JANGAN BUAH
[*]GEREJA HUTAN
[*]BUDDHA DENGAN HIDUNG HITAM JELEK
[*]KAMU BOLEH MENANGIS HANYA DI PAROKIMU SENDIRI
[*]JARINGAN LABA-LABA DI SERBAN
[*]LUKA BAKAR PADA TELINGA PEMABUK
[*]BAHARUDIN MENYEMBUNYIKAN MUKJIZAT-MUKJIZATNYA
[*]SIAPAKAH MARUF KARKHI ITU?
[*]ORANG TERPIDANA DAN SELIMUT
[*]UCAPAN PENOLAKAN ORANG CINA
[*]PERINTIS ILMU
[*]PUTRA SEORANG RABBI MENJADI KRISTEN
[*]RABBI YANG MELAYANI SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI
[*]BERHATI-HATILAH
[*]KEHENDAK RAMA
[*]TIGA PULUH TAHUN UNTUK PENERANGAN BATIN
[*]DUA MACAM HARI SABAT
[*]ENGKAU ITU SIAPA?

Minibalanar - 07/06/2012 09:02 AM
#172

MENARI TANPA KAKI

Pada suatu ketika, di sebuah kamp tconsentrasi hiduplah
seorang tahanan, yang meskipun sudah dijatuhi hukuman mati
tetap tidak merasa takut dan merdeka. Pada suatu hari ia
tampak berada di tengah-tengah lapangan penjara sedang
bermain gitar. Sejumlah besar orang berkumpul di
sekelilingnya mendengarkan alunan musiknya dan di bawah
pengaruh musik itu mereka pun menjadi tidak merasa takut.
Ketika para pembesar penjara melihat ini, mereka melarang
orang itu bermain gitar.

Akan tetapi hari berikutnya, orang itu kembali lagi di
tempat yang sama, bernyanyi dan memainkan gitar dengan
orang-orang yang jumiahnya lebih besar lagi. Dengan marah
para penjaga menyeretnya dan memotong jari-jari tangannya.

Hari berikutnya ia kembali lagi, bernyanyi dan bermain musik
sedapat-dapatnya dengan jari-jarinya yang berdarah. Kali ini
orang-orang yang datang di sekelilingnya bersorak-sorai.
Para penjaga menyeretnya lagi dan membanting gitarnya sampai
hancur.

Pada hari berikutnya ia bernyanyi dengan segenap hatinya.
Nyanyian yang sangat indah! Begitu merdu dan menyentuh hati!
Orang banyak menggabungkan diri dan selama mereka bernyanyi
hati mereka menjadi begitu jernih seperti hatinya dan jiwa
mereka menjadi tak dapat ditaklukkan seperti jiwanya. Kali
ini penjaga begitu marah sehingga mereka memotong lidah
orang itu.

Keheningan menyelimuti seluruh penjara, sesuatu yang tak
terkalahkan oleh maut.

Semua orang heran, ketika pada hari berikutnya ia kembali ke
tempat yang sama sambil berlenggang dan menari diiringi
musik yang tidak dapat didengar oleh orang lain kecuali dia
sendiri. Segera saja semua orang saling bergandengan tangan,
menari di sekitar tubuhnya yang berdarah dan hancur,
sementara para penjaga berdiri terpaku penuh kekaguman.

Karir Sudha Chandran, seorang penari klasik India, terhenti
ketika berada di puncak ketenarannya, karena kaki kanannya
harus dipotong. Sesudah ia terbiasa lagi dengan kaki tiruan,
ia kembali menari. Sangat mengherankan, ia kembali sampai ke
puncak ketenarannya. Ketika ditanya bagaimana ia dapat
melakukan hal itu, dengan sederhana ia menjawab, "Anda tidak
membutuhkan dua kaki untuk menari."
Minibalanar - 07/06/2012 09:04 AM
#173

MENCONTOH RAJA

Ketika "Messiah" karangan Handel untuk pertama kalinya
dipertunjukkan di London, raja hadir. Ia begitu terbuai oleh
perasaan religius ketika paduan suara menyanyikan bagian
Alleluia, sehingga di luar kebiasaan ia berdiri hening penuh
hormat terhadap karya besar yang sedang ia nikmati.

