Arsitektur
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > All About KPR - Please Read Page 1
Total Views: 58461 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 64 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

ichalviking - 15/04/2012 05:44 AM
#1
All About KPR - Please Read Page 1
All About KPR
Permisi buat Om Moderator
Ane minta izin bikin thread KPR baru
Supaya info terbaru bisa update di page-1
Mohon maaf jika kurang berkenan
Quote:
Demi Manfaat, Kerapihan dan Kenyamanan Thread ini
1. Sebelum bertanya sesuatu, sebaiknya baca PAGE ONE atau page-page sebelumnya.
2. Dimohon untuk mempergunakan bahasa yang sopan.
3. Tidak ada tulisan dengan bahasa yang dapat menyinggung Suku/Ras/Agama/Politik tertentu
4. Tidak Nge-Junk.
5. Harap upload gambar dalam ukuran file kecil (under 100Kb), demi kenyamanan teman-teman yg memiliki sambungan internet pelan.

Quote:
Syarat-syarat KPR :
Spoiler for Syarat KPR
Fotokopi KTP pemohon dan suami/istri
Fotokopi Mutasi Rekening Koran minimal 3 bulan terakhir
Fotokopi Kartu Keluarga
Fotokopi NPWP/SPT Tahunan PPh Pasal 21
Fotokopi Sertifikat SHM atau HGB yang masih panjang,
Fotokopi IMB
Fotokopi bukti PBB (10 tahun terakhir-peraturan terbaru)
PasFoto 3×4 Suami-istri (menyusul)
Fotokopi Akte Nikah/Cerai/pisah harta (bila ada)
Fotokopi WNI dan Surat Ganti Nama (jika ada)
Data pemilik seperti FC suami-istri, KK, Surat Pisah Harta, surat cerai dsb
Untuk pembelian dari Developer data pemilik tidak usah.

Data Tambahan untuk Pemohon Karyawan :
Fotokopi slip gaji 3 bulan terakhir
Fotokopi Surat keterangan kerja terbaru berisi nama lengkap, jabatan di kantor, lama bergabung
Kalo baru pindah kerja dan di tempat yang baru kurang dari 2 tahun bisa dilampirkan keterangan tempat bekerja sebelumnya

Data Tambahan untuk Pemohon Wiraswasta :
- Printout Detail keuangan usaha
- FC kontrak kerjasama / usaha dengan beberapa perusahaan
- FC SIUP, TDP, dll

Quote:
Fase Proses KPR :
Spoiler for Fase KPR
1. Masukan formulir & syarat2
2. BI Checking pemohon KPR
3. Appraisal rumah oleh pihak bank atau lembaga yg ditunjuk bank
4. Bank rapat komite kredit (bisa cuman di cabang doang atau naik ke pusat, tergantung bank-nya)
5. Pemberitahuan permohonan KPR disetujui atau tidak (biasanya kalo disetujui nanti ada surat persetujuan kredit).
6. Akad Kredit

Quote:
Biaya-biaya KPR :
Spoiler for Biaya-Biaya KPR
Administrasi
Appraisal
Provisi
Asuransi Jiwa
Asuransi Kebakaran
APHT
Cek Sertifikat
Notaris (AJB & Balik Nama)

Besar biaya ini bisa berbeda dan bisa dinegosiasikan.
Kurang lebih antara 1%-6% dari nilai pinjaman

Quote:
Hitungan Besar Pajak :
Spoiler for Hitungan Pajak
Transaksi diatas harga NJOP :
Pajak Pembeli : [Nilai Transaksi - Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP)] x 5%
Pajak Penjual : Nilai Transaksi x 5%

Transaksi dibawah harga NJOP :
Pajak Pembeli : [NJOP - Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP)] x 5%
Pajak Penjual : NJOP x 5%

Quote:
Bank Penerima Take Over KPR dari Bank lain :
Spoiler for Take Over KPR
Quote:
Original Posted By ichalviking

Kalo memang mau Take Over coba aja apply ke semua bank ini :
BRI
BRI Syariah
Panin
CIMB NIAGA
CIMB NIAGA Syariah
BNI
BNI Syariah
NISP
NISP Syariah
COMMONWEALTH
Mandiri
Mandiri Syariah
BTN
BTN Syariah
DANAMON
DANAMON SYARIAH
BUKOPIN
BUKOPIN SYARIAH
Standard Chartered

Jangan lupa juga Bank Daerah Agan...
Contohnya Ane di Jakarta ya Bank DKI ama DKI Syariah.
Kalo di Bandung ya BJB ama BJB Syariah

Nanti tinggal dipilih-pilih dari yg approve mana yang paling menguntungkan D

Quote:
Proses Pembelian Tanah dan Membangun Rumah
Atau
Punya Tanah dan Mau Membangun Rumah:
Spoiler for Beli Tanah + Bangun
Quote:
Original Posted By InRealLife
dan akhirnya saya pun sampai di leg terakhir pencarian...
konteks: saya mau beli tanah & ngebangun rumah

Bukopin: tidak bisa

Artha Graha: bisa. pembiayaan 70 persen dan maksimal 10 tahun.

Bank Jabar Banten: tidak jelas

Bank Syariah Mandiri: bisa. pembiayaan bisa sampai 90 persen, maksimal 15 tahun. Disamakan dengan pembelian rumah baru.

Bank Mega: bisa. pembiayaan sampai 70 persen. Maksimal 8 tahun.

=====

di bank syariah mandiri ketemu temen kuliah o_O (asyik ada orang dalem...)

di artha graha sebenarnya bisa sih, tapi ya saya sendiri agak gimanaaaaa gitu sama bank ini...

di bank mega, hitungan cicilannya gede (karena maksimal 8 tahun). gaji saya ga nyampe. marketing kredit bilang "joint income saja mas". saya "wah, saya belum nikah...". marketing kredit: "kalo gitu sama mbak ini aja" *nunjuk customer servicenya kisss

hammers

=====
jadi dengan ini saya sudahi pencarian saya atas KPR yang bisa untuk pembelian tanah dan pembangunan rumah (dari nol).

rekap

KPR untuk pembelian tanah dan pembangunan rumah...

yang JELAS TIDAK BISA
-BCA/BCA Syariah
-BTN/BTN Syariah
-Bank Mandiri
-Niaga/Niaga Syariah
-Panin
-Danamon
-Bukopin
-Bank DKI Syariah

yang JELAS BISA
-BNI
-Bank Syariah Mandiri
-Artha Graha
-Bank Mega
-BII *tidak saya survei sendiri tapi ada info dari kaskuser sini

yang BISA BERSYARAT
-Permata/Permata Syariah (hanya dengan developer yg kerjasama)

yang TIDAK JELAS BISA/TIDAK
-BRI/BRIS
-Bank Jabar Banten
-HSBC (KPR hanya untuk yang sudah jadi nasabah)

Sebetulnya masih banyak bank yang menawarkan KPR, namun saya sendiri sudah menganggap pencarian saya sudah cukup ekstensif. Saya sendiri berikutnya akan apply ke BNI dan Syariah Mandiri.

