BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Lord of The Ring
Total Views: 2002 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 6 of 6 |  < 1 2 3 4 5 6

VanDaniestha - 05/10/2012 03:00 PM
#101

belum baca nih Novel.
lagi nyari2 second yang harga bener-bener dibawah standart ngacir:
cobaltblue - 06/10/2012 06:53 PM
#102

[FONT="Century Gothic"][SIZE="2"]Jujur, meski udah baca bukunya, saya baru aja nyadar kalau bukunya sebenernya karya lebih dari 30 tahun yang lalu hammers Berarti yang saya baca itu sesungguhnya hanyalah cetakan ulang hammer:

Bagusan film atau buku? Wah, itu ntar tergantung banget sama orangnya.
Tapi kalau ditanya filmnya bagus atau enggak, dibandingkan dari kategorinya sebagai film adaptasi, filmnya luar biasa, nggak nanggung-nanggung. Mau epic, udah bikin epic to the max sekalian.

Gimana dengan buku? Jujur aja, bukunya Tolkien sepertinya memang termasuk fiksi yang berat. Tentunya kita nggak boleh lupa ada kemungkinan faktor X berada pada proses terjemahannya. Nerjemahin itu bukan sekadar mengartikan, dan bayangkanlah kerja si penerjemah yang mengerjakan novel Tolkien dari Inggris ke Indonesia.. hammers
Bayangkanlah ente disuruh menerjemahkan sebuah puisi. Kita tahu pasti ada keindahan pemilihan kata juga, walhasil kalau cuma kita artiin, bisa aja 'sisi estetika'-nya hilang, makanya ga heran kita ga ngerasa wow hammers

Sebelumnya ya jujur saja, pertama kali baca, buku itu susah dicerna. Banyak puisi, serta lagu-lagu. Saya masih inget, saya suka langsung melompati beberapa halaman yang isinya puisi semua. Bukannya kerja Tolkien atau si penerjemah jelek, tapi bener-bener susah dipahami. Barangkali kalau Tolkien itu orang Indonesia, kepuitisannya bakal bisa lebih tersampaikan, tapi ya karena nyatanya nggak gitu, mungkin lebih bijak jika saya nggak berkomentar apakah puisi itu lebay atau semacamnya - because I am not sure if that is the case since there is X factor, namely 'translation and localization' hammers

Di samping banyak puisi dan lagu, bukunya juga sangat deskriptif. Tapi ada deskripsinya salah proporsi? Sebetulnya enggak, karena Tolkien bener-bener menciptakan utuh sebuah dunia baru. Lhah, bayangin aja, dunia dan bumi kita asli bukan fiksi kayak gini, isinya perlu dijabarin oleh berapa buku biologi, geografi, sejarah, dan buku-buku lainnya? Sebuah dunia yang memang berbeda tentunya memang perlu dideskripsikan supaya si pembaca nggak tersesat. Tapi mungkin yang jadi masalah adalah pada prolog versi buku yang saya punya, boro-boro ngerti Middle-Earth, tahu-tahu kamu udah disuruh ngapalin nama bejibun banyaknya, mulai dari Bilbo, Elessar, tiga jenis hobbit, Buckland, Mirkwood.. Otak langsung meledug ngakaks hammers

Tapi sebenernya bukunya itu menarik, karena seperti kebanyakan tipe cerita sejenis, Tolkien juga menceritakan kisah-kisah dari para karakter yang terkesan hanya minor di filmnya, jadi terasa banget bahwa sebuah sejarah memang tidak hanya dianyam oleh tokoh besar, tapi juga tokoh-tokoh kecil yang bahkan mungkin cenderung disepelekan.

Kebetulan saya ndak punya yang Return of the King. Cuma baca yang dua volume pertama hammers

Salam penggemar LOTR aja deh cendols[/FONT][/SIZE]
agent meee - 17/10/2012 02:59 PM
#103

Quote:
Original Posted By cobaltblue
[FONT="Century Gothic"][SIZE="2"]Jujur, meski udah baca bukunya, saya baru aja nyadar kalau bukunya sebenernya karya lebih dari 30 tahun yang lalu hammers Berarti yang saya baca itu sesungguhnya hanyalah cetakan ulang hammer:

Bagusan film atau buku? Wah, itu ntar tergantung banget sama orangnya.
Tapi kalau ditanya filmnya bagus atau enggak, dibandingkan dari kategorinya sebagai film adaptasi, filmnya luar biasa, nggak nanggung-nanggung. Mau epic, udah bikin epic to the max sekalian.

