Arsitektur
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > All About KPR - Please Read Page 1
Total Views: 58461 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 64 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›

putrablind - 16/04/2012 05:10 PM
#21

wah,
rumah baru nih.
oiya gw lupa.
ini gw punya file hitungan KPR.
kalo di atas buat KPR syariah.
ini KPR konvensional.

perhitungan KPR konvensional

semoga bermanfaat.

99,99% akurat karena ambil dari bank.
p

*kalo ada yang g paham silahkan tanya disini ato PM nanti gw jelasin.
kalo di google docs ketika di edit agak lambat berubahnya angkanya.
tunggu beberapa saat.


ini sekalian gw mau share.
kemaren baru SP3K, buat ancar2 temen2 aja nih ya:
ini nilai awalnya dan cicilan:

All About KPR - Please Read Page 1

kemudian ini adalah total biaya pertama:
All About KPR - Please Read Page 1

ini di bank BTN.
beer:
berNavas - 16/04/2012 10:20 PM
#22

rumah baruD

trid lama di laporkan dong,biar di closed momod.
gak ke sundul2 lagiD



Posted with [color=orange]kaskusBetaQR[/color]
ichalviking - 17/04/2012 06:23 AM
#23

Quote:
Original Posted By InRealLife
sharing buat syarat tambahan KPR untuk ngebangun rumah:

-fotokopi bukti kepemilikan tanah (sertifikat)
-fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau resi permohonan pembuatan IMB
-bukti pembayaran PBB tahun terakhir
-Rencana Anggaran Biaya (RAB)
*sumber: BNI

-Bank Syariah Mandiri: Dalam RAB, biaya upah pekerja dan keuntungan kontraktor tidak akan dipertimbangkan untuk perhitungan kredit pembangunan karena dianggap bukan komponen "pembelian".


Quote:
Original Posted By putrablind
wah,
rumah baru nih.
oiya gw lupa.
ini gw punya file hitungan KPR.
kalo di atas buat KPR syariah.
ini KPR konvensional.

perhitungan KPR konvensional

semoga bermanfaat.

99,99% akurat karena ambil dari bank.
p

*kalo ada yang g paham silahkan tanya disini ato PM nanti gw jelasin.
kalo di google docs ketika di edit agak lambat berubahnya angkanya.
tunggu beberapa saat.


ini sekalian gw mau share.
kemaren baru SP3K, buat ancar2 temen2 aja nih ya:
ini nilai awalnya dan cicilan:

All About KPR - Please Read Page 1

kemudian ini adalah total biaya pertama:
All About KPR - Please Read Page 1

ini di bank BTN.
beer:


Update page 1.
Makasih buat share nya D

Quote:
Original Posted By berNavas
rumah baruD

trid lama di laporkan dong,biar di closed momod.
gak ke sundul2 lagiD



Posted with [color=orange]kaskusBetaQR[/color]


Siap laksanakan... :army
srennug - 17/04/2012 08:22 AM
#24

Quote:
Original Posted By putrablind
wah,
rumah baru nih.
oiya gw lupa.
ini gw punya file hitungan KPR.
kalo di atas buat KPR syariah.
ini KPR konvensional.

perhitungan KPR konvensional

semoga bermanfaat.

99,99% akurat karena ambil dari bank.
p

*kalo ada yang g paham silahkan tanya disini ato PM nanti gw jelasin.
kalo di google docs ketika di edit agak lambat berubahnya angkanya.
tunggu beberapa saat.


ini sekalian gw mau share.
kemaren baru SP3K, buat ancar2 temen2 aja nih ya:
ini nilai awalnya dan cicilan:

All About KPR - Please Read Page 1

kemudian ini adalah total biaya pertama:
All About KPR - Please Read Page 1

ini di bank BTN.
beer:


Apht gede juga yah bingung
galex98 - 17/04/2012 08:40 AM
#25

Quote:
Original Posted By InRealLife
sharing buat syarat tambahan KPR untuk ngebangun rumah:

-fotokopi bukti kepemilikan tanah (sertifikat)
-fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau resi permohonan pembuatan IMB
-bukti pembayaran PBB tahun terakhir
-Rencana Anggaran Biaya (RAB)
*sumber: BNI

