DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
Total Views: 109175 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 153 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

Kemenyan - 22/03/2012 12:27 PM
#1
[CLEAN]Anda Bertanya, Buddhist Menjawab
Inti dari seluruh ajaran Sang Buddha adalah
Empat Kebenaran Mulia
(cattari ariya sacca)
Dengan mengerti Empat Kebenaran Mulia, dapat dikatakan seseorang telah mengerti agama Buddha.

Ketika Buddha menjelaskan Empat Kebenaran Mulia, beliau mula-mula menguraikannya satu per satu,
Empat Kebenaran Mulia ini yaitu:

I. Kebenaran Mulia tentang Dukkha (dukkha ariya sacca)
     Hidup dalam bentuk dan kondisi apapun adalah Dukkha (penderitaan),
- Lahir, sakit, tua dan mati adalah Dukkha.
- Berhubungan dengan yang tidak kita sukai adalah Dukkha.
- Ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi adalah Dukkha.
- Tidak mendapatkan yang kita inginkan juga merupakan Dukkha.
- Masih memiliki Lima khanda adalah Dukkha.

Dukkha dapat juga dibagi menjadi:
- dukkha-dukkha,
[indent]ialah penderitaan yang nyata, yang benar dirasakan sebagai penderitaan tubuh dan bathin, misalnya sakit kepala, sakit gigi, susah hati dll.
- viparinäma-dukkha
     merupakan fakta bahwa semua perasaan senang dan bahagia --berdasarkan sifat ketidak-kekalan-- di dalamnya mengandung benih-benih kekecewaan, kekesalan dll.
- sankhärä-dukkha
     lima khanda adalah penderitaan ; selama masih ada lima khanda tak mungkin terbebas dari sakit fisik.[/indent]


II. Asal Mula Dukkha (dukkha samudaya ariya sacca)
     Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-habisnya.
Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram.

Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya.
Rasa haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang mengandung garam.

Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya.

Dikenal tiga macam tanhä, yaitu :
1. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan :
[indent]a. bentuk-bentuk (indah)
b. suara-suara (merdu)
c. wangi-wangian
d. rasa-rasa (nikmat)
e. sentuhan-sentuhan (lembut)
f. bentuk-bentuk pikiran

2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepercayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada)

3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, bahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda).[/indent]

III. Lenyapnya Dukkha (dukkha nirodha ariya sacca)
     Kalau tanhä dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan yang bahagia sekali,
Sang Buddha dengan jelas dan tegas mengajar kita, bahwa kita dapat bebas dari penderitaan dan mencapai kebebasan dan kebahagiaan Nibbana.

Istilah Nibbana secara harfiah berarti ‘padam’,
serta mengacu ke pemadaman api keserakahan, kebencian dan kegelapan-batin.

IV. Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha (dukkha nirodha gamini patipada)
     Jalan-nya adalah Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya Atthangika Magga)
Disebut ‘Mulia’ karena bila dilaksanakan, maka akan menuntun seseorang ke kehidupan yang mulia;
Disebut ‘Berunsur Delapan’, karena terdiri dari Delapan Unsur,
Disebut ‘Jalan’, karena seperti jalan pada umumnya, akan menuntun seseorang dari satu tempat ke tempat lain, dengan hal ini dari Samsara ke Nibbana.

Delapan Jalan Utama (Jalan Mulia Berunsur Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu :

Wisdom (Paññā)
1. Pengertian Benar (sammä-ditthi) Right view
2. Pikiran Benar (sammä-sankappa) Right intention

Sila
3. Ucapan Benar (sammä-väcä) Right speech
4. Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Right action
5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Right livelihood

Samädhi
6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) Right effort
7. Perhatian Benar (sammä-sati) Right mindfulness
8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi) Right concentration

Sutta-sutta
MN 109 PTS: iii M 15 Maha-puňňama Sutta: Kotbah Panjang Malam Purnama
Detail mengenai Kemelekatan [#1 #2]

[Pancasila Buddhist]
[DhammaCitta :: Tipitaka terjemahan Bahasa Indonesia]
Jika ada sutta yg kira-kira ingin di lampirkan di depan, mohon inform via PM

Quote:
Original Posted By Rules and Regulation
BAB 4: Ketentuan khusus mengenai Thread AGAMA.
Spoiler for Thread Agama
1. Thread agama yang boleh & dilindungi di DC adalah thread2x agama yang diakui oleh NKRI. Untuk saat ini thread2x agama di DC adalah ABMM,ABKM dan ABBM. Tag thread2x agama akan diganti dengan [HOLY].

