BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Perkenalan & Berbagi - Bedanya Pencerita dan Penulis
Total Views: 12619 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 14 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

adhitya.mulya - 03/04/2012 12:20 AM
#1
Perkenalan & Berbagi - Bedanya Pencerita dan Penulis
Gajah mengandung selama 22 bulan. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan gajah, perkenalkan nama saya Adhitya Mulya. Biasa dipanggil Adit. Tahun ini umur saya 35 (penting!) dan pelanggan tetap onclinic.

Buku pertama saya adalah Jomblo (fiksi 2003). Alhamdulillah terbit (nyaris nggak). Abis itu ada Gege mengejar Cinta (fiksi 2004). Abis itu skrip film Jomblo (fiksi 2005). Abis itu Travelers Tale (fiksi 2007) abis itu catatan mahasiswa gila (non fiksi 2011) dan terakhir skrip film Testpack (fiksi 2012) yang saya adaptasikan dari novel istri saya sendiri, Tamara Blezinsky.

Nggak deng, istri saya, Ninit Yunita.

Anyway. Di posting pertama ini saya ingin sebuah persepsi tentang bedanya penulis dan pencerita. Ada banyak mispersepsi akan profesi dari keduanya. Banyak yang mengira sama padahal beda. Kepada semua grasshoppers (halaaah) yang pernah meminta ilmu dari saya (yang mana gak banyak, beneran deh, gue gak gitu-gitu amat juga). Gue selalu menekankan agar mereka menjadi pencerita dan bukan penulis.

Pencerita
Pencerita adalah profesi yang lebih multiguna dari penulis. Bagaimana kita dapat membedakan seorang pencerita dari seorang penulis? Atau dari seorang pelukis? Atau dari seorang kartunis? Seorang pencerita adalah teman kita yang setiap kali mereka bercerita teman-temannya selalu ngumpul di sekeliling dia. Duduk atau jongkok (optional tergantung selera dan berat badan) mendengar pencerita ini dengan seru. Itu, pencerita.

Pencerita adalah salah satu profesi yang paling tua di dunia, setelah penggembala dan petani. Manusia-manusia gua cro-magnon dulu bercerita dengan memakai lukisan. Di dinding gua di Perancis, merka menggambar bison, gajah dan aktifitas perburuan mereka. Dari gambar itu, mereka rekam cerita kehidupan mereka dan lestari puluhan ribu kemudian untuk kita lihat. Mahabarata ditulis pujangga Hindu dalam sebuah buku untuk dibaca oleh umat sesudahnya. Seorang kakek tua di setiap suku di Indonesia menyanyikan lagu dan mereka turunkan secara turun temurun agar Cerita dan pesan dari masa lalu yang terkandung di dalamnya tidak hilang. Itu lah cerita. Cerita melalui bentuk apa saja. Lagu, gambar, film, animasi, dan tulisan.
Seorang penulis, belum tentu seorang pencerita. Namun seorang pencerita cenderung memiliki potensi untuk dapat bercerita dengan apa saja. Sodorkan sebuah kertas pada seorang pencerita, dia akan menulis cerita. Sodorkan sebuah kamera, dan dia akan memotret cerita kehidupan seseorang. Sodorkan dia sebuah kamera film, dan dia akan mennyutradari sebuah film. Sodorkan dia sebuah organ (ginjal, limpa) dan dia akan bercerita dari musiknya.

Dan ini bukan teori. Ini adalah fakta yang saya sarikan dari 9 tahun menulis dan bercerita dan bergaul dengan pencerita lain. Hanung Bramantyo adalah seorang yang jenius. Dia senang teater dari dulu. Dia mulai men-direct teater. Bakat musiknya juga ada. Suatu hari dia pernah men-direct sebuah FTV. Ternyata piñata musiknya jatuh sakit dan Hanung menghadapi deadline. Dia ambil organ dan dia mulai scoring sendiri musik untuk FTV dia sendiri. Hasilnya? FTVnya gak juara, malah scoringnya yang mendapat penghargaan.

