DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
Total Views: 109175 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 153 of 153 | ‹ First  < 148 149 150 151 152 153

joeraygaul - 19/10/2012 11:14 AM
#3041

Quote:
Original Posted By risman.tan
dulu patung buddha di altar rumah saya pernah ngeluarin sinar biru yg terang banget
sinar nya menyorot kek senter..

kejadian nya malam waisak (lupa tahun berapa), pas saat listrik padam pula..
kejadiannya cuma beberapa detik sih, tapi sumpah keren banget.. D
semua anggota keluarga ngelihat..

cerita ane memang gak ngejawab pertanyaan ente,
intinya kita sama2 bingung kenape bisa begitu p



om, saya sering pusatkan panas ditangan saya
tangan saya mendadak jadi panas banget
apa itu termasuk phyrokinetic?

ada manfaat nya juga sih,
biasa nya saya lakuin sebelon mijitin nyokap

rematik nyokap sembuh, tekanan darah & peredaran darah nya kembali normal
eh malah nyokap saya nyuruh saya jadi tukang pijit.. DDDberbusa:


Pyrokinesis, derived from the Greek words πυρ (pûr, meaning "fire, lightning") and κίνησις (kínesis, meaning "motion"), was the name coined by horror novelist Stephen King for the ability to create or to control fire with the mind that he gave to the protagonist Charlie McGee in Firestarter.[1] The word is parallel to telekinesis, though arguably the "tele-" (meaning "from afar") rather than "-kinesis" is the part that ought to have been preserved. Critic S.T. Joshi describes it as a "singularly unfortunate coinage".[2]
Pyrokinesis is popular in fiction, with numerous examples in films, books, and television series. These include the episode "Fire" from The X-Files, the Beyond Reality episode "Enemy in Our Midst", the One Step Beyond episode "The Burning Girl", the Fringe episode "The Road Not Taken" and the Charmed episode "Lost and Bound". Several such works, such as "The Burning Girl" pre-date Firestarter, and have direct parallels with King's work. (King himself wrote that "Firestarter has numerous science fiction antecedents".) It is King, however, that first named the idea "pyrokinesis", this name not occurring in prior works.[3][4] Pyromancy is often incorrectly considered to be a synonym to pyrokinesis.
A more accurate use of the term might be to describe the propulsion of a rocket, which achieves motion (kinesis) through combustion, or fire, (pyro).

Bisa jadi bro, salah satu almarhum guru saya adalah praktisi chikung, ia dapat menghasilkan panas di telapak tangannya atau di depan tubuhnya hanya dengan sekedar berkonsentrasi, tapi saya belum pernah melihat langsung kalau sampai berubah menjadi gumpalan api.
Almarhum guru saya sering menggunakan hasil latihan chikungnya untuk membantu orang lain juga.
sudutvijaya - 19/10/2012 11:16 AM
#3042

Quote:
Original Posted By royalhunter
kalau kiamat apakah bumi bakalan blik lagi ke kehidupan awal, atau kah musnah begitu saja

siapa2 saja buddha itu, apakah ada buddha setelah gautama(yg tercatat dalam sejarah) selain maitreya ?


mengerucut (kiamat) dan mengembang (membentuk baru)
===
tidak ada catatan sejarah yang akan menjadi buddha lagi setelah buddha gautama selain maytreya
yggsdrasill - 19/10/2012 03:37 PM
#3043

Quote:
Original Posted By risman.tan
dulu patung buddha di altar rumah saya pernah ngeluarin sinar biru yg terang banget
sinar nya menyorot kek senter..

kejadian nya malam waisak (lupa tahun berapa), pas saat listrik padam pula..
kejadiannya cuma beberapa detik sih, tapi sumpah keren banget.. D
semua anggota keluarga ngelihat..

cerita ane memang gak ngejawab pertanyaan ente,
intinya kita sama2 bingung kenape bisa begitu p



om, saya sering pusatkan panas ditangan saya
tangan saya mendadak jadi panas banget
apa itu termasuk phyrokinetic?

ada manfaat nya juga sih,
biasa nya saya lakuin sebelon mijitin nyokap

rematik nyokap sembuh, tekanan darah & peredaran darah nya kembali normal
eh malah nyokap saya nyuruh saya jadi tukang pijit.. DDDberbusa:


hmm buddha kan manusia juga (manusa buddha)
jd seharusnya hal seperti ini kemungkinan bisa dikaji dan dijelaskan secara ilmiah
karena objek penelitiannya itu manusia, dan jika buddha dpt melakukannya maka kemungkinan manusia yg lain juga dapat melakukannya
kepalawortel - 19/10/2012 03:54 PM
#3044

oke, katanya Buddhist itu meninggalkan keduniawian

betul?
joeraygaul - 19/10/2012 04:01 PM
#3045

Quote:
Original Posted By kepalawortel
oke, katanya Buddhist itu meninggalkan keduniawian

betul?


