Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Kumpulan puisi dan tulisan diambil dari catatan ane di facebook
Total Views: 1367 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 3 |  1 2 3 > 

cintaandara - 08/02/2012 01:41 AM
#1
Kumpulan puisi facebook (awas banyak dark poems!!)
kiss
WELCOME DI TRIT ANE
ISENG ISENG ANE NGUMPULIN CATATAN DARI FACEBOOK TERNYATA BANYAK JUGA YA PUISI DAN NOTE ANEH2 YANG ANE BUAT.
BAGI YANG SUKA SILAHKAN KOMENG, MENURUT AGAN2 GIMANA TULISAN ANE, ANEHKAH ATAU BAGUSKAH?
MENINGGALKAN JEJAK SEKEDAR NYUNDUL IS ALWAYS WELCOME.
YANG MAU COPAS SILAHKAN IJIN DULU, PASTI ANE KASIH, ASAL JANGAN DI KLAIM PENULISNYA DIGANTI D
YANG TERINSPIRASI TERUS MAU NGASIH CENDOL JUGA DENGAN SENANG HATI ANE TERIMA :toast



Oke, ini yang pertama......

jangan janjikan cinta, bila tidak selamanya

suatu hari,
kamu akan terbangun dari tidurmu
di suatu pagi
di akhir sebuah mimpi

nafasmu tersengal
dan kau menangis
entah untuk apa

kau terduduk
mencoba mengingat apa yang baru saja kau rasakan
tapi kau tak bisa

hatimu mengingat semua
semua yang engkau telah lupa

karena itu sayangku
janganlah sekali kali kau janjikan selamanya
karena selamanya akan berakhir begitu engkau lupa
tapi hatimu tak akan lupa

hatimu akan menyapa ketika kau lelap
saat matamu tertutup dan semua gelap

by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 01:43 AM
#2

gadis malam natal


setelah berdiam diri beberapa saat, sang gadis menyadari pria itu berdiri di sana. cukup lama dan cukup dekat sepertinya untuk mendengar celotehannya pada cermin barusan.
sang gadis mengernyit, menyadari pria itu tersenyum kepadanya. tidak, pria itu tidak tersenyum, wajahnya terlihat seperti menangis. ada semacam kesedihan yang ia rasakan dari pancaran wajah pria itu.
sang gadis bergegas merapikan bawaannya, memasukan ke dalam tas dengan sedikit terburu buru. saat itulah ia tanpa sengaja menjatuhkan beberapa barangnya ke dalam wastafel. handphone dan makeupnya bercampur dengan noda darah yang belum sempat sang gadis bersihkan. dalam keremangan lampu sang gadis masih bisa merasakan, tidak semua noda terbasuh oleh siraman air keran tadi. lagipula, siapa yang bisa konsentrasi membersihkan tempat cuci tangan saat seorang asing memperhatikanmu dari belakang.
darah dari pergelangan tangannya belum sepenuhnya berhenti mengucur saat sang gadis berhasil memasukan seluruh barangnya yang terjatuh ke dalam tas. bergegas ia berbalik pergi meninggalkan kamar mandi kumuh itu, melewati pria yang sejak tadi berdiri dekat pintu kemudian keluar. meninggalkan hotel itu, meninggalkan pacarnya yang mungkin sudah mati kehabisan darah di kamar atas. menuju pulang ke rumah. di sana, suaminya menunggu, pastilah ia menunggu. sudah lima hari sang gadis tidak pulang. alasan perjalanan bisnis ke luar kota sepertinya sudah tidak masuk akal lagi, dan semua orang pasti sudah bertanya tanya ke mana dia menghilang. mungkin juga polisi.