Semoga hasil survei saya bermanfaat buat thred ini...
Quote:
Original Posted By InRealLife
sharing buat syarat tambahan KPR untuk ngebangun rumah:

-fotokopi bukti kepemilikan tanah (sertifikat)
-fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau resi permohonan pembuatan IMB
-bukti pembayaran PBB tahun terakhir
-Rencana Anggaran Biaya (RAB)
*sumber: BNI

-Bank Syariah Mandiri: Dalam RAB, biaya upah pekerja dan keuntungan kontraktor tidak akan dipertimbangkan untuk perhitungan kredit pembangunan karena dianggap bukan komponen "pembelian".

Quote:
Proses Akad Kredit
Spoiler for Proses Akad Kredit
Quote:
Original Posted By ichalviking
Waktu Akad kita akan bertemu dengan pihak pemilik rumah (developer/perorangan), pihak bank (jika KPR) dan Notaris.
Pada saat Akad intinya adalah penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) oleh penjual dan pembeli.

AJB ini salah satu syarat untuk Balik Nama Sertifikat di BPN.
Pajak (Penjualan & Pembelian) serta Biaya Notaris harus dilunasi sebelum Akad bisa dilakukan.

Pada saat Akad Kredit alangkah baiknya untuk membaca dan mengerti semua isi dalam Akta Jual Beli.
Pada saat Akad juga akan tandatangan bukti kredit ke Bank.
Disitu akan terlampir biaya2 yang sudah/harus kita bayarkan baik itu pajak, biaya notaris, biaya provisi, administrasi dll.
Ada baiknya di cek jumlahnya, jangan lupa cek jumlah cicilan bulanan nya juga Yb

Pelajari juga mengenai pelunasan dan penalty nya, akan tertera poin2 nya.
Juga tentang Bunga nya, ini sangat sensitif karena biasanya banyak yg kurang mengerti di bagian ini.
Akan tertera besaran bunga dengan penjelasan masa fix nya dana apa yg akan terjadi setelah masa fix ini berakhir Yb

Semoga Berguna...

Quote:
F. A. Q. :

Bank Manakah Yang Terbaik Untuk Mengambil KPR ?
Spoiler for Bank Terbaik
Bank terbaik saat ini untuk pengajuan KPR adalah Bank yang menyetujui aplikasi KPR dengan plafond dan jangka waktu sesuai kebutuhan kita, serta bunga atau margin yang sangat rendah.

Peace:

Bank Swasta Atau Bank Pemerintah ?
Spoiler for Bank Swasta vs Bank Pemerintah
Kurang lebih jawabannya sama dengan pertanyaan diatas D

Sistem Anuitas atau Flat ?
Spoiler for Anuitas vs Flat
Dari segi cicilan jika akan dilunasi di tengah jalan Flat lebih menguntungkan karena pokok pinjaman berkurang lebih besar di awal. Sistem anuitas pemmbayaran bunga lebih besar di awal cicilan.

Jika pelunasan hingga akhir masa cicilan akan sama saja alias tidak ada bedanya

Ilustrasi :


Dirangkum dari share kawan-kawan Kaskuser dari 2 Thread KPR sebelumnya...

linux2:
ichalviking - 15/04/2012 05:45 AM
#2

Bunga KPR Bank (Update Juni 2012) &
File buat perhitungan KPR
Quote:
Original Posted By laskar langitan
BII Syariah

Bunga (setelah disetarakan)
8.25% untuk 2 tahun pertama
10.25% untuk jangka waktu 5 tahun
11% untuk jangka waktu 10 tahun
11.5% untuk jangka waktu 15 tahun

Pelunasan sebagian tidak ada batasan waktu atau nilai minimal outstanding,,tapi maksimal cuma boleh 25% dari sisa outstanding.

Biayanya: Admin (500rb), Asuransi Jiwa, Kebakaran, Notaris
Sistem angsurang annuitas
DP minimal 20%
(ini yang ane sedih,,soale dari developer dan bank rekanannya dikasih keringanan boleh 10%,pas ane tanya ke sales BII Syariah katanya gak bisa,,)

Bank syariah lainnya ada CIMB NIaga, Mandiri, BNI, BRI, Bank Jateng, Muamalat,,bunganya berkisar 11%-13.75% tergantung jangka waktu cicilan.
DP-nya yang bisa 10% itu Mandiri, BNI, BTN (klo ini cuma selama pameran), Muamalat.

Yang ane heran untuk Muamalat ada review adjustment margin setelah 5 tahun (rumah indent) dan 2 tahun (rumah jadi&renovasi),,koq pelopor bank syariah gak menarik gini,,

Monggo feedback-nya klo ada yang kurang tepat dari penjelasan ane,,

Quote:
Original Posted By aminun
Update Gan, per 7 Juni 2012.

Gw mengajukan KPR untuk pembangunan rumah ke BII Syariah, BNI Syariah, BNI konvensional. Semuanya di setujui untuk jangka waktu 15 tahun. Berikut update margin dan bunga yang berlaku gan, mungkin bisa diupdate di page one. Urut berdasarkan yang approve duluan :
1. BNI Syariah, margin flat 8,52% atau setara anuitas 13% sampai akhir kredit. Dapat bonus voucher belanja senilai 0,5% dari nilai yang di approve.
2. BNI konvensional, bunga anuitas 9,9% fixed setahun, selebihnya floating. Floating mungkin di sekitar 13% juga.
3. BII Syariah. 2 tahun pertama dapat margin setara anuitas 8,25% (flat 4,98%), tahun ketiga- akhir kredit setara anuitas 11,5% (flat 7,35%). Paling murah, paling lama prosesnya, tapi salesnya helpfull banget, saya ngga harus ke bank, semua dokumen dijemput. recommended seller deh.

Kalau mau no kontak di bank-bank tersebut, sillahkan PM aja.
Thanks

Quote:
Original Posted By ruslih1
Agan-Agan sekalian, saya mau info rate KPR dari beberapa bank.. semoga membantu..

