THE LOUNGE
Home > CASCISCUS > THE LOUNGE > Tanaman Ganja dan Kesehatan Manusia
Total Views: 160 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+

conZtantineZed - 25/03/2012 09:43 PM
#1
Tanaman Ganja dan Kesehatan Manusia
Overdosis Ganja ???
Faktanya, belum pernah ada satupun overdosis ganja dalam sejarah manusia. Secara ilmiah perbandingan dosis efektif yang berbahaya bagi manusia adalah 1000 : 1 semakin tinggi semakin aman. Sementara alkohol memiliki perbandingan 10 : 1, kokain 15 : 1 atau heroin 6 : 1. Sebuah perkiraan menyebutkan bahwa dosis yang berbahaya adalah bila seseorang menghisap 680 kilogram ganja dalam waktu 14 menit (jumlah yang hampir tidak mungkin dicapai). Overdosis ganja dianggap oleh ilmu kedokteran sebagai sesuatu yang mustahil, karena pemakainya pasti sudah tertidur pulas jauh sebelum dosis berbahaya tersebut dicapai.
Walker JM, Huang SM (August 2002). "Cannabinoid analgesia". Pharmacol. Ther. 95 (2): 127–35.
Gable, R.S. (2004). HYPERLINK "http://web.cgu.edu/faculty/gabler/toxicity%20Addiction%20offprint.pdf" "Comparison of acute lethal toxicity of commonly abused psychoactive substances" (PDF). Addiction 99 (6): 686–696.

Ganja tidak merusak sel syaraf
Penelitian pada pemakai berat ganja di Jamaika tidak menunjukkan bukti adanya ketidaknormalan pada fisiologi otak. Mitos yang sering disebarkan bahwa ganja menyebabkan kerusakan fisik pada otak muncul dari penelitian Dr. Robert Heath yang menyesaki paru-paru 4 ekor monyet (dengan masker gas) masing-masingnya dengan asap dari 63 batang ganja selama lima menit. Ini sama saja seperti mengurung orang dalam tempat pembakaran, tentu saja akan terjadi kerusakan sel syaraf karena kekurangan oksigen. Studi lain yang lebih beradab dari Dr. William Slikker dengan 32 ekor monyet yang diberi asap dari 4-5 batang ganja setiap hari (juga dengan masker gas) selama setahun tidak menunjukkan kerusakan otak sama sekali.
Dale Gieringer, Ph.D., Coordinator, California NORML. Marijuana Health Mythology Rev. Mar. 2005

Ganja Malah Melindungi Sel Syaraf ??
Beberapa zat non-psikoaktif (tidak memabukkan) yang juga terdapat pada ganja, seperti cannabidiol
(CBD) telah terbukti memiliki khasiat anti-oksidan yang kuat yang melindungi sel syaraf dari efek racun
senyawa kimia lain. Efek ini begitu kuat hingga NIMH (National Institute of Mental Health) mengajukan paten pada
tahun 1988 yang berjudul "Cannabinoid sebagai antioksidan dan pelindung sel syaraf".
Ksir, Charles, Carl L. Hart, Oakley Ray. Drugs, Society, and Human Behavior. Boston: McGraw, 2005. 363.

Ganja tidak menurunkan kecerdasan
Jutaan masyarakat pemakai ganja telah menjadi bagian dari sejarah dan masyarakat kita selama ribuan tahun. Seorang penyanyi reggae, Bob marley, pernah berkata bahwa ganja hanya menampakkan jiwa seseorang kepada orang itu sendiri. Sebuah penelitian yang terbit di Jurnal Internasional Masyarakat Neuropsikologi, bulan Juli tahun 2003 menyebutkan ; “tidak ada perbedaan yang berarti antara 700 orang pemakai ganja rutin dengan 484 non-pemakai dalam hal waktu reaksi, bahasa, kemampuan motorik, nalar, memori dan kemampuan belajar informasi baru.”
HYPERLINK "http://www.webmd.com/mental-health/news/20030701/heavy-marijuana-use-doesnt-damage-brain" http://www.webmd.com/mental-health/news/20030701/heavy-marijuana-use-doesnt-damage-brain