Monty Tiwa adalah bukti satu lagi pencerita yang andal. Film Mendadak Dangdut itu dia yang direct dan dia juga yang mengarang lagu-lagunya. Hebat kan? Itu lah pencerita, sodorkan mereka apa saja,dan mereka akan gunakan alat itu untuk bercerita.

Nah gue sendiri? Well gue gak se-ekstrim mereka. Tapi sebenarnya gue bukan seorang penulis yang baik. Waktu kecil gue senengnya gambar, Gue punya 1 rim A4 tentang cerita 5 jagoan dan petualangannya. Di saat kuliah, gambar menjadi boring dan gue mulai fotografi. Gue mulai sering cari duit dari bikin foto esai. Di saat kerja, foto gak bisa dilakukan karena kerja. Akhirnya saya bercerita dengan cara menulis.

Bagaimana membedakan seorang pencerita dan penulis ketika membaca novel?
Seorang pencerita yang menulis, rata-rata memiliki visi akan novelnya di kala dia menulis novel itu. Itu sebabnya untuk beberapa novel, oleh kita dapat terbayang dengan sangat jelas apa yang penulis ingin gambarkan. Ini karena pencerita tersebut di kala menulis, dia membayangkan bagaimana cerita tersebut mengalirdalam bentuk visual (film). Di beberapa novel lain, gelap gulita.

Bagaimana Melatih Diri Kita Untuk Menjadi Seorang Pencerita?
Syaratnya ada 3. Pertama, latihan. Kedua, latihan. Ketiga latihan. Intinya sih latihan. Pertama, biasakan diri berdiam, pejamkan mata dan bayangkan bagaimana cerita mengalir dalam bentuk visual. Kedua, biasakan bercerita dengan kamera juga. Bikin essay foto. Itu sangat membantu. Jika kita bisa main gitar atau alat musik, ga ada salahnya coba bercerita dengan lagu.

Baiklah, ini udah larut dan gue masih harus nimba. Well terima kasih atas kesepatan yang serapers berikan pada saya. Semoga postingan ini membantu. Kalo saya baca-baca dari postingan di forum ini, bacaannya udah canggih ya. Saya mah lewat euy. Banyak juga ya yang sudah menerbitkan buku, yang mana menujukkan bahwa level kemampuan bercerita serapers sudah tinggi. Makanya saya jadi bingung mau berbagi apa, udah pada jagoan di sini.

Sampai sini dulu dari saya. Jika ada pertanyaan, mohon kiranya direply aja di thread. Mohon maaf juga, saya kalo siang kerja dan kalo malem, harus menidurkan kedua anak di jam 8. Jadi waktu saya untuk membalas pertanyaan (jika ada) adalah lewat jam 8-9 malam.

Terima kasih sebelumnya, semoga sharing ini berguna dan semoga saya juga bsia belajar dari para serapers.

Terima kasih, wassalamu’alaikum.
Rgds/ Adhitya
@adhityamulya
Pepohonan - 06/04/2012 12:50 PM
#2

trit dibuka, silakan tanya2 sama mas adit ini malu:
maaf lama p
daninoviandi - 06/04/2012 02:04 PM
#3

Gagal pertamax :mewek

nwelcome to @kaskus66 buat mas adhit (namanya mirip si enthu hammer\), jomblo n gege gw udah baca,dulu tp pas jaman kuliah,cerita gege udah lupa,hehe..kalo jomblo,keren bgt,suka bgt ama buku,apalagi pas ad sinetronnya,sygnya gak panjang umur :mewek

btw,bahasannya panjang bgt,ampe bingung gw hammer:
so,gak semua penulis itu pencerita? apakah penulis2 yg bukunya kurang laris yg bisa disebut bukan pencerita?hehe..

yg jelas,apapun,pencerita atau penulis,selama bukunya seru,gak masalah buat gw p


daninoviandi..twiter : @daninoviandi

*promosi kaya mas adhit p*


======================
jawaban di post #253 , sayang kalo tenggelem think:

Quote:
Original Posted By adhitya.mulya
*liat respon*
baru 250-an.
*balik badan*
*masuk lagi ke gua*

nggak deeeeng.