Panin
1 Tahun Fixed 7.88%
2 Tahun Fixed 8.28%
3 Tahun Fixed 8.88%

UOB
1 Tahun Fixed 6.99%
2 Tahun Fixed 7.49%
3 Tahun Fixed 8.99%

OCBC NISP
3 Tahun Fixed 9.25%
5 Tahun Fixed 9.88%

Quote:
Original Posted By aryalah
misi agan2,

FYI bunga KPR take over mandiri 8% eff fix 2 th & 9,75% eff fix 3 th

KPR Mandiri

thx buat agan ichal shakehand2


Quote:
Original Posted By ichalviking

Info terbaru bunga KPR BII :
Bunga 11.5% fix 15 tahun
Bunga 11% fix 10 tahun

:2thumbup

Quote:
Original Posted By srennug
Ini hasil survey ane 2 minggu kebelakang, bunga/margin (efektif) KPR untuk fix 2 tahun :

1. Permata Syariah: 7,9%
2. ICBC: 7,99%
3. Permata KPR Bijak: 8% (rata2 saldo di tabungan bunganya sama dgn KPR & jadi pengurang pokok)
4. BCA: 8% (fix 55 bln min. plafond 250jt)
5. NISP: 8,21% (fix 3 thn)
6. Panin: 8,28%
7. BII Syariah: 9,5% (selanjutnya fix 11,xx %)
8. DKI Syariah: 11,5% (sampai akhir)

File buat perhitungan KPR

http://goo.gl/MWiOF

Quote:
Original Posted By putrablind
wah,
rumah baru nih.
oiya gw lupa.
ini gw punya file hitungan KPR.
kalo di atas buat KPR syariah.
ini KPR konvensional.

File buat perhitungan KPR

perhitungan KPR konvensional

semoga bermanfaat.

Quote:
Hal2 yg harus diperhatikan saat memilih KPR :
Spoiler for Hal Penting
[QUOTE=awaj]Hal2 yg harus diperhatikan saat memilih KPR adalah:

1. Hati2 ama iming2 bunga kecil, karena itu bisa dipastikan hanya di 1-2th awal aja. Coba tanya berapa bunga berjalan saat ini. Bisa jadi pas di awal dibilang bunga 7% aja, tetapi pas jalan bisa 13-14%, nahlo naik 2x lipat kan? Selain itu tanya juga rata2 berapa bulan sekali di-review bunganya?

2. Minta simulasi cicilan per bulannya, detil sampe proporsi bunga/margin dan pokok hutang kita.

Awas...!!! Pastikan agan dapet penjelasan rinci soal ini karena bisa jadi masalah di kemudian hari. Satu hal lagi, jangan langsung percaya ama bank syariah dengan cicilan flat-nya. Bisa jadi penghitungan di dalemnya pake sistem anuitas yg dianut konvensional. Metode ini dikenal juga dengan metode piramida terbalik.

Ilustrasinya gini, untuk kasus bank syariah misalnya agan kena cicilan per bulan 3.000.000 flat, nah perlu dipastikan dulu tuh simulasi di dalamnya apakah tetap proporsi margin & pokok hutang atau justru piramida terbalik. Kalo flat, misalnya 2.000.000 margin, 1.000.000 pokok hutang. Setiap bulan akan terus seperti itu.
Kalo piramida terbalik, di awal cicilan agan akan "bayar margin"-nya dulu, misalnya 2.800.000 margin, 200.000 pokok hutang (gw pake angka kasar aja, yg penting bisa bayangin). Ini kasus juga ada di bank syariah ya, so be notice!! Kalo bank konvensional mah emang begono...
Kalo bank yg gw pilih Alhamdulillah proporsi margin & pokok hutang tetap sampe akhir. Itung2annya gampang

Berdasarkan analisa sekilas gw (soalnya dapet tabel simulasi angsuran banyak bgt ), titik impas antara bunga/margin dan pokok hutang bukan terjadi pada tengah (1/2) periode KPR, tapi di 2/3 periode KPR. Misalnya agan minjem 150jt selama 15th. Logikanya kalo cicilan tetap dengan proporsi utang & margin yg juga tetap, maka di th ke 7,5 pokok hutang agan tinggal 75jt dong? Tapi dengan sistem anuitas, angka 75jt itu baru terjadi di th ke-10 Gan. Kalo kita mau pelunasan di awal jadi meleset semua kan itung2annya?

3. Tanyakan soal penalty. Kebanyakan bank syariah gak ada penalty, paling cuman bayar margin terakhir aja. Kalo konvensional harus dipastikan lagi ke banknya. Kalo bank konvensional sekarang ini mulai menghaluskan istilah penalty. Soal besarannya berapa, katanya sih udah nggak gede lagi kok. Maap gak bisa kasih info lebih gamblang soal yg ini

4. Tanyakan soal pelunasan di awal. Apakah hal ini dimungkinkan ato tidak. Sekaligus juga apakah boleh pelunasan sebagian atau tidak.

Menurut pengalaman gw, rata2 bank syariah dengan sistem anuitas (termasuk juga bank konvensional) akan memberikan fasilitas pelunasan sebagian. Tapi bank syariah dengan proporsi yg fix, gak ada pelunasan sebagian. Gw ambil bank yg ini, karena itung2annya lebih jelas. Mereka gak bisa pelunasan sebagian karena harus ngerubah akad. Itu trade-off kok, fair enough for me.

5. Tanyakan soal kemampuan cicilan. Rata2 bank akan memberikan dana sesuai kemampuan angsur kita. Rata2 memberikan 30% dari TakeHomePay (THP), dan bisa joint income dengan istri. Inget ya, dengan istri, bukan dengan ortu ato mertua

Misalnya THP kita joint dengan istri bulanan 3.000.000, maka besaran angsuran yg bisa goal ya 30% x 3.000.000 = Rp 1.000.000 (biar gampang aja gw buletin angkanya).
Inget, angka 1jt itu adalah margin dan hutang ya. Dan biasanya angka hutang lebih kecil daripada margin (biasanya untuk jangka waktu KPR yg panjang).
Share aja untuk kasus gw, kebetulan bank yg ane pilih gak ada joint income. Tapi plafon bisa 50% THP pemohon. Jika istri bekerja, plafon naik jadi 60% THP pemohon. Buat gw ini lebih menguntungkan, tapi hal ini bisa berbeda untuk kondisi nasabah lain. Jadi silahkan di kalkulasi dulu mana yg lebih menguntungkan.

6. Atur waktu akad dan jatuh tempo bulanan. Nah, misalnya udah cocok ama suatu KPR, agan nanti akan diatur waktunya buat akad. Tapi yg perlu diperhatikan adalah kecocokan waktu antara agan, penjual, notaris & bank. Harus match semua nih. Bisa jadi salah satu pihak gak bisa pas tanggal yg ditentukan, mundur lagi deh. Ada beberapa bank yg melakukan akad max tgl 20 setiap bulannya, tapi ada juga yg tanggalnya bebas tapi jatuh tempo ditentukan pada tanggal X setiap bulannya (tanggal gak bisa nego).

Oia, kalo boleh saran sih, misalnya tanggal jatuh tempo boleh milih, mending ambil tanggal awal bulan/ deket2 gajian. Ini memudahkan kita untuk kontrol pengeluaran & disiplin dalam pemakaian dana. Kalo "tanggal tua" takutnya udah kepake dulu tuh dana

Update
7. Biaya yang mungkin timbul. Perhitungkan biaya KPR Gan, karena DP itu tidak termasuk biaya KPR. Biaya ini berkisar antara 5-6% dari nilai rumah.