-Bank Syariah Mandiri: Dalam RAB, biaya upah pekerja dan keuntungan kontraktor tidak akan dipertimbangkan untuk perhitungan kredit pembangunan karena dianggap bukan komponen "pembelian".

wah pantas aja penilaian appraisal rumah dari bank itu kecil dari harga pasaran kalo biaya upah pekerja mungkin jg gk diperhitungkan...
berarti appraisal hanya menilai permeter material, bukan hole in dengan jasa tukanghammers
putrablind - 18/04/2012 09:29 AM
#26

Quote:
Original Posted By srennug


Apht gede juga yah bingung


yup.
tapi untung seluruh biaya KPR di tanggung ama developer.
beer:
InRealLife - 18/04/2012 11:18 AM
#27

mungkin ini juga info berguna.

kalau kita nyari info KPR ke sembarang cabang bank, kadang infonya kurang jelas dan kurang lengkap kalau di cabang bank tersebut tidak ada bagian khusus kredit. Lebih baik datangi cabang-cabang "pusat kredit" supaya info lengkap.

berikut info cabang-cabang beberapa bank yang bisa dianggap sebagai "pusat kredit". Daftar ini sangat tidak lengkap dan sejauh ini baru mencakup daerah Jakarta (sekitar Jakarta Selatan).

JAKARTA/SEKITAR
BRI: Cabang Blok M di sebelah Terminal Bus Blok M.
BNI: Cabang Fatmawati di dekat RS Fatmawati (arah Pondok Labu)
BNI Syariah: Cabang Fatmawati (Cilandak)
Bank Syariah Mandiri: Cabang Blok M di seberang pintu keluar Terminal Blok M & Hotel Ambhara
Bank Panin: Cabang Palmerah, Jl Palmerah Utara dekat perempatan Slipi
Bank Permata Syariah: Cabang Bintaro Jaya, di gedung dekat pintu keluar tol Pondok Aren & Bintaro Trade Centre
Bank DKI Syariah: Cabang Arteri Pondok Indah, antara Kostrad dan Masjid Pondok Indah

Tidak menutup kemungkinan ada cabang-cabang lain di daerah lain yang berfungsi sebagai "pusat kredit".
InRealLife - 18/04/2012 11:22 AM
#28

Kemarin habis nyerahin persyaratan ke BNI, moga-moga lolos dan dikasih pinjaman sesuai yang diharapkan...

Biaya appraisal BNI: Rp300 ribu, dibayar ketika pengajuan. Appraisal kira-kira 7 hari kerja sesudah pengajuan.

Proses katanya 14 hari kerja.
srennug - 18/04/2012 11:59 AM
#29

Gan, nanya donk Appraisal perlu "ngasih tips" gak yah supaya nilainya sesuai yg diajukan?

Rencana KPR di BCA.
ichalviking - 18/04/2012 03:24 PM
#30

Quote:
Original Posted By InRealLife
Kemarin habis nyerahin persyaratan ke BNI, moga-moga lolos dan dikasih pinjaman sesuai yang diharapkan...

Biaya appraisal BNI: Rp300 ribu, dibayar ketika pengajuan. Appraisal kira-kira 7 hari kerja sesudah pengajuan.

Proses katanya 14 hari kerja.


Semoga berhasil Gan...

Quote:
Original Posted By srennug
Gan, nanya donk Appraisal perlu "ngasih tips" gak yah supaya nilainya sesuai yg diajukan?

Rencana KPR di BCA.


Kayanya ngga usah ngasih tips Gan...
Traktir makan siang aja Peace:

Trus jangan lupa diajak ngobrol tentang potensi lokasi yg akan di appraisal.
Bahwa besok/lusa/bulan depan/tahun depan/10 tahun lagi lokasinya akan jadi hotspot.
Harga tanah dan bangunan akan jadi bla bla bla...