OK hai lagi serapers. Eh mohon maaf ya kalo omongan saya campur-campur ionggris sedikit. kakang/teteh momod jika tidak berkenan mohon ditegur ya. (biar gimana juga, yang orang baru kan saya)

OK kerjaan kantor sudah berakhir dan anak-anak sedang bersiap tidur. gue udah baca semua responnya *kejang-kejang*

gue grouping responnya ya, soalnya kalo gue quote, bisa berhalaman-halaman:

tentang buku2 gue dan nasibnya
Jomblo: terima kasih yang udah baca. mohon maaf gak akan ada jomblo 2. soalnya para pembaca gue pengennya gitu.

GMC: makasih yang udah baca. Maaf untuk sementara waktu gak ada yang berminat memfilmkan. dulu pernah dibeli rightsnya sama sinemart tapi sampe haknya expired, gak pernah dibikin. gak papa.

TT: Makasih yang udah baca.

menjawab pertanyaan kalian
Gimana caranya membangkitkan mood.
1. jangan stres. menulis itu gak boleh ada gangguan. make yourself happy aja dulu. Kalo abis dimarahin orang kan moodnya ilang tuh. Nah cari aja hal yang bis amembalikkan mood. gampar balik orangnya akan membuat membuat mood lo balik. nah lakukan itu.

2. kalo gue, membangkitkan mood itu harus sesuai dengan lagu. kalo nulis komedi cinta ya gue nulis sambil denger lagu-lagu tengilnya chanchuters. Kalo lagi nuilis scene sedih gue dengerin lagunya rita effendi.

Gimana caranya agar gak males nulis.
1. Coba set target. november ini harus beres, misalnya. itu akan memotivasi kita. Atau coba kayak patih gajah mada. gak akan makan kelapa sebelum menaklukkan indonesia. nah coba tuh gak makan KFC sampe novel selesai. seriusan. it works.
2. Memang harus komit. Ibaratnya novel ini anak-anak kita. harus jalan. Luangkan waktu untuk ini. Waktu nulis jomblo, gue sering tidur jam 2 pagi. gue ke kantor pagi, kemdudian ngejar tidur di basement biar ga telat ngantor. gitu aja sampe 4 bulan. jadi juga jomblo.

Bahwa pencerita lebih baik dari penulis
Yah gak juga lah. gue bka thread ini bukan untuk mengotak-kotakkan orang mana yang lebih baik dan lebih buruk. Yang kerasa sama gue dari pengalaman pribadi, bahwa kalo kita berusaha menjadi pencerita, potensi rejeki kita lebih banyak karena karyanya jadi lintas media. Jomblo, dari buku ke film. testpack istri gue, dari buku, bisa diterjemahkan ke film.

Again, gue gak akan bilang pengarang buku X itu penulis dan pengarang buku Y itu pencerita. Mereka juga sama kayak gue, engais rejeki (halaaaah) dari buku kan. Siapa yang lebih baik, hanya pembaca yang layak menilai. gue sih nggak dan gak perlu tau juga.


caranya mulai merangkai cerita / menulis buku
gampang. pastikan dulu sekitar 70% kita mau endingnya gimana. dari sana baru tentukan awalnya. nah kalo ekornya udah 70% yakin dan kepalanya udah tau dari mana mau mulai, Insya Allah kalo belom kiamat, jalan cerita akan ditemukan.
kalo gak gini, akan susah menyelesaikan cerita.

