Forex/Option/Saham dan Derivatifnya
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Reksadana, FAQ---> "the legend continous"
Total Views: 209121 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 222 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

sedanten - 09/02/2012 12:34 AM
#61

Quote:
Original Posted By kresnark
thank you... \)


iya, bener sekali harus jelas dulu tujuan investasinya.. spt-nya banyak yg lupa, shg kecepetan melakukan review karena memburu return \)
kresnark - 09/02/2012 12:55 AM
#62

Quote:
Original Posted By thracian2012
para agan master, ane blum punya RD nih tapi tertarik bgt..kalo ane bisa nyisihin duit 1,5 juta per bulan kira2 bisa gak ya ikutan RD...tujuan sih utk mengamankan hari tua dan kalo bisa sekali2 hasil invest nya bisa buat liburan lah..oya utk mulai pertama di RD belinya dimana ya..maaf nubie hammers


inves rd murah kok bro... minimal rp250ribu doang ... \) bisa lewat combank ato bank mandiri ...

Kalo bisa tujuan investasi lebih detail bro...
Tujuan investasi : Pensiun Hari Tua...
usia pensiun : .... tahun
lama expektasi hidup setelah usia pensiun : .... tahun
kebutuhan per bulan : rp ....
total dana yg diperlukan untuk pensiun : rp ....

Ada rumus nya untuk hitung berapa rupiah yg harus diinvestasikan untuk pensiun sperti yg diharapkan di atas ...

setelah itu baru dapat diketahui apakah investasi RD 1.5 juta per bulan cukup ato tidak ...

untuk detail nya baca di :
Pensiun dengan Reksa Dana, Anda Yakin?
http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/04/25/pensiun-dengan-reksa-dana-anda-yakin/
chivazregal - 09/02/2012 08:56 AM
#63

[quote=]
10 Tips Sukses Investasi Jangka Panjang



Jakarta - Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjadi investor, baik itu jangka pendek maupun panjang untuk mendapatkan hasil terbaiknya. Semua tergantung dari target dan kepuasan yang anda dapat.

Jika anda tidak suka bertransaksi tiap hari dan lebih suka menunggu hasil investasi dengan sabar, maka sebaiknya anda menjadi investor jangka panjang. Meski tidak ada aturan khusus untuk menjadi investor jangka panjang, tapi setidaknya ada pakem yang bisa anda ikuti.

Seperti dikutip dari Investopedia, Kamis (9/2/2012), berikut adalah beberapa tips dengan konsep fundamental yang harus diketahui oleh investor jangka panjang:

1. Jual saham jelek dan tahan saham bagus cukup lama
Sejak jaman dahulu kala, investor sukses adalah yang bisa melepas saham berfundamental jelek dan tetap menyimpan saham-saham bagus dalam jangka waktu lama. Jika investor tidak bisa membedakan antara saham jelek dan bagus, maka skenario terburuk adalah menunggu sampai sahamnya menyentuh level terendah. Memang teori pemisahan saham bagus-jelek ini sangat bagus, tapi sulit diterapkan di dunia nyata.

2. Jangan mudah percaya isu atau rumor
Ketika anda mendapat isu atau rumor di pasar dari datang dari kakak, sepupu, tetangga atau bahkan broker anda, jangan langsung percaya. Ketika anda berinvestasi, sangatlah penting anda tahu alasan dan latar belakang berinvestasi tersebut.

Lakukan riset dan analisis sendiri terhadap sebuah perusahaan sebelum menempatkan uang anda. Mengandalkan informasi yang tidak jelas dari orang lain sama saja dengan berjudi.

Mungkin saja dengan sedikit keberuntungan, investasi anda bisa sukses, tapi tetap saja risikonya cukup tinggi. Tentunya hal ini tidak baik untuk investasi dalam jangka panjang.

3. Acuhkan hal-hal kecil
Sebagai investor jangka panjang, sebaiknya anda jangan panik jika terjadi gejolak dalam investasi anda karena itu hanya terjadi dalam jangka pendek. Pantau terus investasi anda sambil melihat target jauh ke depan.