Ane juga ga tau ada pengaruh atau ngga tapi Ane dulu melakukan itu ngakaks
InRealLife - 18/04/2012 04:20 PM
#31

agan dkk udah pada tau ada forum baru di kaskus, Perencanaan Keuangan? Di sana ada banyak orang tanya tanya soal KPR. Mungkin kita bisa bantu.
ichalviking - 19/04/2012 06:18 AM
#32

Quote:
Original Posted By InRealLife
agan dkk udah pada tau ada forum baru di kaskus, Perencanaan Keuangan? Di sana ada banyak orang tanya tanya soal KPR. Mungkin kita bisa bantu.


Kita ajakin kesini aja kali ya Gan..
Biar makin banyak yang share Peace:

__________ menuju TKP
ngacir:
g_wahyu - 19/04/2012 12:33 PM
#33

nambahin dikit ya gan,

sistem perhitungan KPR itu setau saya harus Anuitas, kalo untuk rumah ke 2 atau ruko / gudang / fixed asset lain, baru menggunakan sistem sliding
karena rumah pertama adalah kebutuhan pokok, sedangkan rumah ke 2 dll adalah investasi, anda boleh tanya ke bank tentang ketentuan ini (setau saya BCA)
karena bunga yang dikenakan untuk KPR paling rendah sebanding dengan resiko kredit macet untuk bank yang lebih kecil
sedangkan untuk suku bunga investasi, jauh lebih besar daripada KPR, seingat saya, kalo ATMR (aset tertimbang menurut resiko) untuk KPR cuma 50% dibandingkan kredit investasi / modal kerja (coba yang tau laporan keuangan bank / PBI klarifikasi kalo saya salah)

kalau masalah bunga ma sama aja, semua bank itu kejar target pertumbuhan yang sudah masuk dalam bisnis plan mereka ke BI pada awal tahun, jadi kalo tiba - tiba suku bunga BI turun, ngga serta merta bank bakal kasi turun, apalagi di tambah dengan program fix and cap atau kerjasama developer dengan bank, yang pasti, marketing bank itu semua dibekalin dengan kemampuan negosiasi, jadi saran saya, ngga usah perhatiin mereka, lihat perusahaannya. kalo suatu bank hidup dari deposito, pasti bunga kreditnya ikutan mahal karena ada yang namanya profit margin, tapi kalo itu bank hidup dari tabungan, apalagi giro, pasti bunganya murah, karena bunga deposito bisa sampe 5% dan tabungan hanya 1%, giro malah ngga dikasi bunga, kalo pun ada, jasa giro ngga sampai 1%. nah.. tau darimana bank itu hidupnya dari deposito atau tabungan/giro, dari antrian nasabah di kasir mereka. kalo kasirnya sering kosong melompong, berati banyakan deposito tuh bank, cmiiw

perhitungan mengenai pokok, bunga dan denda, pasti akan diberitahukan secara bank secara detail, dan anda harus menandatangani semuanya untuk persetujuan, namun yang jadi masalah disini adalah, hampir semua nasabah 'buta' akan hal ini, dan marketing bank tidak ingin nasabahnya 'banyak tau', sehingga informasi yang diberikan pasti seminimal mungkin untuk menghindari pertanyaan / masalah yang akan terjadi, yang penting anda sudah tanda tangan, berati setuju dan harus bayar. untuk pelunasan KPR, saya disini menyarankan supaya hal tersebut dapat dihindari, kecuali rumah tersebut akan dipindah tangankan / di jual, karena sistem pembayaran kembali memang dibuat untuk tidak dilunasi lebih cepat (mendingan kalo bunganya mahal, anda bikin surat ke bank, minta direview suku bunganya, sekaligus dilampirkan bukti bahwa suku bunga yang dikenakan jauh lebih tinggi dari bank lain, dan segala macam alasan bahwa bagaimanapun juga bunga harus diturunkan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lain)