2. Tidak diperkenankan untuk melakukan Insult, flaming, sarkas, sinis dan junker (dan jg pengunaan emoticon untuk maksud2x tersebut) didalam thread2x agama. semua pelanggar akan di ban.

3. Hanya TS dan/atau kaskuser yg ditunjuk oleh TS dari thread2x agama yg boleh malapor di D'Tox untuk memohon pengghapusan post/ penindakan terhadap kaskuser lain berkaitan dengan postingan yang mereka lakukan dithread agamanya.

4. TS dan kaskuser yang ditunjuk oleh TS adalah "PENJAWAB" resmi dari thread tersebut.

5. Banyaknya "Penjawab" resmi maksimum adalah 4 kaskuser.

5. Kaskuser lain dapat melaporkan TS dan/atau kaskuser yang ditunjuk TS apabila dirasakan mereka menyalahi aturan2x yang berlaku.

6. Peraturan ini efektif berlaku 1-januari-2011.

Penjawab:
1. Pi-One - https://www.kaskus.co.id/member.php?u=156420
2. hollowmanz - https://www.kaskus.co.id/member.php?u=421038
3. dharo - https://www.kaskus.co.id/member.php?u=226722
4. need suggestion
need suggestion dari mereka yang aktif dan perduli untuk membantu di "Penjawab"

Spoiler for "..."

Eksistensi samsara, tumimbal lahir, nibbana [*, *]

hansip - 22/03/2012 12:27 PM
#2
Autolock Thread by Hansip
Thread ini adalah thread lanjutan dari http://kask.us/9036352 yang sudah melebihi batas reply.

Terima kasih.
likenoother - 22/03/2012 12:27 PM
#3

nice share beer:
patut utk mjd pembelajaran.... beer:
----------------
FAQ (arranged by hollowmanz)

[*]Tuhan dalam buddhism?

[*]Tuhan “yang-maha...” dimata seorang buddha: [#1][#2] [#3] [#4] [#5] [#6] [#7] [#8]
[*]Asal usul ketuhanan dalam buddhisme?[#]
[*]Kutipan sutta mengenai keberadaan Tuhan[#]


[*]Buddhisme, agama atau filsafat? [*]
[*]Kepada siapa umat buddhis 'berdoa'? [#]
[*]Anatta [*]

[*]ROH... Apa... Dimana... Darimana... Kemana...? [#1] [#2]
[*]lirik Bab 1: Jiwa (Pertanyaan Raja Milanda Pada Nagasena) [#1] [#2]
[*]Adakah Roh/Jiwa? [PAYASI Sutta, VINA Sutta, VAJIRA sutta, MILANDA PANHA] [*]
[*]sebenarnya siapa yg melewati dunia ini? [#]
siapa yang mengalami kesakitan?
siapa yg berbuat kebajikan dan kejahatan, serta siapa yg mencapai pencerahan?
kalo tiada aku lalu siapa pelakunya dan siapa yg mendapat karma baiknya?
[*]kalau memang tak ada DIRI, lalu apa yang berlatih dan perlu dilatih ?#
[*]Mengenal dan merenungkan anatta, serta manfaatnya dalam keseharian: [#1] [#2] [#3]
[*]Debat mahadeva dengan bikkhu terpelajar[#]



[*]Rebirth - Tumimbal Lahir - Punabbhava [*]

[*]lirik Bab 2: Kelahiran kembali (pertanyaan raja Milanda kepada Nagasena) [#]
[*]reinkarnasi dan tumimbal lahir [#1] [#2]



[*]Bagaimana sikap buddha terhadap perang ? [#]
[*]sun go kong itu nyata/fiksi? [#]
[*]31 Alam Kehidupan [#]

[*]kiamat menurut buddhisme? [#1] [*2]
[*]Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menjadi seorang buddha: [#1] [#2] [#3] [#4] [#5] [#6] [#7] [#8] [#9]

[*]Buddhanisasi? [#]
[*]Apakah ada larangan dalam buddhisme? adakah hukumannya? [*]
[*]Vegetarian menurut buddhisme?

