Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Kumpulan puisi dan tulisan diambil dari catatan ane di facebook
Total Views: 1367 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 3 |  < 1 2 3 > 

cintaandara - 08/02/2012 04:45 PM
#21

GAUNG


Aku berkaca pada sebuah cermin
Dan melihat pantulan orang yang bukan lagi diriku
Berdiri, balik menatapku
Melakukan semua yang aku lakukan
Namun tetap bukan diriku
Bukan aku
Lalu dalam sebuah keheningan yang tiba tiba menyelinap
Berteriaklah mulutku
Berteriak pula bayangan dicermin yang tentu saja
Bukan aku, bukan lagi aku
Membuat sebuah gaung yang mengisi ruangan kosong yang sepi
Yang tidak lagi – setelah teriakanku, sepi
Pada saat momen telah berakhir
Dinding tidak lagi menjadi dinding
Rumah tidak lagi menjadi rumah
Dan aku tidak lagi menjadi aku, melainkan kupu kupu
Dan cermin bukan lagi cermin, melainkan padang rumput
Dan aku telah memilih untuk terbang
Ya, terbang
cintaandara - 08/02/2012 04:48 PM
#22

Bidadari, Sebuah Pulau dan Aku


Di kala tenggelamnya matahari yang gemerlapan, aku melihat dia. Wajah seputih awan namun dingin seperti es. Matanya menatap ke sebuah titik di cakrawala yang jauh. Suatu tempat yang tidak bisa mataku menggapainya.
“Begitu dekat, tidakkah kau menyadarinya?” Suatu kali ia berkata padaku, dengan suara semerdu alunan seruling.
Sebuah kalimat, yang meski hanya sebuah, sanggup menundukan hati ribuan manusia yang mendengarnya.
Seribu hari sudah aku mengikutinya. Atau dia menemaniku. Atau dia membawaku.Aku tak tahu pasti.
Satu hal yang aku mengerti, aku mencintainya. Sejak kali pertama ia menyentuhkan kaki putihnya di pasir pantai pesisir utara itu.
Entah mengapa.
Hanya dengan melihat wajahnya, walau hanya untuk pertama kali, aku mengetahui sebuah beban harus ia bawa. Bukan hal yang besar mungkin, dibanding apa yang harus dialami kami, penduduk pulau ini. Namun tubuhnya begitu kecil, begitu lembut, begitu rapuh.
Dan pulau ini demikian besarnya.
Apa yang sedang ia cari?
***
Air mata, seperti yang pernah ia katakan suatu waktu, adalah gunung es yang memaksa kita memandang ke atas tanpa memperhatikan bukit – bukit kecil yang membentuknya. Sedangkan tangisan adalah bisikan angin yang lewat mengiringi malam yang perlahan namun pasti, berlalu.


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 04:50 PM
#23

Nnae



Dalam Pergulatan suatu senja aku terikat
Memandangi hilangnya gemawan yang memerah
Dengan kaki perih sehabis menginjak – injak pasir yang terbakar
Oh…surya, bilakah kau mengunjungi pelataran rumahku lagi?
Nnae memeluk dari belakang
Mencoba menyembunyikan setiap beban yang ku pikul
Yakinkah atas apa yang dirimu tengah lakukan, sayangku…
kamu memang harus terlahir tanpa ibu
Dan sebentar lagi mungkin tanpa ayah
Air matanya bagai embun yang menetes dari langit
Hatinya sungguh kuat, namun tidak begitu dengan perutnya


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 08/02/2012 04:53 PM
#24

here with me


LIHATLAH
SEGALANYA MENJADI APA YANG TELAH KUBAYANGKAN
CHOCO TELAH MENINGGALKANKU
DAN YANG TERTINGGAL HANYALAH SISA MANIS DIBIBIRKU