Ketika melihat ini, para bangsawan yang hadir di sana
mengikuti raja dan berdiri juga. Itu menjadi tanda bagi para
hadirin yang lain untuk berdiri.

Sejak saat itu, dianggap suatu keharusan untuk berdiri
setiap kali Alleluia dinyanyikan, tanpa peduli seperti
apakah sikap batin orang yang mendengarkan atau mutu
pembawaannya.
Minibalanar - 07/06/2012 09:05 AM
#174

PERKARA SEMANGKA

Tiga orang anak yang dituduh telah mencuri buah semangka
dibawa ke pengadilan dan menghadap hakim dengan perasaan
takut. Mereka berpikir akan menerima hukuman berat karena
hakim itu dikenal sebagai orang yang sangat keras.

Hakim itu juga seorang pendidik yang bijaksana. Dengan satu
ketokan palu ia berkata, "Kalau di sini ada orang yang
ketika masih anak-anak belum pernah mencuri buah semangka,
silakan tunjuk jari." Ia menunggu. Para pegawai pengadilan,
polisi, pengunjung - dan hakim sendiri - tetap meletakkan
tangan mereka di meja mereka.

Ketika sudah puas melihat bahwa tidak ada satu jari pun yang
diangkat dalam sidang itu, hakim itu berkata, "Perkara
ditolak."
Minibalanar - 07/06/2012 09:06 AM
#175

MENGENAKAN PIKIRAN ORANG LAIN

Seorang filsuf yang hanya mempunyai sepasang sepatu minta
tolong seorang tukang sepatu untuk memperbaikinya, dan ia
akan menunggu.

"Sekarang sudah waktunya tutup." kata tukang sepatu itu.
"Oleh karena itu saya tidak dapat memperbaikinya sekarang.
Mengapa engkau tidak datang besok pagi saja?"

"Saya hanya mempunyai sepasang sepatu ini, dan saya tidak
dapat berjalan tanpa sepatu."

"Baik, untuk sementara engkau saya pinjami sepatu."

"Apa! Memakai sepatu orang lain? Kauanggap apa saya ini?"

"Mengapa engkau menolak menggunakan sepatu orang lain di
kakimu kalau engkau begitu saja membawa pikiran-pikiran
orang lain di kepalamu?"
Minibalanar - 07/06/2012 09:07 AM
#176

MISA UNTUK SEEKOR ANJING

... namun kadang-kadang baik juga!

Seseorang berkata kepada pastor paroki, Pastor, kemarin
anjing saya mati. Dapatkah pastor mempersembahkan misa untuk
kedamaian jiwanya?"

Pastor itu marah. "Kami tidak mempersembahkan misa untuk
binatang," katanya tajam. "Mungkin dapat engkau coba di
gereja baru di sebelah sana. Mungkin mereka mau berdoa untuk
anjingmu."

"Saya sungguh mencintai makhluk kecil itu," kata orang itu,
"dan saya ingin melepasnya dengan baik. Saya tidak tahu
berapa biasanya yang dipersembahkan untuk
kesempatan-kesempatan seperti ini. Apakah lima ratus ribu
dollar cukup?"

"Tunggu sebentar," kata pastor itu. "Engkau tadi tidak
mengatakan kepada saya bahwa anjingmu katolik!"
Minibalanar - 07/06/2012 09:08 AM
#177

LIN CHI MEMPUNYAI LIMA MURID

... Pencari yang sungguh-sungguh amat jarang ...

Ketika raja mengunjungi pertapaan-pertapaan Guru Agung Zen
Lin Chi, ia heran karena melihat lebih dari sepuluh ribu
petapa tinggal bersama Guru Agung itu di sana.

Karena raja ingin tahu berapa persis jumlah petapa di situ,
ia pun bertanya, "Berapa banyakkah muridmu?"

