Sejarah & Xenology
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > mengklarifikasi "bukti hoax" Holocaust
Total Views: 10525 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 14 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

IndoManiak77 - 13/02/2012 07:58 PM
#1
mengklarifikasi "bukti hoax" Holocaust
Halo gan, di trit ni ane bakal mengklarifikasi soal "bukti hoax" yg ditampilkan oleh bro eugen pade trit locked ni.

Tapi gak seluruhnye gan karena ane hanya bakal mengklarifikasi soal bagian ini aje gan

Spoiler for Berikut bagian yg ingin ane klarifikasikan gan
Di kamp konsntrasi Theresienstadt, orkestra Yahudi sedang memainkan musik mereka...
apakah kamp konsentarasi itu "kejam" kayak gini??
mengklarifikasi
Foto ini diambil oleh Kurt Gerron, seorang Jewish wartime film producer
mengklarifikasi
Di Auschwitz ada kolam renang!! kalo isinya buat orang Yahudi dibunuh2in aja,
buat apa mereka bikinin fasilitas kayak bgini sgala?
mengklarifikasi
Foto dibawah diambil saat orang2 yahudi memperingati Hannakkak(hari raya-nya)
di kamp konsentrasi Westerbork di Belanda. Knapa orang2 Jerman ngasih kebebasan
mereka memperingati hari raya nya ya??
kalo emang si Holocaust bner2 ada, ngapain perayaan kayak gini dibolehin??
mengklarifikasi
Perhatiin wajah ceria anak2 di Kamp Konsentrasi Belsen. Mungkin kah anak2 ini
disiksa dan bakalan dibunuh nantinya???sedangkan di foto ini mereka ceria2 aja,
tanpa sama sekali menerima tekanan kayaknya...
mengklarifikasi
Foto ini dari dokumentasi BBC.

Di bawah ni adalah foto pernikahan sepasang yahudi di Kamp konsentrasi
Westerbork di Belanda. Ternyata mereka diperbolehkan menikah loooh, kalo gitu
buat apa orang2 Jerman mengurangi populasinya sementara mereka
mengijinkan adanya pernikahan antar yahudi??
mengklarifikasi
di ambil di kamp konsentrasi Theresienstadt.Terlihat kalo mereka juga diberi
fasilitas lapangan sepak bola untuk orang2 yahudi disana...
mengklarifikasi
Kalo sakit tinggal ke rumah sakit nih...
mengklarifikasi

MASIH MENGANGGAP KALO KAMP KONSENTRASI TUH KEJAM??liat tuh keseharian mereka di
kamp, Renang ato gak maen bola.Trus kalo udah malem nonton orkestra.Kalo dah
gatel tinggal kimpoi, bener2 aseek dah.


Tp 1 repost di trit ntu yg menarik perhatian saya adlh yg 1 ini

Spoiler for
Original Posted By sultanagung77[/URL >target="_blank"]cuman mau sharing aja yah, gua kebetulan seneng dengan sejarah PD II.

sebetulnya yang harus diperdebatkan di sini tu bukan bener apa engga itu holocaust, tapi jumlah korbannya.

Gua salah seorang yang setuju kalo korban orang yahudi tu terlalu dibesar-besarkan. (kayanya ga mungkin deh ampe jutaan, paling ratusan ribu)

kalo mau bicara fakta orang yahudi dibantai banyak banget gan, maen2 deh ke rumah ane banyak banget buku tentang PDII.

sekedar informasi aja dari tahun 1939-1944, semua orang yahudi di wilayah yang udah dikuasai jerman, udah dikumpulin di kamp-kamp penampungan (sekarang orang2 taunya kamp konsentrasi) padahal orang2 yahudi tu dijadikan buruh buat support perang, semua hartanya diambil untuk biaya perang, tenaganya dipakai buat persenjataan dan logistik perang.

Nah photo2 yang ts tunjukin tu betul adanya, tapi ingat kapan photo itu diambil???
dari taun 1939-1944 orang yahudi engga dibantai (ngapain dibantai kalo tenaganya masih dibutuhkan), yang jadi masalah adalah pada waktu jerman udah mulai kewalahan menghadapi sekutu, mulai dah jerman bingung mau diapain orang2 yahudi di kamp-kamp penampungan, kebetulan ada anak buah hitler yaitu himler yang rada2 sakit jiwa, dia menilai kalo yahudi tu musuh dalam selimut, maka dibantai lah orang2 yahudi di kamp2 penampungan.

bukti paling nyata adalah populasi orang2 yahudi setelah PDII berakhir (cari tau sendiri deh, tinggal berapa tu yahudi di kawasan eropa).

ini cerita yang gua percaya kebenarannya, mau setuju ato engga ga masalah gan.