Anda harus percaya diri akan kualitas investasi anda, tentunya dengan seluruh keputusan untuk menyimpannya secara jangka panjang. Daripada anda merasa resah setiap terjadi gejolak jangka pendek.

Investor jangka pendek mungkin akan mengambil kesempatan dalam gejolak seperti tersebut, namun itu bukanlah anda, karena anda adalah investor jangka panjang. Lebih baik anda mencari celah untuk menambah portofolio saat pasar sedang murah.

4. Jangan terlalu pikirkan rasio P/E
Kebanyak investor biasanya terlalu memikirkan price-earnings ratio alias rasio P/E. Karena ini merupakan salah satu ukuran untuk mengetahui mahal atau murahnya harga saham. Akan tetapi, belum tentu P/E yang rendah membuat sahamnya menjadi murah, begitu juga dengan P/E tinggi tidak berarti sahamnya terlalu mahal. Gabungkan rasio P/E itu dengan analisis lain maka hasilnya akan kelihatan.

5. Jangan tergoda saham murah(an)
Jangan sampai anda tergoda oleh saham murah yang katanya berisiko lebih rendah. Namun, yang namanya investasi, tidak peduli berapa harga saham awalnya, jika jatuh ke posisi terendah itu berarti risikonya tetap sama, anda kehilangan 100% investasi.

Perusahaan dengan harga saham Rp 500 per lembar bisa sama risikonya dengan perusahaan dengan harga Rp 7.500 per lembar. Bahkan, harga saham yang murah kemungkinan punya risiko yang lebih tinggi, bukan hanya dia bisa anjlok tapi juga mungkin tidak bisa naik lagi.

6. Pilih strategi dan jalankan
Beda orang, beda strategi, begitu pula halnya dalam berinvestasi. Banyak cara memilih saham dan menetapkan target. Kebanyak strategi biasanya malah tidak bagus, sebaiknya anda pilih strategi yang tepat dan jalankan dengan baik.

Investor yang kebingungan memilih saham, biasanya menderita kerugian lebih banyak, di berbagai sahamnya pula. Anda boleh mengubah strategi jika waktunya tepat, tapi jangan terlalu sering juga.

7. Fokus ke masa depan
Langkah paling sulit dalam berinvestasi untuk jangka panjang dalah membuat keputusan berdasarkan sesutau yang belum juga terjadi, karena baru terjadi di masa depan. Anda juga harus tahu, meskipun kita melakukan analisa dengan data masa lampau tapi setidaknya bisa memberi petunjuk akan hal yang akan datang.

8. Gunakan perspektif jangka panjang
Keuntungan jangka pendek biasannya menggoda mereka yang baru berinvestasi di pasar saham. Tetapi, jika anda menggunakan perspektif jangka panjang dan mengacuhkan keuntungan cepat tersebut adalah mutlak hukumnya bagi investor.

Seperti kita ketahui dengan baik, ada perbedaaan yang nyata antara mengambil untung dari berinvestasi dan berdagang di pasa saham. Berdagang (trading) punya risiko yang berbeda dibandingkan menahan saham secara jangka panjang. Berdagang juga memerlukan keahlian khusus.

9. Selalu berpikiran terbuka
Banyak perusahaan besar yang namanya dikenal luas, tetapi banyak investasi bagus justru bukan di perusahaan terkenal seperti itu. Ratusan perusahaan kecil punya potensi berubah menjadi perusahan blue chip di masa mendatang.

Secara historis, perusahaan-perusahaan kecil biasanya memberikan imbal hasil yang lebih baik daripada saham-saham berkapitalisasi besar. Tapi, bukan berarti anda harus menempatkan seluruh portofolio di perusahaan-perusahaan kecil saja.

