Inspirasi
Home > LOEKELOE > LIFESTYLE > Inspirasi > Kisah Secangkir Kopi Yang Mendunia
Total Views: 15209 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 15 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

AndrieWongso - 28/01/2009 10:36 AM
#1
Kisah Secangkir Kopi Yang Mendunia
Apa yang akan Anda lakukan jika ide Anda ditolak dan dilecehkan-bahkan dianggap gila-oleh 217 orang dari 242 yang diajak bicara? Menyerah? Atau malah makin bergairah? Jika pilihan terakhir ini yang Anda lakukan, barangkali suatu saat, sebuah impian membuat bisnis kelas dunia bisa jadi milik Anda.

Yah, itulah kisah nyata yang dialami oleh Howard Schultz, orang yang dianggap paling berjasa dalam membesarkan kedai kopi Starbucks. "Secangkir kopi satu setengah dolar? Gila! Siapa yang mau? Ya ampun, apakah Anda kira ini akan berhasil? Orang-orang Amerika tidak akan pernah mengeluarkan satu setengah dolar untuk kopi," itulah sedikit dari sekian banyak cacian yang diterima Howard, saat menelurkan ide untuk mengubah konsep penjualan Starbucks.

Dalam buku otobiografinya yang ditulis bersama dengan Dori Jones Yang- Pour Your Heart Into It; Bagaimana Starbucks Membangun Sebuah Perusahaan Secangkir Demi Secangkir-Howard menceritakan bagaimana ia merintis "cangkir demi cangkir" dan menjadikan Starbucks sebagai kedai kopi dengan jaringan terbesar di seluruh dunia.

Awalnya, Howard Schultz adalah seorang general manager di sebuah perusahaan bernama Hammarplast. Suatu kali, ia datang ke Starbucks yang pada awalnya hanyalah toko kecil pengecer biji-biji kopi yang sudah disangrai. Toko ini dimiliki oleh duo Jerry Baldwin dan Gordon Bowker sebagai pendiri awal Starbucks. Duo tersebut memang dikenal sangat getol mempelajari tentang kopi yang berkualitas. Melihat kegairahan mereka tentang kopi, Howard pun memutuskan bergabung dengan Starbucks, yang kala itu baru berusia 10 tahun. Ia pun segera bisa dekat dengan Jerry Baldwin. Sayang, hal itu kurang berlaku dengan Gordon Bowker dan Steve, seorang investor Starbucks baru. Meski begitu, Howard tetap berusaha beradaptasi dan mencoba mengenalkan berbagai ide pembaruan untuk membesarkan Starbucks.

Suatu ketika, Howard Schultz datang dengan ide cemerlang. Ia mendesak Jerry untuk mengubah Starbucks menjadi bar espresso dengan gaya Italia. Setelah perdebatan dan pertengkaran yang panjang, keduanya menemui jalan buntu. Jerry menolak karena meskipun idenya bagus, Starbucks sedang terjerumus dalam utang sehingga tidak akan mampu membiayai perubahan.

Howard pun lantas bertekad mendirikan perusahaan sendiri. Belajar dari Starbucks, ia tidak mau berutang dan memilih berjuang mencari investor. Dan, pilihan inilah yang kemudian membuatnya harus bekerja ekstra keras. Ditolak dan direndahkan menjadi bagian keseharian yang harus dihadapinya.

Tekad itu terwujud--dan bahkan--dengan uang yang terkumpul dari usahanya, ia berhasil membeli Starbucks dari pendirinya. Namun, kerja keras itu tak berhenti dengan terbelinya Starbucks. Saat terjadi akuisisi, ia mendapati banyak karyawan yang curiga dan memandang sinis perubahan yang dibawanya. Tetapi, dengan sistem kekeluargaan, ia merangkul karyawan dan bahkan memberikan opsi saham sehingga sense of belonging karyawan makin tinggi.

Kini, dibantu dengan CEO yang diperbantukannya, Orin C Smith, Howard berhasil mengembangkan Starbucks hingga puluhan ribu cabang di seluruh dunia. Ia juga menekankan layanan dengan keramahan pada konsumen, dan di sisi lain, memperlakukan karyawan sebagai keluarga. Dengan cara itu, Howard terus berekspansi hingga terus menjadi kedai kopi terbesar.

