Dunia Kerja & Profesi
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Dunia Kerja & Profesi > Konsultasi Ketenagakerjaan di Indonesia
Total Views: 122975 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 6 of 176 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›

peregrinefalcon - 14/02/2009 02:38 AM
#101

Quote:
Original Posted By cacahone
sebenarnya kalau membuat lamaran kerja itu harus boong atau jujur ya ?

pernah ketemu sama orang, dia mengisi lamaran kerja dengan kalimat seperti ini :

Saya pekerja kerja, mau belajar, kreatif dan bisa bekerja dalam team.

Padahal saya mendengar pembicaraan dia, dia tidak memenuhi apa yang ditulis.

Pembicaraan tidak dalam urusan kerjaan dan interview loh, tapi sudah terlihat dan tanpa dia sadar, dia memang tidak memenuhi apa yang ditulis.


salam mas cacahone,

seperti dalam penjelasan saya yang terdahulu, pembuatan CV itu sebaiknya dipaparkan dengan sejujur-jujurnya. mengapa begitu ? karena anda harus dapat menjelaskan isi cv anda tersebut kepada pihak interviewer (HRD & User).

apabila anda dengan sengaja membagus-baguskan dan meninggi-ninggikan, maka pada saat dipanggil dan wawancara, anda harus dapat menjawab dengan baik. resiko terburuk adalah ketika anda tidak dapat menjelaskan dan memaparkan isi dari CV anda itu sendiri sehingga anda FAIL......

HARAP DIPERHATIKAN !!!
meskipun anda dapat membuat CV dengan sangat bagus, biasanya prilaku asli akan keluar dalam test interview, terlebih apabila dilakukan dengan berbagai macam test misalnya PAPI, EDISC, WARTEGG dll. ditambah lagi dengan Technical Test yang khusus di bidangnya, maka sudah tidak dapat mengelak lagi apabila yang bersangkutan membesar-besarkan dirinya dan terbukti di technical test.

mudah2an jawaban ini bisa memuaskan
shakehandshakehandshakehand
cacahone - 14/02/2009 06:14 AM
#102

Quote:
Original Posted By peregrinefalcon
salam mas cacahone,

seperti dalam penjelasan saya yang terdahulu, pembuatan CV itu sebaiknya dipaparkan dengan sejujur-jujurnya. mengapa begitu ? karena anda harus dapat menjelaskan isi cv anda tersebut kepada pihak interviewer (HRD & User).

apabila anda dengan sengaja membagus-baguskan dan meninggi-ninggikan, maka pada saat dipanggil dan wawancara, anda harus dapat menjawab dengan baik. resiko terburuk adalah ketika anda tidak dapat menjelaskan dan memaparkan isi dari CV anda itu sendiri sehingga anda FAIL......

HARAP DIPERHATIKAN !!!
meskipun anda dapat membuat CV dengan sangat bagus, biasanya prilaku asli akan keluar dalam test interview, terlebih apabila dilakukan dengan berbagai macam test misalnya PAPI, EDISC, WARTEGG dll. ditambah lagi dengan Technical Test yang khusus di bidangnya, maka sudah tidak dapat mengelak lagi apabila yang bersangkutan membesar-besarkan dirinya dan terbukti di technical test.

mudah2an jawaban ini bisa memuaskan
shakehandshakehandshakehand


ok, pak terima kasih atas penjelasannya.

mau tanya lagi D
apa itu PAPI, EDISC, WARTEGG ?

TQ o
threader - 14/02/2009 03:31 PM
#103

Quote:
Original Posted By cacahone
ok, pak terima kasih atas penjelasannya.

mau tanya lagi D
apa itu PAPI, EDISC, WARTEGG ?

TQ o

saya bisa jawab yang WARTEGG gan..bisa menyarankan yg enak dimana pula..hehe
lareusing - 14/02/2009 03:37 PM
#104

dear all

i mau nanya soal lamanya masa try out atau masa percobaan.
apakah masa percobaan itu ada batas waktunya?
soalnya di tempat teman gw gawe skarang dia dikasih masa percobaan 3 bulan
ditambah lagi 3 bulan katanya masa evaluasi .. bla.. bla...
nah, skarang sudah 6 bulan, eh... denger2 tuh anak mau di "masa percobaan" lagi?
--
kalo kata temen gw yg laen, perusahaan yg kasih masa2 percobaan lebih dari dua atau tiga kali
bisa kita tuntut? beneran gak tuh?

makasih sebelumnya o
cacahone - 14/02/2009 04:48 PM
#105

Quote:
Original Posted By threader
saya bisa jawab yang WARTEGG gan..bisa menyarankan yg enak dimana pula..hehe


Jkakkakakak ........ enak, murah, bersih dan banyak yang cantik dan ganteng o
peregrinefalcon - 14/02/2009 08:43 PM
#106

Quote:
Original Posted By cacahone
ok, pak terima kasih atas penjelasannya.

mau tanya lagi D
apa itu PAPI, EDISC, WARTEGG ?