untuk take over KPR ke bank lain, saya cuma bisa bilang, itu hal terbodoh yang anda ingin lakukan, KPR ke KPR, anda cuma bagi2 uang anda untuk bayar bunga ke bank lain, tanpa 'menguntungkan' anda sama sekali, cuma mungkin 'meringankan' cicilan anda. kecuali pada bank lain, anda diberikan fasilitas kredit lain berupa modal kerja, sehingga dapat menambah plafond kredit anda dan berguna untuk usaha anda. btw, cara paling mudah untuk meminta penurunan suku bunga adalah dengan cara memacetkan kredit anda (setor di bawah nominal angsuran anda, dimana sistem tidak akan mendebet rekening tersebut karena nominalnya belum terpenuhi), kalau anda sudah kesal dengan pihak bank yang 'menggantung' anda, coba cara di bawah ini, macetkan kredit anda bulan berikutnya, tunggu sampai orang bank telp anda untuk menagih (debt collector cuma bekerja kalo anda sudah macet 6 bulan), jadi biasanya yang telp anda orang marketing (kalo bank kecil, kalo bank gede ya bagian collection KPR), katakan bahwa, anda sedang mengalami masalah keuangan sehingga angsuran tidak terkumpul secara penuh, adanya cuma segini pak, coba nanti saya usahakan .. tunggu 1 - 2 minggu, baru setor lagi kekurangannya. lakukan 3 bulan berturut turut dan pada bulan ke 4, betul2 macetkan kredit anda selama satu bulan, dan dilunasi pada bulan ke 5 sebanyak 2x angsuran. pada masa2 anda di telp oleh petugas bank, siratkan permohonan penurunan suku bunga anda, dan kirimkan surat permohonan penyesuaian suku bunga anda. katakan saja bahwa penurunan suku bunga, sangat berarti untuk pendapatan yang pas2an. kalo anda gaji nya gede, jangan pake cara ini, bank bakal sebodo amad, karena toh anda juga pasti bayar dan bank diuntungkan oleh dendanya.

btw, bank paling alergi kalo disuru eksekusi kredit macet, apalagi yang namanya KPR, karena biaya sita dan eksekusinya mahal banget, belum lagi waktunya lama, sehingga sedikit banyak mempengaruhi neraca keuangan bank, jadi kita harus manfaatkan army:

udah dulu ah (takut diciduk aparat) .. semoga info nya bermanfaat

ingat, flat adalah sistem perhitungan bunga dimana bunga di hitung dari pokok awal pinjaman anda (banyak kesalahan tafsir dari orang awam tentang flat, effective, floating, sliding, dll)
info terbaru, peraturan dari Bank Indonesia, maksimal pembiayaan dari Bank adalah 70% dari nilai (appraisal) rumah / jaminan anda


cendol please... *paring paring mas.. cendol mas*
ichalviking - 19/04/2012 01:46 PM
#34

Quote:
Original Posted By g_wahyu
nambahin dikit ya gan,

sistem perhitungan KPR itu setau saya harus Anuitas, kalo untuk rumah ke 2 atau ruko / gudang / fixed asset lain, baru menggunakan sistem sliding
karena rumah pertama adalah kebutuhan pokok, sedangkan rumah ke 2 dll adalah investasi, anda boleh tanya ke bank tentang ketentuan ini (setau saya BCA)


Kalo aturan dari BI memang harus anuitas berarti Bank yang Ane pake melanggar aturan takuts

Quote:
Original Posted By g_wahyu

perhitungan mengenai pokok, bunga dan denda, pasti akan diberitahukan secara bank secara detail, dan anda harus menandatangani semuanya untuk persetujuan, namun yang jadi masalah disini adalah, hampir semua nasabah 'buta' akan hal ini, dan marketing bank tidak ingin nasabahnya 'banyak tau', sehingga informasi yang diberikan pasti seminimal mungkin untuk menghindari pertanyaan / masalah yang akan terjadi, yang penting anda sudah tanda tangan, berati setuju dan harus bayar. untuk pelunasan KPR, saya disini menyarankan supaya hal tersebut dapat dihindari, kecuali rumah tersebut akan dipindah tangankan / di jual, karena sistem pembayaran kembali memang dibuat untuk tidak dilunasi lebih cepat


:2thumbup

Quote:
Original Posted By g_wahyu
untuk take over KPR ke bank lain, saya cuma bisa bilang, itu hal terbodoh yang anda ingin lakukan, KPR ke KPR, anda cuma bagi2 uang anda untuk bayar bunga ke bank lain, tanpa 'menguntungkan' anda sama sekali, cuma mungkin 'meringankan' cicilan anda.


Kalo kasusnya gini gimana Gan ?