Ganja ternyata tidak berbahaya
Pada tahun 1972, Komisi Nasional Marijuana dan Penyalahgunaan Obat (Amerika) menyatakan bahwa sementara ganja tidak sepenuhnya aman, bahayanya telah dibesar-besarkan. Sejak itu berbagai penelitian baik pada manusia, hewan, dan kultur sel telah dilakukan dan hasilnya tidak berbeda dengan hasil temuan komisi di atas pada tahun 1972. Pada tahun 1995, berdasarkan dari hasil 30 tahun penelitian ilmiah, jurnal Kedokteran Inggris, Lancet menyimpulkan bahwa, "merokok ganja, bahkan dalam jangka panjang, tidak berbahaya bagi kesehatan."
United States. National Commission on Marihuana and Drug Abuse. Marihuana: A signal of misunderstanding. Shafer Commission Report. Washington, D.C.: U.S. Government Printing Office, 1972.
“Deglamorising Cannabis.” Editorial. The Lancet 356:11(1995): 1241.

Bahkan Hakim Hukum Administratif DEA (Drug Enforcement Agency) di Amerika sendiri mengatakan : “Ganja, dalam bentuk alamiahnya, adalah salah satu zat terapeutik aktif paling aman yang pernah dikenal oleh manusia”
Ganja Tidak Terbukti Membuat Orang Menjadi Malas
Selama 25 tahun para ilmuwan telah mencoba mencari keberadaan gejala amotivasi (kehilangan motivasi) yang disebabkan oleh ganja dan tidak berhasil menemukannya. Para pemakai ganja rutin tidak terbukti sebagai anggota masyarakat yang tidak produktif, malas, tidak memiliki ambisi dan berbagai sangkaan lainnya. Penelitian di Amerika memperlihatkan bahwa pemakai ganja cenderung mendapat upah yang lebih tinggi dari bukan pemakai (dengan kondisi ekonomi di sana), sementara mahasiswa/i yang memakai ganja mendapat nilai yang rata-rata sama dengan bukan pemakai, pada kasus-kasus lain pemakaian berat ganja sering dihubungkan dengan kegagalan prestasi di sekolah, namun pada sebagian besar kasus tersebut, kegagalan di sekolah muncul dahulu sebelum pemakaian ganja.
Himmelstein, J.L. The Strange Career of Marihuana: Politics and Ideology of Drug Control in America. Westport, CT: Greenwood Press, 1983.
Mellinger, G.D. et al. “Drug Use, Academic Performance, and Career Indecision:  Longitudinal Data in Search of a Model.” Longitudinal Research on Drug Use:  Empirical Findings and Methodological Issues. Ed. D.B. Kandel. Washington, DC: American Psychological Association, 1978. 157-177.
Pope, H.G. et al., “Drug Use and Life Style Among College Undergraduates in 1989:  A Comparison With 1969 and 1978,” American Journal of Psychiatry 147 (1990): 998-1001.

Ganja Bukanlah Batu Loncatan Kepada Narkotika Yang Benar-Benar Berbahaya
Teori “Gateway Drug” yang menyatakan bahwa ganja merupakan batu loncatan kepada narkotika yang benar-benar berbahaya seperti heroin dan kokain muncul sebagai pernyataan sebab-akibat antara statistik penggunaan narkotika yang populer dengan tidak populer. Permainan statistik ini sama saja dengan menyatakan bahwa rokok tembakau merupakan batu loncatan bagi para perokok untuk menggunakan ganja. Pada kenyataannya, mayoritas pemakai ganja tidak pernah menggunakan jenis obat-obatan ilegal yang lain. Faktanya, 98% dari pemakai heroin di Amerika memulai dengan merokok tembakau dan minuman keras terlebih dahulu.
Morral, Andrew R.; McCaffrey, Daniel F. and Susan M. Paddock. “Reassessing the marijuana gateway effect.” Addiction  97.12 (2002): 1493-504.
United States. National Household Survey on Drug Abuse: Population Estimates 1994. Rockville, MD: U.S. Department of Health and Human Services, 1995.
HYPERLINK "http://www.drugpolicy.org/marijuana/factsmyths/" http://www.drugpolicy.org/marijuana/factsmyths/
Mayor's Committee on Marihuana, New York City, 1944; Fort, 1965a, 1965b; Panama Canal Zone Governor's Committee, 1933; Phalen, 1943; Garattini, 1965