[*]Vegetarian menurut ajaran buddha: [#1] [#2]
[*]Haruskah berpantang makan daging? [#]
[*]Daging yang dilarang untuk dikonsumsi [#]
[*]Kemurnian bukan dari makanan-vegetarian, tapi dari praktik moralitas (sila) [#]


[*]Bagaimanakah nanti nasib umat non-buddhis dalam agama buddha? [#]
[*]Bagaimana sikap buddha apabila ada orang yang menghina beliau serta ajaran beliau? [#]
[*]Bagaimana seorang bikkhu memenuhin kebutuhan hidup dia? [#]
[*]Apakah Buddhisme agama takhayul? [#]
[*]Bakar Kertas Sembahyang: Apakah bermanfaat? [#1] [#2]
[*]Apakah umat buddhis penyembah berhala?[/B] [#1] [#2]
[*]Asal usul makhluk hidup menurut buddhisme [#]
[*]Apakah buddhisme berasal dari agama hindu? [#]
[*]Apakah perbedaan hindu dengan buddhism? [#]
[*]Tingkatan kesucian dalam buddhisme [#]
[*]Ciri2 makhluk hidup menurut buddhisme? syarat suatu perbuatan dikatakan pembunuhan menurut buddhisme? [#1] [#2]
[*]Proses Kesadaran menjelang kematian ( Maranasanna Vithi)[#]
[*]Mencari akhir dunia: [#1] [#2] [#3] [#4] [#5]
[*]Bencana alam menurut buddhisme [#1] [#2] [#3]
[*]Apa yang seseorang harus lakukan sebelum menerima atau menolak suatu ajaran menurut buddhisme? [#1] [#2] [#3] [#4]






Spoiler for "Milanda Panha - Pertanyaan Raja Milanda Pada Nagasena [Hancurnya Skeptisme Pada Buddhisme
"]
Bab 1. Jiwa: [#1] [#2]
Bab 2. Kelahiran kembali [#]
Bab 3. Permulaan waktu [#]
Bab 4. Landasan indera [#]
Bab 5. Sang buddha [#]
Bab 6. Kemelekatan [#]
Bab 7. Ingatan [#1] [#2]
Bab 8. Pemecah Dilema [*]
Bab 9: [#1] [#2]
Bab 10: [#1] [#2]
Bab 11: [#1] [#2]
Bab 12: [#1] [#2]
Bab 13: [#1] [#2] [#3]
Bab 14: [#1] [#2]
Bab 15: [#1] [#2] [#3] [#4]
Bab 16: [#1] [#2]
Bab 17: [#1] [#2]
funfun84 - 22/03/2012 12:27 PM
#4

FAQ (arranged by hollowmanz)

[*]29. penjelasan mengenai asal mula benda-benda, asal mula kasta-kasta dan artinya yang sesungguhnya [*]
[*]30. apakah pembunuhan terhadap nyamuk dengan perasaan gembira termasuk karma buruk? Bagaimana menjelaskannya? [#]
[*]31. Apa sih Nibbana itu? [#]
[*]32. Pandangan Benar (SammaDitthi Sutta) + Riwayat: Sariputta & AnanthaPindika [*]
[*]33. Riwayat Sidharta Gautama [*1] [*2]
[*]34. Menguak Misteri Kematian [*]
[*]35. Kosmologi: Studi Struktur & Asal Mula Alam Semesta, Perbandingan Persfektif Astronomi & Buddhis [*]
[*]36. Ternyata Masuk Surga itu Mudah! [*]
[*]37. Cape dan Bingung?..Manakah Ajaran yang Benar? [*]
[*]38. Pandangan buddhisme terhadap Kebiasaan yang sukar dihilangkan [#1] [#2]
[*]39. Keselamatan atau Kebebasan? [#]
[*]40. Benarkah Aku Beragama Buddha? [#]
[*]41. Puasa dalam Buddhisme [#]



vincaluna - 22/03/2012 12:27 PM
#5

FAQ (Lanjutan)