I know you had to go away
I die just a little
Now I feel it now you are the one I need
I believe that I
Would cry just a little
Just to have you back now here with me


by : tisna & michelle
cintaandara - 08/02/2012 05:05 PM
#25

Zaman Kita Sendiri


… manusia dikutuk untuk bebas …

Jam weker menujuk angka 11.55 malam. Dia berbaring menatap langit-langit. Dia berusaha membiarkan khayalannya terbang bebas. Setiap kali selesai dengan satu rangkai pemikiran, dia berusaha untuk bertanya pada dirinya sendiri mengapa.
Mungkinkah ada sesuatu yang dia usahakan untuk menekannya ?
Kalau saja dia dapat mengesampingkan seluruh sensor, dia mungkin telah menyelinap ke dunia impian. Sedikit menakutkan, pikirnya.
Semakin santai dan semakin terbuka dirinya terhadap pemikiran-pemikiran serta imaji-imaji yang datang dengan bebas, semakin dia merasa seakan-akan dia berada di gubuk sang mayor di dekat danau kecil di tengah hutan.
Apakah yang mungkin direncanakan Alberto? Tentu saja, ayahnyalah yang merencanakan agar Alberto merencanakan sesuatu. Apakah dia selalu tahu apa yang akan dilakukan Alberto? Barangkali dia tengah berusaha untuk membebaskan dirinya, sehingga apa pun yang terjadi pada akhirnya akan muncul sebagai suatu kejutan baginya juga.
Kini tinggal sedikit halaman yang belum dibacanya. Haruskah dia mengintip pada halaman terakhir? Tidak, itu curang. Dan selain itu, Dia yakin bahwa apa yang akan terjadi pada halaman terakhir sama sekali belum ditentukan.
Bukankah itu pikiranyang aneh?Map itu ada tepat disini


stolen from somebody's flashddisk D
cintaandara - 10/02/2012 11:18 PM
#26

Apa yang kau cari?


Apa yang kau cari? Di mana dirimu tambatkan semua mimpi? Apakah di dermaga yang demikian jauhnya dibalik cakrawala sana, sehingga terlihat sekali kau lelah mengejar setiap hari yang lewat. Ataukah semua yang kau cari telah kau lewati, sehingga dirimu selalu terlihat berusaha keras sekali untuk mengulang apa yang telah kau lalui.


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 10/02/2012 11:19 PM
#27

Apa yang kau cari?


Apa yang kau cari? Di mana dirimu tambatkan semua mimpi? Apakah di dermaga yang demikian jauhnya dibalik cakrawala sana, sehingga terlihat sekali kau lelah mengejar setiap hari yang lewat. Ataukah semua yang kau cari telah kau lewati, sehingga dirimu selalu terlihat berusaha keras sekali untuk mengulang apa yang telah kau lalui.


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 10/02/2012 11:21 PM
#28

Apa yang kau cari?


Apa yang kau cari? Di mana dirimu tambatkan semua mimpi? Apakah di dermaga yang demikian jauhnya dibalik cakrawala sana, sehingga terlihat sekali kau lelah mengejar setiap hari yang lewat. Ataukah semua yang kau cari telah kau lewati, sehingga dirimu selalu terlihat berusaha keras sekali untuk mengulang apa yang telah kau lalui.


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 10/02/2012 11:45 PM
#29

Apa yang kau cari?


Apa yang kau cari? Di mana dirimu tambatkan semua mimpi? Apakah di dermaga yang demikian jauhnya dibalik cakrawala sana, sehingga terlihat sekali kau lelah mengejar setiap hari yang lewat. Ataukah semua yang kau cari telah kau lewati, sehingga dirimu selalu terlihat berusaha keras sekali untuk mengulang apa yang telah kau lalui.

by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 11/02/2012 05:33 PM
#30

[CENTER]GAUNG


Aku berkaca pada sebuah cermin
Dan melihat pantulan orang yang bukan lagi diriku
Berdiri, balik menatapku
Melakukan semua yang aku lakukan
Namun tetap bukan diriku
Bukan aku
Lalu dalam sebuah keheningan yang tiba tiba menyelinap
Berteriaklah mulutku
Berteriak pula bayangan dicermin yang tentu saja
Bukan aku, bukan lagi aku
Membuat sebuah gaung yang mengisi ruangan kosong yang sepi
Yang tidak lagi – setelah teriakanku, sepi
Pada saat momen telah berakhir
Dinding tidak lagi menjadi dinding
Rumah tidak lagi menjadi rumah
Dan aku tidak lagi menjadi aku, melainkan kupu kupu
Dan cermin bukan lagi cermin, melainkan padang rumput
Dan aku telah memilih untuk terbang
Ya, terbang[/CENTER]