ahhhh, stresss, capek, ngantuk, udahan yaaa...
by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 01:45 AM
#3

in another life, you will be my girl


setelah lelah memunguti keringat
dan mengayuh perahu tanpa penumpang ini
seorang pemuda kelelahan duduk di sudut pantai
menanti gelombang yang berkerumun
datang membasahi pasir yang dipijaknya

sudah tiga kali bulan purnama itu muncul
namun ia masih diam tanpa kata
bukan bisu, hanya menanti seseorang untuk diajaknya berbicara memecah sepi

dan kesunyian ini makin terasa getir saja
saat angin tak lagi berbisik padanya
dan gemawan tak lagi memberi pertanda

oh kemanakah semua mereka yang dahulu sering lewati jalan ini
sahabat yang saling bercanda canda
atau pecinta yang sedang mengejar rajukan kekasihnya

suara lautan berdesir lembut
menggoda sang pemuda kembali bermimpi
irama yang menuntun tapak lelah untuk menari
lagi

entah dulu, entah di masa nanti
pernah ada dua pasang telapak kaki di sini
entahlah, waktu seakan tak penting lagi
sang pemuda terus menandak nandak tak rapi
sambil berharap yang dinanti datang kembali...


by : tisna (nama aneD)
cintaandara - 08/02/2012 01:46 AM
#4

angel


aku merunduk
meminum air sungai pengetahuan yang tak pernah berhenti mengalir ini
hanya untuk mendapati diriku semakin terjebak dalam misteri tentang dirimu

"why have you came, you chase nothing but shadow"


by : tisna (nama aneD)
cintaandara - 08/02/2012 01:48 AM
#5

talking angel



i close my eyes

just to have a random dreams about you



and since my dreams are all lucid

i always be able to talk to you



so with my waking eyes

and naked feets



i come to your shadow

smelling the scent behind your ears



whispering the name of love

from a thousands languages



hoping you'll understand

hoping you'll understand





Minggu, 05 Juni 2011



Source : http://ontologioflove.blogspot.com/2011/06/talking-to-angel.html (blog ane D)
by : tisna (nama aneD)
cintaandara - 08/02/2012 01:50 AM
#6

lucid dream


Hanya di mimpi aku bisa menyentuhmu
Meraba dan mencium senyummu
Berjalan sambil menggenggam tanganmu
Berteriak keras keras 'i love u'

Karena di dunia nyata aku tak bisa
Cinta sepertinya bukan untuk kita
Seperti sebuah benda pusaka
Yang berharga jika disimpan saja

Pernah sekali aku lupa
Siang hari menyatakan cinta
Kontan kau sebut aku jahat durhaka
Sejak itu kita tak lagi bicara

Karena itu ingin aku selalu bermimpi
Agar bisa menyapamu sekali lagi

by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 01:57 AM
#7

Lupa


Pria itu terbangun dan mendapati dirinya berada seruangan dengan perempuan yang semalam ia datangi rumahnya.
Ia masih tertidur pulas, sementara lelaki itu bangun dari tempat tidur ke arah jendela.
Dari balik tirai ia bisa melihat jalanan jatinegara dengan lampu lampu yang masih menyala.
Pagi belumlah tiba.
Seketika perasaan aneh mendatanginya.
Semacam kilasan ingatan yang sangat sekali ingin dia lupa.
Matanya terpicing ke luar sana.
Sepertinya ia memang lupa.
Sebuah cahaya mobil besar yang lewat menyilaukan matanya.
Ia berbalik dan melihat perempuan tadi yang kini telah terduduk, tanpa busana


by :tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 01:59 AM
#8

Lupa (2nd Version)


Siapakah dirimu, aku lupa
Sepertinya kita pernah bertemu, entah di mana
Di persimpangan itu, ataukah di lain dermaga
Kapan kita bertemu, mengingatpun aku tidak bisa

Siapa namamu, bolehkah aku bertanya
Mungkin setelah aku tahu, aku bisa mengingatnya
Jangan di lain waktu, mungkin kita tiada lagi berjumpa
Karena umurku umurmu, siapa sangka
Kumohon beritahu, karena ini membuatku gila


”Dalam sebuah mimpi
Dirimu akan menemukan aku
Perlahan menjadi abu dalam lautan ingatanmu”


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 02:01 AM
#9

Sweet Death 2


Jam weker menunjukan angka 11.55 malam. Gadis itu berbaring menatap langit-langit. Dia berusaha membiarkan khayalannya terbang bebas. Setiap kali selesai dengan satu rangkaian pemikiran, dia berusaha untuk bertanya pada dirinya sendiri mengapa.