So, jikalau "bukti2 hoax" tersebut emang bener, kenapa di buku sejarah, ensiklopedi, dll blm direvisi & masih mencantumkan kejadian Holocaust ? Tp tentunya ane juga tidak menganggap si eugen mengigau alias tidak mungkin ia memberikan bukti foto Holocaust dgn foto pesta tahun baru misalnya Peace:

Spoiler for lanjutnye gan
Dari hasil penelusuran ane di Gugel ane akhirnye nemuin [URL="http://bangaip.org/2009/11/kamp-konsentrasi-yahudi-terezin/"]web ini gan. Isinye mrpkn penelusuran wisata org Indonesia yg langsung ke kamp konsentrasi Theresienstadt dimane ane berhasil mendapat jawaban dari seluruh "foto bahagia" tersebut. Berikut beberapa keterangan yg diberikannya

Quote:
Kami tiba siang hari di benteng ini. Sebab sudah sepagian bepergian mengunjungi Ghetto Terezin. Sebuah kota yang posisinya unik pada perang dunia ke II. Hitler mengiklankan kota ini sebagai kota pariwisata dan ziarah untuk para Yahudi tua dari Rusia. Mereka, jual semua banda agar bisa datang ke kota ini.

Terkecoh oleh iklan mulut manis Hitler di koran.

Harta benda sudah di jual demi pergi ke Terazin. Kata iklan koran itu, tanah suci kaum Yahudi di Eropa. Begitu sampai di sama, mereka tertipu. Itu Kamp Konsentrasi. Lebih tepatnya, Kamp Terminasi.


Di web itu juga menampilkan sebuah "puskesmas" di kamp konsentrasi Theresienstadt tersebut
mengklarifikasi
Tp terdapat pula keterangan bahwa:
Quote:
Sebuah ruang ‘PUSKESMAS’ untuk tahanan pun diadakan. Bukan untuk menangani penyakit-penyakit di atas. Ruang ini hanya dipakai apabila Palang Merah Internasional datang berkunjung dan apabila Hitler ingin merekam kehidupan penjara ini dalam film propaganda (agar dunia menganggapnya humanis). Selebihnya, hanya hiasan saja.


Kesimpulan dari hasil penelusuran saya yg 1 ini: "foto bahagia" tersebut jg hasil propaganda Hitler seperti halnya "Puskesmas" di kamp konsentrasi tersebut


bersambung...
IndoManiak77 - 13/02/2012 07:59 PM
#2

lanjut...

Tp tentu saja hrs ada pula sumber terkemuka utk menjawab soal "foto bahagia" itu gan.

Spoiler for lanjut lage gan
Dari hasil penelusuran ane di wikipedia pula ane akhirnya menemukan artikel bernama Theresienstadt concentration camp yg ternyata menyatakan bahwa thn-thn sblm di bantai, para Yahudi tersebut ternyata diperlakukan dgn baik. Pantas saja ada "foto2 bahagia" itu yg ternyata mrpkn foto2 sblm masa pembantaian tersebut. Sama dgn penjelasannya sultanagung77 di trit itu gan. Berikut ane tampilkan bagian isinya gan:
Quote:
History

The fortress of Terezín was constructed between the years 1780 and 1790 by the orders of the Austrian emperor Joseph II in the north-west region of Bohemia. It was designed to be a component of a projected but never fully realized fort system of the monarchy, another piece being the fort of Josefov. Terezín took its name from the mother of the emperor, Maria Theresa of Austria who reigned as archduchess of Austria in her own right from 1740–1780. By the end of the 18th century, the facility was obsolete as a fort; in the 19th century, the fort was used to accommodate military and political prisoners.

From 1914 till 1918 it housed one of its most famous prisoners: Gavrilo Princip. Princip assassinated Archduke Franz Ferdinand of Austria and his wife on June 28, 1914, which led to the outbreak of the First World War. Princip died in cell number 1 from tuberculosis on April 28, 1918.

On June 10, 1940, the Gestapo took control of Terezín and set up the prison in the Small Fortress (kleine Festung), see below. By November 24, 1941, the Main Fortress (große Festung, i.e. the walled town of Theresienstadt) was turned into a ghetto. To outsiders, it was presented by the Nazis as a model Jewish settlement, but in reality it was a concentration camp 'where over 33,000 inmates died as a result of hunger, sickness, or the sadistic treatment meted out by their captors'. Theresienstadt was also used as a transit camp for European Jews en route to Auschwitz. 'Although some survivors claim the population reached 75,000, official records place the highest figure on September 18, 1942, at 58,491 in Kasernes (barracks) designed to accommodate 7,000 combat troups.'