Biaya2 ini meliputi:
1.Pajak pembeli (BPHTB) = NJOP - Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) X 5%.
Besaran NPOPTKP tergantung daerah masing2, dalam hal ini gw pake angka 60jt.
Misalnya NJOP = 200juta berarti 200juta - 60juta X 5% = 7 juta

Penjual juga kena pajak, tapi tidak ada NPOPTKP. Jadi penghitungannya Pajak Penjual - NJOP x 5%. Angkanya pasti lebih gede daripada Pajak Pembeli.

Catatan ini gw buat barangkali ada penjual yg dia minta harga rumahnya terima bersih, alias pajak ditanggung smua ama pembeli

2.Biaya Notaris nilainya tergantung notarisnya meliputi:
- cek sertifikat
- Validasi pajak PPH dan BPHTB
- Akta Jual Beli
- Balik Nama sertifikat

3 Biaya Pengikat bank
- cek sertifikat/appraisal
- SKMHT
- APHT dan Sertifikat

Note:
Kadangkala kita ngerasa kalo proses KPR itu makan waktu yg lama. Makanya agan harus pastikan semua syarat udah lengkap. Selain itu jangan sungkan2 utk follow up ke orang bank-nya, sekaligus memantau sejauh mana prosesnya.

Yah, kira2 itulah yg bisa gw share. Term & Condition Apply ya Gan. Tapi secara general sih gak jauh2 dari itu. Jangan lupa untuk selalu berdoa semoga semua dimudahkan dan dilancarkan. Kalo orang jawa bilang sih yg namanya cari rumah itu pulung-pulungan (kurang lebih terjemahannya adalah "jodoh-jodohan").
[/QUOTE]

:2thumbup
ichalviking - 15/04/2012 05:45 AM
#3

Share Pengalaman KPR :
(Pengalaman adalah Guru paling berharga)

Peace:
Spoiler for Share 1
Quote:
Original Posted By awaj]Ane share lagi Gan...
Rumah bekas dan rumah baru sama aja syaratnya.
Di page2 depan udah ada sepertinya

Kalo baru pindah kerja dan di tempat yang baru kurang dari 2 tahun bisa dilampirkan keterangan tempat bekerja sebelumnya.[/QUOTE]
[QUOTE=awaj

.

cerita sebelumnya...

Ceritanya gini, gw lagi ngajuin KPR nih, gw tanya ke beberapa bank (termasuk syariah).
Ternyata eh ternyata, fix margin (CS-nya bilang flat) yg ditentukan bank syariah itu dalam implementasi perhitungannya tetap mengacu pada anuitas konvensional.

Kalo kata orang bahwa bank syariah menjual dengan harga yg lebih tinggi lagi (sistem jual beli dengan kita), kenapa masih ada kolom perhitungan margin di tabel ilustrasi cicilan yg gw terima??? (this is a big question buat gw). Logikanya, okelah gw KPR rumah seharga 200jt, tinggal si Bank jual ke kita misalnya 400jt, kan tinggal di cicilannya 400jt dibagi jumlah bulannya to??

Tapi nyatanya gw tetap aja disodori tabel anuitas konvensional, padahal jelas2 itu bank syariah. Selain itu, CS-nya bilang kalo margin flat, padahal jelas2 di ilustrasinya antara pokok hutang & margin (bunga) keduanya piramida berlawanan (piramida terbalik) dan tetap aja di awal kita nyicil margin (bunga) dulu. Padahal, beberapa literatur yg gw baca, flat margin itu artinya porsi pokok hutang & margin (bunga) akan selalu tetap selama periode cicilan.
Memang sih, dalam cicilannya tetap, tapi agan2 yg ambil syariah pernah perhatikan sampe ke dalam komponen cicilannya gak??

Selama masih ada komponen pokok hutang & margin yg piramida berlawanan buat gw sih itu cuman syariah yg dipaksakan & setengah2. Tetap aja kalo taun ke-X agan mau ngelunasin cicilan ternyata masih gede pokok hutangnya karena di awal porsi terbesar kita bayar marginnya.

Lalu apa bedanya dengan konvensional? Sampe saat ini untuk masalah "sistem", konsep syariah dalam perhitungannya gak terlalu beda dengan konvensional. Rate kecil dalam sistem flat margin di syariah, kalo di-konvensional-kan akan ketemu di angka yg besar. Misalnya, gw ditawarin margin 9,32% flat (tapi gw yakin ini bukan flat tapi fixed), maka itu setara dengan 14% konvensional.

Oke, kalo kemudian dibilang syariah kan akadnya jelas di depan bahwa bank ambil untung (ato apalah namanya itu) sebesar X%, lalu apa bedanya dengan bank konvensional yg memberi tahu nasabahnya bahwa "Pak, untuk 6 bulan ke depan bunga yg berlaku Y% ya". Sama aja bukan? Sama2 dikasih tau dulu. Memang tidak ada perjanjian di akad kredit, tapi pemilihan KPR konvensional kan artinya nasabah tau bahwa bunganya fluktuatif (floating).

Soal fluktuasi bunga, hehehe.....ada bank syariah yang juga ada peninjauan margin (bunga) juga lho, meski waktunya lebih lama daripada konvensional.

Jujur.....gw nulis gini justru karena gw curious, istilah "syariah" yg sebenernya tu apa sih?? Kalo dengan sistem syariah yg di prakteknya juga kembali berkiblat ke konvensional (selain bunga/margin yg floating), apakah juga memberikan "Kedamaian" bagi si nasabah?? Kalo gw sih nggak..... Peace:

Maka dari itu, perubahan dari kata bunga menjadi margin apakah serta merta menjadikan itu sebuah produk yg halal apabila ternyata di dalamnya masih ada unsur yg ternyata tidak halal (gw gak bilang haram lho ya). Hmm....menurut gw masalah bunga/margin itu hanya di tataran istilah saja.

Again, no offense buat siapapun. Terus terang dengan tulisan ini bukan berarti yg anti KPR baik syariah maupun konvensional. Ini cuman berangkat dari celetukan kecil di hati saya aja. Apa iya ini yg namanya syariah? Mohon pencerahannya.....asli gw penasaran banget D

Gw muslim dan masih mencari KPR yg cocok Gan shakehand2

Pengin beliin rumah buat keluarga kecil gw.... matabelo:

Gak ngarep cendolbig ato batabig..... Gw cuman butuh pencerahan aja D

Salam,

Quote:
Original Posted By awaj


Saran ane, kalo observe sebaiknya ke semua bank Gan, either Konven ato Syariah. Kebetulan kmarin ane udah ngubek2 info bank2 konven dan dateng di pameran IB Syariah. Jadi lebih jelas gambarannya. Dan gw nemu bank yg InsyaAllah cocok. Setau gw, kalo di Syariah mo ngelunasin cepet gak harus ngelunasin marginnya kok Gan, ya cuman pinjamannya aja. Misal pinjem 100 jt, tinggal 20jt, ya bayar 20jt aja. Kalo pun bayar margin ya margin bulan berjalan aja (fair enough for me).