Laki-laki itu masih tertidur di sampingnya. Kelelahan sepertinya. Berjam – jam mereka berbicara mengenai mimpi – mimpi mereka. Begitu banyak pertanyaan yang mereka utarakan kemudian mereka jawab sendiri. Terkadang, baik pertanyaan maupun jawaban yang terlontar sepertinya masuk akal, tapi tidak jarang beberapa saat kemudian mereka saling bertatapan lalu tertawa karena sama – sama menyadari betapa konyol bahan pembicaraan mereka.

Dia memperhatikan wajah lelaki yang tidur itu. Dekat, sangat dekat. Senyumnya belum juga pudar sejak lelucon terakhir sebelum ia akhirnya telelap. Seorang pria baik yang tertidur dalam keadaan bahagia. Ia bahkan tidak sempat mengucapkan selamat malam padanya.

Entah mengapa gadis itu begitu mencintainya. Pada awalnya, laki – laki ini bukan seseorang yang istimewa, kecuali memang ialah orang yang selalu ada untuknya. Seperti ketika beberapa kali ia bermasalah dalam hubungannya dengan pria – pria lain. Ia selalu ada untuk melindunginya, setidaknya ia ada untuk mendengarkan keluhannya. Ia berlaku seperti seorang kakak untuknya.

Atau ketika Ibu yang sangat sangat ia cintai pergi meninggalkannya, setelah beberapa tahun terakhir hidupnya terbaring sakit, laki – laki itu ada menemaninya. Sampai ia bisa menemukan kembali dirinya.

Tapi itu lima tahun lalu. Tanpa gadis itu sadari, waktu berjalan begitu cepat, seperti saat ini ketika ia akhirnya menyadari sudah lima menit ia memandangi dekat sekali wajah lelaki yang tertidur itu.

Tepat tengah malam.

Jam weker itu berbunyi keras sekali, tepat di samping telinganya. Sampai – sampai dia kaget sekali mendengarnya. Walaupun ia tahu waktu ini akan datang, ia sepertinya marah dengan kenyataan bahwa weker itu telah berbunyi.

Sang laki – laki terbangun, kemudian duduk. Ia memakai kacamatanya lalu mengenakan jaket yang tadi tergantung di dinding. Begitu lancar ia melakukannya, seolah – olah sepertinya ia sudah terprogram untuk melakukan urutan kegiatan itu. Ia mengecup kening gadis itu dengan lembut, mengucapkan selamat malam, kemudian menuju pintu dan pergi pulang untuk menemui istri dan anaknya.

Tangan kiri gadis itu menggapai weker yang masih berdering. Setelah mematikan weker, gadis itu bangkit berkaca pada sebuah cermin, dan melihat pantulan orang yang bukan lagi dirinya, balik menatapnya.

Orang yang dilihatnya di cermin sekarang, mengingatkannya pada wanita yang dahulu pernah hadir di kehidupannya. Wanita yang mencuri dan membawa pergi ayahnya. Meninggalkan ibunya serta dirinya.

Wanita itu dan ayahnya bahkan tidak pernah muncul di pemakaman ibunya yang sakit sejak kepergian mereka.

Weker itu melayang dari genggaman gadis itu. Sampai akhirnya membentur dan memecahan cermin berkeping – keping.

Gadis itu benci melihat sosok wanita itu di cermin.