Ambil KPR selama 10 Tahun.
Cicilan fix Th. 1 : Rp.78.000
Cicilan Th.2 : Rp.94.000 (mulai floating)

Pada menginjak Th.3 di Take Over ke Bank lain :
Cicilan Th.3 - 10 : Rp. 91.000 (cicilan tetap ampe selesai)
Semua biaya-biaya Take Over dimasukan kedalam hutang.

Kalo Ane pribadi sih pilih di Take Over Peace:

Quote:
Original Posted By g_wahyu
udah dulu ah (takut diciduk aparat) .. semoga info nya bermanfaat

ingat, flat adalah sistem perhitungan bunga dimana bunga di hitung dari pokok awal pinjaman anda (banyak kesalahan tafsir dari orang awam tentang flat, effective, floating, sliding, dll)
info terbaru, peraturan dari Bank Indonesia, maksimal pembiayaan dari Bank adalah 70% dari nilai (appraisal) rumah / jaminan anda


cendol please... *paring paring mas.. cendol mas*


Kalo menurut Ane sih daripada liat besaran bunga atau margin dan sistem hitungan flat atau anuotas mendingan dibandingkan besaran cicilan bulanan yg harus dibayar biar bandinginnya ngga bingung Peace:

Kecuali kalo dari awal sudah niat akan dilunasi di tengah jalan.
Harus dikalkulasi lebih detail lagi.
Tahun ke berapa akan dilunasinya.

Maksimal pembiayaan 70% berlaku mulai Juni 2012.
Tapi kalo DP kan masih bisa dibuat kesepakatan ama Developer/pemilik rumah.
Dicicil 24 bulan misalnya, biar ringan hehehe... Peace:

Cendolnya nunggu mateng dulu ya Gan...
agungjim - 19/04/2012 02:36 PM
#35

tinggalin jejak dulu ah, trit bagus nih :2thumbup

siapa tau nanti ada rejeki D
g_wahyu - 19/04/2012 03:00 PM
#36

Quote:
Original Posted By ichalviking

Kalo kasusnya gini gimana Gan ?

Ambil KPR selama 10 Tahun.
Cicilan fix Th. 1 : Rp.78.000
Cicilan Th.2 : Rp.94.000 (mulai floating)

Pada menginjak Th.3 di Take Over ke Bank lain :
Cicilan Th.3 - 10 : Rp. 91.000 (cicilan tetap ampe selesai)
Semua biaya-biaya Take Over dimasukan kedalam hutang.

Kalo Ane pribadi sih pilih di Take Over Peace:


lah itu di contoh kasus anda, bukannya sistem perhitungan anuitas? kalo rumah ke 2 ya sudah di pake sistem sliding karena di anggap investasi

anda sudah pernah nanya belom sama banknya, kalo tiba2 tahun ke 5 ada krismon, suku bunga BI jadi 20%, angsuran anda tetap segitu? ngga bakalan deh .. coba dibaca lagi perjanjian kreditnya, kecuali program fixed and cap, semua perjanjian kredit suku bunganya dibuat floating, sedangkan suku bunga fixed itu biasanya digunakan untuk jangka waktu yang cukup pendek, maksimal 1 tahun, kecuali bca yaq, tabungan sama giro dia mengendapnya gila2an, mo kase fixed 10 taon mungkin berani dia, tapi apa ya ga mikir mao cari profit? hehehe 5,7T / tahun.

sebelum di take over :
- berapa suku bunga yang dikenakan,
- berapa sisa pokoknya
- berapa bunga yang sudah dibayarkan?

dan setelah take over,
- berapa suku bunga yang dikenakan,
- berapa plafond kredit anda yang baru
- berapa bunga yang harus di bayar?

terus keduanya dijumlahkan, dan dibandingkan, lebih murah yang mana?
anggap sebelum di take over, suku bunganya disamakan dengan take over, masih lebih murah setelah di take over kah? kayanya ngga bakal deh, karena sisa pokok pinjaman anda kemudian masih ditambah untuk biaya2 take over tersebut dan dihitung dengan bunga yang lebih rendah, sehingga anda tertarik dengan take over tersebut karena angsurannya lebih murah. tapi pasti masih lebih rendah pada fasilitas yang sama, tapi bunganya sampai hampir mendekati take over tersebut.