Siegfried Seidl, an SS-Hauptsturmführer, served as the first camp commandant in 1941. Seidl oversaw the labor of 342 Jewish artisans and carpenters, known as the Aufbaukommando, who converted the fortress into a concentration camp. Although the Aufbaukommando were promised that they and their families would be spared transport, eventually all were transported to Auschwitz-Birkenau in September 1944 for Sonderbehandlung, or "special treatment", i.e. immediate gassing of all upon arrival. Seidl himself was hanged for his crimes by a post-war tribunal in Vienna on 4 February 1947.

As in other European ghettos, a Jewish Council nominally governed the ghetto. In Theresienstadt this was known as the "Cultural Council" and eventually known by the residents as the "Jewish self-government of Theresienstadt". The first of the Jewish Elders of Theresienstadt was Jakob Edelstein, a Polish-born Zionist and former head of the Prague Jewish community. In 1943, he was deported to Auschwitz, where he was shot to death after watching his wife and son being shot to death also. The second was Paul Eppstein, a sociologist originally from Mannheim, Germany. Earlier, Eppstein was the speaker of the Reichsvereinigung der Juden in Deutschland, the central organization of Jews in Nazi Germany. In the course of the liquidation transports in autumn 1944, when some two thirds of the ghetto population were deported to Auschwitz, Eppstein was allegedly shot in the Small Fortress. He died on Yom Kippur, the holiest day in the Hebrew calendar, after he informed the deported people of what was awaiting them in the "East". Benjamin Murmelstein, a Lvov-born Vienna Rabbi, succeeded Eppstein. In the last days of the ghetto's existence, Ji?í Vogel of Prague served as the Elder. In addition, Leo Baeck was between 1943 to 1945 the speaker of the Council of Elders of Theresienstadt, after being deported from Berlin, where he had served as the head of the Reichsvereinigung der Juden in Deutschland. He was to survive Theresienstadt and emigrated to London after the war.

Amongst those who died in Terezine was Alice Archenhold the wife of the astronomer Friedrich Simon Archenhold and their daughter Hilde. Having sold valuables to pay to travel to Terezin did not prevent her from being forced to live in overcrowded barracks and sleeping 3 to a bunk bed. Among those who were incarcerated there but survived, was Czech Olympic water polo competitor Kurt Epstein.

Many of the 80,000 Czech Jews who died in the Holocaust died in Theresienstadt, where the conditions were extremely difficult. In a space previously inhabited by 7,000 Czechs, now over 50,000 Jews were gathered. Food was scarce and in 1942 almost 16,000 people died, including Esther Adolphine (a sister of Sigmund Freud), who died on September 29, 1942; Friedrich Münzer (a German classicist), who died on October 20, 1942. Medicine and tobacco were strictly prohibited; possession could be punished by hard labor or death. Single men and women were officially forbidden to meet, or to communicate with a Gentile without German permission, however married couples often remained together and were able to sleep in the same quarters.

It soon became the "home" for a great number of Jews from occupied Czechoslovakia. The 7,000 non-Jewish Czechs living in Terezín were expelled by the Nazis in the spring of 1942. As a consequence, the Jewish community became a closed environment.


Case Closed

Spoiler for pesen terakhir ane gan
Ane sebelumnya minta maaf gan terutama pada para pemercaya konspirasi dan eugen pada khususnya. Tp bagaimana pun juga teori konspirasi (bagi ane) hanyalah pemikiran dari org yg tak mau disalahkan & karenanya banyaklah pihak yg disalahkan seperti pemerintah Amrik, Freemason, sampai yg paling unik adalah alien. Bahkan saya pun yg menuliskan tentang nasehat ini pun bisa disangka sebagai antek2 atw bayaran oknum konspirator tersebut. Namun khususnya pada Zionisme, apapun itu teori konspirasinya tetap kita harus ingat soal betapa biadabnya Yahudi membantai rakyat Palestina.
gan.jingi - 14/02/2012 12:03 PM
#3

mungkin sesuai dengan kata2 klise ini ya gan..

sejarah dirulis oleh para pemenang, bukan ditulis oleh pahlawan.. D
bule.gila - 14/02/2012 12:40 PM
#4

Quote:
Original Posted By gan.jingi
mungkin sesuai dengan kata2 klise ini ya gan..