Gw milih syariah karena pertimbangan forecast kedepan. Faktor resiko gw gak bisa hitung kalo di konvensional. Walaupun ada proyeksi positif. Tapi....toh di konven juga bunganya tetep di kisaran 12-14%. Dan syariah juga bermain di angka itu, jadi....ya mending yg pasti2 aja (itu kalo gw)

Doain ane minggu ini akad ya Agan2.... \)

Spoiler for Share 2
Quote:
Original Posted By cauzone
ane punya kpr dr bank b*i syariah gan....dl ane sempet survey juga ke beberapa bank syariah,tapi bank ini yg peraturannya aga longgar.
awalnya ane kira bakal lebih murah tapi diitung lg ama kpr konvensional malah jadi lebih mahal gan,keuntungannya cm satu yaitu angsuran yg ga akan berubah setiap tahunnya walaupun indonesia krisis ekonomi tp acuannya tetap waktu kita akad gan.
tp setelah jalan berapa taun ane ketawa sdiri gan...bener kata agan,syariah yg dipaksakan...bunga masih ada cm ganti istilah doang ama marjin,kl telat denda masih ada,padahal yg ane tau denda itu haram hukumnya secara syar'i.Trus masalah perbandingan antara pokok dan marjin/bunga yg ga seimbang.Yg terakhir ane pernah tanya tentang pelunasan yg dipercepat dan ternyata....sisa marjin masih diitung (sekitar 50%) n dikenakan penalty gan...wtf!!!
kesimpulan ane...sama aja gan mo syariah ato konvensional....bank syariah di indonesia belom bs mandiri,jd mereka masih nginduk ke bank konvennya....maho

Spoiler for Share 3
Quote:
Original Posted By deejunx
good observation nih gan. ane juga baru2 ini lagi cari info ttg KPR konvensional vs. KPR syariah. On paper sih seharusnya syariah lebih unggul ya dengan segala janji dari "concept" syariah. tapi apa yang dibaca dari bbrp agan2 yang ikut ngeramein thread ini, ternyata syariah masih menghadap ke kiblat bank utama nya.

sayang banget sih klo memang ternyata sistem syariah di indonesia malah jatoh nya merugikan dan malah merubah istilah2 konvensional (e.g. interest vs. margin). cape deee..

jadi apa untung nya pake syariah? fixed monthly payments? tapi klo mau lunasin cepet, harus bayar margin nya dulu dll.. ?? ga make sense ah

sukses ya gan hunting rumah dan KPR syariah/konvo nya..

Spoiler for Share 4
Quote:
Original Posted By alternatip
Alhamdulillah.... tengks banget akhirnya jumat kemaren ane akad kredit.
spesial tks buat agan Awaj yang udeh buat thread dan rekomendasikan bank-nya.

Neh bang emang paling bagus rate margin-nya tapi ternyata cukup lama jg yah 1 bulan \) karena memang terkait banyak pihak. Yaa demi rate dan syariahnya sepertinya waktu tersebut sebanding dah ditempat lain infonya jg gak beda jauh.

Spoiler for Share 5
Quote:
Original Posted By sathrya
Emang sih Gan, ane paling sebel klo ketemu yg anuitas.. Mo ngelunasin, ternyata baru bayar bunga, pokoknya masih jauh..
Biasanya leasing2 tuh pke anuitas..
Ane setuju syariah krn pke flat. Ane kurang suka yg ga pasti klo bunga mengambang.. Takut klo makin mahal.. Cm blm ketemu syariah yg non anuity. Maklum, ane di luar jawa Gan..

Maklum, klo nabung ga bisa punya rumah Gan, bunga tabungan dibanding kenaikan harga rumah lebih gedean kenaikan harga rumah..

Makasih Gan infonya
ichalviking - 15/04/2012 05:46 AM
#4

Share Pengalaman KPR :
(Pengalaman adalah Guru paling berharga)

Peace:
Spoiler for Share 6
Quote:
Original Posted By Ahli.Hipnotis
kalo mau kredit rumah mending agan mikir hal dibawah ini gan :
1.usia agan sekarang
2.usia agan ketika rumah selesai diangsur
3.pekerjaan agan sekarang
4.apakah pekerjaan agan bisa sampai agan selesai mengangsur
5.apa hal utama yang agan sebaiknya penuhi dari selang waktu usia agan sekarang sampai usia agan selesai mengangsur

Spoiler for Share 7
Quote:
Original Posted By manman84


biasanya sih over kredit Gan. Rata2 sih semua bank bisa apply, apalagi klo tetap make bank yg sama. Biasanya sih agan bayar ke penjual sebesar nilai yg udah dia keluarkan, and agan tinggal bayar sisa cicilan ke bank. Jangan lupa ada biaya lain2, seperti balik nama dll.

Klo misalnya agan pindah bank, cobain aja program take over and refinancing. Tanyain dulu ke banknya bisa atau tidak. Karena berdasarkan analisa bank baru bisa diketahui agan bisa mendapatkan pinjaman berapa banyak.

Kalau gak gini nih ngakalinnya. Minta bank lain untuk melakukan appraisal terhadap rumah tersebut, kan dari hasilnya bisa dikira2 berapa plafond yg bisa diberikan. Trus si pemilik ngambil KTA buat lakukan pembayaran sisa plafond. Kalau sertifikatnya sudah keluar, bisa lakukan transaksi jual beli dihadapan notaris sama bank. Nanti bank akan melakukan pembayaran sesuai plafond yg disetujui. DP nya dikasih ke penjual. Tapi tau deh bisa atau kagak, coz belum pernah beli rumah second \)

Spoiler for Share 8
Quote:
Original Posted By valkela
ati-ati gan sama KPR..
tapi jangan takut berhutang juga.

ane punya KPR di BTN suku bunga kena 15% ( emang akad kredit desember 2008) dengan sistem anuitas (ada catatan :SUKU BUNGA DAPAT DITINJAU DENGAN KETENTUAN BANK) waktu akad dikasih taunya setelah setaun ada perubahan..jadi setaun fix dulu.

setelah setaun ane tanya, belum berubah..
Kemaren (taun ini 2011) ane tanya lagi di BTN pusat Harmoni jawabannya malah gak ngenakin :

A: ANE
B: PETUGAS BANK

A : Pak, saya ngambil KPR sejak 2008 sistem anuitas kena suku bunga 15% kira-kira bisa turun gak ya suku bunganya? ada catatan suku bunga dapat ditinjau oleh bank

B: O..itu suku bunga yang sudah berjalan pak, jadi lain dengan pengajuan baru. Dan catatan itu sesuai dengan ketentuan bank bukan bank ini..

A: Kok bisa begitu? suku bunga yang berlaku di BTN sekarang berapa?