kecuali bank yang lama, beda suku bunganya sampe 4% (selama sisa periode kredit), la itu lebih baik di take over, kalo cuma beda 1 - 2%, saya rasa lebih baik tetap di bank yang sama, toh kalo suku bunga naek, pasti pada balapan naeknya, kalo pas turun, pada pura2 bego ga mau nurunin bunga, dan banyak dimanfaatkan sama bank - bank asing buat dapet client baru, tar kalo sudah 2 - 3 taon, di adjust bunganya juga ga berani take over ke tempat lain

btw, sistem anuitas itu juga termasuk flat, karena perhitungan bunganya selalu di hitung dari plafond awal anda, atau sisa pokok pinjaman pada saat adanya perubahan suku bunga

mau di kalkulasi malah ketaoan, tambah rugi kalo sistem anuitas di lunasin di tengah jalan
ichalviking - 19/04/2012 03:39 PM
#37

Mungkin Ane kurang jelas kali ya Gan... bingungs

Quote:
Original Posted By ichalviking


Kalo kasusnya gini gimana Gan ?

Ambil KPR selama 10 Tahun. (Bank NISP Fix 1 Tahun)
Cicilan fix Th. 1 : Rp.78.000
Cicilan Th.2 : Rp.94.000 (mulai floating)

Pada menginjak Th.3 di Take Over ke Bank lain (Bank DKI Syariah flat sampe akhir) :
Cicilan Th.3 - 10 : Rp. 91.000 (cicilan tetap ampe selesai)
Semua biaya-biaya Take Over dimasukan kedalam hutang.

Kalo Ane pribadi sih pilih di Take Over Peace:


Quote:
Original Posted By g_wahyu


lah itu di contoh kasus anda, bukannya sistem perhitungan anuitas? kalo rumah ke 2 ya sudah di pake sistem sliding karena di anggap investasi


Kebetulan Ane nemu yg bukan Anuitas Gan... Peace:
Itu juga sesudah muter-muter Jakarta.
Kalo lokasi Agan di Jakarta boleh datengin Bank nya buat pastikan.
Mungkin Ane salah...
Bisa aja udah berubah sekarang kali...

Quote:
Original Posted By g_wahyu
anda sudah pernah nanya belom sama banknya, kalo tiba2 tahun ke 5 ada krismon, suku bunga BI jadi 20%, angsuran anda tetap segitu? ngga bakalan deh .. coba dibaca lagi perjanjian kreditnya, kecuali program fixed and cap, semua perjanjian kredit suku bunganya dibuat floating, sedangkan suku bunga fixed itu biasanya digunakan untuk jangka waktu yang cukup pendek, maksimal 1 tahun, kecuali bca yaq, tabungan sama giro dia mengendapnya gila2an, mo kase fixed 10 taon mungkin berani dia, tapi apa ya ga mikir mao cari profit? hehehe 5,7T / tahun.


Kebetulan udah Ane tanya dan pastikan ke Bank nya.
Btw Agan udah baca Page-1 belom ya ? bingungs

Quote:
Original Posted By g_wahyu
sebelum di take over :
- berapa suku bunga yang dikenakan,
- berapa sisa pokoknya
- berapa bunga yang sudah dibayarkan?

dan setelah take over,
- berapa suku bunga yang dikenakan,
- berapa plafond kredit anda yang baru
- berapa bunga yang harus di bayar?

terus keduanya dijumlahkan, dan dibandingkan, lebih murah yang mana?
anggap sebelum di take over, suku bunganya disamakan dengan take over, masih lebih murah setelah di take over kah? kayanya ngga bakal deh, karena sisa pokok pinjaman anda kemudian masih ditambah untuk biaya2 take over tersebut dan dihitung dengan bunga yang lebih rendah, sehingga anda tertarik dengan take over tersebut karena angsurannya lebih murah. tapi pasti masih lebih rendah pada fasilitas yang sama, tapi bunganya sampai hampir mendekati take over tersebut.


Mohon maaf Gan...
Udah pernah ambil KPR di bank mana aja ?
Silakan di share Gan... Biar makin banyak wawasan kita disini...