TQ o


yang disebutkan itu adalah beberapa alat test yang sering digunakan dalam psikotest. sesi ini tidak pada tempatnya untuk menjelaskan detail test tersebut...... ndak ethis.. ada kode etiknya........ (kode etik profesi)

shakehandshakehandshakehand
peregrinefalcon - 14/02/2009 08:51 PM
#107

Quote:
Original Posted By threader
saya bisa jawab yang WARTEGG gan..bisa menyarankan yg enak dimana pula..hehe


he....he......

wartegg yang paling enak adalah warteg yang punya anak perempuan yang bahenol dan sexy..........

bwakakakakakakaka....................ngacir:.....

shakehandshakehandshakehand
peregrinefalcon - 14/02/2009 08:56 PM
#108

---------------delete------------------
peregrinefalcon - 14/02/2009 09:06 PM
#109

--------------delete---------------
cacahone - 14/02/2009 09:14 PM
#110

Quote:
Original Posted By peregrinefalcon
yang disebutkan itu adalah beberapa alat test yang sering digunakan dalam psikotest. sesi ini tidak pada tempatnya untuk menjelaskan detail test tersebut...... ndak ethis.. ada kode etiknya........ (kode etik profesi)

shakehandshakehandshakehand


tq pak atas penjelasannya \)
peregrinefalcon - 14/02/2009 09:48 PM
#111

Quote:
Original Posted By lareusing
dear all

i mau nanya soal lamanya masa try out atau masa percobaan.
apakah masa percobaan itu ada batas waktunya?
soalnya di tempat teman gw gawe skarang dia dikasih masa percobaan 3 bulan
ditambah lagi 3 bulan katanya masa evaluasi .. bla.. bla...
nah, skarang sudah 6 bulan, eh... denger2 tuh anak mau di "masa percobaan" lagi?
--
kalo kata temen gw yg laen, perusahaan yg kasih masa2 percobaan lebih dari dua atau tiga kali
bisa kita tuntut? beneran gak tuh?

makasih sebelumnya o


saliim dulu buat sedulur sesama lare osing........ (meski aku ndak lahir disana....)....he......he.......

Sesuai dengan UU No.13 -2003 (pasal dan ayatnya lupa.....ntar cek lagi deh UU-nya) maka Penerimaan Karyawan dilalui dengan beberapa macam :

1. PKWTT = Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu alias menjadi karyawan Tetap. Proses ini dilalui dengan masa Percobaan 3 bulan dan setelah itu harus ditentukan apakah kandidat tersebut dapat menjadi karyawan tetap atau tidak sama sekali dan tidak ada penambahan masa percobaan atau masa kontrak.

Jadi apabila tujuannya untuk PKWTT (karyawan tetap) maka setelah 3 month probation, perusahaan harus memutuskan apakah kandidat tersebut didepak atau jadi karyawan tetap (DAN TIDAK ADA TAPI-TAPI !!!)

2. PKWT = Perjanjian Kerja Waktu tertentu alias Karyawan Kontrak (kontrak lagi kerjaku.....kontrak lagi kerjaku..... dangdutan...modeon)

3. Perjanjian Kerja Pemborongan. (ndak usah dibahas yah ..... males .... capek .... he....he....)


Jadi untuk kasus anda dimana anda sudah melalui 3 bulan percobaan, maka secara hukum di indonesia, anda sudah dinyatakan sebagai karyawan tetap di perusahaan tersebut. Jadi tidak benar apabila ada perusahaan yang mempekerjakan 3 bulan percobaan ditambah dengan 3 bulan lagi dan akan ditambah lagi.

Namun berhubung kita hidup di Indonesia Raya Yang tercinta dan paling kudamba di hati sanubari yang paling dalam ini.........hammer:.....

maka langkah2 yang paling tepat untuk anda adalah : (HARAP PERHATIKAN !!!)
1. Segera datangi HRD di perusahaan anda dan minta waktu untuk bicara apa adanya serta tanyakan sebenarnya maksud perusahaan ini dengan mempekerjakan anda secara berbeda dengan ketentuan yang berlaku. Namun bicarakan dengan baik2 karena kadang2 ada HRD yang masih feodal sehingga menggampangkan masalah sehingga karyawan dijadikan objeck dan menggunakan sistem kontrak yang tidak semestinya.