Fakta Ilmiah Berbicara kalau Kafein dan Nikotin Bahkan Lebih Mencandu Daripada Ganja
Perbandingan 6 zat yang sering dikonsumsi di dunia (baik legal maupun ilegal) seperti Nikotin (tembakau), Heroin, Kokain, Alkohol, Kafein (kopi), dan Ganja memunculkan hal yang menarik. Ternyata ganja memiliki peringkat terendah dalam 3 hal, tingkat ketergantungan (dependence), gejala putus zat (withdrawal), serta toleransi terhadap dosis (tolerance). Baik kafein dari kopi maupun nikotin dari tembakau mempunyai tingkat kecanduan yang lebih tinggi daripada ganja.
Tanaman Ganja dan Kesehatan Manusia
Jack E. Henningfield, PhD for NIDA, Reported by Philip J. Hilts, New York Times, Aug. 2, 1994 "Is Nicotine Addictive? It Depends on Whose Criteria You Use."

“Tidak ada bukti bahwa ganja dapat menyebabkan ketergantungan fisik.”
World Health Organization, Technical Report Series No. 287, "Evaluation of Dependence-Producing Drugs, Report of a WHO Scientific Group"; Hal. 22
Fakta memastikan bahwa alkohol mendorong perilaku agresif sementara ganja justru menghambatnya
Hoaken, Peter N.S., Sherry H. Stewart. Journal of Addictive Behaviors. 28, pages 1533-1554. Drugs of abuse and the elicitation of human aggressive behavior. Dept. of Psychology, University of Western Ontario. Dept. of of Psychiatry, Dalhousie University.

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) Mengakui Ganja Memiliki Berbagai Kegunaan Medis
Beberapa penelitian telah menunjukkan efek terapeutik dari cannabinoid untuk nausea dan muntah-muntah pada tahap akhir penyakit-penyakit seperti kanker dan AIDS. Dronabinol (tetrahydrocannabinol/THC/zat aktif dalam ganja) telah tersedia melalui resep selama lebih dari satu dekade di Amerika Serikat. Kegunaan terapeutik lain dari cannabinoid telah ditunjukkan oleh penelitian yang terkontrol, termasuk pengobatan terhadap asma dan glaukoma, sebagai antidepresan, perangsang nafsu makan, antikonvulsan (anti kejang otot) dan antispasmodik (anti kejang urat), penelitian dalam bidang ini harus dilanjutkan. Sebagai contoh, lebih banyak penelitian dasar pada mekanisme periferal dan pusat dari cannabinoid pada fungsi pencernaan dapat meningkatkan kemampuannya utuk menghilangkan nausea dan emesis. Riset yang lebih banyak dibutuhkan pada dasar neurofarmakologi dari THC dan cannabinoid lainnya sehingga agen terapeutik yang lebih baik dapat ditemukan.
ayahziza] - 25/03/2012 09:46 PM
#2

Tapi dulu jaman ane masih muda D Kalo ane ngeganja kok jadi kaya ideot,kemnapa tuh gan,mohon pencerahannya dong D
conZtantineZed - 25/03/2012 10:08 PM
#3

Quote:
Original Posted By ayahziza]
Tapi dulu jaman ane masih muda D Kalo ane ngeganja kok jadi kaya ideot,kemnapa tuh gan,mohon pencerahannya dong D


Tanaman Ganja dan Kesehatan Manusia

ko malah kontradiktif ya dengan efek ganja yang meningkatkan iq..
kaenya g ideot dhe, cuman itu lagi giting trus sugestinya aja mengarah kesana, karena efek ganja subjective buat setiap user..

coba ngeganja trus belajar dhe... bedain rasanya dengan pada saat steril.. sensitifitas dalam mengalisa sebuah object jadi meningkat, karena pada saat ngeganja sistem motorik kita emang menurun, tapi kemampuan sensorik jadi update, gtu men...

abe413 - 26/03/2012 01:24 PM
#4

nice share gan....
kalo yg idiot pas ngebakar ganja, efeknya rata bro...ga ad org tiba" jenius pas bakar ganja, tapi ane terapi coba terapi bakar ganja sbelum baca suatu buku yg pingin ane pahami (maklum ane bukan pelajar lagi) alhasil ane nangkep semua isi buku itu dan ga pake ngantuk seperti baca buku sambil minum kopi dan ngerokok tembakau.

klo agan ngerasa idiot pas bakar ganja berati dosisinya kebanyakan tuh, klo kata anak" mah "dosjing aka dosis anjing" ngakak
Home > CASCISCUS > THE LOUNGE > Tanaman Ganja dan Kesehatan Manusia