[*]42. Tambahan tentang awal mula manusia dalam Buddhisme [#]
[*]43. Mengenai Aliran Theravada, Mahayana, Vajrayana(Tantrayana), dan Hinayana [#1] [#2] [#3]
[*]44. Cunda dan Makanan Terakhir Sang Buddha [#1] [#2] [#3] [#4] [#5] [#6] [#7] [#8]
[*]45. Tentang Buddha Tertawa / Maitreya [#]
[*]46. Tips/Link Untuk Praktek Meditasi [#1] [#2]
[*]47. Tambahan Tentang Nibbana [#1] [#2] [#3] [https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=433613131&postcount=9147"]#4[/URL]] [https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=433617056&postcount=9149"]#5[/URL]] [https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=433618206&postcount=9150"]#6[/URL]]
[*]48. Mengapa Bikkhu Botak/Gundul? [#]
[*]49. Bila bertemu Buddha di jalan, maka bunuhlah Dia(Zen) [#]
[*]50. Tentang Konsili ke 3 [#1] [#2] [English Version]
[*]51. Where is Buddha [#1], PDF[#2]
[*]52. Siddartha dan baktinya kepada orang tua [#1]
[*]53. Apakah Dewa - Dewi membantu pencapaian/pencerahan dalam diri seseorang? [#]
[*]54. Ketuhanan yang maha esa (pandangan pribadi Kemenyan) [#]
[*]55. Jhana????[#]




http://***.kaskus.us/showthread.php?t=8590649

Tentang konsili 3 ***.kaskus.us/showpost.php?p=463262387&postcount=1841
Kemenyan - 22/03/2012 12:27 PM
#6

Ucapan Benar
Dapat digolongkan sebagai Ucapan Benar, jika empat syarat di bawah ini dipenuhi :
1. ucapan itu benar
2. ucapan itu belarasan
3. ucapan itu berfaedah
4. ucapan itu tepat pada waktunya
(Majjhima Nikaya 58)

Ini berarti membebaskan diri dari:

1. kata-kata yang tidak benar (berdusta)
2. kata-kata yang dapat menimbulkan kebencian, perpecahan dan perselisihan di antara perorangan atau golongan
3. kata-kata cabul dan kasar yang menyakiti hati orang lain
4. kata-kata yang kosong dan tidak ada artinya, desas-desus dan berbicara tentang keburukan orang lain.

Kalau orang dapat membebaskan diri dari kata-kata dan pembicaraan yang salah dan tidak baik, orang tentu akan bicara tentang hal-hal yang benar, memakai kata-kata yang manis dan bersahabat, enak didengar dan lemah lembut, yang mempunyai arti dan berguna. Dengan demikian ia tidak akan bicara seenaknya saja dan hanya bicara pada saat yang tepat. Jadi, kalau ia tidak dapat mengutarakan sesuatu yang berguna, dengan sendirinya ia akan membisu dalam seribu bahasa.


Perbuatan Benar

Ini bertujuan untuk mengembangkan perbuatan-perbuatan yang bersusila, terhormat dan menjauhkan diri dari keributan-keributan. Hal ini berarti bahwa ia tak akan membunuh, mencuri, melakukan perbuatan yang tercela, melakukan perzinahan dan ia senantiasa bersedia untuk menolong orang lain agar dapat juga menjalani kehidupan yang tenang, bersih, terhormat dan dengan cara yang benar.


Penghidupan Benar

Ini berarti bahwa orang seharusnya mempunyai penghidupan yang tidak mencelakakan atau merugikan orang lain.
Lima pencaharian salah harus dihindari (M. 117), yaitu:
1. penipuan
2. ketidaksetiaan
3. penujuman
4. kecurangan
5. memungut bunga yang tinggi (praktek lintah darat)

Di samping itu seorang siswa harus pula menghindari lima macam perdagangan, yaitu :
1. berdagang alat senjata
2. berdagang mahluk hidup
3. berdagang daging (atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mahluk-mahluk hidup)
4. berdagang minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan ketagihan
5. berdagang racun

Sebaiknya, ia memilih satu usaha atau pekerjaan yang terhormat, tidak merugikan orang lain dan tidak mencelakakan atau menyakiti orang/makhluk lain. Dari sini dapat kita lihat bahwa agama Buddha menentang tiap bentuk peperangan dengan tidak membenarkan perdagangan alat-alat perang dan senjata tajam.