2. Jangan ngotot, karena akan berakibat fatal juga buat anda, dimana posisi kita sangat kuat namun sebenarnya lemah.

saya katakan sangat kuat adalah kuat dalam sisi hukum dan pasti menang. lemah dalam arti kata apabila tuntutan kita dikabulkan PHI (pengadilan hubungan industrial) maka bisa saja perusahaan langsung mem-PHK kita dengan alasan efisiensi dan sesuai kaidah UU. dimana kita akan memperoleh pesangon (tapi di-PHK). kan kurang baik juga.

3. sebaiknya gunakan langkah WIN-WIN dengan berdiskusi agar tercapai kata sepakat.

ingat : Kebenaran yang tercerai berai akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir.....

semoga bermanfaat
shakehandshakehandshakehand
peregrinefalcon - 15/02/2009 09:29 AM
#112

Quote:
Original Posted By cacahone
tq pak atas penjelasannya \)


sama-sama mbak yang cantik........

shakehandshakehandshakehand
conzz - 15/02/2009 02:31 PM
#113

Kepada Juragans yang cendikiawan nan piawai dengan Karier...
Mohon pencerahan, saya seorang mahasiswa. Jika saya ingin Magang Kerja di suatu perusahaan..Kekurangan dan Kelebihannya apa yah..Di karena kan saya juga ingin menambah uang saku demi melancarkan kuliah saya.
Thx untuk Info nya..
peregrinefalcon - 15/02/2009 05:15 PM
#114

Quote:
Original Posted By conzz
Kepada Juragans yang cendikiawan nan piawai dengan Karier...
Mohon pencerahan, saya seorang mahasiswa. Jika saya ingin Magang Kerja di suatu perusahaan..Kekurangan dan Kelebihannya apa yah..Di karena kan saya juga ingin menambah uang saku demi melancarkan kuliah saya.
Thx untuk Info nya..


begini mas....

Pemagangan diatur dalam UU No.13 tahun 2003.
saya upload sedikit dari pembahasan pemagangan itu :
Quote:
Pasal 21
Pelatihan kerja dapat diselenggarakan dengan sistem pemagangan.

Pasal 22
(1) Pemagangan dilaksanakan atas dasar perjanjian pemagangan antara peserta dengan pengusaha yang dibuat secara tertulis.
(2) Perjanjian pemagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekurang-kurangnya memuat ketentuan hak dan kewajiban peserta dan pengusaha serta jangka waktu pemagangan.
(3) Pemagangan yang diselenggarakan tidak melalui perjanjian pemagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dianggap tidak sah dan status peserta berubah menjadi pekerja/buruh perusahaan yang bersangkutan.

Pasal 23
Tenaga kerja yang telah mengikuti program pemagangan berhak atas pengakuan kualifikasi kompetensi kerja dari perusahaan atau lembaga sertifikasi.

Pasal 24
Pemagangan dapat dilaksanakan di perusahaan sendiri atau di tempat penyelenggaraan pelatihan kerja, atau perusahaan lain, baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia.

Pasal 25
(1) Pemagangan yang dilakukan di luar wilayah Indonesia wajib mendapat izin dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk.
(2) Untuk memperoleh izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyelenggara pemagangan harus berbentuk badan hukum Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(3) Ketentuan mengenai tata cara perizinan pemagangan di luar wilayah Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), diatur dengan Keputusan Menteri.

Pasal 26
(1) Penyelenggaraan pemagangan di luar wilayah Indonesia harus memperhatikan :
a. harkat dan martabat bangsa Indonesia;
b. penguasaan kompetensi yang lebih tinggi; dan
c. perlindungan dan kesejahteraan peserta pemagangan, termasuk melaksanakan ibadahnya.
(2) Menteri atau pejabat yang ditunjuk dapat menghentikan pelaksanaan pemagangan di luar wilayah Indonesia apabila di dalam pelaksanaannya ternyata tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).


sebenarnya masih ada lagi namun untuk detailnya .... ndak usahlah...... cape mbacanya...

globalnya seperti ini :
1. Perusahaan dapat membuat program magang dan juga bisa tidak membuat program magang (optional). Jadi apabila anda pergi ke sebuah perusahaan dan bertanya apakah bisa dilakukan program magang, maka tergantung perusahaannya.
2. Tidak ada standard baku untuk pemagangan dalam bentuk pekerjaaannya maupun waktu magangnya. Bisa saja 1 bulan, 2 bulan hingga 1 tahun.
3. Tidak ada standarisasi uang saku untuk itu, namun apabila pemagangannya menyerupai pekerjaan pekerja perusahaan, maka diharapkan agar uang sakunya menyerupai pegawai tetap.
4. Tidak ada sistem PHK dalam pemagangan (magang kok di PHK....ngawur...)
5. Setelah selesai program pemagangan maka si pemagang berhak untuk mendapatkan sertifikat kompetensi dan bisa anda jadikan untuk pegalaman bekerja dalam CV anda.