Betul, terutama pada golongan pabbhajitta/samana (petapa), tapi pada perumahtanggapun berlaku demikian bila ia benar2 ingin mempraktikkan Buddhisme, bila ingin sukses mempraktikkan Budhisme harus meninggalkan nafsu2 duniawi (nafsu akan kesenangan2 jasmani).
kepalawortel - 19/10/2012 04:06 PM
#3046

Quote:
Original Posted By joeraygaul
Betul, terutama pada golongan pabbhajitta/samana (petapa), tapi pada perumahtanggapun berlaku demikian bila ia benar2 ingin mempraktikkan Buddhisme, bila ingin sukses mempraktikkan Budhisme harus meninggalkan nafsu2 duniawi (nafsu akan kesenangan2 jasmani).


siap bro D
sepi ya ngacir:


vbot tolong jangan kirim PM
HokagoTiTaimu - 19/10/2012 04:15 PM
#3047

Quote:
Original Posted By joeraygaul
Betul, terutama pada golongan pabbhajitta/samana (petapa), tapi pada perumahtanggapun berlaku demikian bila ia benar2 ingin mempraktikkan Buddhisme, bila ingin sukses mempraktikkan Budhisme harus meninggalkan nafsu2 duniawi (nafsu akan kesenangan2 jasmani).


Entah kenapa saya kurang setuju dengan pernyataan Kak Joe yang saya garis bawah. Bukankah jalan tengah itu bertujuan untuk memunculkan kesadaran terhadap diri. Kebebasan sejati bukan dari penyangkalan dunia, tapi dengan keterlibatan menyeluruh terhadap seluruh proses kehidupan?
Kalau harus bisa meninggalkan nafsu-nafsu duniawi tidak akan ada bedanya dengan para Yogis.
Kalau gak salah, Pi pernah mengatakan kepada saya seperti itu, ditambah lagi berbagai buku tentang Buddhisme yang saya baca.
Atau mungkin saya yang kurang belajar? Mohon pencerahannya.
yggsdrasill - 19/10/2012 04:39 PM
#3048

Quote:
Original Posted By sudutvijaya
mengerucut (kiamat) dan mengembang (membentuk baru)
===
tidak ada catatan sejarah yang akan menjadi buddha lagi setelah buddha gautama selain maytreya


lalu di mana para buddha ketika hal itu terjadi?
apa ikut lenyap dan muncul kembali?
joeraygaul - 19/10/2012 05:11 PM
#3049

Quote:
Original Posted By HokagoTiTaimu


Entah kenapa saya kurang setuju dengan pernyataan Kak Joe yang saya garis bawah. Bukankah jalan tengah itu bertujuan untuk memunculkan kesadaran terhadap diri. Kebebasan sejati bukan dari penyangkalan dunia, tapi dengan keterlibatan menyeluruh terhadap seluruh proses kehidupan?
Kalau harus bisa meninggalkan nafsu-nafsu duniawi tidak akan ada bedanya dengan para Yogis.
Kalau gak salah, Pi pernah mengatakan kepada saya seperti itu, ditambah lagi berbagai buku tentang Buddhisme yang saya baca.
Atau mungkin saya yang kurang belajar? Mohon pencerahannya.


Nafsu2 duniawi /kamatanha : sex, kekayaan, kesenangan akan makanan secara berlebihan, kesenangan yang timbul akibat kontak indra, sentuhan, penciuman, pengecapan, pendengaran, dan penglihatan.

Pada Buddhisme, menurut bro, kesenangan akan hal2 tersebut harus dikejar atau ditinggalkan menurut Sang Bhagava? \)

Selain kamatanha terdapat 2 macam nafsu lagi yaitu bhavatanha ; keinginan untuk menjadi dan abhavatanha ; keinginan untuk tidak menjadi.