bagaimana caranya kita menyelesakan cerita yang endingnya kita gak tau gimana? nah makanya endingnya kita mesti tau bahkan sebelum kita nulis ceritanya. minimal 70% yakin lah.

ok gitu aja dulu ya guys. anak gue bangun. kalo ada pertanyaan lagi, sialhkan. tapi semoga gak berulang ya. thanks.
rgds/ Adhitya
@adhityamulya
www.books.istribawel.com
ps: mampir ya ke toko buku online gue. semua buku yang dijual di sana, ada TTD penulisnya.

bima2bima - 06/04/2012 04:28 PM
#4

waaa.. mas adit yang buat jomblo sama gege yahhhhh D

saya suka banget mas sama jomblonya...cerita2 travelers talenya mas...

jomblo gak di buat sekuel nih mas ngakaks lucu banget soalnya.

*eh ini gak ada verified account gt yah?
bluepimpernel - 06/04/2012 04:55 PM
#5

Saya penggemar "Jomblo". Bacanya pas banget abis putus. :mewek

Mas Gan Adhit udah menjelaskan perbedaan antara pencerita dan penulis.
Bagaimana dengan penulis dan pengarang? Apa perbedaannya menurut Mas Gan Adhit? think:
Mohon pencerahannya, dan titip salam buat gajahnya. o
oyxpik - 06/04/2012 08:49 PM
#6

iya ya ternyata gitu, kalau pencerita bahasanya lebih ngalir toh. Kalau cuma bisa latihan cerita lewat tulisan gimana om ?
Gimana membedakannya latihan bercerita lewat tulisan dengan latihan nulis ? malus bingung...

Oh ya, selamat datang di seraperrrr om mas gan.
adityahadi - 06/04/2012 09:51 PM
#7

Welcome mas Adhit ... *nama kita sama* malu:

Klo pencerita itu lebih ke sisi komunikasi yah, kadang saya menemukan orang yang punya ide, tapi dia gak bisa menularkannya secara langsung, seperti pencerita pada umumnya. Tapi kalau nulis, lancaaaarrr banget. \)

Sering2 mampir yah mas cendols
lalalili.put - 06/04/2012 10:19 PM
#8

Oh,, gitu ya ternyata..
Kira-kira gimana ya cara buat saya yang pendiam dan pemalu ini untuk menjadi pencerita yang baik?? malus malus

Level saya cuma bercerita sama diary.. malus
adhitya.mulya - 06/04/2012 10:33 PM
#9

Selamat malam semua.

@ daninoviandi
so,gak semua penulis itu pencerita? apakah penulis2 yg bukunya kurang laris yg bisa disebut bukan pencerita?hehe..
Adhitya: yah kita gak bisa generalisasi seperti itu. Buku ES Ito rahasia meede itu bagus sekali tapi kurang mendapat perhatian pembaca sebanyak Laskar Pelangi. Padahal keduanya sangat bagus. Kita bisa nilai dari sulit/mudahnya kita membayangkan buku itu dalam pikiran kita saat membaca ya. Itu aja sih kalo gue.

@ bima2bima
jomblo gak di buat sekuel nih mas lucu banget soalnya.
Adhitya: Nggak euy. mas Hanung juga udah beberapa kali minta saya untuk nulis jomblo 2 dan dibikin sequelnya. Hanya saja banyak pembaca yang bilang, ending jomblo itu udah manis. kalo ada tambahan, bisa rusak. Sejauh ini saya milih pembaca saya.

@ blue pimpernel
Bagaimana dengan penulis dan pengarang? Apa perbedaannya menurut Mas Gan Adhit?
Adhitya: Kalo dari kacamata saya, pengarang = pencerita karena yang dikarang oleh orang tersebut kan cerita.

@ oyixpik
Gimana membedakannya latihan bercerita lewat tulisan dengan latihan nulis ?
Adhitya: Biasanya sih gue ngeblog. Ngeblog itu sangat membantu dalam melatih kita bercerita.