Jadi, anda bisa melihat keuntungan dan kerugiannya seperti ini :
Keuntungannya :
- dapat uang saku
- dapat pengalaman kerja (untuk CV)
- dapat wawasan dan pengalaman baru
- dapat kenalan orang-orang penting di perusahaan
- dapat peluang bisnis, misalnya.... coba bikin katering untuk karyawan disana (buat proposal), pengadaan alat tulis kantor (ATK) dll....
- dapat pacar (kali aja ada yang cakep atau ganteng githu....hammer\)

kerugiannya :
- harus masuk kerja pagi-pagi.... (ya iyalah...dasar pemalas....)
- nggak dapat uang saku, cuman dapat uang makan doank (bagi perusahaan yang pelit.......he....he.... IDL=itumah derita loe....), mangkanya cari perusahaan yang ngasih uang saku.
- lokasi kerja yang jauh dari rumah (jika jauh banget.....)

tapi pada prinsipnya.... pemagangan itu lebih banyak manfaat dan keuntungannya dibandingkan tidak magang....

mudah2an berkenan....

shakehandshakehandshakehand
tukiwul - 15/02/2009 11:57 PM
#115

wah... seru juga ni thread... pas bgt sy lg baru mengecap2 dunia kerja... jadi mo ikut2an konsultasi...

pak papa sekar (keknya panggilannya jadi panjang :P), sy kan lulusan teknik elektro di tempat yg alhamdulillah jg bagus tapi dengan ip pas2an (buka kartu aj d, 2.83), sy mau sign contract di program MT (namanya bukan MT si, tapi semacam itu lah) di bank yg mnurut saya menjanjikan lah secara karir dan benefit, dan pula jg di masa skr ini nyari kerjaan lg susah meski ... tapi ada sedikit keraguan soal itu :
1.ini bukan bidang sy dan sy harus blajar dari
0 2.meski udah diniatin skr, tapi takut ntar di tengah jalan bosen ato ngerasa ga cocok, sedangkan ada ikatan dinas disitu, lama pulak...

pertanyaan sy :
1. apa sy akan kurang dihargain di program MT bank tersebut karena background sy bukan finance ato management?
2. gimana cara ngilangin rasa bersalah buang ilmu teknik yg dah 5 taon dipelajarin ?
3. ada kawan yg bilang "klo HRD bank itu nrima lo, ya brarti emang lo cocok kerja di bank", agak2 ga pcaya si, tapi bener ga si itu pak ?

Terima kasih atas perhatiannya. (kok dejavu kek nulis cover letter yak ? :P)
peregrinefalcon - 16/02/2009 07:09 AM
#116

Quote:
Original Posted By tukiwul
wah... seru juga ni thread... pas bgt sy lg baru mengecap2 dunia kerja... jadi mo ikut2an konsultasi...

pak papa sekar (keknya panggilannya jadi panjang :P), sy kan lulusan teknik elektro di tempat yg alhamdulillah jg bagus tapi dengan ip pas2an (buka kartu aj d, 2.83), sy mau sign contract di program MT (namanya bukan MT si, tapi semacam itu lah) di bank yg mnurut saya menjanjikan lah secara karir dan benefit, dan pula jg di masa skr ini nyari kerjaan lg susah meski ... tapi ada sedikit keraguan soal itu :
1.ini bukan bidang sy dan sy harus blajar dari
0 2.meski udah diniatin skr, tapi takut ntar di tengah jalan bosen ato ngerasa ga cocok, sedangkan ada ikatan dinas disitu, lama pulak...

pertanyaan sy :
1. apa sy akan kurang dihargain di program MT bank tersebut karena background sy bukan finance ato management?
2. gimana cara ngilangin rasa bersalah buang ilmu teknik yg dah 5 taon dipelajarin ?
3. ada kawan yg bilang "klo HRD bank itu nrima lo, ya brarti emang lo cocok kerja di bank", agak2 ga pcaya si, tapi bener ga si itu pak ?