Gimana dengan buku? Jujur aja, bukunya Tolkien sepertinya memang termasuk fiksi yang berat. Tentunya kita nggak boleh lupa ada kemungkinan faktor X berada pada proses terjemahannya. Nerjemahin itu bukan sekadar mengartikan, dan bayangkanlah kerja si penerjemah yang mengerjakan novel Tolkien dari Inggris ke Indonesia.. hammers
Bayangkanlah ente disuruh menerjemahkan sebuah puisi. Kita tahu pasti ada keindahan pemilihan kata juga, walhasil kalau cuma kita artiin, bisa aja 'sisi estetika'-nya hilang, makanya ga heran kita ga ngerasa wow hammers

Sebelumnya ya jujur saja, pertama kali baca, buku itu susah dicerna. Banyak puisi, serta lagu-lagu. Saya masih inget, saya suka langsung melompati beberapa halaman yang isinya puisi semua. Bukannya kerja Tolkien atau si penerjemah jelek, tapi bener-bener susah dipahami. Barangkali kalau Tolkien itu orang Indonesia, kepuitisannya bakal bisa lebih tersampaikan, tapi ya karena nyatanya nggak gitu, mungkin lebih bijak jika saya nggak berkomentar apakah puisi itu lebay atau semacamnya - because I am not sure if that is the case since there is X factor, namely 'translation and localization' hammers

Di samping banyak puisi dan lagu, bukunya juga sangat deskriptif. Tapi ada deskripsinya salah proporsi? Sebetulnya enggak, karena Tolkien bener-bener menciptakan utuh sebuah dunia baru. Lhah, bayangin aja, dunia dan bumi kita asli bukan fiksi kayak gini, isinya perlu dijabarin oleh berapa buku biologi, geografi, sejarah, dan buku-buku lainnya? Sebuah dunia yang memang berbeda tentunya memang perlu dideskripsikan supaya si pembaca nggak tersesat. Tapi mungkin yang jadi masalah adalah pada prolog versi buku yang saya punya, boro-boro ngerti Middle-Earth, tahu-tahu kamu udah disuruh ngapalin nama bejibun banyaknya, mulai dari Bilbo, Elessar, tiga jenis hobbit, Buckland, Mirkwood.. Otak langsung meledug ngakaks hammers

Tapi sebenernya bukunya itu menarik, karena seperti kebanyakan tipe cerita sejenis, Tolkien juga menceritakan kisah-kisah dari para karakter yang terkesan hanya minor di filmnya, jadi terasa banget bahwa sebuah sejarah memang tidak hanya dianyam oleh tokoh besar, tapi juga tokoh-tokoh kecil yang bahkan mungkin cenderung disepelekan.

Kebetulan saya ndak punya yang Return of the King. Cuma baca yang dua volume pertama hammers

Salam penggemar LOTR aja deh cendols[/FONT][/SIZE]


Waduh waduh.. mantep banget deh agan yang di atas ane, ini. well said agan. Bener banget. Membaca LoTR butuh kesabaran, konsentrasi dan pemahaman yang luar biasa mengingat karya Tolkien ini mencakup banyak sekali deskripsi baik tentang alam, bangsa dan bahasa. Dan pemahaman serta nilai estetikanya bisa jadi berubah seiring dengan proses penerjemahannya.

Ane sendiri beruntung karena lahir sebagai orang yang tergila-gila mitologi, dan sejarah. Sehingga jenis bacaan seperti karya Tolkien ini sangat memanjakan imaninasi ane.

Buat penggemar Tolkien n LoTR, mungkin bisa membaca The Silmarillion (karya Tolkien juga) tentang sejarah bangsa peri jauh sebelum mereka datang ke Middle Earth).

Mengenai mana yang lebih oke, bukunya atau filmnya? Ane tidak dapat menjawab, karena itu bukan perbandingan apple to apple. Yang jelas, masing2 adalah masterpiece di kelasnya sendiri.
Page 6 of 6 |  < 1 2 3 4 5 6
Home > CASCISCUS > BUKU new > Lord of The Ring