@ Adityahadi
Klo pencerita itu lebih ke sisi komunikasi yah, kadang saya menemukan orang yang punya ide, tapi dia gak bisa menularkannya secara langsung, seperti pencerita pada umumnya. Tapi kalau nulis, lancaaaarrr banget.
Adhitya: iya saya juga sering nemu orang seperti ini.
adhitya.mulya - 06/04/2012 10:34 PM
#10

Quote:
Original Posted By lalalili.put
Oh,, gitu ya ternyata..
Kira-kira gimana ya cara buat saya yang pendiam dan pemalu ini untuk menjadi pencerita yang baik?? malus malus

Level saya cuma bercerita sama diary.. malus


Coba ngeblog deh. kalo ngeblog, akan ada yang respon kan. Itu membantu juga,
daninoviandi - 06/04/2012 10:41 PM
#11

@adhitya.mulya
setuju,rahasia meede bgs banget,sayangnya,entah faktor kurang promosi atau penerbit yg kurang major,makanya buku ini tenggelam \(

btw,jadi penulis yg bukan pencerita itu penulis yg seperti apa?D
etavelta - 06/04/2012 10:54 PM
#12

Nice info om adit, hehe. Alhamdulillah saya lumayan rajin ngeblog dan ngelamun ngebayangin percakapan visual yang berhubungan sama alur cerita, jadi bisa belajar jadi penulis + pencerita. Mudah mudahan sukses terus
etavelta - 06/04/2012 10:56 PM
#13

Maap dopost hammer:
paraparadox - 06/04/2012 10:57 PM
#14

om caranya biar gak males nulis gimana yah :mewek

angan2 ada ide bejubel tapi males banget buat nulis \(
komet795 - 07/04/2012 12:14 AM
#15

halo om adhit ini aku yang tempoari nungguin mas dari subuh di IBF cuma buat minta TTD doang hammers dan pengen ketemu sama om adhit soalnya menurut buku yang ane baca om adhit gak ganteng Peace: padahal aslinya mah suami idaman banget malus

salam kenal om, you are one of my fave author, aku punya semua buku om adhit lhoh malus kecuali buku tabungan sih malus

menurut post om adhit, saya masuk ke yang tipe pencerita kayaknya, cuma masih dalam level yang sangat amat amatir hammers

adhitya.mulya - 07/04/2012 12:21 AM
#16

Quote:
Original Posted By paraparadox
om caranya biar gak males nulis gimana yah :mewek

angan2 ada ide bejubel tapi males banget buat nulis \(


nah kalo males sih dilawannya dengan membangkitkan mood. Caranya banyak, nonton film, dengerin musik yang pas dengan novelnya. dan yang palin penting, luangkan waktu. Kalo gak luangkan waktu gak akan bisa nulis.


Quote:
Original Posted By komet795
halo om adhit ini aku yang tempoari nungguin mas dari subuh di IBF cuma buat minta TTD doang hammers dan pengen ketemu sama om adhit soalnya menurut buku yang ane baca om adhit gak ganteng Peace: padahal aslinya mah suami idaman banget malus

salam kenal om, you are one of my fave author, aku punya semua buku om adhit lhoh malus kecuali buku tabungan sih malus

menurut post om adhit, saya masuk ke yang tipe pencerita kayaknya, cuma masih dalam level yang sangat amat amatir hammers


Wah makasih ya udah nungguin dari subuh. untung gue dateng ya jadi gak ngecewain. padahal sempet kepikiran batal dateng saking macetnya masuk istora. Sekali lagi terima kasih ya udah dateng.
adhitya.mulya - 07/04/2012 12:22 AM
#17

Quote:
Original Posted By paraparadox
om caranya biar gak males nulis gimana yah :mewek

angan2 ada ide bejubel tapi males banget buat nulis \(


nah kalo males sih dilawannya dengan membangkitkan mood. Caranya banyak, nonton film, dengerin musik yang pas dengan novelnya. dan yang palin penting, luangkan waktu. Kalo gak luangkan waktu gak akan bisa nulis.