Wanita yang telah mencuri ayahnya itu hadir dalam dirinya, setiap kali ia memikirkan laki – laki yang yang saja pergi keluar dari ruangan itu.

Karena setiap kali ia memikirkan laki – laki itu, ia pasti memikirkan bagaimana ia mencintainya dan bagaimana laki – laki itu juga mencintainya.

Semakin ia memikirkan betapa besarnya cintanya pada laki – laki itu, semakin ia menginginkan laki – laki itu.

Semakin ia memikirkan kalau ia menginginkan laki – laki itu, semakin besar keinginannya untuk memiliki laki – laki itu.

Semakin ingin ia memiliki laki – laki itu, semakin ia berubah seperti wanita yang dahulu mengambil pergi ayahnya.

Semakin ia berubah menjadi wanita itu, semain ia membenci dirinya sendiri.

Semakin ia membenci dirinya sendiri, semakin besar keinginannya untuk menggoreskan pecahan kaca cermin yang berserakan di lantai.

Semakin banyak goresan ternyata, tanpa terasa, semakin banyak darah.

Cukup untuk menjadi tinta puisi yang selama ini ingin gadis itu tulis dan kirimkan kepada laki – laki itu.

Dan jika ia tidak beruntung, kemudian kehabisan darah sebelum ada orang yang menemukannya hidup – hidup, mungkin puisi ini akan jadi pesan terakhirnya bagi dunia.

Sambil berbaring, ia menuliskan pesan itu pada lantai. Semakin lama, semakin perlahan, dan perlahan...





”Dalam sebuah mimpi

Dirimu akan menemukan aku

Perlahan menjadi abu dalam lautan ingatanmu”


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 02:03 AM
#10

Layang-layang


Terkadang...
Aku terkenang
Bagaimana aku bisa begitu riang
Bermain layang-layang
Bubar sekolah langsung pulang
Ambil di rumah segulungan benang
Untuk ngakalin layangan putus yang nyangsrang
Habisnya untuk beli layang-layang ibu jarang kasih uang
Maklum dulu hidupnya susah kita orang
Tidak seperti sekarang apa-apa lumayan gampang

Ibu dulu pernah bilang
Jangan kebanyakan maen layang-layang
Nanti kulit hitam rambut pirang
Karena kejemur matahari siang
Tapi yah namanya anak kecil aku gak pernah nurut apa yang ibu larang
Akibatnya kulitku hitam dan rambutku pirang
Sampai sekarang
Oh sungguh begitu senang
Dulu aku bermain layang-layang




by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 02:05 AM
#11

Mereka telah berevolusi. Sumpah!


Ku angkat pelan2 handphone kesayanganku setelah tanganku menekannya dengan beban ribuan pon ke arah lantai. Bagian bawahnya kotor berlumuran cairan hijau menyala (macam stiker glow in the dark) dari tubuh penyek mahluk itu. Seketika aku menyesal mengapa hari ini w890i ku itu tidak kupasangkan casing karet.

Sambil coba membersihkan darah alien itu dari permukaan metal hp, kulihat jasadnya terkulai. Yang pasti aku tak akan menyentuhnya, tidak sekarang! Kemungkinan dia masih hidup dan menyimpan serangan racun terakhirnya, itu yang aku takutkan.

Bagiku, Centipede (kelabang) saja sudah super menakutkan, apalagi ini!

Aku pernah dengar tentang UFO. Makhluk luar angkasa Alien yang menculik manusia untuk dijadikan inang mereka. Memasukan benih mereka ke dalam betina subur untuk mendapatkan keturunan dengan sifat genetis dan keunggulan mereka, tapi secara fisik manusia biasa! Siapa yang tahu, mungkin saja ribuan dari mereka sudah berjalan di antara kita sekian lama tanpa kita menyadarinya!

(Bersambung ah...)


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 02:06 AM
#12

Jalur pelarian...