sejarah dirulis oleh para pemenang, bukan ditulis oleh pahlawan.. D


sejarah adalah proses yang dinamis dan selalu direvisi.
rakyat jerman pun selalu aktiv mendiskusikan sejarah mereka secara terbuka dan proses ini pun sudah dimulai dari waktu sekolah. jadi perkataan "sejarah ditulis oleh pemenang" hanyalah alasan belaka dari orang2 penggemar tesis konspirasi yang tidak mau melihat segala bukti dan saksi2 yang ada. theory "history is written by the victors" ini mungkin berlaku di sebuah negara berbasis diktatur, tetapi jangan lupakan bahwa jerman adalah negara demokratis dan bebas.
paling lucu adalah orang2 disini yang selalu berkoar2 tentang "kebohongan" holocaust, padahal di jerman saja sudah dengan jelas2 diterima dan diakui bahwa nazi-jerman adalah pelaku utama holocaust dan bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian ini. semua anggota2 SS dan SD yang terlibat pun tidak pernah ada satupun yang menyangkal tentang terjadinya pembunuhan massal atas orang2 yahudi di bawah pemerintahan hitler, tapi masih ada aja disni yang sok2 tahu dan bilang bahwa itu semua hanya hoax. capedes

saya masih nunggu ada yang mulai mengutip "ahli2" sejarah revisionis jadi-jadian a la Leuchter dan Zuendel. *drumroll*
bejodandodo - 14/02/2012 10:05 PM
#5

ane percaya aja tuh di tragedi tsb, ada pembantaian yang keji berduka
eugen - 15/02/2012 12:53 AM
#6

Quote:
Original Posted By bule.gila
sejarah adalah proses yang dinamis dan selalu direvisi.
rakyat jerman pun selalu aktiv mendiskusikan sejarah mereka secara terbuka dan proses ini pun sudah dimulai dari waktu sekolah. jadi perkataan "sejarah ditulis oleh pemenang" hanyalah alasan belaka dari orang2 penggemar tesis konspirasi yang tidak mau melihat segala bukti dan saksi2 yang ada. theory "history is written by the victors" ini mungkin berlaku di sebuah negara berbasis diktatur, tetapi jangan lupakan bahwa jerman adalah negara demokratis dan bebas.
paling lucu adalah orang2 disini yang selalu berkoar2 tentang "kebohongan" holocaust, padahal di jerman saja sudah dengan jelas2 diterima dan diakui bahwa nazi-jerman adalah pelaku utama holocaust dan bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian ini. semua anggota2 SS dan SD yang terlibat pun tidak pernah ada satupun yang menyangkal tentang terjadinya pembunuhan massal atas orang2 yahudi di bawah pemerintahan hitler, tapi masih ada aja disni yang sok2 tahu dan bilang bahwa itu semua hanya hoax. capedes

saya masih nunggu ada yang mulai mengutip "ahli2" sejarah revisionis jadi-jadian a la Leuchter dan Zuendel. *drumroll*


what a fakin bullshit o

jika begitu, tolong jelaskan kenapa bangsa indonesia yang juga demokratis dan bebas bisa begitu saja menelan propaganda (terlepas itu benar atau bukan) kalo PKi dalang G30s? (padahal di orang2 berbeda, berbeda juga keterangannya? o)

wah saya minta quote orang ex-ss dong tentang holokos.... en bukti hitler kasi perintah kill jews

memangnya bahas sejarah negara laen salah ya? o
IndoManiak77 - 16/02/2012 09:04 PM
#7

Quote:
Original Posted By eugen
what a fakin bullshit o

jika begitu, tolong jelaskan kenapa bangsa indonesia yang juga demokratis dan bebas bisa begitu saja menelan propaganda (terlepas itu benar atau bukan) kalo PKi dalang G30s? (padahal di orang2 berbeda, berbeda juga keterangannya? o)

wah saya minta quote orang ex-ss dong tentang holokos.... en bukti hitler kasi perintah kill jews

memangnya bahas sejarah negara laen salah ya? o

Yaelah, propaganda kalo PKi dalang G30s itulah dulu pas masih jamannye Soeharto dimane Indonesia masih negara berbasis diktatur juge. Kalo sekarang mah udah gak lagi sejak jaman reformasi. Gimane seh ? mengklarifikasi

Maaf sebelumnya bang, saya ini gak memusuhi, tp saya cuma nyaranin aja kalo menghapal suatu sejarah jgn stengah2 donk. Hrs scara foul. Ntar terjadi kesalah-pahaman. Itulah memang yg amat sy kecewakan pada para pendukung teori konspirasi. Peace:
Finkolstein - 16/02/2012 09:52 PM
#8