Quote:
Original Posted By komet795
halo om adhit ini aku yang tempoari nungguin mas dari subuh di IBF cuma buat minta TTD doang hammers dan pengen ketemu sama om adhit soalnya menurut buku yang ane baca om adhit gak ganteng Peace: padahal aslinya mah suami idaman banget malus

salam kenal om, you are one of my fave author, aku punya semua buku om adhit lhoh malus kecuali buku tabungan sih malus

menurut post om adhit, saya masuk ke yang tipe pencerita kayaknya, cuma masih dalam level yang sangat amat amatir hammers


Wah makasih ya udah nungguin dari subuh. untung gue dateng ya jadi gak ngecewain. padahal sempet kepikiran batal dateng saking macetnya masuk istora. Sekali lagi terima kasih ya udah dateng.
charmless man - 07/04/2012 12:44 AM
#18

Quote:
Original Posted By paraparadox
om caranya biar gak males nulis gimana yah :mewek

angan2 ada ide bejubel tapi males banget buat nulis \(


setuju nih sama agan ini :matabelo
gimana ya cara ngatasin males daaaan.....
ide yang kepotong ditengah jalan!! sering banget udah kira2 20-30halaman tiba2 harus kedelete begitu aja sangking keselnya ga ada ide batas

oh iya mas adhit, entah kenapa kok ane lebih suka cerita dengan sudut pandang orang pertama ya? novel fiksi itu aneh ga sih kalo cerita dengan sudut pandang orang pertama? misal tokoh nya cowok dengan sudut pandang org pertama, nah penulisnya cewe?
soalnya, kalo sudut pandang orang ke-3 kadang susah dan malah ga asik..(kalo buat ane)
hehehe makasih banget lho mas adhit dah mau share dimari o
vitawulandari - 07/04/2012 12:39 PM
#19

Selamat datang mas adit, saya juga termasuk penggemar jomblo, meskipun alhamdulillah udah ga jomblo #abaikan

Kalo masalah cerita, saya mah demen banget, tiada hari tanpa nyerocos. Tapi ketika disuruh menuangkan cerita itu dalam tulisan mulai bingung menjurus ke stres deh hammer:

Yang pingin saya gali, gimana sih agar cerita tsb terkesan hidup dan menyentuh pembaca? Soalnya nih ya, kalo kita baca buku kadang2 malah pusing dg alur dan jalan ceritanya yg mbuletisasi.

Maap ya kalo bahasanya rada membingungkan huehehe..

Terima kasih, wassalamu’alaikum.
@vitawulandari (ikuta-ikutan promo malus)
vitawulandari - 07/04/2012 12:44 PM
#20

Quote:
Original Posted By charmless man

oh iya mas adhit, entah kenapa kok ane lebih suka cerita dengan sudut pandang orang pertama ya? novel fiksi itu aneh ga sih kalo cerita dengan sudut pandang orang pertama? misal tokoh nya cowok dengan sudut pandang org pertama, nah penulisnya cewe?
soalnya, kalo sudut pandang orang ke-3 kadang susah dan malah ga asik..(kalo buat ane)
hehehe makasih banget lho mas adhit dah mau share dimari o


kalo saya malah suka dg sudut pandang orang ketiga, sebut saja novel-novelnya Ilana Tan. Point of view yang digunakan adalah orang ketiga yang berpindah-pindah ke banyak karakter. Kadang pada satu peristiwa diulas dari dua sudut yang berbeda, namun perpindahan point of view itu berlangsung dengan mulus. Tergantung selera kali ya, tapi kalo buat saya bagus aja. Jadi tau apa yg dirasakan masing2 tokoh D
Page 1 of 14 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > Perkenalan & Berbagi - Bedanya Pencerita dan Penulis