10. Perhatikan pajak, tapi jangan terlalu khawatir
Menempatkan pajak di atas segalanya bukanlah strategi yang baik, karena biasanya membuat investor memilih langkah yang keliru. Memang, pajak adalah hal yang penting, tapi itu masih bisa dipikirkan belakangan.

Konsentrasi utama anda dalam berinvestasi adalah menumbuhkan dan mengamankan uang anda. Sebaiknya anda pikirkan bagaimana membayar pajak sekecil-kecilnya dari imbal hasil yang sebesar-besarnya.

Kesimpulan:
Selalu ada cara lain dalam aturan yang sudah baku sekalipun. Tapi diharapkan tips-tips ini bisa membantu anda yang ingin menjadi investor jangka panjang dan memberikan masukan yang masuk akal sehingga anda bisa mendapat gambaran sebelum mulai berinvestasi.

(ang/qom)



sumber
[/quote]
rd.panin - 09/02/2012 09:59 AM
#64

Kantor ane Panin Asset Management berlokasi di Thamrin, Jakarta. Bila mau ke kantor ane, silahkan PM/telp/sms ane :addfriends cendols

Reksadana, FAQ---> "the legend continous"

Sumber : Koran Kontan hari ini
thracian2012 - 09/02/2012 10:25 AM
#65

Quote:
Original Posted By kresnark
inves rd murah kok bro... minimal rp250ribu doang ... \) bisa lewat combank ato bank mandiri ...

Kalo bisa tujuan investasi lebih detail bro...
Tujuan investasi : Pensiun Hari Tua...
usia pensiun : .... tahun
lama expektasi hidup setelah usia pensiun : .... tahun
kebutuhan per bulan : rp ....
total dana yg diperlukan untuk pensiun : rp ....

Ada rumus nya untuk hitung berapa rupiah yg harus diinvestasikan untuk pensiun sperti yg diharapkan di atas ...

setelah itu baru dapat diketahui apakah investasi RD 1.5 juta per bulan cukup ato tidak ...

untuk detail nya baca di :
Pensiun dengan Reksa Dana, Anda Yakin?
http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/04/25/pensiun-dengan-reksa-dana-anda-yakin/


bro kresnark.......saya pengen lebih detail lagi donk ttg ini....bisa belajar dimana ya
carbonized - 09/02/2012 10:26 AM
#66

selamat buat rumah baru D
thanks om kera_terbang buat trit nya..
di page 1 klo bisa di index rapih biar kita semua bisa belajar banyak
trit yg lama kita tinggalin aja \)b
ngaco - 09/02/2012 10:37 AM
#67

Quote:
Original Posted By thracian2012
bro kresnark.......saya pengen lebih detail lagi donk ttg ini....bisa belajar dimana ya


belajar disini gan... coba aja pelajari halaman-demi-halaman di thread yang satu lagi, atau ikuti diskusi, nanti lama2 kan ngerti...

atau coba baca2 aja tentang financial planning, follow atau baca blog dari finplanner.
ketilang208 - 09/02/2012 08:02 PM
#68

Quote:
Original Posted By sedanten
\) imho uncle, itu karena ada unsur politis saja.. kalo SOP redeemption dijalankan dengan benar sptnya mustahil duit investor reksadana dibawa kabur krn hasil redeemption akan ditransfer bank kustodian ke no rekening investor (no rek ini tercatat di form aplikasi pembukaan reksadana pertama kali).
ada perubahan no rek, investor harus melaporkan secara tertulis resmi.

kasus falcon, sptnya investornya institusi shg kemungkinan penanggung jawab tidak jelas/tumpang tindih.
kalo investor individu, sy yakin prosedur redeemption RD di Indo saat ini sdh menutup celah penyelewengan (makanya, praktek titip form redeemption pernah dilegalkan di Commbank.. skg pun msh OK untuk titip2 form di agen2 MI tertentu, krn toh kalo dicairkan oleh org lain hasil pencairan akan masuk ke no rekening nasabah ybs bukan rek org yg mencairkan)


Quote:
Original Posted By sedanten
Jaminan Keamanan Dana, maksudnya apabila ada pembubaran / likuidasi reksadana maka investor terlindungi untuk mendapatkan hak atas asset reksadana yg tersimpan (sesuai nilai pasar asset yg ada) secara proporsional sesuai dengan jumlah UP yg dimiliki.