Quote:
Original Posted By IndoManiak77
Yaelah, propaganda kalo PKi dalang G30s itulah dulu pas masih jamannye Soeharto dimane Indonesia masih negara berbasis diktatur juge. Kalo sekarang mah udah gak lagi sejak jaman reformasi. Gimane seh ? mengklarifikasi

Maaf sebelumnya bang, saya ini gak memusuhi, tp saya cuma nyaranin aja kalo menghapal suatu sejarah jgn stengah2 donk. Hrs scara foul. Ntar terjadi kesalah-pahaman. Itulah memang yg amat sy kecewakan pada para pendukung teori konspirasi. Peace:


Numpang izin agan-agan untuk angkat pendapat \) agan IndoManiak, sepengetauan saya di negara-negara Eropa ada hukum yang melarang untuk mempertanyakan / meragukan Holocaust dan hukumannya adalah sanksi pidana, walopun disana hampir semua negaranya menganut demokrasi dan libertarianisme. Bukankah itu juga sama seperti negeri ini pada zaman Orba yang melarang untuk mempertanyakan tentang G30S?

Terimakasih sebelumnya, mohon maaf bila ada salah-salah kata shakehand2
kanggelandaftar - 17/02/2012 12:48 AM
#9

Quote:
Original Posted By Finkolstein
Numpang izin agan-agan untuk angkat pendapat \) agan IndoManiak, sepengetauan saya di negara-negara Eropa ada hukum yang melarang untuk mempertanyakan / meragukan Holocaust dan hukumannya adalah sanksi pidana, walopun disana hampir semua negaranya menganut demokrasi dan libertarianisme. Bukankah itu juga sama seperti negeri ini pada zaman Orba yang melarang untuk mempertanyakan tentang G30S?

Terimakasih sebelumnya, mohon maaf bila ada salah-salah kata shakehand2


Sebikini:
Klo holohoax memang suatu'' kebenaran'' kenapa d larang2 pake ancaman
Kayak g 30s pki, d tutupi, krn memang ada yg disembunyikan

''Emas kalaulah emas ya tetap emas, walau d banting, d bakar, d iris2, d tempa
Klo sepuhan, pastilah ketahuan''
Kanggelandaftar ngakak

Mudah2an bukan krn alasan perasaan, to krn neneknya lebih tau sejarah ngakak ngakak
adilia - 17/02/2012 02:00 AM
#10

yang ane dapet/tau dari film Schindler's List karya seorang jews (steven s.) bahkan gak menyinggung sama sekali secara terang2an masalah holocaust ini (saya hanya dibuat menduga2 saja mengenai holocaust itu di film tsb)

film tsb memang secara terang2an mengungkapkan tentang di kamp2 tawanan. namun mengenai holocaust kayak dibuat ngambang gitu.
socceripoy - 17/02/2012 08:08 AM
#11

sepintar-pintar nya dan sehebat2 nya kita menganalisa..

yg lebih memahami dan merasakan adalah mereka yg mengalaminya \)


you never know the real feel of bungee jumping until you experienced it. *bhs inggris belepotan
dedi12 - 17/02/2012 08:16 AM
#12

Quote:
Original Posted By Finkolstein
Numpang izin agan-agan untuk angkat pendapat \) agan IndoManiak, sepengetauan saya di negara-negara Eropa ada hukum yang melarang untuk mempertanyakan / meragukan Holocaust dan hukumannya adalah sanksi pidana, walopun disana hampir semua negaranya menganut demokrasi dan libertarianisme. Bukankah itu juga sama seperti negeri ini pada zaman Orba yang melarang untuk mempertanyakan tentang G30S?

Terimakasih sebelumnya, mohon maaf bila ada salah-salah kata shakehand2

Karena Holocaust itu fakta, bukan fiksi. Utk mencegah terjadinya suatu holocaust baru terhadap suatu kelompok minoritas di Eropa maka hukum yang menerapkan sanksi pidana terhadap para denier (bukan revisionist, tetapi para denier ini selalu bersembunyi di belakang kedok revisionis) diberlakukan. Kenangan akan holocaust adalah batu peringatan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di Eropa (utk agans para pecinta teori holocaust hoax krn dasar agama, ketahuilah di sejumlah situs neo-nazi ada ocehan tentang holocaust baru yang akan dilakukan kelompok sayap kanan Eropa kalau mereka menang, dan sasarannya adalah kaum Muslim di Eropa. Silakan cek di situs2 semacam stormfront). Jadi, menyangkal holocaust terhadap kaum Yahudi akan membuka kembali kemungkinan suatu holocaust baru terhadap korban yang baru.