Aku telah menemukan
Sebuah jalur pelarian
Untuk menyelami kesunyian
Menjauhi ramai urusan
Menuju kesendirian
Namun aku tidak sendirian
Banyak orang di sini bersamaku sampai ribuan
Mereka tertawa kegirangan
Bercanda guling-gulingan
Di mata mereka ada kegembiraan
Rasa bahagia karena mendapatkan
Sekian lama dalam pencarian
Lalu mereka yang menunggu
Begitu lama dalam antrian
Hingga wajah mereka berkerutan
Masuk ke tempat ini dengan kelegaan
Hati mereka terhiburkan
Karena mereka telah menemukan

Kulihat di sini ada kedamaian
Cinta kasih dalam setiap pelukan
Obrolan yang penuh kehangatan
Tiada yang ingin beranjak berpamitan
Semua ingin di sini semalaman
Tidur-tiduran di rerumputan
Sampai kantuk tidak bisa ditahan
Lalu tetes embun pagi membangunkan...


@Taman Monas.
by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 02:10 AM
#13
Ini salah satu yang terbaik nih, untuk cinta ane yang gak kesampaian.
Entah


Entah sudah berapa banyak puisi tanpa judul yang kurobek robek tanpa sempat kukirimkan padamu

Dan pada saat pencarianku akan arti cinta ditumpukan kertas lecek itu akan berakhir

Wajahmu tampak di balik jendela tempatku biasa duduk berjam jam lamanya menyaksikan pergulatan cakrawala itu

Kemudian ketika angin sore bertiup melengkungkan senyummu dengan begitu sempurnanya, aku menangis

Dan air mata yang entah untuk apa ini

Terasa begitu asin saat kujilati sendiri lelehannya yang melewati bibirku

Bibir yang kuingat pernah dengan begitu beraninya mencium keningmu dan berucap aku cinta padamu

Namun bibir ini telah bisu

Dan lidahnya telah kelu

Hanya jari yang belum kaku

Namun kata tak bisa bicara

Seperti bibir berbicara

Namun apa pula arti bicara

Bila telingamu tak mendengar suara

Ingin sekali aku menggenggam tanganmu jika bisa

mencium mu sekali lagi saja

Tapi kau sudah jauh, entah di mana.


untuk my princess
By : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 02:13 AM
#14
Ini juga nih, favorit ane, buat si dia yang tak tergapai. Oh masa2 galau itu...
Aku akan kembali nanti

Saat semua janji
Dan cinta yang belum sempat terucap ini
Selesai kupendam dalam-dalam
Di bawah lubang yang harus kugali sendiri...
Aku akan kembali

Dan bila malam nanti kau menangis sedu
Dan air matamu mengalir menahan rindu
Tiada lagi aku bermimpi ada di situ
Untuk meredakan rasa sakitmu

Lalu pada sebuah kebetulan nanti apabila kita bertemu
Jangan lagi kau tanya ke mana saja diriku
Karena aku sedang sibuk
mengubur rasa cintaku padamu


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 02:17 AM
#15
Yg ini ane buat atas dasar solidaritas buat teman2 cleaning service dan penyapu jalan
Mereka hanya lupa...( part-2 )


Jalanan ini slalu asri
Tanaman disiram & aspal disapu stiap hari
Oleh pkerja kurus yg tdk sbegitu rapi

mreka dibayar sminggu skali
Sngt kecil krna biasanya hnya ckup buat makan tiga-empat hari
Nmun masih ada kbanggaan diri
Saat ada yg brtanya,krja apa,kontan dijawab'pegawai negri!!'