Lin Chi menjawab, "Empat atau paling banyak lima."
Minibalanar - 07/06/2012 09:08 AM
#178

NAIK KE SORGA ATAU MATI

Seorang pastor masuk ke tempat minum dan menjadi marah
karena ada banyak sekali anggota jemaahnya yang ada di sana.
Ia mengumpulkan mereka dan membawa masuk ke gereja.

Kemudian dengan sungguh-sungguh ia berkata, "Semua yang
ingin masuk surga, maju ke sebelah kiri." Semua maju ke
sebelah kiri, kecuali satu orang yang tetap tinggal di
tempatnya.

Pator memandang orang itu dengan galak dan berkata, "Engkau
tidak ingin masuk surga?" "Tidak," kata orang itu.

"Apakah engkau bermaksud tetap berdiri di situ dan
mengatakan kepada saya bahwa engkau tidak ingin masuk surga
kalau engkau mati?"

"Tentu saya ingin masuk surga kalau saya mati. Saya pikir
pastor mau ke surga sekarang!"

Kita dapat nekad - hanya kalau kendali kita lepas.
Minibalanar - 07/06/2012 09:09 AM
#179

NAMA TERKENAL SUATU PENJARA

Mereka membanggakan diri karena selalu masuk akal hal yang
selanjutnya mau mereka buktikan dengan cara-cara yang
mengejutkan:

Seorang Gubernur mengunjungi suatu Lembaga Pemasyarakatan
dan berbicara dengan seorang gelandangan yang mohon
pengampunan.

"Apa yang kurang dengan tempat ini? Engkau tinggal lebih
enak di sini daripada dulu-dulu bukan?"

"Ya tuan," jawabnya, "Tetapi saya tetap ingin keluar."

"Apakah engkau tidak mendapat makan cukup?"

"Mereka memberi cukup makanan. Ini bukan soalnya."

"Lalu apa?"

"Ah tuan, hanya ada satu keberatan saya terhadap tempat ini:
reputasi tempat ini yang diketahui di seluruh negeri."
Minibalanar - 07/06/2012 09:10 AM
#180

"YANG PUTIH ATAU YANG HITAM?"

Seorang gembala sedang menggembalakan dombanya. Seorang yang
lewat berkata, "Engkau mempunyai kawanan domba yang bagus.
Bolehkan saya mengajukan beberapa pertanyaan tentang
domba-domba itu?" "Tentu," kata gembala itu. Orang itu
berkata, "Berapa jauh domba-dombamu berjalan setiap hari?"
"Yang mana, yang putih atau yang hitam?" "Yang putih." "Ah,
yang putih berjalan sekitar enam kilometer setiap hari."
"Dan yang hitam?" "Yang hitam juga."

"Dan berapa banyak rumput mereka makan setiap hari?" "Yang
mana, yang putih atau yang hitam?" "Yang putih." "Ah, yang
putih makan sekitar empat pon rumput setiap hari." "Dan yang
hitam?" "Yang hitam juga." "Dan berapa banyak bulu yang
mereka hasilkan setiap tahun?" "Yang mana, yang putih atau
yang hitam?" "Yang putih." "Ah menurut perkiraan saya, yang
putih menghasilkan sekitar enam pon bulu setiap tahun kalau
mereka dicukur." "Dan yang hitam?" "Yang hitam juga."

Orang yang bertanya menjadi penasaran. "Bolehkah saya
bertanya, mengapa engkau mempunyai kebiasaan yang aneh,
membedakan dombamu menjadi domba putih dan hitam setiap kali
engkau menjawab pertanyaanku?" Gembala itu menjawab, "Tentu
saja. Yang putih adalah milik saya." "Ooo, dan yang hitam?"
"Yang hitam juga," kata gembala itu.

Pikiran manusia membuat pemisahan-pemisahan yang bodoh, yang
oleh Sang Kasih dilihat sebagai satu.
Page 9 of 17 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > All About Anthony De Mello dan Bukunya