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 11/02/2012 05:35 PM
#31

[B]Lewati


Atap kayu berlapis semiran pernis perak,
Paduan warna yang cocok dengan semburat matahari
Di atas cakrawala yang bergejolak

Lewati celah – celah retakan kaca kulihat cahaya senja
Menyeruak masuk ke setiap sudut kamar
Dipendarkan oleh dinding kelabu yang mulai berlumut
Setelah entah berapa lama tidak tesentuh oleh cahaya

Lewati celah – celah retakan kaca kuhirup udara
Angin yang selama ini hanya lewat dan mengetuk – ngetuk
Setiap malam yang sepi dan gelisah
Semacam kerinduan yang telah lama menyesakan
Air mata yang tertahan
Pada akhirnya aku menangis sesegukan

Pada suatu mimpi
Pada suatu malam
Yang sepi dan gelisah

Matahari membenamkan lagi dirinya hari ini
Setelah menitipkan diriku pada bulan dan bintang
Ia tersenyum dan melambai lewat bayangan yang ia buat pada pohon kaktus

Lewati celah – celah retakan kaca kubermimpi
Pondoknya hanya beberapa langkah dibalik horizon itu
Ada ruangan yang hangat dimana aku dapat bebas bermimpi
Menebarkan tangan dan berpura – pura mampu terbang

Akan ada janji yang akan dilanggar hari ini
Aku tak akan menunggunya lagi
Ia akan datang esok dan menyadari aku tidak ada


Lewati celah – celah retakan kaca aku melompat
Bertumpu pada pecahan kaca yang mengisi setiap luka dikaki
Aku mulai berjalan membelah malam

Ternyata senja punya air mata
Pada sudut cakrawala itu aku melihatnya
Ia menangis, tetesan yang segera berubah menjadi embun-embun kesedihan
Lihatlah ia berdarah!
Telunjuk ini mengarahkan ribuan pasang mata manusia
Pada suatu titik di balik awan

Bidadari itu duduk tersungkur
Kedua tangannya menutupi wajahnya
Menahan suara tangisan yang mengisi setiap celah langit

Para peri yang penyabar pun keluar dari jamurnya
Merasa terganggu oleh pekaknya tangisan
Berkerubung di sekeliling makhluk yang tiada beda sedikitpun dari mereka
Kecuali ukurannya yang ratusan kali lebih besar
Dan sayapnya yang patah[/B]


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 11/02/2012 05:36 PM
#32

Di suatu petang


Di suatu petang
Kutemukan wajahmu tergeletak
Pada sebuah bayangan pohon
Saat horizon berkecamuk
Menampilkan pergulatan yang sebentar lagi berakhir
Kucoba pungut kembali
Kuntum – kuntum air matamu dan air mataku
Mencoba mengingat dermaga mana pernah kita berlabuh
Dan vas kesunyian yang pernah kita isi
Kemudian kita pecahkan sendiri
Telah raib digenangi duri kaktus
Yang menusuk malam – malamku
Di suatu petang
Kutemukan wajahmu tergeletak
Pada sebuah bayangan pohon
Saat kerinduan mengetuk - ngetuk
cintaandara - 11/02/2012 05:38 PM
#33

Sober


I awake with sand covering my half naked body, after the damned sun had me sober from all my dreams. She seems distracted as i am. Her burning skin match so much with the glimmering beach we slept on.

She wince away from light and smile at me.
" Let us dance in the salt water and may the sun burst our wounds?"

Long had passed since our first companionship. I can still remember how she emerge from some coconut booth, with guise not at all like this.