Terima kasih atas perhatiannya. (kok dejavu kek nulis cover letter yak ? :P)


pertama-tama saya ucapkan "CONGRAT" atas diterimanya sebagai MT di perusahaan perbankan. Memasuki dunia perbankan pada umumnya merupakan cita2 para fresh graduate karena berkesan glamour dan pada waktu bekerja anda akan diwajibkan berpakaian diatas rata-rata.....(maksudnya harus pakai jas, dasi,..... jadi kesannya keren kan.....he...he...)

saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda :
1. Seperti jawaban penjelasan saya pada halaman-halaman terdahulu, kuliah itu adalah untuk menambah wawasan dan memperluas cakrawala kehidupan. jadi apapun bidang studi anda, pekerjaan anda nantinya adalah pekerjaan yang merupakan karakter, minat dan keinginan anda dalam bekerja. Justru anda harusnya lebih bersyukur karena background anda teknik. Anak2 teknik sudah dibekali dengan rasio dan permainan angka2 numerik sehingga dalam menganalisa dan menjabarkan permasalahan menjadi lebih optimal.

Sudah banyak sekali contoh2 di lapangan (dunia nyata) bahwa jebolan teknik memimpin di perusahaan karena pragmatis dan quick thinking (maaf, bukan bermaksud membesar-besarkan teknik).
saya beri contoh saya sendiri yang lulusan teknik kimia, memang awal mulanya bekerja di factory, namun kemudian saya malah berkecimpung di dunia HRD, dan terakhir jadi pedagang asongan.....

Jadi jangan merasa bahwa pekerjaan ini kurang cocok dan takut gagal. jalani saja dulu ya....

2. cara ngilangin rasa bersalah ? no need to........
ilmu itu tidak ada yang hilang mas..... apapun disiplin bidang studi anda, ilmu itu akan bermanfaat untuk anda dan keluarga di kemudian hari. just trust me........

3. bisa ya dan bisa juga tidak. pada prinsipnya anda sudah lolos dalam test perbankan tersebut yang jumlahnya sangat banyak dan melelahkan (betul ndak.....he...he...)
pada prinsipnya jalani saja mas....... anda belum mencoba saja dan anda masih dibayangi oleh rasa individualis jurusan yang berlebihan (ini masih normal kok). jadi keep on moving yah....

sukses buat anda

shakehandshakehandshakehand
villains - 16/02/2009 01:41 PM
#117

Ikutan bertanya boleh?
Saya lulusan teknik informatika, tp hobi di berbisnis, saya sudah memiliki pengalaman kerja sekitar 1,5 tahun.... Sekarang dengan gaji 2jt an...

Yang saya mau tanyakan,
1. dengan pengalaman saya yang setingkat ini, adakah perusahaan yang rela membayar sekitar 6-7 juta per bulan (bukan komisi) untuk bekerja di bidang berbau komputer / consultant IT / bisnis / marketing / MT. Kalau sekiranya ada, kira2 perusahaan yang bergerak di bidang apa ya?

2. Kalau tidak ada, kira2 di level gaji brp perusahaan besar (baca: multinasional di indonesia) rela memberikan gaji pada orang dengan pengalaman seperti saya (kalau bicara kualifikasi kan repot, ya anggap saja, untuk ukuran 1,5 tahun saya masuk good and qualified gitu)?

3. Pertanyaan ketiga agak out of topic, saya hendak berwirausaha (bisnis) tp modal belum bnyk sih. Banyak orang tua bilang ke anaknya bahwa harus kerja dulu, cari pengalaman yang banyak baru usaha, jangan langsung buka usaha, nanti rentan gagal. Kira2 tanggapan anda bagaimana ya?

Thx before
Pathfinder99 - 16/02/2009 03:44 PM
#118

Sore Pak...

Boleh ikut konsultasi Pak...

Saya saat ini bekerja di sebuah perusahaan Telekomunikasi sebagai tenaga kontrak (outsourcing). Posisi saya sekarang satu tingkat di atas entry level.

Selama saya bekerja di perusahaan ini, saya sering mengirim lamaran ke perusahaan lain agar bisa mendapatkan posisi dan status yang lebih baik. Saya juga beberapa kali dipanggil untuk mengikuti test di perusahaan yang lain dan Alhamdulillah selalu lulus hingga test terakhir. Ada yang saya tolak karena gaji atau status atau posisi yang ditawarkan tidak sesuai dengan yang saya lamar.