Dan ketika saya menjawab wortel, kesenangan duniawi yang saya maksudkan adalah kamatanha, bila bro mempelajari sila dan vinaya lebih lanjut, bro akan memahami bagaimana sila dan vinaya ini bertujuan, yaitu untuk meninggalkan kesenangan2 duniawi.
joeraygaul - 19/10/2012 05:17 PM
#3050

Quote:
Original Posted By kepalawortel
siap bro D
sepi ya ngacir:


vbot tolong jangan kirim PM


Iya, agak sepi,
Di Serang sini rain:

Gimana Tangerang?
Btw ke Cibinong enak lwt tol Serpong atau tol dalam kota ya?
ahli..kubur4 - 19/10/2012 05:29 PM
#3051

Quote:
Original Posted By joeraygaul
Iya, agak sepi,
Di Serang sini rain:

Gimana Tangerang?
Btw ke Cibinong enak lwt tol Serpong atau tol dalam kota ya?


Halo om joe gmn kabarny nih..?

mau nanya apakah dewi kuan im itu dikenal d agama budha atau konghucu?

Om hansip msh rancu, soalnya yg om hansip tau hanyalah dewi kuan im menjadi sembah sujud masyarakat tionghoa..

Mohon penjelasannya

Namaste
semoga semua makhluk berbahagia
joeraygaul - 19/10/2012 05:41 PM
#3052

Quote:
Original Posted By ahli..kubur4
Halo om joe gmn kabarny nih..?

mau nanya apakah dewi kuan im itu dikenal d agama budha atau konghucu?

Om hansip msh rancu, soalnya yg om hansip tau hanyalah dewi kuan im menjadi sembah sujud masyarakat tionghoa..

Mohon penjelasannya

Namaste
semoga semua makhluk berbahagia


Dewi Kuan Iem muncul di Buddhisme Mahayana atau Buddhisme aliran Utara, tepat seperti om Hans bilang Kuan Iem identik dengan masyarakat Tiong Hoa, bila pada kebudayaan lain di luar China lebih dikenal sebagai Boddhisatva Avolikitesvara tapi memiliki wujud yang berbeda dengan Dewi Kuan Iem walau memiliki definisi yang sama yaitu; "melihat dan mendengar penderitaan," merupakan simbolisasi dan visualisasi dari pharami atau sifat2 luhur.

Bila mengacu pada Konfusiunisme yang lebih dahulu mempengaruhi kebudayaan China sebelum masuknya Buddhisme, Dewi Kuan Iem belum dikenal, pada pantheon Konfusianisme sepertinya tidak terdapat karena belum ada bukti2 arkeologis bahwa kebudayaan China pra masuknya Buddhisme ke dataran China telah mengenal dan memuja sosok Dewi Kuan Iem.

Setelah terjadi sinkretisme, pembauran kebudayaan, maka mulailah kuil2 Kong Hu Cu dan Tao Ciau/To kau bersama-sama dengan kuil/vihara Buddhist (agama Tao) bersama-sama memuja sosok Dewi Kuan Iem.
ahli..kubur4 - 19/10/2012 06:10 PM
#3053

Quote:
Original Posted By joeraygaul
Dewi Kuan Iem muncul di Buddhisme Mahayana atau Buddhisme aliran Utara, tepat seperti om Hans bilang Kuan Iem identik dengan masyarakat Tiong Hoa, bila pada kebudayaan lain di luar China lebih dikenal sebagai Boddhisatva Avolikitesvara tapi memiliki wujud yang berbeda dengan Dewi Kuan Iem walau memiliki definisi yang sama yaitu; "melihat dan mendengar penderitaan," merupakan simbolisasi dan visualisasi dari pharami atau sifat2 luhur.

Bila mengacu pada Konfusiunisme yang lebih dahulu mempengaruhi kebudayaan China sebelum masuknya Buddhisme, Dewi Kuan Iem belum dikenal, pada pantheon Konfusianisme sepertinya tidak terdapat karena belum ada bukti2 arkeologis bahwa kebudayaan China pra masuknya Buddhisme ke dataran China telah mengenal dan memuja sosok Dewi Kuan Iem.