Quote:
Original Posted By g_wahyu
mau di kalkulasi malah ketaoan, tambah rugi kalo sistem anuitas di lunasin di tengah jalan


Kalo Ane niatnya KPR emang ngga akan dilunasi di tengah jalan Gan.
Kalo ada uang mendingan buat DP nambah kosan Peace:
awaj - 19/04/2012 03:45 PM
#38

Quote:
Original Posted By g_wahyu


lah itu di contoh kasus anda, bukannya sistem perhitungan anuitas? kalo rumah ke 2 ya sudah di pake sistem sliding karena di anggap investasi

anda sudah pernah nanya belom sama banknya, kalo tiba2 tahun ke 5 ada krismon, suku bunga BI jadi 20%, angsuran anda tetap segitu? ngga bakalan deh .. coba dibaca lagi perjanjian kreditnya, kecuali program fixed and cap, semua perjanjian kredit suku bunganya dibuat floating, sedangkan suku bunga fixed itu biasanya digunakan untuk jangka waktu yang cukup pendek, maksimal 1 tahun, kecuali bca yaq, tabungan sama giro dia mengendapnya gila2an, mo kase fixed 10 taon mungkin berani dia, tapi apa ya ga mikir mao cari profit? hehehe 5,7T / tahun.


ini lagi ngomongin yg bank konvensional kan?
g_wahyu - 19/04/2012 04:14 PM
#39

Quote:
Original Posted By ichalviking
Mungkin Ane kurang jelas kali ya Gan... bingungs
Kebetulan Ane nemu yg bukan Anuitas Gan... Peace:
Itu juga sesudah muter-muter Jakarta.
Kalo lokasi Agan di Jakarta boleh datengin Bank nya buat pastikan.
Mungkin Ane salah...
Bisa aja udah berubah sekarang kali...

Kebetulan udah Ane tanya dan pastikan ke Bank nya.
Btw Agan udah baca Page-1 belom ya ? bingungs

Mohon maaf Gan...
Udah pernah ambil KPR di bank mana aja ?
Silakan di share Gan... Biar makin banyak wawasan kita disini

Kalo Ane niatnya KPR emang ngga akan dilunasi di tengah jalan Gan.
Kalo ada uang mendingan buat DP nambah kosan Peace:


nah itu kenapa saya bingung, kenapa koq KPR agan ga pake sistem anuitas, padahal rumah pertama kan ya? hmm.. *masih ngga percaya* coba di ketikin kemari dong gan, angsuran pokok dan bunga, bulan 1 dan 2 aja .. enak tuh kalo mo dilunasin .. pokoknya pasti sudah berkurang banyak, bisa buat beli lagi 2 rumah buat kos2an hehehe beer:

-batal gan, kalo di sebutnya bank DKI .. saya percaya deh, sudah sering urusan sama itu bank, kacaw administrasinya-

page 1 sudah baca, mungkin iq saya kurang kali jadi ga nyantol semua hehehe

saya ambil KPR di bca 20-4 taon, terus pengalaman saya kerja di Bank (di Jakarta juga) yang logonya kuning kurang lebih selama 7 taon, saat ini sudah kabur n usaha sendiri

atas saya, setao saya sih baru di omongin syariah sama bank devisa, sedang BPR (DKI syariah harusnya masuk golongan sini) saya kurang paham yaq
MRPAIJO - 19/04/2012 05:41 PM
#40

wahh..rumahnya baru..cash apa KPR nihh..hehehe..Yb

Update status nihh..

Akhirnya udah akad KPR, dan gw ambil Permata..D
awalnya padahal udah yakin BNI.. ehh , di detk2 terakhir Permata ngasih info kalau disetujui full 100% dari plafon, padahal sebelumnya hanya 60-80%
Ya udah gw ambil aja, biaya KPR lebih murah (4%) kalau BNI 6% karena angsuran 2x dilock)
Kalau bunga di Permata 8.25% fix 2th..di BNI 7.8% fix 1.5 th..
Di permata bunga floating saat ini gak jauh dari angka 12%..itu info orang permata..
Page 2 of 64 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > All About KPR - Please Read Page 1