Mereka bkrja dibwah Pemda sini
Pmerintah kota yg mngupah mereka jauh dibwah btas klayakan yg stiap tahun mrka ttapkan sndiri
Entah mngapa,mngkin sunat sana-sini

Habis mau gimana lagi
Krjaan yg ada cuma ini
Mau plng kampung sdah tidak bisa lagi
Krena sparuh desa sdah dibeli
Oleh pejabat
& konglomerasi

Trmasuk tanah jatah untuk nanti kawin sdah tiada lagi
Hnya trsisa pmukiman kumuh pinggir kali
Dan sbuah wrung kopi
Tmpat babe duduk2 dari pagi hingga sore hari

Tp babe bkan pmalas itu pasti
Krna mmang tiada yg bisa dikrjakan lagi
Stelah sawah dipagari
Oleh orang kota tinggi-tinggi.

"Beh,maaf ane lebaran ini ga bisa pulang lagi
Krn Kbagian jatah aplus idulfitri
Ktanya sih presiden mau lwat sini
Jadi ane hrus nyapu dari pagi.."



by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 02:21 AM
#16
Ini prequel dari post yang di atas ceritanya
Mereka hanya lupa...


Bapak2 yg dduk santai di wrung kopi itu,mreka bkanlah para pmalas.
Wlaupun klihatannya smenjak lpas tngah hari smpai cuaca mau glap bgini,mreka hnya dduk2 mminum kopi diselingi guyonan ssama,mreka bukan pmalas.
Krna biasanya,pd saat sperti ini mmang wktunya mreka mlepas lelah,stelah sjak pagi buta mngolah sawah.
Panas mtahari teluk naga mmang tdk prnah mngizinkan ptani mnggarap swahnya,slepas tengah hari tiba.
Kcuali tentu saja jika cuaca sdang mndung, itu lain cerita.
Tapi hari ini lain dari biasa.
Ilalang tlah tumbuh subur mnguning di atas lahan mreka.
Tingginya hmpir skepala manusia.
Lalu apa sbab pak ptani tidak mnebasnya?
Kmudian mngganti mnanam padi untuk makan mreka.
Rupanya cukong dari 'kota' tlah mmbeli sawah dan hampir sluruh tanah desa.
Skarang hnya ada warung kopi dan pemukiman kumuh di pinggir cisadane,itulah yang tersisa.
Demikianlah Masyarakat yg trmiskinkan ini tlah brhasil dibuat lupa,dngn keadaan mreka.
pelipur mreka hnyalah anak ksayangan yg mnjadi buruh kontrak& cleaning service di kota.



by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 02:22 AM
#17

My other half


Apabila setiap hati yang resah akan ditentramkan
Dan mereka yang tersesat akan ditunjukan
Mengapa aku tetap menjadi domba kesepian?
Dan bila mereka yang mencari akan menemukan
Dan ia yang sendiri akan dipasangkan
Mengapa aku di sini Kau tinggal sendirian?

Eli sabatani eli...


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 02:26 AM
#18
Ini versi bahasa betawi nih, maap kalo belepotan, maklum bukan betawi tulen ane...
Di Jualnya Pabrik Batako ( Betawie Version ) - Part one


Udeh lebih dari setengah jam Somad ngedeprok bengong di ambang pintu belakang rumah sembari matanye sesekali ngikutin gerakan asap dari tumpukan daon kering nyang di bakar emak. Kedengeran bunyi kosrek-kosrek sapu lidi nyang diayunin emak ke tanah. Kayaknye kaga capek-capek ngegunungin setinggi-tingginye dedaonan kering nyang rontok dari pu'un nangke hasil taneman almarhum suaminye puluhan tahun silam.

Somad lagi bingung bin rungsing. Lantaran pabrik batako tempat dia kerja mau dilego ama nyang empunya ke bos keturunan Arab dari Kampung Pinggir Rawa.

Nah, nyang bikin si Somad bengong aje dari tadi mikirin bukan semata dia takut kagak bisa dapet kerjaan lagi. Lantaran kalo soal itu doang mah urusan sepele. Somad gitu-gitu satu satunya orang di Kampung Bulak yang pernah kuliah. Dia termasuk orang terpelajar di kampung. Udah gitu pinter ngaji lagi. Banyak orang percaya ama dia, termasuk Haji Timan nyang punya pabrik batako. Delapan tahun lebih Somad dipercaya megang urusan duit pabrik. Mengenai pindah tangan pabrik ke bos nyang baru juga pak Haji dah pernah bilang kalo dia bakal ngusulin Somad biar kepake lagi di pabrik walau bosnya ganti.