Latarnya lain dengan G-30-S di Indonesia. Pelarangannya selama Orde Baru lebih digunakan utk memperkuat kedudukan rezim. Selain itu, peristiwa ini digunakan sebagai alat utk membungkam oposisi (jargon2 spt "bahaya laten komunis").

BTW, Kalaupun Holocaust memang hoax, kenapa para pentolan denier (yang mengaku sebagai revisionis) tdk bisa membuktikan sanggahan mereka lewat dokumen2 di pengadilan?
kanggelandaftar - 17/02/2012 08:18 AM
#13

Quote:
Original Posted By socceripoy
sepintar-pintar nya dan sehebat2 nya kita menganalisa..

yg lebih memahami dan merasakan adalah mereka yg mengalaminya \)



you never know the real feel of bungee jumping until you experienced it. *bhs inggris belepotan


Yg mengalami belum tentu ''JUJUR'' mengatakan yg sebenarnya yg mreka alami

Money can buy almost thing\) *basa ingris ngawur ngakaks
kanggelandaftar - 17/02/2012 08:34 AM
#14

Quote:
Original Posted By dedi12
Karena Holocaust itu fakta, bukan fiksi. Utk mencegah terjadinya suatu holocaust baru terhadap suatu kelompok minoritas di Eropa maka hukum yang menerapkan sanksi pidana terhadap para denier (bukan revisionist, tetapi para denier ini selalu bersembunyi di belakang kedok revisionis) diberlakukan. Kenangan akan holocaust adalah batu peringatan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di Eropa (utk agans para pecinta teori holocaust hoax krn dasar agama, ketahuilah di sejumlah situs neo-nazi ada ocehan tentang holocaust baru yang akan dilakukan kelompok sayap kanan Eropa kalau mereka menang, dan sasarannya adalah kaum Muslim di Eropa. Silakan cek di situs2 semacam stormfront). Jadi, menyangkal holocaust terhadap kaum Yahudi akan membuka kembali kemungkinan suatu holocaust baru terhadap korban yang baru.

Latarnya lain dengan G-30-S di Indonesia. Pelarangannya selama Orde Baru lebih digunakan utk memperkuat kedudukan rezim. Selain itu, peristiwa ini digunakan sebagai alat utk membungkam oposisi (jargon2 spt "bahaya laten komunis").

BTW, Kalaupun Holocaust memang hoax, kenapa para pentolan denier (yang mengaku sebagai revisionis) tdk bisa membuktikan sanggahan mereka lewat dokumen2 di pengadilan?


Argumentasi yg tidak masuk akal
Para deniers pasti punya bukti2, mereka bukan kumpulan orang2 yg asal klaim
Cuma bukti2 mereka g d akui ma yg berkepentingan & berwenang

Soal bukti d pengadilan, bagaimana mau membeberkan bukti, belom2 dah kena UU
Trus sapa dulu yg berwenang saat itu

G30s tentu jaa lain dg holokaos, tapi punya kesamaan ''d tutupi dg alat uu subversi'' klo holosaos ''ditutupi dg uu anti holokaos''

Pihak2 ke-3, ke-4, ke - ......, mengunakan kedok meneruskan sesuatu hal, yg mana sesuatu hal tu telah terjadi sebelomnya ,tu sudak umum d dunia nii
Contoh
-ada kelompok ngaku2 akan meneruskan gaya kepemimpinan khalifah islam yg adil d indonesia, tapi benarkah mereka2 tuu memang bener2 akan mengadopsinya bila berhasil berkuasa d indonesia ? Atau hanya kedok utk mencari massa to mencemarkan islam ?
Finkolstein - 17/02/2012 09:14 AM
#15

Quote:
Original Posted By dedi12
Karena Holocaust itu fakta, bukan fiksi. Utk mencegah terjadinya suatu holocaust baru terhadap suatu kelompok minoritas di Eropa maka hukum yang menerapkan sanksi pidana terhadap para denier (bukan revisionist, tetapi para denier ini selalu bersembunyi di belakang kedok revisionis) diberlakukan. Kenangan akan holocaust adalah batu peringatan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di Eropa (utk agans para pecinta teori holocaust hoax krn dasar agama, ketahuilah di sejumlah situs neo-nazi ada ocehan tentang holocaust baru yang akan dilakukan kelompok sayap kanan Eropa kalau mereka menang, dan sasarannya adalah kaum Muslim di Eropa. Silakan cek di situs2 semacam stormfront). Jadi, menyangkal holocaust terhadap kaum Yahudi akan membuka kembali kemungkinan suatu holocaust baru terhadap korban yang baru.

Latarnya lain dengan G-30-S di Indonesia. Pelarangannya selama Orde Baru lebih digunakan utk memperkuat kedudukan rezim. Selain itu, peristiwa ini digunakan sebagai alat utk membungkam oposisi (jargon2 spt "bahaya laten komunis").