Tiga bagian dari Delapan Jalan Utama ini dapat digolongkan dalam perbuatan yang bersusila. Hendaknya disadari bahwa Sila ini bertujuan untuk memperoleh satu penghidupan yang bahagia dan harmonis untuk orang itu sendiri dan juga untuk masyarakat ramai di sekelilingnya. Sila ini dianggap sebagai dasar yang mutlak harus dikembangkan untuk memperoleh hasil batiniah yang tinggi dan perkembangan batiniah tidaklah mungkin tanpa Sila sebagai dasar.
Rizkyka - 22/03/2012 12:27 PM
#7

Quote:
Original Posted By Kemenyan
1. kata-kata yang tidak benar (berdusta)
2. kata-kata yang dapat menimbulkan kebencian, perpecahan dan perselisihan di antara perorangan atau golongan
4. kata-kata yang kosong dan tidak ada artinya, desas-desus dan berbicara tentang keburukan orang lain.

Kalau orang dapat membebaskan diri dari kata-kata dan pembicaraan yang salah dan tidak baik, orang tentu akan bicara tentang hal-hal yang benar, memakai kata-kata yang manis dan bersahabat, enak didengar dan lemah lembut, yang mempunyai arti dan berguna. Dengan demikian ia tidak akan bicara seenaknya saja dan hanya bicara pada saat yang tepat. Jadi, kalau ia tidak dapat mengutarakan sesuatu yang berguna, dengan sendirinya ia akan membisu dalam seribu bahasa.


Mohon maaf shakehand shakehand

Apakah point 1, 2, dan 4 juga dapat digunakan kedalam gaya bahasa yang Saya beri warna biru.malu:

\)\)\)
Kemenyan - 22/03/2012 12:27 PM
#8

Quote:
Original Posted By Rizkyka
Mohon maaf shakehand shakehand

Apakah point 1, 2, dan 4 juga dapat digunakan kedalam gaya bahasa yang Saya beri warna biru.malu:

\)\)\)
Maaf pak,
Saya kurang mengerti maksud pertanyaannya... malu:
Rizkyka - 22/03/2012 12:27 PM
#9

Quote:
Original Posted By Kemenyan
Quote:
Original Posted By Rizkyka][QUOTE=Kemenyan
1. kata-kata yang tidak benar (berdusta)
2. kata-kata yang dapat menimbulkan kebencian, perpecahan dan perselisihan di antara perorangan atau golongan
4. kata-kata yang kosong dan tidak ada artinya, desas-desus dan berbicara tentang keburukan orang lain.

Kalau orang dapat membebaskan diri dari kata-kata dan pembicaraan yang salah dan tidak baik, orang tentu akan bicara tentang hal-hal yang benar, memakai kata-kata yang manis dan bersahabat, enak didengar dan lemah lembut, yang mempunyai arti dan berguna. Dengan demikian ia tidak akan bicara seenaknya saja dan hanya bicara pada saat yang tepat. Jadi, kalau ia tidak dapat mengutarakan sesuatu yang berguna, dengan sendirinya ia akan membisu dalam seribu bahasa.


Mohon maaf shakehand shakehand

Apakah point 1, 2, dan 4 juga dapat digunakan kedalam gaya bahasa yang Saya beri warna biru.malu:

\)\)\)

Maaf pak,
Saya kurang mengerti maksud pertanyaannya... malu:[/QUOTE]


Kembali Saya haturkan mohon maaf. shakehand shakehand


Dianggap di antara kita ada yang memiliki sifat pendusta, senang menimbulkan kebencian, perpecahan dan perselisihan, dan menyampaikan keburukan orang lain. Tetapi dalam bertutur orang tersebut senantiasa memakai kata-kata yang manis dan bersahabat, enak didengar dan lemah lembut, yang mempunyai arti dan berguna. Dengan demikian ia tidak akan bicara seenaknya saja dan hanya bicara pada saat yang tepat..

Mungkinkah perihal ini terjadi.shakehand shakehand

\)\)\)
Mobius - 22/03/2012 12:27 PM
#10

Selamat datang kembali thread yang mengagumkan ini, semoga dapat membawa kebahagiaan dan pencerahan kepada seluruh mahkluk.

Shadu shadu shadu.
dark02 - 22/03/2012 12:27 PM
#11

Quote:
Original Posted By Rizkyka
Kembali Saya haturkan mohon maaf. shakehand shakehand


Dianggap di antara kita ada yang memiliki sifat pendusta, senang menimbulkan kebencian, perpecahan dan perselisihan, dan menyampaikan keburukan orang lain. Tetapi dalam bertutur orang tersebut senantiasa memakai kata-kata yang manis dan bersahabat, enak didengar dan lemah lembut, yang mempunyai arti dan berguna. Dengan demikian ia tidak akan bicara seenaknya saja dan hanya bicara pada saat yang tepat..