Nyang bikin Somad resah sebenernye lebih pada urusan pribadi Pak Haji Timan sama semua anak buahnya, mulai dari kuli pasir, tukang pres bata sampe satpam pabrik. Gimana kaga, semenjak pabrik bediri nyampe sekarang mau dijokul, si Pak Haji udah keseringan bikin janji ke mereka orang, mulai dari naek gaji, dapet bagi hasil jual batako, sampe mau dibikinin rumah bererotan alias ngeriung jadi satu di tanah kosong belakang pabrik. Tapi, sampe anak buahnya pada konro nungguin, kaga ada satu-satu acan janji yang ditepatin.

Pak Haji mang kesohor di kalangan anakbuahnya punya penyakit lupa. Sampe pernah suatu hari di warung mpok Indun pas makan siang, Kandar ngebanyol kalo aja leher Pak Haji bisa dicopot, bisa-bisa ketinggalan di rumah tuh pala. Nyang denger kontah aje ketawa gerr, sampe-sampe ada nyang ngegeleper gegulingan di bale saking gelinya. Semua ketawa, kecuali Pak Haji yang tau dari mana, ujug-ujug nongol di depan pintu warung. Kandar nyang nyadar belakangan langsung kicep dipelototin Pak Haji. Tapi entah karena udah kebangetan malu apa sadar dia kalah banyak, Pak Haji langsung aja ngeloyor pegih kaga pake cingcong.

Somad nyang inget kejadian itu lantas nyengir-nyengir sendiri, masih ngedepor di pintu belakang rumahnye. Masih juga kadang ngeliatin asep dari bakaran dedaonan kering yang dikumpulin emak. Emak juga masih aje asik ngosrek-ngosrek sapu lidi ke tanah. Gak ngerasain kalo hari dah mulai gulem. Dah mulai kedengeran orang ngaji di suro, tanda bentar lagi menggerib. Ayam belom juga ada nyang di kandangin.


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 04:32 PM
#19

Have you ever felt so lost?


I am always lost,
In the dark of a night
Or the light of a day
I am always lost
In this so long and winding road
Who would not lost?


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 04:34 PM
#20

Jangan Takut Main Api!


Mereka yang takut main api tak akan pernah tahu nikmatnya membakar - diri sendiri atau orang lain. Menyaksikan indahnya kulit terkelupas dari daging bagai sate ayam yang sudah akan matang di atas bara. Mengendus harum gurih nya lemak kulit ari yang menguap bersama oksigen yang termakan api. Melihat asap mengepul yang arah nya tidak pernah ke atas, melainkan ke depan hidung manusia terdekat seraya berkata, "hiruplah aku..."
Lalu bagaimana dengan nyaman nya menjalani beberapa hari ke depan sambil menyaksikan luka yang sedikit demi sedikit mengering. Terkadang bermain main sambil mengoleskan pasta gigi di atasnya. Agak sedikit kaku jika sudah mulai sembuh, jadi harus diberi pelumas sedikit.
Lalu tiba saatnya panen. Memetik kulit gosong yang terkelupas - dengan sendirinya atau dipaksa. Dan lihatlah di baliknya, jika beruntung akan mendapatkan hadiah kenang kenangan luka bakar yang dapat kita pandang seumur hidup.
Lalu jika ada yang bertanya, bagaimana kita mendapatkannya, karang lah suatu cerita hebat mengenai hal itu, dan buat mereka kagum!


By : tisna (nama ane D)
Page 1 of 3 |  1 2 3 > 
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Kumpulan puisi dan tulisan diambil dari catatan ane di facebook