BTW, Kalaupun Holocaust memang hoax, kenapa para pentolan denier (yang mengaku sebagai revisionis) tdk bisa membuktikan sanggahan mereka lewat dokumen2 di pengadilan?


Saya pribadi mengakui, dan tidak bisa memungkiri, kalau banyak warga etnis Yahudi yang terbunuh oleh Balatentara Nazi Jerman selama PD II. Tetapi yang cukup mengganggu, adalah kewajiban untuk tidak boleh mengganggu gugat versi resmi. Hal itu menjadikan seolah-olah Holocaust lebih keramat dan sakral daripada nilai religiusitas.

Padahal, menurut saya, suatu peristiwa sejarah masih terbuka kemungkinan untuk dilakukan pengkajian ulang, dengan berbagai pendekatan, dsb. Dan konsekuensi dari suatu hasil penelitian sejarah adalah kesimpulan yang berbeda-beda (setelah mengalami proses heuristik dan verifikasi). Masalah mendasar dari Holocaust adalah jumlah korban. Benarkah 6 juta warga Yahudi dilenyapkan begitu saja oleh rezim Nazi? Nah, pada hitungan angka (kuantitatif) pastilah ada beragam versi karena metode penghitungan para ilmuwan sejarah bisa berbeda-beda. Dan tentunya, disesuaikan dengan catatan sipil mengenai populasi Yahudi pada waktu itu.

Untuk yang rencana kaum Neo-Nazi itu memang benar. Saya sering berkunjung ke Stormfront dan situs-situs ultra-nasionalis Eropa Timur, memang mereka menyatakan kebencian terhadap kaum muslim, imigran dan ras non-putih.

Demikian gan, mohon maaf bila tidak berkenan dan ada yang salah shakehand2

Finkolstein - 17/02/2012 09:22 AM
#16

Quote:
Original Posted By socceripoy
sepintar-pintar nya dan sehebat2 nya kita menganalisa..

yg lebih memahami dan merasakan adalah mereka yg mengalaminya \)


you never know the real feel of bungee jumping until you experienced it. *bhs inggris belepotan


Setuju \) Berkat para saksi sejarah suatu peristiwa dapat diungkap dan dijabarkan.

Dan tugas kita di masa kini adalah untuk mengurai benang sejarah, dengan bekal metode dan analisis yang semakin disempurnakan.
dedi12 - 17/02/2012 11:00 AM
#17

Quote:
Original Posted By kanggelandaftar
Argumentasi yg tidak masuk akal
Para deniers pasti punya bukti2, mereka bukan kumpulan orang2 yg asal klaim
Cuma bukti2 mereka g d akui ma yg berkepentingan & berwenang

Soal bukti d pengadilan, bagaimana mau membeberkan bukti, belom2 dah kena UU
Trus sapa dulu yg berwenang saat itu

G30s tentu jaa lain dg holokaos, tapi punya kesamaan ''d tutupi dg alat uu subversi'' klo holosaos ''ditutupi dg uu anti holokaos''

Lebih baik agan cek transkrip pengadilan David Irving di internet. Sekalipun diminta pengadilan, Irving terbukti tidak bisa menghadirkan dokumen2 atau bukti-bukti yang menguatkan pendapat/hipotesisnya bahwa Holocaust tidak pernah terjadi. Yang bisa dihadirkannya hanyalah pendapat2 lemah dari denier lainnya seperti Fred Leuchter, yang juga menyampaikan pendapatnya berdasarkan hipotesis belaka. Atau dia memalsukan dan menyalahgunakan dokumen2 yg ada. Akibatnya, Irving kalah dalam kasusnya.

Denier sendiri tidak punya bukti2 kuat yang memperkuat pendapatnya. Mereka terutama bekerja melalui hipotesis2. Di antara mereka hanya David Irving yg mempunyai kredensial OK sebagai sejarawan (paling tidak di awal debutnya, walaupun akhirnya dari tulisan2 terakhirnya buku2nya sudah lebih merupakan produk neo-Nazi daripada sejarah murni. Akibatnya, namanya rusak di antara para sejarawan.