B: 12%, nanti setelah 3 tahun juga ditinjau kembali..malah mungkin naik

A: Oo, jadi saya gak ada kemungkinan turun suku bunganya?? Jadi ada kemungkinan naik lagi suku bunganya??? Kalo tau begitu saya gak ikut akad kredit...saya waktu itu dikasih tau kemungkinan bunga di taun 2009 bakal naik lagi jadi lebih baik ikut di taun 2008. saya ngerasa ketipu pak, udah DP udah masuk semua...

B: (diem aja gak bisa jawab)

INTINYA :
HATI-HATI MEMILIH KPR..BELUM TENTU BANK PEMERINTAH SEPERTI BTN bata bata BERPIHAK PADA RAKYAT..SAMA AJA LINTAH DARATNYA BEGITU SUKU BUNGA NAIK LANGSUNG NAIK GAK PAKE ITUNGAN HARI...SUKU BUNGA TURUN MANA MAU NURUNIN...

SAYA MAU TAKE OVER AJA RENCANANYA..LIAT-LIAT BANKNYA YANG PALING BAIK HATI...

Spoiler for Share 8
Quote:
Original Posted By papa_kodok


Itu emang tipikalnya Bank gan, emg lintah darat berbadan hukum, jadi mesti kita sebagai customer yang aktif...
Gue KPR pake N*ag*, udah jalan tahun keempat, dan ulang tahun tiap bulan maret. Pas tahun ketiga, kena bunga 15.9%, dan gak berubah pas awal2 masuk tahun ke empat. Trus pas kebeneran ke kantor cabang, ada keliatan pengumuman klo bunga KPR jadi 12.25%, dan punya gue gak diturunan.
Akhirnya bikin email keberatan dan minta bunga diturunin.
10 hari abis kirim email, ane telpon lagi after sales servicenya dan bunga akhirnya diturunin jadi 13.75%. Lumayan lah....
Gue tanya kenapa gak ke 12.25%, katanya itu buat pelanggan baru doank....

Spoiler for Share 9
Quote:
Original Posted By kumornovic
thread yang menarik bagi yg lagi berburu KPR \)

ane mau berbagi pengalaman aja, bank dimana kita akan ambil KPR harus benar benar dicermati..

Salah satu kriteria ane dalam memilih KPR adalah bank dapat mengeluarkan surat2 rumah di hari yang sama saat kita melakukan pelunasan (termasuk yg dipercepat).

Karena ada bank yang baru akan mengeluarkan surat2 rumah saat H+1 atau H+2 setelah pelunasan..
Hal ini bisa menjadi kendala saat kita memutuskan akan take over ke bank lain atau saat akan menjual rumah masih yg menjadi agunan di bank tersebut.

Kriteria utama yang lain adalah adanya fitur pelunasan sebagian dengan biaya/penalty sekecil mungkin D

btw, ada yang bisa update program2 KPR yg menarik saat ini? biasanya akhir tahun gini banyak promosi2 KPR yg menarik \)

Spoiler for Share 10
Quote:
Original Posted By ditdot
maaf ya buat agan2 yg kemarin2 nanya tentang bunga baru sempat ane posting hari ini krn baru bisa login ke kaskus beta.

ini ane tulis, berdasar telpon ke kantor cabang n brosur yg ane dapat saat pameran di gramex surabaya:

BTNS plafon < 200jt (bunga flat)
5th 6.69% --> setara 12% efektif
10th 7.74% ---> setara 12% efektif
15thn 9.11% --->setara 13% efektif

BTNS plafon > 200jt (bunga flat)
5th 6.54% ---> setara 11% efektif
10th 7.56% --->setara 12% efektif
15thn 8.71% --->setara 13% efektif

BNIS (bunga flat)
5th 6.24%
10th 7.57%
15th 8.91%

BSM dan BRIS(bunga anuitas)
5th 11%
10th 12%
15th 13%

BCAS dan Muamalat (bunga anuitas)
5th 13%
10th 14%
15th 15%

Spoiler for Share 11
Quote:
Original Posted By cariter
Ane tambahin informasinya gan ditdot,

Barusan ane hunting nih: ane mau ngajuin plafond 251.XXX.XXX

1. BTN syariah
ngajuin plafondnya 223.xxx.xxx soale DP 20%
angsurannya Rp. 2.858.000 fix 15 thn, margin = 8,7%

2. BNI syariah
DP 10% (developer udah kerjasama tp klo ga kerjasama kyknya bisa jg)
angsurannya 1-2 thun pertama = Rp. 2.493.xxx dan
angsuran 3-15 thn = 3.452.xxx, margin = kagak dikasih tau dan ane lupa tanya hehe,

mungkin menurut ane 1-2 thn = 8,62% sedangkan 3-15 thn = 14,61%

3. Muamallat
DP 10%, ini orang ngitung simullasinya lama banget
angsurannya = Rp 3.5 jt an katanya capedes = marginnya 15% fix 15 tahun

ada jg yg setiap 2 tahun dikoreksi marginnya, tp margin sekarang 10% kena di = Rp. 2,7 jt an

4. BII syariah
DP 10%
angsurannya 1-2 thn Rp 2.587.xxx, margin = 9,25%
angsuran 3-15 thn Rp 2.857.xxx, margin = 11%.
adm,provisi,ass jiwa, ass kbakaran, APHT = 7 jt kurang sedikit
si mbaknya seksi bngt lagi belahannya sengaja dibuka hadeuhhhh, mana ane puasa lagi D

Menurut agan pilih yang mana, BSM ane kecewa.

Spoiler for Share 12

Quote:
Original Posted By putrablind
wah,
rumah baru nih.
oiya gw lupa.
ini gw punya file hitungan KPR.
kalo di atas buat KPR syariah.
ini KPR konvensional.

perhitungan KPR konvensional

semoga bermanfaat.

99,99% akurat karena ambil dari bank.
p

*kalo ada yang g paham silahkan tanya disini ato PM nanti gw jelasin.
kalo di google docs ketika di edit agak lambat berubahnya angkanya.
tunggu beberapa saat.


ini sekalian gw mau share.
kemaren baru SP3K, buat ancar2 temen2 aja nih ya:
ini nilai awalnya dan cicilan:

All About KPR - Please Read Page 1

kemudian ini adalah total biaya pertama:
All About KPR - Please Read Page 1

ini di bank BTN.
beer:
ditdot - 15/04/2012 06:56 AM
#5

absen...ninggalin jejak di pekiwan.
selamat buat thread barunya...n makasih gan ichalviking udah ksh info thread baru
ichalviking - 15/04/2012 07:36 AM
#6

BI Checking

Quote:
Original Posted By P.Manalu
TS ijin share ya, mungkin sudah ada di trit sebelah tapi ini masih fresh, baru tadi siang soale.