Saya pernah lulus final interview di sebuah perusahaan distributor farmasi, tinggal menunggu panggilan untuk mengikuti training di Jakarta, tetapi saya tidak dihubungi, kemudian saya berinisiatif untuk menghubungi balik ke HR perusahaan tersebut, dan HR perusahaan tersebut mengatakan ada perubahan kebijakan perusahaan, sehingga untuk sementara posisi yang saya lamar ditutup. sehingga saya dianggap tidak lulus. \(

Saya pernah ikut Presentasi di Jakarta dengan biaya sendiri dari Medan untuk sebuah perusahaan pembiayaan nasional, dan disana Alhamdullilah saya dinyatakan lulus Presentasi dan Final Interview, kemudian saya kembali ke Medan untuk mengikuti test kesehatan di Medan. Seminggu kemudian, saya dihubungi kalau saya tidak lulus test kesehatan. lalu saya ikuti lagi test kesehatan dengan dana sendiri dan kesehatan saya disimpulkan sehat. (Pada salah satu jobfair di Medan, tanpa sengaja saya bertemu dengan HR perusahaan tersebut di jobfair tersebut, dan saat saya serahkan CV saya, dia langsung ingat dengan saya, di tengah2 pembicaraan kami, si HR tersebut bilang kalau hasil test kesehatannya terlambat diterima oleh mereka sehingga saya dinyatakan tidak lulus... \( )

November 2008, saya final interview di sebuah perusahaan produk telekomunikasi, dan saya dinyatakan lulus tetapi sudah sebulan belum dihubungi kemudian saya hubungi balik dan saya mendapat informasi kalau saya belum dapat bergabung dengan perusahaan tersebut... \(

Yang ingin saya tanyakan kenapa saya sudah dinyatakan lulus tetapi kenapa akhirnya menjadi tidak lulus??? Apakah perusahaan tersebut sudah ada kandidat lain dari kalangan internal mereka (ini kesimpulan yang saya buat sendiri) atau apakah ada yang salah dalam proses rekrutmen perusahaan tersebut atau kesalahannya ada pada saya saat proses interview/rekrutment???

Jujur saja Pak, saat ini saya sudah apatis untuk ikut test rekrutment lagi. Walau saya beberapa kali diundang untuk ikut test rekrument di perusahaan-perusahaan yang lain saat ini saya tolak dengan mengatakan tidak berminat lagi. Saya trauma dengan kejadian di atas.

Atas tanggapan Bapak saya ucapkan ribuan terimakasih.
peregrinefalcon - 17/02/2009 10:43 AM
#119

Quote:
Original Posted By villains
Ikutan bertanya boleh?
Saya lulusan teknik informatika, tp hobi di berbisnis, saya sudah memiliki pengalaman kerja sekitar 1,5 tahun.... Sekarang dengan gaji 2jt an...

Yang saya mau tanyakan,
1. dengan pengalaman saya yang setingkat ini, adakah perusahaan yang rela membayar sekitar 6-7 juta per bulan (bukan komisi) untuk bekerja di bidang berbau komputer / consultant IT / bisnis / marketing / MT. Kalau sekiranya ada, kira2 perusahaan yang bergerak di bidang apa ya?

2. Kalau tidak ada, kira2 di level gaji brp perusahaan besar (baca: multinasional di indonesia) rela memberikan gaji pada orang dengan pengalaman seperti saya (kalau bicara kualifikasi kan repot, ya anggap saja, untuk ukuran 1,5 tahun saya masuk good and qualified gitu)?

3. Pertanyaan ketiga agak out of topic, saya hendak berwirausaha (bisnis) tp modal belum bnyk sih. Banyak orang tua bilang ke anaknya bahwa harus kerja dulu, cari pengalaman yang banyak baru usaha, jangan langsung buka usaha, nanti rentan gagal. Kira2 tanggapan anda bagaimana ya?

Thx before


maaf mas baru menjawab....
soalnya kemarin lagi males banget......

begini mas.....
saya globalisasikan....

Jawaban No.1
untuk setiap jabatan yang ada di perusahaan, maka semua memiliki nilai bobot dan kompetensi serta kompensasinya.

oleh karena itu tidaklah serta merta kita bisa menginginkan gaji sekian juta dengan pengalaman xxx tahun.

setiap perusahaan memiliki struktur gaji tersendiri (lihat jawaban saya terdahulu) dengan berbagai rentang. sehingga pada posisi apapun, apabila struktur gaji di perusahaan anda mendukung hal tersebut, maka anda dapat melamar untuk menjadi karyawan di perusahaan tersebut.

pengalaman yang anda miliki itu apakah benar2 pengalaman atau hanya penglamaan saja ? karena kedua hal tersebut adalah beda adanya. anda mungkin merasa memiliki pengalaman selama 1,5 tahun tapi apakah itu pengalaman ? atau mungkin penglamaan ?

untuk itulah anda akan dinilai oleh recruitor apakah anda memiliki kompetensi yang diharapkan untuk posisi tersebut dan layak untuk memperoleh imbalan yang diinginkan.