Her stumbling childish feet jumps as she walks toward me.
"am i late?"
She asked me, as if we knew each other. I never saw before in my life.


bu : tisna (nama ane D)
cintaandara - 11/02/2012 05:40 PM
#34

Sweet death


Lalu ia berdiri dengan amarah sambil bertanya memaksa, " why is this happening to me ?". kemudian bagai burung tanpa bulu yang mencoba terbang, ia tendang - tendang pintu yang menguncinya, berharap engsel baja dan mahoni itu mengalah pada kekuatan sepiring gandum yang ia terpaksa telan kemarin sore.
Ia mendengarkan. Bunyi langkah itu semakin memudar, seakan tidak peduli dengan gaduh suara kaki yang beradu dengan pintu dan bantingan piring aluminium pada terali jendela yang ditutup kayu dari luar.
Ia duduk di lantai, mengumpulkan serpihan makanan yang baru saja ia tumpahan sendiri. Hanya ada bongkah roti yang sepertinya basi. Ia menciumnya sebentar, kemudian melahapnya. Bukan karena lapar, namun karena ia masih ingin hidup, entah mengapa.
Cahaya sudah tidak lagi memasuki ruangan sempit itu. Dalam kegelapan yang hampir total itu, ia meringkuk di pojok sambil menggenggam sendok yang sudah ia tajam kan sendiri.


by : tisna (nama ane D)
cintaandara - 11/02/2012 05:42 PM
#35

kematian sebuah makna


Matilah kau dan setiap prasangka yang kau coba paku dalam kepalamu! Dan saat noda itu terbuka, dari segala hal yang lelah menutupinya, bersiaplah dirimu bermain dengan busa sabun dan berkubang dalam kotoranmu sendiri. Mandi lah dengan keringat orang - orang yang kau perah dengan payah dari setiap puting mereka. Dan gunakan lidahmu untuk menjilat garam itu sebelum menjadi darah dan nanah. Karena amis itu nanti akan menusuk hidung kamu dan hidung hidung orang - orang yang selama ini coba kau besarkan jiwanya. Dan sesungguhnya engkau kecil, jauh lebih kecil dari rasa pasrah mereka yang telah kau dusta kan haknya. Di hari nanti saat kita bertemu kembali, sesungguhnya utangku akan di tera bersama utangmu. Maka Bayarlah! Kataku di hari itu kepadamu. dan lihatlah kau merugi. Lalu sisa yang masih ada padamu maka genggam lah! Karena mereka yang lama berdiri kerontang di belakangku akan segera di gemukkan oleh itu. Dan kamu akan segera merasakan arti tersesat tanpa bekal, karena celengan kamu, telah lama kau pecahkan sendiri dahulu sekali sedang kami sekadar mengambil hasil sabar kami.


by : tisna (nama ane D)
ekobean - 11/02/2012 08:54 PM
#36

ijin sedot ya...
buat dikirim ke cewek ane gan...
cintaandara - 11/02/2012 10:00 PM
#37

Quote:
Original Posted By ekobean
ijin sedot ya...
buat dikirim ke cewek ane gan...


silahkan gan di sedot, jangan lupa say thanks ya.
perasaan bahasanya kayak di forum tetangga hehehe... D
FileCorrupted - 14/02/2012 06:49 PM
#38

Kata-katanya lumayan bagus siul:
update lagi ya siul:
cintaandara - 20/02/2012 11:04 AM
#39

Quote:
Original Posted By FileCorrupted
Kata-katanya lumayan bagus siul:
update lagi ya siul:


Wah terimakasih dibilang lumayan bagus. Mudah2han bisa update lagi... peluk
cintaandara - 20/02/2012 11:06 AM
#40

[B]i hate to say this, tapi menurut saya valentine di sini sini tidak ubahnya sebagai hari raya para ababil korban promosi iklan perusahaan coklat, permen dan yang sejenisnya. lets be fair, jika seseorang butuh hari khusus hanya untuk memberikan sesuatu yang istimewa dan menyatakan cintanya padamu, mungkin ia memang tidak benar benar menyukaimu. dan jika kamu benar benar percaya pada hari itu, mungkin kamu akan mendapati dirimu di akhir hari sedang berbaring tanpa busana bersama seseorang yang di awal hari tadi memberikanmu bunga atau coklat murahan itu. kemudian, lihatlah betapa rendah kau telah menukar harga dirimu dan betapa besar penghianatan yang telah kau lakukan terhadap orang tuamu.[/B]

[COLOR="Black"]MARAH MODE - ON!![/COLOR] D
Page 2 of 3 |  < 1 2 3 > 
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Kumpulan puisi dan tulisan diambil dari catatan ane di facebook