Tanggal 16 Juni lalu semua persyaratan bwat mengajukan KPR sudah lengkap & sudah dipegang developer untuk dimasukin ke bank, tapi karena ane baru bisa akad kreditnya (kalau di approve bank) pertengahan Agustus jadilah dipending dulu sampai tanggal 5 Agustus nanti berkas ane dimasukin ke bank.

Nah sementara nunggu ane penasaran sama BI Checking, jadilah ane request IDI History secara online dengan mengisi formulir di web BI:



Selang 1 hari masuk email dari staff Pusat Informasi Kredit yang menyatakan bahwa data ane tersedia & harus ambil di Gedung B.

Tadi siang ane berangkat ke BI, untuk ambil hardcopy IDI History.
Daftar di security depan, masuk gedung B, daftar ke meja pelayanan dimana ada 2 staff mba-mba yang keduanya ramah-ramah & manis \)
Ternyata ane diminta langsung ketemu staff PIK nya di menara A Lt. 12 linux1: .....
Ternyata oh ternyata PIC nya lagi dinas luar capedes jadi diminta kembali lagi ke mba-mba tadi *oohh..gak masalah* \)
Setelah di proses gak lama dapet deh hasil BI Checking dengan kolektibilitas terendah 1 yg artinya LANCAR JAYA \)

So, ngambil BI Checking pelayanannya ramah, nggak rame...sepi malahan, cepet, gratis plus klo nunggu kita dikasih teh atau kopi sambil nonton tv D

Klo ada yang butuh PIC nya bisa ane share tapi atas seizin TS & bagian yang sensitif akan ane blur.
ditdot - 15/04/2012 09:01 AM
#7

Quote:
Original Posted By ichalviking




Kalo ada info terbaru mohon infonya ya Gan... D
Biar memudahkan kawan-kawan yg lain yang mau apply KPR...

ilovekaskus


siap gan...siapa aja yg punya info mari berbagi di thread ini, pasti berguna bagi kaskuser dan pembaca lainnya

widenmysoul - 15/04/2012 12:43 PM
#8

kalau ane gan....menilai kpr atau kredit lainnya dari total berapa keseluruhan bayarnya....jadi mau sistem anuitas atau fixed diakhirnya kita bayar brp sih?yang paling murah ane pilih....jadi ane mengabaikan pelunasan ditengah...karena mungkin pake prinsip uang saat ini lebih bernilai dari uang yang akan datang...jadi kalau agan punya uang utk lunasin kenapa uang itu ga dialihkan aja untuk usaha....jadi kemarin ane berhitung-hitung dengan KPR mungkin syariah (atau klo boleh ane sebut fixed) akan sangat menguntungkan agan2 kalo jangko waktunya 10thn kebawah karena cicilan bunga sama pokok imbang (sayangnya cicilannya tetap akan lbh mahal).....kalau butuh jangka waktu lama mending konvensional aja....karena pada akhirnya jumlah yang kita bayar juga ga jauh beda dengan catatan membandingkannya apple to apple y misal 8% fixed rate setara 12,5% dengan jangka waktu 15 tahun.....silahkan diralat klo hitungan ane salah....buat masukan juga
ichalviking - 15/04/2012 02:06 PM
#9

Quote:
Original Posted By widenmysoul
kalau ane gan....menilai kpr atau kredit lainnya dari total berapa keseluruhan bayarnya....jadi mau sistem anuitas atau fixed diakhirnya kita bayar brp sih?yang paling murah ane pilih....jadi ane mengabaikan pelunasan ditengah...karena mungkin pake prinsip uang saat ini lebih bernilai dari uang yang akan datang...jadi kalau agan punya uang utk lunasin kenapa uang itu ga dialihkan aja untuk usaha....jadi kemarin ane berhitung-hitung dengan KPR mungkin syariah (atau klo boleh ane sebut fixed) akan sangat menguntungkan agan2 kalo jangko waktunya 10thn kebawah karena cicilan bunga sama pokok imbang (sayangnya cicilannya tetap akan lbh mahal).....kalau butuh jangka waktu lama mending konvensional aja....karena pada akhirnya jumlah yang kita bayar juga ga jauh beda dengan catatan membandingkannya apple to apple y misal 8% fixed rate setara 12,5% dengan jangka waktu 15 tahun.....silahkan diralat klo hitungan ane salah....buat masukan juga


Setuju banget Gan...
Kalo udah dapet yg fix sampe akhir alias ngga ada acara-acara floating bunga/margin mendingan dengan sabar mencicil aja ampe akhir.
Kalo ada uang lebih di tengah jalan mendingan dipake DP beli kosan aja ngakaks
Ini pendapat pribadi Ane ya... Peace:
sulistiawan - 15/04/2012 04:14 PM
#10

Izin gabung agan2 semua cendols,

Ane minta petunjuknya dr yg udah pengalaman.
Misal ada kondisi gini :
* Ane beli rumah via KPR ke BTN sebesar 100juta dengan bunga 13% anuitas selama 15 tahun. --> Kepaksa pake BTN karena developer maunya pake BTN
* Cicilan udah berjalan 1 Tahun, ane pengen Take Over ke Bank Lain (Syariah). --> Bank ini ada kerjasama sama kantor ane, sebutlah bank "A".

Pertanyaan ane :
1. Perhitungan Take Over Kredit Bank "A" dari Bank BTN itu dihitung dari sisa cicilan Pokok ane kan ? atau ada perhitungan lain? mengingat KPR ane di BTN pake anuitas.

2. Berapa lama biasanya cicilan KPR BTN harus dibayar sebelum bisa di take over?

Makasih buat agan2 semua yg mau bantu pertanyaan ane malus
ditdot - 15/04/2012 06:30 PM
#11

Quote:
Original Posted By sulistiawan
Izin gabung agan2 semua cendols,

Ane minta petunjuknya dr yg udah pengalaman.
Misal ada kondisi gini :
* Ane beli rumah via KPR ke BTN sebesar 100juta dengan bunga 13% anuitas selama 15 tahun. --> Kepaksa pake BTN karena developer maunya pake BTN
* Cicilan udah berjalan 1 Tahun, ane pengen Take Over ke Bank Lain (Syariah). --> Bank ini ada kerjasama sama kantor ane, sebutlah bank "A".

Pertanyaan ane :
1. Perhitungan Take Over Kredit Bank "A" dari Bank BTN itu dihitung dari sisa cicilan Pokok ane kan ? atau ada perhitungan lain? mengingat KPR ane di BTN pake anuitas.

2. Berapa lama biasanya cicilan KPR BTN harus dibayar sebelum bisa di take over?

Makasih buat agan2 semua yg mau bantu pertanyaan ane malus


nubi coba jawab sebisa nubi ya..
1. kalau TO murni (agan tdk mau topup), yg diitung sisa pokok hutangnya gan.tapi biasanya pada seneng sekalian topup waktu TO. jd kan di bank yg baru pastinya akan mengadakan apraisal ulang, dan biasanya nilai apraisal sudah tentu naek kan. jd di bank yg baru nanti bisa minta plafon dinaekan lebih besar dr sisa pokok hutang bank sebelumnya.