Bukan berarti jaminan atas return reksadana atau jaminan asset reksadana dr resiko default.
Kalo misalnya, RD A memegang obligasi A yg kemudian default ya otomatis nasabah yg membeli reksadana A akan tetap menanggung resiko rugi investasi


salah satu resiko investasi reksadana adalah resiko pembubaran jika nilai total aktiva bersih kurang dari 25 M...CMIIW.

jika suatu produk reksadana dibubarkan, berarti dana yg tersisa masih dapat dikembalikan kepada investor gan...? (kalau tanpa muatan politis).
Kringet Pliket - 09/02/2012 08:25 PM
#69

eh om2 semua..

ane perhatiin kok rds sektor komoditas sama agrikultur satu bulan ini naiknya lumayan signifikan ya?

rds syariah juga kinclong.. apa karena portfolio rds syariah banyak yang di sektor komoditas sama agrikultur.??

kenaikan di sektor komoditas sama agrikultur kira2 temporer aja apa berlangsung lama ya om..?

ada pengaruh sama iklim yang kurang bagus akhir2 ini ya.?
ngaco - 09/02/2012 08:30 PM
#70

ada yang tau kabarnya MIDO-2 ?
kenapa sekarang NABnya jadi 1061 ?
katanya max NAB 1000.... apa udah ganti metode/rule?
vaniasistro - 09/02/2012 08:58 PM
#71

Agan2 ..

Reksadana selain kena fee apakah kena pajak jg gak dari pemerintah?
Kalau kena pajak berapa persen dr total investasi?
parabola - 09/02/2012 09:11 PM
#72

rdpt makin kenceng aja ya, hari ini aja paribas saya naik hampir 1 %. kira2 kalo turun dalem juga gak ya ?
4rent - 09/02/2012 09:14 PM
#73

Quote:
Original Posted By vaniasistro
Agan2 ..

Reksadana selain kena fee apakah kena pajak jg gak dari pemerintah?
Kalau kena pajak berapa persen dr total investasi?


Newbie bantu jawab...bantu koreksi ya kalau ada salah...
Reksadana sifatnya sudah PPh Final dan tidak kena pajak lagi..
NAB=Nilai aktiva bersih dikurangi biaya2 dan pajak...
stringendo - 09/02/2012 09:56 PM
#74

Europe Stocks, Euro Gain as Greece Reaches Austerity Agreement for Bailout

sumber: http://www.bloomberg.com/news/2012-02-09/asian-stocks-u-s-futures-drop-on-greece-s-lack-of-agreement- oil-climbs.html


Buffett: Bonds Among Most Dangerous Assets on Inflation Risk

sumber: http://www.bloomberg.com/news/2012-02-09/buffett-says-bonds-are-among-most-dangerous-assets-on-low-ra tes-inflation.html




gan, sekalian mau nanya, kok ada RD yang blm ada di bloomberg ya gan
kayak TRAM Consumption Plus, pada launchingnya udah dari Mei '11, PDB+ yang launching Des'11 aja udah ada gan
kok bisa bgtu ya gan?
ngaco - 09/02/2012 10:39 PM
#75

testing
rd.panin - 09/02/2012 11:01 PM
#76

Bebas Finansial di Usia Muda, Bagaimana Caranya?

REPUBLIKA.CO.ID, Tidak perlu repot bekerja mencari uang, biarkan uang yang bekerja untuk kita. Bila kondisi ini yang terjadi boleh dibilang kita sudah mencapai tahap bebas secara finansial. Perencana keuangan, Ahmad Gozali, menyebutkan, mengutip dari buku Anthony Robbins, kebebasan finansial adalah suatu kondisi keuangan dengan pencapaian investasi yang cukup banyak, relatif aman, dan hasilnya mencukupi kebutuhan kita untuk hidup dengan gaya hidup yang kita inginkan. Tentunya, hal ini membutuhkan kerja keras, cerdas, dan harus dilakukan berkesinambungan.