Setelah terjadi sinkretisme, pembauran kebudayaan, maka mulailah kuil2 Kong Hu Cu dan Tao Ciau/To kau bersama-sama dengan kuil/vihara Buddhist (agama Tao) bersama-sama memuja sosok Dewi Kuan Iem.


Oh begitu ternyata..

Trims infonya om joey
kepalawortel - 19/10/2012 06:19 PM
#3054

Quote:
Original Posted By joeraygaul
Iya, agak sepi,
Di Serang sini rain:

Gimana Tangerang?
Btw ke Cibinong enak lwt tol Serpong atau tol dalam kota ya?


bedeh jam 2 tadi serasa jam 7 malam dimarih, gelap abis matabelo:
cibinong kalau dari tempat ane ini, enaknya lewat tol yang arah bsd - bogor bro D

ngapain kesana ?D
sudutvijaya - 19/10/2012 07:00 PM
#3055

Quote:
Original Posted By HokagoTiTaimu


Entah kenapa saya kurang setuju dengan pernyataan Kak Joe yang saya garis bawah. Bukankah jalan tengah itu bertujuan untuk memunculkan kesadaran terhadap diri. Kebebasan sejati bukan dari penyangkalan dunia, tapi dengan keterlibatan menyeluruh terhadap seluruh proses kehidupan?
Kalau harus bisa meninggalkan nafsu-nafsu duniawi tidak akan ada bedanya dengan para Yogis.
Kalau gak salah, Pi pernah mengatakan kepada saya seperti itu, ditambah lagi berbagai buku tentang Buddhisme yang saya baca.
Atau mungkin saya yang kurang belajar? Mohon pencerahannya.


anda menjelaskan jalan tengah dengan "benar"
pemahaman seperti ini biasa didapat oleh praktisi, bukan hanya sekedar orang yang mempelajari teory dhamma lalu memperdebatkanya

anumodana
yggsdrasill - 19/10/2012 08:00 PM
#3056

Quote:
Original Posted By joeraygaul
Nafsu2 duniawi /kamatanha : sex, kekayaan, kesenangan akan makanan secara berlebihan, kesenangan yang timbul akibat kontak indra, sentuhan, penciuman, pengecapan, pendengaran, dan penglihatan.

Pada Buddhisme, menurut bro, kesenangan akan hal2 tersebut harus dikejar atau ditinggalkan menurut Sang Bhagava? \)

Selain kamatanha terdapat 2 macam nafsu lagi yaitu bhavatanha ; keinginan untuk menjadi dan abhavatanha ; keinginan untuk tidak menjadi.

Dan ketika saya menjawab wortel, kesenangan duniawi yang saya maksudkan adalah kamatanha, bila bro mempelajari sila dan vinaya lebih lanjut, bro akan memahami bagaimana sila dan vinaya ini bertujuan, yaitu untuk meninggalkan kesenangan2 duniawi.


lebih ke ikhlas si menurut gw jalan tengah itu tetapi bukan pasrah
jd ga kendor ga kenceng, hehe, cmiiw

dan utk nafsu gw berpendapat
gw sendiri pernah berusaha membunuh nafsu gw, semakin dikekang semakin gmn gt, trs gw pilih opsi membiarkannya dan mengikuti nafsu gw yg tinggi, ini jg berlebihan kayanya, jdlah gw menyatakan disesuaikan kondisi aja ya, kalo lagi buat anak nanti, masa ga pake nafsu hehe, cmiiw
HokagoTiTaimu - 19/10/2012 10:17 PM
#3057

Quote:
Original Posted By joeraygaul
Nafsu2 duniawi /kamatanha : sex, kekayaan, kesenangan akan makanan secara berlebihan, kesenangan yang timbul akibat kontak indra, sentuhan, penciuman, pengecapan, pendengaran, dan penglihatan.

Pada Buddhisme, menurut bro, kesenangan akan hal2 tersebut harus dikejar atau ditinggalkan menurut Sang Bhagava? \)

Selain kamatanha terdapat 2 macam nafsu lagi yaitu bhavatanha ; keinginan untuk menjadi dan abhavatanha ; keinginan untuk tidak menjadi.

Dan ketika saya menjawab wortel, kesenangan duniawi yang saya maksudkan adalah kamatanha, bila bro mempelajari sila dan vinaya lebih lanjut, bro akan memahami bagaimana sila dan vinaya ini bertujuan, yaitu untuk meninggalkan kesenangan2 duniawi.