2. kalau BTN ane kurang tahu, kalau di BN1 sih boleh2 aja kapan aja di TO cuma kena pinalti.
sulistiawan - 15/04/2012 06:46 PM
#12

Quote:
Original Posted By ditdot


nubi coba jawab sebisa nubi ya..
1. kalau TO murni (agan tdk mau topup), yg diitung sisa pokok hutangnya gan.tapi biasanya pada seneng sekalian topup waktu TO. jd kan di bank yg baru pastinya akan mengadakan apraisal ulang, dan biasanya nilai apraisal sudah tentu naek kan. jd di bank yg baru nanti bisa minta plafon dinaekan lebih besar dr sisa pokok hutang bank sebelumnya.

2. kalau BTN ane kurang tahu, kalau di BN1 sih boleh2 aja kapan aja di TO cuma kena pinalti.


Sama2 nubi gan malus
1. Trims sharenya gan \)
2. Kalau pengalaman agan di BN1, biasanya pinaltinya berapa % dari sisa pokok?
Trims ya \)
ditdot - 15/04/2012 07:56 PM
#13

Quote:
Original Posted By sulistiawan


Sama2 nubi gan malus
1. Trims sharenya gan \)
2. Kalau pengalaman agan di BN1, biasanya pinaltinya berapa % dari sisa pokok?
Trims ya \)


ane di BN1 ada S&K nya gan, kalau gak salah inget (maaf blm sempat buka copyan perjanjiannya) 1-24 bulan pertama kena penalti 3%, tahun 3 s/d 8 kena 3.xx% , tahun ke-8 keatas 3.yy%. pokoknya angka maks pinalti kayaknya 3.5%-an.

dulu ane mikirnya 3% itu kecil, ternyata pas diitung2 gede juga \(

awaj - 16/04/2012 09:56 AM
#14

masih dapet pekiwan gak ya? Peace:
sibuyunx - 16/04/2012 10:36 AM
#15

mantap, thanks gan.. \)
Penjelajahx - 16/04/2012 12:07 PM
#16

mantap rumah baru nya agan ichalviking...ane udah subscribe...

kalo boleh tau bank syariah mana aja sih yg menerapkan sistem proporsional bukan Anuitas?? klo boleh minta listnya yah gan..pm jg ga papa..

sebab selama ini ane cuma ketemu bank syariah yg tetep make sistem anuitas..karena itu menurut ane masih banyak bank syariah di kita memang masih syariah-syariahan..

Ane rencana nya akhir bulan ini mau akad nya..doakan lancar dan lancar trus cicilannya ampe lunas yah..
srennug - 16/04/2012 12:25 PM
#17

Quote:
Original Posted By widenmysoul
kalau ane gan....menilai kpr atau kredit lainnya dari total berapa keseluruhan bayarnya....jadi mau sistem anuitas atau fixed diakhirnya kita bayar brp sih?yang paling murah ane pilih....jadi ane mengabaikan pelunasan ditengah...karena mungkin pake prinsip uang saat ini lebih bernilai dari uang yang akan datang...jadi kalau agan punya uang utk lunasin kenapa uang itu ga dialihkan aja untuk usaha....jadi kemarin ane berhitung-hitung dengan KPR mungkin syariah (atau klo boleh ane sebut fixed) akan sangat menguntungkan agan2 kalo jangko waktunya 10thn kebawah karena cicilan bunga sama pokok imbang (sayangnya cicilannya tetap akan lbh mahal).....kalau butuh jangka waktu lama mending konvensional aja....karena pada akhirnya jumlah yang kita bayar juga ga jauh beda dengan catatan membandingkannya apple to apple y misal 8% fixed rate setara 12,5% dengan jangka waktu 15 tahun.....silahkan diralat klo hitungan ane salah....buat masukan juga


kalau apple to apple fixed dan flat rate yang setara itu, mau berapa pun waktu tenornya diujungnya pasti sama persis total yang kita keluarkan ke bank gan.

yang flat rate akan lebih menguntungkan kalau akan dilunasi lebih cepat.

misalkan :

Pinjaman= 100j t
Bunga fix= 8% setara flat= 4.33%
Tenor= 60 bln

Cicilan perbulan sama= 2,027,639
Setelah 60 bulan total dibayar (pokok+bunga) sama2= 100jt + 21,658,366

Pelunasan dipercepat setelah 25 bulan
Fix sisa pokok = 63,109,367
Flat sisa pokok = 58,333,333

Jadi flat itu lebih menguntungkan kalau pelunasan dipercepat

Perhitungannya pakai file simulasi yang udah pernah ane post. shakehand
cariter - 16/04/2012 01:35 PM
#18

Waduh ane ketinggalan dah pindah rumah baru aja :selamat:selamat:selamat, ini pindah rumah pake KPR kagak hammer

Btw agan TS makasih ya ijo2nya adem bener dah :toast
ichalviking - 16/04/2012 01:47 PM
#19

Quote:
Original Posted By awaj
masih dapet pekiwan gak ya? Peace:


Dapet jatah terakhir Gan D
Silakan bagi2 kalo ada info terbaru...

Quote:
Original Posted By Penjelajahx
mantap rumah baru nya agan ichalviking...ane udah subscribe...

kalo boleh tau bank syariah mana aja sih yg menerapkan sistem proporsional bukan Anuitas?? klo boleh minta listnya yah gan..pm jg ga papa..

sebab selama ini ane cuma ketemu bank syariah yg tetep make sistem anuitas..karena itu menurut ane masih banyak bank syariah di kita memang masih syariah-syariahan..

Ane rencana nya akhir bulan ini mau akad nya..doakan lancar dan lancar trus cicilannya ampe lunas yah..


Kalo di Jakarta (Ane keliling Juli 2011) yang fix proportional cuma DKI Syariah Gan...
Ga tau kalo sekarang...

Quote:
Original Posted By cariter
Waduh ane ketinggalan dah pindah rumah baru aja :selamat:selamat:selamat, ini pindah rumah pake KPR kagak hammer

Btw agan TS makasih ya ijo2nya adem bener dah :toast


Silakan di share disini Gan info terbaru nya...
Semoga direstui Moderator Peace:
InRealLife - 16/04/2012 03:57 PM
#20

sharing buat syarat tambahan KPR untuk ngebangun rumah:

-fotokopi bukti kepemilikan tanah (sertifikat)
-fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau resi permohonan pembuatan IMB
-bukti pembayaran PBB tahun terakhir
-Rencana Anggaran Biaya (RAB)
*sumber: BNI

-Bank Syariah Mandiri: Dalam RAB, biaya upah pekerja dan keuntungan kontraktor tidak akan dipertimbangkan untuk perhitungan kredit pembangunan karena dianggap bukan komponen "pembelian".
Page 1 of 64 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > All About KPR - Please Read Page 1