Mau seperti ini? Ada kiatnya. Menurut Gozali, kebebasan finansial dapat Anda capai bila Anda disiplin menabung dan melakukan penghematan, lalu tabungan Anda diputar agar bisa memberi hasil yang besar pada periode tertentu dan menghasilkan passive income sehingga Anda tidak perlu bekerja lagi. ''Menabung memang menunda kesenangan di masa sekarang, tetapi hasilnya sangat efektif untuk mencapai tujuan yang lebih besar di masa datang,'' kata Gozali.

Lalu, berapa yang Anda sisihkan untuk tabungan dan investasi? Gozali menyarankan agar mengalokasikan penghasilan Anda menjadi pos-pos berdasarkan prioritas. Pertama adalah cicilan utang (bila ada) yang sebaiknya tidak melebihi dari 30 persen dari penghasilan bulanan, kemudian usahakan menyisihkan 10 persen dari gaji secara rutin tiap bulannya untuk tabungan.

Bila Anda tidak mempunyai utang, jumlah yang disisihkan bisa diperbesar lagi, misalnya, 30 persen yang dapat digunakan untuk investasi dan proteksi (asuransi). Dengan demikian, 70 persen sisanya dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.

Ada beberapa jenis kendaraan untuk investasi, antara lain, tabungan, deposito, emas, saham, reksa dana, properti, ataupun unit bisnis.

Untuk memilihnya, perlu dipertimbangkan biaya yang diperlukan, pendapatan yang didapat, profil risiko, apakah Anda takut terhadap risiko kehilangan uang atau tergolong berani, keterampilan yang diperlukan untuk memilih produk investasi, dan banyaknya waktu keterlibatan Anda untuk melakukan investasi.

Usahakan tidak menaruh semua uang Anda pada satu produk investasi untuk meminimal kan risiko. Karena kondisi Anda sekarang ini masih bekerja, saya lebih sarankan agar kira-kira sekitar 70-80 persen dari alokasi uang keperluan investasi tadi bisa diinvestasikan ke dalam aset seperti deposito dan reksa dana. Deposito digunakan untuk berjaga-jaga, sedangkan reksa dana digunakan untuk mendapatkan pengembangan. Sementara, sisanya yang 20-30 persen, bisa mulai digunakan untuk investasi ke dalam usaha dengan cara berpatungan dengan teman atau saudara yang bisa mengelola usaha.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/12/02/08/lz2sgh-bebas-finansial-di-usia-muda-bagai mana-caranya
kresnark - 10/02/2012 01:52 AM
#77

Quote:
Original Posted By thracian2012
bro kresnark.......saya pengen lebih detail lagi donk ttg ini....bisa belajar dimana ya


untuk simulasi pensiun bisa pakai kalkulator pensiun dari danareksa ...

http://www.danareksaonline.com/Investamatika/MenghitungKebutuhanDanaPensiun/tabid/157/language/id-ID/ Default.aspx
kresnark - 10/02/2012 01:53 AM
#78

emmhhh dopost
rd.panin - 10/02/2012 06:43 AM
#79

Reksadana, FAQ---> "the legend continous"

Sumber : Koran Kontan Hari Ini
putrie_kmps - 10/02/2012 07:56 AM
#80
Performance PDM
Bagi yang penasaran kenapa performance PDM menurun, mudah2an ini bisa memberikan jawaban

Portfolio PDM:

Reksadana, FAQ---> "the legend continous"

Perkembangan Sektor IHSG per 8 Februari 2012

Reksadana, FAQ---> "the legend continous"
Page 4 of 222 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Reksadana, FAQ---> "the legend continous"