Ah, iya... Saya paham yang dimaksud Kak Joe.
Terimakasih...

Quote:
Original Posted By sudutvijaya
anda menjelaskan jalan tengah dengan "benar"
pemahaman seperti ini biasa didapat oleh praktisi, bukan hanya sekedar orang yang mempelajari teory dhamma lalu memperdebatkanya

anumodana

Yup. Terimakasih. Saya tadi merasa janggal saja karena perkataan Kak Joe terasa 'kaku' dalam persepsi saya...
Tapi saya sudah memahami maksudnya...
HokagoTiTaimu - 19/10/2012 10:24 PM
#3058

Quote:
Original Posted By yggsdrasill
lebih ke ikhlas si menurut gw jalan tengah itu tetapi bukan pasrah
jd ga kendor ga kenceng, hehe, cmiiw

dan utk nafsu gw berpendapat
gw sendiri pernah berusaha membunuh nafsu gw, semakin dikekang semakin gmn gt, trs gw pilih opsi membiarkannya dan mengikuti nafsu gw yg tinggi, ini jg berlebihan kayanya, jdlah gw menyatakan disesuaikan kondisi aja ya, kalo lagi buat anak nanti, masa ga pake nafsu hehe, cmiiw


Sekedar pendapat aja dari pengalaman saya sendiri, jadi nafsu itu bukannya diikuti atau ditahan - tapi dijinakkan.
Menjinakkannya adalah dengan menumbuhkan kesadaran.
Kalau rajin memperhatikan diri (utamanya kalau Buddhist dengan meditasi), maka lama-lama akan muncul kesadaran seakan tahu nafsu itu alur timbulnya bagaimana.
Kalau sudah bisa memahami hal tersebut, biasanya otomatis seperti ada 'alert' gitu... Jadi maksud saya begitu nafsu timbul, ada kesadaran mengamati... oh, saya bernafsu karena ini - itu... Lalu biasanya seakan kita bisa memilih sendiri apakah nafsu itu bermanfaat untuk dilanjutkan atau disurutkan tanpa membebani diri...

Maaf kalau kurang pintar menjelaskannya - tapi kurang lebih seperti itu kalau dari pengalaman saya...
risman.tan - 20/10/2012 01:09 AM
#3059

Quote:
Original Posted By joeraygaul
Pyrokinesis, derived from the Greek words πυρ (pûr, meaning "fire, lightning") and κίνησις (kínesis, meaning "motion"), was the name coined by horror novelist Stephen King for the ability to create or to control fire with the mind that he gave to the protagonist Charlie McGee in Firestarter.[1] The word is parallel to telekinesis, though arguably the "tele-" (meaning "from afar") rather than "-kinesis" is the part that ought to have been preserved. Critic S.T. Joshi describes it as a "singularly unfortunate coinage".[2]
Pyrokinesis is popular in fiction, with numerous examples in films, books, and television series. These include the episode "Fire" from The X-Files, the Beyond Reality episode "Enemy in Our Midst", the One Step Beyond episode "The Burning Girl", the Fringe episode "The Road Not Taken" and the Charmed episode "Lost and Bound". Several such works, such as "The Burning Girl" pre-date Firestarter, and have direct parallels with King's work. (King himself wrote that "Firestarter has numerous science fiction antecedents".) It is King, however, that first named the idea "pyrokinesis", this name not occurring in prior works.[3][4] Pyromancy is often incorrectly considered to be a synonym to pyrokinesis.
A more accurate use of the term might be to describe the propulsion of a rocket, which achieves motion (kinesis) through combustion, or fire, (pyro).