UU anti-subversi bertujuan mengekalkan kekuasaan.
UU anti-defamasi (termasuk menolak holocaust) bertujuan utk tidak mengulang terjadinya kejahatan lain terhadap kemanusiaan.
Jadi, tujuan dan maksudnya sudah berbeda.
dedi12 - 17/02/2012 11:13 AM
#18

Quote:
Original Posted By Finkolstein
Saya pribadi mengakui, dan tidak bisa memungkiri, kalau banyak warga etnis Yahudi yang terbunuh oleh Balatentara Nazi Jerman selama PD II. Tetapi yang cukup mengganggu, adalah kewajiban untuk tidak boleh mengganggu gugat versi resmi. Hal itu menjadikan seolah-olah Holocaust lebih keramat dan sakral daripada nilai religiusitas.

Padahal, menurut saya, suatu peristiwa sejarah masih terbuka kemungkinan untuk dilakukan pengkajian ulang, dengan berbagai pendekatan, dsb. Dan konsekuensi dari suatu hasil penelitian sejarah adalah kesimpulan yang berbeda-beda (setelah mengalami proses heuristik dan verifikasi). Masalah mendasar dari Holocaust adalah jumlah korban. Benarkah 6 juta warga Yahudi dilenyapkan begitu saja oleh rezim Nazi? Nah, pada hitungan angka (kuantitatif) pastilah ada beragam versi karena metode penghitungan para ilmuwan sejarah bisa berbeda-beda. Dan tentunya, disesuaikan dengan catatan sipil mengenai populasi Yahudi pada waktu itu.

Untuk yang rencana kaum Neo-Nazi itu memang benar. Saya sering berkunjung ke Stormfront dan situs-situs ultra-nasionalis Eropa Timur, memang mereka menyatakan kebencian terhadap kaum muslim, imigran dan ras non-putih.

Demikian gan, mohon maaf bila tidak berkenan dan ada yang salah shakehand2



Para sejarawan revisionis (bukan denier) tidak mendapatkan masalah saat mereka mencoba mencari tahu berapa sebenarnya jumlah korban Holocaust. Sebagai contoh, Raul Hilberg sampai pada kesimpulan bahwa korban Holocaust adalah 5,1 hingga 5,7 juta orang dan tidak ada yang memprotesnya karena dia memang menggunakan metode yg valid. Dan semua sejarawan murni Holocaust pun tahu bahwa angka 6 juta hanyalah pembulatan, sedangkan angka penelitian menunjukkan kisaran antara 5-6,2 juta orang. angka 6,2 juta sendiri muncul dari sebuah penelitian mutakhir dengan menggunakan dokumen2 Nazi yang baru bisa digali di arsip2 Uni Soviet setelah runtuhnya komunisme. BTW, angka 6 juta sendiri diambil dari sebuah dokumen perkiraan statistik yang dibuat oleh ahli statistik Himmler sendiri saat perang masih berlangsung (dan ironisnya dikritik oleh Himmler karena angka itu dianggap masih terlalu rendah) serta pengakuan Eichmann.

Yg menjadi masalah bagi para denier yang menyaru sebagai revisionis adalah kebanyakan dari mereka adalah neo-Nazi (silakan lihat biografi para denier terkenal di wikipedia atau internet). Dan mereka melakukan 'riset'-nya hanya sekadar utk menutupi kejahatan rezim Nazi atau mengolok-olok korbannya.
digim - 21/02/2012 10:28 PM
#19

Hal yang membuat saya bertanya-tanya dari dulu, kenapa korban kasus holocoust ini kok yang mencuat cuma dari bangsa Yahudi aja ya ? Padahal kan ada juga bangsa selain Yahudi yang juga jadi korbannya. Seakan-akan berita yang santer diblow up cuma korban dari pihak Yahudi saja. Menurut saya sih janggal saja \)

goed.adit - 21/02/2012 10:38 PM
#20

Quote:
Original Posted By eugen
what a fakin bullshit o

jika begitu, tolong jelaskan kenapa bangsa indonesia yang juga demokratis dan bebas bisa begitu saja menelan propaganda (terlepas itu benar atau bukan) kalo PKi dalang G30s? (padahal di orang2 berbeda, berbeda juga keterangannya? o)

wah saya minta quote orang ex-ss dong tentang holokos.... en bukti hitler kasi perintah kill jews

memangnya bahas sejarah negara laen salah ya? o


Emangnya ganti IMAN segampang itu? Kalu mak & bapak ente sendiri PERCAYA kalu PKI kayak gitu coba sendiri buka diskusi dengan argumen jernih.

=======================
mengklarifikasi

Orang ex SS? Pembelaan diri Eichmann tentang holocaust bukan "saya tidak melakukan" tapi "kalu saya gak nganter Yahudi2 ntu buat mati, saya dihukum mati."




Menolak holocaust 1939-1945 sama aja menolak palestinian holocaust 1948-sekarang.
Page 1 of 14 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > mengklarifikasi "bukti hoax" Holocaust