Howard Schultz adalah gambaran kegigihan seseorang dalam mewujudkan ide. Meski diremehkan pada awalnya, Howard tetap bertahan dan akhirnya membuktikan bahwa dengan tindakan nyata, semua ide bisa menjadi nyata. Kepedulian yang ditunjukkan dengan "memanusiakan" semua karyawannya juga telah membuatnya makin disegani sehingga mampu terus memperbesar usahanya.

Ikuti kisah-kisah sukses lainnya di Andriewongso.com
allbad - 28/01/2009 10:57 AM
#2

waw.. sumber inspirasi nih..

nice..

cek TKP...ngacir:
putrak - 28/01/2009 11:02 AM
#3

hebat
coffeelatte - 28/01/2009 11:06 AM
#4

andrie wongso lagi.....hmmmm.......status contributor itu gimana dapetnya ? kalo gw crita2 juga dapet status gitu juga ga yah ?
Letup Semangat - 28/01/2009 11:24 AM
#5

^dia org beken sobo
jnes_boyz - 28/01/2009 11:30 AM
#6

keren yech baru tau tuh Starbucks ngerintis usaha nya dari kecil juga
stuffhunter - 28/01/2009 11:35 AM
#7

kapan java coffee seterkenal starbuck padahal lebih enak rasanya
irsa - 28/01/2009 03:59 PM
#8

nice stories.... bisa jadi inspirasi,,

thank's pak andre... beer:
irsa - 28/01/2009 04:00 PM
#9

nice stories... bisa jadi inspirasi ...
M4CC4 - 28/01/2009 09:03 PM
#10

Sumber inspirasi yg hebat... beer:
Seravin - 03/02/2009 10:22 PM
#11

makasih om Andrie buat kisah, tambah semangat! beer:
t.j.o.a - 08/02/2009 08:24 AM
#12

minum coffee nya aja d..
Phoenyx - 10/02/2009 04:02 PM
#13

nice inspirational story...ilovekaskus
indratw - 10/02/2009 09:08 PM
#14
kopi lampung
BOS kopi lampung enak rasanya, enak harganya, enak yg jualnya...
andi_oke - 19/02/2009 09:59 AM
#15

oke banget ..
pespabutut - 20/02/2009 09:51 PM
#16

Quote:
Original Posted By AndrieWongso
Apa yang akan Anda lakukan jika ide Anda ditolak dan dilecehkan-bahkan dianggap gila-oleh 217 orang dari 242 yang diajak bicara? Menyerah? Atau malah makin bergairah? Jika pilihan terakhir ini yang Anda lakukan, barangkali suatu saat, sebuah impian membuat bisnis kelas dunia bisa jadi milik Anda.

Howard Schultz adalah gambaran kegigihan seseorang dalam mewujudkan ide. Meski diremehkan pada awalnya, Howard tetap bertahan dan akhirnya membuktikan bahwa dengan tindakan nyata, semua ide bisa menjadi nyata. Kepedulian yang ditunjukkan dengan "memanusiakan" semua karyawannya juga telah membuatnya makin disegani sehingga mampu terus memperbesar usahanya.

Ikuti kisah-kisah sukses lainnya di Andriewongso.com


Di postingan ke 999 ini saya mendapat inspirasi yang bagus sekali: dengan tindakan, semua ide bisa menjadi nyata.


Thx atas pencerahannya pak Andrie...
yayuku - 21/02/2009 09:27 PM
#17

Nice Inpo Ganthumbup:
jadi ada inspirasi buad usaha kedai kopi Peace:
JuraganDuren - 22/02/2009 11:25 PM
#18

Hebat ini orang! patut dijadikan contoh!
teles - 23/02/2009 02:05 AM
#19

Quote:
Original Posted By stuffhunter
kapan java coffee seterkenal starbuck padahal lebih enak rasanya


tergantung pemimpinnya gan, kl dia hebat pasti usaha apapun bakalan maju. cb baca bukunya john c maxwel
adichemeng - 23/02/2009 12:49 PM
#20

disimak dulu...

starbucks = bintang uang
Page 1 of 15 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > LOEKELOE > LIFESTYLE > Inspirasi > Kisah Secangkir Kopi Yang Mendunia