Pada prinsipnya bisa saja ada perusahaan yang mampu menggaji karyawannya dengan rate 6-7 jt perbulan, namun biasanya ini di bidang IT. Tidak berlaku di bidang lainnya. dan sangat jarang. Bahkan Management Trainee di beberapa perusahaan terkemuka tidak sampai benefitnya seperti itu.

Intinya begini pak..... bapak punya kemampuan yang seperti apa sehinga perusahaan mau menggaji besar dan tidak hanya cuma 6-7 juta saja. bahkan diatas 10 juta pun. yang penting apakah anda punya kemampuan lebih yang bisa membuat profit perusahaan menjadi berlipat-lipat.

contoh : programmer software yang baru lulus wisuda.
sejak awal kuliah dia sudah suka bikin program game mainan seperti Diablo, Age of Empire, Heroes dll. sehingga pada waktu lulus dia sudah bisa buat game program. sudah tentu dia akan dibayar sangat mahal bahkan lebih dari 10 juta.

Jadi jawabannya bisa ya dan bisa tidak..... it's up to you to understand.

Jawaban No.2
Gaji/benefit itu memiliki karakteristik yang berbeda untuk bisnis yang berbeda dan jabatan yang berbeda juga. Tidak bisa kita menyamakan gaji seorang supervisor produksi dengan supervisor finance dan dengan supervisor maintenance. jadi ada perbedaan kompetensi dan bidang pekerjaannya.

saya beri tips untuk anda. sebenarnya 1,5 tahun itu masih termasuk anak bawang untuk ukuran pengalaman. jadi masih miskin pengalaman. pengalaman (yang benar-benar pengalaman dan bukan penglamaan) baru dihitung apabila anda sudah diatas 3 tahun bekerja.


Jawaban No.3
Pada dasarnya semua orang tua itu sama, menginginkan anaknya agar mapan dan tidak ada kendala yang berat menimpa putra-putrinya. oleh karena itu kita sebagai anak harus memilliki kesiapan mental dan fisik dalam berbisnis.

pada hakekatnya mereka (orangtua) takut apabila sang anak terjun ke bisnis dan keluar dari pekerjaannya, ternyata bisnisnya gagal. poin utamanya disitu.

kita wajib mentaati nasehat orang tua, namun kembangkan jiwa bisnis anda dalam berusaha. sering-seringlah bergaul denga rekan2 yang sudah terjun ke bisnis sehingga mental kita bisa terbentuk dengan baik.

dalam bergaul dengan rekan2 yang sudah terjun ke bisnis kita juga WAJIB mempelajari bisnis mereka dan juga kegagala mereka. pelajari kesuksesan dan kegagalan mereka gar kita lebih tough.

apabila mental kita sudah cukup, maka barulah kita keluar dari comfort zone kita.

semoga sharing ini berkenan.

shakehandshakehandshakehand
peregrinefalcon - 17/02/2009 11:05 AM
#120

Quote:
Original Posted By Pathfinder99
Sore Pak...

Boleh ikut konsultasi Pak...

Saya saat ini bekerja di sebuah perusahaan Telekomunikasi sebagai tenaga kontrak (outsourcing). Posisi saya sekarang satu tingkat di atas entry level.

Selama saya bekerja di perusahaan ini, saya sering mengirim lamaran ke perusahaan lain agar bisa mendapatkan posisi dan status yang lebih baik. Saya juga beberapa kali dipanggil untuk mengikuti test di perusahaan yang lain dan Alhamdulillah selalu lulus hingga test terakhir. Ada yang saya tolak karena gaji atau status atau posisi yang ditawarkan tidak sesuai dengan yang saya lamar.