Bisa jadi bro, salah satu almarhum guru saya adalah praktisi chikung, ia dapat menghasilkan panas di telapak tangannya atau di depan tubuhnya hanya dengan sekedar berkonsentrasi, tapi saya belum pernah melihat langsung kalau sampai berubah menjadi gumpalan api.
Almarhum guru saya sering menggunakan hasil latihan chikungnya untuk membantu orang lain juga.


berarti kalo kemampuan ini saya latih terus,
saya bisa ngeluarin api dari tubuh dong, om? malu:

kalo dipikir2 apa aja guna nya yah?
saya sih paling mijitin nyokap doang..

anyway makasi banyak atas pencerahan nya om
jadi nambah ilmu lagi.. D

Quote:
Original Posted By yggsdrasill
hmm buddha kan manusia juga (manusa buddha)
jd seharusnya hal seperti ini kemungkinan bisa dikaji dan dijelaskan secara ilmiah
karena objek penelitiannya itu manusia, dan jika buddha dpt melakukannya maka kemungkinan manusia yg lain juga dapat melakukannya


masalah nya buddha Gautama udah parinibanna pada sebelum masehi gan,
kalo masih hidup skg mungkin bisa diteliti langsung dan mendetail p

orang suci belon tentu sakti & orang sakti belon tentu suci \)

kesaktian semacam itu bisa dibilang "bonus" (buah karma baik) akibat melatih bathin dari kehidupan2 lampau, cmiiw

mungkin ada orang yg bisa melakukan itu di dunia ini, tapi ane gak tau siapa & dimana..
risman.tan - 20/10/2012 01:27 AM
#3060

Quote:
Original Posted By kepalawortel
oke, katanya Buddhist itu meninggalkan keduniawian

betul?


Quote:
Original Posted By joeraygaul
Betul, terutama pada golongan pabbhajitta/samana (petapa), tapi pada perumahtanggapun berlaku demikian bila ia benar2 ingin mempraktikkan Buddhisme, bila ingin sukses mempraktikkan Budhisme harus meninggalkan nafsu2 duniawi (nafsu akan kesenangan2 jasmani).


Quote:
Original Posted By HokagoTiTaimu


Entah kenapa saya kurang setuju dengan pernyataan Kak Joe yang saya garis bawah. Bukankah jalan tengah itu bertujuan untuk memunculkan kesadaran terhadap diri. Kebebasan sejati bukan dari penyangkalan dunia, tapi dengan keterlibatan menyeluruh terhadap seluruh proses kehidupan?
Kalau harus bisa meninggalkan nafsu-nafsu duniawi tidak akan ada bedanya dengan para Yogis.
Kalau gak salah, Pi pernah mengatakan kepada saya seperti itu, ditambah lagi berbagai buku tentang Buddhisme yang saya baca.
Atau mungkin saya yang kurang belajar? Mohon pencerahannya.


Quote:
Original Posted By joeraygaul
Nafsu2 duniawi /kamatanha : sex, kekayaan, kesenangan akan makanan secara berlebihan, kesenangan yang timbul akibat kontak indra, sentuhan, penciuman, pengecapan, pendengaran, dan penglihatan.

Pada Buddhisme, menurut bro, kesenangan akan hal2 tersebut harus dikejar atau ditinggalkan menurut Sang Bhagava? \)

Selain kamatanha terdapat 2 macam nafsu lagi yaitu bhavatanha ; keinginan untuk menjadi dan abhavatanha ; keinginan untuk tidak menjadi.

Dan ketika saya menjawab wortel, kesenangan duniawi yang saya maksudkan adalah kamatanha, bila bro mempelajari sila dan vinaya lebih lanjut, bro akan memahami bagaimana sila dan vinaya ini bertujuan, yaitu untuk meninggalkan kesenangan2 duniawi.


Quote:
Original Posted By yggsdrasill
lebih ke ikhlas si menurut gw jalan tengah itu tetapi bukan pasrah
jd ga kendor ga kenceng, hehe, cmiiw

dan utk nafsu gw berpendapat
gw sendiri pernah berusaha membunuh nafsu gw, semakin dikekang semakin gmn gt, trs gw pilih opsi membiarkannya dan mengikuti nafsu gw yg tinggi, ini jg berlebihan kayanya, jdlah gw menyatakan disesuaikan kondisi aja ya, kalo lagi buat anak nanti, masa ga pake nafsu hehe, cmiiw


saya kurang setuju dengan kata "meninggalkan"
mungkin lebih tepat dengan kata "mengendalikan" malu:

buddhist juga manusia & manusia mempunyai nafsu
nafsu makan, nafsu seksual, serta nafsu2 lainnya

kalo manusia gak punya nafsu, itu mustahil

dan buddhisme mengajarkan & menekankan pengendalian itu
Page 153 of 153 | ‹ First  < 148 149 150 151 152 153
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3