Mungkinkah perihal ini terjadi.shakehand shakehand

\)\)\)

Lihat motivasinya. \) Semua kan dari sendiri dan untuk sendiri.
playwithbeauty - 22/03/2012 12:29 PM
#12

saya boleh numpang pejwan kan s'kali2 \)
vincaluna - 22/03/2012 12:30 PM
#13

rumah baru, sik asik sik asik

akhirnya part 3
Iampione - 22/03/2012 12:42 PM
#14

Quote:
Original Posted By Rizkyka
Mohon maaf shakehand shakehand

Apakah point 1, 2, dan 4 juga dapat digunakan kedalam gaya bahasa yang Saya beri warna biru.malu:

\)\)\)

yang mempunyai arti dan berguna
Kata-kata yang tidak benar berbeda dan tak selaras dengan itu...
Rottweiller - 22/03/2012 12:49 PM
#15

Semoga trid ini bermanfaat buat semua :angel


Selamat Belajar beer:
Rottweiller - 22/03/2012 12:54 PM
#16

Thousands of candles can be lighted from a single candle, and the life of the candle will not be shortened. Happiness never decreases by being shared.

Yang gak kebagian Pejwan :
Quote:
Original Posted By Choa
walik ajia mumpug sepi dan ngak dapet pekione


Quote:
Original Posted By rangkasjaya
Numpang kenalan ya para sesepuh di Lounge ABBM Part 3:thumbup
Ane agama Buddha, mungkin ane bisa membantu menjawab dan tolong dibenarkan kalau salah karena ane juga masih dalam proses pembelajaran:thumbup


Quote:
Original Posted By dcantripe
Haduh gagal pejwan,, padahal ane mau menggali ilmu tentang budhism... capedes

Gagal mejeng deh... malus


Quote:
Original Posted By devaapineraka
sebagai peningal jejak

...YE TE BHIKKHÛ ABHIDHAMMIKÂ TESAM EKAJJHAM SENÂSANAM PAÑÑÂPETI TE AÑÑAMAÑÑAM ABHIDHAMMAM SÂKACCHISANTÎTI...


Quote:
Original Posted By joeraygaul
_/|\_ Salam bagi Suhu dan para sesepuh,
Semoga semua dapat duduk bersama membincangkan Dhamma bersama-sama yang menghasilkan berkah bagi semua mahluk. _/|\_
Lights. - 22/03/2012 01:01 PM
#17

keinginan adalah sumber penderitaan, banyak keinginan banyak penderitaan, keinginan berkurang kebahagiaan mendekat.

Quote:
Original Posted By buddshit


gan.. ane gak kedapatan pejwan \(
tolong kuot ane biar bisa di pejwan ya gan \)
nanti kalau ane iso 2 taun lagi ane cendolin dech \)

semoga buddhisme menjadi banyak pengikutnya di Indonesia ini.
karena sebagai kepercayaan tertua yang menjadi kepercayaan pertama nenek moyang orang indonesia buddhisme termasuk kepercayaan yang sepi peminatnya di indonesia sendiri \)


semoga tuhan yang maha esa mengabulkan doa saya \) \) \)



-autobanned - 22/03/2012 01:04 PM
#18

mau nanya donk, ada gak bhiksu yang gondrong..??? afro:


pekiwan :cool
Rottweiller - 22/03/2012 01:14 PM
#19

Quote:
Original Posted By -autobanned
mau nanya donk, ada gak bhiksu yang gondrong..??? afro:


pekiwan :cool


Tidak pernah ditemukan gan \)
Karena menjadi seorang biksu berkomitmen untuk menjadi seperti Buddha. Bukan dalam pengertian harus mencukur kepalanya namun dalam hal mencapai kesempurnaan. Seorang biksu terikat dgn aturan sangha, rambut dianggap sebagai penghalang meditasi maka utk meringankan beban meditasi maka di buatlah aturan dalam sangha.

CMIIW
alternate - 22/03/2012 01:29 PM
#20

cepet sekali sudah part.3...
tidak terasa waktu berlalu... malaupun pertanyaannya cenderung makin cetek... dan yang nanya makin nubie semua.
Page 1 of 153 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3