Saya pernah lulus final interview di sebuah perusahaan distributor farmasi, tinggal menunggu panggilan untuk mengikuti training di Jakarta, tetapi saya tidak dihubungi, kemudian saya berinisiatif untuk menghubungi balik ke HR perusahaan tersebut, dan HR perusahaan tersebut mengatakan ada perubahan kebijakan perusahaan, sehingga untuk sementara posisi yang saya lamar ditutup. sehingga saya dianggap tidak lulus. \(

Saya pernah ikut Presentasi di Jakarta dengan biaya sendiri dari Medan untuk sebuah perusahaan pembiayaan nasional, dan disana Alhamdullilah saya dinyatakan lulus Presentasi dan Final Interview, kemudian saya kembali ke Medan untuk mengikuti test kesehatan di Medan. Seminggu kemudian, saya dihubungi kalau saya tidak lulus test kesehatan. lalu saya ikuti lagi test kesehatan dengan dana sendiri dan kesehatan saya disimpulkan sehat. (Pada salah satu jobfair di Medan, tanpa sengaja saya bertemu dengan HR perusahaan tersebut di jobfair tersebut, dan saat saya serahkan CV saya, dia langsung ingat dengan saya, di tengah2 pembicaraan kami, si HR tersebut bilang kalau hasil test kesehatannya terlambat diterima oleh mereka sehingga saya dinyatakan tidak lulus... \( )

November 2008, saya final interview di sebuah perusahaan produk telekomunikasi, dan saya dinyatakan lulus tetapi sudah sebulan belum dihubungi kemudian saya hubungi balik dan saya mendapat informasi kalau saya belum dapat bergabung dengan perusahaan tersebut... \(

Yang ingin saya tanyakan kenapa saya sudah dinyatakan lulus tetapi kenapa akhirnya menjadi tidak lulus??? Apakah perusahaan tersebut sudah ada kandidat lain dari kalangan internal mereka (ini kesimpulan yang saya buat sendiri) atau apakah ada yang salah dalam proses rekrutmen perusahaan tersebut atau kesalahannya ada pada saya saat proses interview/rekrutment???

Jujur saja Pak, saat ini saya sudah apatis untuk ikut test rekrutment lagi. Walau saya beberapa kali diundang untuk ikut test rekrument di perusahaan-perusahaan yang lain saat ini saya tolak dengan mengatakan tidak berminat lagi. Saya trauma dengan kejadian di atas.

Atas tanggapan Bapak saya ucapkan ribuan terimakasih.


saya mencoba menjawab pertanyaan bapak

Pada prinsipnya test recruitment itu terdiri dari beberapa test dan hasil testnya merupakan hasil final yang tidak bisa diganggu gugat. Seyogyanya para HRD menginformasikan kepada para kandidat untuk informasi kelulusan mereka. Ada yang menggunakan surat, ada yang menggunakan email bahkan ada yang hanya berdasarkan informasi awal bahwa apabila tidak ada konfirmasi berarti anda tidak lulus.

untuk problem anda, ada informasi yang kurang jelas, (namun saya asumsikan informasi anda sudah lengkap saja ya....)

1. dalam proses recruitment seharusnya Man Power Planning sudah jelas. Apabila ambur adul, maka hasilnya akan seperti itu, sekarang recruit, besok berubah lagi. Ada juga perusahaan yang Headcountnya (Cost Center / Perhitungan Man Power) nya berada di pusat (Induk Perusahaan). Misalnya perusahaan Asing. maka Induknya (Headquorter-nya) di negara asing itu juga. sehingga kadangkala kebijaksanaanya turun mendadak. Misalnya pada approval Headcount di Region sudah ok, dan dilakukan recruitment, namun pada pelaksanaannya, ternyata headquorter yang awalnya menerima jadi menolak, sehingga proses yang sudah berjalan jadi dibatalkan. dan masih banyak contoh2 lainnya lagi.

Pada prinsipnya hal-hal ini seharusnya tidak akan terjadi apabila Man Power Planning perusahaan tersebut sudah benar

Saya merasa cukup kagum dengan anda karena mau berusaha gigih dan mendatangi perusahaan tanpa dibayar tiket pesawat sekalipun. Ini sudah menunjukkan kualitas anda.

Juga menyangkut Test kesehatan (Medical Test). Tidak ada alasan bagi perusahaan untuk menyatakan hasil testnya terlambat datang. (alasan yang dibuat-buat). saya ulangi. sangat disayangkan seorang HRD seperti itu.

karena hasil test itu dari HR segera bisa di follow up dan tidak sampai terlambat.

Buat Mas TS, jangan patah semangat.
Kejar terus cita-cita anda, pantang menyerah....
teruskan perjuangan anda.

saya yakin dengan kualifikasi anda ini, masih banyak perusahaan yang mau menampung anda.

Semoga Sukses
Salam Sukses Luar Biasa
Salam Outstanding
Salam Super
Salam Dahsyat
Page 6 of 176 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Dunia Kerja & Profesi > Konsultasi Ketenagakerjaan di Indonesia